Kembali
16
1
2020 PUBLIS (Publication Library and Information Science) Vol 4 · 1 ISSN 2598-7852

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PADA UNIVERSITAS ANDALAS

Universitas Padjadjaran; Universitas Andalas

Abstrak

Perpustakaan adalah unit kerja yang mengolah, menyimpan, melestarikan dan menyebarluaskan informasi kepada pemustaka (pengguna perpustakaan). Perpustakaan sebagai jantungnya Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Dalam pengelolaan perpustakaan beberapa Perguruan Tinggi sudah menggunakan sistem informasi manajemen perpustakaan, termasuk perpustakaan Universitas Andalas. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dan menggunakan data sekunder dan wawancara dengan salah satu pustakawan Universitas Andalas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan Universitas Andalas sudah menerapkan sistem infromasi manajemen perpustakaan. Penerapan yang dilakukan mulai dari proses meminjam hingga proses pengembalian buku sudah menerapkan sistem informasi manajemen perpustakaan. Simpulan: Penerapan sistem informasi manajemen perpustakaan pada Universitas Andalas sudah diterapkan dengan baik dengan fasilitas yang memadai.

Abstract

Library is a work unit that processes, stores, preserves and disseminates information to users (library users). Library as the centre of tertiary institutions has an important role to support the teaching and learning process. In the management of libraries, several universities have used library management information systems, including the library of Andalas University. The method used is descriptive qualitative and uses secondary data and interviews with one of Andalas University librarians. The results showed that the library of Andalas University had implemented a library management information system. The application was carried out starting from the process of borrowing to the process of returning books that have implemented a library management information system. Conclusion: The application of the library management information system at Andalas University has been implemented well with adequate facilities.
Keywords: Information · library · system

