Kembali
16
1
2020 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 19 · 2 ISSN 1410-5551

Pemetaan Informasi Sebaran Bidang Ilmu Pada Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian Lulusan IPB University Tahun 2015-2019Berdasarkan Standar Universal Decimal Classification: Suatu Kajian Bibliometrika

IPB University; IPB University

Abstrak

Pendahuluan. Pertanian merupakan sektor penting bagi Indonesia. Salah satu sub sektor pertanian adalahindustri dan mekanisasi pertanian. Kemajuan di bidang tersebut tidak terlepas dari kegiatan penelitian yangdilakukan oleh dosen, peneliti dan mahasiswa. IPB sebagai salah satu perguruan tinggi pertanian terkemukatentu telah banyak menghasilkan penelitian di bidangnya. Untuk mengetahui dan memotret penelitian yangdilakukan oleh mahasiswa program sarjana maka penelitian ini dilakukan. Metode dan Pengumpulan Data. Sampel dibatasi hanya pada skripsi 5 tahun terakhir (2015-2019) yangdiambil dari repositori IPB. Analisis Data. Pemetaan dilakukan berdasar pada Klasifikasi UDC. Tabel skripsi dianalisis secara deksriptifdan dipetakan menggunakan VosViewer. Hasil dan Pembahasan. Jumlah penelitian skripsi Fakultas Teknologi Pertanian IPB selama 2015-2019adalah 2.055 judul. Topik paling banyak diteliti adalah “produksi dan pengawetan makanan padat” berjumlah461 penelitian dan paling sedikit adalah “ventilasi dan penyejukan udara” dan “industri karet” masing-masinghanya 2 penelitian. Kata kunci paling banyak adalah “teknik pengawetan makanan” dengan jumlahkemunculan sebanyak 278 kali. Kata kunci yang memiliki keterhubungan paling banyak adalah “teknikpengawetan makanan” dengan jumlah keterhubungan sebanyak 605 hubungan. Analisis kata kunci menggunakan VosViewer terbagi menjadi 16 kluster dengan kluster terbesar terdiri dari 69 kata kunci. Selanjutnya dosen pembimbing utama yang paling produktif membimbing mahasiswa adalah Arif Sabdo Yuwono (31 bimbingan), sedangkan sebagai pembimbing anggota paling produktif adalah Muhammad ArifDarmawan dan Didah Nur Faridah (masing-masing 19 bimbingan). Kesimpulan. Topik paling diminati adalah “produksi dan pengawetan makanan padat” (461 judul). Katakunci paling banyak adalah “teknik pengawetan makanan” dengan kemunculan sebanyak 278 kali. Dosenpembimbing utama paling produktif adalah Arif Sabdo Yuwono dengan jumlah bimbingan sebanyak 31mahasiswa.

Abstract

Introduction. Agriculture is an important sector for Indonesia. One of the agricultural sub-sectors is industry and agriculturalmechanization. Progress in this field cannot be separated from research activities carried out by lecturers, researchers and students. IPB as one of the leading agricultural universities has certainly produced a lot of research in its field. To find out and photographthe research conducted by undergraduate students, this research was conducted. Methods and Data Collection. The sample is limited to the thesis of the last 5 years (2015-2019) which is taken fromthe IPB repository. Data analysis. Mapping is reviewed based on the UDC Classification. The table was analyzed descriptively and mappedusing VosViewer. Results and Discussion. The number of thesis researches of the Faculty of Agricultural Technology, IPB during 20152019 is 2,055 titles. The most researched topics were “production and preservation of solid food” totaling 461 studies and theleast were “ventilation and air conditioning” and “rubber industry” with only 2 studies each. The most common keyword is "foodpreservation techniques" with 278 occurrences. The keyword that has the most correlation is "food preservation techniques" witha total of 605 relationships. Keyword analysis using VosViewer is divided into 16 clusters with the largest cluster consisting of 69 keywords. Furthermore, the main supervisor who was the most productive in guiding students was Arif Sabdo Yuwono (31mentors), while the most productive supervisors were Muhammad Arif Darmawan and Didah Nur Faridah (19 each). Conclusion. The topic of most interest is “production and preservation of solid foods” (461 titles). The most common keywordis "food preservation techniques" with 278 occurrences. The most productive main supervisor is Arif Sabdo Yuwono with a totalof 31 students.
Keywords: Teknologi pertanian · teknologi industri pertanian · skripsi mahasiswa · tugas akhir programsarjana

Introduction

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia sampai saat ini masih tergolong sebagai negaraagraris. Hal ini disebabkan karena mayoritaspenduduknya masih bekerja di sektor pertanian. Sektor pertanian tersebut merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar yaitu sebesar 20% dan menyerap 50%tenaga kerja di pedesaan (Gischa, 2019). Pernyataan Said dan Intan (2001) sebagaimanadikutip oleh (Nugroho, 2015) menguatkanpernyataan tersebut yaitu bahwa Indonesia masihmerupakan negara agraris di mana menurutnya70% penduduk Indonesia bekerja di sektorpertanian. Oleh karenanya sektor pertanian inimenjadi hal yang sangat perlu mendapat perhatian. Dalam hal sumbangan sektor pertanianterhadap PDB ini Sutanto berpendapat lain. Menurut Sutanto sumbangan terbesar PDB Indonesia adalah justru berasal dari sektor industriyaitu sebesar 19,66% dibandingkan sektorpertanian yang hanya 15,53% (Susanto, 2018). Data tersebut memang diperoleh dari tahun yangberbeda. Namun sektor industri tersebut jugasebagian besar merupakan industri yang berbasispada pertanian seperti industri pengolahan hasilpertanian, peternakan dan perikanan. Dalam upaya memperkuat sektor pertanian maka kita harus memahami sifat dariproduk pertanian tersebut. Kita tahu bahwa sifatproduk pertanian pada umumnya: (a) tidak awetatau mudah atau mudah busuk sehingga hasilpertanian harus segera dikonsumsi; (b) berumurpendek sehingga sulit disimpan untuk cadanganatau persediaan makanan; (c) sulit didistribusikandalam bentuk aslinya karena bentuk dan ukurannya yang makan tempat (bulky). Untukmengatasi kelemahan-kelemahan tersebut makadiperlukan penanganan hasil pertanian sepertiperawatan, penyimpanan, dan pengemasan yangbaik. Di dalam distribusi produk hasil pertanianharus dilakukan dengan cepat dan denganpengepakan yang baik dan benar. Dengan katalain maka penanganan terhadap hasil pertaniantersebut memerlukan teknologi. Dalam hal produksi, maka pertanian memerlukan lahan yang tidak sedikit. Sebagaimana kita ketahui bahwa lahan merupakan salah satu faktor produksi selaintenaga kerja, modal dan manajemen (Agrotek