Kembali
16
1
2020 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 19 · 1 ISSN 1410-5551

Ekosistem Yang Mempengaruhi Pengembangan Pustakawan

IPB University

Abstrak

Pendahuluan. Pengembangan perpustakaan sangat dipengaruhi oleh lingkungan pemustaka yangakan dilayaninya. Lingkungan tersebut saat ini dikenal dengan ekosistem VUCA yaitu Volatility,Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. VUCA sendiri muncul akibat dari perkembangan teknologiyang saat ini disebut revolusi industri 4.0. Metode dan Pengumpulan Data. Karya tulis ini merupakan literature review atau tinjauanliteratur yang membahas pengaruh ekosistem VUCA dalam pengembangan perpustakaanberdasarkan kepada literatur dan laporan hasil penelitian terkait. Literur dikumpulkan baik melaluidaring maupun literatur tercetak kemudian dibahas. Analisis Data. Berbagai karya tulis yang relevan dengan ekosistem VUCA dikumpulkan dari buku,jurnal, maupun situs web, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan. Berbagai pengembangan perpustakaan harus mempertimbangkan ekosistem VUCA agar layanan yang diberikan oleh perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka di era revolusiindustri 4.0.. Kesimpulan. Perpustakaan termasuk entitas yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan atauekosistem VUCA. Karena itu agar perpustakaan bisa survive di era teknologi desruptive yangmenyebabkan VUCA tersebut, maka pustakawan sebagai motor penggerak perpustakaan harusmempunyai terobosan layanan yang bisa keluar dari jebakan VUCA.

Abstract

Introduction. The development of a library is strongly influenced by the environment of the usershas to be serve. This environment is currently known as the VUCA ecosystem, namely Volatility,Uncertainty, Complexity and Ambiguity. VUCA itself emerged as a result of technologicaldevelopments which are currently called the industrial revolution 4.0. Methods and Data Collection. This paper is a literature review that discusses the influence of theVUCA ecosystem in library development based on the literature and related research reports. Literature is collected both online and printed literature and then discussed. Data analysis. Various papers relevant to the VUCA ecosystem were collected from books,journals, and websites, then analyzed descriptively. Results and Discussion. Various library developments must consider the VUCA ecosystem sothat the services provided by libraries are in accordance with the needs of users in the era of theindustrial revolution 4.0. Conclusion. Libraries are entities that are strongly influenced by the VUCA environment orecosystem. Therefore, in order for libraries to survive in the era of destructive technology thatcauses VUCA, the librarian as the driving force of the library must have a service breakthrough thatcan get out of the VUCA trap.
Keywords: Ekosistem · VUCA · revolusi industri 4.0 · masyarakat 5.0

Introduction

Sejak akhir abad yang lalu atau abad 20hingga awal abad 21 sekarang ini telahterjadi perkembangan yang luar biasa pesatdari kehidupan manusia. Manusia yangawalnya merupakan makhluk pencari makan dengan cara berburu, saat ini sudahberubah sangat cepat menjadi masyarakatyang kehidupannya berlandaskan kepadapemanfaatan informasi bahkan lebih daripada itu saat ini telah berkembang kearah pemanfaatan teknologi namun tetapberpusat kepada manusia itu sendiri (Digital Economy, 2019; Weisman, 1972). Untukmempersiapkan pustakawan dalam menghadapi perubahan situasi dunia yangbegitu cepat ini maka kita harus mengenalekosistem yang berpengaruh terhadapsituasi dunia. Perkembangan Masa/Jaman/Era Di dunia ini dikenal dua aliran dalammenyatakan perkembangan jaman (era). Pertama yang didasarkan kepada perkembangan industri dan teknologi, danyang kedua yang didasarkan perkembanganpola hidup dan cara-cara bermasyarakat. Dari beberapa bacaan kita mengenal erarevolusi industri sebagai berikut: erarevolusi industri 1.0; era revolusi industri2.0; era revolusi industri 3.0; dan erarevolusi industri 4.0 (IPB, 2019; DigitalEconomy, 2019). Revolusi industri 1.0 Kita tahu dari bacaan sejarah bahwasebelum era revolusi industri dimulai makasetiap pekerjaan di dunia ini dilakukanmenggunakan tenaga manusia dan hewan. Misalnya, pekerjaan menggemburkan tanahdi sawah dilakukan dengan menggunakancangkul oleh tenaga manusia. Paling banterpekerjaan itu dibantu oleh tenaga hewanyang digunakan untuk menarik bajak. Begitu juga ketika manusia melakukanproses