Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Menggunakan Metode Rocchio Relevance Feedback
Universitas Semarang; Universitas Semarang
Abstrak
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang dalam kegiatan belajar siswa. Dengan tersedianya perpustakaan, siswa-siswi dapat meningkatkan efektifitas dalam belajar melalui membaca buku yang tersedia di perpustakaan. SMK Muhammadiyah Purwodadi merupakan sekolah kejuruan yang berada di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. SMK Muhammadiyah Purwodadi merupakan sekolah yang memiliki perpustakaan dengan buku yang cukup lengkap, namun perpustakaan ini masih memberlakukan pengolahan perpustakaan secara manual sehingga kurang dapat menunjang efektifitas dalam mengelola data administrasi perpustakaan terutama dalam hal pencarian buku maupun data yang lain. Dari uraian permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menunjang efektifitas dalam mengelola perpustakaan. Sistem informasi tersebut dirancang berbasis web menggunakan framework Codeigniter dan database MySQL dengan pendekatan metode Rocchio relevance feedback dimana metode tersebut akan mempermudah dalam pencarian buku maupun data perpustakaan yang lain. Dengan metode tersebut kata kunci yang dimasukan kedalam form pencarian akan diolah melalui empat tahapan yaitu tokenizing, filtering, stemming, dan term weighting sehingga mendapatkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci. Dengan adanya sistem informasi perpustakaan tersebut diharapkan mampu mempermudah dan menunjang efektifitas dalam mengelola perpustakaan di SMK Muhammadiyah Purwodadi.
Abstract
The school library is one of the supporting facilities in student learning activities. With the availability of a library, students can increase their effectiveness in learning through reading the books in the library. Vocational High School of Muhammadiyah Purwodadi Vocational School is one of the vocational schools located in Grobogan Regency, Central Java Province. Vocational High School of Muhammadiyah Purwodadi is a school that has a library with complete books, but this library still applies manual library processing, so that it is less able to support effectiveness in managing library administrative data, especially in terms of searching for books and other data. According to the problem’s description, a system is required to facilitate the library’s management effectiveness. The information system is designed web-based using the Codeigniter framework and MYSQL database with the Rocchio relevance feedback method approach where the method will make it easier to search for books and other library data. With this method, the keywords entered into the search form will be processed through four stages, namely tokenizing, filtering, stemming, and term weighting so as to get the most search results relevant to keywords. With the library information system, expected to be able to facilitate and support the effectiveness in managing library at SMK Muhammadiyah Purwodadi
Keywords:
Rocchio relevance feedback
· Codeigniter
· library
Introduction
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang dalam kegiatan belajar siswa. Perpustakaan sekolah juga memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah, dengan tersedianya perpustakaan siswa-siswi dapat meningkatkan efektifitas dalam belajar melalui membaca buku yang tersedia di perpustakaan. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar. Perpustakaan sekolah merupakan bagian vital dari program sekolah, dimana perpustakaan turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Melalui perpustakaan, siswa dapat mendidik dirinya secara berkesinambungan. SMK Muhammadiyah Purwodadi merupakan salah satu SMK yang berada di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. SMK Muhammadiyah Purwodadi adalah sekolah yang memiliki perpustakaan dengan buku yang cukup lengkap. Mulai dari buku pelajaran umum, pengetahuan, hingga buku yang berkaitan dengan setiap jurusan yang ada di sekolah tersebut. Namun perpustakaan yang ada di SMK Muhammadiyah Purwodadi masih memberlakukan pengelolaan sistem secara manual sehingga kurang dapat menunjang efektifitas dan kemudahan transaksi antara siswa-siswi dengan petugas perpustakaan. Sistem pencarian dalam perpustakaan di SMK Muhammadiyah Purwodadi juga masih menggunakan cara manual tanpa menggunakan bantuan komputer. Sistem manual tersebut menyebabkan kegiatan operasional perpustakaan berjalan dengan lambat. Penggunaan Framework Codeigniter bertujuan agar memudahkan developer dalam membuat aplikasi web berbasis PHP, karena framework Codeigniter sudah memiliki kerangka kerja sehingga tidak perlu menulis semua kode program dari awal. Selain itu, struktur dan susunan logis dari Codeigniter membuat aplikasi semakin teratur dan dapat fokus pada fitur-fitur apa yang akan dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi tersebut. (Destiningrum & Adrian, 2017) Implementasi metode Rocchio relevance feedback dalam penelusuran katalog perpustakaan sangat mempermudah dalam penelusuran informasi buku yang ingin dicari karena metode ini memodifikasi query yang dimasukan ke dalam mesin pencarian dan memaksimalkan selisih antara rataan dokumen yang relevan dengan yang tidak relevan. (Yugianus et al., 2013) a. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan kemudahan siswa-siswi maupun petugas perpustakaan dalam menjalankan kegiatan operasional perpustakaan di SMK Muhammadiyah Purwodadi. 2. Literature Review: Metode Rocchio Relevance Feedback Metode Rocchio relevance feedback adalah strategi reformulasi query paling populer karena sering digunakan untuk membantu user pemula suatu information retrival systems. Dalam siklus relevance feedback, kepada user disajikan hasil pencarian dokumen, setelah itu user dapat memeriksa dan menandai dokumen yang benar-benar relevan. Selberg (2011) (dalam pausta 2013). Teknik relevance feedback ditemukan pertama kali oleh Rocchio. Rocchio memandang feedback sebagai permasalahan mencari sebuah query optimal, yaitu query yang memaksimalkan selisih antara dokumen relevan dengan dokumen tak relevan. Relevance feedback berguna untuk mendekatkan query ke rataan dokumen relevan dan menjauhkan dari rataan dokumen tak relevan. Ini bisa dilakukan melalui penambahan istilah query dan penyesuaian bobot istilah query sehingga sesuai dengan kegunaan istilah tersebut dalam fungsinya membedakan dokumen relevan dan tak relevan. (Ruthven, dkk. 2011:95) Langkah-langkah dalam pengolahan query adalah sebagai berikut : 1. Tokenizing Tokenizing adalah tahap pemrosesan sebuah kata kunci menjadi unit kecil yang disebut token. Unit tersebut berupa suatu kata, suatu angka, atau suatu tanda baca. 2. Filtering Tahap filtering adalah tahap mengambil kata-kata penting dari hasil tokenizing. Pada tahap ini kata-kata yang tidak deskriptif akan dibuang, misalnya “yang”, “dan”, “di”, “dari”. 3. Stemming Tahap stemming adalah tahap mencari akar kata dari tiap kata hasil filtering. Pada tahap ini dilakukan proses pengembalian berbagai bentukan kata ke dalam suatu representasi yang sama, misalnya kata “menghasilkan” akan menjadi “hasil”. 4. Term weighting Pada tahap ini akan dilakukan penghitungan bobot tiap term yang dicari pada setiap dokumen sehingga dapat diketahui ketersediaan dan kemiripan suatu term di dalam dokumen. Pada dokumen yang besar, skema yang paling sukses dan secara luas digunakan untuk pemberian bobot adalah skema pembobotan “term frequency * inverse document frequency” disebut sebagai nilai bobot term atau β. Term frequency (tf) adalah frekuensi dari kemunculan sebuah term dalam dokumen yang bersangkutan. Idf merupakan sebuah perhitungan dari bagaimana term didistribusikan secara luas pada koleksi dokumen yang bersangkutan. Inverse document frequency menunjukkan hubungan ketersediaan sebuah term dalam seluruh dokumen. Semakin sedikit jumlah dokumen yang mengandung term yang dimaksud, maka nilai idf semakin besar. (Mooney, dkk.2011) Nilai idf sebuah term dirumuskan dalam persamaan berikut : idf = log n/df Keterangan idf : nilai inverse document frequency n : jumlah dokumen di dalam koleksi df : nilai document frequency Penghitungan bobot dari term tertentu dalam sebuah dokumen dengan menggunakan perkalian nilai tf dan idf menunjukkan bahwa deskripsi terbaik dari dokumen adalah term yang banyak muncul dalam dokumen tersebut dan sangat sedikit muncul pada dokumen yang lain. Perhitungan bobot term adalah sebagai berikut : β = (tf) * (idf) Keterangan β : nilai bobot term tf : nilai term frequency idf : nilai inverse document frequency Tingkat kemiripan term pada dokumen yang dicari dapat dituliskan pada persamaan Rocchio relevance feedback berikut ini : R = N + β((Dp/Np) - (Dn/Nn)) Keterangan R : Tingkat kemiripan term N : Jumlah term tiap dokumen β : Nilai bobot term Dp : Term dari dokumen relevan Np : Jumlah dokumen relevan Dn : Term dari dokumen tak relevan Nn : Jumlah dokumen tak relevan Perpustakaan 1. Pengertian Perpustakaan Hartono (2016:26) berpendapat bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan dan merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. 