Kembali
16
1
2020 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 2 · 2 ISSN 2723-0171

MEMBACA DUNIA DIBACA DUNIA: KONTRIBUSI PERPUSTAKAAN RISET

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Tulisan ini membahas visi Membaca Dunia Dibaca Dunia yang menjadi nilai mutu SPs UIN Jakarta. Riset yang dilakukan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara kepada Kepala Perpustakaan dan peneliti sebagai informan. Kajian menunjukkan bahwa semakin membaca dunia dibaca dunia maka semakin maju institusi. Perpustakaan Riset SPs UIN Jakarta berkontribusi pentingdalam mewujudkan nilai-nilai tersebut.

Abstract

This paper discusses the vision of "Membaca Dunia Dibaca Dunia" or Reading the World Reads the World which is the quality value of SPs UIN Jakarta. The research conducted is qualitative with a descriptive approach based on the results of observations and interviews with the head of the library and researchers as informants. Studies show that the more read the world is, the more advanced the institutions are. The Research Library of SPs UIN Jakarta makes an important contribution in realizing these values.
Keywords: Reseacrh library · Reading A World · Read by the World · Perpustakaan riset · membaca dunia dibaca dunia

Introduction

Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (selanjutnya disebut SPs UIN Jakarta) didirikan sejak tahun 1972, di mana pada awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas akademik dosen Agama Islam di IAIN atau PTAI dan Perguruan Tinggi Umum Negeri (PTUN). Baru pada tahun 1990/1991 SPS menerima mahasiswa dari tenaga pengajar Agama Islam di Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS). Selain itu, SPs menerima mahasiswa dari luar negeri, lembaga-lembaga dalam negeri, alumni IAIN atau perguruan tinggi lainnya (Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020) Motto membaca dunia dibaca dunia saat ini menjadi moto atau slogan mutu SPs UIN Jakarta. Konsep tersebut diadopsi sebagai nilai-nilai filosofi mutu perguruan tinggi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Kebutuhan masyarakat adalah berkembangnya SDM bermutu dan tersedianya informasi, pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan taraf hidup, sehingga perguruan tinggi yang bermutu adalah yang secara keseluruhan memberi kepuasan kepada masyarakat (Buyung Syukron, 2016, p. 242). Perpustakaan SPs UIN Jakarta sebagai perpustakaan riset ikut mengambil peran penting dalam mewujudkan nilai-nilai mutu tersebut. Salah satu karakteristik yang menarik dari perpustakaan riset adalah tata kelola layanannya yang mendukung kebutuhan para peneliti. Perpustakaan yang berkualitas baik adalah yang membantu para peneliti untuk dapat melakukan riset dengan baik sehingga akan melahirkan riset-riset terbaik di bidangnya. Investasi perpustakaan riset terbaik adalah menghasilkan para peneliti yang karyanya dapat dibaca dunia dan membaca dunia. Sesuai visi misi Sps, Perpustakaan SPs menjadi pusat pengetahuan dan pusat energi bagi lahirnya karya-karya yang mendunia dan menggelegar. Mudah diingat, berorientasi global dan menantang, jelas terukur. Ajakan berkatya yang layak dibaca dunia, Bagi para peneliti, dalam hal ini mahasiswa SPs dan dosen peneliti di universitas maupun peneliti lainnya, perpustakaan merupakan rumah keduanya. Fasilitas yang disediakan perpustakaan tidak hanya sekedar tempat mencari literatur yang dibutuhkan, namun sebagai tempat bertukar data, informasi, pengetahuan serta pengalaman, juga tempat merenung dan berpikir. Hasil penelitian dari berbagai pakar menemukan bahwa peneliti membutuhkan perpustakaan, dikarenakan kebutuhan akses koleksi terbaru dalam bentuk tercetak maupun elektronik, dapat akses ke koleksi arsip dan koleksi khusus, pelayanan sirkulasi cepat dan adanya pustakawan yang siap membantu dalam melacak resources (Hart & Kleinveldt, 2011, p. 39). Kebutuhan mahasiswa yang diungkapoleh Hart & Kleinveldt di atas tidaklah begitu sulit dilakukan oleh perpustakaan, bahkan lebih dari itu telah dilakukan berbagai program dan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Filosofi membaca dunia dibaca dunia diterjemahkan oleh Rektor UIN Jakarta, bahwa hasil riset para peneliti diharapkan akan memberi nilai tambah, bahkan dapat memberi input terhadap kementerian/ lembaga dalam penyusunan kebijakan. Tulisan ini membahas bagaimana kontribusi Perpustakaan Riset SPs UIN Jakarta dalam mewujudkan nila-nilai yang tertuang dalam slogan SPs di atas. Diharapkan tulisan ini akan menjadi salah satu masukan bagi pengembangan perpustakaan SPs UIN Jakarta khususnya dan perpustakaan PTKI pada umumnya.