menggiling beras menjadi tepung,maka pekerjaan itu dilakukan dengantenaga manusia yaitu dengan menumbukmenggunakan lesung dan alu. Selain denganotot, tenaga lain yang biasa digunakandalam proses produksi kala itu adalahtenaga air dan tenaga angin, misalnya padamesin penumbuk gandum. Untuk membantu memutar alat atau “mesin” yangcukup berat itu manusia dibantu oleh kincirair atau kincir angin. Masalahnya adalahmesin ini tidak fleksibel. Kita tidak bisamemindahkan mesin tersebut sesuai dengan keinginan kita. Kita cuma bisamenjalankan mesin itu di dekat air terjunjika menggunakan tenaga air atau di daerahyang berangin stabil dan terus menerus jikamesin itu menggnakan tenaga angin. Semuamesin tersebut sangat bergantung kepadaalam sehingga kurang bisa diandalkan. Seperti mesin yang bertenaga angin makajika benar-benar tak ada angin yang bisadigunakan untuk memutar kincir makamesin tersebut sama sekali tidak bisaberoperasi (Saleh, 2020). Revolusi Industri yang terjadi antara tahun1750-1850 ini membuat perubahan secarabesar-besaran dalam proses produksiterutama dalam bidang pertanian, transportasi, manufaktur, dan teknologi dimana perubahan tersebut berdampak mendalam terhadap kondisi sosial, budayaserta ekonomi di seluruh dunia (Sasana Digital, 2019). Awal mula revolusi industriini terjadi di Inggris yaitu denganpenggunaan mesin uap pada mesin tenunmekanis. Revolusi industri ini kemudianmenyebar ke seluruh dunia seperti Eropa,Amerika, Jepang, dan lain-lain. Revolusiindustri ini telah mengubah proses produksi seperti yang semula semua pekerjaan dilakukan dengan menggunakantenaga manusia dan hewan, maka denganditemukannya mesin uap proses produksitersebut kemudian dilakukan dengan bantuan mesin uap (IPB, 2019). Revolusi industri 2.0Revolusi industri yang dimulai di Inggristersebut telah mengubah banyak hal. Revolusi industri tersebut adalah revolusiindustri pertama atau revolosu industri 1.0. Kemudian revolusi industri berikutnyayaitu revolosi industri kedua di awal abadke-20 juga telah memperbaiki efisiensiproses produksi menjadi lebih baik lagi. Proses produksi memang sudah menggunakan mesin, mulai dari mesin uapdan kemudian mesin bertenaga listrik. Namun, apa yang terjadi di pabrik masihjauh dari kata modern. Di akhir 1800-an,mobil sudah mulai diproduksi besarbesaran dan secara massal. Namun,perakitan mobil masih dirakit mulai awalsampai selesai pada titik yang sama. Seorangperakit memroses barang tersebut dari nolhingga jadi. Setiap mobil akan dirakit olehseorang perakit yang “Generalis” dari awalhingga selesai (Saleh, 2020). Proses produksi demikian mempunyai banyak kelemahan seperti perakitan harusdilakukan secara paralel. Untuk merakitbanyak mobil, proses perakitan harusdilakukan oleh banyak tenaga kerja, dansetiap tenaga harus menguasai semuaproses mulai dari memasang baut sampaimemasang mesin. Proses produksi yangseperti ini merupakan proses produksi yangcukup lambat dan memerlukan tenaga ahliyang banyak. Pada masa ini yaitu sekitartahun 1913 terjadi revolusi yaitu denganterciptanya Lini Produksi atau Assembly Line. Proses produksi ini menggunakansistem conveyor belt atau ban berjalan. Prosesproduksi yang tadinya satu orang mengerjakan seluruh produk berubah menjadi satu produk dikerjakan olehbanyak orang. Proses ini melahirkanspesialis, yaitu satu orang hanya mengerjakan satu bagian saja (IPB, 2019). Revolusi industri 3.0 Pada masa revolusi industri 1.0 dan 2.0unsur manusia masih berperan pentingdalam suatu proses produksi, maka padarevolusi industri 3.0 tenaga manusiatersebut banyak digantikan oleh mesin. Mesin yang berpikir secara otomatis. Yaitumesin yang dikenal dengan komputer danrobot. Pada awalnya komputer merupakanbarang mewah. Komputer generasi pertama yang disebut ENIAC adalah sebuah mesin yang sangat besar dengankonsumsi listrik yang juga sangat besar. ENIAC memiliki 17.468 tabung vakum,7.200 diode kristal, 1.500 pemancar, 70.000resistor, 10.000 kapasitor dan sekitar 5 jutasambungan yang disolder dengan tangan. Beratnya 27 ton dan ukurannya 2,4 m x 0,9m x 30 m. ENIAC mengambil luas sekitar167 m² dan mengonsumsi energi sebesar160 kW (Digital Economy, 2019). Penemuan semi konduktor, kemudian transistor, dan diteruskan dengan penemuan Integrated Circuit (IC) menjadikan ukurankomputer tersebut mengecil. Begitu jugakebutuhan catu daya listriknya semakinkecil, namun dengan kemampuan yang semakin besar. Pada era ini juga terjadiperkembangan perangkat lunak yang mendukung perangkat