Pertanian, 2017). Saat ini kebutuhan lahan untukpertanian tersebut bersaing dengan sektorpemukiman. Maulana mengutip data Badan Pusat Statistik menyebutkan luas lahan sawah di Indonesia telah berkurang dari 7,74 juta hektar ditahun 2017 menjadi 7,1 juta hektar di tahun 2018(Maulana, 2019). Banyak daerah yang tadinyamenjadi lumbung beras, sekarang sudah berdiripemukiman dan bahkan pabrik. Pertanian semakin tersisih. Agar produksi pertanian dapattetap dipertahankan, maka diperlukan berbagairekayasa seperti rekayasa cuaca, rekayasakesuburan tanah, penggunaan mesin-mesinpertanian, serta teknologi pengairan. Denganberbagai rekayasa dan teknologi diharapkanpertanian tetap dapat diandalkan denganproduktivitas yang tinggi walaupun banyak lahanyang beralih fungsi menjadi non pertanian. Pentingnya teknologi tersebut tercermindalam kebijakan industri nasional dalampemerintahan presiden Joko Widodo. Dalam Perpres Nomor 2 Tahun 2018 disebutkan adasebelas sasaran industri nasional. Dari kesebelassasaran tersebut beberapa terkait dengan industribidang pertanian, misalnya pada fokus sasaranindustri disebutkan antara lain sebagai berikut:“Peningkatan nilai tambah sumber daya alampada industri hulu berbasis agro, mineral, sertamigas dan batu bara dalam rangka pendalamanstruktur industri melalui penguatan rantai nilaiindustri dan pembangunan industri hulu yangdiintegrasikan dengan industri antara dan industri hilirnya.” Selanjutnya dikatakan bahwapengembangan dan pemanfaatan teknologi industri dilakukan melalui penguatan infrastrukturpenelitian dan pengembangan, peningkatanadopsi dan alih teknologi, serta pemanfaatanteknologi industri dalam negeri (KementerianSekretariat Negara RI, 2015). Penelitian dan pengembangan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan untukmemajukan suatu bangsa. Penelitian adalahsebuah proses kegiatan mencari kebenaranterhadap suatu fenomena ataupun fakta yangterjadi dengan cara yang terstruktur dansistematis. Sedangkan pengembangan adalahsuatu usaha untuk meningkatkan kemampuanteknis, teoritis, konseptual, dan moral sesuaidengan kebutuhan melalui pendidikan danlatihan. Kegiatan penelitian dan pengembangantersebut dilakukan salah satunya oleh perguruantinggi. IPB University sebagai salah satu perguruan tinggi bidang pertanian terkemukamemiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pertanian secara umum dankhususnya bidang industri dan teknologiberkaitan dengan pertanian. Tentunya di Institut Pertanian Bogor telah dilakukan penelitian terkaitbidang tersebut baik oleh dosen/peneliti danmahasiswa. Dosen melakukan penelitian dalamkaitannya dengan kewajiban sebagai tugas dosendalam tri dharma perguruan tinggi, sedangkanmahasiswa melakukan penelitian sebagai bagiandari kewajibannya untuk menyelesaikan studinyadi perguruan tinggi. Untuk mengetahui sejauhmana bidang atau topik penelitian yang sudahdilakukan di IPB University, khususnya yangdilakukan oleh mahasiswa program sarjana, dibidang teknologi industri hasil pertanian danteknologi mekanisasi pertanian di IPB maka perludilakukan penelitian atau kajian pemetaan hasilhasil penelitian tersebut. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya pada data tugas akhir atau skripsimahasiswa program sarjana atau strata 1 (S1) diFakultas Teknologi Pertanian IPB University. Tahun skripsi dibatasi hanya dari tahun kelulusan2015 sampai dengan tahun kelulusan 2019, atauselama 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui sebaran topik penelitian bidangteknologi pertanian pada tugas akhir (skripsi)mahasiswa program sarjana Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University. 2. Membuat peta bidang ilmu pada penelitianmahasiswa program sarjana Fakultas Teknologi Pertanian IPB berdasarkan kelompok bidang ilmu dalam standar Universal Decimal Classification. 3. Mengetahui produktivitas dosen FakultasTeknologi Pertanian IPB dalam membimbing skripsi mahasiswa S1 selama 5tahun terakhir (2015 – 2019). 4. Menampilkan peta jalan (roadmap) penelitianmahasiswa tingkat sarjana di Fakultas Teknologi Pertanian IPB University yangmerupakan bagian dari peta jalan (roadmap)penelitian mahasiswa tingkat sarjana di Institut Pertanian Bogor selama 5 tahunterakhir. TINJAUAN PUSTAKA Salah satu modal utama manusia untuk meraih keberhasilan dalam kehidupannya adalahpenguasaan terhadap ilmu pengetahuan danteknologi. Oleh karena itu maka penguasaanterhadap ilmu pengetahuan dan teknologitersebut menjadi sangat penting. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dimiliki olehsetiap manusia, karena dengan ilmu pengetahuandan teknologi kita bisa menghadapi dan menyelesaikan permasalahan. Bahkan, karenapentingnya peran ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut maka penguasaan ilmupengetahuan dan teknologi sering dijadikanbarometer atau ukuran maju mundurnya suatubangsa. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat ditransfer melalui komunikasi lisan seperti yangterjadi pada kuliah, seminar, dan sejenisnya. Ilmupengetahuan yang seperti ini kita kenal dengantacit knowledge. Namun transfer ilmu pengetahuan tersebut dapat pula dilakukanmelalui sebuah penulisan. Ilmu pengetahuan yangdemikian dikenal dengan explicit knowledge. Penulisan karya ilmiah termasuk dalam kategoritransfer ilmu pengetahuan explicit knowledge. Penulisan karya ilmiah tersebut merupakan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan diperguruan tinggi mana pun di dunia. Karya ilmiahharus ditulis sesuai dengan tata cara ilmiah yaitudengan berpedoman kepada panduan penulisankarya ilmiah yang berstandar yang diberlakukan diperguruan tingginya. Melalui karya ilmiah tersebutmasyarakat perguruan tinggi dapat berkomunikasidan mengetahui perkembangan dalam bidangilmu yang ditekuninya. Salah satu jenis karyailmiah di perguruan tinggi adalah skripsi. Pengertian skripsi menurut Tanjung adalah(Tanjung & Ardial, 2007): “Skripsi dan tesis merupakan hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari pendekatan yang digunakan, penelitian lapangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.” Di perpustakaan ilmu tersebut dikelompokkan ke dalam kelompok bidang ilmuuntuk memudahkan penyimpanan dan temu balikinformasi. Di lingkungan perpustakaan dikenalbeberapa standar pengelompokan bidang ilmuseperti antara lain: (a) Dewey Decimal Classification,(b) Universal Decimal Classification, (c) Library of Congress Classification, (d) International Classification for Standard, dan