Introduction

Era revolusi informasi 4.0, sistem informasi sangat dibutuhkan dalan suatu perusahaan ataupun organisasi karena ini akan dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan dan dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Teknologi digital karena adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan menimbulkan perubahan yang signifikan pada teknologi saat ini, disebut sebagai era digital (Budihartanti et al,. 2019). Sistem informasi akan membantu dalam pengolahan data, dalam meningkatkan kualitas informasi dan kontrol manajemen. Menurut Anggadini (2013), terdapat tiga aktivitas dasar di dalam sistem informasi, yaitu: input (masukan), processing (pemrosesan) dan output (keluaran). Sistem Informasi Manajemen adalah sistem yang akan memudahkan dalam proses pengelolaan suatu organisasi. Sistem informasi manajemen ini merupakan hal yang diwajibkan bagi sebuah institusi termasuk perpustakaan. Pelaksanaan Sistem informasi manajemen perpustakaan tidak akan berjalan secara efektif dalam melakukan pelayanan jika tidak didukung oleh sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang memadai sebagai pengelola perpustakaan. Dalam pemberian layanan membutuhkan sistem agar proses pelayanan dan pengolahan bahan pustaka bisa berjalan dengan cepat (Negara & Marlini, 2018). Sistem Informasi manajemen perpustakaan menggunakan teknologi informasi. Menurut wibowo et al. (2017) Penggunaan teknologi informasi dapat memberikan penghematan biaya dalam perawatan koleksi dan tentunya kemudahan dan penghematan bagi penggunanya. Perpustakaan adalah unit kerja yang mengolah, menyimpan, melestarikan dan menyebarluaskan informasi kepada pemustaka (pengguna perpustakaan). Menurut Irawan dan Najiullah (2015) bahwa kualitas layanan harus menerapkan standar proses dalam suatu layanan perpustakaan agar dapat memenuhi harapan dan tuntutan pengguna. Pengguna perpusakaan akan merasa puas jika kualitas layanan perpustakaan sesuai dengan yang diharapkan. Sebaliknya bila kualitas layanan lebih rendah dari yang diharapkan maka tidak ada kepuasan pengguna perpustakaan itu sendiri . Perpustakaan sebagai jantungnya Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Beberapa Perguruan Tinggi dalam pengelolaan perpustakaan sudah menggunakan sistem informasi manajemen perpustakaan, termasuk perpustakaan Universitas Andalas. Perpustakaan dengan system manajemen menggunakan teknologi informasi ditambah koleksi-koleksi digital baik berupa jurnal, e-book, CD audio, maupun koleksi video (Supriyanto & Muhsin, 2012). Perpustakaan Universitas Andalas telah menerapkan sistem informasi yang memfasilitasi seluruh proses pelayanannya. Proses pelayanan di perpustakaan Universitas Andalas meliputi pelayanan pemustaka dan pelayanan teknis. Pelayanan pemustaka adalah pelayanan yang berkaitan dengan keanggotaan, sirkulasi koleksi perpustakaan, bebas pustaka, verifikasi tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) dan sumbangan buku mahasiswa. Pelayanan teknis meliputi seleksi /pemilahan usulan buku pengadaan, katalogisasi dan klasifikasi, serta koleksi perpustakaan. Keunggulan perpustakaan Universitas Andalas yaitu penggunaan software SLIMS (Senayan Library Information System). Software SLIMS memiliki kemampuan dalam penginputan koleksi perpustakaan, melakukan information retrieval (temu balik informasi), melakukan transaksi sirkulasi, stock opname (cacah ulang) dan weeding (penyiangan). Rumusan masalah: 1 Bagaimana peranan Sistem Informasi Manajemen pada Perpustakaan Universitas Andalas? 2 Aplikasi apa yang digunakan pada perpustakaan Universitas Andalas? 3 Bagaimana proses pengelolaan perpustakaan pada Universitas Andalas? Tujuan Penelitian: 1 Untuk mengetahui peranan Sistem Informasi Manajemen pada Perpustakaan Universitas Andalas. 2 Untuk mengetahui aplikasi yang digunakan pada perpustakaan Universitas Andalas. 3 Untuk mengetahui proses pengelolaan perpustakaan pada Universitas Andalas. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Sistem Sistem informasi merupakan hal yang tidak dapat kita hindari saat ini, karena setiap segi kehidupan kita menggunakan sistem informasi sebagai alat untuk mempermudah suatu pekerjaan. Dalam pengambilan keputusan atau pun mencari solusi dari permasalahan suatu organisasi, sistem informasi sering digunakan karena dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan tersebut. Sejalan dengan itu, inti dari kegiatan manajemen adalah pengambilan keputusan, maka lahirlah sistem informasi manajemen. Sistem informasi secara teknis diartikan sebagai seperangkat komponen yang saling berkaitan dalam pengumpulan, proses, penyimpanan, dan mendistribusikan informasi untuk pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam suatu organisasi (Laudon, 2014). Sistem informasi dikembangkan dan dibangun karena memiliki manfaat yang besar bagi komponen sistem di dalam suatu manajemen organisasi atau perusahaan. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Anggadini (2013), terdapat tiga aktivitas dasar di dalam sistem informasi, yaitu: input (masukan), processing (pemrosesan) dan output (keluaran). Ketiga aktivitas dasar ini akhirnya menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi dalam pengendalian operasi, analisis permasalahan, pengambilan keputusan, maupun penciptaan produk atau jasa baru. Data mentah dikumpulkan melalui input, kemudian dikonversi menjadi bentuk yang lebih memiliki arti dengan process, kemudian data yang sudah diproses menjadi informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang akan menggunakan dengan peran output. Maanfaat dari sistem informasi dapat diklasisikasi sebagai berikut: Pengertian Perpustakaan Perpustakaan merupakan suatu unit kerja dalam suatu badan atau organisasi yang berisi koleksi buku atau pustaka lainnya. Satuan unit kerja ini merupakan bagian dari organisasi diatasnya yang lebih tinggi atau lebih besar. Perpustakaan yang berdiri sendiri seperti perpustakaan umum, Unit Pelaksana Teknis perpustakaan pada universitas, dan perpustakaan nasional. Sedangkan, perpustakaan yang merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar seperti perpustakaan khusus atau kedinasan, dan perpustakaan sekolah. (Suwarno, 2016). Perpustakaan dikelola oleh staff administrasi yang mempunyai tupoksi pada bagian itu. Petugas perpustakaan memberikan pelayanan kepada para pengunjung perpustakaan untuk membantu jika memerlukan buku atau lainnya. Menurut Khozin (2013) pustakawan adalah orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka. IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) menyatakan bahwa pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu pengetahuan, dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Penginputan Koleksi Perpustakaan Penginputan koleksi perpustakaan adalah proses memasukkan data bibliografi koleksi perpustakaan baik berupa buku, skripsi, tesis dan disertasi serta laporan penelitian. Koleksi buku diinput oleh bidang Pengolahan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan sedangkan penginputan skripsi, tesis dan disertasi serta laporan penelitian dilakukan oleh Bidang Local Content. penginputan dilaksanakan setelah koleksi buku atau skripsi, tesis, disertasi serta laporan penelitian ditentukan nomor kelas dan diklasifikasikan subyeknya melalui Daftar Tajuk Subyek Indonesia atau Library of Congress Subject Heading). Temu Balik Informasi Temu Balik Informasi adalah proses menemukan kembali informasi yang terdapat dalam database. Pemustaka yang ingin melakukan penelusuran dapat melakukannya dengan cara menelusur informasi melalui pengarang, judul atau subyek. Sirkulasi Perpustakaan Pada prinsipnya jika suatu instansi menggunakan sistem manajemen berbasis teknologi dalam mengelola perpustakannya, maka ini akan memudahkan suatu pekerjaan para petugas perpustakaan dalam memberikan pelayanan. Salah satu bagian layanan yang terpenting pada perpustakaan adalan bagian layanan sirkulasi. Kegiatan pada bagian layanan sirkulasi menjadi citra bagi perpustakaan. Baik tidaknya sebuah perpustakaan berkaitan erat dengan bagaimana layanan perpustakaan diberikan kepada pemustaka. Perpustakaan akan dinilai baik secara keseluruhan oleh pemustaka jika kualitas layanan yang