keras elektronik. Ukuran komputer yang semakin kecil tersebut memegang peranan penting, karena dengan ukurannya yang kecil itumaka komputer dapat dipasang di mesinmesin produksi. Kemampuan komputerdalam melakukan banyak hal menggantikanbanyak peran manusia. Pekerjaan di pabrikbanyak digantikan oleh komputer ataurobot. Semuanya menjadi otomatis. Padasatu sisi, perkembangan teknologi digital inimempermudah pekerjaan manusia karenahanya dalam hitungan jam, banyak produkyang dapat dihasilkan. Proses bisnissemakin berkembang pesat dan lebih terstruktur mulai dari tahap perencanaanoleh manusia, jadwal, dan aliran prosesproduksi. Namun disisi lain, banyakpekerjaan yang tadinya tersedia bagimanusia menjadi hilang karena sudahdiganti oleh mesin. Revolusi industri 4.0. Internet yang ditemukan pada era revolusiketiga menjadi dasar bagi terbukanya pintu Revolusi Industri keempat atau 4.0. Salahsatunya adalah pemanfaatan internet(Internet of Thing/IoT). IoT ini berambisimenginterkoneksikan segala perangkatyang ada dengan internet. Saat ini misalnyadengan gawai kita bisa mengetahui kondisicuaca di suatu tempat karena gawai kitaterkoneksi dengan alat pengukur suhu ditempat tersebut, kita juga bisa mengetahuikondisi kepadatan jalan raya karena gawaikita terkoneksi dengan kamera yang ada dijalan raya yang sedang kita pantau kepadatannya, atau kita bisa tahu apakah dijalan tersebut ada kecelakaan atau tidakkarena gawai kita terkoneksi dengan kameradi jalan di mana kecelakaan tersebut terjadi,dan seterusnya. Proses produksi padarevolusi industri 4.0 menggunakan konsepotomatisasi oleh mesin tanpa campurtangan tenaga manusia. Hal tersebutmerupakan hal vital yang dibutuhkan olehindustri dengan alasan efisiensi, baik waktu,tenaga kerja, maupun biaya. Penerapanindustri 4.0 seperti ini dikenal dengan istilahSmart Factory. Inovasi terus menerus berkembang hingga2019 ini mulai menggunakan robot dibidang industri. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga mulai masukdalam proses produksi. Dalam masa Revolusi Industri 4.0 banyak inovasi baruditemukan. Diantara penemuan tersebutdapat disebutkan seperti internet untuksemua (Internet of Things/ IoT), Big Data,percetakan tiga dimensi, kecerdasan buatan(artificial intelligence/AI), kendaraan yangdikendalikan oleh komputer, rekayasagenetika, robot dan mesin pintar. Hal yangsangat memengaruhi dalam Revolusi Industri 4.0 adalah ditemukannya Internetof Things. Dengan IoTnya maka Revolusiindustri 4.0 ini sangat berpengaruh kepadaekosistem dunia, termasuk tata carakehidupan manusia. Perkembangan jaman berdasarkan polamasyarakat Perkembangan masa/jaman/era yang kedua kita kenal dengan nama masyarakat(society) yaitu masyarakat (society)1.0;masyarakat (society) 2.0; masyarakat (society)3.0; masyarakat (society) 4.0; dan masyarakat(society) 5.0 (Sasana Digital, 2019). Masyarakat merupakan sekelompok orangyang membentuk suatu sistem di manasebagian besar interaksinya adalah antarindividu yang berada dalam msyarakattersebut. Kehidupan dan tata nilai masyarakat terus berkembang dari masa kemasa dan perkembangan yang cukup pesatbisa dilihat dengan membandingkan kehidupan masyarakat zaman dahulu denganmasyarakat zaman modern. Adanya masyarakat atau society 5.0 menggambarkanbentuk ke-5 dari perkembangan msyarakatdalam sejarah perkembangan kehidupanmanusia. Perjalanan society 1.0 hingga bisamencapai society 5.0 dapat dijelaskansebagai berikut. Masyarakat 1.0 (hunter & gatherer society) Awal mula manusia mengenal dan membentuk kelompok yang kemudian dikenal dengan masyarakat. Manusia bertahan hidup dan mencari makanan dengan cara berburu binatang liar. Padawaktu itu mereka hidup dengan cara berpindah-pindah atau yang disebut masyarakat nomaden. Bila binatang buruandan buah-buahan yang menjadi sumbermakanan mereka sudah mulai menipis maka mereka akan mencari tempat baruyang masih banyak tersedia makanan untukdiburu. Untuk keperluan perburuan itumanusia sudah bisa membuat berbagaiperalatan sederhana dan menggunakankekuatan alam seperti api untuk memasakdan melindungi diri. Masyarakat 2.0 (agricultural society)Setelah manusia mengenal cara bercocoktanam dan memelihara hewan/ternak untuk persediaan makanan mereka makamereka sudah mulai mengurangi kebiasaanberpindah-pindah tempat tinggal ataudengan kata lain mereka sudah mulaimenetap dan membangun masyarakat yanglebih kompleks. Masa ini disebut sebagai erapertanian. Manusia fokus mengembangkancara bercocok tanam sehingga dapat