lain-lain. Sebagian besarperpustakaan di Indonesia menggunakan standarklasifikasi Dewey Decimal Classification atau yangdikenal dengan DDC dan sebagian lagi, terutamaperpustakaan bidang kekhususan, menggunakan Universal Decimal Classification atau UDC. Institut Pertanian Bogor merupakan jenis perpustakaanperguruan tinggi yang memiliki kekhususan dibidang pertanian. Oleh karena itu PerpustakaanIPB menggunakan Universal Decimal Classification. Universal Decimal Classification atau UDC adalah salah satu skema klasifikasi yangdigunakan oleh perpustakaan dalam mengelompokkan bahan perpustakaan berdasarkan subyeknya yang dinyatakan dengannomor kelas. Sistem klasifikasi UDC dibagimenjadi sepuluh kelompok ilmu atau disebutkelas, dan masing-masing kelas tersebut dibagi lagimenjadi bagian-bagian logis, masing-masing subdivisi kemudian dibagi lagi dan seterusnya(Sulistyo-Basuki, 1991). Kelompok utama bidangilmu pengetahuan diatur dalam 10 kelas dan diberinomor 0 sampai 9 sebagai berikut: (0) Sain dan Pengetahuan. Organisasi, Ilmu Komputer, Ilmu Informasi, Dokumentasi, Kepustakawanan,Lembaga, dan Publikasi; (1) Filsafat dan Psikologi;(2) Agama atau Teologi; (3) Ilmu sosial, (4)Kosong (tidak digunakan); (5) Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam; (6) Ilmu Terapan,Kedokteran dan Teknologi (7) Seni dan Olah Raga; (8) Linguistik dan Literatur; (9) Geografidan Sejarah (Concortium, 2019). Cabang ilmu Teknologi Pertanian di manadi dalamnya termasuk teknologi industripertanian, mekanisasi pertanian serta bidang yangberkaitan seperti teknologi kimia, lingkungan, danbiosistem, tersebar di beberapa kelompok ataukelas. Di kelas 62 ada teknik sipil sepertipembangunan dam dan irigasi. Di kelas 63 adaindustri pengolahan hasil ternak sepertipembuatan mentega, minyak dan lain-lain. Sedangkan di kelas 66 merupakan kelompok yangterbanyak seperti antara lain industri kimia,pengolahan bahan makanan dan produk pertanian, serta industri pengawetan bahanmakanan. Sebagian berada dalam kelas 67 sepertiindustri pengolahan kayu (pulp), industri kulit,industri tekstil atau pengolahan serat, dan lain-lain. Sub kelompok yang cukup besar tersebut kemudian dibagi lagi menjadi bidang yang lebihspesifik. Dapat disimpulkan bahwa makin khususatau makin spesifik suatu subyek, maka semakinpanjang notasinya karena banyak angka yangditambahkan pada notasi dasarnya. Penelitian sejenis yang pernah dilakukanadalah pada tahun 2019 oleh Ratnaningsih dan Aat Atnah dengan judul “Pemetaan Bidang Ilmu Pada Skripsi Fakultas Ekologi Manusia Lulusan Tahun 2014-2018 Berdasarkan Standar Universal Decimal Classification” (Ratnaningsih & Atnah,2019). Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1)Jumlah penelitian skripsi mahasiswa FakultasEkologi Manusia IPB selama 2014-2018 berjumlah 1.814 penelitian; (2) Hasil penelitianmahasiswa Strata 1 Fakultas Ekologi Manusiayang tertinggi di Departemen Gizi Masyarakatyang banyak di teliti adalah Konsumsi Pangan(223 judul); Status Gizi (147 judul) dan Pengetahuan Gizi (150 judul). Untuk bidanglainnya, dapat dijadikan peluang untuk dijadikanbidang penelitian; (3) Dosen pembimbing yangpaling produktif membimbing mahasiswa selamakurun waktu 2014-2018 adalah M Rizal MartuaDamanik sebanyak 54 bimbingan mahasiswa. Penelitian kedua dilakukan oleh Saleh dan Himawan dengan judul “Pemetaan Informasi Sebaran Bidang Ilmu pada Penelitian Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPBLulusan Tahun 2014-2018 Berdasarkan Standar Universal Decimal Classification” (Saleh & Himawan,2019). Penelitian ini menyimpulkan antara lain: (1)Bidang yang menjadi penelitian mahasiswa FPIKterdiri dari dua kelompok besar yaitu bidang yangterkait komoditas perikanan (sebanyak 546 judulatau 29,90%) dan bidang non-komoditas perikanan (sebanyak 1280 judul atau 70,10%); (2)Penelitian terkait komoditas perikanan terdiri darimengenai komoditas ikan (sebanyak 347 penelitian atau 63,55%) dan komoditas non-ikan(sebanyak 199 penelitian atau 36,45%); (3) Ikanlele merupakan jenis ikan yang terbanyak menjadiobyek penelitian pada kelompok penelitiantentang ikan air tawar yaitu sebanyak 64 penelitian,sedangkan ikan baung, lelawak, uceng, dantambakan merupakan jenis ikan yang palingsedikit diteliti yaitu masing-masing hanya 1penelitian. Sedangkan pada jenis ikan laut/payau,ikan sidat merupakan ikan yang paling banyakditeliti (21 penelitian). Ikan baronang dan swanggimerupakan ikan yang paling sedikit diteliti; (3)Dosen paling produktif membimbing adalahAgoes Mardiono Jacoeb dengan jumlah bimbingan sebanyak 81 mahasiswa. Penelitianyang ketiga dilakukan oleh Ratnaningsih dkkdengan judul Peta Penelitian Terhadap 12 Jenis Buah Lokal Indonesia Pada Skripsi, Tesis dan Disertasi Lulusan IPB (Ratnantingsih, Himawan,& Saleh, 2019). Penelitian ini menyimpulkanbahwa: (1) Penelitian terkait 12 jenis buah tropikabaik pada skripsi, tesis, maupun disertasi belumbegitu intensif. Bahkan pada disertasi ada limajenis buah dari 12 jenis buah lokal selama 20122016 tidak ada yang meneliti; (2) Pada penelitianprogram sarjana (skripsi) buah yang paling banyakditeliti selama 2012-2016 adalah buah pisangsedangkan yang paling sedikit adalah buahsemangka. Pada program pascasarjana (tesis)buah yang paling banyak diteliti selama 2012-2016adalah buah jeruk dan paling sedikit adalah buahsemangka. Sedangkan pada program doktor buahyang paling banyak diteliti selama 2012-2016adalah buah manggis, sedangkan buah alpukat,rambutan, pepaya, melon, dan semangka samasekali tidak ada yang meneliti; dan (3) Bidang yangpaling banyak dikaji adalah bidang budidayatanaman dan teknologi agroindustri. Sedangkanbidang-bidang lainnya masih sangat berpeluanguntuk dijadikan bidang penelitian. Penelitian keempat dilakukan oleh DedenHimawan dan Ratnaningsih dengan judul Penelitian Peningkatan Layanan Data dan Informasi dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi:suatu kajian deskriptif analisis terhadap 5 bungakomersial utama dan 7 bunga potensial komersial(Ratnaningsih & Himawan, 2016). Kajian inimenyimpulkan bahwa: (1) Penelitian belumdilakukan secara merata terhadap masing-masingjenis dari 5 jenis bunga komersial dan 7 bungapotensial komersial karena belum adanyapenelitian terkait beberapa bunga jenis tertentu;(2) Anggrek merupakan jenis bunga yang palingbanyak diteliti oleh mahasiswa program sarjana(skripsi), pascasarjana (tesis), maupun doktor(disertasi); (3) Bidang yang paling banyak dikajiadalah bidang budidaya pertanian. Untuk