Kembali
16
1
2023 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 15 · 1 ISSN 2549-8606

Kegiatan Restorasi Pada Koleksi Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Tujuan artikel ini untuk memberikan penjelasan mengenai kegiatan restorasi pada koleksi Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif untuk dapat menggambarkan fenomena yang terjadi. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan suatu informasi menjadi hal penting yang dibutuhkan. Perlu adanya suatu dukungan dari berbagai media seperti perpustakaan, perpustakaan sendiri merupakan suatu lembaga penting bagi kehidupan setiap individu. Oleh karena itu, bahan pustaka yang tersedia di dalam perpustakaan harus dilestarikan dan dijaga dengan baik seperti melakukan kegiatan restorasi. Kegiatan tersebut dilakukan guna memperbaiki bahan pustaka yang sudah rusak menjadi ke bentuk awal aslinya, tujuannya agar dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan dalam jangka waktu yang panjang.

Abstract

The purpose of this article is to provide an explanation of restoration activities in the collection of the Library of the Faculty of Social and Political Sciences at Padjadjaran University, Jatinangor. The method used is a descriptive research method to be able to describe the phenomena that occur. The rapid development of science and technology makes information an important thing that is needed. There needs to be support from various media such as libraries, libraries themselves are an important institution for the life of every individual. Therefore, the library materials available in the library must be preserved and maintained properly such as carrying out restoration activities. This activity is carried out to repair library materials that have been damaged to their original form, the purpose is to be used and utilized by library users in the long term.
Keywords: Library Collection Restoration Activities

Introduction

Saat ini informasi menjadi salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh setiap individu. Hal tersebut disebabkan karena semakin pesat perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang terjadi. Fenomena tersebut perlu adanya suatu dukungan oleh berbagai media yang menyediakan jasa informasi, seperti perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu lembaga penting bagi kehidupan seluruh masyarakat, dengan hadirnya perpustakaan kita dapat memperoleh sebuah informasi baru, pengetahuan serta wawasan yang luas untuk dapat mengembangkan diri dari setiap masing – masing individu. Menurut Purwono (2013: 1.2) "Perpustakaan merupakan sebuah pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, serta rekreasi sebagai sarana pelestarian budaya. Selain itu, perpustakaan merupakan sebuah lembaga untuk dapat mengolah, mengatur juga menghimpun media cetak dan non cetak". Hal penting yang harus ada dalam sebuah perpustakaan terdapat pada bahan pustakanya. Tidak adanya bahan pustaka maka sebuah perpustakaan tidak akan berjalan dengan baik karena tidak adanya suatu informasi yang akan didapat oleh masyarakat. Oleh karenanya, bahan pustaka harus dijaga agar dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan. Salah satu hal yang dapat dilakukan guna menjaga bahan pustaka yaitu dengan melakukan kegiatan pelestarian bahan pustaka. Pelestarian bahan pustaka merupakan hal penting karena perpustakaan dan koleksinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bahan pustaka merupakan suatu ilmu yang akan terus digunakan pada masa yang akan datang, tanpa adanya pemeliharaan bahan pustaka dengan baik maka kegiatan transfer ilmu mengalami hambatan. Kegiatan pelestarian menjadi hal penting dan harus terus diperhatikan oleh seluruh staff perpustakaan. Bahan pustaka yang rusak akan memberikan citra negatif pada suatu perpustakaan. Adanya bahan pustaka yang rusak akan berdampak kepada kurangnya kepuasan bagi para pengguna perpustakaan. Tidak adanya pelestarian pada bahan pustaka akan mengakibatkan beberapa hal seperti buku yang robek, tulisan buram dan tidak jelas, sehingga minat baca dan minat para pengguna perpustakaan untuk berkunjung ke perpustakaan menjadi berkurang. Dilakukannya pelestarian pada bahan pustaka agar transfer ilmu pengetahuan akan terus berjalan dari masa ke masa, bahan pustaka pun dapat digunakan dengan optimal dalam jangka waktu yang panjang. Pelestarian bahan pustaka dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan restorasi atau memperbaiki bahan pustaka yang sudah rusak menjadi kembali ke bentuk aslinya. Kegiatan restorasi ini bertujuan untuk dapat menyelamatkan bahan pustaka agar selalu dalam kondisi yang baik. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana kegiatan restorasi pada koleksi perpustakaan di Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan apa penyebab rusaknya koleksi perpustakaan.

Method

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif suatu prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan suatu keadaan objek maupun subjek dalam sebuah penelitian baik itu berupa lembaga, orang, masyarakat atau hal lainnya berdasarkan fakta dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin. Menurut Sugiyono (2005: 21) metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk dapat menggambarkan atau melakukan analisis dari hasil penelitian namun tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang luas. Peneliti menggunakan metode penelitian ini karena sangat berguna untuk menggambarkan fenomena yang terjadi.

