REPRESENTASI TINGKAT KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI YOGYAKARTA
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Perpustakaan Perguruan tinggi sebagai salah satu tempat penyedia informasi dalam penunjang proses pembelajaran, sehingga berkewajiban untuk menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pedoman wawancara dibuat sebagai instrument penelitian untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pemustaka terhadap efektivitas pemanfaatan sistem informasi perpustakaan digital di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat harapan atau keberhasilan pemustaka dalam menggunakan sistem informasi perpustakaan digital lebih besar dari pada tingkat kegagalan, sehingga dari segi efektivitas sistem informasi perpustakaan digital dalam memenuhi kebutuhan para pemustaka dapat dikatakan baik.
Keywords:
Kepuasan
· Sistem Informasi Perpustakaan Digital
· Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam
· Yogyakarta
Introduction
Esensi perpustakaan sebagai penyedia informasi (information provider), tentu saja berkewajiban untuk menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka. Keberadaan Teknologi Informasi (TI) dan perpustakaan dapat diibaratkan sebagai dua sisi dari satu mata uang yang sama. Dengan keberadaannya, maka TI akan memudahkan perpustakaan dalam mengaplikasikan konsep manajemen ilmu pengetahuan. Teknologi Informasi juga memudahkan perpustakaan dalam melakukan pengembangan pangkalan data, penelusuran informasi, transformasi digital, dan promosi (Arianto, 2011). Seiring dengan berkembangnya, maka banyak perpustakaan yang mulai berlomba-lomba untuk membangun perpustakaan dengan memberdayakan sistem informasi yang berformat digital demi memberikan layanan dan kemudahan akses bagi pemustaka. Karena esensi sistem informasi di antaranya merupakan sebuah rangkaian komponen sistem (subsistem) yang disusun dan dirancang untuk mengumpulkan, menyebarkan, menyimpan, dan memproses data agar informasi dapat diberikan untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Jadi jelas terlihat bahwa sistem informasi merupakan bentuk keterpaduan yang akan menghasilkan sebuah informasi yang digunakan untuk pengambilan tindakan selanjutnya, sehingga layanan-layanan yang diberikan oleh perpustakaan dan badan-badan lainnya yang menyelenggarakan akses terhadap koleksi-koleksi yang berbentuk digital dapat diakses secara online oleh pemustaka. Esensi perpustakaan digital, di era sekarang sudah mulai diimplementasikan oleh sebagian besar perpustakaan, khususnya di Indonesia. Karena jika dilihat dari berbagai jenis perpustakaan yang ada, maka perpustakaan perguruan tinggilah yang paling merasakan kebutuhan akan pembangunan perpustakaan digital. Dalam sejarahnya juga, bahwa pembangunan perpustakaan digital seperti E-Lib dan D-Lib muncul bermula di lingkungan perguruan tinggi (Pendit, 2008). Hal ini menurut penulis bahwa salah satu tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung terlaksananya kegiatan akademis seperti pendidikan, penelitian, pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat. Di perguruan tinggi juga banyak lahir rekaman-rekaman intelektual yang dikelola dan dimanfaatkan, baik dalam jurnal, berbagai hasil penelitian, tesis, disertasi, makalah-makalah ilmiah, dan sebagainya, sehingga perpustakaan digital sangat potensial untuk mendukung berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan hasil karya-karya ilmiah tersebut di atas. Dari sistem informasi perpustakaan digital yang telah dibangun, maka tentu saja perlu dilakukan suatu kajian secara mendalam terkait dengan efektivitasnya. Banyak cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan melakukan evaluasi secara mandiri yang dilakukan oleh SDM atau internal perpustakaan ataupun berdasarkan penilaian dari para pemustaka yang telah menggunakan sistem informasi perpustakaan digital tersebut. Sejauh pengamatan penulis, bahwa pemustaka yang mendominasi akses terhadap sistem informasi perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah mahasiswa tingkat akhir yang tingkat butuhannya terhadap konten-konten informasi digital lebih tinggi untuk mendukung teori dalam penulisan tugas akhir mereka. Oleh karena itu, kajian ini dianggap perlu untuk dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pemustaka terhadap efektivitas sistem informasi perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dari segi pemanfaatannya, yang mana menjadi fokus kajian pada tulisan ini.
