KAJIAN COVID-19 PADA BIDANG SAINS INFORMASI DAN KEPUSTAKAAN
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Institut Agama Islam Negeri Kerinci; Universitas Islam Riau
Abstrak
Tujuan kajian ini untuk mengetahui trend kajian Covid-19 berkaitan bidang sains informasi dan kepustakaan, dipublikasikan peneliti dalam negeri maupun luar negeri. Metode digunakan ialah kuantitatif. Data diambil dengan cara penelusuran dokumen terindeks pada portal Google scholar, GARUDA, ResearchGate, Sinta, selama satu bulan (1-28 Februari 2021). Dengan Keyword Covid-19 dan perpustakaan. Data diperoleh diolah dengan Ms.excel sederhana dan diklasifikasi berdasarkan variable diteliti. Diperoleh 34 artikel ilmiah bertemakan Covid-19 berkaitan bidang sains informasi dan kepustakaan. 10 negara mempublikasikan dan umum menerbitkan yaitu peneliti luar negeri. Terdapat 7 topik dikaji seperti layanan dan inovasi perpustakaan di masa Covid19, pustakawan, harapan pemustakan di masa Covid-19, virtual dan litarasi, informasi Covid-19 pada website perpustakaan, kebijakan perpustakaan di masa Covid-19, dan masa depan perpustakaan setelah Covid-19. Kesimpulan penelitian ini (1) jumlah artikel ilmiah dan jumlah penelitinya, belum banyak bidang Sains Informasi dan perpustakaan mengkaitkan dengan Covid-19. Apabila dibandingkan dengan bidang displin pendidikan, hukum serta kesehatan. (2) Belum seluruh Negara di dunia mengulaskannya. Dari 90 jurnal ilmiah dalam negeri di bidang Sains Informasi dan perpustakaan, baru 13 jurnal menerbitkannya. (3) Peneliti dalam negeri hanya beberapa melakukan studi lapangan dan lebih dominan studi pustaka. (4) Topik lebih banyak memfokuskan pada pada aspek layanan, belum ada satupun menyentuh perpustakaan sekolah. Padahal perpustakaan sekolah juga termasuk mengalami dampak dari Covid-19. Bahkan belum banyak mengulas topik etika berinteraksi pemustaka ataupun pustakawan selama menghadapi Covid-19. Sementara hal tersebut diperlukan, sebagai panduan bagi pustakawan maupun pemustaka selama berinteraksi diperpustakaan ataupun daring
Abstract
The purpose of this study is to find out the trend of Covid-19 studies related to the field of information science and literature, published by domestic and foreign researchers. The method used is quantitative. Data was taken by searching indexed documents on the Google Scholar portal, GARUDA, ResearchGate, Sinta, for one month (1-28 February 2021). With Keyword Covid-19 and library. The data obtained were processed with simple Ms. excel and classified based on the variables studied. Obtained 34 scientific articles with the theme of Covid-19 related to the field of information science and literature. 10 countries publish and publicly publish, namely foreign researchers. There are 7 topics studied such as library services and innovations during the Covid-19 period, librarians, expectations of library users during the Covid-19 period, virtual and literacy, Covid-19 information on library websites, library policies during the Covid-19 period, and the future of libraries after Covid-19 19. The conclusion of this study (1) the number of scientific articles and the number of researchers, there are not many fields of Information Science and libraries linking with Covid-19. When compared with the disciplines of education, law and health. (2) Not all countries in the world have reviewed it. Of the 90 domestic scientific journals in the field of Information Science and libraries, only 13 journals publish them. (3) Only a few domestic researchers conduct field studies and literature studies are more dominant. (4) The topic focuses more on the service aspect, none of which has touched the school library. Even though school libraries are also experiencing the impact of Covid-19. Not even discussing the topic of ethics interacting with users or librarians during the face of Covid-19. While this is needed, as a guide for librarians and users during their interactions in the library or online.