Method

Penelitian ini menganalisis makna dari nilai-nilai yang terkandung di dalam slogan/ moto membaca dunia dibaca dunia dan kontribusi perpustakaan riset dalam mendukung implementasinya. Perpustakaan riset sebagai rumahnya para penelitiakan terlihat kontribusinya dari lingkungan ilmiah yang diciptakan dan koleksi yang menunjang akan berdampak pada pencapaian makna lingkungan riset. Penulis mempelajari dokumen terkait sejarah dan visi misi Perpustakaan SPs UIN Jakarta. Penulis melakukan studi dengan wawancara mendalam dengan Kepala Perpustakaan SPs UIN Jakarta dan pemustaka yakni para peneliti yang dianggap mampu memberikan potret akurat tentang layanan perpustakaan sebagai basis implementasi visi misi perpustakaan. Wawancara dalam bentuk semi terstruktur dijadikan sebagai instrumen untuk memperdalam objek yang dianalisis hingga mendapatkan hasil riset. Kajian ini dilakukan pada masa pandemi Covid 19, sebagai setting riset yang menguji apakah Perpustakaan SPs dapat tetap menjalankan fungsi-fungsi bisnis yang diamanatkan dalam visi misinya. Tulisan ini juga masih dalam tahap penyelesaian ketika seorang tokoh yang dianggap sebagai perumus slogan SPs UIN Jakarta sebagaimana tampak dalam judul tulisan, yakni Prof. Dr. Suwito, berpulang dengan meningggalkan kenangan dan motivasi tinggi bagi civitas akademika UIN Jakarta khususnya SPs UIN Jakarta untuk menjadi bagian penting dari pelaku riset yang dibutuhkan bagi pembangunan bangsa, agama dan kemanusiaan.

