Kembali
16
1
2017 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 9 · 2 ISSN 2549-8606

Peran Pemimpin dalam Menghadapi Trend Perpustakaan di Kantor Perpustakaan Arsip Daerah (KPAD) Gunung Kidul Yogyakarta

Universitas Muhammadiyah Aceh

Abstrak

Pemimpin dan kepemimpinan adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan karena merupakan suatu kesatuan. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan terbentuk dari suatu proses dari waktu ke waktu hingga akhirnya akan terbentuk karakteristik kepemimpinan. Perpustakaan umum mempunyai tugas melayani masyarakat umum atau semua anggota lapisan masyarakat yang memerlukan jasa perpustakaan dan informasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena metode ini paling cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan yaitu adalah bahwa kepala perpustakaan KPAD Gunung Kidul sangat menerapkan visi dan misi perpustakaan. KPAD Gunung Kidul tidak hanya tempat untuk membaca dan meminjam koleksi tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Saat ini ada sekitar 14 desa yang dibina oleh perpustakaan KPAD Gunung Kidul dan pada tahun 2017 ini akan ditambah 10 desa sehingga jumlah desa yang akan dibina nantinya berjumlah 24 desa.
Keywords: Pemimpin · kepemimpinan · trendperpustakaan · perpustakaan umum

Introduction

Perpustakaan adalah salah satu indikator tingkat peradaban umat manusia. Perpustakaan sejak zaman dahulu sampai sekarang merupakan representasi pencapaian tingkat peradaban sebuah bangsa dan tempat penyimpanan hasil karya mereka. Sebagai institusi penyimpan dan penyebar informasi perpustakaan tumbuh berkembang secara dinamis. Perkembangan yang terjadi di perpustakaan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat karena sejak zaman dahulu sampai sekarang tujuan perpustakaan selalu identik dengan tujuan masyarakat.1 Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum. Ciri perpustakaan umumm adalah terbuka untuk umum, dimana perpustakaan terbuka bagi siapa saja tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, agama, kepercayaan, ras, usia, pandangan politik, dan pekerjaan.2 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap masyarakat berhak untuk berkunjung ke perpustakaan umum baik anak-anak, remaja dan dewasa. Seiring dengan perkembangan teknologi, menurut Riggs misi dari perpustakaan tidak akan berubah dengan adanya teknologi, akan tetapi cara mencapai misi tersebut telah berubah secara dramatis³. Menghadapi tantangan yang semakin kompleks ini maka perpustakaan harus semakin mawas diri dan mempunyai komitmen yang kuat dalam menyikapinya. Membangun sebuah komitmen untuk menjembatani sebuah perubahan dan mengubah sebuah tantangan menjadi sebuah peluang bagi perpustakan memerlukan sebuah kepemimpinan yang dinamis dan adapatif terhadap perubahan. Oleh karena itu seorang pemimpin perpustakaan harus mampu menerima dan beradaptasi ditengah situasi perubahan yang tidak menentu agar bisa menampilkan citra perpustakaan ke level maksimum di dalam meraih kesuksesan dalam mengadaptasi dinamika perubahan yang terjadi. Seorang pemimpin perpustakaan harus mampu menciptakan sebuah perubahan menjadi sebuah peluang bukan suatu ancaman. Riggs menegaskan bahwa seorang pemimpin harus bisa menjadi pendengar dan bekerja berdasarkan suara yang beredar disekitarnya.4 Menurut Daff dalam jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, kepemimpinan dapat mendorong serta mendukung kreatifitas untuk membantu pengikut dan organisasi agar lebih menerima serta siap berubah. Selanjutnya penelitian Bishop dalam Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi menyatakan bahwa pimpinan pada tingkat puncak menfasilitasi kemampuan untuk perubahan dalam tingkatan mendukung serta menggembangkan kemampuan untuk perubahan.5 Dewasa ini kepemimpinan di perpustakaan dan lembaga informasi merupakan topik inti yang sedang menghangat. Perpustakaan merupakan sebuah organisasi yang tidak terlepas dari kepemimpinan. Dalam suatu organisasi khususnya perpustakaan seorang pemimpin sangat diperlukan agar dapat memimpin perpustakaan menjadi lebih baik. Dengan demikian pemimpin yang baik akan berperan aktif dalam menjalankan tugasnya sehingga staf mengikuti kinerjanya. Salah satu perpustakaan yang pemimpinnya sangat berperan aktif dalam memimpin kelembagaannya adalah perpustakaan KPAD Gunung Kidul. KPAD Gunung Kidul adalah lembaga perpustakaan dan arsip daerah yang berkedudukan di Daerah Tinggkat II milik pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk dalam kategori perpustakaan umum. Kepala KPAD saat ini adalah Bapak Ali Ridlo, beliau memandang perpustakaan saat ini tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku saja, tetapi perpustakaan merupakan pusat sumber informasi dan tempat pemberdayaan masyarakat. Melalui perpustakaan masyarakat tidak hanya diinisiasi untuk gemar membaca tetapi secara aktif mereka difasilitasi untuk mempraktekkan apa yang telah dibacanya. KPAD Gunung Kidul telah banyak memfasilitasi masyarakat dalam kegiatan workshop dan pelatihan diantaranya; pelatihan marketing dengan media sosial, pelatihan membatik, pelatihan membuat blangkon, pelatihan budi daya peternakan dan pertanian, serta pelatihan pengolahan tradisional.6 Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertatik untuk mengkaji mengenai "Peran Pemimpin Dalam Menghadapi Tren Perpustakaan di Perpustakaan Arsip Daerah (KPAD) Gunung Kidul Yogyakarta".