memproduksi hasil pertanian yang menjadipersiaan makanan mereka. Pada masa inimulai muncul berbagai kerajaan, masyarakat mulai mengenal tulisan, kotakota mulai didirikan. Masyarakat 3.0 (industrial society)Masyarakat yang sudah fokus kepada pertanian dan peternakan mulai membutuhkan hal-hal yang lebih kompleksseperti mulai butuh sandang, pangan danpapan yang semakin meningkat. Berbekalpengetahuan yang mereka miliki makamasyarakat saat itu mulai membangunsentra-sentra produksi atau pabrik untukmemproduksi kebutuhan mereka. Pabrikpabrik tersebut sudah mulai mempekerjakanmanusia dan mengenalkan sistem upah. Masyarakat 4.0 (information society)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan manusiamengenal teknologi komputer dengan segalakelengkapannya. Dengan perkembangankompouetr dan kemudian internet, makainformasi diproduksi dan diedarkan dengankecepatan yang tidak pernah dibayangkanoleh manusia sebelumnya. Aliran informasitersebut demikian cepat dan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Padamasa ini maka manusia dengan mudah mendapatkan informasi. Semua langkahdan gerak manusia didasarkan atas informasi yang dia miliki. Jumlah produksiinformasi dan kecepatan dan kemudahanmemperoleh informasi tersebut berakibatkepada perubahan sosial dan budaya dalammasyarakat. Pada masa ini masyarakatnyadisebut dengan masyarakat informasi atauinformation society. Menurut Wikipedia(Wikipedia, 2020) information society adalah:“is a society where the usage, creation,distribution, manipulation and integration ofinformation is a significant activity. Its maindrivers are information and communicationtechnologies, which have resulted in rapidinformation growth in variety and is somehowchanging all aspects of social organization,including education, economy, health,government.” Konsep masyarakat informasi itu sendirimuncul pada awal tahun 1970. Masyarakat 5.0 (human-centered and technology based society) Society atau masyarakat 5.0 adalah penyempurnaan dari society atau masyarakat 4.0. Pada masyarakat 5.0teknologi menjadi bagian dari manusia itusendiri. Teknologi bukan hanya untukberbagi informasi, namun dapat memudahkan kehidupan manusia seharihari. Masyarakat ini menekankan padakehidupan yang terintegrasi, mudah dancepat. Dalam masyarakat 5.0 dapat dicontohkan misalnya penggunaan robot disebuah restoran adalah untuk membantupekerjaan-pekerjaan di restoran tersebutseperti melayani pengunjung, sedangkan diperpustakaan penggunaan robot juga membantu pustakawan dalam melayani pengunjung perpustakaan. Di rumah makarobot digunakan untuk membantu membersihkan rumah dan lain-lain di manarobot-robot tersebut dapat dikendalikandengan komputer dan internet. Society 5.0membuat kehidupan manusia menjadi mudah,namun teknologi tidak menguasai manusiamelainkan manusia yang mengendalikanteknologi sehingga mendapatkan kualitashidup yang baik dan nyaman. Penggunaan robot di sebuah perpustakaan diSingapura (sumber: https://portalprobolinggo.pikiranrakyat.com/internasional/pr-78851705/canggihperpustakaan-di-singapura-gunakan-robot-untukmemindai-buku)Ekosistem VUCA1 Ekosistem VUCA merupakan akibat dariperkembangan teknologi yang memengaruhiperkembangan industri. Perkembangansudah kita kenal yaitu yang disebut denganrevolusi industri mulai revolusi industri 1.0,revolusi industri 2.0, revolusi industri 3.0,dan terakhir revolusi industri 4.0. Ekosistem VUCA tersebut sangat berkembang pada era revolusi industri 4.0(IPB, 2019). Beberapa tahun belakangan ini kita dikenalkan dengan istilah VUCA yaitukepanjangan dari Volatility untuk V,Uncertainty untuk U, Complexity untuk C dan Ambiguity untuk A. Istilah ini awalnyapopuler di lingkungan bisnis yaitu untukmenggambarkan lingkungan bisnis yangmakin bergejolak dan kompleks yang menyebabkan bertambahnya ketidakpastian. Menurut Leksana TH (Leksana, 2018):“Istilah VUCA pertama kali digunakandalam dunia militer pada era sembilanpuluhan untuk menggambarkan situasimedan tempur yang dihadapi oleh pasukandi mana informasi medan yang ada amat sangat terbatas. Bertempur dalamketerbatasan informasi serasa berjalandalam kebutaan dan bisa menimbulkanchaos. Keadaan ini diistilahkan sebagaimedan perang kabut (fog war)”. Pada era 1980an di sekolah bisnis banyakdiajarkan cara mengelola situasi bisnis yangrelatif mudah diprediksi. Asumsinya adalahrutinitas dan stabilitas. Kemudian kesuksesan bisnis di masa lalu dianalisiskemusian dibuatkan suatu formula yangdijadikan acuan untuk perencanaan