Kembali
16
1
2015 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 3 · 2 ISSN 2549-1334

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN AMERICA CORNER DI PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS HASANUDIN MAKASSAR

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

American Cornermerupakan salah satu bentuk layanan yang ada di Perpustakaan UNHAS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap layananAmericanCornerdi PerpustakaanUNHAS. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptifkualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemustaka layananAmerican Corner.Teknikpengumpulan data dilakukan melalui: (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumentasi. Teknikanalisis data dalam bentuk reduksi data, penyajian data (data display), dan menarikkesimpulan/verifikasi untuk memperoleh hasil akhir.Berdasarkan hasil penelitianmenunjukkan bahwa: (1) Persepsi pemustaka terhadap pelayananAmerican CornerdiPerpustakaanUNHASsangat baik, layanan yang terdapat padaAmerican Cornermembuatpemustaka nyaman berkunjung. (2) Persepsi pemustaka terhadap koleksiAmerican CornerdiPerpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin Makassar ditanggapi baik oleh pemustaka. Segalahal yang berkaitan dengan koleksiAmerican Cornermembuat pemustaka senang berkunjung.Kata kunci:Amerian Corner, Layanan perpustakaan
Keywords: American corner · Library services

Introduction

Perpustakaan sebagai pusat informasi dan masyarakat yang membutuhkan informasi ibarat dua sisi mata uang yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini dapat terwujud manakala perpustakaan sudah siap melayani dengan sumber informasi yang memadai, kemudian perpustakaan itu bisa dikelola dengan sebaik-baiknya, sementara masyarakat mampu memahami, menghayati, dan menggunakan informasi dalam kesehariannya (Sutarno, 2006:1). Perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu unsur penunjang yang merupakan perangkat kelengkapan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perpustakaan sebagai sumber daya informasi menjadi tulang punggung gerak majunya suatu institusi, khususnya institusi pendidikan, dengan adanya tuntutan untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan informasi yang sangat cepat dan terus berubah. Hal ini dikarenakan pemustaka dominan berasal dari kalangan akademisi yang memiliki tingkat kebutuhan informasi yang tinggi. Oleh karena itu, perpustakaan harus terus berupaya mengembangkan layanannya guna memenuhi kebutuhan pemustaka. Perpustakaan merupakan suatu tempat untuk memperoleh informasi secara formal maupun non-formal, maka perpustakaan harus menciptakan suatu sistem pelayanan yang sesuai dengan keadaan pemustaka. Sebab kepentingan pemustaka sangatlah penting; apabila suatu perpustakaan tidak diperhatikan, maka dengan sendirinya pemustaka akan urungkan niat berkunjung ke perpustakaan karena nilai pelayanan yang kurang baik. Layanan perpustakaan sangat bergantung pada pengelola perpustakaan. Pengelola perpustakaan, sebagaimana yang diketahui, merupakan pekerja informasi yang bertugas mengolah, menyimpan, dan memberikan informasi kepada pemustaka. Agar informasi yang diberikan sampai kepada pemustaka, diperlukan sikap dan kemampuan terampil pengelola perpustakaan. Upaya-upaya yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu, salah satunya adalah sikap pengelola perpustakaan yang tanggap/peka dan ramah. Hal ini sangat berperan dalam memberikan layanan kepada pemustaka dan interaksinya dalam perpustakaan. Oleh karena itu, yang menjadi persoalan adalah apakah pengelola perpustakaan dapat bersikap melayani dengan baik atau tidak kepada pemustaka. Layanan merupakan salah satu bagian yang sangat penting di perpustakaan karena menjadi ujung tombak untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Dalam memberikan pelayanan, pengelola wajib bersikap lemah lembut dan niat yang tulus, sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Ali-Imran/3:159. **Terjemahan:** “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” Ayat di atas merupakan wahyu yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw ketika Perang Uhud. Dari sana dapat kita ambil hikmah jika dikaitkan dengan layanan perpustakaan, yaitu di mana pengelola sangat perlu untuk menerapkan sikap lemah lembut kapan dan di mana pun dalam melayani pemustaka. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kunjungan di sebuah perpustakaan adalah dengan menyediakan berbagai macam layanan di dalamnya. Salah satu contoh yang paling sering kita jumpai saat ini adalah layanan-layanan corner pada setiap perpustakaan perguruan tinggi, seperti contohnya American Corner, Korean Corner, Islamic Corner, dan lain sebagainya. Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin adalah perpustakaan perguruan tinggi dan berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT). Pada observasi awal penelitian, terdapat satu bentuk layanan yang menarik peneliti untuk mencari tahunya, yaitu American Corner.