diberikan sangat baik, namun sebaliknya perpustakaan akan dinilai buruk secara keseluruhan jika kualitas layanan yang diberikan buruk (Khozin, 2013). Semakin banyaknya pengunjung perpustakaan/pemustaka maka para petugas perpustakaan semakin dituntut dalam meningkatkan kinerjanya. Selain itu penempatan petugas atau tenaga kerja yang tepat mempengaruhi pelayanan. Stock Opname Definisi Stock opname menurut Sulistyo – Basuki (1992), merupakan pekerjaan yang mencakup verifikasi lokasi dokumen, pemeriksaaan atas dokumen yang tidak ada di tempat atau hilang atau sedang dipinjam, serta pemeriksaan keadaan koleksi. Stock Opname dapat dikatakan bentuk kegiatan menghitung ulang jumlah koleksi perpustakaan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah riil koleksi perpustakaan. Kegiatan stock opname dilakukan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Idealnya stock opname dilakukan sekali setahun. Weeding Menurut Dictionary of Library and Information Science (dalam Sugana, 2011), weeding merupakan proses menentukan koleksi apa saja yang akan ditarik secara permanen dan menentukan kriteria koleksi yang akan disiangkan, khususnya terhadap tumpukan-tumpukan buku yang membuat kapasitas ruang terbatas. Pada perpustakaan umum biasanya menyiangi secara rutin dengan dasar sirkulasi, sedangkan perpustakaan akademik weeding jarang dilakukan. Terkadang hanya dilakukan pada rak-rak buku yang berantakan dan bila ada terjadi perubahan kurikulum. Penyiangan (weeding) adalah upaya pemberdayaan koleksi bahan pustaka terhadap koleksi lama, agar tempat penyimpanan bahan pustaka dapat dioptimalkan dan bermanfaat bagi pemustaka dengan memisahkan koleksi yang sudah rusak, eksemplar yang terlalu banyak, sudah ada edisi terbaru, kurang pragmatis, dan bahasa yang digunakan sulit dipahami oleh pemustaka. Kegiatan penyiangan dilakukan agar tidak menumpuknya koleksi lama di perpustakaan, dan tempat yang digunakan sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk koleksi terbaru. Sehingga koleksi yang ada di perpustakaan selalu berdaya guna dan diminati oleh pemustaka. Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Penerapan Sistem Informasi Perpustakaan mutlak sangat diperlukan setiap organisasi termasuk Perpustakaan. Penerapan sistem informasi manajemen perpustakaan akan terhambat apabila tidak didukung oleh sarana prasarana dan sumber daya manusia selaku pengelola perpustakaan. Menurut Pratama et al., (2018) mengatakan bahwa sistem informasi manajemen akan sangat bagus apabila fitur yang digunakan disesuaikan dengan analisis kebutuhan. Sistem informasi manajemen ini dirancang untuk menimbulkan perubahan alur informasi dalam suatu organisasi agar pelaksanaan manajerial dapat berlangsung secara efektif dan efesien. strategis. Implementasi Sistem Informasi Manajemen di Perpustakaan meliputi Bidang Pelayanan teknis dan Pelayanan Pemustaka. Bidang Pelayanan teknis mencakup pengolahan koleksi, pelaporan jumlah dan jenis koleksi perpustakaan sampai penyimpanan informasi koleksi tersebut dalam pangkalan data sedangkan dalam pelayanan pemustaka mencakup proses temubalik informasi melalui OPAC (Online Public Access Catalogue), transaksi sirkulasi, pencatatan informasi tunggakan denda dan penghapusan keanggotaan.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Wawancara dilakukan kepada pustakawan Universitas Andalas dan menggunakan data sekunder serta beberapa literature review dari sumber penelitian sebelumnya dan buku-buku. Wawancara yang dilakukan adalah penulis melakukan wawancara kepada salah satu pustakawan di Universitas Andalas untuk mendapatkan informasi bagaiaman penggunaaan sistem informasi manajemen perpustakaan di Universitas Andalas. Bagaimana proses peminjaman, administrasi, jumlah buku, dan berapa pustakawan yang ada pada Universitas Andalas, bagaimana proses layanan yang diberikan dan hingga proses pengembalian buku. Selain wawancara, penulis juga melakukan studi kepeustakaan berdasarkan sumber penelitian sebelumnya untuk mendapatkan informasi bagaimana sistem informasi manajemen perpustakaan yang menggunakan teknologi informasi.

