Peran Pustakawan dalam Mengembangkan Perpustakaan Keliling : Studi Kasus di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Islam Negeri Datokarama Palu; Universitas Islam Negeri Datokarama Palu; Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Abstrak
Tulisan ini mengkaji tentang peran pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling(studi kasus di perpustakaan daerah provinsi sulawesitengah).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan terhadap pengembangan perpustakaan keliling dan untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulandatadilakukanmelalui observasi,wawancaradandokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu kepala perpustakaandan staf perpustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan mempunyai peran yang cukup singnifikan terhadap perkembanganPerpustakaan Keliling, baik dari pengajuan anggaran, pengadaan perlengkapan, pelayanan, dan promosi. Perpustakaan Keliling yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah belum dapat memberikan layanannya secara merata di sekolahmaupun di daerah-daerah Provinsi Sulawesi Tengah, karena luasnya area wilayah Kota Sulawesi Tengah menjadi salah satu faktornya. Sedangkan kendala yang dialami oleh Pustakawan dalam mengembangkan Perpustakaan Keliling Daerah provinsi Sulawesi Tengah secara garis besar adalah kurangnya dana yang diberikan khusus untuk pengelolaan Perpustakaan Keliling, serta terhambatnya sistem birokrasi yang sangat ketat dalam mengelolah keuangan.
Keywords:
Pustakawan
· Pustakawan-Peran
· Perpustakaan Keliling
Introduction
Perpustakaan merupakan salah satu dari sekian banyak tempat dimana masyarakat umum bisa mendapatkan wawasan serta pengetahuan secara gratis, dalam hal ini informasi yang didapatkan di perpustakaan tidak kalah berkualitas dengan sumber-sumber informasi lainnya. Perpustakaan bukan merupakan hal baru dikalangan masyarakat. Dimana-mana telah diselenggarakan perpustakaan, mulai dari keberadaannya yang permanen (menetap) sampai dengan yang bergerak (perpustakaan keliling). Penyelenggaraan perpustakaan diberbagai daerah pemukiman, terutama yang warganya sangat membutuhkan sarana dan sumber belajar, bukan hanya untuk berusaha meningkatkan taraf kecerdasannya, melainkan juga untuk memperbaiki mutu perikehidupannya. Banyak kawasan yang sangat memerlukan dukungan perpustakaan untuk memperbaiki kualitas hidup warganya. Untuk keperluan itu tidak cukup hanya tersedia sekolah-sekolah yang menampung anak-anak usia sekolah, melainkan diperlukan juga tersedianya bahan pustaka yang efektif sebagai sumber belajar bagi populasinya yang tidak (lagi) bersekolah dan sebagai orang dewasa telah menjadi andalah pencari nafkah bagi keluarganya. Kita semua maklum bahwa ketertinggalan suatu masyarakat terutama disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktornya yaitu, ketidaktahuan, dan dalam usaha untuk menanggulanginya biasanya diutamakan berbagai ikhtiar yang ditujukan pada teratasinya faktor ketidaktahuan, seperti antara lain program pemberantasan buta huruf, disusul dengan penyelenggaraan sekolah-sekolah dan kursus-kursus. Berbagai ikhtiar tersebut ditujukan pada meningkatnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat yang bersangkutan singkatnya, tindakan untuk mengatasi ketertinggalan suatu masyarakat biasanya dimulai dengan ikhtiar untuk meningkatkan kecerdasannya. Dengan meningkatnya kecerdasan masyarakat maka meluas pula cakrawala pandangan masyrakat yang bersangkutan Perpustakaan merupakan salah satu di