TRADISI LISAN MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM BERBAGI PENGETAHUAN KESENIAN DI TANAH PADJADJARAN
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Indonesia
Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai tradisi lisan yang biasa digunakan masyarakat Minangkabau khususnya dalam berbagi pengatahuan pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Pecinta Budaya Minangkabau (UPBM) di Universitas Padjadjaran Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan seni di UKM UPBM Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam setiap kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan kesenian mahasiswa UKM UPBM Universitas Padjadjaran ini menggunakan tradisi lisan yakni berbagi pengetahuan tacit ke tacit yang mana pengetahuan akan disebarluaskan melalui lisan ke lisan.
Abstract
This research discusses the oral traditions commonly used by the Minangkabau people, especially in sharing knowledge at the Student Activity Unit (UKM) Unit Pecinta Budaya Minangkabau (UPBM) at Padjadjaran University, Bandung. This research was conducted to find out the process of sharing knowledge in activities carried out by students who are members of art activities at UKM UPBM, Padjadjaran University. The research method used in this study is a qualitative methodology by conducting interviews, observation, and documentation in each activity. The results of this study indicate that the process of sharing knowledge in art activities for UKM UPBM Padjadjaran University students uses an oral tradition, namely sharing tacit to tacit knowledge in which knowledge will be disseminated orally to orally.
Keywords:
berbagi pengetahuan
· tradisi lisan
· masyarakat Minangkabau
· tacit knowledge
· Unit Pecinta Budaya Minangkabau
· Universitas Padjadjaran
Introduction
Masyarakat Minangkabau terkenal dengan tradisi lisan kaba babarito yang menyampaikan pesan dari mulut ke mulut. Segala bentuk tradisi lisan masyarakat Minangkabau mengandung berbagai nilai informasi, seperti informasi nilai religi, informasi nilai sejarah, informasi adat dan kebiasaan masyarakat, informasi yang memiliki nilai kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, serta informasi yang mengandung silsilah atau keturunan suatu keluarga dalam masyarakat. Masyarakat Minangkabau dalam melakukan kegiatan berbagi pengetahuan menggunakan tradisi lisan. Berbagi pengetahuan juga merupakan sarana pembelajaran bagi individu dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan, pengetahuan dan pengalaman. Organisasi yang memiliki nilai dan kepentingan yang sama diantara para anggotanya dapat menghasilkan sesuatu yang dapat menguntungkan organisasi itu sendiri sesuai dengan tujuannya. Seperti halnya UPBM yang bergerak di bidang seni budaya Minangkabau telah berhasil memperkenalkan seni budaya Minangkabau tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Segala bentuk tradisi lisan masyarakat Minangkabau mengandung berbagai nilai informasi, seperti informasi nilai religi, informasi nilai sejarah, informasi adat dan kebiasaan masyarakat, informasi yang memiliki nilai kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, serta informasi yang mengandung silsilah atau keturunan suatu keluarga dalam masyarakat. Semua informasi tersebut diterima, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagai tradisi lisan yang dikenal masyarakat Minangkabau. (Primadesi, 2011). Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UPBM Universitas Padjadjaran sering melakukan kegiatan diskusi dan bertukar informasi dengan tradisi lisan yakni proses berbagi pengetahuan melalui mulut ke mulut. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa di ruang sekretariat UPBM setiap hari sekretariat yang telah disepakati oleh anggota UPBM Unpad. Kegiatan kesenian Minangkabau di UPBM Unpad merupakan wadah bagi para anggotanya untuk menimba ilmu dan bertukar informasi di bidang keagamaan, sosial dan budaya. Ini adalah ruang lingkup berbagi pengetahuan. Berbagi pengetahuan yang berlangsung dalam kesenian Minangkabau di UPBM ini dilakukan secara berkesinambungan sebagai salah satu cara melestarikan budaya dan kesenian Minangkabau yang dipentaskan di luar wilayah Minangkabau. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang proses knowledge sharing kegiatan kesenian Minangkabau di UPBM, mengingat kegiatan kesenian UPBM membutuhkan ilmu dan ruang untuk saling bertukar pendapat dan berkembang, sehingga tujuan pengadaan organisasi adalah untuk melestarikan seni dan budaya. budaya Minangkabau dapat terlaksana dengan baik. Pelestarian kesenian Minangkabau yang dilakukan oleh UPBM merupakan satu satunya Unit Kegiatan Mahasiswa yang mempromosikan budaya Minangkabau di lingkungan Universitas Padjadjaran. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana Tradisi Lisan Mahasiswa Minang dalam Berbagi Pengetahuan Kesenian di Tanah Padjadjaran?” Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian juga diperoleh melalui pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan di UPBM, khususnya kegiatan rutin kesenian Minangkabau. Dengan demikian, dapat dilihat kebiasaan mahasiswa tradisi lisan dalam berbagi ilmu di Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam bidang ilmu informasi dan perpustakaan khususnya dalam kajian manajemen pengetahuan. Serta memberikan pengetahuan tentang berbagi pengetahuan menggunakan tradisi lisan dalam bidang seni tradisi sebagai salah satu cara melestarikan budaya lokal.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Creswell (2014) penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan pendekatan untuk menggali dan memahami makna yang berasal dari masalah manusia atau sosial. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang suatu subjek menurut pendapat orang yang diteliti (Sulistyo-Basuki, 2006). Instrumen penelitian kualitatif adalah mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran dan mengikuti kegiatan kesenian di UPBM UKM Universitas Padjadjaran. Peneliti melihat dan menginterpretasikan makna yang berasal dari data yang terkumpul tentang tradisi lisan dalam berbagi ilmu seni kepada mahasiswa UKM UPBM Unpad. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena proses tradisi lisan untuk mengetahui proses tacit to tacit dalam knowledge sharing. Hal ini sesuai dengan instrumen penelitian kualitatif yang erat kaitannya dengan aktivitas dan pandangan seseorang, kelompok atau komunitas yang diteliti.
Result & Discussion
Hasil penelitian ini akan menghadirkan tradisi lisan dalam berbagi pengetahuan dalam kesenian Minangkabau, khususnya kesenian randai di UPBM yang bertujuan untuk mempromosikan pengetahuan baru. Peneliti mencoba memberikan gambaran tentang aktivitas berbagi pengetahuan melalui teori SECI Nonaka dan Takeuchi, yang menjelaskan empat proses konversi pengetahuan, yaitu sosialisasi dimana anggota mengkomunikasikan pengetahuannya, eksternalisasi dimana anggota merespon, dan mendokumentasikan pengetahuan yang diperoleh, kombinasi dimana pengetahuan tersebut dikombinasikan dengan pengalaman pribadi untuk menciptakan pengetahuan baru, dan internalisasi dimana pengetahuan baru akan disebarluaskan sebagai bahan pembelajaran bagi anggota lainnya. Namun peneliti akan memfokuskan pada pembahasan kegiatan sosialisasi karena proses sosialisasi merupakan proses yang sangat dominan dalam kegiatan berbagi pengetahuan masyarakat Minangkabau. Dalam kegiatan sosialisasi ini akan terlihat aktivitas masyarakat Minangkabau dalam menggunakan tradisi lisan untuk berbagi pengetahuan tersebut. Berbagi pengetahuan seni mahasiswa Universitas Padjadjaran lebih banyak menampilkan tradisi budaya lisan yang berlangsung dalam masyarakat Minangkabau. Tradisi lisan masyarakat Minangkabau ini mengandung beberapa nilai informasi. Nilai informasi yang terkandung dalam kegiatan kesenian UPBM Unpad adalah informasi nilai seni, adat istiadat, penalaran dan kebiasaan masyarakat serta nilai kearifan lokal dalam kegiatan kesenian UPBM Unpad. Semua informasi yang diterima dalam kegiatan ini diterima, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagi pengetahuan dalam berbagai tradisi lisan yang dikenal masyarakat Minangkabau. Proses sosialisasi merupakan tahap awal dari kegiatan