Keywords:
Covid-19
· studies
· information science
· literature
Introduction
China merupakan Negara pertama ditemunya Covid-19 dan membawa kecemasan ataupun ketakutan pada komunitas dunia. Bahkan hampir seluruh dunia terkena dampaknya. Sektor-sektor langsung terkena pendemi Covid-19 diantaranya sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, perpustakaan dan sebagainya. Dari sisi ekonomi terjadi PHK atau hilangnya pekerjaan, inflasi dan pembatasan penerbangan (Hanoatubun, 2020: 146-153). Di bidang pariwisata adanya penurunan wisatawan secara drastis (Budiyanti: 2020). Unit pendidikan berpengaruh pada kebijakan belajar-mengajar berbasis daring (Fitri, 2021: 56-72). Bidang perpustakaan berdampak pada penutup layanan perpustakaan (Ari dan Elisa, 2020:8), beberapa program perpustakaan tertunda dilaksanakan (Sukarno, 2020:46), layanan tatap muka diperpustakaan ditutup, 90 persen perpustakaan mengumumkan penutupan (Wang dan Lund, 2020:283). Namun banyak beralih layanan berbasis online (Tammaro, 2020:217 dan Ramadhani, dkk: 2020). Oleh karena itu perpustakaan dituntut berinovasi layanan berbasis digital atau online (Priyadi, Sukaesih, Rukmana dan Samson, 2020: 74-87). Jadi, Covid-19 memberi pengaruh negative dan positif. Sisi positif berdampak pada peningkatan publikasi-publikasi ilmiah bertema Covid-19. Misalnya publikasi pada tahun 2020 isu-isu Covid-19 menjadi topik kajian banyak diulas oleh peneliti, praktisi maupun akademisi (Trysnawati dan Allon, 2020: 203-204). Tidak terkecuali bidang sains informasi dan kepustakaan, ikut serta membahaskan Covid-19 dengan tema kajian beragam-ragam. Diantara kajian sains informasi dan kepustakaan terkait Covid-19 (1) Kajian Ari Haasion dan Elisa Kannasto (2020) berjudul Covid-19 and its impact on Finnish public libraries, (2) Saeed Ullah Jan dan Mukhtiar Ali dengan topik Covid-19 and preventive measures for libraries in covid-19 and preventive measures for libraries in Pakistan: a commentary pakistan: a commentary, dan (3) Samidah Nurmayuni bertema layanan online perpustakaan perguruan tinggi sebelum dan sesudah pendemi Covid-19: studi perpustkaan UIN Sunan Ampel sejak 2018 hingga 2020. Jadi, kajian Covid-19 terkait bidang sains informasi dan kepustakaan memiliki topik bervariasi. Didukung hasil penelitian Trysnawati dan Allon (2020: 207) menunjukkan bidang sains informasi dan kepustakaan berada pada posisi ketiga belas dari 19 bidang disiplin ilmu bertemakan Covid-19. Ini menandakan cukup banyak bidang sains informasi dan kepustakaan mengulas Covid-19. Namun, penelitian Trysnawati dan Allon (2020:204) pembahasannya masih bersifat umum (berbagai disiplin ilmu) di Indonesia. Belum spesifik mengkaji pada bidang sains informasi dan kepustakaan, hanya sebatas menyatakan ada peneliti bidang perpustakaan mempublikasi artikel ilmiah bersentuhan dengan Covid-19 dan hasil kajiannya hanya fokus di Indonesia saja. Kemudian membeda kajian ini, dengan kajian Covid-19 pada bidang sains informasi dan kepustakaan sebelumnya. Pertama, kajian sebelumnya lebih melihat layanan perpustakaan selama pandemic Covid-19 (Campbell, Dumond, and Fink, 2020; John, Margana, Damayanty, Santika, Yogaswara, and Wulandari, 2020; Nurislaminingsih, 2020; Nurislaminingsih Sukaesih, 2020; Maisonah, 2020; Mansourian, 2020; Ma, 2020; Priyadi, Sukaesih, Rukmana, Samson, 2020; Suharso, Arifiyana,. and Wasdiana, 2020; Supriyatno, 2020). Kedua, peran pustakawan selama Covid-19 (Arlan, 2020; Riani, and Handayani, 2020; Ramadhani, Armizawati, Yuliani, Lani, 2020; Sukirno, 2020). Ketiga, harapan pemustaka terhadap perpustakaan Di Masa Covid-19 (Indrakasih, 2020; Prajawinanti and Yanti, 2021; Sunday, 2020. Keempat, perubahan kebijakan Perpustakaan di Masa Covid-19. Kelima, Informasi Covid-19 di Website Perpustakaan (Ladan, Haruna, Madu, 2020; Wang and Du, 2021; Jennings, 2020). Sementara kajian ini, tidak membahas hal-hal tersebut. Melainkan fokus pada trend kajian Covid-19 berkaitan bidang sains informasi dan kepustakaan, baik dipublikasikan peneliti dalam negeri maupun luar negeri.