antara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat digumuli oleh peminatnya masing-masing. Seperti halnya dengan kegiatan lain, kegiatan kepustakaan kini berkembang menjadi lebih khusus. Dalam kaitannya dengan perpustakaan, kini timbul berbagai jenis perpustakaan. Adapun alasan timbulnya berbagai jenis perpustakaan ialah a) akibat munculnya berbagai jenis pemakai perpustakaan, b) adanya kebutuhan informasi yang berbeda-beda, c) karena pertumbuhan ilmu pengetahuan sangat pesat sehingga semakin banyak ilmu-ilmu memiliki jenis, cabang, dan spesialisasinya.(Basa, 2008) Sebagaimana yang diketahui bahwa dari berbagi jenis perpustakaan tersebut salah satunya terdapat perpustakaan keliling yang bisa menjangkau dimansa saja terkhususnya pada masyarakat yang kurangnya akses literature dikarenakan jaringan yang tidak menjangkau yaitu perpustakaan daerah memiliki perpustakaan keliling yang merupakan perluasan jasa sebuah perpustakaan termasuk perpustakaan daerah kota palu dalam melayani pemakai yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum tetap (statik). Seperti telah dinyatakan di atas lokasi perpustakaan keliling bersifat dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini sangat menguntungkan bagi masyaakat yang tidak mempunyai akses internet dan perpustakaan keliling sangat membantu menumbuhkan minat baca mereka. Juga bila letaknya jauh, perpustakaan umum tidak dapat dikunjungi oleh anak-anak, demikian pula dengan orang-orang yang sudah pesiun dan sudah tua tidak mampu lagi mengunjungi perpustakaan karena kemampuan fisik mereka terbatas. Perpustakaan keliling merupakan perpustakaan yang mencari pemakainya dengan cara sistem jemput bola dengan kata lain perpustakaan keliling melakukan pelayanannya dengan cara mendatangi pemakainya. Dengan cara ini pengunjung yang selama ini jarang datang ke perpustakaan umum bahkan yang belum pernah sekalipun berkesempatan untuk mendapatkan layanan perpustakaan tanpa harus datang langsung keperpustakaan umum.(Basa, 2008) Berbicara tentang perpustakaan maka tidak lepas dengan peran seorang pustakawan, pustakawan merupakan seseorang yang berperan sangat vital bagi kemajuan perpustakaan tanpa adanya pustakawan pada sebuah perpustakaan maka perpustakaan tersebut tidak akan berjalan dengan semestinya. Keprofesionalan seorang pustakawan tercermin pada kemampuan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam mengelola dan mengembangkan pelaksanaan pekerjaan di bidang kepustakawanan serta kegiatan terkait lainnya secara mandiri. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah peran pustakawan pada perpustakaan keliling yang dimiliki oleh perpustakaan daerah kota Palu sudah benar-benar maksimal. Sehingga penulis mengajukan judul yaitu “Peran Pustakawan Terhadap Pengembangan Perpustakaan Keliling (Studi Kasus di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan terhadap pengembangan perpustakaan keliling dan untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling.
Method
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif adalah suatu jenis penelitian yang menggunakan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang dapat diamati.(C & Tailor, 1993) Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu kepala perpustakaan dan staf perpustakaan yang mengelola perpustakaan kelliling tersebut. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh, penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi untuk mendapatkan data yang valid dan tingkat kredibilitas data yang diperoleh. (Moleong, 2001, hlm. 171).
