Kembali
16
1
2019 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 11 · 2 ISSN 2549-8606

PEMBINAAN MINAT BACA ANAK

Sekolah Dasar IT Al-Azhar Banda Aceh

Abstrak

Tulisan ini berjudul Pembinaan Minat Baca Anak. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembinaan minat baca, apa saja faktor pendorong dan penghambat minat baca anak, dan bagaimana ciri dari bacaan anak. Minat baca yang mulai dikembangkan pada usia dini dan berlangsung secara teratur akan tumbuh menjadi kebiasaan membaca. Sementara itu kebiasaan membaca selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi berkembangnya budaya baca. Setiap anak memiliki tingkat kemampuan dan bahan bacaan sendiri berdasarkan usia masing-masing.
Keywords: minat baca anak

Introduction

Pembinaan minat baca serta kebiasaan membaca merupakan usaha jangka panjang yang harus dimulai seawal mungkin. Karena menumbuhkan minat atau kegemaran membaca tidak dapat dicapai secara mendadak sehingga caranya harus melalui suatu proses dalam bentuk penanaman dan pembiasaan yang berkesinambungan. Untuk melatih kebiasaan membaca dituntut adanya kemauan yang keras dan disiplin yang tinggi serta konsentrasi, baik pikiran maupun perhatian yang baik. Minat baca tidak akan timbul begitu saja tanpa adanya bimbingan dan pembinaan, serta masalah membaca menjadi salah satu kebutuhan bagi setiap individu. Kebiasaan membaca tidaklah timbul semata-mata karena adanya kemauan dan kesenangan membaca sesuatu bahan bacaan tertentu secara langsung, akan tetapi harus diawali dengan : • Kebiasaan orang tua membaca. • Memperkenalkan buku bacaan oleh orang tua kepada anaknya sedini mungkin atau pada awal kehidupannya. • Penyediaan bahan bacaan yang tepat dan baik pada anak. • Lingkungan rumah untuk kegiatan membaca. • Menanamkan rasa cinta terhadap buku, memupuk kesadaran membaca dan menanamkan kebiasaan membaca oleh orang tua pada anaknya. • Menunjukkan buku sebagai sumber informasi yang diperlukan. • Dukungan dari berbagai pihak, seperti dari guru, masyarakat, pemerintah, penerbit, toko buku, dan sebagainya yang terkait, untuk secara sadar dan terus menerus, serta memperbanyak jumlah buku dan kemudian tenaga pustakawan yang professional. • Memberikan dasar-dasar arah studi yang mandiri.1 Tanpa keikutsertaan keluarga, terutama orang tua, apalah artinya nilai sebuah buku bagi masa depan seseorang. Kalau orang tua senang membaca, anak-anak kebanyakan sudah diarahkan untuk membaca, dan hanya anak-anak yang melihat orang tuanya gemar membaca akan suka membaca pula. Di sini peneladanan memegang kunci utama baik di rumah maupun di sekolah. Karena dengan peneladanan dan pembiasaan sejak kecil atau awal dari kehidupan akan sangat bermanfaat, apalagi dalam abad informasi seperti sekarang, di mana membaca merupakan kunci pembuka ilmu pengetahuan.