bidanglainnya, dapat dijadikan peluang untuk dijadikanbidang penelitian; (4) Peta/roadmap terkait 5bunga komersial dan 7 bunga potensial komersialmerupakan salah satu bentuk produk perpustakaan dalam layanan data dan informasikepada pengguna khususnya kelompok pimpinan; (5) Peta/roadmap terkait 5 bungakomersial dan 7 bunga potensial komersial dapatmenjadi masukan kepada kelompok pimpinandalam pengambilan keputusan maupun kebijakandalam mendukung pengembangan bunga nusantara. Penelitian kelima dilakukan oleh Saleh pada tahun 2018 dengan judul “Pemetaan Bidang Ilmu pada Skripsi Fakultas Peternakan IPBlulusan 2012 – 2016 sesuai Universal Decimal Classification” (Saleh, 2018) Penelitian inimenyimpulkan: (1) Diketahui bahwa bidang ilmuyang menjadi topik penelitian mahasiswaterbanyak untuk penulisan skripsinya adalah bidang ilmu pakan ternak yang terdiri dari pakandan teknologi pakan ternak sebanyak 328 judulpenelitian atau 31,1% dari seluruh skripsi danhijauan pakan ternak sebanyak 181 judulpenelitian atau 17,2% dari total skripsi; (2) Skripsidi luar bidang pakan ternak berjumlah 546 judulpenelitian atau sebesar 51,8% yang terdiri dari(diurut berdasarkan jumlah penelitian yang palingbesar) pemuliaan dan genetika ternak, ternakunggas, daging, sosial ekonomi peternakan, sistempeternakan (farm), ternak lain-lain, susu, ruminankecil, bakteriologi, reproduksi, ruminansia besar,hasil ternak selain makanan, telur, keluarga lebah/serangga, fisiologi, ternak kerja/ rekreasi, burungnon unggas, kelinci, dan ternak babi; (3) Tigaorang dosen paling produktif sebagai ketuapembimbing skripsi adalah Dr. Irma Isnafia Arief,S.Pt, M.Si. (39 bimbingan), diikuti MuhamadBaihaqi, S.Pt, M.Sc. (36 bimbingan), dan Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri dan Dr. Ir. Rita Mutia, M.Agr. (masing-masing dengan 30 bimbingan).

Method

Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif (mixedmethods). Digunakan metode kombinasi karenapeneliti ingin memperoleh data dan informasi yanglengkap, valid, reliable, dan obyektif. Penelitiankualitatif sendiri merupakan penelitian tentangriset yang bersifat deskriptif dan cenderungmenggunakan analisis. Proses dan makna lebihditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sedangkanpenelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiahyang sistematis terhadap bagian-bagian danfenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuanpenelitian kuantitatif adalah mengembangkan danmenggunakan model matematis, teori dan/atauhipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam(Sugiyono, 2014). Terhadap hasil pengamatan danwawancara dilakukan analisis deskriptif di manaanalisis deskriptif diartikan sebagai analisis yangdilakukan untuk menilai karakteristik dari sebuahdata (Hidayat, 2012). Analisis deskriptif menurut Sugiyono adalah suatu metode yang berfungsiuntuk mendeskripsikan atau memberi gambaranterhadap obyek yang diteliti melalui dataatau sampel yang telah terkumpul sebagaimanaadanya tanpa melakukan analisis dan membuatkesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2014). Data dan teknik sampelpopulasi dari obyek penelitian ini adalah seluruhskripsi lulusan Fakultas Teknologi Pertanian darilulusan tahun 1968 sampai lulusan tahun 2019. Sedangkan sampel ditarik berdasarkan purposivesampling dengan batasan tahun 2015 sampai tahun2019. Data skripsi diambil dari basis data skripsi diPerpustakaan IPB dengan batasan 2015-2019. Data kemudian ditabulasi berdasarkan kelompokbidang ilmu standar Universal Decimal Classification. Tabel yang dihasilkan kemudian dianalisis secaradeskriptif. Untuk melengkapi analisis kuantitatif dilakukan wawancara dengan para nara sumberatau informan yang memiliki kewenangan pengambil kebijakan dalam bidang penelitiantugas akhir seperti Ketua Departemen, Kepala Laboratorium, dan Pimpinan Fakultas (Dekan,serta Wakil Dekan). Wawancara dilakukan secaratidak terstruktur dengan mengacu kepada panduan wawancara. Teknik sampel menggunakan non-probability sampling yaitu tidakmemberikan peluang/ kesempatan yang samabagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadisampel (Sugiyono, 2014). Data dari sampel basis data skripsi dan informasi dari hasil wawancara akan diolahdengan cara ditabulasi, kemudian tabulasidianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis dataadalah proses mencari dan menyusun secarasistematis data yang diperoleh dari data dan hasilobservasi, wawancara, catatan lapangan, dandokumentasi, dengan cara mengorganisasikandata ke dalam kategori, menjabarkan ke dalamunit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalampola, memilih mana yang penting dan yang akandipelajari, dan membuat kesimpulan sehinggamudah dipahami oleh diri sendiri maupun oranglain (Sugiyono, 2014). Khusus untuk datakualitatif dilakukan menggunakan metode analisismaju bertahap menurut Spradley (1980) sebagaimana dikutip oleh Muljono dkk di manaanalisis data dilakukan bersamaan denganpengumpulan data, artinya ketika dilakukanobservasi saat itu pula dilakukan wawancara tahaptersebut. Hasil observasi dan wawancara tersebutkemudian dianalisis dan hasilnya digunakan untukmelakukan observasi dan wawancara tahap berikutnya (Muljono, Sujana, & Prabowo, 2009). Aplikasi VosViewer yang dikembangkanoleh Nees Jan van Eck and Ludo Waltman digunakan untuk menyajikan peta kata kunci atauco-word dan kepadatan kata kunci (densityvisualization) yang muncul dalam dokumen skripsi Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 20152019. Aplikasi VosViewer merupakan programaplikasi komputer yang dapat digunakan untukmelihat peta bibliometrik (Tupan, 2016). Sedangkan menurut Purwoko aplikasi VosViewersalah satunya digunakan untuk memvisualkanbibliografi, atau data set yang berisi fieldbibliografi dan dalam penelitian, aplikasi inidigunakan untuk analisis bibliometrik sertamencari topik yang masih memiliki peluang untukditeliti (Purwoko, 2020). Untuk mendapatkanpeta co-word atau kata kunci pada penelitianmahasiswa, kajian ini menelusuri kata kunci yangdigunakan oleh mahasiswa pada saat melakukanunggah mandiri skripsinya ke basis data Perpustakaan IPB. Kata kunci yang dibuat olehmahasiswa tersebut kemudian diseleksi dandivalidasi untuk mendapatkan kata kunci yangmemiliki makna lengkap yaitu membuang katakunci yang salah dan kata kunci yang tidakmemiliki arti secara utuh. Kemudian kata kuncitersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebelum dioleh menggunakan VosViewer.