Result & Discussion
3.1. Peran Pustakawan terhadap pengembangan Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah Dari hasil wawancara penelitian ini, penulis menemukan beberapa Peran Pustakawan terhadap Pengembangan Perpustakaan Keliling yaitu: 3.1.1. Peran Pustakawan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah Dari hasil wawancara atas nama Andi Hajidin, SE.,M.Si Sebagai (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengenai peran pustakawan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah yang mengatakan bahwa: “Peran andil pustakawan terhadap pengembangan koleksi perpustakaan keliling tentu sangat banyak seperti mereka yang menjalankan dan bertugas pada layanan perpustakaan keliling itu tentu mempunyai misi agar perpustakaan keliling semakin diminati oleh masyarakat, baik masyarakat umum maupun masyarkat sekolah.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pustakawan disini yaitu berperan sebagai penggerak dan mereka juga sangat andil dalam pengembangan perpustakaan keliling ini. Dari hasil wawancara atas nama Drs. Denny Y. Lagonda. M.Si (Kepala Bidang Layanan) mengenai peran pustakawan terhadap pengembangan perpustakaan keliling yang menyatakan bahwa: “Pustakawan mempunyai peran yang sangat penting mulai dari mengusulkan pengadaan kendaraan perpustakaan keliling sampai mengusulkan layout dan perangkat yang digunakan untuk perpustakaan kelilling tersebut pustakawan harus melewati birokrasi yang sudah diatur pemerintah Sulawesi Tengah selain itu salah satu perannya yaitu untuk mempromosikan atau memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat karena perpustakaan keliling merupakan layanan eksistensi, selain itu perpustakaan keliling juga beroperasi dari hari senin-jum’at sesuai dengan kesepakatan di 3 kabupaten.”(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pengadaan kendaraan perpustakaan keliling sangatlah penting sehingga daerah-daerah yang selama ini belum sampai dikunjungi bisa dikunjungi dengan penambahan fasilitas seperti armada. Selain itu Salah satu perannya yaitu untuk mempromosikan atau memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat karena perpustakaan keliling merupakan layanan eksistensi, selain itu perpustakaan keliling mempunyai jadwal dari hari senin-jum’at sesuai dengan kesepakatan di 3 kabupaten selanjutnya. Dari hasil wawancara kepada bapak Drs. Denny Y. Lagonda. M.Si (Kepala Bidang Layanan) dalam pengembangan suatu koleksi perpustakaan seorang pustakawan yang berada di Perpustakaan keliling Daerah Sulawesi Tengah mempunyai peran sebagai berikut: “a) Menyediakan atau mengadakan koleksi yang dibutuhkan oleh para pemakai Perpustakaan Keliling, baik itu dengan cara membeli atau meminjam keperpustakaan Daerah Sulawesi Tengah, b) Mengajukan permohonan dana kepada pihak ketiga seperti perusahaan swasta, instansi swasta dan instansi pemerintahan untuk mendapatkan anggaran pembelian koleksi perpustakaan. c) Melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain dengan tujuan untuk pertukaran bahan pustaka. Salah satu perpustakaan yang diajak kerjasama yaitu Perpustakaan Nasional, d) Mengelola bahan pustaka yang rusak sehingga siap untuk digunakan kembali.(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara tersebut penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Peran Pustakawan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, salah satunya sudah menyediakan atau mengadakan koleksi yang dibutuhkan oleh para pemakai Perpustakaan Keliling, baik itu dengan cara membeli atau meminjam keperpustakaan Daerah Sulawesi Tengah selain itu pustakawan juga setiap tahun mengganti buku yang ada di armada dengan buku yang baru dan sesuai masanya. Tabel 1 Jenis koleksi buku di Perpustakaan Daerah No Jenis Koleksi Tahun 2020 Tahun 2021 Judul Eksemplar Judul Eksemplar 1. Koleksi Umum 28.670 104.361 29.870 112.361 2. Koleksi Surat Kabar 7 227 29 301 3. Koleksi Audio Visual 13 1.010 19 1.3394 4. Koleksi Majalah 26 125 9 2003 5. Koleksi Deposit Buku 2.034 2.086 2.904 2.146 6. Majalah 2.034 2.573 2.407 2.676 7. Surat Kabar 5 342 5 467 8. Audio Visual 8 960 9 1.323 9. Pemerintah 10 14 10 14 Jumlah 33.07 111.748 34.452 120.882 Sumber : Laporan triwulan badan perpustakaan daerah Sulawesi tengah 2020-2021 Untuk triwulan 1 tahun 2021 koleksi perpustakaan keliling belum diadakan penambahan dikarenakan pandemi covid 19 namun, penambahan koleksi tetap berkesinambungan selalu diadakan baik melalui pembelian rutin, atau tukar menukar. Hal tersebut dimasudkan untuk menunnjang pengembangan koleksi. 