Result

Sirkulasi Perpustakaan Universitas Andalas Layanan Sirkulasi bertanggungjawab terhadap transaksi peminjaman, perpanjangan masa pinjam dan pengembalian koleksi perpustakaan. Pada layanan ini tersedia koleksi yang dapat dipinjamkan untuk dibawa pulang oleh anggota sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Layanan ini telah dilengkapi dengan sistem peminjaman mandiri. Dengan sistem ini pemustaka dapat langsung melakukan transaksi peminjaman buku melalui anjungan mandiri. Setelah melakukan transaksi, pemustaka memperlihatkan print out bukti transaksi kepada petugas. Layanan sirkulasi berada dilantai I (satu) gedung perpustakaan. Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Andalas Dalam Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Universitas Andalas memiliki beberapa bagian yang saling mendukung, sehingga sistem informasi manajemen tersebut berjalan dengan baik. Dalam sistem informasi manajemen terdapat lima komponen : 1. Hardware (Perangkat Keras) Perpustakaan Universitas Andalas menggunakan hardware antara lain :  60 unit personal computer dalam mengakses koleksi yang ada. Dengan layanan peminjaman mandiri, pemustaka dapat melakukan peminjaman sendiri tanpa dibantu oleh petugas.  15 scanner untuk pindai barcode (5 scanner untuk pemindaian peminjaman mandiri, 7 scanner untuk pemindaian koleksi buku dan 3 scanner untuk pemindaian koleksi skripsi)  7 scanner untuk pindai cover  Wi fi router setiap lantai  Workstations di setiap lantai  8 buah printer Gambar 1 Anjungan peminjaman mandiri 2. Software (Perangkat Lunak)  SLIMS, sebagai perangkat lunak sistem informasi perpustakaan. Perpustakaan Universitas Andalas mulai menggunakan SLIMS pada tahun 2012. SLIMS merupakan Apache Web Server yang di bundled antara MySQL dan PHP.  OPAC (Online Public Acces Catalog) sebagai bagian dari SLIMS menjadi sistem katalog yang dapat diakses secara umum yang dapat digunakan untuk menelusuri dan memastikan apakah koleksi tersebut tersedia atau sedang dipinjam serta untuk mendapatkan informasi tentang lokasi koleksi. Sistem ini dapat diakses dimanapun secara daring. 3. Sumber Daya Manusia Gambar 2 Pemetaan staf perpustakaan Universitas Andalas Perpustakaan Universitas Andalas memiliki 37 sumber daya manusia yang terdiri dari 27 orang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan 10 orang non PNS. Terbagi juga dengan 7 Pustakawan Ahli dan 11 Pustakawan terampil dengan pendidikan non Perpustakaan. Dengan rentang latar belakang pendidikan terakhir S2 (1 Orang); S1 (9 Orang), D3 (11 Orang); D2 (4 Orang); dan SLTA (12 Orang). 4. Koleksi Terdapat beberapa macam dokumen yang menjadi koleksi Perpustakaan Universitas Andalas yang kesemuanya sudah dapat ditelusuri ketersediaannya secara digital: Jenis Koleksi Jumlah Textbook 115308 Skripsi 34088 Referensi 8141 Jurnal 7346 Tesis 3320 Laporan hasil penelitian 3066 Fiksi 761 Koleksi umum/popular 573 Cakram digital 548 Disertasi 356 Referensi-Biografi/AutoBiogr 109 Referensi-Terb. Pemerintah 101 Referensi - Ensiklopedia 73 Referensi - Handbook 57 Referensi - Buku Tahunan 52 Referensi - Kamus 40 Referensi - Atlas 18 Referensi - Prosiding 12 Referensi - Bibliografi 12 Referensi - Monograf 9 Terb. Internasional - Referens 8 Referensi - Indeks / Abstrak 4 Key 4 Manuskrip 4 Referensi - Direktori 1 Tabel 1 Jumlah koleksi Perpustakaan Universitas Andalas Berikut adalah sistem yang