Persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang
Universitas Semarang; Universitas Semarang
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Ada informan sebayak 4 (empat) orang. Jenis dan suber data penelitian yang digunakan ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 (tiga) cara yaitu wawancara, pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh menujukan bahwa sikap pustakawan yang bertugas : 1) Mempunyai sikap ramah, dan cepat tanggap terhadap pemustaka. 2) Mempunyuai Sikap tanggung jawab sudah dijalankan dengan baik oleh pustakawan. 3) Menggunakan bahasa yang baik dan dapat dimengerti oleh pemustaka. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sikap yang ditunjukan oleh pustakawan sudah baik dalam memberikan layanan kepada pemustaka.
Abstract
The purpose of this study is to find out how the perception of users of the attitude of librarians at UPT Library of the University of Semarang. The method used in this research is qualitative with the type of case study research. There are informants as much as 4 (four) people. The type and suber of research data used are primary and secondary data sources. Data collection techniques using 3 (three) ways, namely interviews, observation (observation) and documentation. While the analysis of the data used in this study is the analysis of Miles and Huberman. The results obtained indicate that the attitude of the librarians in charge: 1) Has a friendly attitude, and is responsive to users. 2) Conquering the attitude of responsibility has been carried out well by the librarian. 3) Use good language and can be understood by users. Overall it can be concluded that the attitude shown by the librarian is good in providing services to the visitors
Keywords:
librarian’s attitude
· library user’s perception
· university library
Introduction
Keberadaan perpustakaan disuatu lembaga atau instansi memiliki peran yang sangat penting. Peran perpustakaan adalah untuk menunjang tujuan dari lembaga atau instansi yang menaunginya. Universitas merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tujuan yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat). Perpustakaan yang ada di lingkungan universitas sudah seharusnya dapat menunjang Tri Dharma perguruan tinggi. Menurut Mashuri (2012: 28- 29) fungsi perpustakaan sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dijabarkan sebagai berikut: a. sebagai pendukung keberhasilah pendidikan; b. menjadi pendukung antara bahan pustaka yang berupa informasi dengan para pemakai perpustakaan; c. menjadi tempat riset, karena perpustakaan menyediakan referensi atau katalog induk untuk kepentingan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, atau riset lainnya dan; d. menyediakan bahan dan tempat rekreasi bagi pembaca seperti novel, majalah hiburan, dan ruang AV (Audio Visual) yang didukung oleh perabot dan fasilitas yang nyaman. Perpustakaan perguruan tinggi ialah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya (Sulistyo-Basuki, 1991: 51). Kualitas atau mutu pendidikan di perguruan tinggi dapat dilihat dari perpustakaannya. Jika diibaratkan sebagai tubuh, maka perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai jantung dari universitas. Sumber Daya Manusia (SDM) di perpustakaan merupakan unsur yang sangat penting karena merupakan pemberi dan penerimaan dari sumber informasi. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di perpustakaan terdiri dari pemustaka (pengguna perpustakaan) dan pustakawan (pengelola perpustakaan). Pasal 1 UU Nomor 43 Tahun 2007 menyebutkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan penggelolaan dan pelayan perpustakaan. Secara lebih detail penjelasan mengenai tenaga pengelola perpustakaan atau pustakawan dijelaskan dalam UU No.43 tahun 2007 Bab VIII Pasal 29 yaitu: (1) Tenaga perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. (2) Pustakawan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional perpustakaan. (3) Tugas tenaga teknis perpustakaan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dirangkap oleh pustakawan sesuai kondisi perpustakaan yang bersangkutan. (4) Ketentuan mengenai tugas, tanggung jawab, dan pengangkatan, pembinaan, promosi, pemindahan tugas, dan pemberhentian tenaga yang bersangkutan pegawai negri sipil dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (5) Ketentuan-ketentuan mengenai tugas, tanggung jawab, pengangkatan, pembinaan, promosi, pemindahan tugas, dan pemberhentian tenaga yang berstatus non pegawai negri sipil dilakukan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh penyelenggara perpustakaan yang bersangkutan. Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfatkan fasilitas layanan perpustakaan (Yuventia, 2010: 12-13). Perpustakaan tidak akan bermanfaat jika tidak ada pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan. Pelayanan yang baik di perpustakaan akan membuat pemustaka tertarik untuk berkunjung. Pustakawan harus memberikan layanan yang maksimal dengan dilandasi sikap yang baik seperti sikap ramah, tanggung jawab, peduli, dan lain lain. Pustakawan jangan sampai salah membuat persepsi terhadap pengunjung, karena akan berakibat pada servis atau layanan perpustakaan yang tidak maksimal, cenderung berkesan judes, tidak simpati, tidak ramah, atau yang lain (Suwarno, 54: 2009). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Semarang merupakan jenis perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan tersebut memiliki tujuan utama yaitu meningkatakan mutu pendidikan civitas academica. Tujuan tersebut dapat tercapai jika memenuhi beberapa unsur. Sumber Daya Manusia (SDM) di perpustakaan yaitu pustakawan dan pemustaka merupakan unsur yang sangat penting dan sebagai ujung tombak di layanan perpustakaan. Baik buruknya layanan di perpustakaan menjadi tolak ukur pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Apabila perpustakaan dimanfaatkan oleh pemustaka, tentu UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah berperan dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang.
Method
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pemustaka yang datang di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Sementara itu, objek penelitian ini adalah persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Peneliti menentukan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbanggan atau kriteria tertentu (Sugiyono, 2009: 85). Informan yang hendak diminta informasi adalah dengan karakteristik sebagai berikut : 1. Mahasiswa yang bersedia untuk di wawancarai. 2. Mahasiswa yang datang di UPT Perpustakan Universitas Semarang minimal dalam satu bulan tiga kali berkunjung. 3. Mahasiswa yang masih terdaftar aktif di Universitas Semarang. 4. Empat mahasiswa dari beberapa Fakultas yang berbeda. 5. Mampuh berkomunikasi dengan baik. Alasan peneliti mengambil kerteria yang diatas adalah agar penelit bisa maksimal dalam melakukan penelitian, bermanfaat bagi perpustakaan agar bisa menjadi masukkan perpustakaan dan yang membutuhkannya. Jawaban-jawaban yang diberikan informan sudah mewakili persepsi dari seluruh pemustaka yang datang di perpustakaan. Hasil wawancara yang telah dilaksanakan ini dapat dijadikan dasar untuk menjawab masalah penelitian yaitu mengenai persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan mengikuti alur analisis data Miles dan Huberman (2007: 16-21), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Result & Discussion
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada empat informan mahasiswa di Universitas Semarang dari fakultas yang berbeda, yaitu mahasiswa fakultas Ekonomi, teknik, hukum, dan psikologi. Mahasiswa tersebut yang sering berkunjung ke UPT perpustakaan Universitas Semarang. Karena peneliti menganggap para informan akan dapat memberikan informasi yang bersifat objektif dan sesuai dengan fakta, dapat berkomunikasi dua arah dengan baik, serta memahami mengenai subjek penelitian agar data yang diperoleh objektif dan akurat. b. Sikap Ramah Keempat informan menyatakan bahwa sikap pustakawan yang ramah adalah pustakawan yang memberi senyuman, memberi sapaan, ringan tangan, dan bersedia mengingatkan pemustaka jika barang-barangnya