di masadepan. Tujuan dan sasaran kinerja direncanakan sebagai strategi perusahaanmenggunakan model PDCA atau Plan, Do,Check, Action. Fokus organisasi adalahmengelola sumber daya secara efisien untukmencapai kinerja. Model ini menjadi kurangrelevan dengan tibanya lingkungan VUCA(Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity). Seperti arti kata volatile itu sendiriyang menunjukkan gejolak perubahan yanglabil dan cepat. Karena cepatnya tersebutmaka pebisnis sulit memprediksi apa yangakan terjadi di masa depan. Contoh yangpaling baru adalah runtuhnya bisnis ritelbesar dan kalah bersaing dengan bisnisdaring. Di bidang transportasi juga terjadihal yang sama di mana transportasi konvensional terengah-engah digilas olehtransportasi online. Dalam situasi yang tidak menentu kita sulitmemproyeksikan siatuasi yang akan datang. Pengambilan keputusan berdasarkan apayang terjadi di masa lalu justru seringmenyeasatkan. Para pemimpin perlu merespons dengan cara yang berbeda. Pengetahuan dan pengalaman masa laluyang tadinya menjadi modal utama dalammungkin saja saat ini menjadi kurangrelevan. Oleh karena itu tenaga kerja darimasa lalu perlu diberi pelatihan ataureskilling serta peningkatan pengetahuan untuk mengubah mindset sehingga dapatservive dalam menghadapi tantangan VUCA. Tim yang sudah mengalami peningkatan skill dan perubahan mindsetinilah yang mampu melakukan terobosan. Dunia kepustakawanan tidak kebal terhadap ekosistem ini. Kondisi VUCAsangat dirasakan juga oleh pustakawan. Pemanfaatan teknologi informasi yang padaawalnya merupakan harapan pustakawanuntuk mengembangkan perpustakaan danteknologi tersebut dapat bertahan lama,sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Perkembangan aplikasi komputer yangdigunakan oleh perpustakaan begitu cepatmenjadi “obsolete”. Situasi yang dapatdigambarkan adalah seperti ini, perpustakaanyang baru saja mendapatkan anggaran untukimplementasi aplikasi komputer gunameningkatkan sistem pelayanannya, tiba-tibaaplikasi tersebut sudah tidak dapatdigunakan lagi karena muncul aplikasi yangbaru. Belum lagi persoalan perilakupemustaka yang sebagian besar merupakangenerasi Z dan milenium atau digital nativegeneration dan net generation. Perilaku dankebutuhan terhadap informasi merekasangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lebih senang jika informasi tersebutada dalam genggamannya (mereka biasanyaselalu membawa gawai/gadget atau telepongenggam). Dalam hal demikian maka pustakawan harus bisa menyesuaikan pendekatan dan layanan perpustakaannyasupaya perpustakaan bisa tetap eksis ditengah pemustaka yang demikian. Dalam situasi VUCA para pemimpin harusmemiliki visi jangka panjang yang jelas. Namun demikian visi tersebut harus fleksibel dan adaptif dalam jangka yangtidak terlalu panjang. Hal ini untukmengantisipasi perubahan lingkungan yangsangat cepat. Visi jangka panjang tetapdiperlukan sebagai alat kontrol pemimpindalam menjalankan bisnisnya. Namun pendekatan adaptif dan tangkas (agile)menjadi pendekatan yang dapat dilakukandi lapangan. Dalam situasi demikian makapara pemimpin di organisasi yang birokratisakan sulit bergerak lincah. Fenomenaekosistem VUCA ini telah melanda banyaksektor, terutama pada sektor bisnis. Contohpaling fenomenal adalah PHK besarbesaran di pengelola tol. Sebelummasuknya teknologi informasi di bisnis tolmaka sektor ini banyak mempekerjakantenaga manusia, misalnya penjaga pintu tol(melayani pemberian tiket di pintu masukdan melayani pembayaran di pintu keluar). Ketika di kedua sisi jalan tol ini digunakanmesin, maka terjadilah PHK besar-besaran. Contoh lain masih banyak terjadi, namundemikian masih banyak pelaku usaha yangbelum menyadari bahwa mereka terancamdengan kehadiran teknologi ini. Ketikakesadaran atas komplikasi VUCA munculmaka respon mereka sering sudah terlambat. Volatility: Unsur pertama dari VUCA adalah Volatilityatau volatilitas. Dalam KBBI Daringvolatilitas diatikan sebagai “kecenderunganmudah berubah menjadi gas atau uap darisuatu cairan” (Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2016). Dari artikata tersebut maka volatilitas diartikansebagai lingkungan yang cepat berubah ataulabil dan terjadi dalam skala besar. Volatilitas ini sering ditandai denganmunculnya tantangan baru yang sulitdiketahui penyebabnya dan tidak memilikipola yang konsisten. Kondisinya cepatberubah. Sesuatu yang menjadi ancamansetahun atau dua tahun lalu bisa jadi saat inisudah tergantikan oleh ancaman lain. Proses