ada di Perpustakaan Universitas Andalas SLiMS (Senayan Library Management System) Senayan Library Management System (SLiMS), adalah perangkat lunak Open Source Software (OSS) berbasis web yang dapat memenuhi kebutuhan otomasi sistem manajemen perpustakaan yang berlisensi GPL v3. Aplikasi web dan dikembangkan oleh tim dari Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. SLiMS dibangun dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Pada tahun 2009, SLiMS memenangi INAICTA 2009 untuk kategori open source. SLiMS pertama kali digunakan di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Pengembangan SLiMS dilakukan oleh SDC (Senayan Developers Community), antara lain Komunitas SLiMS Jogja, komunitas SLiMS Jakarta, komunitas SLiMS Surabaya, komunitas SLiMS Malang, komunitas SLiMS Madiun, komunitas SLiMS Kudus, komunitas SLiMS Solo, komunitas SLiMS Aceh. Perkembangan SLiMS diiringi bertambahnya jumlah pengguna software SLiMS tiap tahunnya. Pada tahun 2014 forum SLiMS mencatat sebanyak 813 pengguna SLiMS dan Union Catalog dari berbagai daerah di Indonesia. SLiMS terus mengalami kemajuan dengan meningkatkan versinya yang semakin kompleks sehingga dapat memenuhi kebutuhan perpustakaan. Dalam setiap rilis Senayan, saat ini didistribusikan dalam dua versi. Pertama, SLiMS Source. Yaitu hanya aplikasi SLiMS yang ditujukan untuk pemakai tingkat lanjut, atau mereka yang sudah memiliki komputer dimana web server (biasanya Apache), PHP dan MySQL sudah terinstall sebelumnya. Pengguna sistem operasi selain Windows juga menggunakan distribusi ini. Gambar 3 Sistem Pencarian katalog Perpustakaan Universitas Andalas berbasis web Kedua adalah distribusi Portable Senayan (psenayan). Yaitu SLiMS yang sudah dipaketkan dengan Apache, PHP dan MySQL. Sehingga pengguna tinggal copy, ekstrak, dan gunakan. Ditujukan untuk pengguna Windows yang biasanya masih awam dengan persyaratan software yang harus tersedia untuk menjalankan SLiMS. Dalam melakukan pengembangan SLiMS, kira-kira 95% dilakukan pada platform GNU/Linux. Penggunaan Windows dalam pengembangan hanya sebatas pembuatan distribusi Portable Senayan dan ujicoba. Pengembangan Bisnis Komersial berupa: dukungan layanan korporasi dan terdedikasi, web hosting SLiMS, sponsorship modul. Proses Pengelolaan Pepustakaan Universitas Andalas Perpustakaan Universitas Andalas hampir secara keseluruhan sudah dikelola menggunakan sistem informasi yang terotomasi. Dua kegiatan terpenting dalam mekanisme perpustakaan perguruan tinggi adalah layanan peminjaman dan bebas pustaka, di Universitas Andalas, kedua kegiatan ini sudah dilakukan secara otomasi dan mandiri.  Layanan Peminjaman Buku : Mahasiswa (peminjam) menuju anjungan mandiri untuk melakukan pencarian dan ketersediaan buku, setelah itu barcode dipindai, peminjam melakukan pencetakan tanda bukti transaksi, lalu tanda bukti tersebut diserahkan pada petugas. Gambar 4 Prosedur layanan peminjaman mandiri Perpustakaan Universitas Andalas  Layanan Bebas Pustaka Mahasiswa mengembalikan buku pinjaman, membayar denda-denda, melakukan pengunggahan tugas akhir, mengisi formulir pernyataan unggah tugas akhir, melakukan validasi dan verifikasi akhir. Layanan bebas pustaka bertujuan untuk menyelesaikan administrasi peminjaman maupun penghimpunan tugas akhir sebagai syarat pengambilan ijazah. Gambar 5 Prosedur layanan bebas pustaka Perpustakaan Universitas Andalas