Method
Metode penelitian pada tulisan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan wawancara sebagai metode utama (primer), sedangkan dokumentasi hanya sebagai metode pelengkap (sekunder). Informan pada penelitian ini adalah pemustaka tingkat akhir dari Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2). Obyek penelitian ini adalah kepuasan pemustaka terhadap efektivitas pemanfaatan sistem informasi perpustakaan digital di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Result
Seperti yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, penilaian menggunakan model EUC Satisfaction dilihat dari lima elemen perspektif, yaitu isi (content), keakuratan (accuracy), bentuk (format), kemudahan penggunaan (ease of use), dan waktu (timeliness). Masing-masing subvariabel memiliki total indikator sebanyak 12 item. Berikut adalah hasil penilaian tersebut: ### a. Isi (Content) Dari segi isi, informasi yang disajikan oleh sistem sudah tepat. Hal ini terlihat dari tersedianya fasilitas search box pada interface Digilib, sehingga informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dapat ditemukan dengan mudah, baik menggunakan subjek, kata kunci, maupun fitur pencarian yang telah disediakan. Selain itu, sistem juga sudah menyediakan informasi yang tepat, misalnya dari segi konten yang menampilkan laporan dari kata kunci yang dicari. Jika sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemustaka, maka informasi tersebut dapat diunduh secara langsung. Namun, konten yang disajikan oleh sistem masih memiliki beberapa kekurangan, seperti jumlah operator yang tersedia pada sistem yang hanya sedikit. Hasil penelusuran sistem sudah tepat, tergantung pada cara memasukkan kata kunci pada search box. Jika kata kunci yang dimasukkan tepat, maka hasilnya pun dapat dipastikan sesuai dengan yang dibutuhkan. Ketepatan sistem dalam menemukan konten informasi yang dicari juga tergantung pada kata kunci yang dimasukkan. Dengan asumsi bahwa kata kunci yang dicari sudah tepat, baik dari segi penulisan huruf maupun bahasanya. Di sisi lain, sistem dalam hal menyediakan informasi masih kurang memadai, dilihat dari isinya yang sedikit (non full-text), konten jurnal yang dimuat juga sedikit, dan hasilnya cenderung bias. Jika masing-masing jenis konten digital dibuatkan database sendiri-sendiri, maka informasi yang tersedia belum memadai, karena masih ada konten digital, seperti skripsi, yang belum di-input (masih dalam proses entri). Hal ini bisa jadi yang belum di-input tersebut adalah yang dibutuhkan oleh pemustaka. ### b. Keakuratan (Accuracy) Dari segi keakuratan sistem, dapat diketahui bahwa sistem sudah akurat, meskipun hasilnya hanya berupa konten digital yang sifatnya separuh (tidak full-text). Keakuratan ini didukung oleh adanya search box pada beranda, yang sangat membantu pemustaka dalam mencari subjek atau kata kunci terhadap informasi yang dibutuhkan. Selain itu, pada menu sudah disediakan penelusuran berdasarkan subjek, tahun, pengarang, dan sebagainya, yang cukup membantu pemustaka dalam menelusuri konten informasi digital pada sistem. Namun, keakuratan sistem masih minim, khususnya terkait dengan recall dan precision, hal ini terlihat dari koleksi digital yang masih sedikit, di mana subjek-subjek yang tersedia belum sepenuhnya ada. Meskipun demikian, dari segi autoritatif, konten yang ada dapat dipertanggungjawabkan legalitasnya. Oleh karena itu, perlu