Kembali
16
1
2019 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 11 · 1 ISSN 2549-8606

PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL BAGI PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Abstrak

Makalah yang berujudul Peran Kepemimpinan Transformasional Bagi Perpustakaan Zaman Nowini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kepemimpinantransformasional serta bagaimana peran kepemimpinan transformasional bagi perpustakaan zaman now. Untuk menghadapi tantangan perpustakaan zaman now, maka diperlukan adanya pemimpin yang memiliki visi serta mampu mendorong stafnya untuk melakukan perubahan stafnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Kepemimpinan yang idela untuk gebrakan perpustakaan zaman now, yaitu diperlukannya kepemimpinan transformasional, yaitu kepemimpinan yang bertujuan untuk perubahan. Adapun peran pemimpin transformasional terhadap perpustakaan zaman now antara lain sebagai berikut: 1) memiliki visi yang membawa perubahan perpustakaan ke arah yang lebih baik, 2) sebagai motivator bagi pustakawan, 3) memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk menyampaikan ide, gagasan dan berinovasi untuk perkembangan perpustakaan, 4) sebagai role model bagi pustakawan/staf, 5) menyebarkan pembelajaran dalam organisasi, 6) memberikan penghargaan belajar dan inovasi, 7) meningkatkan kompetensi pustakawan/sstaf, 8) memberikan stimulasi intelektual kepada pustakawan/staf untuk dapat berinovasi di dalam perkembangan perpustakaan. 9) menyediakan sumber daya yang memadai bagi pustakawan/staf untuk menjalankan sebuah tugas dimana mereka diberikan tanggung jawab.
Keywords: Kepemimpinan · Transformasional · Perpustakaan Zaman Now

Introduction

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. 1 Perkembangan perpustakaan di era ini sangat cepat, sesuai dengan cirinya "Library is the growing organism" (perpustakaan merupakan organisasi yang berkembang).2 Perkembangan ini disesuaikan dengan budaya masyarakat saat ini. Masyarakat saat ini adalah masyarakat digital native, dimana semua serba online, ingin mendapatkan informasi dan jasa secara cepat, tepat dan akurat. Perkembangan zaman saat ini ditandai dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat, perubahan dalam segala bidang kehidupan masyarakat. Perpustakaan sebagai lembaga yang orientasinya melayani masyarakat penggunanya, harus tanggap dengan perubahan itu kalau tidak ingin ditinggalkan. Setiap perpustakaan memiliki tanggung jawab dengan tuntutan profesionalisme pengelolaan, guna menjawab perkembangan zaman dan merespons serta berusaha memenuhi kebutuhan pemakai yang selalu berkembang. Kesemuanya itu tidak sederhana dan tak pernah berakhir, tetapi akan terus berubah, inovasi dan menyesuaikan dengan lingkungan kehidupan masyarakatnya.3 Dengan adanya perubahan dan perkembangan budaya dari masyarakat, maka perpustakaan seharusnya dapat mengikuti serta pustakawan dituntut untuk dapat meningkatkan kompetensinya sesuai dengan keadaan saat ini. Pengelolaan perpustakaan zaman nowuntuk perubahan ke arah yang lebih baik sangat berpengaruh terhadap adanya kebijakan dari pimpinan di perpustakaan tersebut. Kegiatan di sebuah perpustakaan dapat berlangsung secara optimal dengan adanya arahan dari pimpinan serta dilaksanakan bersama dengan staf untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap organisasi memiliki struktur kepemimpinan. Di dalam sebuah organisasi, kepemimpinan memiliki fungsi fondasi, yang sebagai pijakan relasi hubungan orang-orang yang berada di dalam komunitas tersebut. Kepemimpinan transformasional memiliki fondasi berupa idealisme yang sama dari anggota/unsur- unsur kepemimpinan.4 Kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang saat ini tepat digunakan untuk membawa perubahan dan inovasi pada perpustakaan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk menulis makalah yang berjudul "Peran Kepemimpinan Transformasional Bagi Perpustakaan Zaman Now ". B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan tranformasional? 2. Bagaimana peran kepemimpinan transformasional bagi Perpustakaan Zaman now?