Method

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena metode ini paling cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan (field research).22 Metode kualitatif lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretif karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan.23 Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian. Instrumen yang dapat digunakan yaitu lembar pengamatan, panduan pengamatan. Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi antara lain: ruang (tempat), pelaku, kegiatan, obyek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan.24 Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dimana pewawancara (peneliti atau yang diberi tugas melakukan pengumpulan data) dalam mengumpulkan data mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. D. Gambaran Umum Perpustakaan Kantor Perpustakaan Arsip Daerah (KPAD) Gunug Kidula. Sejarah Berdirinya KPAD Gunung KidulKPAD Gunung Kidul asal mulanya adalah Perpustakaan masyarakat milik Dinas Pendidikan Masyarakat Kabupaten Gunung Kidul yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan luar sekolah yang disediakan untuk masyarakat umum di Kabupaten Daerah Tingkat II Gunung Kidul yang juga merupakan embrio berdirinya Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunung Kidul. Pada tahun 1986 dibentuk Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunung Kidul berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 18/188.45/6/1988 tertanggal 22 Januari 1988, tentang Pembentukan Perpustakaan Daerah Tingkat II Gunung Kidul.Pada tanggal 14 Juli 1986 sesuai dengan Surat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 661.1/1380 perihal Dinas Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan atau Dinas Pendidikan Masyarakat Kabupaten Dati II Gunung Kidul, keberadaan Perpustakaan Umum Daerah Tingkat II Gunung Kidul (Bagian Sosial Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat II Gunung Kidul) dan berada di bawah Sub Bagian Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan.Pada tahun 2000 terjadi perubahan kelembagaan yang disebabkan oleh otonomi daerah. Berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Gunung Kidul Nomor 23 Tahun 2000 maka dibentuklah dinas-dinas daerah. UPTD Perpustakaan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunung Kidul Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan dinas-dinas daerah dengan dihapuskannya bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Kidul.Pada tahun 2006 terbentuklah Kantor Perpustakaan Arsip Daerah Kabupaten Gunung Kidul (KPAD) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunung Kidul Nomor 12 Tahun 2006 dan Keputusan Bupati Gunung Kidul Nomor 39/KPTS/2007 tentang Uraian Tugas Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunung Kidul. Di antara perpustakaan yang saat ini tengah konsen menyikapi trend dan isu yang berkembang di dunia perpustakaan adalah Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. KPAD Gunung Kidul walaupun terletak kurang lebih 39 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta tetapi semangat dan prestasi yang diraihnya tidak kalah dengan perpustakaan yang lain yang berada di kota, hal ini dibuktikan dengan dua tahun secara berturut-turut menyumbangkan Gelar Pustakawan Nasional. Prestasi dan keberhasilan yag diraih ini tentu bukanlah hasil individu semata tetapi bukti dari usaha kolektif yang telah dilakukan dan berserah diri kepada Allah.b. Visi dan MisiVisi dan Misi Perpustakaan Arsip Daerah Kabupaten (KPAD) Gunung Kidul adalah sebagai berikut:1. VisiTerwujudnya Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai media pembelajaran menembus batas dan informasi kreatif menuju masyarakat produktif yang berdayaguna. 2. Misi Mengembangkan kompetensi SDM yang kreatif, inovatif, dan produktif. Mengembangkan sarana dan prasarana perpustakaan dan arsip berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang tepat guna. Mengembangkan pengelolaan dan layanan prima. Meningkatkan peran dan kapasitas kelembagaan secara internal dan eksternal.c. Struktur OrganisasiBerdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Lembaga Teknis Daerah, Struktur Organisasi Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah yaitu26BAGAN STRUKTUR ORGANISASIKANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDULBERDASARKAN PERDA NOMOR 12 TAHUN 200826 Sumber, LAKIP 2015.KEPALA KANTOR(Drs. ALI RIDLO, M.M.)SUB BAGIAN TATA USAHA(ETNI PRISKILA SAWEHO, S.SOS)KELOMPOK JABATANFUNGSIONALSEKSI PERPUSTAKAAN(PRIHASTUTI SETIANINGSIH. S.Sos)SEKSI KEARSIPAN(SUROSO, SE) Berdasarkan peraturan yang sama, maka susunan organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunungkidul terdiri dari :1. Kepala Kantor, sebagai unsur pimpinan;2. Sub Bagian Tata Usaha, sebagai unsur pembantu pimpinan;3. Seksi Perpustakaan, sebagai unsur pelaksana;4. Seksi Kearsipan, sebagai unsur pelaksana;5. Kelompok Jabatan Fungsional.