Result & Discussion

Gambaran umum penelitian mahasiswa Fateta IPB Kajian ini mempelajari skripsi Fakultas Teknologi Pertanian sebanyak 2.055 judul selamakurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2015sampai dengan 2019. Skripsi tersebut merupakanskripsi dari empat departemen yang berada di Fakultas Teknologi Pertanian yaitu: Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (SIL). Sebaranjumlah skripsi mahasiswa menurut departementersebut terlihat seperti pada tabel 1 berikut. Tabel 1 Sebaran skripsi menurut departemen pada Fakultas Teknologi Pertanian IPBlulusan tahun 2015-2019 No. Dept Tahun Jumlah 2015 2016 2017 2018 2019 1 TMB 103 95 100 116 105 519 2 ITP 102 128 154 101 122 607 3 TIN 118 109 125 123 97 572 4 SIL 65 81 80 62 69 357 Jumlah 388 413 459 402 393 2055 Dari tabel tersebut terlihat bahwa dari totalpenelitian skripsi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian selama kurun waktu 2015-2019 yaitusebanyak 2.055 di mana penelitian terbanyakadalah pada tahun 2017 yaitu sebanyak 459penelitian (22,34%). Sedangkan jumlah penelitiankedua terbanyak adalah pada tahun 2016 yaitusebanyak 413 penelitian (20,10%), kemudiantahun 2018 sebanyak 402 penelitian (19,56%),tahun 2019 sebanyak 393 penelitian (19,12%) danyang paling sedikit adalah pada tahun 2015 yaitusebanyak 388 penelitian (18,88%), penelitianskripsi terbanyak adalah penelitian yang dilakukanoleh departemen ITP yaitu sebanyak 607penelitian (29,54%), diikuti oleh departemen TINsebanyak 572 penelitian (27,83%), kemudian olehdepartemen TMB sebanyak 519 penelitian(25,26%) dan yang terakhir oleh departemen SILsebanyak 357 penelitian 17,37%). Sebaran Bidang Ilmu Penelitian-penelitian yang dilakukan olehmahasiswa dalam rangka penyusunan skripsinyatersebut berada di empat wilayah kelompokkeilmuan utama menurut UDC yaitu kelompokumum atau dalam UDC Daring disebut sebagaikelompok Sain dan pengetahuan (kelas 000),kelompok ilmu pengetahuan sosial (kelas 300),kelompok ilmu-ilmu murni dan ilmu pengetahuan alam (kelas 500) dan kelompok ilmuterapan (kelas 600). Grafik pada gambar 2 memperlihatkan komposisi penelitian dari ketiga kelompokkeilmuan tersebut. Gambar 1 Sebaran penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB menurut kelompok bidangilmu utama atau level satu menurut UDC selama kurun waktu 2015-2019Dari gambar 1 terlihat bahwa sebagian besar mahasiswa meneliti bidang yang terkaitilmu-ilmu terapan. Hal ini sangat wajar sebabbidang ilmu di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian memang berada dalam kawasan ilmuilmu terapan. Dalam UDC, bidang teknologipertanian sebagian besar berada pada kelompokatau kelas 6 yaitu ilmu-ilmu terapan. Jumlahpenelitian pada bidang ilmu terapan tersebutsebanyak 1772 penelitian (86,23%). Sisanyatersebar di tiga bidang ilmu utama UDC yaitusebanyak 208 penelitian (10,12%) pada bidangilmu Sain dan Pengetahuan (kelas 0), sebanyak 39penelitian (1,90%) pada bidang ilmu-ilmu murniatau disebut juga matematika dan ilmu pengetahuan alam (kelas 5), dan sebanyak 36penelitian (1,75%) pada bidang ilmu pengetahuansosial (kelas 3). Sebaran bidang ilmu pada level 2 skemaklasifikasi UDC atau setara dengan sub bidangilmu dapat digambarkan seperti terlihat padadiagram berikut (gambar 2). Gambar 2 Sebaran penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB lulusan tahun 2015-2019menurut UDC pada level sub bidang ilmu atau level 2. Dari gambar 2 tersebut terlihat bahwa penelitian terbanyak adalah penelitian terkait“Teknologi kimia. Industri kimia dan yangberhubungan” yaitu sebanyak 758 penelitian atausebesar 36,89%. Sedangkan penelitian terkait“ilmu-ilmu hayat pada umumnya” merupakanjumlah penelitian paling sedikit yaitu sebanyak 5penelitian atau 1,65%. Secara lebih rinci sebaran bidang ilmupada penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian menurut UDC tingkat sub sub bidangilmu atau level 3 UDC dapat digambarkan dengandiagram seperti terlihat pada gambar 3 berikut. Untuk kemudahan pembacaan diagram makalabel bidang ilmu tetap ditulis dengan simbolangka disertai keterangan dari angka-angka simboltersebut. Gambar 3 Sebaran bidang ilmu pada penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun2015-2019 menurut klasifikasi UDC pada level 3Keterangan simbol: 664 Produksi dan pengawetan bahan makanan padat681 Mekanisme dan instrumen presisi 005 Manajemen 631 Pertanian secara umum 663 Mikrobiologi industri 628 Teknik kesehatan masyarakat. Air. Sanitasi658 Manajemen, administrasi bisnis. Organisasi komersial665 Minyak.Lemak. Lilin. Gom. Resin 614 Kesehatan dan kebersihan masyarakat662 Bahan peledak. Bahan bakar 621 Teknik mekanika pada umumnya 626 Teknik hidraulik 339 Perdagangan. Perniagaan. 502 Lingkungan dan perlindungannya 620 Pengujian material. Material komersial.Stasiun daya. Ekonomi energi627 Jalan air alami, bandar, teknik pelabuhan dan pantai. 624 Teknik sipil dan struktur pada umumnya006 Standarisasi produk, operasi, berat, ukuran dan waktu613 Kebersihan pada umumnya. 661 Bahan kimia 692 Bagian struktur dan elemen bangunan656 Jasa angkutan dan pos. Organisasi dan pengendalian lalu lintas. 641 Makanan. Masakan. Hidangan 659 Publisitas. Karya informasi. Hubungan masyarakat691 Material bangunan. Komponen gedung677 Industri tekstil 579 Mikrobiologi 675 Industri kulit 674 Kayu dan industri perkayuan 697 Pemanasan. Ventilasi dan penyejukan udara gedung678 Industri berbasis makromolekul. Industri karet. Plastik. Dari gambar 3 diagram batang di atas terlihat bahwa ada 32 sub-sub bidang ilmu atauturunan ketiga dari kelompok bidang ilmu utama UDC yang menjadi obyek penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 20152019. Lima kelompok penelitian terbanyak adalahpenelitian terkait (1) produksi dan pengawetanbahan makanan padat, (2) mekanisme daninstrumen presisi, dan (3) manajemen, (4)pertanian secara umum, dan (5) mikrobiologiindustri. Penelitian terbanyak adalah pada bidang“Produksi dan pengawetan bahan makananpadat” yaitu sebanyak 461 penelitian (22,43%). Kelompok ilmu tersebut masih dapat dirinci