2. Tujuan Perpustakaan Tujuan perpustakaan adalah untuk menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran. Perpustakaan merupakan salah satu bagian dari sekolah yang diharapkan mampu menunjang tujuan dari sekolah. Maka tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut (Prastowo, 2012:50- 51): a.Mendorong dan mempercepat proses penguasaan dan teknik membaca para siswa. b.Membantu menulis kreatif bagi para siswa dengan bimbingan guru dan pustakawan. c.Menumbuhkembangkan minat dan kebiasaan membaca para siswa. d.Menyediakan berbagai macam sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum. e. Mendorong, menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan belajar kepada para siswa. f. Memperluas, memperdalam, dan memperkaya pengalaman belaar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi yang disediakan oleh perpustakaan. Sistem Informasi Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan satu fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki beberapa karrakteristik atau sifat yang terdiri dari komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran sistem (Elisabet, 2017:1). Sedangkan informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan. Sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (Elisabet, 2017:2). PHP PHP atau yang memiliki kepanjangan Hypertext Preprocessor, merupakan suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website dinamis. PHP menyatu dengan kode HTML, maksudnya adalah beda kondisi, HTML digunakan sebagai pembangun atau pondasi dari kerangka layout web, sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya, sehingga dengan adanya PHP tersebut, sebuah web akan sangat mudah di maintenance. PHP berjalan pada sisi server, sehingga PHP disebut juga dengan bahasa Server Side Scripting, artinya bahwa dalam setiap/untuk menjalankan PHP, wajib membutuhkan web server dalam menjalankannya (Agus Saputra, 2012:2). Unified Modeling Language UML (Unified Modeling Language) adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menggambarkan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem perangkat lunak (Rosa, 2014). Empat macam diagram yang paling sering digunakan dalam pembangunan sebuah sistem atau aplikasi yaitu use case diagram, sequence diagram, class diagram, dan activity diagram. Use Case Diagram Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan sistem yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu (Rosa, 2014). Class Diagram Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas (Rosa, 2014). Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan kelakuak objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan Sequence diagram maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat Sequence diagram juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case (Rosa, 2014). Activity Diagram Activity diagram menggambarkan work flow atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan actor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem (Rosa, 2014)
Method
Metode Waterfall Metode waterfall merupakan sebuah metode pengembangan data yang terstruktur dan bersifat serial yang dimulai dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem. (Pressman, 2012) Gambar 1. Metode Waterfall Tahap pengembangan sistem menggunakan metode waterfall meliputi : 1. Requirement Analysis Sebelum melakukan pengembangan sistem, seorang pengembang harus mengetahui dan memahami bagaimana informasi kebutuhan pengguna pada sebuah sistem. Dalam hal ini penulis melakukan analisis kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membuat sebuah sistem perpustakaan di SMK Muhammadiyah Purwodadi. 2. System and Software Design Tahap desain dan perencanaan, dalam tahap ini informasi dan kebutuhan yang telah dianalisa oleh penulis akan dirancang dan didesain sesuai dengan kebutuhan sistem perpustakaan yang akan dibuat. 3. Implementation and Unit Testing Implementasi, pada tahap ini informasi kebutuhan dan rancangan sistem perpustakaan yang dibuat akan di implementasikan kedalam sebuah bahasa pemrograman agar menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan, selain itu pada tahap ini juga akan dilakukan pengecekan terhadap aplikasi agar sesuai dengan modul yang telah dirancang sebelumnya. 4. Integration and System Testing Integrasi dan uji coba sistem, setelah seluruh unit atau modul yang dikembangkan sudah disesuaikan di tahap implementasi, selanjutnya sistem akan diintegrasikan secara keseluruhan. Setelah proses integrasi selesai, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pengujian sistem secara keseluruhan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kegagalan dan kesalahan pada sistem perpustakaan. 5. Operation and Maintenance Merupakan tahap akhir yaitu penggunaan jangka panjang dan perawatan sistem secara keseluruhan.