Method
Metode digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Dimana data diambil dengan cara penelusuran dokumen terindeks pada portal Google scholar, GARUDA, ResearchGate, Sinta, selama satu bulan (1-28 Februari 2021). Dengan Keyword Covid-19 dan perpustakaan. Data diperoleh diolah dengan Ms.excel sederhana dan diklasifikasi berdasarkan variable diteliti. Data didapat dilakukan pembahasan dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, gambar serta grafik. Kemudian tujuan dari kajian ini, untuk mengetahui jumlah publikasi ilmiah Covid-19 terkait bidang sains informasi dan kepustakaan, sebaran Negara, bagaimana keberagaman dan perbedaan topik dikajikan, jurnal mempublikasikan dan metode kajian. Dengan harapan kajian ini dapat menjadi landasan bagi peneliti berikutnya untuk mengkaji tema serupa maupun menambah referensi.
Result & Discussion
Jumlah artikel ilmiah diterbitkan pada tahun 2020 dengan tema Covid-19 berkaitan bidang sains informasi dan kepustakaan sejumlah 34 artikel. Tiga puluh empat artikel tersebut dipublikasikan peneliti dalam negeri maupun luar negeri. Untuk lebih jelas disajikan seperti grafik berikut ini Grafik 1. Jumah Artikel Ilmiah Pada Tahun 2020 Tema Covid-19 Berkaitan Dengan Sains Informasi dan Kepustakaan Grafik diatas menunjukkan artikel ilmiah pada Tahun 2020 dengan tema Covid-19 bidang sains informasi dan kepustakaan, baik dipublikasi peneliti dalam maupun luar negeri mimiliki jumlah yang sama, sebanyak 17 artikel. Kemudian sebaran Negara mempublikasikan tema Covid-19 berkaitan bidang sains informasi dan kepustakaan dari berbagai Negara. Lebih rinci dipaparkan pada tabel dibawah ini Tabel 1. Pada Tahun 2020 Sebaran Negara Mempublikasikan Tema Covid-19 Berkaitan Bidang Sains Informasi dan Kepustakaan No Sebaran Negara Jumlah Artikel Ilmiah 1 Indonsia 17 2 Nigeria 3 3 Filandia 1 4 Amarika 4 5 Cina 2 6 India 3 7 Hongkong 1 8 Italy 1 9 Australia 1 10 Pakistan 1 Grafik 2. Sebaran Negara Dari tabel 1 dan grafik 2 menunjukkan pada tahun 2020 ada 10 negara mengkaji tema Covid-19 berkaitan sains informasi dan kepustakaan. Dari kesepuluh Negara di dunia ada lima Negara banyak menerbitkan tema Covid-19 berkaitan sains informasi dan kepustakaan pada tahun 2020 yaitu (1) Indonesia 10 artikel ilmiah, (2) Amerika 4 artikel ilmiah, (3) Nigeria 3 artikel ilmiah, Cina dan india 2 artikel ilmiah. Kemudian jika dianalis lebih lanjut, terdapat keberagaman tema Covid-19 berkaitan sains informasi dan kepustakaan yang dikaji peneliti dalam dan luar negeri. Untuk lebih rinci diterangkan sebagai berikut Gambar 2. Keberagaman Tema Tabel diatas menjelaskan ada tujuh topik diulas peneliti dalam maupun luar negeri. Keberagaman tema tersebut ditinjau dari judul dan Keyword digunakan peneliti. Keseluruh topik tersebut beragam-ragam jumlahnya. Berikut diurutkan berdasarkan banyak jumlah topik diterbitkan Tabel 3. Klasifikasi Topik Covid-19 Pada Bidang Sains Informasi dan Kepustakaan Selama Tahun 2020 Topik Covid-19 Berkaitan Sains Informasi dan Kepustakaan Selama Tahun 2020 Jumlah Artikel Ilmiah % Layanan dan Inovasi Perpustakaan Di Masa Covid19 18 55% Pustakawan 6 