Discussion

Teknologi Informasi di Perpustakaan Universitas Andalas diawali pada tahun 1997 dengan menggunakan komputer yang belum terhubung ke komputer lain. Pada tahun 2002, Perpustakaan Universitas Andalas memasang jaringan Local Area Network (LAN). Dengan adanya LAN pemustaka maupun pustakawan lebih dipermudah dalam mengakses informasi. Dalam pengaplikasian sistem automasi, Perpustakaan Universitas Andalas menggunakan program SIPISIS. Tahun 2004 software SIPISIS diganti dengan CDS/ISIS Versi Windows atau lebih dikenal sebagai WINISIS. Penggunaan software WINISIS ini dirasakan lebih mudah karena prinsip-prinsip dasar program berbasis Windows ini sama dengan program SIPISIS (Rahmayanti & Ardoni, 2012). Penerapan sistem automasi untuk pengatalogan bahan pustaka sangat membantu Perpustakaan Universitas Andalas karena menghemat waktu dan tenaga. Perpustakaan membutuhkan waktu yang lama dalam pengatalogan bahan pustaka jika hal itu dilakukan secara manual, tetapi dengan menggunakan sistem automasi sangat membantu perpustakaan dalam melakukan semua kegiatan secara cepat dan tepat dengan hasil yang memuaskan. Perpustakaan Universitas Andalas menggunakan OPAC untuk mempermudah pemustaka dalam menemukan informasi mengenai buku yang dicari. Dengan menggunakan OPAC pemustaka tidak perlu menyisiri satu persatu buku yang ada di perpustakaan. Melalui OPAC pemustaka dapat menelusuri dengan mengetikkan berbagai pilihan mulai dari istilah, kamus istilah, subjek, judul, pengarang. Pada tahun 2012, Perpustakaan Universitas Andalas tidak lagi menggunakan WINISIS. Perpustakaan Universitas Andalas mulai mengunakan SLIMs. Alasan penggunaan SLIMs agar Perpustakaan Universitas Andalas mempunyai kebebasan untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi dan mendistribusikan perangkat lunak yang digunakan. SLiMS. Disamping itu, software SLIMs dapat diperoleh secara gratis karena penggunaan SLIMs di Perpustakaan Perguruan Tinggi secara umum adalah rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Langkah yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Andalas adalah melakukan migrasi data dari WINISIS ke SLIMs dengan melakukan kegiatan sebagai berikut : (1) Proses migrasi sistem otomasi SIPISIS ke SLiMS yang dilakukan melalui 2 (dua) tahap yaitu, tahap persiapan, Persiapan hardware dan software, Pelatihan dasar pustakawan bidang otomasi SLiMS. Dan tahap kedua yaitu tahap implementasi SLiMS, terdiri dari Migrasi database dari WINISIS ke SLiMS, dan Implementasi untuk keseluruhan jenis layanan; (2) Migrasi sistem dapat dilaksanakan dengan cepat dan lancar karena persiapan yang memadai, dan tidak melakukan trial; (3) Sarana penelusuran informasi menggunakan OPAC yang telah berbasis web, advanced search dan boolean’s Logic; (4) Sarana layanan sirkulasi SLiMS telah dilengkapi sistem barcode, dan sistem ini sangat fleksibel; (5) Perpustakaan bisa melakukan pembedaan untuk ragam tipe jenis anggota dan ragam jenis kategori peminjaman dengan menggunakan sistem otomasi SLiMS; (6) Sarana statistik dan pelaporan dapat langsung dicetak dengan mudah, maka kegiatan pembuatan statistik dan pelaporan menjadi lebih efektif dan efisien. Agar penginputan data tidak bermasalah dalam menentukan kata kunci, ada baiknya pustakawan melihat Tajuk Kendali Perpustakaan Nasional yang dapat dilihat secara online di https://tajukonline.perpusnas.go.id/. Agar pemustaka dapat dengan mudah menemubalik informasi ada baiiknya dilaksanakan pendidikan pemustaka. Pemustaka diajarkan bagaimana menemukan koleksi Perpustakaan Universitas Andalas secara efektif dan efisien dengan karakter bolean logic. Sirkulasi dan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Sistem sirkulasi yang sudah diterapkan pada perpustakaan Universitas Andalas adalah dengan menerapkan sistem peminjaman mandiri. Mahasiswa dapat melakukan proses peminjaman secara mandri dengan perangkat yang telah disediakan di bagian anjungan atau pada lantai 1 Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Andalas. Perangkat Hardware telah disediakan oleh Perpustakaan Universitas Andalas dalam memberikan layanan kepada mahasiswa sehingga memudahkan bagi mahasiswa dalam melakukan peminjaman secara mandiri tanpa perlu antri di depan petugas perpustakaan. Namun petugas tetap standby di tempat jika ada mahasiswa yang mendapatkan kesulitas dalam melakukan akses. Proses peminjaman juga sudah menggunakan sistem barcode yang terdiri dari 15 scanner sistem barcode yaitu 5 scanner untuk pemindaian peminjaman mandiri, 7 scanner untuk pemindaian koleksi buku dan 3 scanner untuk pemindaian koleksi skripsi. Jadi masing-masing pemindai akan digunakan untuk 3 aktifitas dari alat pemindaian. Sumber Daya Manusia dan Layanan Perpustakaan Pustakawan pada Universitas Andalas terdiri 37 SDM. Pustakawan orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka (Khozin, 2013). Pustakawan Universitas Andalas tersebar di berbagai unit layanan sehingga akan memudahkan bagi mahasiswa jika membutuhkan layanan dan informasi jika mendapat kesulitas dalam melakukan peminjaman, administrasi perpustakaan dan lainnya. Mahasiswa yang melakukan layanan peminjaman dan melakukan proses secara mandiri termasuk memindai barcode sampai proses keluar bukti transaksi baru setelah itu mahasiswa akan menunjukkan bukti transaksi akan diserahkan kepada petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan juga melakukan stock opname terhadap koleksi buku yang ada. Stock Opname dapat dikatakan bentuk kegiatan menghitung ulang jumlah koleksi perpustakaan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah riil koleksi perpustakaan. Kegiatan stock opname dilakukan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Idealnya stock opname dilakukan sekali setahun.

Conclusion

Universitas Andalas memiliki perpustakaan yang terakreditasi A dari Perpustakaan Nasional RI. Layanan utamanya sudah berbasis pada otomasi sistem informasi. Universitas Andalas menggunakan SLiMS sebagai fitur utama sistem informasi manajemen perpustakaan. Dari rangkaian kajian yang dilakukan, terbukti bahwa manajemen sistem informasi berperan penting di dalam sebuah perpustakaan. Tak hanya membantu, namun sistem informasi juga menjadi penunjang utama dalam sebuah manajemen perpustakaan. Bukan tidak mungkin, kedepannya sistem informasi manajemen dapat menggantikan tenaga manusia secara keseluruhan, mengingat kemudahan dan keterbukaan dalam mengakses sebuah layanan perpustakaan.