Result & Discussion
Implementasi Metode Rocchio relevance feedback Proses pengolahan query pada metode rocchio relevance feedback sebagai berikut: Gambar 2. Proses Pengolahan Query 1. Tahap Tokenizing Pada tahap ini dilakukan pemotongan string input berdasarkan tiap kata yang menyusunnya. Pada tahap ini pula dilakukan penghapusan tanda baca pada query yang dicari oleh user sehingga menghasilkan kata-kata yang berdiri sendiri. Gambar 3. Tahapan Tokenizing 2. Tahap Filtering Pada tahap ini dilakukan pengambilan kata-kata penting dari hasil tokenizing. Pada tahap ini pula sistem melakukan stoplisting (membuang kata yang kurang penting) dan wordlisting (menyimpan kata penting). Contoh kata-kata yang tidak penting adalah “yang”, “untuk”, “dan”, “di”, “dari”, “ini”, “itu”, dan lain sebagainya. Gambar 4. Tahapan Filtering 3. Tahap Stemming Pada tahap ini dilakukan proses mengubah kata menjadi kata dasarnya dengan menghilangkan imbuhan-imbuhan pada sebuah kata dalam dokumen atau mengubah kata kerja menjadi kata benda. Gambar 5. Tahapan Stemming 4. Tahap Term Weighting Pada tahap ini dilakukan pembobotan term. Berikut adalah proses penghitungan bobot term. Keyword : rakit komputer smk Dokumen 1 : Perakitan Komputer Untuk SMK Dokumen 2 : Komputer Akuntansi Untuk SMK Penghitungan modifikasi query berdasarkan persamaan rocchio relevance feedback sebagai berikut. Pada dokumen 1 : R = 3 + 2,601 ((3/2) – (1/18)) = 6,7584 Maka tingkat kemiripan dokumen 1 terhadap kata kunci adalah 6,7584. Pada dokumen 2 : R = 3 + 1,300 ((2/2) – (1/18)) = 4,1557 Maka tingkat kemiripan dokumen 2 terhadap kata kunci adalah 4,1557. Dari hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa dokumen 1 memiliki tingkat kemiripan tertinggi diantara dokumen yang lain. Maka dari itu, dokumen 1 merupakan dokumen yang paling relevan berdasarkan keyword/kata kunci yang dicari oleh user. Tabel 1. Term Weighting Pengujian Metode Rocchio Relevance Feedback Pencarian data menggunakan keyword “dasar”. Gambar 6. Hasil Pencarian Data Use Case Diagram Use Case merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara aktor dengan sebuah sistem. Use case diagram dapat mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Berikut ini adalah use case dari sistem informasi perpustakaan. Gambar 7. Use Case Diagram Class Diagram Class diagram Sistem informasi perpustakaan, membahas mengenai rancangan Class diagram dari keseluruhan Sistem informasi perpustakaan yang berupa entitas-entitas yang digunakan dalam sistem beserta relasinya terhadap entitas lain. Gambar 8. Class Diagram Activity Diagram Hasil implementasi activity diagram dapat dilihat pada gambar 9 Gambar 9. Activity Diagram Sequence Diagram Sequence diagram di gunakan untuk memberikan gambaran interaksi terhadap objek satu dengan objek yang lain. Gambar 10. Sequence Diagram Tampilan Halaman Program a. Tampilan Halaman Utama Tampilan halaman utama dapat dilihat pada gambar 11. Gambar 11. Tampilan Halaman Utama b. Tampilan Login Tampilan login dapat dilihat pada gambar 12. Gambar 12. Tampilan Login c. Tampilan Dashboard Tampilan dasboard dapat dilihat pada gambar 13 Gambar 13. Tampilan Dashboard d. Tampilan Cari Data Tampilan cari data dapat dilihat pada gambar 14 Gambar 14. Tampilan Cari Data
Conclusion
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Proses pencarian buku di dalam sistem perpustakaan menggunakan metode rocchio relevance feedback terdiri dari empat tahap yaitu tokenizing, filtering, stemming dan term weighting. 2. Sistem pencarian buku pada sistem perpustakaan dengan metode rocchio relevance feedback dapat melakukan penelusuran dengan hasil pencarian yang relevan dengan keyword, meskipun keyword yang dimasukan tidak sama persis dengan data yang ada di dalam database. Keyword yang tidak sama tersebut akan diolah dengan metode rocchio relevance feedback sehingga akan menemukan data yang paling sesuai dan relevan dengan keyword yang telah dimasukan. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan diatas maka terdapat saran untuk pengembangan sistem selanjutnya diantaranya : 1. Sistem dapat dikembangkan lagi dengan menambah fitur yang lain seperti export data berekstensi pdf atau excel. Sistem dapat dikembangkan lagi dengan menggunakan metode perancangan sistem yang lain..