ditambahkan fitur controlled vocabulary pada sistem informasi agar lebih spesifik. Dari segi interface, sistem tidak terlalu rumit bagi pemustaka yang masih awam, artinya desainnya sudah standar (user-friendly). ### c. Bentuk (Format) Dari segi bentuk atau format, pemustaka menyebutkan bahwa formatnya bermanfaat, karena jenis format file yang digunakan adalah PDF (Portable Document Format), sehingga ringan untuk diunduh. Selain itu, kelebihannya adalah sebelum diunduh, pemustaka dapat melihat terlebih dahulu melalui PDF viewer pada browser. Jika isinya sesuai dengan yang dibutuhkan, maka pengunjung dapat langsung mengunduhnya. Informasi yang ditampilkan oleh sistem cukup jelas, namun tidak disediakan cara panduan penelusuran secara tertulis, sehingga menyulitkan bagi pengguna awam dalam melakukan penelusuran informasi. Pada interface utama, sudah dipetakan antara nama, judul, serta tahun pada search box, sehingga dapat memudahkan pemustaka dalam memilih fasilitas mana yang hendak digunakan dalam proses pencarian informasi, baik menggunakan simple search maupun advanced search. ### d. Kemudahan Penggunaan (Ease of Use) Kemudahan dalam penggunaan sistem cukup baik, karena sistem ini mudah digunakan dan tidak terlalu rumit. Namun, ada beberapa pemustaka yang masih lebih suka menggunakan sistem informasi versi lama, yaitu berbasis GDL (Ganesha Digital Library), dibandingkan dengan EPrint (setelah migrasi sistem). Hal ini disebabkan oleh sebagian besar pengguna yang masih mengalami kebingungan saat mengakses sistem informasi berbasis EPrint, yang menunjukkan adanya proses adaptasi terhadap sistem baru. Secara garis besar, pemustaka sudah familiar dengan sistem, meskipun pada awalnya mereka mengalami kesulitan saat perpustakaan melakukan migrasi dari GDL ke EPrint. Seiring waktu, mereka akhirnya sudah terbiasa. Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, disarankan agar sistem dilengkapi dengan fitur spellchecker, yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan kata kunci atau subjek yang berkaitan dengan recall dan precision dari konten digital. Selain itu, akses melalui perangkat mobile masih sulit dilakukan, karena sistem belum responsif terhadap perangkat mobile. Kelebihan dari penggunaan sistem ini adalah fiturnya yang tidak terlalu ramai dan modulnya yang lebih spesifik, sehingga pemustaka dapat lebih fokus dalam mencari informasi tanpa terganggu oleh berbagai macam iklan atau berita di beranda sistem. Desain yang sederhana juga membantu, karena tidak banyak pilihan yang terkadang membuat bingung bagi pemustaka. ### e. Waktu (Timeliness) Terkait dengan masalah waktu akses, pemustaka menyebutkan bahwa waktu akses sudah tepat, tergantung pada koneksi internet atau jenis versi browser yang digunakan. Selain itu, versi dan jenis browser perlu diperhatikan, karena faktor tersebut dapat mempengaruhi waktu akses. Kecepatan akses jaringan juga berpengaruh; jika sinyal Wi-Fi dalam status excellent, maka kecepatan akses akan maksimal. Ketepatan informasi dari segi waktu juga dipengaruhi oleh ketepatan subjek atau kata kunci yang dimasukkan pada search box. Mengenai tingkat pembaruan konten informasi, pemustaka menyatakan bahwa sistem menyediakan informasi yang ter-update, namun pembaruan ini lebih kepada koleksi terbaru yang di-entri. Untuk informasi yang berupa berita, lebih banyak terdapat di sistem informasi perpustakaan yang non-digital.