terbentuknya lingkungan volatilitasini sangat erat dengan pengaruh teknologi,adanya tatanan ekonomi baru, berubahnyatata nilai dan gaya hidup, serta adanyapertukaran informasi yang cepat, transaksibarang dan jasa dengan trend harga menurun diikuti dengan tingginya kecepatan arus perpindahan barang/jasatersebut. Munculnya transportasi daringdan akomodasi telah menimbulkan goncangan terhadap kemapanan bisnistaksi dan perhotelan. Aplikasi seperti Grabdan Gojek serta varian layanannya sepertigosend, gofood, dan layanan sejebis lainnyatelah mengguncang pemain lama di bisnisangkutan dan transportasi. Munculnya Airbnb telah menjadi solusi bagi parawisatawan yang membutuhkan penginapandengan harga bersahabat, dan kualitas baik. Perencanaan yang fleksibel dan adaptifmenjadi kata kunci penting dalam menjalankan bisnis masa kini dan masadepan. Perusahaan dengan struktur tambundan kaku mulai akan mengalami kesulitandalam bermanuver. Banyak contoh perusahaan besar yang gulung tikar karenamanajemennya kurang fleksibel dan adaptifdalam menghadapi perubahan lingkungan. Kecepatan merespons, keakuratan membaca situasi perubahan yang sedangterjadi merupakan kunci sukses sebuahbisnis. Pola lama yang masih melihatsenioritas dengan kekuasaan sebagai modelmanajemen tidak lagi relevan di masadisruptive ini, alih-alih sebagai alatmanajemen menuju sukses malah menjadipenghambat terbesar untuk menghasilkanterobosan dan kreativitas. Uncertainty: Ketidak pastian atau uncertainty adalah suatusituasi atau keadaan yang sulit diprediksi. Dalam Cambridge Dictionary Online (Cambridge University Press, 2020) unacertainty diartikan sebagai “a situation inwhich something is not known, or something that isnot known or certain”. Situasi seperti ini tentumenjadi momok bagi para pelaku bisnisatau kegiatan lain. Tidak pastian lingkunganmerupakan kondisi umum yang menjadibagian keseharian kita. Berita global sangatcepat mengalir ke lingkungan rumah kita. Misalnya bagaimana Trump menjadi presiden US ke-45 pada akhir tahun 2016adalah hal yang tidak diprediksi oleh parapengamat politik. Kekalahannya pada akhir2020 juga mempengaruhi ekonomi dunia. Hubungan politik yang menghangat antara Amerika dengan China sangat berdampakpada pelemahan mata uang dan bursa saham di berbagai belahan dunia. Masihbanyak situasi tidak pastian yang terjadi dilingkungan kehidupan kita. Kondisi alamseperti kekeringan, perubahan cuacaekstrim serta bencana alam dalam sepuluhtahun terakhir telah mengancam stabilitaspangan dunia. Harga komoditas sembilanbahan pokok yang tidak stabil menjadiberita keseharian kita, misalnya tiba-tibaharga daging naik tidak terkendali, begitujuga harga cabai. Hanra minyak dunia yangturun padahal selama ini terus naikmerupakan contoh lain dari lingkunganyang tidak pasti. Imbas berlapis dari kondisiini mengakibatkan tingkat uncertainty yangtinggi. Complexity: Complexity atau kompleksitas menggambarkan keadaan lingkungan yang kompleks. Cambridge Dictionary (Cambridge University Press, 2020) mengartikan complexity adalah“the state of having many parts and being difficultto understand or find an answer to”. Tantanganmenjadi lebih rumit karena berbagai faktoryang saling terkait. Dalam situasi ekosistemVUCA kita sulit memahami penyebab suatu masalah secara langsung. Salingketerkaitan dari berbagai kejadian menjadipenyebab yang saling mempengaruhi satusama lain mengakibatkan timbulnya suatumasalah. Penyebab kompleksitas bisaberasal dari berbagai banyak faktorsekaligus seperti: munculnya kompetitor,perkembangan teknologi, beralihnya polakonsumsi, adanya aturan baru, perubahanpola pasokan, dan lain-lain. Pemecahanmasalah yang tadinya disangka sangatrelevan tiba-tiba menjadi usang. Bahkanketika mencari penyebab suatu masalah,malah menemukan hal baru yang semula tidak diperhitungkan. Dalam menghadapikompleksitas ini kita membutuhkan kearifan dalam melihat setiap komponenpelaku sistem. Mungkin saja penyebabmasalah tersebut bahkan muncul dari dirikita sendiri atau dari dalam organisasi. Padaorganisasi yang menggunakan pola senioritasdan gaya kepemimpinan paternalistik yanglebih mengendalikan akan melemahkanrespons terhadap komplek-sitas tantangan. Tetapi pola selalu melihat masalah selaludatang dari luar juga tidak selalu baik karenapola demikian justru menyebabkan ketegangan baru dalam organisasi. Seringkaliterjadi personel lapangan yang memberikanlaporan situasi kepada atasan tidak diresponsehingga personil tersebut menjadi