Discussion

A. Kepemimpinan di Perpustakaan Kepemimpinan pada dasarnya adalah kemampuan pemimpin dalam memengaruhi, memotivasi, mendorong dan memfasilitasi aktivitas segenap sumber daya manusia untuk memberikan komitmen dan kontribusi terbaiknya untuk mencapai tujuan organisasi.5 Menurut Yukl, ada 3 (tiga) macam keterampilan sangat penting yang selayaknya dimiliki oleh manajer maupun pemimpin yaitu:6 1) Technical skills : pengetahuan tentang metode, proses, prosedur, dan teknik untuk melakukan aktivitas khsuus, dan kemampuan menggunakan alat dan peralatan yang relevan dengan aktivitas tersebut. 2) Interpersonal skills : pengetahuan tentang perilaku manusia, dan proses interpersonal; kemampuan memahami perasaan, sikap dan motif orang lain dari apa yang mereka katakan dan lakukan (empati, sensitivitas sosial); kemampuan berkomunikasi secara jelas dan hubungan kerja sama (berbicara dengan lancar, persuasi); dan kemampuan membangun hubungan secara efektif dan kooperatif (kebijaksanaan, diplomasi, keterampilan menyimak, kemampuan tentang perilaku sosial yang dapat diterima). 3) Conceptual skills: kemampuan umum analitis, berpikir logis, keahlian dalam pembentukan konsep dan penyelesaian masalah; kemampuan menganalisis kejadian dan melihat kecenderungan, antisipasi perubahan, dan mengenal peluang dan masalah potensial (alasan induktif dan deduktif). Saat ini masih banyak perpustakaan yang belum menunjukkan kondisi seperti yang diharapkan. Kekurang efektifan kepemimpinan ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:7 1) Pengangkatan pimpinan dari atas Pola ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka yang diangkat telah menunjukkan kinerja yang baik, minimal menurut pandangan yang mengangkat. 2) Pimpinan perpustakaan tidak memiliki pendidikan perpustakaan yang memadai Hal ini banyak dianut oleh perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Pengangkatan ini mungkin disebabkan memang betul-betul tidak ada orang yang memiliki pendidikan perpustakaan yang memadai, mungkin pula didasarkan pada pertimbangan pemerataan kekuasaan bagi kolega pimpinan atas, meskipun yang diangkat itu sama sekali buta tentang seluk-beluk perpustakaan 3) Pimpinan perpustakaan tidak menguasai manajemen Memimpin lembaga atau organisasi berarti harus memiliki kemampuan untuk memengaruhi, mengarahkan orang lain, emmbuat perencanaan, dan mengkoordinir kegiatan untuk mencapai tujuan. Pimpinan perpustakaan seharusnya mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, penganggaran, pengarahan, kepemimpinan, dan pengawasan. 4) Struktur organisasi yang kurang proporsional Struktur organisasi sangat diperlukan untuk memberi wadah nilai, tujuan pokok, dan fungsi. Proses penyusunan struktur organisasi meliputi departementalisasi dan pembagian kerja. Kejelasan struktur sangat berpengaruh terhadap kinerja orang-orang yang terikat dalam suatu kegiatan perpustakaan. Efektifitas kepemimpinan perpustakaan dapat diukur dari berbagai indikator, antara lain kualitas pengarahan dan pengawasan, peningkatan Sumber Daya Manusia, kelancaran komunikasi, dan kemampuan memengaruhi orang lain.8 B. Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan transformasional memiliki pengertian kepemimpinan yang bertujuan untuk perubahan. Sesuai dengan natur kepemimpinan yaitu adanya pergerakan untuk mencapai tujuan, maka tujuan yang dimaksud disini adalah perubahan. Perubahan yang dimaksud diasumsikan sebagai perubahan ke arah yang lebih baik, menentang status quo, dan aktif.9 Kepemimpinan trasnformasional memiliki empat faktor yang disebut 41, yaitu :10 1) Karisma dan idealisme (Idealized Influence) yang dimiliki pemimpin 2) Motivasi inspirasional (Inspirational Motivation), dari pemimpin kepada pengikut 3) Stimulasi intelektual (Intelectual Motivation), oleh pemimpin kepada pengikut 4) Perhatian pada individu (Individualized Consideration), dari pemimpin agar pengikutnya bertumbuh Di dalam kepemimpinan transformasional ada beberapa unsur yaitu: 1) Unsur pemimpin a. Pemimpin memiliki karisma di mata pengikut b. Pemimpin memiliki visi atau idealisme yang sesuai dengan harapan pengikut c. Pemimpin mampu memberikan pengaruh kepada pengikut 2) Unsur pengikut a. Pengikut memiliki inspirasi dari dirinya dan memandang pemimpin mampu membawanya untuk mewujudkan inspirasi tersebut b. Pengikut memiliki motivasi dan pemimpin menangkap motivasi tersebut untuk diarahkan menjadi tujuan bersama 3) Unsur kerja sama Di dalam melaksanakan pekerjaannya, pemimpin mampu merangsang atau memicu kreatifitas intelektual dari para pengikut 4) Unsur keputusan Di dalam kerjasama transformasional, pengikut bebas mengambil keputusan dan bukan karena ada tekanan. Ciri-ciri kepemimpinan trasnformasional antara lain:11 1) Memperhatikan perkembangan dan perubahan prestasi dari para pengikutnya, apakah menjadi semakin baik menurut kriteria organisasi atau tidak. 2) Pemimpin dianggap memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengetahui gambaran besar organisasi melebihi pengikut-pengikutnya. 3) Pemimpn memberikan empowering dan encouraging (memberikan wewenang dan membesarkan hati) para pengikutnya. 4) Adanya karisma dalam diri pemimpin dimata para pengikutnya. Pedoman untuk kepemimpinan transformasional antara lain:12 1) Menyatakan visi yang jelas dan menarik Para pemimpin trasnformasional memperkuat visi yang ada atau membangun komitmen terhadap sebuah visi baru 2) Menjelaskan bagaimana visi tersebut dapat dicapai Tidaklah cukup hanya menyampaikan sebuah visi yang menarik, pemimpin juga harus meyakinkan para pengikut bahwa visi itu memungkinkan. 3) Bertindak secara rahasia dan optimistik Para pengikut tidak akan meyakini sebuah visi kecuali kepemimpinannya memperlihatkan keyakinan diri dan pendirian. 4) Memperlihatkan keyakinan terhadap pengikut Pengaruh yang memberikan motivasi dari sebuah visi tergantung pada batasan dimana bawahan yakin akan kemampuan mereka untuk mencapainya. 5) Menggunakan tindakan dramatis dan simbolis untuk menekankan nilai-nilai penting Sebuah visi diperkuat dengan perilaku kepemimpinan yang konsisten dengannya. Perhatian akan nilai atau sasaran diperlihatkan dengan cara bagaimana seorang manajer menghabiskan waktunya, dengan keputusan alokasi sumber daya yang dibuat saat terdapat pertukaran antar sasaran, dengan pertanyaan yang ditanyakan manajer, dan dengan tindakan apa yang dihargai oleh manajer tersebut. 6) Memimpin dengan memberikan contoh Satu cara seorang pemimpin dapat mempengaruhi komitmen adalah dengan menetapkan sebuah contoh dari perilaku yang dapat dijadikan contoh dalam interaksi keseharian dengan bawahan. 7) Memberikan kewenangan kepada orang-orang untuk mencapai visi itu. Sebuah bagan penting dari kepemimpinan transformasional adalah memberikan kewenangan kepada orang-orang untuk mencapai visi itu. Pemberian kewenangan berarti mendelegasikan kewenangan untuk keputusan tentang bagaimana melakukan pekerjaan kepada orang-orang dan tim. C. Perpustakaan Zaman Now Perpustakaan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman, yang dahulu perpustakaan sebagai perpustakaan konvensional dianggap sebagai gudang untuk menyimpan buku saja, namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, perpustakaan mulai bergerak ke arah perpustakaan hibrida bahkan digital. Yang dahulu sistem sirkulasinya