Kembali
16
1
2017 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 · 1 ISSN 2549-1334

RELEVANSI KOMPETENSI PETUGAS PERPUSTAKAAN DENGAN KEPUASAN UPT PERPUSTAKAAN SULTAN AGUNG TIRTAYASA BANTEN

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa; Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi pustakawan dengan kepuasan pemustaka. Lokasi penelitian dilakukan di UPT. Perpustakaan Sultan Agung Tirtayasa Banten yang berlokasi di Kampus Pakupatan Jl. Raya Jakarta KM 4 Serang Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksplanasi survey. Populasi dalam penelitian adalah anggota aktif UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Bantenyang berjumlah 1065 orang dengan ukuran sampel sebanyak 92 orang. Untuk teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sederhana. Teknik pengumpukan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi serta melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara kompetensi pustakawan dengan kepuasan pemustaka pada perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Sedangkan kesimpulan secara khusus dapat diketahui bahwa 1). Terdapat hubungan antara pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pengguna, 2). Terdapat hubungan antara keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pengguna.
Keywords: Pelayanan perpustakaan · kompetensi · kepuasan pelayanan perpustakaan · pemustaka

Introduction

Keberadaan perpustakaan dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dengan lembaga pendidikan tinggi penaungnya. Berkaitan dengan hal ini ada beberapa dasar hukum yang menjelaskan tentang keberadaan perpustakaan di lembaga pendidikan tinggi. Dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pada pasal 41 dijelaskan bahwa sumber belajar pada lembaga pendidikan tinggi wajib disediakan, difasilitasi atau dimiliki oleh perguruan tinggi sesuai dengan program studi yang dimilikinya. Adapun maksud dari pasal ini berdasarkan penjelasan dalam undang-undang tersebut yang dimaksud dengan sumber belajar ini salah satunya adalah perpustakaan. Hal ini dipertegas juga dengan keluarnya Permenristek Dikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) pada standar bagian ketujuh tentang standar sarana dan prasarana pembelajaran, dalam pasal 33 tentang standar prasarana pembelajaran disebutkan bahwa salah satu sarana pembelajaran yang wajib ada yaitu perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu unit pelaksanaan teknis yang ada di lembaga pendidikan tinggi diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tri dharma dari lembaga penaungnya melalui pemberian layanan dan penyediaan sumber-sumber informasi sejalan dengan visi dan misi lembaganya serta tuntutan (demand), kebutuhan (need) serta selera (taste) masyarakat penggunanya dengan tetap menjaga kualitas informasi dari bahan pustaka yang dilayangkan. Adapun untuk memberikan sebuah layanan yang optimal, dalam penyelenggaraan perpustakaan di perguruan tinggi memerlukan sumber daya (resources) yang memadai. Salah satunya adalah sumber daya manusia yakni petugas yang mengelola perpustakaan. Adapun jika merujuk pada Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, tenaga perpustakaan dibedakan menjadi pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Faktor staf atau tenaga pengelola perpustakaan, merupakan aspek yang sangat penting dan menentukan keberhasilan penyelenggaraan sebuah layanan perpustakaan. Soejono Trimo (1992) mengutip sebuah hasil penelitian yang pernah dilakukan American of Library Association (ALA) yang mengatakan bahwa keberhasilan suatu pelayanan, 70% ditentukan oleh faktor staf pengelolaanya. Oleh karena itu, faktor sumber daya manusia yakni tenaga pengelola baik pustakawan maupun tenaga teknis perpustakaan memiliki kompetensi yang