Result & Discussion

1. Membaca Dunia Dibaca Dunia Visi Misi Sekolah Pascasarjana adalah mengintegrasikan keislaman, keilmuan, keindonesiaan dan kemanusiaan untuk mengantarkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi international research university tahun 2022 (Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020b). Implementasi dari visi tersebut tertuang dalam misinya yakni mengembangkan ilmu-ilmu keislaman berdasarkan pada pemahaman yang komprehensif dan kontekstual dengan realitas Indonesia dan dunia, mengembangkan ilmu-ilmu sosial, humaniora dan ilmu-ilmu alam serta mengintegrasikannya dengan studi keislaman, dan terakhir mengembangkan ilmu dan keahlian berbasis riset di Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada peradaban Islam dan dunia. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, SPs berupaya mengembangkan prosedur yang lebih memudahkan kerjasama antar pengajar dengan mahasiswa, dengan pegawai administrasi, pustakawan, teknisi, dan dengan sesama pengajar. Prosedur yang memudahkan interaksi antar mereka ini perlu dikembangkan dan diperbaiki sebagai bagian dari lingkungan pendidikan dan riset yang mengundang partisipasi semua pihak dalam struktur (Buyung Syukron, 2016, h 264.) Setiap unit yang ada di universitas akan mendukung apapun yang menjadi visi misi lembaga induknya, maka begitupun dengan perpustakaan. Verma dalam Cady (2009) menyebutkan pentingnya nilai-nilai dalam suatu organisasi, yang dapat berfungsi sebagai sebuah sistem pengawasan utama, mencakup apa yang ingin dicapai, apa yang diperjuangkan, dan bagaimana rencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Cady, Wheeler, DeWolf, & Brodke, 2011, p. 64). Pernyataan nilai menjadi bagian integral dari startegi korporasi. terlepas dari bidang industri, ukuran, atau status sebagai lembaga profit atau non profit. Nilai-nilai ini diciptakan, dipublikasi, dan didistribusikan sebagai sebuah aktivitas penting organisasi. Nilai nilai ini sebagai penterjemahan dari visi misi lembaga sekaligus tujuan yang ingin dicapai. Penulis menilai slogan inilah yang dimaksud pernyataan nilai- nilai tesebut. SPs UIN Jakarta bergerak cepat dalam budaya ilmiah secara kelembagaan dengan mengusung slogan "Membaca Dunia Dibaca Dunia". Kalimat inspiratif dan motivatif ini digaungkan sebagai diksi yang dirumuskan khususnya oleh para tokoh SPs UIN Jakarta yakni Prof. Dr. Suwito dan Prof. Fuad Jabali (Muhbib Abdul Wahab dalam Suwito, 2018, dan Jumal Ahmad, 2019). Menurut Suwito, dengan slogan ini mahasiswa diharapkan untuk membaca karya-karya masyarakat dunia akademik, sehingga kemudian karya-karya mereka juga akan dibaca dunia karena rujukan dan kajian civitas SPs juga merupakan kajian yang sedang diperdebatkan masyarakat dunia akademik. Dengan menanamkan nilai-nilai ini SPs UIN Jakarta berupaya menekankan keseriusan dan tanggungjawab para peneliti terhadap proses dan hasil risetnya sehingga juga dapat ikut serta meminimalisir plagiarisme di dunia akademik (Suwito, 2018 dan Jumal Ahmad, 2019). Selanjutnya penelitian tesis dan disertasi diwajibkan untuk dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber-ISBN dan juga dalam jurnal nasional ataupun internasional yang ber-ISSN, sehingga layak dibaca dunia. Berbagai sarana prasarana di lingkunag SPs UIN Jakarta dirancang untuk menjadi wadah komunikasi ilmiah secara formal dan informal. Taman di sekeliling kampus SPs dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang sangat nyaman. Di dalamnya disediakan tempat duduk yang melingkar berbentuk segi enam. Tempat duduk cukup banyak sehingga memungkinkan mahasiswa atau peneliti berkomunikasi dalam