3.1.2. Peran Pustakawan dalam pengembangan layanan Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah. Dari hasil wawancara atas nama Andi Hajidin, SE.,M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengenai peran pustakawan dalam pengembangan layanan Perpustakaan Keliling beliau mengatakan: “Bahwa layanan perpustakaan keliling yang dijalankan oleh petugas kami sebagai pustakawan sudah bisa disebut maksimal, karena saya sebagai kepala Perpustakaan Daerah yang juga menangani perpustakaan keliling memberikan arahan dan dorongan agar mereka selalu memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat dan kami sangat percaya kepada petugas kami untuk mengemban Amanah yang mereka bawa.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa peran pustakawan dalam pengembangan layanan perpustakaan keliling sudah maksimal dan sudah memenuhi prosedur. Dari hasil wawancara bapak Drs. Denny Y. Lagonda. M.Si (Kepala Bidang Layanan) mengatakan: “Salah satu Pustakawan yang bekerja di Perpustakaan Keliling peranan pustakawan dalam hal pengembangan layanan Perpustakaan Keliling menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban. Peran Pustakawan dalam hal pengembangan layanan Perpustakaan Keliling yaitu, a) merancang program terbaru untuk layanan Perpustakaan Keliling yang akan diberikan kepada masyarakat, b) merancang sistem layanan yang akan diberikan oleh pengguna. c) merencanakan perluasan lokasi layanan dan pengaturan waktu pelayanan perpustakaan keliling. d) Merencanakan sistem keanggotan Perpustakaan Keliling.”(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) Perancangan sistem layanan ini bermanfaat untuk memberikan layanan yang baik secara maksimal. Contohnya: keterbatasan waktu kunjungan dari satu tempat ketempat lain mengakibatkan masyarakat tidak leluasa saat membaca diperpustakaan keliling, sehingga Perpustakaan Keliling menerapkan sistem drop koleksi kekantor pemerintahan terdekat seperti kelurahan dan kecamatan dengan tujuan apabila pemakai kurang cukup waktu yang diberikan untuk membaca diperpustakaan keliling, pemakai bisa membaca koleksi tersebut di kantor pemerintahan tersebut. Setiap 3 bulan sekali buku yang didrop dikantor pemerintahan setempat akan ditukar oleh petugas Perpustakaan Keliling dengan koleksi yang lain. Dari hasil wawancara di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Peran Pustakawan dalam pengembangan layanan Perpustakaan Keliling salah satunya merancang sistem layanan yang akan diberikan oleh pengguna. Perancangan sistem layanan ini bermanfaat untuk memberikan layanan yang baik secara maksimal. Contohnya: keterbatas waktu kunjungan dari satu tempat ketempat lain mengakibatkan masyarakat tidak leluasa saat membaca di perpustakaan keliling, sehingga perpustakaan keliling menerapkan sistem dirolling koleksi kekantor pemerintahan terdekat seperti kelurahan dan kecamatan dengan tujuan apabila pemakai kurang cukup waktu yang diberikan untuk membaca diperpustakaan keliling, pemakai bisa membaca koleksi tersebut di kantor pemerintahan tersebut. 3.1.3. Peran Pustakawan dalam promosi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dari hasil wawancara Andi Hajidin, SE.,M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengatakan: “Promosi menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keberadaan Perpustakaan Keliling dan juga Perpustakaan Daerah Sulawesi Tengah.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Peran pustakawan dalam hal promosi perpustakaan antara lain adalah: 3.1.3.1. Merancang dan menentukan jenis promosi yang akan digunakan serta menentukan waktu yang tepat promosi tersebut akan dilaksanakan. Sebab dalam menentukan jenis promosi dan waktu pelaksanaan promosi, Pustakawan harus dapat menentukan waktu yang tepat. Tujuannya agar promosi yang dilakukan dapat menimbulkan kesan agar masyarakat tertarik untuk dapat berkunjung ke Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. 