Kembali
16
1
2017 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 · 2 ISSN 2549-1334

EVALUASI SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI KOHA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (UMS)

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Mengetahui kualitas sistem temu kembali informasi di sebuah perpustakaan merupakan hal yang perlu dilakukan. Salah satunya dengan melakukan evaluasi kinerja sistem tersebut agar dapat diketahui performa dan kualitasnya. Penelitian yang berjudul Evaluasi Sistem Temu Kembali Informasi KOHA di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja aplikasi KOHA dalam hal temu kembali informasi. Peneliti menggunakan teori Cleverdon yaitu ada 6 (enam) kriteria evaluasi,yaitu coverage, time lag, recall, precision, form presentation, dan user effort. Jenis penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Sementara teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan data penelitian didapatkan hasil sebagai berikut; (1) coverage atau cakupan KOHA cukup baik dan lengkap sehingga membuat pengguna merasa puas dan mudah dalam mengaplikasikannya, (2) time lag atau waktu yang dibutuhkan mesin pencari untuk menampilkan koleksi yang diinginkan cukup singkat yaitu rata-rata 4,61 detik, (3) rata-rata recall yang dihasilkan sebesar 61% atau dalam kategori kurang efektif, (4) rata_x0002_rata precision yang didapatkan setelah pencarian sebesar 3,41% atau dalam kategori rendah atau kurang efektif, (5) form presentation atau interface yang ditampilkan simpel dan lengkap, namun kurang menarik dan kurang berekspresi, dan (6) user effort cukup rendah karena petunjuk setiap penggunaan pilihan cukup jelas dan tidak membingungkan pengguna baru. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa KOHA milik Universitas Muhammadiyah Surakarta unggul dalam hal coverage, time lag, dan user effort, namun masih kurang dalam hal recall, precision, dan form presentasi.
Keywords: Evaluasi · KOHA · Sistem Temu Kembali Informasi · Teori Cleverdon

Introduction

Keberadaan katalog online seperti Online Public Access Cataloging (OPAC) telah banyak membantu kinerja perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi para pemustaka. Penggabungan antara teknologi database, temu kembali informasi dan network tersebut telah menghasilkan sistem temu kembali informasi yang cukup diandalkan di perpustakaan. Bahkan keberadaan OPAC sebagai mesin pencari informasi ini terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang bersifat dinamis tersebut. Tague-sutcliffe mendefinisikan sistem temu kembali sebagai suatu proses yang dilakukan untuk menemukan dokumen yang dapat memberikan kepuasan bagi pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Sedangkan menurut Stubiz yang dikutip oleh Barasa menyatakan, sistem temu kembali informasi merupakan ilmu pengetahuan yang berfungsi dalam penempatan sejumlah dokumen dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Dari dua pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa sistem temu kembali informasi adalah suatu alat yang memproses sejumlah dokumen agar bisa ditemukan kembali dan memberikan kepuasan dengan memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Sistem Temu Kembali Informasi perpustakaan berbasis online sebagai alat penelusuran informasi di perpustakaan telah membantu meningkatkan kinerja perpustakaan dan sangat membantu pustakawan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Terlebih dengan perkembangan teknologi saat ini hampir semua pengguna membutuhkan informasi yang efektif dan efisien untuk didapatkan. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu perpustakaan yang menerapkan aplikasi sistem temu kembali informasi berbasis online. Namun perpustakaan ini tidak menggunakan aplikasi SLiMS (Senayan Library Information and Management System) yang banyak digunakan perpustakaan lainnya, akan tetapi perpustakaan ini menggunakan aplikasi bernama KOHA. Aplikasi KOHA ini mempunyai fungsi yang sama dengan SLiMS, hanya saja desain yang mampu ditampilkan mempunyai perbedaan dengan sistem temu kembali informasi lainnya. Sejak diterapkannya aplikasi KOHA, perpustakaan UMS belum pernah mengevaluasi kinerjanya, sehingga pustakawan belum mengetahui bagaimana kualitas sistem tersebut dan apakah sistem tersebut sudah memberikan kepuasan kepada pemustaka terutama dalam hal penelusuran informasi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kegiatan evaluasi untuk mengukur seberapa tinggi kinerja sistem KOHA tersebut di perpustakaan UMS.