tertinggal di perpustakaan. Sikap ramah tersebut ditunjukan dengan bahasa yang halus dan sopan. sikap pustakawan yang ramah membuat pemustaka merasa senang, nyaman dan tertarik untuk lebih sering datang ke perpustakaan. c. Sikap Pustakawan Terampil Pustakawan yang bersifat terampil adalah pustakawan yang peduli terhadap pemustaka yang kesulitan melakukan temu kembali koleksi, bersedia merapihkan koleksi yang ada di perpustakaan, serta dapat melakukan temu kembali informasi dengan cepat dan tepat. pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah terampil dalam menyusun koleksi yang ada di perpustakaan. Hal ini terbukti dengan mudahnya mahasiswa melakukan temu kembali, dan apabila terjadi kesulitan pustakawan bersedia membantu pemustaka baik secara langsung mencarikan koleksi di rak maupun menggunakan komputer. d. Sikap Tanggung Jawab Pustakawan Pustakawan yang bertanggung jawan adalah pustakawan yang dapat menyimpan koleksi dengan benar, menjaga inventaris yang ada di perpustakaan, dapat menjaga ketertiban, serta bersedia membantu kesulitan pemustaka. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah bertanggung jawab dan memberi pelayaanan yang baik. Sikap pustakawan yang tanggung jawab dalam menjaga koleksi yaitu dengan cara melakukan preservasi, konservasi (memberi sampul dan memberbaiki buku yang rusak) dan menata koleksi di perpustakaan dengan rapi. Pustakawan yang melaksanakan tata tertib di ruanggan misalnya memperingatkan pemustaka yang tidak menaati tata tertib (ramai di ruangan dan tidak menitipkan tas di locker), tertib dalam perpakaian (sopan), dan rajin dalam pengeceka koleksi. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tata tertib di perpustakaan hal ini terbukti dengan jawaban semua informan yang menyatakan bahwa pemustaka yang melanggar tata tertib langsung diperingatkan atau ditegur langsung oleh pustakawan. e. Sikap Cepat Tanggap Pustakawan yang tanggap adalah pustakawan yang mau mengerti kesulitan pemustaka dalam mencari koleksi dan bersedia mengingatkan pemustaka yang melanggar tata tertib. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah tanggap kepada pemustaka yang kesulitan mencari koleksi di perpustakaan. Sikap cepat tanggap yang dilakukan oleh pustakawan adalah bersedia mencarikan koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka baik melalui computer atau langusng dicarikan ke rak. berbelit-belit sehingga mudah dipahamai oleh pemustaka. f. Sikap Peduli Pustakawan Pustakawan yang peduli adalah pustakawan yang cepat tanggap dan bersedia membantu pemustaka jika ada kesulitan, mengingatkan pemustaka jika lalai, dan memberi pelayanan yang baik. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah peduli terhadap pemustaka yang mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian informasi di perpustakaan. Wujud kepedulian pustakawan terhadap pustakawan yang kesulitan mencari informasi dengan cara membantu menelusur koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka baik melalui system di komputer atau langsung dicarikan di rak, dan memberi arahan referensi buku. Koleksi yang ada di perpustakaan adalah dengan cara menata koleksi dengan rapih, memperbaiki buku yang rusak, segera mengolah koleksi buku baru untuk kemudian dilayankan kepada pemustaka. g. Kinerja Pustakawan Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah dapat berkomunikasi dengan baik karena bahasa yang digunakan mudah dipahami dan mereka dapat menjawab setiap apa yang ditanyakan oleh pemustaka. Mereka juga sudah dapat berkomunikasi dengan baik karena bahasa yang digunakan mudah dipahami dan mereka dapat menjawab setiap apa yang ditanyakan oleh pemustaka. Pustakawan tidak tahu bawa pustakawan melakukan penelitian, tetapi ada jaga pemustaka yang tahu bawa pustakawan melakukan penelitian. Pustakawan memberikan penghargaan kepada pemustaka yang sering datang ke perpustakaan dan lebih menghafal pemustaka yang sering berkunjung. h. Harapan Pemustaka Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah optimal dalam menjalankan profesinya sebagai pustakawan dan sudah memberikan layanan yang terbaik kepada pustakawan. Pustakawan dapat diajak bekerjasama dan berkoordinasi jika pemustaka membutuhkan informasi di perpustakaan. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah baik dalam bersikap mudah diaajak berkomunikasi dan berkoordinasi. Pemustaka berharap Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang adalah agar menjaga inventaris inventaris yang ada di perpustakaan, tepap mau menegur pemustaka yang melanggar tata tertib serta menambah jumlah koleksi di perpustakaan. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah baik, namun ada pustakawan yang kurang maksimal dalam bertugas. Saran pemakai agar pustakawan bertugas dengan baik adalah pustakawan yang sudah baik, agar lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya dan kalo ada pustakawan yang kurang baik dalam melaksanakan tugasnya, makah pustakawan harus bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang mengenai persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut : 1. Pustakawan mempunyai sifat ramah dan cepat tanggap terhadap pemustaka. Sikap tersebut ditunjukan dengan arahan-arahan dan bantuan pustakawan terhadap pemustaka yang merasa kesulitan dalam pencarian koleksi. Pemberian bantuan ini disertai dengan senyuman dan sering menghafal pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan. Selain keramahan dan sikap cepat tanggap pustakawan, mereka juga terampil dalam penyusunan koleksi tercetak serta menguasai penggunaan teknologi informasi. 2. Pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang sudah bertanggung jawab. Wujud dari tanggung jawab tersebut ditunjukan dengan memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan pemustaka, jika ada pemustaka yang melanggar tata tertib segera diberi peringatan. Tanggung jawab lain adalah terhadap koleksi perpustakaan, pustakawan menyusun koleksi dengan benar sesuai dengan standar yang ditentukan serta melakukan perawatan koleksi. 3. Pustakawan dalam memberikan pelayanan menggunakan bahasa sopan, melayani dengan senyuman, tidak menyinggung pemustaka dan dapat dimengerti oleh pemustaka. Komunikasi diantara keduanya sudah berjalan dengan lancar, setiap pertanyaan yang diajukan oleh pemustaka dapat dijawab oleh pustakawan, hal ini didukung dengan pengetahuan baik berupa informasi, bahasa, maupun teknologi yang dimiliki pustakawan. sudah memenuhi kriteria pustakawan yang baik dalam memberi pelayanan. Harapan pemustaka adalah agar pustakawan lebih meningkatkan inovasi agar pemustaka yang datang lebih banyak lagi.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang mengenai presepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan, maka saran yang diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut : 1. Inovasi dalam memberikan layanan perlu ditingkatkan misalnya dengan menambah jornal-jornal terbaru, mendesain perpustakaan yang lebih nyaman, agar pemustaka yang datang ke perpustakaan dapat meningkat. Inovasi yang lain dapat dilakukan dengan cara memberikan penghargaan kepada pemustaka yang sering berkunjung, misalnya dikasih hadiyah, dll. 2. Penilaian baik yang diberikan oleh pemustaka kepada pustakawan hendaknya dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi untuk waktu yang akan datang. Agar pustakawannya tidak ditinggalkan oleh pemustaka, maka pustakawan harus dapat menghadapi tantangan, dan tuntutan pustakawan dari sudut pandangan keahlian profesi, misalnya penguwasaan TI, bahasa asing, dan dapat mengoprasikan sofware-sofwere terbaru untuk perpustakaan. Kesimpulan hanya cukup menjawab permasalahan atau tujuan penelitian (jangan merupakan pembahasan lagi), atau menghasilkan sebuah teori baru. Jika tujuan hanya satu hal, maka simpulan ya cukup satu hal saja mengacu kepada tujuan tersebut. Juga merupakan simpulan dari penulis secara logis dan jujur “harus berdasarkan fakta yang diperoleh”?. Boleh ditambahkan implikasi atau saran (tidak wajib). Sebaiknya dituliskan dalam bentuk paragraf, bukan dalam bentuk item list/numbering. Jika terpaksa ada item list/numbering, tetapi dituliskan dalam bentuk paragraph.