KOMPETENSI PUSTAKAWAN DALAM RESEARCH DATA MANAGEMENT DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Research data management (RDM) merupakan kegiatan yang mempunyai ruang lingkup perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengelolaan, penyimpanan, keamanan, pencadangan, pemeliharaan, dan berbagi data yang memastikan data penelitian dikelola sesuai undang-undang, hukum, dan etika. Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan serta pengetahuan kepada para pustakawan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia mengenai kompetensi yang diperlukan dalam kegiatan RDM. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur yaitu melalui penelusuran informasi yang bersumber dari berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan dengan topik bahasan yang sama yaitu mengenai kompetensi pustakawan dan Research Data Management. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat tiga poin utama untuk menunjang kegiatan research data management ini yaitu menyediakan akses, advokasi dan dukungan, dan mengelola data. Pada setiap poin tersebut, dijabarkan kembali tentang kompetensi pustakawan yang dibutuhkan. Dari tiga poin tersebut, didapatkan duapuluh dua kompetensi pustakawan yang diperlukan dalam kegiatan research data management tersebut.
Abstract
Research data management (RDM) is an activity that has the scope of planning, gathering, organizing, managing, storing, security, backing up, maintaining, and sharing data that ensures research data is managed in accordance with laws, laws and ethics. The purpose of writing this paper is to provide insight and knowledge to the librarians of higher education libraries in Indonesia regarding the competencies required in RDM activities. The method used in writing this paper uses a qualitative descriptive method by conducting a literature review, namely through searching for information sourced from various scientific papers that have been published on the same topic, namely the competence of librarians and Research Data Management. The results of this study indicate that there are three main points to support data management research activities, namely providing access, advocacy and support, and managing data. At each of these points, the librarian competencies required are elaborated. From the three points, twenty-two librarian competencies needed in the data management research activity were obtained.
Keywords:
Research Data Management
Introduction
Perpustakaan perguruan tinggi secara umum merupakan lembaga penyedia informasi yang diperuntukan untuk kalangan civitas akademik. Secara definitif perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang tergabung dalam lingkungan lembaga pendidikan tinggi, baik berupa perpustakaan universitas, perpustakaan fakultas, perpustakaan akademik, serta perpustakaan sekolah tinggi.1 Karakteristik khusus dari perpustakaan perguruan tinggi yaitu mempunyai fungsi dalam pengelolaan serta penyimpanan hasil penelitian yang dihasilkan oleh kalangan civitas akademik dalam hal ini yaitu mahasiswa 1 Sjahrial-Pamuntjak, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 2000), 4. LIBRIA, Vol. 12, No.2, Desember 2020 Page 180 dan dosen. Hasil penelitian pada konteks perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia pada umumnya berupa skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Berbagai kegiatan teknis yang dilakukan oleh perpustakaan tidak bisa dilepaskan dari peran seorang pustakawan. Secara istilah pustakawan yaitu seseorang yang memberikan dan melaksanakan kegiatan di perpustakaan dalam upaya pemberian layanan kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi lembaga induknya.2 Kegiatan teknis yang dimaksud umumnya mencakup kegiatan pengolahan bahan pustaka, organisasi informasi, dan kegiatan teknis yang berhubungan dengan pelayanan kepada pemustaka. Tanpa adanya seorang pustakawan, informasi yang dimiliki oleh perpustakaan kemungkinan besar tidak akan termanfaatkan dengan maksimal. Era yang serba digital pada saat ini membawa banyak perubahan di segala lini kehidupan manusia. Kehadiran teknologi informasi menjadikan berbagai pekerjaan manusia semakin cepat dan mudah. Banyak pekerjaan manusia yang dahulu dikerjakan secara konvensional namun sekarang ini sudah digantikan oleh kecanggihan teknologi. Kaitannya dengan perpustakaan, saat ini banyak perpustakaan yang sudah menerapkan teknologi informasi misalnya, penggunaan Online Public Acces Catalog (OPAC), peminjaman dan pengembalian mandiri yang menggunakan perangkat komputer, Radio Frequency Identification (RFID), dan masih banyak lainnya. Meskipun dengan adanya teknologi informasi yang meringankan pekerjaan teknis di perpustakaan, pustakawan tetap dituntut untuk mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang kerjanya untuk mengikuti pola perubahan zaman yang ada. Karena pada dasarnya pustakawan harus mampu memenuhi