15% Virtual dan Litarasi 3 9% Harapan Pemustakan Di Masa Covid-19 3 9% Kebijakan Perpustakaan Di Masa Covid-19 2 6% Informasi Covid-19 Pada Website Perpustakaan 1 3% Masa Depan Perpustakaan Setelah Covid-19 1 3% Jadi, ada tiga topik paling banyak ditelaah peneliti dalam dan luar negeri yaitu (1) Layanan dan Inovasi Perpustakaan Di Masa Covid19, (2) Pustakawan, dan (3) Virtual dan literasi. Menariknya dari keseluruhan topik Covid-19 dikaitkan dengan perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum dan kementerian. Tidak ada satupun pembahasan Covid-19 berkaitan perpustakaan sekolah. Dari beragam topik diulas peneliti dalam maupun luar negeri, ada dua metode digunakan untuk mengkaji Covid-19 pada bidang Sains informasi dan perpustakaan. Seperti rincian berikut ini Jadi metode digunakan peneliti dalam maupun luar negeri untuk mengkaji Covid-19 pada bidang sains informasi dan kepustakaan ialah metode kualitatif sejumlah 24 artikel, kuantitatif 7 artikel dan satu artikel lepas. Menariknya artikel lepas tersebut dipublikasikan pada bulitin ilmiah. Metode kualitatif digunakan terdiri dari studi literature, analisis content dan studi kasus. Peneliti luar negeri banyak menggunakan metode kuantitatif. Sebaliknya peneliti dalam negeri umum menggunakan metode kualitatif (studi literature). Selaras dengan kesimpulan Trysnawati dan Allon (2020:208) dari berbagai disiplin ilmu mengulas Covid-19, berupa kajian literature. Selain itu, terdepat perbedaan topik kajian Covid-19 pada bidang sains informasi dan kepustakaan dipublikasikan peneliti dalam maupun luar negeri. Seperti tercantum pada gambar berikut ini Gambar 3. Perbedaan Topik Kajian Covid-19 Berkaitan Sains Informasi dan Kepustakaan Dipublikasikan Peneliti Dalam Maupun Luar Negeri Jadi, terlihat jelas perbedaan kajian antara peneliti dalam dan luar Negeri. Tidak ada satupun peneliti dalam negeri mengatikan tema Covid-19 dengan perpustakaan umum dan etika. Akan tetapi, lebih dominan mengulas Covid-19 dengan layanan dan inovasi perpustakana. Selain itu, kajian Covid-19 bidang sains informasi dan kepustakaan dipublikasikan pada berbagai jurnal-jurnal dalam maupun diluar negeri. Di Indonesia kajian Covid-19 bidang sains informasi dan kepustakaan dipublikasikan pada 15 jurnal. Sementara di luar Negeri diterbitkan pada 12 jurnal. Untuk lebih lengkap dibahas pada tabel berikut ini Tabel 4. Pada Tahun 2020 Jurnal Dalam dan Luar Negeri Mempublikasikan Kajian Covid-19 Bidang Sains Informasi dan Kepustakaan Nama Jurnal Dalam Negeri Mempublikasikan (-) Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu informasi. (-) Media Pustakawan. (-) Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi. (-) FIHRIS: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi. (-) Jurnal Pustaka Budaya. (-) ANUVA. (-) BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi. (-) Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia. (-) Edulib Journal of Library and Information Science. (-) Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan. (-) Informatio: Journal of Library and Information Science. (-) Tornare: Journal of Sustainable and