kelompok besar maupun kelompok kecil. Berbagai kebijakan dalam meningkatkan penelitian, SPs memberi kebijakan berupa keterbukaan akses kampus selama 24 jam, sehingga meningkatkan interkasi antar civitas akademika di kampus. Mereka juga diperkenankan menginap jika diperlukan, meski hanya diberikan karpet dan akses wifi yang cukup baik. Dengan demikian secara fisik kampus SPs dapat dikatakan selalu hidup tanpa batas waktu, dengan harapan civitas akademika khususnya peneliti dapat menjadikan kampus sebagai habitat yang kondusif. Selain itu SPs mengembangkan perpustakaan yang menjadi jantung kegiatan akademik. Perpustakaan merupakan manifestasi dari nilai-nilai ilmiah. Perpustakaan yang berinteraksi dengan peneliti akan berdampak bagi nilai perpustakaan. Revolusi digital mempengaruhi hubungan ini sehingga tidak selalu dalam bentuk interaksi fisik. Perpustakaan mencari cara untuk berhubungan kembali dengan mengisi kesenjangan pengetahuan dan pemahaman atas kebutuhan peneliti. Perpustakaan dapat menyediakan lingkungan yang optimal bagi peneliti. Perpustakaan menyediakan area khusus bagi peneliti internal maupun eksternal, yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan perpustakaan. 2. Membaca Dunia Dibaca Dunia Melalui Perpustakaan Riset SPs UIN Jakarta Secara historis Perpustakaan SPs merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis Rektor IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN) Jakarta tahun 1998 tentang konsep IAIN dengan mandat yang lebih luas (IAIN with Winder Mandate), melalui standarisasi fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan IAIN Jakarta. Selanjutnya berdasarkan SK Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta No. 040 Tahun 1999 tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1999/2000-2003/2004, di antara nya dinyatakan bahwa pengembangan perpustakaan di lingkungan IAIN Jakarta dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: Perpustakaan Utama (kini disebut Pusat Perpustakaan) sebagai perpustakaan riset, Perpustakaan Fakultas sebagai perpustakaan kerja, dan Perpustakaan Pasca Sarjana sebagai perpustakaan khusus(UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020). Berbeda dengan perpustakaan fakultas yang berfungsi sebagai working library, perpustakan SPs diproyeksikan sebagai perpustakaan khusus yang melayani civitas akademika SPs khususnya dalam mendukung proses pembelajaran dan kegiatan riset mereka. Secara historis Perpustakaan SPs semula bernama Perpustakaan Fakultas Pascasarjana (FPs) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian pada tahun 1992 mengikuti perubahan nama FPs menjadi Program Pascasarjana (PPs) yang fungsinya mengembangkan ilmu baru, maka terjadi perubahan nama menjadi Perpustakaan Riset Program Pascasarjana, dan selanjutnya menjadi Perpustakaan Riset Sekolah Pascasarjana .Perubahan ini membedakan antara Perpustakaan SPs dengan perpustakaan lainnya yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah JakartaPerguruan tinggi yang berkualitas merupakan hasil kerjasama semua unsur yang bekerjasama. Orang-orang yang bekerjasama itu mungkin berbeda status dan fungsinya. Perpustakaan SPs UIN Jakarta memposisikan diri sebagai perpustakaan riset yang mewadahi para mahasiswa SPs dan dosen dalam melakukan penelitiannya. Kepala Perpustakaan Riset SPs menyebutkan bahwa dukungan terhadap riset dimaksud khusus diprioritaskan pada riset mahasiswa program S2 dan S3 di mana riset mereka sudah memenuhi kriteria riset yang menguji atau menghasilkan konsep dan atau teori keilmuan di bidang kajian keislaman dan interdisipliner. Adapun Pusat Perpustakaan dimaksudkan sebagai perpustakaan riset