tertutup, saat ini hampir semua perpustakaan menggunakan sistem terbuka. Perubahan tersebut mengikuti dengan perkembangan teknologi dan budaya di masyarakat. Adapun ciri-ciri perpustakaan zaman now (sekarang) antara lain: 1) Tidak pasif 2) Terbuka untuk siapa saja 3) Menjadi tempat yang nyaman 4) Banyak melakukan inovasi Perpustakaan yang dahulunya hanya pasif menunggu pemustaka untuk datang di perpustakaan, perpustakaan sepi dan tidak ada kegiatan yang menarik, maka di era zaman now saat ini banyak perpustakaan yang mulai out of the box yaitu dengan melakukan berbagai inovasi untuk jemput bola agar pemustaka tertarik untuk datang ke perpustakaan.Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan zaman now antara lain: 1) Layanan Delivery Order Di era zaman now, dimana masyarakat saat ini lebih senang berbelanja secara online dan barang diantar sampai di tempat, maka perpustakaan memiliki inisiatif untuk melakukan hal yang sama, yaitu dengan melakukan delivery order buku perpustakaan. Pemustaka bisa memesan buku melalui sebuah aplikasi lalu buku yang diinginkan diantar ke pemustaka 2) Perpustakaan sebagai tempat pengembangan kompetensi pemustaka Saat ini sudah banyak perpustakaan yang mengadakan kegiatan workshop seperti workshop penulisan artikel, workshop pembuatan website, dan lain-lain. Jadi Perpustakaan menjadi hidup karena ada aktivitas di dalamnya 3) Layanan free wifi Masyarakat generasi saat ini adalah masyarakat digital native dimana kehidupannya sangat bergantung dengan jaringan internet. Saat ini, banyak cafe yang menawarkan free wifi untuk menarik pengunjung untuk datang. Seperti halnya cafe, saat ini sudah banyak perpustakaan yang berlomba-lomba memberikan layanan free wifi bagi pengunjung perpustakaan. 4) Layanan free snack and drink Perpustakaan zaman dahulu merupakan perpustakaan yang kaku, dimana ada larangan untuk makan dan minum di perpustakaan, namun di era zaman now, perpustakaan mulai membuka diri untuk memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk dapat makan dan minum di perpustakaan layaknya di cafe, bahkan ada yang layanan cafe di perpustakaan dan ada pula yang memberikan layanan free snack and drink di perpustakaan. 5) Ruang Diskusi Jika di perpustakaan zaman dahulu pengunjung tidak diperbolehkan berisik, maka saat ini, banyak perpustakaan yang menyediakan ruang diskusi untuk pengunjung perpustakaan, bahkan disediakan tempat khusus beserta peralatan untuk berdiskusi, seperti layar LCD dan proyektor. 6) Pustakawan yang ramah Pustakawan zaman dahulu terkesan sebagai orang yang kaku, tidak mudah senyum, terkesan galak dengan kaca mata tebalnya, berbeda dengan pustakawan zaman now, yang mulai banyak yang aktif, interaktif terhadap pemustaka, terutama yang di bagian pelayanan, dipilihlah pustakawan yang masih muda, enerjik, menarik, rapi dan ramah. 7) Menggunakan sosial media sebagai sarana promosi perpustakaan Masyarakat milenial saat ini adalah generasi digital native dimana setiap harinya tidak terlepas dengan sosial media. Banyak informasi yang didapatkan dari sana. Perpustakaan yang mulai melihat peluang tersebut mulai melakukan promosi perpustakaan dengan menggunakan sosial media: facebook, instagram, twitter, youtube, dan lain-lain serta masih banyak lagi inovasi dan perubahan yang dilakukan oleh perpustakaan D. Peran Pemimpin Transformasional terhadap Perpustakaan Zaman Now Pemimpin di Perpustakaan adalah kepala perpustakaan. Adapun peran pemimpin transformasional terhadap perpustakaan zaman now antara lain sebagai berikut: 1) Memiliki visi yang membawa perubahan perpustakaan ke arah yang lebih baik. Visi pimpinan adalah visi untuk inovasi perpustakaan