Research. (-) AL Maktabah. (14) Journal of Academic Librarianship. (-) Al-Fuad: Jurnal Sosial Keagamaan. (-) PUBLIS (Publication Library and Information Science) Nama Jurnal Luar Negeri Mempublikasikan (-)Library of Progress-Library Science, Information Technology & Computer. (-)Qualitative and Quantitative Methods in Libraries (QQML). (-)J Med Sci, (-)Advances in Social Science. (-)Education and Humanities Research. (-)Journal of Education and Practice. (-)International Information & Library Review. (-)SLIS Connecting. ()International Journal of Innovation and Research in Educational Sciences. (International Journal of Research in Library Science (IJRLS). (-)Public Library Quarterly. (-)Advances in Social Science, Education and Humanities Research Dari keseluruh jurnal-jurnal dipublikasikan dalam maupun luar negeri, pada umumnya menerbitkan satu artikel ilmiah. Akan tetapi, ada empat jurnal mempublikasikan lebih dari satu artikel bertemakan Covid-19 terkait bidang sains informasi dan kepustakaan. Untuk lebih lengkap bisa dilihat pada grafik berikut ini Grafik 3. Jurnal Banyak Menerbitkan Tema Covid-19 terkait Bidang Sains Informasi dan Kepustakaan Jadi, jurnal banyak menerbitkan tema covid-19 terkait bidang sains informasi dan kepustakaan (1) Qualitative and Quantitative Methods in Libraries (QQML) sebanyak 4 artikel, (2) International Information & Library Review sebanyak 2 artikel, (3) Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi sebanyak 2 artikel, (4) PUBLIS (Publication Library and Information Science) sebanyak 2 artikel , dan (5) Sementara ada satu artikel ilmiah tidak jelas diterbitkan oleh jurnal apa. Dari 28 jurnal ilmiah dalam maupun luar negeri, paling banyak menerbitkan tema Covid-19 pada bidang sains informasi dan kepustakaan ialah jurnal luar. Jurnal bidang sains informasi dan kepustakaan dalam negeri, rata-rata menerbitkan satu tema. Padahal tema Covid-19 masih menjadi trend isu masih terus dibahas, seharusnya peneliti bidang sains informasi dan kepustakaan lebih banyak memberi kontribusi artikel ilmiah karena perpustakaan mengalami dampak secara langsung.
Conclusion
Dapat disimpulkan jumlah artikel ilmiah dan jumlah penelitinya, belum banyak bidang Sains Informasi dan perpustakaan mengkaitkan dengan Covid-19. Apabila dibandingkan dengan bidang displin pendidikan, hukum serta kesehatan. Misalnya kajian Covid-19 dikaitkan dengan pendidikan sebanyak 90 publikasi, hukum 47 publikasi, dan kesehatan 40. Belum seluruh Negara di dunia mengulaskannya. Dari 90 jurnal ilmiah dalam negeri di bidang Sains Informasi dan perpustakaan, baru 13 jurnal menerbitkannya. Peneliti dalam negeri hanya beberapa melakukan studi lapangan dan lebih dominan studi pustaka. Topik kajian lebih banyak memfokuskan pada pada aspek layanan, belum ada satupun menyentuh perpustakaan sekolah. Padahal perpustakaan sekolah juga mengalami dampak dari Covid-19. Bahkan belum banyak mengulas topik etika berinteraksi pemustaka ataupun pustakawan selama menghadapi Covid-19. Sementara hal tersebut diperlukan sebagai panduan bagi pustakawan maupun pemustaka selama berinteraksi diperpustakaan ataupun daring.