Result & Discussion

Pada bagian ini penulis akan memaparkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan di KPAD Gunung Kidul. Dari hasil yang didapat meliputi: Kepala perpustakaan KPAD Gunung Kidul memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas untuk membuat perpustakaan menjadi lebih baik dan lebih dikenal masyarakat. Cara-cara yang dilakukan meliputi, perpustakaan KPAD tidak hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan koleksi, membaca, dan rekreasi. Namun pada perpustakaan KPAD Gunung Kidul diberlakukan juga sebgai pusat pemberdayaan masyarakat dalam hal membuat bati, blangkon, wayang dan ketoprak. Perpustakaan umum KPAD ini benar-benar digunakan oleh masyarakat tanpa memandang usia, suku, bangsa dan ras. Hal ini sesuai dengan pengertian dari perpustakaan umum yang pada perpustakaan jenis ini siapa saja berhak untuk datang dan berkunjung. Saat ini ada sekitar 14 desa yang dibina oleh perpustakaan KPAD Gunung Kidul dan pada tahun 2017 ini akan ditambah 10 desa untuk dibina sehingga jumlah desa yang akan dibina nantinya berjumlah 24 desa. Program yang dilakukan dalam pembinaan desa ini meliputi perkebunan, pertanian, dan perikanan. Banyak desa setelah dibina menjadi lebih baik dan maju dari segi perekonomian. Perpustakaan memberikan fasilitas-fasilitas pendukung kepada masyarakat seperti buku dan komputer. Dengan mudah masyarakat mendapatkan ilmu sehingga dapat mengolah hasil pangan menjadi rupiah. Selain ini pemimpin perpustakaan juga selalu memberikan motivasi kepada masayarakat agar dapat bekerja secara maksimal sehingga desa kita bisa dikenal baik lingkup Nasional maupun Internasional. Peran pemimpin yang paling terlihat dalam memimpin perpustakaan KPAD Gunung Kidul ini adalah motivasi yang diberikan beliau kepada para staf sehingga selama dua tahun berturut-turut perpustakaan KPAD Gunung Kidul menjuarai Lomba Perpustakaan Nasional yaitu dalam nominasi Pustakawan Terbaik Nasional. Kepala KPAD selalu memberikan dorongan dan motivasi yang baik kepada para stafnya, tidak hanya itu kepala KPAD dalam melaksanakan pekerjaan saling terbuka atau transparan kepada para stafnya, tidak adanya rahasia-rahasia yang menimbulkan kecemburuan sosial dalam bekerja. Setiap awal tahun dalam membuat perencanaan kerja kepala perpustakaan KPAD selalu melakukan rapat mengenai kergiatan apa saja yang akan dilakukan pada tahun itu, setelah hasil rapat dianggap baik dan semuanya setuju lalu akan adanya perjanjian antara kepala perpustakaan dan staf. Setiap lembaran kerja yang telah disetujui akan di tanda tangani oleh pemimpin perpustakaan dan pemimpin perpustakaan mendapatkan hak yang sama yaitu tembusan file atau laporan. Selanjutnya, kepala perpustakaan merupakan pemimpin yang loyal kepada seluruh stafnya. Kepala perpustakaan tidak pernah memandang karyawannya dengan sebelah mata. Beliau sangat memberlakukan dan memcintai dari berbagai keragaman staf. Dalam toleransi beragama contohnya beliau dalam melaksanakan rapat dan apel pagi tidak hanya mengucapkan assalamu'alaikum namun juga sebagai bentuk toleransi beragama beliau mengucapkan selamat pagi dan salam sejahtera. Hal ini semata-mata bahwa tidak adanya perbedaan antara staf yang muslim maupun non-muslim. Selanjutnya, untuk membentuk dan membangun kekeluargaan antara kepala perpustakaan dan sraf dibentuklah setiap bulannya acara silaturrahmi. Hal ini diapresiasi oleh staf sehingga antara kepala perpustakaan dan staf terjalin kekeluargaan yang kuat dan juga kepala perpustakaan menanggap bahwa Islam itu Rahmatan Lil'alamin (Islam menjadi rahmat bagi semua).

Conclusion

Simpulan dari pembahasan makalah ini adalah kepemimpinan merupakan proses dimana pemimpin menciptakan visi dan melakukan interaksi saling mempengaruhi dengan para bawahannya untuk dapat merealisasikan visi lembaga induknya. Dalam penelitian ini perpustakaan KPAD Gunung Kidul Yogyakarta merupakan salah satu perpustakaan umum yang mempunyai visi untuk memberdayakan masyarakat. Perpustakaan KPAD Gunung Kidul Yogyakarta tidak terlepas dari sosok seorang top leader (kepala perpustakaan) yang menyikapi trend di perpustakaan bahwasanya perpustakaan KPAD Gunung Kidul bukan hanya sebagai tempat penyimpanan, peminjaman, dan ruang membaca namun juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya itu, dalam mewujudkan visi dan misi perpustakaan, kepala perpustakaan sangat berperan aktif bagi kesejahteraan masyarakat dan selalu memberikan motivasi positif bagi seluruh stafnya sehingga staf dalam bekerja memilki kepercayaan diri.