3.1.3.2. Mengadakan kerjasama dengan salah satu radio lokal yang berada di wilayah kota Palu yaitu ramayana radio. Bentuk kerjasamanya adalah stasiun radio tersebut mengiklankan layanan yang dimiliki oleh Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah mengadakan interaktif secara online mengenai Program dan Layanan Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. 3.1.3.3. Melakukan kerjasama dengan surat kabar lokal setempat, yaitu Koran Radar Sulteng. Bentuk kerjasama dengan surat kabar lokal ini meliputi pembuatan iklan pada salah satu halaman koran tersebut mengenai program dan layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Daerah Sulawesi Tengah. Manfaat dari kerjasama tersebut dapat membuat Perpustakaan Umum dan Perpustakaan keliling Daerah Sulawesi Tengah dapat melakukan promosi tanpa datang langsung kepada masyarakat, promosi yang dilakukan dapat menjangkau keseluruh lapisan masyarakat, promosi tidak dibatasi pada daerah-daerah tertentu dan promosi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Peran Pustakawan dalam promosi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bahwa perpustakatakaan dan pustakawan merancang dan menentukan jenis promosi yang akan digunakan serta menentukan waktu yang tepat promosi tersebut akan dilaksanakan. Sebab dalam menentukan jenis promosi dan waktu pelaksanaan promosi, pustakawan harus dapat menentukan waktu yang tepat. Tujuannya agar promosi yang dilakukan dapat menimbulkan kesan agar masyarakat tertarik untuk dapat berkunjung ke perpustakaan keliling Daerah Sulawesi Tengah. Peran Pustakawan dalam promosi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dari hasil wawancara bapak Drs. Denny Y. Lagonda. M.Si (Kepala Bidang Layanan) mengatakan: “Tentu sangat penting dengan jumlah petugas Pustakawan 9 orang sangat membantu untuk mempromosikan bukan hanya dimedia surat kabar namun mereka berperan penting untuk menyebarluaskan informasi tentang perpustakaan keliling melalui via sosmed.”(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara tersebut penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Peran Pustakawan dalam promosi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah sudah sangat membantu berjalannya perpustakaan keliling. Dari hasil wawancara atas nama Andi Hajidin, SE.,M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengenai peran pustakawan terhadap pengembangan perpustakaan keliling yang menyatakan bahwa. “Pustakawan sangat berperan penting terhadap pengembangan perpustakaan keliling karena mereka sebagai penggerak pada rana tersebut Salah satu perannya yaitu untuk mempromosikan atau memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat karena perpustakaan keliling merupakan layanan eksistens, selain itu perpustakaan keliling mempunyai jadwal dari hari senin-jum’at sesuai dengan kesepakatan di 3 kabupaten.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara tersebut penulis dapat menarik kesimpulan bahwa salah satu peran pustakawan yaitu sebagai pemeran utama untuk mempromosikan dan memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat. 3.1.4. Peran Pustakawan dalam pengembangan teknologi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Dari hasil wawancara bapak Andi Hajidin, SE.,M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengatakan: “Pustakawan disini berperan sebagai seorang ahli dalam menganalisa dan menentukan kebutuhan-kebutuhan teknologi yang cocok dan bermanfaat bagi penggunan Perpustakaan Keliling. Pustakawan melakukan kerjasama dalam bidang IT (informasi teknologi) dengan vendor-vendor yang ditunjuk sebagai pelaksana pembuat sistem elektronik yang akan dipakai. Sistem tersebut dibuat oleh vendor sesuai dengan arahan dari Pustakawan yang disesuaikan dengan kebutuhan Perpustakaan Keliling dan bermanfaaat bagi masyarakat penggunanya.