Discussion
Selayang Pandang Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Sejak tahun 2007, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah berkomitmen untuk memudahkan akses ke koleksi digital yang dihasilkan oleh sivitas akademika untuk masyarakat luas. Koleksi digital yang disediakan mencakup berbagai jenis dokumen, seperti skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, serta laporan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Praktik (KKP), dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Selain itu, perpustakaan juga menyediakan artikel jurnal, prosiding, soal-soal ujian, dan informasi terkait UIN Sunan Kalijaga yang dihimpun dalam UINSIANA. Koleksi digital yang tersedia tidak hanya dalam format teks, tetapi juga mencakup foto. Ke depannya, perpustakaan berencana untuk menambah koleksi dalam format audio dan video. Seluruh koleksi digital ini dikelola menggunakan aplikasi GDL (Ganesha Digital Library) versi 4.2. Namun, setelah tim teknologi informasi perpustakaan melakukan evaluasi terhadap kekurangan GDL dan menerima masukan dari pengguna, perpustakaan melakukan migrasi ke aplikasi EPrints sejak bulan Mei 2012. Harapannya, migrasi ini dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi pengguna perpustakaan digital di UIN Sunan Kalijaga dengan semangat berbagi sumber (resource sharing) antar perpustakaan. ### Sistem Manajemen Perpustakaan Digital Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggunakan sistem manajemen perpustakaan digital berbasis EPrints sejak Mei 2012, menggantikan perangkat lunak GDL. EPrints adalah perangkat lunak yang fleksibel dan banyak digunakan untuk pengelolaan repository digital. Perangkat lunak ini dikenal sebagai salah satu yang termudah dan tercepat dalam mengelola berbagai jenis literatur, data keilmuan, tesis, laporan proyek, artefak multimedia, materi pengajaran, koleksi ilmiah, rekaman digital, dan penampilan seni digital. EPrints menawarkan platform yang fleksibel untuk membangun repository berkualitas tinggi. Keunggulan EPrints terletak pada kemudahan dan kecepatan dalam menyiapkan repository dari berbagai sumber digital, serta dukungan untuk berbagai bahasa (multilingual) dan kepatuhan terhadap OAI (Open Archive Initiative). Sistem informasi perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga dapat diakses melalui laman [www.digilib.uin-suka.ac.id](http://www.digilib.uin-suka.ac.id). Di portal tersebut, pemustaka dapat menggunakan layanan dengan cara sebagai berikut: 1. **Akses Koleksi Digital**: Pemustaka dapat mengakses koleksi digital seperti skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian melalui jaringan. 2. **Fasilitas Pencarian dan Pengambilan Informasi**: Tersedia fasilitas untuk mencari dan mengambil informasi dengan mudah. 3. **Konten Koleksi**: Memiliki konten koleksi dalam format data maupun metadata. 4. **Akses Full-Text**: Untuk mengakses data secara full-text (khususnya tugas akhir mahasiswa, skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain), pengguna diwajibkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan username dan password. Sementara itu, koleksi yang tidak dalam format full-text dapat diakses secara langsung tanpa perlu login terlebih dahulu. Berikut adalah tampilan beranda pada portal Digilib UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta:  *(Catatan: Gambar tidak dapat ditampilkan di sini, silakan kunjungi laman resmi untuk melihat tampilan beranda.)*
Conclusion
**Esensi Sistem Informasi** Sistem informasi terdiri dari rangkaian komponen (sub-sistem) yang dirancang untuk mengumpulkan, menyebarkan, menyimpan, dan memproses data. Tujuannya adalah untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Dengan demikian, sistem informasi merupakan bentuk keterpaduan yang menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, layanan yang diberikan oleh perpustakaan dan lembaga lain yang menyediakan akses ke koleksi digital dapat diakses secara online oleh pemustaka. **Model End-User Computing (EUC) Satisfaction** Model EUC Satisfaction adalah metode untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap suatu sistem aplikasi dengan membandingkan harapan dan kenyataan dari sistem informasi tersebut. Berdasarkan hasil pemaparan dari informan, dengan menggunakan lima elemen utama dari model EUC Satisfaction sebagai tolok ukur, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta efektif. Hal ini terlihat dari perspektif pemustaka, baik jenjang S1 maupun S2, di mana target pencapaian lebih mendominasi. Artinya, tingkat harapan atau keberhasilan dalam menggunakan sistem informasi perpustakaan digital lebih besar dibandingkan dengan tingkat kegagalan. Dengan demikian, efektivitas sistem informasi perpustakaan digital dalam memenuhi kebutuhan pemustaka dapat dikatakan baik. **Saran** Terkait dengan hal tersebut, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Perlu menyediakan koleksi digital dalam format full-text untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara menyeluruh dan mendukung gerakan open access. 2. Proses entri koleksi sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan spontan, bukan secara bertahap. 3. Perlu ditambahkan fitur controlled vocabulary untuk meningkatkan akurasi pencarian. 4. Perlu ditambahkan fitur spell checker untuk meminimalisir kesalahan penulisan pada search box.