berbagi pengetahuan. Proses sosialisasi yang berlangsung dapat dilihat dari lingkungan dan kondisi suatu organisasi. Berbagi pengetahuan dalam proses sosialisasi dapat dilihat dari kondisi dimana kegiatan tersebut berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan anggota UPBM tentang kesenian Minangkabau. Penutur atau sumber ilmu biasanya masih anggota yang memiliki regenerasi artistik yang sama dengan penerima ilmu. Pemilik pengetahuan yang akan menularkan pengetahuan kepada anggota biasanya disebut koordinator, yaitu anggota yang memiliki pengetahuan lebih dari anggota lainnya sehingga dapat membawa pengetahuan baru kepada anggota yang menerima pengetahuan. Pengetahuan seni yang dibagikan di UPBM merupakan pengetahuan pribadi anggota yang digabungkan dengan ilmu yang diwariskan antar generasi di UPBM, seperti yang dikatakan Uda Rendi Augusto: “Kesenian muncul di UPBM berdasarkan tujuan didirikannya UPBM itu sendiri karena anggota perlu ikut berpikir dalam kesenian seperti randai, tari dan musik. Pengetahuan ini awalnya berasal dari pengetahuan para trainer yang didatangkan dari luar UPBM untuk berbagi ilmu dengan anggota UPBM. Pelatih yang disewa berasal dari ISI Padang Panjang. Trainer ini merupakan awal mula ilmu seni di UPBM, yang kemudian dilengkapi dengan rekaman seni dalam bentuk CD, seperti tari rantak, tari piring, dan sebagainya…” (Augusto, 2021) Awalnya, ilmu yang disebarkan di UPBM berasal dari para trainer yang dibawa oleh UPBM dari ISI Padang Panjang, Sumatera Barat. Sehingga ilmu ini terus dikembangkan oleh anggota UPBM itu sendiri dan terus diwariskan kepada anggota UPBM penerus. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Uni Afifa yang pernah menjabat sebagai ketua jurusan seni budaya: “Kegiatan sharing pengetahuan kesenian di UPBM ini paling rutin yaitu pada hari kesekretariatan, anggota yang telah memilih regenerasi kesenian khususnya randai akan diajari langsung oleh koordinator yang bertanggung jawab untuk melatih anggota yang ingin belajar. Ini terjadi di lingkungan UKM Barat, namun kini pelaksanaan hari sekretaris lebih dimaksimalkan melalui pertemuan online atau postingan Instagram…” (Hasani, 2021) Berdasarkan pendapat dari uni Afifa, diketahui bahwa pada awalnya kegiatan kesenian utama UPBM melalui hari-hari sekretariat yang dilakukan langsung di lingkungan UKM Barat, namun sejak pandemi kegiatan kesenian dilakukan online melalui pertemuan online dan posting Instagram. Selain proses berbagi pengetahuan yang berlangsung pada hari kesekretariatan, ada pula proses berbagi pengetahuan yang berlangsung secara informal di lingkungan UPBM. Dalam proses sosialisasi, kegiatan informal ini dapat dirasakan dari interaksi tanpa batas waktu. Organisasi yang memiliki tempat pertemuan menjadi fasilitas bagi UPBM untuk melakukan kegiatan seperti berbagi informasi. Anggota yang berminat atau tidak, akan datang ke sekretariat UPBM untuk berbagai keperluan, seperti mengerjakan tugas kuliah, mencari teman untuk berbagi informasi atau ada juga yang hanya untuk mengisi waktu luang. Seperti yang dikatakan Uda Raymond: “Jadi UPBM punya sekretariat, atau biasa disebut sekretariat. Sekarang sekretariat ini buka 24 jam setiap hari bagi anggota UPBM yang ingin datang. Banyak anggota yang datang ke kantor tanpa tujuan tertentu, seperti ingin mengisi waktu luang atau sekedar nongkrong atau ngobrol, atau ada juga anggota yang datang ke kantor untuk mencari teman berlatih seni...” (Fazri, 2021). Dalam pelaksanaannya, terjadi interaksi antar anggota dalam melakukan kegiatan yang dianggap penting untuk keberlangsungan pengetahuan di UPBM. Uda Rendi Augusto mencoba menggambarkan interaksi yang terjadi di UPBM sebagai berikut: “Anggota UPBM, dalam rangka melestarikan ilmu yang ada di UPBM agar tidak hilang, direncanakan hari khusus untuk pelatihan, seperti secret day sebelumnya. Namun ada juga anggota yang belajar secara privat dengan anggota lain yang lebih berilmu. Seperti di awal mereka membuat kesepakatan, bisakah uda/uni beko crew nio ka sekre baraja dance bisa uda/uni? Kemudian nanti mahasiswa yang bisa hadir datang ke sekretariat dan