ke arah yang lebih baik, dengan adanya kesepakatan dengan pustakawan/staf melalui rapat, dan kepala perpustakan meyakinkan bawahan bahwa visi tersebut mampu dilaksanakan dengan adanya kerjasama tim. 2) Sebagai motivator bagi pustakawan/staf Kepala perpustakaan dapat memberikan motivasi kepada pustakawan untuk dapat berkembang. Motivasi yang diberikan bisa motivasi intrinsik dan motivasi ekstinsik. Motivasi intinsik adalah suatu kondisi yang mendorong terjadinya suatu aktivitas yang berada di dalam aktivitas itu sendiri. Contohnya seperti memberikan semangat, dorongan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah kondisi yang mendorong terjadinya suatu aktivitas diluar kegiatan itu sendiri. Contohnya seperti insentif, promosi, situasi kerja dan lainnya. 13 3) Memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk menyampaikan ide, gagasan dan berinovasi untuk perkembangan perpustakaan. Pengambilan keputusan/kebijakan berdasarkan kesepakatan bersama antara kepala perpustakaan dan pustakawan/staf. 4) Sebagai role model bagi pustakawan/staf Kepala perpustakaan mampu memberikan contoh yang baik, dan menjadi inspirasi bagi pustakawan/staf untuk menjadi leih baik. Misalnya Kepala perpustakaan menjadi orang yang berprestasi 5) Menyebarkan pembelajaran dalam organisasi Mampu mentrasfer ilmu yang dimiliki dan memebrikan kesempatan bagi pustakawan/staf untuk kaderisasi sebagai kepala perpustakaan serta mendorong untuk ekperimentasi. 6) Memberikan penghargaan belajar dan inovasi. Memberikan penghargaan bagi yang telah melakukan inovasi misalnya dengan memberikan reward tertentu. 7) Meningkatkan kompetensi pustakawan/staf Pimpinan selalu memperhatikan pustakawan/staf apakah ada yang perlu dikembangkan skill/kompetensinya, jika ada maka pimpinan akan memberikan kesempatan bagi pustakawan/staf untuk dapat mengembangkan kompetensi seperti mengikutkan pustakawan/staf pelatihan, seminar, workshop, dll. 8) Memberikan stimulasi intelektual kepada pustakawan/staf untuk dapat berinovasi di dalam perkembangan perpustakaan. Misalnya dengan melakukan studi banding di perpustakaan yang dianggap lebih baik untuk dapat menyerap ilmu baru dan dapat diterapkan di perpustakaan, tidak mendikte staf untuk sebuah pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi memberikan kesempatan kepada staf untuk dapat mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan caanya sendiri. 9) Menyediakan sumber daya yang memadai bagi pustakawan/staf untuk menjalankan sebuah tugas dimana mereka diberikan tanggung jawab

Conclusion

A. Untuk menghadapi tantangan Perpustakaan Zaman Now, maka diperlukan adanya pemimpin yang mampu mendorong stafnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Kepemimpinan yang ideal untuk gebrakan perpustakaan zaman now, yaitu diperlukannya kepemimpinan transformasional yaitu kepemimpinan yang bertujuan untuk perubahan. B. Adapun peran pemimpin transformasional terhadap perpustakaan zaman now antara lain sebagai berikut: 1) Memiliki visi yang membawa perubahan perpustakaan ke arah yang lebih baik 2) Sebagai motivator bagi pustakawan 3) Memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk menyampaikan ide, gagasan dan berinovasi untuk perkembangan perpustakaan. 4) Sebagai role model bagi pustakawan/staf 5) Menyebarkan pembelajaran dalam organisasi 6) Memberikan penghargaan belajar dan inovasi. 7) Meningkatkan kompetensi pustakawan/staf 8) Memberikan stimulasi intelektual kepada pustakawan/staf untuk dapat berinovasi di dalam perkembangan perpustakaan. 9) Menyediakan sumber daya yang memadai bagi pustakawan/staf untuk menjalankan sebuah tugas dimana mereka diberikan tanggung jawab