diharapkan yakni sesuai dengan standar kualifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang perpustakaan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Masih berkaitan pentingnya upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia, dalam penyusunan kurikulum baru di lembaga pendidikan tinggi yakni Kurikulum Pendidikan Tinggi (K-Dikti) harus mengacu pada kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang didalamnya menyangkut aspek pengetahuan dan kemampuan atau keterampilan. Adapun kedua faktor ini merupakan aspek-aspek yang digunakan dalam mengukur kompetensi seseorang. Sedangkan jika dilihat dari pengertiannya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012), kompetensi dapat diartikan suatu kemampuan. Jadi dalam konteks perpustakaan pengertian kompetensi pustakawan dapat diartikan dengan kemampuan pustakawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Lembaga perpustakaan hakekatnya adalah sebuah lembaga jasa yang memberikan layanan informasi pada masyarakat penggunanya. Sebagaimana halnya sebuah layanan jasa biasanya terkait dengan aspek kepuasan, begitu juga dalam penyelenggaraan perpustakaan selalu dikaitkan dengan kepuasan pemustaka. Adapun mengenai pengertian kepuasan dalam bahasa Inggris yaitu satisfaction. Menurut Kotler (2003, 70) kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu layanan dan harapan-harapannya. Kepuasan pemustaka terhadap penyelenggaraan perpustakaan dipengaruhi oleh berbagai aspek salah satunya adalah faktor kompetensi sebagaimana yang disebutkan di atas. Oleh karena demikian peneliti tertarik untuk mengkaji keterkaitan antara kompetensi petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di UPT. Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang Banten.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey eksplanasi. Menurut Burhan Bungin (2001) dalam bukunya metode penelitian kuantitatif, yang disebut penelitian eksplanasi survey adalah penelitian yang tidak hanya sekedar mengambarkan suatu fenomena saja tapi juga menjelaskan lebih jauh hubungan antar variabel. Lebih jauh tentang penelitian survey (penelitian pemairan), Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wallen dalam Riyanto (1996, 23) menyatakan bahwa penelitian survey adalah penelitian dengan cara mengumpulkan informasi dari suatu sampel dengan menanyakan melalui angket atau interview supaya nantinya menggambarkan berbagai aspek dari populasi. Ada beberapa tujuan dari penelitian survey yaitu: a. Mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada, b. Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan, c. Untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi sasaran penelitian dalam memecahkan masalah, sebagai bahan rencana dalam pengambilan keputusan. Data dalam penelitian ini baik untuk variabel bebas (independent variable) maupun untuk variabel terikat (dependent variable) adalah data ordinal. Untuk pengujian hipotesisnya, statistiknya inferensial yang digunakan adalah uji statistik Rank Spearman. Dalam pengambilan keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak caranya adalah dengan melihat signifikansi. Jika signifikansi di bawah atau sama dengan 0.05 maka Ho diterima atau H1 ditolak. Pengolahan data penelitian menggunakan software SPSS Versi 21. Kemudian untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini, uji statistik yang dipergunakan adalah korelasi Rank Spearman (Rs). Korelasi ini mempunyai kegunaan untuk mencari korelasi dimana kedua data yang dikorelasikan mempunyai skala ordinal. Dalam pengujian dengan skala ordinal, masing-masing diberi rangking sesuai dengan nilai yang didapat, mulai dari rangking yang terkecil. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi serta melalui studi kepustakaan.