kecewa. Komplek-sitas lingkungan tentu memerlukan perbaikan pola kepemimpinan. Terkadang justru atasan menjadi salah satumata rantai penyebab persoalan yangmuncul sebagai kompleksitas VUCA. Ambiguity: Pengertian ambiguity dalam Cambridge Dictionary (Cambridge University Press,2020) adalah “the fact of something having morethan one possible meaning and therefore possiblycausing confusion”. Ketidak-jelasan bisa jugadisebut membingungkan. Menurut Leksana(Leksana, 2018) “bisa diumpamakan sepertimelihat melalui kaca buram yang membuatpara pembuat keputusan kesulitan memandang apa yang ada. Ambiguity ditandai dengankesulitan mengkonsepsikan tantangan yangada dan memformulasikan model solusinya.” Ketika kondisi lingkungan dalam keadaantidak pasti maka pimpinan akan sulitmengambil keputusan. Contohnya ketikaperpustakaan dihadapkan kepada apakahsudah waktunya beralih kepada langgananjurnal online atau tetap pada jurnal tercetak,maka perpustakaan dihadapkan kepadakondisi tidak pasti, karena di satu sisiperpustakaan menghadapi tuntutan sebagianpemustaka yang menghendaki jurnal online,namun sebagian lagi justru mempertahankanjurnal tercetak. Sementara kondisi anggaranterus menurun. Begitu juga perpustakaanmenghadapi pilihan apakah akan mengembangkan perpustakaan digital atautetap pada perpustakaan konvensionalmengingat keterbatasan anggaran dan SDMyang menguasai teknologi informasi dankomunikasi. Sekali beralih ke perpustakaandigital, maka perpustakaan tersebut harusmenyediakan anggaran dan SDM untuk operasionalisasi dan pemeliharaan perpustakaan digital tersebut. Artinya kitamenghadapi suatu pilihan yang sulitmemastikan jawaban pastinya. Kondisilingkungan yang ambigu tersebut sepertikita melihat lingkungan sekeliling yangberkabut. Pandangan kita tidak jernihkarena terhalang kabut. Karena ekosistem VUCA ini memiliki karakter tantangan adaptif, maka pemimpinperlu mengembangkan kemampuan adaptifsehingga bisa mengikuti dan mengelola arus VUCA di lingkungannya. Saling percayaantara piimpinan dengan bawahan sangatdiperlukan dalam menyikapi ekosistem VUCA ini. Dengan sikap saling percayamaka akan terjalin kerjasama yang baikantara pimpinan dan bawahan. Peran pustakawan ke depan: Selama puluhan tahun masyarakat mengenal pustakawan sebagai petugas yangmelayani peminjaman buku di perpustakaan. Pemahaman ini mirip dengan petugas kios penyewaan buku ceritadan komik yang marah di tahun 60-70an. Pada saat itu jika masyarakat membutuhkanbuku cerita dan atau buku komik akandatang ke tempat penyewaan komik tersebut. Mereka akan dilayani oleh petugasyang “mirip” pustakawan. Mengapa disebutmirip pustakawan? Sebab saat itu pekerjaanpustakawan memang sama dengan petugasyang melayani penyewaan tersebut. Pekerjaan pustakawan ini sebetulnya sudah berkembang. Tidak lagi hanya melayanipemustaka yang akan pinjam buku ke perpustakaan. Sudah banyak pekerjaanpustakawan yang ditambahkan. Pustakawandi universitas juga bisa membimbingmahasiswa melakukan pemeriksaan antiplagiarisme, bahkan dapat memberikansaran untuk menurunkan tingkat kemiripankarya tulis pemustaka. Di perpustakaanumum sekarang dikenal layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Pustakawan selain menyediakan informasidalam meningkatkan taraf hidup pemustaka,mereka juga bisa membimbing melakukansesuatu aktivitas yang dapat meningkatkanpengetahuan pemustaka sehingga pemustakatersebut dapat meningkatkan taraf hidupnya. Berikut adalah perkembangan tugas-tugaspustakawan. Negosiator Komunikasi pustakawan kepada pemustakadalam rangka memberikan layanan perpustakaan dalam rangka penemuan kembali sumber informasi membutuhkanketerampilan sosial. Keterampilan sosialmenjadi salah satu syarat wajib bagiinteraksi tersebut, di samping tentunyasyarat-syarat yang lain. Keterampilan Sosial(Social Skills) adalah kemampuan untukmengolah dan menata emosi dengan baikketika interaksi berlangsung. Dalaminteraksi tersebut kita harus bisa membacasituasi dan jaringan sosial, berinteraksidengan lancar, menggunakan keterampilantersebut untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, serta untuk bekerjasama dan bekerja dalam tim. Zulaika dalam suatu artikelnya memberikanilustrasi mengenai pengertian keterampilansosial yaitu pada sekitar tahun 1970-an, ditengah maraknya protes mahasiswa seduniamenentang Perang Vietnam, seorang pustakawati di sebuah kantor US Information Agency di luar negeri menerima kabar buruk yaitu sekelompokmahasiswa mengancam akan membakar perpustakaannya. Reaksinya