bagi mahasiswa program S1 dalam melaksanakan riset karya akhir (skripsi) sebagai bentuk riset awal atau latihan riset mahasiswa. Konsep ini menunjukkan garis perbedaan fungsi dan tugas dari dua jenis perpustakaan riset tersebut. Di samping itu UIN Jakarta memiliki perpustakaan di setiap fakultas yang berfungsi sebagai working library atau perpustakaan studi untuk mendukung kegiatan pembelajaran /perkuliahan. Mengadaptasi laporan Research Libraries UK (RLUK) and the Research Information Network (RIN) (2011) terdapat beberapa indikator penting menuju perpustakaan riset yang baik. Perpustakaan riset harus dapat mendukung lahirnya para peneliti kelas dunia melalui penyediaan materi riset yang kuat dan budaya layanan yang berkualitas, termasuk tersedianya katalog publik. Universitas harus memiliki reputasi yang baik, di anataranya dengan memiliki tingkat produktivitas dan pendanaan risetyang baik. Perpustakaan membantu peneliti mendapatkan hibah dan kontrak penelitian. Universitas harus memiliki pakar subjek, Perpustakaan dapat berperan lebih besar jika keterlibatan perpustakaan dan pustakawannya lebih formal. Perpustakaan mempromosikan dan mengembangkan teknologi dan model komunikasi ilmiah terkini, termasuk membuka jaringan riset global melalui akses terbuka dan media sosial. Dalam menuju perpustakaan riset maka perpustakaan harus memastikan tingkat visibilitas repositori, tidak hanya sebagai gerakan deposit karya ilmiah, tetapi juga harus dapat meningkatkan profil riset. Perpustakaan harus dapat berperan dalam membangun prosedur dan pendekatan yang lebih efektif terhadap institusi. Desain gedung dan ruang perpustakaaan riset selayaknya ditujukan untuk menciptakan lingkungan terbaik yang mendukung aktivitas riset. Kualitas literatur yang tersedia ditata dalam ruang fisik yang fleksibel dan nyaman untuk kebutuhan peneliti. Staf spesialis menjadi patner bagian akademik. Spesialis informasi, baik pakar subjek maupun staf yang memiliki fokus khusus terhadap kebutuhan peneliti, menjadi kelompok penting dai perguruan tinggi. Mereka memainkan peran yang lebih proaktif dan menjadi konsultan riset dan patner pusat riset. Melalui portal Perpustakaan Pusat UIN Jakarta menggambar sejarah perjalanan perpustakaan di Lingkungan UIN Jakarta bahwa Perpustakaan SPs berdiri bersama dikembangkannya perpustakaan-perpustakaan di lingkungan fakultas, sebagai basis pembelajaran dalam konsep Library and Learning Resources Center (LLRC). LLRC merupakan bentuk implementasi dari kebijakan universitas dalam rangka menjadikan perpustakaan-perpustakaan fakultas (dan SPS) sebagai working library yang dapat memfungsikan dirinya untuk memberikan layanan kepada pemakai lingkungan masing-masing fakultas sehingga kedekatan koleksi akan lebih dirasakan oleh pengguna di samping kebutuhan akan kedalaman informasi pengguna pada masing-masing Fakultas akan dapat diakses dan diperoleh dengan mudah. Sebagai perpustakaan riset, pus takawan merancang perpustakaan sebagai ruang akademis yang nyaman dan memungkinkan terjadinya komunikasi ilmiah antar pemustaka, baik yang bersifat formal maupun informal. Perpustakaan SPs UIN Jakarta dinyatakan hanya melayani peneliti kelompok mahasiswa S2, S3 dari SPs dan mahasiswa Program Magister dan Doktoral dari fakultas fakultas di lingkungan UIN Jakarta, meskipun saat ini belum memberikan layanan sirkulasi bagi mahasiswa program magister dan doktor dari fakultas-fakultas. Umumnya peneliti tidak menyukai susasana yang padat dan bising, hal ini mendorong perpustakaan tidak melayani mahasiswa Program S1 dari seluruh fakultas. Pada perpustakaan riset SPs UIN Jakarta disediakan berbagai sarana prasarana