Result & Discussion

Gambaran Umum UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten UPT. Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang Banten didirikan pada tanggal 14 April 1982 bersamaan dengan berdirinya lembaga Induk yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang Banten. Dalam struktur organisasi kepala UPT. Perpustakaan bertanggung jawab langsung kepada Rektor atau Pembantu Rektor Bidang Akademik. Saat ini perpustakaan UNTIRTA memiliki dua perpustakaan yaitu yang terletak di kampus Serang dan perpustakaan yang terletak di kampus teknik Cilegon. Jumlah staff perpustakaan yang ada di perpustakaan UNTIRTA sampai saat ini sekitar 15 orang yang terdiri dari 1 kepala perpustakaan, 1 Kasubab TU, 1 PUMK, serta sisanya bertugas di bagian pelayanan dan pengembangan koleksi. Saat ini koleksi yang dimiliki UPT. Perpustakaan UNTIRTA terdiri dari koleksi umum, koleksi referensi, koleksi tandon, koleksi corner, koleksi fiksi dan koleksi audio visual. Adapun mengenai jumlah anggota perpustakaan sekitar 9407 orang yang berasal dari 6 fakultas, Fakultas Pascasarjana, serta dosen dan karyawan. Sedangkan untuk anggota yang aktif menggunakan perpustakaan, minimal 1 kali dalam sebulan berdasarkan data statistik adalah sebanyak 1065 orang, (Sumber: UPT. Perpustakaan UNTIRTA, 2016). b. Pengujian Sub Hipotesis X1 dengan Y Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank Order, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang dan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan (α) = 0.05 maka diperoleh hasil sebagai berikut. H0: Tidak ada hubungan antara aspek pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. H1: Tidak ada hubungan antara aspek pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Tabel 1. Correlations Dari data tersebut diketahui bahwa besarnya korelasi rho antara X1 dengan Y adalah rs = 0.684 dengan signifikasi 0.000 pada pengujian dua sisi dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Apabila merujuk pada tabel penafsiran koefisien korelasi menurut pedoman Guilford dalam Rakhmat (1991) maka tingkat koefisien korelasi rs = 0.684 termasuk dalam kategori hubungan yang kuat. Selanjutnya untuk ketentuan pengambilan keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak caranya adalah dengan melihat signifikansi. Jika signifikansi di bawah atau sama dengan 0.05 maka H1 diterima atau Ho ditolak. Dari hasil pengujian tersebut terungkap bahwa signifikansi yang diperoleh yaitu 0.000 artinya di bawah 0.05, maka kesimpulannya ada hubungan antara aspek pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. c. Pengujian Sub Hipotesis X2 dengan Y H0: Tidak ada hubungan antara aspek keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. H1: Tidak ada hubungan antara aspek keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank Order, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang dan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan (α) = 0.05 maka diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 2. Correlations Dari data tersebut diketahui bahwa besarnya korelasi rho antara X2 dengan Y adalah rs = 0.732 dengan signifikasi 0.000 pada pengujian dua sisi dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Apabila merujuk pada tabel penafsiran koefisien korelasi menurut pedoman Guilford dalam Rakhmat (1991) maka tingkat koefisien korelasi rs = 0.732 termasuk dalam kategori hubungan yang kuat. Selanjutnya untuk ketentuan pengambilan keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak caranya adalah dengan melihat signifikansi. Jika signifikansi di bawah atau sama dengan 0.05 maka H1 diterima atau Ho ditolak. Dari hasil pengujian tersebut terungkap bahwa signifikansi yang diperoleh yaitu 0.000 artinya di bawah 0.05, maka kesimpulannya terdapat hubungan antara aspek keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. d. Pengujian Sub Hipotesis X dengan Y H0: Tidak ada hubungan antara kompetensi petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. H1: Tidak ada hubungan antara kompetensi petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank Order, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang dan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan (α) = 0.05 maka diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 3. Correlations Dari data di atas diketahui bahwa besarnya korelasi rho antara kompetensi petugas perpustakaan (X) dengan kepuasan pemustaka (Y) adalah rs = 0.639 dengan signifikasi 0.000 pada pengujian dua sisi dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Apabila merujuk pada tabel penafsiran koefisien korelasi menurut pedoman Guilford dalam Rakhmat (1991) maka tingkat koefisien korelasi rs = 0.639 termasuk dalam kategori hubungan yang kuat. Total X1 Total Y Spearman's rho Total X Correlation Coefficient 1,000 0,639(**) Sig. (2-tailed) 0,000 N 92 92 Total Y Correlation Coefficient 0,639(**) 1,000 Sig. (2-tailed) 0,000 N 92 Selanjutnya untuk ketentuan pengambilan keputusan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak caranya adalah dengan melihat signifikansi. Jika signifikansi di bawah atau sama dengan 0.05 maka H1 diterima atau Ho ditolak. Dari hasil pengujian tersebut terungkap bahwa signifikansi yang diperoleh yaitu 0.000 artinya di bawah 0.05, maka kesimpulannya terdapat hubungan antara kompetensi petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten.

Conclusion

Jika dilihat dari aspek pengetahuan maupun keterampilan para petugas UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten, pada umumnya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai berkaitan dengan tata kelola perpustakaan. Hal ini dikarenakan para petugas perpustakaan yang merupakan pustakawan yang umumnya sarjana S1 Perpustakaan secara formal telah mendapatkan pendidikan tentang perpustakaan sedangkan untuk petugas yang merupakan tenaga teknis pendidikan, kendatipun bukan sarjana perpustakaan akan tetapi mereka telah mendapatkan pelatihan-pelatihan dan kursus pengelolaan perpustakaan, baik yang diselenggarakan oleh UNTIRTA itu sendiri maupun mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI, organisasi profesi seperti IPI, FP2TI maupun perguruan tinggi lainnya. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis, maka dapat dikemukakan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Sedangkan secara khusus dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut: a. Terdapat hubungan antara aspek pengetahuan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. b. Terdapat hubungan antara aspek keterampilan petugas perpustakaan dengan kepuasan pemustaka UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten. Kemudian mengenai saran-saran yang dapat diajukan dari hasil temuan dilapangan terkait dengan penelitian ini yakni: a. Agar tetap meningkatkan kualitas layanan perpustakaan UNTIRTA Serang Banten, diharapkan para petugas perpustakaan selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya baik melalui pendidikan formal, non formal maupun melalui berbagai pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh organisasi profesi perpustakaan. b. Selain aspek sumber daya manusia (SDM), aspek lain yang harus tetap diperhatikan seperti aspek koleksi, fasilitas serta aspek ruangan, sehingga demikian para pemustaka puas dengan pelayanan yang diberikan UPT. Perpustakaan UNTIRTA Serang Banten.