Method

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik dengan cara mendeskripsikan dalam format kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang dialami dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moelong, 2006: 6). b. Sumber Data Subjek penelitian sekaligus yang menjadi sumber utama (informan) pada penelitian ini adalah pemustaka yang berkunjung di layanan American Corner. c. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. d. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian dalam metode kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Peneliti berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menganalisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas semuanya. Selain itu, ada beberapa instrumen pendukung, yaitu dokumen, pedoman wawancara, dan catatan observasi. e. Teknik Analisis Data Data-data yang telah diperoleh di lokasi penelitian melalui informan dan dokumentasi selanjutnya akan dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif, dengan cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi

Result & Discussion

American Corner didirikan pertama kali di Rusia pada tahun 2000. Sejak itu, American Corner telah berkembang di setidaknya 28 negara, termasuk Eropa, Asia, dan Afrika. Di Indonesia, terdapat 10 perguruan tinggi yang memiliki koleksi American Corner, yaitu: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Universitas Airlangga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Gajah Mada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) IAIN Medan IAIN Semarang Universitas Indonesia Universitas Hasanuddin Universitas Sumatera Utara American Corner adalah suatu media yang diprogramkan oleh seksi Hubungan Masyarakat (Public Affairs Section) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Washington DC, Amerika Serikat. Program ini merupakan kemitraan antara Public Affairs Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Layanan ini berfungsi sebagai pusat informasi yang merupakan hasil kerja sama Universitas Hasanuddin dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Kerja sama ini bertujuan agar kedua belah pihak dapat saling memahami perbedaan sosial budaya antara negara dan bangsa Amerika Serikat dengan Indonesia. American Corner mulai beroperasi pada tahun 2005, tepatnya pada tanggal 14 November 2005, dan terbuka untuk masyarakat umum. Layanan ini menyediakan berbagai macam sumber informasi, dan semua koleksi di American Corner hanya dapat dibaca di tempat saja dan difotokopi. b. Persepsi Pemustaka terhadap Layanan American Corner di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Pelayanan prima merupakan hal yang penting untuk diketahui bagi setiap perpustakaan. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan. Layanan American Corner merupakan salah satu bentuk layanan yang ada di UPT Perpustakaan Unhas. Berikut ini akan diuraikan hasil wawancara dari beberapa informan yang menggunakan layanan tersebut. Layanan American Corner menjadi salah satu spot yang menarik perhatian pengunjung UPT Perpustakaan Unhas. Dari observasi awal, ruang layanan ini telah didesain sebaik mungkin demi kenyamanan para pengunjungnya. Beberapa pengunjung menyatakan bahwa mereka senang berada di dalam layanan tersebut, karena menambah wawasan mereka tentang hal-hal yang baru, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan antarbangsa. Tidak sedikit pengunjung yang datang memanfaatkan koleksi-koleksi tersebut, terutama pada masa-masa aktif perkuliahan. Pelayanan pada American Corner sudah sangat baik, baik dalam hal tutur sapa dalam memberi petunjuk layanan koleksi, keramahtamahan dalam memberikan layanan, cara pengelola berkomunikasi dengan pemustaka, penjelasan yang diberikan pengelola dalam melayani, cukup lengkap dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Penguasaan pengelola terhadap layanan American Corner, kecepatan pengelola menanggapi pemustaka, dan perhatian pengelola terhadap pemustaka yang datang berkunjung sudah sangat baik. Begitu juga dengan pemberian layanan sejak pertama kali datang, kesediaan pengelola untuk menanggapi permintaan pemustaka pada koleksi American Corner. Koleksi merupakan media informasi bagi pemustaka. Koleksi yang dimaksud di sini adalah koleksi American Corner yang ada di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin. Koleksi yang terdapat pada American Corner ditanggapi baik oleh pemustaka, baik dari segi jumlah koleksi yang tersedia, kerapian penataan koleksi, kondisi fisik koleksi yang masih layak pakai, koleksi buku, majalah, CD, dan DVD yang mengikuti perkembangan (up-to-date) dan juga koleksi yang tersedia relevan atau sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Sesuai dengan hasil wawancara, penulis dapat memberikan gambaran bahwa pada proses pemberlakuan kartu anggota perpustakaan terdapat pendapat yang pro dan kontra. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa proses pemberlakuan kartu cukup baik, sedangkan hasil yang lain menunjukkan bahwa pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan benar-benar memanfaatkan koleksi American Corner untuk mencari informasi yang diinginkan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola untuk menunjang kemudahan akses pemustaka

Conclusion

Setelah melakukan penelitian tentang persepsi pemustaka terhadap layanan American Corner, maka peneliti memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. **Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan American Corner**: Persepsi pemustaka terhadap layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Hasanuddin, berdasarkan penelitian pada layanan koleksi American Corner, sudah sangat baik. Hal-hal yang berkaitan dengan layanan koleksi American Corner ditanggapi dengan baik oleh pemustaka. Layanan yang terdapat pada koleksi American Corner membuat pemustaka senang berkunjung. 2. **Persepsi Pemustaka Terhadap Koleksi American Corner**: Persepsi pemustaka terhadap koleksi American Corner di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin, berdasarkan penelitian pada koleksi American Corner, juga ditanggapi dengan baik oleh pemustaka. Segala hal yang berkaitan dengan koleksi American Corner membuat pemustaka senang berkunjung. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa American Corner berperan penting dalam meningkatkan minat kunjung pemustaka dan memberikan kontribusi positif terhadap pengalaman mereka dalam mencari informasi.