penunjang, yang memfasilitasi interaksi dan kebutuhan individual. Pemustaka disediakan sarana penelusuran koleksi melalui katalog online (OPAC atau Online Public Access Catalog). Perpustakaan menyediakan cukup banyak terminal komputer OPAC tetapi sebagian tidak berfungsi baik, sehingga mahasiswa mengakui jarang menggunakannya. Sebagian informan juga menyatakan bahwa mereka kurang memahami cara penggunaannya. Selain itu mereka kerap kecewa karena data ketersediaan koleksi pada OPAC kadang kala tidak sesuai dengan keberadaanya di rak. Kondisi ini membuat para informan dan pengguna lainnya seringkali langsung menelusur koleksi di rak. Ruang baca individual atau study carrel disediakan bagi peneliti yang perlu melakukan kegiatan mandiri. Perpustakaan juga menyediakan 1 lantai khusus sebagai quite room yang dapat menampung hampir seratus pengguna. Terdapat ruang diskusi yakni 1 ruang besar untuk 20 orang, 1 ruang sedang yang dapat memuat 5 orang pengunjung, dan 2 ruang kecil untuk 2 pengguna. Tersedia pula ruang terbuka untuk presentasi. Ruangan-ruangan tersebut dilengkapi dengan sarana presentasi seperti LCD projector,layar proyeksi dan televisi. Perpustakaan juga tengah menyiapkan ruang e-learning yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas teknologi informasi. Selain itu SPs juga menyediakan ruang terbuka berupa taman dengan meja-meja dan kursi, dilengkapi fasilitas Wifi dan instalasi listrik di bawah pepohonan yang rindang dan menyejukkan mata. Ruang baca perpustakaan tertata dengan baik dan rapi dengan desain yang menarik dan rekreatif. Koleksi tercetak dikelompokkan dalam kelompok jajaran koleksi Islam, koleksi umum, koleksi referensi, koleksi tesis dan disertasi dalam bentuk asli/ tercetak maupun yang sudah dibukukan, koleksi makalah ilmiah mahasiswa yang dibukukan dari setiap mata kuliah, koleksi local content tentang Banten serta hampir seribu koleksi kajian sejarah, kebudayaan dan filsafat Cina. Dari seluruh koleksi tercetak setidaknya terdapat sembilan ribu judul buku dari penerbit internasional yang berbahasa Inggris dan Arab, selain ratusan buku berbahasa Mandarin. Peneliti dari kelompok mahasiswa S2 dan S3 diwajibkan menggunakan banyak sumber ilmiah dari manca negara khususnya berupa jurnal ilmiah dalam penulisan karya ilmiah dalam kegiatan perkuliahan maupun riset akhir. Dalam Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi SPs UIN Jakarta (2019) disebutkan mahasiswa wajib menggunakan mayoritas jurnal internasional terbaru, bukan terjemahan, dan berasal dari pengarang autoritatif(Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018, p. 101). Untuk memenuhi kebutuhan peneliti dalam mengakses sumber informasi, perpustakaan melanggan e resources berupa pangkalan data online mencakup jurnal-jurnal internasional dari JSTOR, Taylor & Francis, Oxford University Prss, Oxford Islamic Studies Online, Sage, Cambridge Univeristy Press dan Arab World Research Source yang dilanggan melalui Pusat Perpustakaan. Sampai saat ini SPs belum melanggan secara khusus database lain. Untuk akses koleksi e book UIN Jakarta melanggan database IGI Global, EBSCOHOST, Wiley Online Library, Oxford University Press, iG Publishing, GVRL Gale Virtual Reference Librray, Emerald, BRILL, dan Cambridge Univerity Press. EBSCO, ProQuest, DIKTI, DOAJ, PERPUSNAS dan American Library. Dari laman Perpustakaan Nasional RI peneliti bisa mendapatkan banyak pangkalan data yang dilanggan. Mengutip pendapat Buyung Syukron (2016, h. 264) yang menjelaskan bahwa implementasi manajemen mutu perguruan tinggi adalah adanya pengakuan mahasiswa, sejawat dan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan mahasiswa SPs menunjukkan bahwa Perpustakaan SPs belum memenuhi kebutuhan penggunanya. Civitas akademika yang menjadi informan 1 menyatakan jika diprosentasekan pemenuhan kebutuhan atas risetnya di bidang antropologi pendidikan hanya sekitar 30% yang dapat dipenuhi oleh Perpustakaan SPs, 30% dipenuhi dari Pusat Perpustakaan, dan selebihnya diperoleh dari Perpustakaan Fakultas lain yang terkait khususnya Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin di UIN Jakarta dan Perpustakaan Nasional. Perpustakaan SPs dinilainya tepat untuk memenuhi kebutuhan informasi kajian Islam Umum, sarana prasarana sudah optimal dan layanan yang prima dengan SDM yang kompeten. Informan ke dua yang memiliki kajian bidang Hukum dan Hukum Islam menyatakan tidak mendapat cukup sumber informasi ilmiah guna keperluan risetnya dari Perpus takaan SPs. Kebutuhan buku digital dan jurnal elektronik untuk kebutuhan risetnya didapatkan melalui penelusuran dari website yang disediakan dari lembaga lain. Buku-buku terbaru di luar kajiannya biasanya diakses untuk difotocopi guna menambah koleksi yang dinilai penting di masa yang akan datang. Hanya mencari buku untuk difotocopi sebagai bahan bacaan di luar riset. Informan 3 yang merupakan dosen UIN Jakarta dan sedang menyelesaikan pendidikan di SPS ini juga hanya menggunakan jurnal yang dicari sendiri di luar UIN karena di UIN Jakarta tidak tersedia. Begitu pula perpustakaan fakultas tidak dapat memenuhi kebutuhan riset mahasiswa, bahkan dinilai tidak ada insiatif mengikuti perubahan kebutuhan dosen dan civitas akademika SPs. Mahasiswa merasa Perpustakaan SPs lebih konsentrasi mengembangkan koleksi keislaman secara umum dan integrasi keislaman dengan ilmu lainnya, tidak mengembangkan koleksi kajian khusus seperti pendidikan, hukum, dan lain-lain. Informan ke empat menyatakan sering mengunjungi Perpustakaan SPs karena nyaman untuk menulis, meskipun tidak memenuhi kebutuhannya mengenai kajian Cina dan artefak. Informan menyatakan banyak menghabiskan waktu di perpustakaan dengan sangat efektif, hingga dapat melakukan percepatan dalam penyelesain tulisan hasil risetnya. Informan ke lima mempertanyakan layanan perpustakaan yang dinilai kurang modern. Layanan fisik sangat terasa membatasi akses mereka ke koleksi perpustakaan khususnya di masa awal pandemi sementara mahasiswasedang mengejar batas waktu riset dan ujian promosi. Program mendatang diungkapkan oleh Kepala Perpustakaan SPs, lebih difokuskan pada pemanfaatan ruang dengan pengembangan desain ruang perpustakaan dan program capacity building dengan memberikan pelatihan reference management, penelusuran e resources, pelatihan academic writing, pengembangan subject specialist. Pelatihan diperlukan untuk mendidik pemakai agar pemakai dapat menggunakan juga layanan dan akses yang disediakan oleh perpustakaan. Hal ini untuk menunjang pengembangan ilmu baru dan kebaharuan riset yang akan dihasilkan oleh peneliti. Hasil karyailmiah peneliti diunggah pada pangkalan data Repository secara full teks yang berimbas pada tingginya tingkat visibiltas.Selain itu Direktur SPs saat ini mengembangkan upaya penyebaran hasil hasil riset peneliti SPs melalui regulasi SE No. B-1333/SPs/HK.00.5/8/2020 yang mewajibkan mahasiswa Program s3 menerbitkan karyanya di jurnal bertandar internasional, sedangkan untuk Program S2 pada jurnal berstandar internasional Sains and Technology Indeks (SINTA)-3. Dengan berbagai upaya ini, SPs UIN Jakarta memiliki target terakreditasi oleh lembaga akreditasi internasional dan menjadi lembaga pendidikan tinggi tingkat lanjut yang disegani dunia. Pendapat senada dikemukakan Saifuddin Herlambang, kandidat