harapan dan kebutuhan penggunanya serta harus senantiasa beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Menurut Priyanto, pemustaka 2 Sulistyo-Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan (Jakarta: Gramedia Pustaka, 1993), 8. Page | 181 LIBRIA, Vol. 12, No.2, Desember 2020 saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut, (1) memiliki periode kehidupan berbeda, (2) tidak lagi mengenal dunia tradisional, lahir di era komputer, (3) tumbuh di era internet, (4) tidak lepas dari teknologi baru, (5) berharap informasi instan dan disimpan dalam format digital dan bisa dimodifikasi sendiri.3 Pada konteks perpustakaan perguruan tinggi penerapan teknologi informasi salah satunya bisa dilihat dari pengelolaan data hasil penelitian. Saat ini hampir semua perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia sudah memiliki sebuah portal digital berupa institusional repositori yang dipergunakan menghimpun karya ilmiah berupa skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian dalam format digital dan dapat diakses secara online. Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai peran yang sentral dalam pengelolaan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian, maka dari itu perpustakaan harus benar-benar mampu mengelola informasi berupa data hasil penelitian secara efisien dan efektif. Seiring dengan berjalannya waktu dalam perkembangan perpustakaan perguruan tinggi, muncul istilah RDM (Research Data Management) atau manajemen data penelitian. RDM ini sudah banyak menjadi topik bahasan pada beberapa acara seminar yang diselenggarakan oleh beberapa perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. RDM sudah banyak diterapkan di beberapa perpustakaan perguruan tinggi di luar negeri, contohnya yaitu perpustakaan National University of Singapore.4 Research data management ini hampir sama dengan repositori yang banyak digunakan di perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Namun, ada sedikit perbedaan antara repositori dan RDM yang dapat dilihat yaitu memanajamen data penelitian secara kompleks dan menyeluruh. Lebih lanjut kegiatan yang dilakukan pada lingkup RDM ini meliputi perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengelolaan, penyimpanan, keamanan, pencadangan, pemeliharaan, dan berbagi data yang memastikan 3Ida Fajar Priyanto, Perpustakaan Digital: Apa dan Bagaimana, (Yogyakarta, 2009), 43. 4Rahmat Fadhli, "Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Research Data Management Untuk Mendukung Scholary Communication”, Jurnal Khazanah Al-Hikmah, Vol 6, No. 2 (Juli-Desember 2018), 122-130. LIBRIA, Vol. 12, No.2, Desember 2020 Page 182 data penelitian dikelola sesuai undang-undang, hukum, dan etika.5 Peran seorang pustakawan sangat dibutuhkan apabila RDM ini hendak diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Pustakawan harus cakap serta memiliki kompetensi yang mumpuni. Mengingat kegiatan research data management ini belum banyak diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan uraian diatas, pada tulisan ini akan membahas mengenai kompetensi apa saja yang diperlukan oleh seorang pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi dalam rangka kegiatan research data management karena pada dasarnya setiap hal baru perlu adanya kesiapan serta kompetensi yang perlu dimiliki. Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan serta pengetahuan kepada para pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi mengenai kompetensi apa saja yang diperlukan dalam kegiatan research data management. 5Angus Whyte dan Jonathan Tedds, "Making the Case for Research Data Management". A Digital Curation Centre Briefing Paper (September, 2011), 1-8.
Method
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur melalui penelusuran informasi yang bersumber dari karya ilmiah yang telah dipublikasikan sebelumnya dengan topik bahasan yang sama yaitu mengenai kompetensi pustakawan dan research data management. Informasi yang diperoleh selanjutnya dipergunakan untuk pembatasan serta pembahasan pada subyek makalah ini yaitu kompetensi pustakawan dalam research data management.
Discussion
Pada dasarnya kegiatan research data management ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Mengingat peran perpustakaan perguruan tinggi yang sentral dalam mengelola serta menyimpan berbagai hasil penelitian yang dihasilkan oleh civitas akademik. Menurut Shearer, kegiatan RDM dapat dikategorikan dalam tiga poin utama yaitu menyediakan akses, advokasi dan dukungan, dan mengelola data. Sebelum membahas mengenai kompetensi pustakawan, terlebih dahulu penulis paparkan mengenai unsur pendukung yang perlu disiapkan oleh perpustakaan dalam rangka kegiatan research data management ini. Hal tersebut perlu dilakukan supaya pustakawan dalam melaksanakan kegiatan tersebut bisa berjalan sesuai apa yang dikehendaki. Berikut poin- poinnya:19 1) Menyediakan Akses