pustakawan inidi luar perhitungan. Alih-alih melakukankonfrontasi terhadap pengancam dia malahmengundang kelompok yang mengancam tersebut menggunakan fasilitas perpustakaanuntuk menjadi tempat pertemuan mereka. Disini yang terjadi adalah dialog bukankonfrontasi. Pustakawan ini dengan cerdiktelah memanfaatkan hubungan pribadinyadengan beberapa tokoh mahasiswa setempatyang dapat dipercaya dan mempercayainya. Langkah tersebut telah membuka saluranbaru yang saling memahami dan ini memengaruhi persahabatannya dengan paratokoh mahasiswa. Perpustakaan itu akhirnyaselamat dari pengrusakan. Pustakawan initelah memperagakan keahliannya sebagainegosiator, penengah, atau agen perdamaianyang sangat hebat, yang mampu membacamemuncaknya ketegangan, mendadaknyaperubahan situasi, kemudian mengelolatanggapan dengan menyatukan semua orang bukannya saling mempertentangkannya. Kantor terhindardari kerusakan seperti yang menimpakantor-kantor perwakilan Amerika lainyang dipimpin oleh orang-orang yangkurang memiliki keterampilan sosial(Zulaikha, 2019). Layanan referensi ini biasanya bersifatpersonal. Nah, dalam era industri 4.0 makaprofesi yang dapat bertahan karena tidakdapat digantikan oleh mesin adalah profesiyang menyediakan layanan bersifat personaldan yang perlu pemikiran. Di sinilahpustakawan bisa memainkan perannya agarpustakawan dapat bertahan dari gempuranteknologi disruptive. Layanan referensi inikita bisa kembangkan seperti berikut:Pembimbing dalam penelusuran informasi. yaitu memberikan bimbinganliterasi yang memungkinkan peserta didikdapat mengembangkan strategi pencariandan pemanfaatan berbagai alat penemuan sumber informasi spesifik pada sebuahbidang ilmu. Di sini peserta didik diberibimbingan cara-cara penggunaan basis datauntuk menemukan sumber informasi terbaik guna menyelesaikan tugas-tugasnyayang terkait dengan pendidikan dan penelitian. Mahasiswa diarahkan agar dapatmenetapkan kebutuhan informasinya dandibimbing untuk membuat strategi pencarianyang efektif untuk menghasilkan serangkaianhasil penelusuran yang relevan. Pembimbing dalam menyusun pertanyaan dan mengevaluasi informasi,yaitu memberikan literasi yang memungkinkan peserta didik untuk menganalisis,mengevaluasi, menafsirkan dan berpikirkritis tentang informasi. Bimbingan ini akanmemberikan kesadaran akan tujuan, kekuatan dan kelemahan berbagai sumberinformasi dan mempertimbangkan berbagaipertanyaan yang dapat digunakan untukmembantu mereka mengevaluasi informasiyang akan digunakan. Pembimbing dalam menciptakan informasi, adalah pemberian literasi yangmemungkinkan peserta didik untuk memadukan ide dan menangkap pengetahuan baru. Pustakawan memberikanbeberapa tips untuk memulai menyusuninformasi baru dengan membuat presentasiyang efektif dan memberikan kesempatanuntuk menjelajahi berbagai perangkat lunakpresentasi. Pembimbing dalam memahami informasi, adalah pemberian literasi yangmemungkinkan peserta didik untuk menemukan makna dan menerapkan konteks. Pustakawan hendaknya dapatmemberikan ikhtisar tentang manfaat,fungsi-fungsi, dan aplikasi sebuah bukuelektronik. Dengan demikian diharapkanpeserta didik dapat memanfaatkan koleksibuku yang tersedia secara daring (Online)dengan efisien dan efektif yaitu menggunakanfungsi-fungsi seperti menandai dan membericatatan (anotasi). Pembimbing dalam penulisan daftar pustaka (referensi) adalah pemberianliterasi yang memungkinkan peserta didikuntuk menghargai pekerjaan orang lain,membangun analisis mereka sendiri ataspengetahuan yang ada. Pustakawan perlumemperkenalkan konsep plagiarisme danmemberikan panduan tentang cara mengutip secara efektif. Peserta didik jugaperlu dikenalkan dengan aplikasi yangberguna untuk proses ini. Pustakawan perlumemberikan tips tentang bagaimana caramenghindari plagiarisme, mengenalkantujuan referensi, dan memberikan kesempatan untuk berlatih referensi dalamgaya penulisan di lingkungan perguruantingginya. Peserta didik perlu diberikangambaran umum tentang perangkat lunakmanajemen referensi (misalnya Mendeley)dan cara memanfaatkannya sebagai referensi dengan cepat dan efisien. Membimbing dalam mengomunikasikan informasi. Yang dimaksud di siniadalah literasi yang memungkinkan pesertadidik mampu membuat ringkasan dan menyebarkan hasil pekerjaan dan gagasannyasecara efisien menggunakan media yangtersedia, seperti blog, infografis, dan lain-lain. Konsultan informasi. Kemampuan memberikan konsultasi ini sangat diperlukan dalam memediasi pemustakadalam mendapatkan