doktor. Menurut dia, SPs UIN Jakarta memiliki tradisi riset yang baik, terlebih dalam penulisan disertasinya yang berkelas dunia dengan jurnal-jurnal internasionalnya. Bahkan, lanjutnya, siapa pun yang studi di sekolah ini, dia akan merasa betul-betul belajar bagaimana membaca dunia dan juga bisa dibaca dunia (http://graduate.uinjkt.ac.id/?p=17554) SPs UIN Jakarta dengan visi misi dan slogan sebagaimana diuraikan di atas menargetkan beberapa sasaran yang merupakan output aktivitas akademiknya. Tekait produk hasil riset disebutkan target lembaga setiap tahun menghasilkan sekurang-kurangnya 25 tesis dan 25 disertasi yang dipublikasikan oleh penerbit kredibel, dan sekurang kurangnya 50% hasil penelitian karya ilmiah mahasiswa dan dosen dikutip oleh masyarakat akademik internasional.Dalam hal ini SPs UIN Jakarta memberikan anggaran khusus bagi alumni untuk mendapatkan insentif untuk mempublikasi karyanya, mulai dari pembiayaan coaching (pembinaan), penterjemahan hingga biaya penerbitan ke jurnal internasional. Dalam hal ini penulis mendapatkan data khsusunya pada tahun ini target tersebut sulit tercapai, setidaknya ada tahun ajaran ini hanya dihasilkan 31 hasil riset mahasiswa, baik dari program S2 dan S3. Penurunan ini setidaknya berhibingan dengan kondisi pandemi Covid 19 saat ini, di mana sejak awal tahun sudah memasuki masa PPSBB. Kondisi ini disebabkan terbatasnya akses komunikasi ilmiah secara langsung di ruang-ruang kuliah dan lingkungan SPs termasuk di perpustakaan. Setidaknya terdapat hubungan keterbatasan layanan perpustakaan khususnya di masa awal PSBB hingga masuk ke triwulan ke-3 saat ini. Dalam pengamatan penulis dan didukung informan, pada masa pandemi ini perpustakaan mengalami penurunan tingkat kunjungan secara langsung meskipun saat akhir riset ini dilakukan lingkungan SPs sudah memberikan layanan termasuk juga perpustakaan dengan jam layanan yang sedikit dikurangi. Layanan online diberikan dalam beberapa jenis layanan yakni layanan penelusuran, sirkulasi, bebas pustaka dan pengecekan plagiarisme. Layanan e resources dilayankan secara remote access artinya civitas akademika dapat memanfaatkan literatur digital dari manapun dengan menggunakan akses akun khusus. Selain SDM pustakawan sebanyak 2 orang terdapat 1 orang staf yang membantu layanan sirkulasi serta 2 orang volunter yakni mahasiswa yang membantu mengelola media sosial Perpustakaan SPs khususnya instagram dn telegram. SPs UIN Jakarta berperan sebagai lembaga riset yang mengharapkan lahirnya tesi-tesis baru mengenai Islam sebagai kajian interdispliner, intradisipliner dan multidisipliner. SPs juga menekankan budaya anti-plagiarisme antara lain dengan mengatur batas maksimal tertentu untuk hasil cek tingkat similaritas karya.

Conclusion

Kesimpulan penelitian ini adalah semakin membaca dunia dibaca dunia maka semakin maju institusi. Membaca dunia dibaca dunia merupakan slogan berupa konsep 4 kata yang dijadikan landasan kekuatan kebijakan dan nilai nilai yang diterapkan oleh seluruh sivitas akademika SPs UIN Jakarta. Perpustakaan SPs menjalankan peran dengan menyediakan akses terhadap sumber sumber informasi dan sarana modern yang berbasis akademis. Kebijakan dengan slogan tersebut akan terlihat pula dalam berbagai aspek seperti lingkungan taman pemikir terbuka dan ruang-ruang ekslusif (QR) bagi para peneliti, dan khususnya rumah pengetahuan yakni perpustakaan riset SPs UIN Jakarta. Perpustakaan berkontribusi secara positif atau sebaliknya, berdampak negatif terhadap reputasi lembaga, menyangkut kualitas, sifat dan cakupan koleksi, kualitas staf dan layanan serta bangunan perpustakaan, jika perpus takaan diabaikan.