Discussion

1. Pengertian Pembinaan Minat Baca Pembinaan minat baca merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan kebiasaan membaca masyarakat dengan cara memperbanyak dan menyebaluskan secara merata jenis-jenis bacaan yang dipandang dapat meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta mendorong masyarakat untuk mendapatkan koleksi yang ada.2 Adapun tujuan dilakukan pembinaan minat baca yaitu untuk mengembangkan masyarakat membaca dengan penekanan pada penciptaan lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan. Secara lebih khusus, pembinaan minat baca bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem penumbuh-kembangan minat baca dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai.3 Minat seseorang terhadap sesuatu adalah kecenderungan hati yang tinggi, gairah, atau keinginan seseorang tersebut terhadap sesuatu. Minat baca seseorang dapat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi orang tersebut kepada suatu sumber bacaan tertentu. Budaya baca seseorang adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Seorang yang mempunyai budaya baca adalah bahwa orang tersebut telah terbiasa dan berproses dalam waktu yang lama di dalam hidupnya selalu menggunakan sebagian waktunya untuk membaca.4 2. Strategi Pembinaan Minat Baca Berikut ini daftar cara-cara untuk membantu anak anda menjadi pembaca yang lebih efektif. 1. Sediakan waktu luang untuk membacakan buku untuk anak anda setiap hari. Penelitian mengungkapkan bahwa dengan membacakan dengan suara lantang secara rutin kepada anak-anak akan menghasilkan perkembangan yang signifikan pada pemahaman membaca, kosa kata, dan pemenggalan kata. Baik anak anda dalam usia belum sekolah maupun yang sudah, hal itu akan membuat mereka berkeinginan untuk membaca dengan sendirinya. 2. Kelilingi anak-anak anda dengan berbagai buku bacaan. Anak-anak yang memiliki berbagai macam jenis bacaan di rumahnya mendapatkan nilai lebih tinggi pada standarisasi tes. Bujuklah anak anda untuk membaca dengan mengoleksi buku-buku bacaan yang menarik dan majalah yang sesuai dengan umur mereka. Letakkan buku bacaan di mobil, kamar mandi, tempat tidur, ruang keluarga, dan bahkan di ruang TV. 3. Buatlah waktu membaca bersama keluarga. Sediakan waktu setiap hari 15 sampai 30 menit untuk seluruh anggota keluarga membaca bersama-sama dengan tenang. Dengan melihat anda membaca akan membuat anak anda ikut membaca. Hanya dengan berlatih 15 menit setiap hari cukup untuk meningkatkan minat baca mereka. 4. Berikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca mereka. Jadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan anak anda. Biarkan mereka membaca menu, rambu jalanan, petunjuk pada mainan, ramalan cuaca, acara TV, dan semua informasi praktis harian. Dan juga, pastikan mereka selalu memiliki bacaan untuk waktu luang mereka ketika sedang menunggu giliran saat pergi ke dokter, atau saat sedang di dalam mobil. 5. Biasakan pergi ke perpustakaan. Ajak anak anda agar lebih banyak membaca dengan membawa mereka pergi ke perpustakaan setiap beberapa minggu untuk mendapatkan buku bacaan yang baru. Perpustakaan biasanya menyediakan program membaca untuk anak-anak segala usia dan mengembangkan minat membaca mereka. 6. Ikuti terus perkembangan membaca anak anda. Cari tahu kemampuan membaca yang bagaimana untuk setiap level kelas. Kurikulum sekolah akan memberikan informasi tentang ini. Ikuti terus perkembangan mereka mendapatkan kemampuan dasar membaca melalui raport mereka. 7. Perlu diperhatikan oleh orang tua, apakah mereka ada kesulitan dalam membaca buku bacaannya. Para guru di sekolah tidak selalu mengetahui kesulitan atau masalah membaca pada anak-anak sampai mereka serius bermasalah. Cari tahu apakah anak anda dapat melafalkan kata-kata, mengetahui kata-kata yang dilihatnya, menggunakan susunan kalimat untuk mengidentifikasi kata-kata yang tidak diketahui, dan mengetahui sepenuhnya apa yang mereka baca. 8. Mencari pertolongan secepatnya jika ada masalah dalam membaca. Masalah dalam membaca tidak dapat hilang begitu saja seiring berlalunya waktu. Semakin cepat anak-anak mendapat bantuan, semakin cepat mereka menjadi pembaca yang baik. Pastikan anak anda mendapatkan bantuan dari guru-guru mereka, pembimbing, atau pusat pembelajaran secepatnya jika anda tahu anak anda mengalami masalah dalam membaca. 9. Pakailah cara yang bervariasi untuk membantu anak anda. Untuk membantu anak dalam mengembangkan kemampuan membaca mereka, gunakan berbagai buku pedoman, program komputer, tape, dan materi-materi lain yang tersedia di toko. Permainan merupakan pilihan yang baik, karena cara ini akan dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan mereka sambil bergembira. 10. Perlihatkan antusias anda saat anak membaca buku bacaannya. Reaksi anda memiliki pengaruh yang besar pada seberapa tinggi motivasi mereka untuk berusaha menjadi pembaca yang baik. Pastikan anda memberikan pujian yang tulus atas usaha keras mereka. Apabila perlu beri incentive kepada mereka sebagai hadiah dan pendorong atas aktivitas mereka dalam membaca. Sehingga upaya ini akan memberikan dorongan bagi anak untuk lebih gemar membaca dan mencintai buku-buku.5 3. Ciri-Ciri Bacaan Anak Nancy Anderson mengelompokkan bacaan anak menjadi enam kategori : 1. Buku bergambar prasekolah (pengenalan konsep seperti huruf, angka, warna dan sebagainya, buku dengan kalimat yang berirama dan berulang, buku bergambar tanpa kata-kata). 2. Sastra tradisional (mitos, dongeng, cerita rakyat, legenda, sajak). 3. Fiksi (fantasi, fiksi modern, fiksi sejarah). 4. Biografi dan autobiografi. 5. Ilmu Pengetahuan. 