Result

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berdiri sejak tanggal 18 September 1958, bersamaan dengan berdirinya IKIP Muhammadiyah Surakarta, sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Koleksi yang disediakan di Perpustakaan UMS dapat ditelusuri melalui OPAC bernama “KOHA” yang telah disediakan. OPAC ini dapat juga diakses menggunakan Z39.50 atau SRW/SRU Client dengan alamat: lib.ums.ac.id:7090/biblios. OPAC ini disediakan agar pengguna bisa dengan mudah melakukan penelusuran koleksi atau informasi, perpustakaan UMS. Namun, untuk mengetahui apakah OPAC tersebut telah memberikan informasi tentang koleksi yang relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna tetap perlu dilakukan evaluasi. Salah satunya dengan menggunakan penilaian tingkat precision atau ketepatan atau keterhubungan. Penulis tidak melakukan penelitian dengan melibatkan pengguna Perpustakaan UMS. Akan tetapi hanya melakukan pengamatan dan melakukan penelusuran dengan menggunakan pendekatan judul dan subjek. a. Coverage Alat penelusuran/OPAC Perpustakaan UMS secara cakupan telah mampu memberikan hasil yang baik. Penyajian informasi secara keseluruhan cukup lengkap dan mudah dipahami oleh pengguna. Setiap koleksi juga ditampilkan informasinya secara detail. Selain itu, OPAC ini juga menampilkan setiap koleksi yang hampir sesuai dengan keinginan. Hal ini menunjukkan bahwa secara cakupan, OPAC ini mampu membantu pengguna dalam melakukan penelusuran informasi. Berikut tampilan OPAC Perpustakaan UMS: Gambar 1. Tampilan aplikasi KOHA UMS b. Recall dan Precision Berdasarkan penelusuran menggunakan OPAC dengan pendekatan subjek dan judul koleksi yang tersedia di Perpustakaan UMS, maka didapatkan hasil recall dan precision sebagai berikut : Tabel 5. Contoh hasil perolehan recall dan precision pada aplikasi KOHA UMS Keyword a Yang ditemukan B c Recall = [a/(a+c)]x100% Precision = [a/ (a+b)]x100% Kelahiran 6 20 14 9 0,4 atau 40% 0,3 atau 30% Marketing 42 193 151 9 0,82 atau 82% 0,22 atau 22% Asuransi 35 60 25 0 1 atau 100% 0,58 atau 58% Aljabar 9 101 92 46 0,16 atau 16% 0,09 atau0,9% Anatomi fisiologi 32 53 19 3 0,91 atau 91% 0,60 atau 60% Fikih 106 272 166 182 0,37 atau 37% 0,39 atau 39% Rata-rata = 61% 34,9% Penghitungan data relevan dengan menggunakan kata kunci sebagai subjek, data yang ditemukan dengan menggunakan kata kunci untuk penelusuran melalui judul, sedangkan dokumen relevan yang tidak terpanggil menggunakan kata kunci subjek yang semakna atau sejenis (dengan membandingkan judul yang muncul dari pencarian judul dan dokumen sebelumnya. Hal ini dikarenakan penulis hanya mengamati dari KOHA dan tidak mengetahui seberapa besar jumlah koleksi yang dimiliki untuk masing-masing subjek dan judul. Jadi penulis membandingkan dengan penelusuran tersebut. Dari hasil yang disajikan dalam tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat recall dan precision dari system temu kembali informasi KOHA UMS dalam kategori kurang efektif, yakni dengan tingkat recall 60% dan precision 34,9%, karena tingkat recall dan precision berada pada rentang nilai 0,34 - 0,67 atau sedang. Hal tersebut dikarenakan pemahaman ini hanya pada persepsi penulis dengan mengamati KOHA dan melakukan penelusuran dengan menggunakan asumsi yang dipahami penulis. Namun keseragaman dan keberagaman subjek dalam pengindeksan terutama dengan subjek yang semakna, perlu ditingkatkan kembali untuk meningkatkan efektivitas KOHA Perpustakaan UMS. Gambar 2. Contoh tampilan KOHA saat dicari dengan keyword kelahiran c. Time Lag (respons time) Respon waktu ini diamati dengan memperhatikan waktu mengakses program OPAC Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Waktu penelusuran hingga data diperoleh. Berikut tabel penyajian penghitungan respons time dengan penelusuran melalui subyek: Tabel 6. Hasil perolehan time lag aplikasi KOHA UMS Subyek Buku Waktu akses program Waktu data Ditemukan Kelahiran 3,87 detik 4,27 detik Marketing 3,87 detik 5,82 detik Asuransi 3,87 detik 4,26 detik Aljabar 3,87 detik 4,20 detik Anatomi fisiologi 3,87 detik 5,16 detik Fikih 3,87 detik 3,97 detik Rata-rata = 4,61 detik Dari penyajian tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam penelusuran informasi melalui OPAC online adalah 4,61 detik. Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti, banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh mesin pencari untuk menyajikan informasi tidak dipengaruhi dengan banyaknya koleksi yang ditampilkan. Artinya, meskipun informasi yang ditampilkan sedikit bukan berarti waktu yang dibutuhkan juga sedikit. Hal ini bisa dibuktikan bahwa pada saat melakukan penelusuran koleksi melalui subyek fikih yang menghasilkan sebanyak 272 koleksi, KOHA membutuhkan waktu sebanyak 3,97 detik. Sedangkan ketika melalui subyek anatomi fisiologi yang menghasilkan koleksi sebanyak 52 koleksi membutuhkan waktu sebanyak 5,16 detik. Namun dalam penghitungan time lag/respons time juga sangat dipengaruhi KOHA dalam menyajikan informasi koleksi bisa didapatkan jika jaringan internet di lokasi saat penelurusan juga baik atau stabil. Namun, jika melihat rata_x0002_rata time lag yang didapatkan dapat dikatakan bahwa KOHA cukup cepat dalam menampilkan hasil penelusuran karena waktu yang dibutuhkan kurang dari 5 detik d. Form Presentation OPAC online perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempunyai tampilan perwajahan yang simpel. Petunjuk pencarian juga bisa ditemukan dengan mudah, karena diletakkan pada bagian warna yang lebih mencolok. Hal ini sangat membantu pengguna dalam memasukkan query meskipun pengguna baru pertama kali menggunakannya. Presentasi dari KOHA yang bernama KOHA ini juga juga terlihat cukup menarik karena menyertakan beberapa simbol atau logo dan warna yang berbeda, sehingga cukup menarik perhatian pengguna. Dilihat dari perwajahan tampilan hasil penelurusan, KOHA ini juga menampilkan informasi dari koleksi yang lengkap. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai menu pilihan yang bisa menjadi rujukan penelusuran pengguna. Menariknya lagi adalah, pada tampilan informasi koleksi, pengguna disediakan pilihan “add to cart” yang memudahkan pengguna dalam menyimpan informasi koleksi yang diinginkan. Selain itu dengan fasilitas ini, pengguna masih bisa menyimpan informasi koleksi tadi meskipun pengguna telah melakukan penelusuran dengan koleksi yang berbeda. Namun jika dianalisis lebih dalam lagi, tampilan KOHA ini kurang bisa berekspresi dari segi desain atau tampilan, misalnya tema yang digunakan kurang menggambarkan tentang perpustakaan. Selain itu, pada KOHA ini juga belum tersedia tampilah bantuan “help” yang bisa membantu pengguna baru dalam mengaplikasikannya. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa kualitas KOHA UMS dari segi form presentation mempunyai kelebihan simpel, lengkap, ada pilihan “add to cart”, namun mempunyai kekurangan kurang menarik, tema masih standar, dan tidak ada pilihan “help”. e. User Effort Dari segi user effort atau usaha pengguna dalam memahami dan menggunakan aplikasi KOHA, OPAC ini cukup membantu meminimalisasi upaya yang berlebihan dari pengguna. Artinya aplikasi ini cukup memudahkan untuk menggiring pengguna menggunakan fasilitas aplikasi. Pada kolom query, pengguna juga disuguhkan dengan pilihan pencarian yang beragam yaitu library catalog, subyek, judul, pengarang, ISBN, call number, dan series. Pilihan yang lebih banyak ini sangat membantu pengguna dalam mencari koleksi yang diinginkan. Selain itu, ada pilihan “List” yang membantu pengguna dalam mengetahui koleksi mana saja yang sedang dalam kondisi rusak, hilang, atau dalam masa preservasi. Dan pilihan ini masih jarang ditampilkan pada OPAC di tempat lain. Fasilitas lain yang bisa memudahkan pengguna adalah adanya tampilan informasi melalui author dan topik pada masing-masing koleksi yang dimasukkan dalam query yang ada di sebalah kanan opac. Sehingga pengguna yang sudah melakukan penelusuran koleksi dapat langsung memilih siapa pengarang dan topik apa yang diinginkan. Lebih lanjut lagi, pada KOHA ini juga disediakan pilihan advance search yang bisa digunakan sebagai referensi penelusuran koleksi. Namun ketika dianalisis lebih lanjut, aplikasi KOHA ini belum menyediakan penghitungan time lag sehingga belum bisa dilihat sebarapa cepat waktu yang dibutuhkan saat penampilan. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi KOHA ini sudah menyajikan petunjuk penggunaan yang baik. Hal ini bisa dilihat dari petunjuk setiap pilihan yang tidak membingungkan pengguna, sehingga pengguna lebih mudah beradaptasi meskipun baru pertama menggunakan apalikasi tersebut.