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) “Teknologi yang telah ada dan akan diterapkan oleh Perpustakaan keliling Daerah Sulawesi Tengah antara lain a) Perlengkapan Audio Video, perlengkapan ini merupakan peralatan pendukung layanan Perpustakaan Keliling. Peralatan ini digunakan saat perpustakaan Keliling melakukan bedah film dan nonton film yang berhubungan dengan Pendidikan, b) Komputer yang online dengan Internet, karena saat ini merupakan era digitalisasi sehingga Pustakawan mengadakan layanan pencarian informasi melalui internet. Hal ini juga dikarenakan keterbatasan buku yang dibawa oleh kendaraan Perpustakaan Keliling, keterbatasan ini disiasati pustakawan dengan menerapkan system komputerisasi secara online sehingga memudahkan pengunjung untuk mencari informasi yang tidak tersedia pada koleksi yang dibawa oleh Perpustakaan Keliling tersebut.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa peran pustakawan dalam pengembangan teknologi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah sangatlah penting karena mereka bertindak sebagai seorang ahli dalam menganalisa dan menentukan kebutuhan-kebutuhan teknologi yang cocok dan bermanfaat. Sedangkan menurut bapak Drs. Denny Y. Lagonda. M.Si (Kepala Bidang Layanan) mengatakan bahwa: “Sudah seharusnya pustakawan mengambil strategi yang kreatif dalam mengambil metode pengembangan teknologi karena bisa dilihat dengan kasat mata sekarang sudah serba digital banyak peluang bagi pustakawan untuk menyiarkan melalui media digital.”(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa peran pustakawan dalam pengembangan teknologi perpustakaan keliling daerah Sulawesi Tengah dibutuhkan kreatifitas yang baik untuk menarik minat pembaca. 3.2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam mengembangkan Perpustakaan Keliling di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dari hasil wawancara yang telah dilaksanakan di Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang mengkhususkan pada Perpustakaan keliling bapak Andi Hajidin, SE.,M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) mengatakan bahwa: “Terdapat beberapa kendala yang dialami oleh pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling, pembahasan mengenai kendala- kendala yang dialami oleh pustakawan dibagi menjadi beberapa bagian yang berkaitan dengan hal-hal dalam pengembangan perpustakaan keliling antara lain:”(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) 3.2.1. Kendala Pustakawan dalam mengembangkan jumlah kendaraan Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah. Hingga penelitian ini dilaksanakan kendala-kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam melaksanakan pengembangan jumlah kendaraan operasional perpustakaan keliling tidak terlalu signifikan, hingga saat ini kendala yang dihadapi pustakawan yaitu, a) pustakawan tidak memiliki akses langsung untuk mengajukan dana ke pemerintah, sehingga dalam mengajukan suatu anggaran untuk penambahan armada atau untuk perawatan armada pustakawan harus melalui tahapan - tahapan tertentu, dan b) jumlah anggaran yang diterima oleh perpustakaan, sehingga tidak memungkinkan untuk penambahan armada hingga tahun anggaran 2021 disebabkan pandemi covid 19. 3.2.2. Kendala Pustakawan dalam mengembangan koleksi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Ada beberapa kendala yang dihadapi Pustakawan dalam melaksanakan pengembangan koleksi pada perpustakaan antara lain: Keterlambatan datangnya dana. Hal tersebut menjadikan pengadaan koleksi yang sedang populer menjadi terhambat. Sehingga efeknya saat buku tersebut dibeli atau diadakan menjadikan buku tersebut tidak trend atau populer lagi. Contohnya saat buku tentang Harry Potter yang sedang diminati banyak pengunjung atau pemakai tidak terdapat di perpustakaan, pemakai akan mencari buku tersebut. ketempat lain atau dengan cara lain. Kemudian setelah perpustakaan mengadakan buku tersebut masyarakat ternyata telah membaca buku tersebut dari tempat lain. Terbatasnya dana yang dilokasikan untuk pengadaan koleksi perpustakaan keliling. Hal tersebut menjadikan tidak terpenuhinya permintaan pengadaan koleksi yang dibutuhkan oleh pengunjung. Keterbatasan ini disikapi pustakawan dengan melibatkan pihak ketiga seperti: pengunjung perpustakaan sendiri, perusahan swasta dan perseorangan yang peduli dengan kemajuan kualitas koleksi yang disediakan, yang bertujuan untuk memajukan pendidikan