Dalam rangka menyediakan akses data untuk menunjang kegiatan research data management ini perpustakaan harus: a) Mengidentifikasi dan temuan berbagai kumpulan data yang ada b) Memberikan dukungan untuk akses c) Mengidentifikasi perangkat lunak dalam rangka alat temu kembali d) Memberikan dukungan untuk kutipan dan referensi data 2) Advokasi dan Dukungan Hal-hal yang perlu disiapkan oleh perpustakaan terkait dengan advokasi dan dukungan, meliputi: a) Mengartikulasian manfaat manajemen data penelitian b) Mempromosikan mengenai pentingnya sharing data untuk digunakan kembali. c) Memberikan wawasan berupa pelatihan kepada pustakawan tentang kebijakan data penelitian yang relevan. Pelatihan dapat berupa, mengajarkan literasi data (standar metadata, format metadata, dan lain sebagainya). d) Mengidentifikasi alur kerja layanan yang efektif. e) Mengidentifikasi repositori atau arsip data untuk penyimpanan. f) Melakukan audit data meliputi, identifikasi tentang data di kampus, mengembangkan profil kurasi data. 3) Mengelola Data Untuk kegiatan mengelola data, hal yang perlu disiapkan oleh perpustakaan yaitu diantaranya: a) media digital dan migrasi data. b) Selanjutnya, Mempersiapkan berbagai data yang tersedia. c) Melakukan penilaian dan pemilihan data kedalam repositori. d) Melakukan manajemen data berupa pengelolaan data dan metadata. Melakukan pelestarian, kegiatan pelestarian ini meliputi, memastikan keaslian data, melakukan pencadangan dan penyimpanan, melakukan pembaharuan Shearer menjelaskan untuk mendukung kegiatan Research Data Management di perpustakaan perguruan tinggi, beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan, meliputi:20 Pertama, kaitannya dengan menyediakan akses ke data, pustakawan harus memiliki pengetahuan tentang, (1) pusat data, repositori, koleksi serta mekanisme untuk temu kembali, (2) teknik dan alat manipulasi dan analisis data, (3) cara menyusun data dalam koleksi, (4) mengetahui masalah lisensi, hak cipta, dan hak atas kekayaan intelektual. Kedua, kaitannya dengan advokasi dan dukungan dalam mengelola data, seorang pustakawan harus mempunyai pengetahuan tentang, (1) tentang kebijakan dan persyaratan penyandang dana, (2) cara praktik terbaik dalam menyusun struktur data, jenis, format, kosa kata, ontologi, dan metadata, (3) rencana pengelolaan data beserta alat pendukungnya, (4) berbagai syarat mengenai publikasi data jurnal, (5) pilihan opsi sharing data, open acces, dan lisensi, (6) tentang praktik kutipan dan referensi data. Selanjutnya pustakawan harus memiliki kemampuan untuk memahami, (1) praktik dalam sebuah penelitian dan alur kerja, (2) norma atau aturan dan standar disiplin untuk manajemen data, (3) mengartikulasikan manfaat sharing data dan menggunakan atau memanfaatkannya kembali, (4) melakukan audit data dan alat penelitian. Ketiga, kaitannya dalam mengelola data, pustakawan harus memiliki pengetahuan tentang, (1) tentang standar dan format metadata, ontologi domain, dan pengidentifikasian data, (2) jenis dan struktur desain basis data, (3) teknik penghubungan dan integrasi data, (4) repositori dan berbagai platform yang dipergunakan dalam penyimpanan data. Kemudian seorang pustakawan harus memiliki kemampuan dalam hal, (1) untuk memilih dan menilai sebuah data, (2) berperan aktif mengelola data-data penelitian, (3) melakukan kegiatan pelestarian koleksi atau preservasi, (4) menerapkan prosedur forensik dalam kurasi digital. Lebih lanjut Shearer juga menjelaskan mengenai deskripsi kerja pustakawan dan layanan di perpustakaan perguruan tinggi terkait dengan research data management yaitu, (1) Menyediaan akses ke data penelitian, dibutuhkan seorang pustakawan data, (2)
Conclusion
Research Data Management (RDM) merupakan salah satu kegiatan mengelola data hasil penelitian di perpustakaan perguruan tinggi. Ruang lingkup RDM ini, meliputi perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengelolaan, penyimpanan, keamanan, pencadangan, pemeliharaan, dan sharing data yang memastikan data penelitian dikelola sesuai undang-undang, hukum, dan etika.21 Pustakawan harus cakap serta memiliki kompetensi yang mumpuni dalam kegiatan research data management ini. Kompetensi yang dibutuhkan dalam kegiatan RDM ini meliputi Pertama, kaitannya dengan menyediakan akses ke data, pustakawan harus memiliki pengetahuan tentang (1) pusat data, repositori, koleksi serta mekanisme untuk temu kembali, (2) teknik dan alat manipulasi dan analisis data, (3) cara menyusun data, (4) mengetahui masalah lisensi, hak cipta, dan hak atas kekayaan intelektual. Kedua, kaitannya dengan advokasi dan dukungan dalam mengelola data, seorang pustakawan harus mempunyai pengetahuan tentang, (1) tentang kebijakan dan persyaratan penyandang dana, (2) cara praktik terbaik dalam menyusun struktur data, jenis, format, kosa kata, ontologi, dan metadata, (3) rencana pengelolaan data beserta alat pendukungnya, (4) berbagai