Conclusion

Alat penelusuran KOHA di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dapat dievaluasi menggunakan enam kriteria, yaitu (1) Coverage/cakupan, (2) time lag, (3) recall, (4) precision, (5) presentation, dan (6) user effort. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur seberapa efektifkah alat penelurusan tersebut dalam melakukan proses penelusuran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui enam kriteria tersebut dapat jelaskan; (1) coverage/cakupan yang diberikan oleh OPAC sudah cukup baik, karena OPAC memberikan penyajian yang memuaskan mulai dari kelengkapan informasi koleksi dan penyajian yang memudahkan, (2) time lag atau waktu yang dibutuhkan alat penelusuran untuk menampilkan hasil informasi cukup cepat yaitu dengan rata-rata 4,61 detik atau kurang dari 5 detik, namun hasil ini dipengaruhi oleh kelancaran lalu lintas jaringan internet, (3) recall atau kemampuan alat penelusuran dalam memanggil koleksi yang diinginkan menghasilkan nilai sebesar 61 persen, hal ini menunjukkan bahwa efektivitas recall pada kategori kurang efektif, (4) precision atau kemampuan alat penelusuran dalam menyajikan koleksi yang relevan didaptkan hasil sebanyak 34,9 persen. Hasil ini juga menunjukkan bahwa efektivitas precision juga dalam kategori rendah atau kurang efektif, (5) form presentation, mempunyai kelebihan simpel, lengkap, ada pilihan “add to cart”, namun mempunyai kekurangan kurang menarik, tema masih standar, dan tidak ada pilihan “help”, (6) user effort, aplikasi KOHA ini sudah menyajikan petunjuk penggunaan yang baik. Hal ini bisa dilihat dari petunjuk setiap pilihan yang tidak membingungkan pengguna, sehingga pengguna lebih mudah beradaptasi meskipun baru pertama menggunakan apalikasi tersebut.