lebihspesifik lagi yaitu pada tingkat 4 atau level 4klasifikasi UDC. Terkait penelitian kelompokilmu “produksi dan pengawetan bahan makananpadat” dirinci menjadi sebanyak 7 topik penelitiandari 8 bidang yang tersedia. Penelitian terbanyakterkait topik ini adalah mengenai teknikpengawetan makanan yaitu sebanyak 68 penelitian. Dari gambar tersebut ternyatadiketahui ada satu topik yang tidak pernah ditelitioleh mahasiswa selama 2015-2019 yaitu terkait“mineral dapat dimakan” (lihat gambar 4). Gambar 4 Rincian topik penelitian terkait “Produksi dan pengawetan bahan makanan padat” padapenelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019 menurut UDC level 4. Jumlah penelitian kedua terbanyak adalahpenelitian terkait “Mekanisme dan instrumenpresisi”. Dalam kelompok ilmu ini hanya terdapatsatu topik saja yang banyak diteliti yaitu terkait“Teknologi kendali automatik. Teknologi cerdas”dengan jumlah penelitian sebanyak 275 penelitian(13,38%). Topik terkait “teknologi kendaliotomatik maupun teknologi cerdas” tersebarhampir di semua bidang ilmu, misalnya terkaitmesin dan peralatan pertanian, teknologipengawetan makanan, teknik sipil dan teknikhidrolik, serta industri makanan. Dalamkelompok ini termasuk teknik komputer, teknikrobotik, dan pengendali mesin pada industri. Selain pada kelompok “teknologi kendaliotomatik” dengan notasi UDC 681.5 makakelompok lainnya tidak banyak terkait denganbidang atau topik yang dipelajari di FakultasTeknologi Pertanian IPB. Kelompok ketiga terbesar adalah penelitian terkait “manajemen” (kelas 005) yaitusejumlah 187 penelitian (9,10%). Namundemikian sebenarnya kelas manajemen tersebutdalam UDC terbagi menjadi dua kelompok yaituberada di kelas 005 dan yang ditempatkan di kelas658. Kelas atau kelompok 005 yang terdiri:005.1 dari teori manajemen, 005.2 agen manajemen, mekanisme, pengukuran, 005.3 aktivitas manajemen, 005.4 proses dalam manajemen, 005.5 operasi manajemen, pengarahan, 005.6 manajemen mutu. Manajemen mutu total (TQM), 005.7 manajemen organisasi, 005.9 bidang manajemen Jumlah penelitian terbesar pada kelompokini adalah terkait topik “manajemen mutu. Manajemen mutu total (TQM)” yaitu sebanyak113 penelitian (5,5%). Sedangkan sisanyamerupakan topik-topik penelitian terkait“Perilaku organisasi. Psikologi manajemen”sebanyak 4 penelitian (0,19%), “Proses dalammanajemen” sebanyak 3 penelitian (0,15%),“Manajemen pabrik. Manajemen sumber dayafisik” sebanyak 9 penelitian (0,44%), dan“Manajemen personel” sebanyak 58 penelitian(2,82%). Gambar 5 berikut memperlihatkansebaran penelitian dengan topik “manajemen”tersebut. Gambar 5 Sebaran penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB lulusan 2015-2019 terkaitbidang “manajemen” atau dengan kelas 005 pada klasifikasi UDCBidang manajemen yang lain oleh UDC ditepatkan di kelas 658 dengan tajuk “Manajemen,administrasi bisnis. Organisasi komersial” yangterdiri dari: 658.1 Bentuk usaha. Keuangan 658.2 Instalasi dan pabrik. Tanah dan bangunan. Gedung, pekerjaan, pabrik. Material 658.3 Hubungan Orang dalam perusahaan. Manajemen kepegawaian 658.5 Teknik dan perencanaan produksi. Desain. Manajemen dan pengendalian produksi 658.6 Organisasi dan praktik komersial. Barang. Jasa 658.7 Pembelian. Pemesanan. Pengadaan. Manajemen stok 658.8 Pemasaran. Penjualan. Menjual. Distribusi658.9 Aktivitas komersial lainnya Pada kelompok 658 ini jumlah penelitiannya cukup banyak yaitu sebanyak 105penelitian (5,11%) dengan jumlah terbesar padatopik terkait “mengenai pemasaran, penjualan,menjual dan distribusi” yaitu sebanyak 71penelitian (3,45%). Berikutnya adalah penelitian mahasiswaterkait bidang “pertanian secara umum” ataudengan kelas 631 pada klasifikasi UDC. Jumlahpenelitian pada kelompok ini juga cukup besaryaitu sebanyak 157 penelitian (7,64%). Dari 157penelitian tersebut ternyata didominasi olehpenelitian terkait “mesin pertanian, perkakas danperalatan pertanian” yaitu sebanyak 127 penelitian(6,18%). Sisanya merupakan topik-topik terkait“bangunan pertanian”, “Ilmu tanah. Pedologi. Penelitian tanah”, dan “operasionalisasipertanian”. Gambaran distribusi topik penelitiantersebut dapat dilihat pada diagram gambar 6berikut. Gambar 6 Sebaran penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB lulusan 2015-2019 terkaitbidang “pertanian secara umum” atau dengan kelas 631 pada klasifikasi UDCPada urutan terbesar kelima topik penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB adalah terkait bidang “industrimikrobiologi” (kelas 663) yang merupakan bagiandari “industri kimia” (kelas 66). Pada bidang initerdapat 138 penelitian atau sebesar 6,72%. Kelompok ini didominasi oleh penelitian dengantopik “Industri mikrobiologi. Ilmu dan teknikmikologi mikrobiologi terapan” yaitu denganjumlah penelitian sebanyak 77 penelitian. Selebihnya adalah penelitian terkait “Sari buahapel. Jus pir fermentasi. Anggur buah lainnya,anggur dari tumbuh-tumbuhan” sebanyak 2penelitian, “Air untuk minuman ringan danpenggunaan industri lainnya. Air mineral. Airpengobatan” sebanyak 2 penelitian, “Ramuanutama untuk pencampuran minuman. Jus buahdan sayur. Minuman keras. Minuman ringan”sebanyak 22 penelitian, dan yang terakhir terkait“Cokelat. Kakao. Kopi. Teh. Tembakau” yaitusebanyak 35 penelitian. Gambaran rinci mengenaisebaran topik penelitian terkait industrimikrobiologi tersebut dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7 Sebaran penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB lulusan 2015-2019 terkaitbidang “industri mikrobiologi” atau dengan kelas 663 pada klasifikasi UDC Kembali ke Gambar 3 maka terlihatbahwa beberapa komoditas pertanian belumbanyak disentuh oleh penelitian mahasiswaseperti “industri kulit” yang hanya 2 penelitianselama kurun waktu 2015-2019. Industri kayuatau perkayuan juga kurang mendapatkanperhatian yaitu hanya ada 3 penelitian. Mungkinterkait kayu dan perkayuan ini bersinggungandengan Fakultas Kehutanan IPB. Namun demikian perlu dilakukan kajian lebih lanjut agartidak saling menunggu dan berakibat tidak adayang melakukan. Begitu juga terhadap industrikulit yang perlu dibahas bersama dengan Fakultas Peternakan karena kulit merupakan hasilsampingan dari produk peternakan. Selanjutnya beberapa topik terkait tekniksipil memang belum terlalu banyak. Hal inimengingat Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan memang belum lama berdiri danmenghasilkan lulusan. Sebagian penelitianmahasiswa di departemen ini berfokus kepadamasalah-masalah lingkungan yaitu “Lingkungandan perlindungannya” sebanyak 34 penelitian,“Pengawasan dan pengendalian kebersihan”sebanyak 33 penelitian dan “Pencemaran danpengendaliannya” sebanyak 32 penelitian. Beberapa penelitian memang terkait teknik sipilyang berfokus pada teknik hidrolika yaitusebanyak 41 penelitian. Peta bibliometrik kata kunci berdasarkan VosViewer Basis data skripsi lulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB yang ada di Perpustakaan IPB dilengkapi dengan kata kunci. Sayangnya, kata kunci tersebut dibuat sendiri olehpenulisnya sehingga bentukan kata kunci tersebutlebih mengarah kepada “bahasa alami” atau didalam ilmu perpustakaan dikenal dengan istilah“natural language”. Dengan demikian maka banyakkata kunci yang dibuat oleh penulis skripsitersebut tidak terstandar. Satu-satunya yangterstandar adalah kata kunci tersebut dibuat dalambahasa Inggris. Namun demikian, kajian inimenemukan banyak kesalahan terjemahan katakunci tersebut, misalnya makanan cemilan yangdalam bahasa Inggris disebut “snack” oleh penulisskripsi disajikan dengan tulisan “snake” yangberarti ular. Dengan demikian, kata kunci tersebutdapat menyesatkan para pencari informasi. Selainitu, karena ketidak-fahaman penulis skripsi makabanyak kata-kata memiliki arti umum dijadikansebagai kata kunci, misalnya “air atau water”, “suhuatau temperature” dan masih banyak contohlainnya. Untuk mendapatkan peta kata kunci yangpunya arti maka kata-kata kunci yang dirasakurang tepat dalam kajian ini terpaksa dibuang. Selain itu kajian ini menambahkan kata kunci yangberasal dari Skema Klasifikasi UDC di mana katakunci seperti ini dalam ilmu perpustakaan disebutsebagai bahasa terkontrol atau “controlled language”. Sesudah menghilangkan beberapa kata kunci yangdirasa kurang pas, dan menambahkan kata kunciyang berasal dari skema klasifikasi UDC makadiperoleh hasil sebagai berikut: 1. Jumlah kata kunci yang dibuat oleh penulisskripsi sesudah dikoreksi kemudian ditambahkata kunci yang berasal daru skema klasifikasi UDC berjumlah 7.968 kata kunci. Rata-ratakata kunci setiap skripsi adalah 7 kata kunci. Jumlah kata kunci terbanyak pada skripsi Fateta IPB berjumlah 10 kata kunci untuksetiap skripsi yaitu sebanyak 179 skripsi,sedangkan yang paling sedikit adalah 3 katakunci yaitu pada 2 judul skripsi. 2. Kata kunci yang paling sering muncul adalah“teknik pengawetan makanan” dengan jumlah kemunculan sebanyak 278 kali. Sedangkan kata kunci “teknologi cerdas”muncul sebanyak 143 kali dan “manajemenmutu muncul sebanyak 110 kali. 3. Untuk kemunculan kata kunci paling sebanyak paling sedikit 4 kali maka jumlahkata kunci tersebut adalah berjumlah 569 katakunci. Keterhubungan (link) kata kunci yangpaling kuat adalah “teknik pengawetan makanan” dengan total kekuatan keterhubungan sebesar 605 hubungan. Sedangkan kekuatan keterhubungan kata kunci “teknologi cerdas” sebesar 220 hubungan dan untuk kata kunci “manajemenmutu” sebesar 117 hubungan. Visualisasi network peta kata kunci atau co-word Hasil visualisasi network peta co-wordperkembangan penelitian mahasiswa di Fakultas Teknologi Pertanian IPB terlihat seperti padagambar 8 berikut. Gambar 8 Peta co-word dengan batasan kemunculan kata kunci sekurang-kurangnya 4 kali padaskripsi lulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019Gambar 8 tersebut merupakan peta coword dengan batasan kemunculan kata kuncisekurang-kurangnya 4 kali. Penelitian tersebutterbagi menjadi 16 kluster dengan kluster terbesaryaitu kluster 1 terdiri dari 69 kata kunci dan klusteryang paling kecil yaitu kluster 16 terdiri dari 4 katakunci. Gambar bulatan (bullet) pada peta tersebutmemperlihatkan jumlah kata kunci yang munculpada dokumen yang dianalisis. Semakin besarukuran “bulatan” tersebut, semakin banyakjumlah kata kunci yang ditemukan dalamdokumen yang dianalisis. Demikian jugasebaliknya, semakin kecil ukuran “bulatan”tersebut, maka semakin sedikit jumlah kata kunciyang ditemukan pada dokumen yang dianalisis. Pada gambar 8 di atas terlihat ukuran “bulatan”yang menggambarkan “teknik pengawetan makanan” paling besar. Hal ini menandakanbahwa kata kunci “teknik pengawetan makanan”merupakan jumlah yang terbanyak dibandingkandengan kata kunci yang lain seperti “teknologicerdas” dan “manajemen mutu”. Gambar 9 Peta kluster pada kata kunci “teknik pengawetan makanan” yang terdapat dalam skripsilulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019 Kata kunci “teknik pengawetan makanan”merupakan kata kunci yang muncul paling banyakdengan kekuatan keterhubungan (link) palingkuat. Gambar 9 menampilkan peta untuk katakunci “teknik pengawetan makanan”. Sedangkanpeta untuk kata kunci “teknologi cerdas”digambarkan pada gambar 10 dan peta untuk katakunci “manajemen mutu” digambarkan padagambar 11. Gambar 10 Peta kluster pada kata kunci “teknologi cerdas” yang terdapat dalam skripsi lulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019Gambar 11 Peta kluster pada kata kunci “manajemen mutu” yang terdapat dalam skripsi lulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019Visualisasi Density Peta Co-word Cara lain untuk melihat peta co-word atau peta kata kunci pada perkembanganpenelitian dalam bidang ilmu tertentu adalahdengan visualisasi densiti atau “density visualization”. Gambar 12 Visualisasi densiti (density visualization) peta co-word pada penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019Pada peta visualisasi ini kepadatan katakunci atau co-word diperlihatkan menggunakanwarna. Semakin padat warna yang digambarkanpada peta, maka semakin padat volume kata kuncitersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin tipiswarna yang ditampilkan, maka semakin kecilkepadatan