Result & Discussion

1. Kegiatan Restorasi dan Faktor Kerusakan Koleksi Bahan Perpustakaan. Kegiatan restorasi bahan pustaka bertujuan untuk memperbaiki koleksi bahan pustaka yang terdapat di perpustakaan khususnya pada koleksi – koleksi yang sudah mengalami kerusakan. Kegiatan restorasi pada Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran ini masih dilakukan dengan manual dan sederhana, buku yang kurang rapi bentuknya di satukan kembali pinggirannya dengan menggunakan selotip agar tidak terpisah dengan cover bukunya. Tujuannya untuk mempertahankan umur buku karena jika menggunakan alat membutuhkan biaya yang cukup besar dan belum tersedianya ruang khusus dan lab untuk melakukan kegiatan restorasi. Terlebih lagi mahasiswa hanya mencari sumber referensi yang rentang waktunya 5 tahun kebelakang saja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rusaknya koleksi bahan pustaka pada perpustakaan, yaitu; 1. Bahan pustaka yang disimpan dengan tidak semestinya seperti ditumpuk. 2. Suhu udara yang lembab, terlalu dingin atau terlalu panas. Kelembabab udara yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan tumbuhnya pertumbuhan jamur dan serangga. Perubahan pada temperatur juga dapat menyebabkan perubahan kelembaban dan berdampak besar pada kerusakan bahan pustaka. 3. Faktor biota seperti bahan pustaka dimakan oleh rayap. 4. Buku yang jarang terpakai dan dibaca karena tidak terlihat dan akhirnya rusak. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan melakukan pengecekan dan pengamanan pada bahan pustaka yang jarang dibaca, mengganti rak buku kayu menjadi rak besi, dan menyalakan minimal satu AC agar suhu udara tetap stabil dan tidak lembab. Fungsi melakukan perawatan dan pelestarian koleksi perpustakaan, yaitu: 1. Fungsi Melindungi. Koleksi bahan pustaka harus terus dilindungi dari faktor biota, manusia, udara, air dan sebagainya. Dengan perawatan yang baik binatang - binatang tidak dapat menyentuh bahan pustaka, manusia tidak akan salah untuk dapat menangani bahan pustaka, serta udara tidak akan membuat lembab bahan pustaka dan akan lebih mudah untuk dapat dikontrol. 2. Fungsi Pengawetan. Jika bahan pustaka dirawat dengan baik maka koleksi yang tersedia menjadi awet dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. 3. Fungsi Kesehatan. Jika dilakukan dengan perawatan yang baik maka bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan sendiri menjadi bersih tidak adanya jamur, debu atau binatang lainnya. Sehingga, pengguna perpustakaan serta pustakawan tidak terkena penyakit yang tidak diinginkan. 4. Fungsi Pendidikan. Selain staf perpustakaan, pengguna perpustakaan sendiri harus mengerti bagaimana cara memakai juga merawat suatu dokumen. Pengguna perpustakaan harus selalu disiplin dan taat dengan peraturan yang ada di dalam perpustakaan. 5. Fungsi Keindahan. Dengan dilakukannya perawatan dan pelestarian pada bahan pustaka dengan baik perpustakaan menjadi lebih bersih sehingga para pengguna berminat untuk berkunjung ke perpustakaan. 2. Permasalahan Yang Berkaitan dengan Kegiatan Pelestarian Koleksi Perpustakaan Setiap suatu pekerjaan baik itu pekerjaan mudah atau pekerjaan sulit pasti terdapat beberapa kendala yang terjadi. Seperti halnya melakukan kegiatan restorasi ini terdapat beberapa kendala yang dapat menghambat kelancaran kegiatan restorasi. Pada Perpustakaan Fisip ini pustakawan yang bertugas mengalami kendala dalam masalah sumber daya manusianya. Kendala tersebut seperti banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pustakawan dalam perpustakaan menjadikan pustakawan harus memprioritaskan pekerjaan yang lebih penting terlebih dahulu. Sedangkan dalam melakukan kegiatan restorasi membutuhkan waktu yang lama sehingga kegiatan lain yang menjadi tugas pustakawan tertunda penyelesaiannya. Oleh karena itu, tugas lain yang diterima pun menjadi menumpuk dan tidak tertata dengan baik pengerjaannya.

Conclusion

Kegiatan restorasi dilakukan dengan cara manual, buku yang kurang rapi bentuknya di satukan kembali pinggirannya dengan selotip agar tidak terpisah dengan cover bukunya. Kegiatan ini dilakukan secara manual karena belum tersedianya ruang khusus atau lab untuk melakukan kegiatan restorasi pada koleksi perpustakaan. Tujuan dari kegiatan restorasi ini untuk mempertahankan masa buku agar tetap dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika. Faktor yang biasanya menjadi penyebab kerusakan koleksi perpustakaan adalah faktor biota seperti dimakan rayap, buku yang disimpan dengan cara menumpuk, buku yang jarang di baca oleh pengguna perpustakaan, dan suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin. Untuk menyelesaikan masalah tersebut perpustakaan mengganti rak kayu menjadi rak besi, menyalakan AC minimal satu agar udara tetap terjaga dan melakukan pengecekan pada buku. kegiatan pelestarian ini dilakukan untuk dapat menjaga bentuk fisik agar dapat menyelamatkan nilai informasi yang ada di dalamnya.