bagi masyarakat umum. 3.2.3. Kendala Pustakawan dalam pengembangan layanan Perpustakaan Keliling Daerah Sulawesi Tengah Membahas tentang kendala yang dialami pustakawan dalam hal penggembangan layanan perpustakaan keliling sangat berkaitan erat dengan kesiapan teknis dan nonteknis. Sampai saat ini kendala yang dialami oleh pustakawan dalam hal layanan perpustakaan keliling antara lain: 3.2.3.1. Keterbatasan kendaraan, hal ini mengakibatkan ketidak merataan lokasi layanan yang diberikan. Biasanya perpustakaan keliling kota Palu lebih memprioritaskan layanan bagi instansi yang meminta untuk diberikan layanan perpustakaan seperti sekolah, instansiinstansi negara seperti kecamatan dan kelurahan serta instansi lainnya. 3.2.3.2. Keterbatasan koleksi, hal ini menyebabkan pemakai menganggap koleksi yang dibawa oleh perpustakaan keliling sudah tidak up to date, tidak menarik dan bahkan informasi yang ada pada buku tersebut sudah banyak yang direvisi. 3.2.3.3. Keterbatasan fasilitas pendukung Perpustakaan Keliling lainnya, seperti, tidak adanya LCD dan layarnya, jadi pengunjung perpustakaan tidak dapat melihat dengan leluasa pada saat acara bedah film atau nonton bersama, dan tidak tersedianya tenda, mengakibatkan tidak ada tempat berteduh untuk pengujung apabila ingin membaca ditempat saat cuaca kurang bersahabat.(D. Y. Lagonda, komunikasi pribadi, 2021) 3.2.4. Kendala Pustakawan dalam promosi Perpustakaan Keliling Daerah Provinsi Sulawesi Tengah . Promosi merupakan salah satu tekhnik mencari perhatian pengguna/pemakai tujuannya adalah untuk membuat pengguna atau masyarakat tertarik untuk datang dan menggunakan koleksi diperpustakaan. Kendala yang dihadapai hingga saat ini oleh pustakawan dalam hal promosi dapat dikatakan tidak ada kendala yang cukup berarti karena pustakawan dan tim telah mempersiapkan segala hal baik perencanaan, lokasi promosi dan teknik promosi yang akan dilakukan. Adapun kendalanya yaitu: “Sulitnya menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan sebuah promosi. Sebab dalam melakukan sebuah promosi jika dilakukan pada saat/waktu yang tepat bisa memberikan makna yang lebih mendalam pada masyarakat mengenai Perpustakaan. Sulitnya mendapatkan ide yang kreatif dan unik untuk penerapan sebuah promosi dan Luasnya Kabupaten Sulawesi Tengah dan kurangnya personil yang terlibat dalam melakukan promosi Perpustakaan Keliling serta kurangnya armada yang dimiliki. Hal ini mengkibatkan promosi yang dilakukan tidak merata pada daerahprovinsi Sulawesi Tengah.”(A. Hajidin, komunikasi pribadi, 2021) Dari hasil wawancara tersebut penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Kendala-kendala yang dihadapi oleh Pustakawan dalam Mengembangkan Perpustakaan Keliling di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yaitu tidak lain dari kurangnya armada yang bisa menjangkau daerah pelosok selain itu sarana lainnya juga belum lengkap.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis mengenai“Peran Pustakawan Terhadap Pengembangan Perpustakaan Keliling studi kasus di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah”, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:4.1.Pustakawan mempunyai peran yang cukup singnifikan terhadap perkembangan Perpustakaan Keliling, baik dari pengajuan anggaran, pengadaan perlengkapan, pelayanan serta dalam hal promosi. Karna perkembangan yang dialami oleh Perpustakaan Keliling di Perpustakaan daerah provinsi Sulawesi tengah antara lain bisa dilihat dengan bertambahnya jumlah armada kendaraan Perpustakaan Keliling yang awal berdirinya hanya 1 hingga akhir tahun 2021 memiliki 3 armada perpustakaan Keliling. Perpustakaan Kelilingyang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah belum dapat memberikan layanannya secara merata di sekolah maupun di daerah-daerah Provinsi Sulawesi Tengah, luasnya area wilayah Kota Sulawesi Tengah menjadi salah satu faktornya.4.2.Kendala yang dialami oleh Pustakawan dalam mengembangkan Perpustakaan Keliling Daerah provinsi Sulawesi Tengah secara garis besar adalah kurangnya dana yang diberikankhusus untuk pengelolaan Perpustakaan Keliling, serta terhambatnya sistem birokrasi yang sangatketat dalam mengelolah keuangan.