kata kunci tersebut. Gambar 12memperlihatkan gambaran tingkat kepadatan katakunci pada penelitian mahasiswa FakultasTeknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019. Melalui peta visualisasi densiti pada gambar 12 tersebut kita dapat menafsirkan bahwapenelitian terkait “teknik pengawetan makanan”merupakan topik penelitian terbanyak yangdivisualisasikan dengan warna kuning yang palingpekat dibandigkan dengan topik-topik yang lain. Produktivitas Dosen Pembimbing Dari hasil kajian diperoleh hasil bahwadosen pembimbing paling produktif sebagaipembimbing utama selama lima tahun terakhiratau periode 2015-2019 adalah Arief Sabdo Yuwono dengan jumlah bimbingan sebanyak 31mahasiswa. Sedangkan kedua paling produktifadalah Yudi Chadirin dan Roh Santoso Budi Waspodo dengan jumlah bimbingan masingmasing sebanyak 27 mahasiswa, dan ketiga palingproduktif adalah Nora Herdiana Panjaitan,Prastowo, Satyanti Krido Saptomo, dan Budi Indra Setiawan yaitu masing-masing sebanyak 25mahasiswa. Berikutnya dengan 24 mahasiswabimbingan adalah Elisa Anggraeni dan Taufik Djatna; dengan 23 mahasiswa bimbingan adalah Emmy Darmawati dan Yohanes Aris Purwanto;dengan 22 mahasiswa bimbingan adalah Chusnul Arif, Liyantono, Sapta Raharja, Asep Sapei;dengan 21 mahaiswa bimbingan adalah Usman Ahmad, Desrial, Hartrisari Hardjomidjojo, Gatot Pramuhadi, Kudang Boro Seminar, Suprihatin, MFaiz Syuaib, Endang Wariski; dan dengan 20mahasiswa bimbingan adalah Erizal, AjiHermawan, Sam Herodian, dan Marimin. Selebihnya sebanyak 125 dosen membimbingantara 1 orang mahasiswa sampai 19 orangmahasiswa. Tabel 2 berikut adalah produktivitasdosen pembimbing yang membimbing 20 mahasiswa atau lebih. Tabel 2 Produktivitas dosen pembimbing utama Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019No. Jumlah Mahasiswa Bimbingan 31 27 25 24 23 22 21 20 1 ASY YCH NHP EAN EDA CAR UAH ERI 2 RSBW PRAS TDJ YAP LIY DES AHE 3 SKS SRA HHA WHE 4 BIS ASA GPR SHE 5 KBS MAR 6 SUP 7 MFS 8 EWR Pembimbing anggota paling produktif adalah Muhammad Arif Darmawan dan Didah Nur Faridah dengan jumlah bimbingan masingmasing sebanyak 19 orang mahasiswa, diikuti olehkedua paling produktif yaitu Muhammad Fauzandengan bimbingan sebanyak 14 orang mahasiswa. Sedangkan ketiga paling produktif adalah Andes Ismayana dan Muhamad Yani dengan jumlahbimbingan sebanyak 13 orang mahasiswa. Selanjutnya dosen dengan jumlah mahasiswabimbingan sebanyak 11 orang mahasiswa adalah Winiati Pudji Rahayu, Tri Sudibyo, Slamet Widodo, Muhamad Yulianto; kemudian dosendengan jumlah bimbingan sebanyak 10 orangmahasiswa adalah Nuri Andarwulan, Gustan Pari,Azis Boing Sitanggang, Sutoyo, Yanuar Chandra Wirasembada; dosen dengan bimbingan sebanyak9 orang mahasiswa adalah Dede Robiatul Adawiyah, Made Astawan, Siti Nurjanah, Titi Candra Sunarti; Dosen dengan jumlah bimbingansebanyak 8 orang mahasiswa adalah Dase Hunaefi, Satyanto Krido Saptomo, Suprihatin,Prayoga Suryadarma; dan dosen dengan jumlahbimbingan sebanyak 7 orang mahasiswa adalah Erliza Hambali dan Yudi Setiawan. Tabel 3berikut adalah gambaran produktivitas dosenpembimbing kedua pada Fakultas TeknologiPertanian IPB selama 2015-2019. Tabel 3 Produktivitas dosen pembimbing anggota Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019No. Jumlah Bimbingan 19 14 13 11 10 9 8 7 1 MAD MFA AIS WPR NAD DRA DHU EHA 2 DNF MYA TSU GPA MAS SKS YSE 3 SWI ABS SNU SUP 4 MYU SUT TCS PSU 5 YCM

Conclusion

Dari hasil kajian dapat ditarik beberapakesimpulan sebagai berikut: 1. Jumlah penelitian skripsi mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB selama lima tahunterakhir (2015-2019) berjumlah 2.055 judulpenelitian. Jumlah tersebut terdiri atas skripsimahasiswa Departemen TMB sebanyak 519judul penelitian (25,26%), Departemen ITPsebanyak 607 judul penelitian (29,54%),Departemen TIN sebanyak 572 judul penelitian (27,83%), dan Departemen SILsebanyak 357 judul penelitian (17,37. 2. Berdasarkan tahun kelulusan, jumlah skripsiterbanyak berada pada tahun 2017 yaitusebanyak 459 judul, kemudian diikuti tahun2016 sebanyak 413 judul, 2018 sebanyak 402judul, tahun 2019 sebanyak 393 judul danpaling sedikit adalah pada tahun 2015 yaituberjumlah 388 judul. 3. Penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB selama 2015-2019 meliputiempat kelompok utama UDC yaitu bidang“ilmu terapan, kedokteran, dan teknologi”sebanyak 1.772 penelitian, diikuti oleh “saindan pengetahuan” sebanyak 208 penelitian,kelompok “matematika, IPA” sebanyak 39penelitian dan ilmu sosial sebanyak 39penelitian. 4. Topik kajian paling banyak diteliti adalah“Produksi dan pengawetan bahan makananpadat” dengan jumlah penelitian sebanyak461 judul penelitian, sedangkan yang palingsedikit adalah topik terkait “ventilasi danpenyejukan udara” dan “industri karet”dengan jumlah penelitian masing-masingsebanak 2 judul penelitian. 5. Kata kunci yang paling sering muncul adalah“teknik pengawetan makanan” dengan jumlah kemunculan sebanyak 278 kali. Sedangkan kata kunci “teknologi cerdas”muncul sebanyak 143 kali dan “manajemenmutu muncul sebanyak 110 kali. 6. Untuk kemunculan kata kunci palingsebanyak paling sedikit 4 kali maka jumlahkata kunci tersebut adalah berjumlah 569 katakunci. Keterhubungan (link) kata kunci yangpaling kuat adalah “teknik pengawetanmakanan” dengan total kekuatan keterhubungan sebesar 605 hubungan. Sedangkan kekuatan keterhubungan katakunci “teknologi cerdas” sebesar 220hubungan dan untuk kata kunci “manajemenmutu” sebesar 117 hubungan. 7. Menurut kata kunci pada analisis co-wordmenggunakan VosViewer penelitian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 2015-2019 terbagi menjadi 16kluster dengan kluster terbesar yaitu kluster 1terdiri dari 69 kata kunci dan kluster yangpaling kecil yaitu kluster 16 terdiri dari 4 katakunci. 8. Dosen pembimbing utama paling produktifadalah Arif Sabdo Yuwono dengan jumlahbimbingan sebanyak 31 orang mahasiswa. Sedangkan sebagai dosen pembimbing anggota paling produktif adalah MuhammadArif Darmawan dan Didah Nur Faridah dengan jumlah bimbingan masing-masingsebanyak 19 orang mahasiswa.