biasanya praktek di lapangan UKM Barat, tapi ada juga anggota yang datang langsung ke sekretariat…” (Augusto, 2021) Seperti yang ingin disampaikan oleh Uda Gusto, proses berbagi ilmu juga terjadi di luar sekretariat dimana biasanya anggota yang sedang belajar ini terlebih dahulu menghubungi koordinator kesenian untuk menanyakan ketersediaan jam belajar, namun ada juga anggota yang datang langsung ke sekretariat. tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Proses sosialisasi dan berbagi pengetahuan berlangsung di UPBM tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui media, seperti yang dikatakan Uda Gusto: “…ya? Saya kan cuma nanya uda uni langsung, tapi bisa ikutan lewat video youtube atau dance tape…” (Rendi Augusto, wawancara, 2021) Kegiatan berbagi pengetahuan ini biasanya dilakukan secara langsung pada saat anggota melakukan pertemuan tatap muka, namun tidak jarang kegiatan ini dilakukan melalui media berupa line, whatsapp, seperti yang disampaikan oleh uni Afifa. Berdasarkan apa yang dipublikasikan oleh uni Afifa, selain pertemuan tatap muka, berbagi pengetahuan juga terjadi melalui jejaring sosial seperti garis di mana ada kelompok untuk setiap kader yang terdiri dari koordinator dan Anggota. Di grup ini, anggota bebas berdiskusi. Selain itu, sejak pandemi, interaksi daring semakin sering dilakukan, meski dengan jumlah anggota yang lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan tatap muka. Seperti yang dikemukakan oleh Pawit M. Yusup selaku triangulator penelitian, sosialisasi adalah “Bila ada tujuan, misi tertentu dari pemrakarsa untuk menularkan ilmu yang telah disepakati kepada masyarakat dalam jumlah banyak, bisa dalam bentuk forum diskusi, seminar, pelatihan, jadi mereka bilang sedang melakukan proses sosialisasi…” (Yusup, 2022) Sehingga dapat disimpulkan dari hasil yang diperoleh di lapangan bahwa kegiatan berbagi pengetahuan dalam proses sosialisasi yang berlangsung di UPBM dapat dilihat melalui kegiatan pokok seni UPBM yaitu secret day. Pada hari rahasia diperlihatkan adanya koordinator sebagai sumber ilmu dan kemudian ada anggota sebagai penerima ilmu. Proses sosialisasi ini meliputi berbagi pengetahuan dalam segala kegiatan, antara lain membahas filosofi gerak randai, makna gerak atau ragam gerak lengkap yang bermanfaat bagi keberlangsungan ilmu kesenian Minangkabau di UPBM. Dalam berbagi pengetahuan pada kegiatan kesenian di UPBM Universitas Padjadjaran terjadi proses berbagi dengan tradisi lisan yakni berbagi pengetahuan melalui proses tacit ke tacit. Tradisi lisan merupakan pesan verbal atau tuturan yang disampaikan dari generasi ke generasi secara lisan, diucapkan, dan disampaikan. Mahasiswa UPBM Unpad menggunakan tradisi lisan tersebut dalam berbagi pengetahuan, khususnya untuk kesenian randai. Anggota yang melakukan berbagi pengetahuan gerakan randai akan berbagi kepada anggota lain dengan menggunakan lisan dan gerakan. Hal ini selalu terjadi di hari sekretariat UPBM Unpad dan anggota akan melakukannya di lapangan di depan sekretariat UPBM Unpad.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kegiatan sharing knowledge seni Minangkabau di UPBM, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi adalah transfer tacit knowledge antar individu melalui observasi, peniruan dan praktik. Proses sosialisasi yang berlangsung dalam sharing ilmu seni rupa UPBM dapat dilihat melalui kegiatan tatap muka dan online di masa pandemi, antara lain sharing ilmu seni Minangkabau, antara lain pembahasan filosofi seni, makna gerak dan praktek khususnya seni randai. Proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan kesenian khususnya seni randai di UPBM Universitas Padjadjaran menggunakan tradisi lisan yang dimana berbagi pengetahuan gerakan randai dapat dilakukan dengan tacit ke tacit yakni melalui mulut ke mulut. Anggota yang lebih senior akan memberikan contoh gerakan kepada juniornya agar dapat dipahami dan ditiru. Sehingga nantinya dapat didiskusikan gerakan gerakan tambahan jika diperlukan. Dalam kegiatan inilah terjadi tradisi lisan dalam berbagi pengetahuan seni di UPBM Universitas Padjadjaran.