6. Puisi dan syair.6 Adapun cara memilih koleksi yang tepat untuk anak yaitu : a. 0-11/2 tahun Membaca untuk melatih indra penglihatan dan pendengaran serta memperkenalkan buku sebagai interaksi anatar orang tua dan anak. Buku yang harus dibaca yaitu buku yang memiliki warna yang berani dan gambar yang jelas, dan kata atau cerita yang memancing interaksi. b. Usia 1 1/2 - 3 tahun Membaca untuk mengajak berpikir kreatif, buku yang memiliki ilustrasi yang jenaka, lembaran kertas buku yang tebal agar tidak mudah sobek. Misalnya buku yang mengenalkan anak tentang warna. c. Usia 3-5 tahun Memupuk kecintaan terhadap membaca. Buku yang unik dengan tokoh yang menarik. d. Usia 5-8 tahun Memupuk kecintaan membaca. Buku yang unik dengan tokoh yang menarik. e. Usia 8-12 tahun Menyadari emosi. Buku tanpa gambar atau gambarnya sedikit untuk memahami cerita yang di baca 4. Faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Anak Dalam pembinaan minat baca anak, terdapat dua faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat pembinaan minat baca anak. Faktor pendukung yaitu tersediannya fasilitas untuk membaca baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Sementara faktor yang menjadi penghambat yaitu derasnya arus hiburan, melalui peralatan pandang-dengar, misalnya televisi dan film, serta kurangnya keteladanan orang tua dalam pemanfaatan waktu senggang untuk membaca dalam keluarga.7 Faktor yang menjadi pendorong atas bangkitnya minat baca ialah keterkaitan, kegemaran dan hobi membaca, dan pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan membaca.8 Minat baca yang mulai dikembangkan pada usia dini dan berlangsung secara teratur akan tumbuh menjadi kebiasaan membaca. Sementara itu kebiasaan membaca selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi berkembangnya budaya baca. Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, kenyataanya bahwa banyak orang dewasa apalagi anak-anak atau siswa khususya siswa sekolah dasar belum menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan. Hal itu dikarenakan mereka belum menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan atau budaya. Minat membaca tidak hadir dengan sendirinya tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat membaca. Menurut Anna Yulia, tantangan atau hambatan dalam menumbuhkan minat baca adalah: a. Budaya membaca rendah Menurut penelitian dari ASEAN Libraries, masyarakat negara-negara sedang berkembang masih kental dengan budaya mengobrol dibandingkan dengan budaya membaca. Hal ini bisa kita lihat misalnya di tempat-tempat umum, ketika mereka antri untuk sesuatu, mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengobrol atau melamun dibandingkan dengan membaca buku. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan waktu yang berharga untuk membaca masih rendah. b. Pengaruh televisi Televisi sangat besar pengaruhnya untuk orang dewasa maupun anak-anak. kebanyakan mereka menghabiskan waktu luangnya di depan televisi apakah itu untuk menonton film anak, sinetron maupun liputan kriminal. Meskipun program televisi itu tidak salah tapi, jika mengkonsumsinya terlalu banyak dapat menyita waktu yang berharga yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat yaitu membaca sebuah buku. c. Buku bukan prioritas Pada umumnya di negara berkembang, masyarakatnya masih berjuang dalam masalah ekonomi sehingga fokus kehidupannya lebih pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan. Barulah mereka merambat pada kebutuhan-kebutuhan sekunder. Tetapi masyarakat pada umumnya belum mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap pendidikan dan buku. d. Kurangnya fasilitas Kondisi lingkungan/ masyarakat memang sangat mempengaruhi budaya baca. Di negara sedang berkembang yang masalahnya masih berkutat diseputar masalah ekonomi atau politik seperti di indonesia, seringkali pendidikan ditempatkan diurutan kesekian, sehingga perpustakaan merupakan suatu hal yang langka di masyarakat. Kalaupun ada biasanya jumlah bukunya masih kurang lengkap. e. Keluarga Menurut Rubin (Farida Rahim, 2008: 18), orang tua yang hangat, demokratis, bisa mengarahkan anak-anak mereka pada kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, suka menantang anak untuk berfikir, dan suka mendorong anak untuk mandiri merupakan orang tua yang memiliki sikap yang dibutuhkan anak sebagai persiapan yang baik untuk belajar disekolah. Rumah juga berpengaruh pada sikap anak terhadap buku dan membaca. Orang tua yang gemar membaca, memiliki koleksi buku, menghargai membaca dan senang membacakan cerita pada anak-anak umumnya menghasilkan anak yang gemar membaca pula.9

Conclusion

1. Dalam pembinaan minat baca anak, terdapat dua faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat pembinaan minat baca anak. Faktor pendukung yaitu tersediannya fasilitas untuk membaca baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Sementara faktor yang menjadi penghambat yaitu derasnya arus hiburan, melalui peralatan pandang-dengar, misalnya televisi dan film, serta kurangnya keteladanan orang tua dalam pemanfaatan waktu senggang untuk membaca dalam keluarga. 2. Pembinaan minat baca merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan kebiasaan membaca masyarakat dengan cara memperbanyak dan menyebaluskan secara merata jenis-jenis bacaan yang dipandang dapat meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta mendorong masyarakat untuk mendapatkan koleksi yang ada. 3. Adapun tujuan dilakukan pembinaan minat baca yaitu untuk mengembangkan masyarakat membaca dengan penekanan pada penciptaan lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan. Secara lebih khusus, pembinaan minat baca bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem penumbuh-kembangan minat baca dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai.