Demands and Challenges of Publication of Scientific Writing for Arabic Language and Literature Students
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Muhammadiyah Mataram; Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin dalam menghasilkan karya tulis ilmiah dengan menguji efektivitas tuntutan dan mengkonfirmasi tantangan yang dihadapi. Fokus objek dan sumber data penelitian ini ialah mahasiswa jurusan Bahasa Arab semester 5 dan 7 yang ditemukan secara acak atau random sampling. Penyajian data dilakukan secara deskriptif. Analisis data dan penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan kurang sadarnya mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA) terhadap peluang yang mereka miliki untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI). Hal itu berimplikasi terhadap bertambahnya tantangan yang mereka hadapi, sebab di samping ketidakmampuan memanfaatkan sejumlah fasilitas pendukung, juga minimnya pengalaman meneliti dan menulis. Bahkan karena ketidakmampuan menangkap peluang menjadikan mereka kurang motivasi dan lemah minat.
Abstract
This study aims to describe the competence of Arabic Language and Literature students at Faculty of Adab and Humanities of UIN Alauddin in producing scientific papers by testing the effectiveness of demands and confirming the challenges faced. The focus of the objects and data sources of this study were students majoring in Arabic in semesters 5 and 7 who were found randomly or random sampling. Presentation of data is done descriptively. Data analysis and drawing conclusions are done inductively. The results of the research show that Arabic Language and Literature (BSA) students are not aware of the opportunities they have to conduct research and produce scientific papers (KTI). This has implications for the increasing challenges they face, because in addition to their inability to utilize a number of supporting facilities, they also lack research and writing experience. In fact, because the inability to seize opportunities makes them less motivated and weak in interest.
Keywords:
Demands
· Challenges
· Scientific Papers
Introduction
Salah satu tujuan nasional bernegara sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.(J.D.I.H. - Undang Undang Dasar 1945 - Dewan Perwakilan Rakyat, n.d.) Kecerdasan itu berkaitan erat dengan akal budi, sehingga kecerdasan bangsa dapat dipahami bahwa bangsa Indonesia memiliki akal budi yang mampu berkembang dengan sempurna dan berfungsi untuk berpikir, memahami, dan bertindak sesuai kaidah kebaikan yang berlaku. Tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan tanggung jawab pemerintah bersama seluruh elemen bangsa itu dapat diwujudkan melalui pendidikan. Pendidikan dimaksudkan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.(UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional [JDIH BPK RI], n.d.) Demi terlaksananya pembelajaran maka dicanangkan program wajib belajar. Wajib belajar itu sendiri adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah Daerah.(Undang-Undang Republik Indonesia, n.d.) Di sini dibutuhkan lembaga pendidikan. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam sistem Pendidikan nasional menempati posisi penting sebagai wadah untuk mewujudkan tujuan bernegara dan berbangsa. Peran penting kampus sebagai lembaga pendidikan tertinggi diwujudkan dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tridarma di perguruan tinggi dilaksanakan oleh unsur dosen bersama mahasiswa, termasuk di dalamnya aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Bagi Dosen, penelitian yang dilanjutkan pada tahapan publikasi ilmiah telah diwajibkan oleh pemerintah dan diatur dalam Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan angka kreditnya.(Retnowati et al., 2018, p. 218) Secara umum, penelitian mencakup tiga tujuan yakni penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan diartikan sebagai temuan terhadap data-data yang baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya. Pembuktian berarti bahwa data yang diperoleh untuk memberikan pengakuan atau pembuktian adanya keragu-raguan atas informasi dan pengetahuan tertentu yang diteliti sedangkan pengembangan diartikan sebagai upaya memperdalam dan menyebarluaskan pengetahuan yang ada.(Siregar & Harahap, 2019, p. 1) Publikasi karya tulis ilmiah memiliki tujuan yang erat kaitannya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sebab publikasi merupakan cara mendiseminasikan gagasan, ide, dan penemuan yang menunjang kemajuan ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara umum. Penelitian dan publikasi bagi dosen menunjukkan peningkatan seiring dengan berkembangnya teknologi dan media informasi yang mendukung kemudahan aksesibilitas informasi dan sumber informasi. Salah satu di antaranya dengan mass\ifnya jurnal online yang bebas diakses atau open journal system (OJS). Platform OJS ini tidak hanya menyediakan ruang publikasi bagi para peneliti tetapi juga sekaligus menjadi sumber bacaan dan referensi yang mudah diakses. Di samping itu, juga terdapat beberapa aplikasi pengaturan referensi yang disebut reference management tool yang juga multifungsi, sebab tidak saja berguna dalam mengatur penulisan referensi tetapi juga sekaligus menjadi perpustakaan digital yang multitasking. Ditambah lagi dengan tersedianya sumber-sumber referensi digital, baik berupa buku pdf., e-book, maupun jurnal terbuka umum/gratis (open journal). Pada Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, publikasi pada jurnal berbasis OJS sedang mengalami perkembangan dalam beberapa tahun belakangan ini. Publikasi tersebut berkembang seiring dengan peningkatan kualitas pengelolan jurnal kampus. Ketersediaan pendukung penelitian dan publikasi tersebut semestinya menunjang produktivitas dosen dan mahasiswa UIN Alauddin dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian dan publikasi. Selain faktor ketersediaan sejumlah fasilitas, dosen dan mahasiswa juga dituntut untuk melahirkan publikasi. Dalam standar akreditasi prodi atau jurusan, misalnya, dipersyaratkan adanya publikasi mahasiswa. Keberadaan kampus bukan hanya sebagai tempat perkuliahan menimba ilmu, namun sebagai tempat untuk mencetak pribadi mahasiswa yang cerdas, kreatif, inovatif dan berintegritas tinggi dalam berkarya. Karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat tersebar luas dan diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat melalui publikasi secara meluas, sehingga masyarakat mampu mendapatkan pengetahuan dan mempelajari substansi karya-karya ilmiah yang dihasilkan tersebut dan bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa dan negara. Pemerintah telah mengatur ketentuan publikasi ilmiah bagi mahasiswa sebagai salah satu prasyarat kelulusan yakni adanya publikasi artikel ilmiah dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI.) Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012.(Edaran : Publikasi Karya Ilmiah Program Sarjana, Program Magister, Dan Program Doktor – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, n.d.) Dengan tridarma PT, kemudahan mendapatkan referensi, tuntutan akreditasi jurusan/prodi, dan adanya surat edaran Kemendikbud RI, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas mahasiswa dalam hal penulisan karya ilmiah dan publikasinya. Hanya saja, sejauh ini indikator peningkatan itu belum terlihat. Hampir 100% mahasiswa BSA menulis karya tulis ilmiah hanya saat menulis skripsi sebagai syarat penyelesaian studi. Adanya tuntutan dan sejumlah peluang seharusnya menjadikan publikasi mahasiswa meningkat, tidak terbatas hanya skripsi, nyatanya belum nampak adanya peningkatan yang diidealkan. Di sini, peneliti menganggap perlu melakukan identifikasi dan memetakan peluang mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar dalam mempublikasikan karya tulis ilmiah dan tantangan yang mereka hadapi dalam menyiapkan karya tulis ilmiah untuk dipublikasikan. Penelitian tentang publikasi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab di tengah tuntutan dan tantangannya dibangun di atas teori mengenai karya tulis ilmiah dan publikasi ilmiah. 2.1. Karya Tulis Ilmiah Karya tulis terbagi dua yakni karya tulis ilmiah dan karya tulis popular. Karya tulis ilmiah merupakan suatu laporan penulisan yang menjelaskan hasil dari suatu penelitian dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan bidang ilmu tertentu dan memenuhi etika penelitian. Contoh dari karya tulis ilmiah adalah skripsi, tesis, dan jurnal penelitian. Sedangkan karya tulis populer merupakan suatu laporan tulisan yang menjelaskan suatu fakta atau gagasan seseorang dan ditulis dengan menggunakan bahasa-bahasa populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Contoh dari karya tulis populer ini adalah artikel, resensi, dan sinopsis. (Yudhyarta et al., 2021, pp. 5) Menyusun karya tulis ilmiah merupakan kegiatan menyusun laporan tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yang menggambarkan suatu hasil temuan penelitian atas permasalahan yang telah diamati, dikaji dan dievaluasi dengan menggunakan metode dan pendekatan ilmiah.(Napitupulu & dkk, 2020, pp. 1–2) Keilmiahan sebuah karya dapat dilihat pada isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan secara baik dan benar. Bahasanya bersifat formal dan baku, disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia yang telah disempurnakan. Isi karya ilmiah bersifat keilmuan, yaitu rasional, objektif, informatif, fokus dan bersifat spesifik pada sebuah bidang keilmuan secara mendalam. Kedalaman karya tentu sangat disesuaikan dengan kemampuan penulis.(Tingkat Produktivitas Penerbitan Karya Tulis Ilmiah, n.d.) Karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).(KBBI Daring, n.d.) Karya ilmiah ditulis sesuai kode etik kepenulisan. Kode etik dituangkan dalam norma yang terkait dengan pengutipan, perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data atau informasi. Penulis diharuskan menampilkan secara jujur semua bahan atau gagasan yang bersumber dari pemikiran atau tulisan orang lain.(Karya Ilmiah - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas, n.d.) 2.2. Publikasi Ilmiah Hasil penelitian dan publikasi ibaratnya dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, menulis ilmiah berkaitan erat dengan publikasi ilmiah, ada penelitian harus ada publikasi ilmiah dan tanpa publikasi ilmiah tidak perlu ada penelitian. Publikasi ilmiah adalah sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka untuk mencapai tingkat objektivitas setinggi mungkin. "Sistem" ini, bervariasi tergantung disiplin ilmu masing-masing, dan selalu berubah, meskipun sering kali secara perlahan. Sebagian besar karya akademisi diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku.(Publikasi Ilmiah - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas, n.d.) Publikasi merupakan tahapan akhir yang dilakukan oleh seorang peneliti, dengan melakukan publikasi ilmiah, seorang peneliti dianggap telah melakukan penyebarluasan gagasan, karya dan hasil penelitian yang dilakukannya kepada masyarakat luas dengan penuh tanggung jawab. Melalui publikasi, seorang peneliti telah berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan menyelesaikan permasalahan yang ada yang kadang kala sulit dianggap sulit memecahkan dan mencari solusinya. Begitu pentingnya melakukan publikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan referensi untuk melahirkan suatu temuan atau teori baru, dosen dan mahasiswa dituntut untuk mengadakan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya. Salah satu bentuk tuntutan itu datang dari pemerintah melalui kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan mengeluarkan edaran perihal Publikasi Karya Ilmiah. Edaran Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 tersebut memuat tiga poin utama. Poin pertama dalam edaran tersebut menyatakan bahwa “untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah”. Dengan melakukan publikasi berarti seorang peneliti telah produktif dalam menulis dan telah mampu menampakkan eksistensi dirinya di masyarakat luas, mengukir rekam jejak atas karyakaryanya yang akan menjadi acuan dan referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang berkembang di kalangan akademisi dan tentu saja hal ini dapat meningkatkan reputasi dirinya sebagai seorang peneliti. Pemanfaatan teori di atas telah mengilhami lahirnya beberapa kajian dalam bidang yang serupa. Beberapa hasil kajian berikut dianggap relevan dan dapat dijadikan sebagai referensi dan bahan rujukan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 2.1. Kebijakan Publikasi Artikel Ilmiah Mahasiswa, yang ditulis oleh Wahyudin Darmalaksana dari Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2021. Dalam artikel ini dibahas upaya yang dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menghadapi tantangan publikasi mahasiswa, dengan penerapan kebijakan seperti penggunaan software pengutipan, penyelenggaraan Kelas Menulis, penulisan tugas akhir dalam bentuk artikel ilmiah, dan penghargaan publikasi artikel mahasiswa di jurnal ilmiah. (Darmalaksana, 2021) 2.2. Faktor-Faktor Penghambat Meningkatnya Kemampuan Publikasi di Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang ditulis oleh Very Julianto di Jurnal Psikologi Integratif Vol 6 nomor 2 2018. Dalam artikel ini dikemukakan kesulitan dalam hal publikasi pada dosen dan mahasiswa di prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga disebabkan oleh minimnya kemampuan dalam hal penulisan dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan, kurangnya penguasaan teknologi, kurangnya kemampuan mahasiswa dalam penguasaan bahasa, kurangnya jaringan kolaborasi pada akun media sosial penelitian, dan keterbatasan dalam mengakses sumber referensi online.(Julianto, 2019) 2.3. Pengaruh Kebijakan Publikasi Karya Ilmiah di E-Journal terhadap Peningkatan Motivasi Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2009, oleh Galuh Ratnasari dan Rizki Nurislaminingsih di Jurnal Ilmu Perpustakaan Volume 6 Nomor 1 2017. Dalam artikel ini memberikan pembahasan terhadap kebijakan publikasi karya ilmiah bagi mahasiswa yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam meningkatkan kegiatan menulis dan publikasi.(Ratnasari & Nurislaminingsih, 2017) 2.4. Fenomena Publikasi Ilmiah pada Komunitas Peneliti Muda di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Muhammad Hasyim di jurnal PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 1 April 202. Artikel ini membahas tentang komunitas peneliti muda, adapun komunitas dimaksud adalah yang mewadahi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang penulisan ilmiah, penelitian dan publikasi hasil penelitian pada ajang seminar, konferensi, jurnal, dan buku baik di tingkat nasional dan di tingkat internasional.(Hasyim, 2021)
Method
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data-data yang terkait dengan publikasi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Alauddin Makassar untuk menggambarkan karakteristik objek penelitian dan sumber data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan berfokus pada hasil wawancara, mendeskripsikan, dan menganalisis fenomena karya tulis mahasiswa sebagai responden. Data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer penelitian ini ialah mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab semester 5 dan 7 yang dipilih secara random. Data tersebut berupa hasil wawancara dengan mahasiswa yang meliputi identifikasi terhadap pengetahuan mereka mengenai publikasi karya tulis ilmiah selain skripsi disertai informasi tentang publikasi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Sedangkan data sekunder berupa teori penguat yang diperoleh melalui studi pustaka/studi literatur baik tercetak maupun online yang terkait penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Obervasi yaitu mengamati objek penelitian dan dilanjutkan dengan mencatat secara sistematis terhadap sejumlah data yang dianggap dibutuhkan. Data yang diobservasi dapat berupa gambaran tentang sikap, kelakuan, perilaku, maupun tindakan. Dalam penelitian ini, peneliti secara langsung mencari data dari sumber primer yakni sejumlah mahasiswa semester 7 dan 5 terkait peluang dan tantangan yang mereka dapati dalam melakukan penelitian dan menyiapkan publikasi karya tulis ilmiah. Wawancara yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terstruktur, dalam hal ini peneliti mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden terkait pengetahuan mereka terhadap tuntutan karya tulis ilmiah, kendala yang dihadapi, motivasi dalam menulis, proses bimbingan hingga proses publikasi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen utama dengan memanfaatkan sejumlah instrumen pendukung meliputi daftar pertanyaan, google form, alat tulis, dan literatur atau dokumen pendukung. Menganalisis data dilakukan dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian (display) data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data yaitu analisis data yang dilakukan dengan memilih hal-hal yang pokok, fokus terhadap hal-hal yang penting, dan menentukan temanya. Data yang direduksi diambil dari seluruh data tentang permasalahan dalam penelitian. Data yang direduksi menggambarkan secara jelas dan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data selanjutnya. Reduksi data dilakukan dari awal kegiatan penelitian berlangsung hingga pengumpulan data. Adapun hal yang dilakukan untuk reduksi data, yakni: menajamkan analisis, uraian singkat tentang pengkategorisasian data ke dalam tiap permasalahan, mengarahkan, mengambil yang penting, dan mengorganisasikan data hingga dapat dibuatkan kesimpulan dan diverifikasi. (Purwanto et al., 2020, p. 222) Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tahapan reduksi data dengan menguraikan kembali rumusan masalah dan memilih data yang diperoleh dari tahapan pengumpulan data berdasarkan permasalahan yang dibahas. Kemudian pada tahapan penyajian data, peneliti mengelompokkan data sesuai rumusan masalah dan melakukan analisis dan interpretasi data. Pada tahapan akhir yaitu penarikan kesimpulan, peneliti melakukan pembacaan kembali atas hasil interpretasi dari penyajian data dan menyimpulkan hasil interpretasi tersebut menjadi sebuah kesimpulan sehingga permasalahan dapat terselesaikan.
Result
4.1. Tuntutan dan Peluang Publikasi KTI bagi Mahasiswa Sivitas akademika perguruan tinggi diwajibkan untuk memenuhi tridarma yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa BSA sebagai bagian dari warga perguruan tinggi dituntut untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya tulis ilmiah, di samping tugas dan kewajiban menerima pendidikan dan pengajaran serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Zaenal Abidin et.al Demands and Challenges of Publication of Scientific Writing… 70 Tuntutan melakukan penelitian yang tercakup dalam tridarma perguruan tinggi tersebut dikuatkan oleh adanya edaran Ditjen Dikti yang menekankan keharusan bagi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian atau karya tulis ilmiah yang dipublikasikan sebagai salah satu syarat kelulusannya. Pencapaian tuntutan demikian ditunjang oleh penyajian mata kuliah metodologi penelitian. Biasanya, mata kuliah ini membebani tugas penelitian kepada mahasiswa, minimal berupa proposal penelitian. Idealnya, mahasiswa memiliki modal dasar untuk melakukan penelitian lebih lajut demi memenuhi tuntutan yang telah disebutkan di atas. Selain modal dasar yang telah diterima pada awal-awal semester, tuntutan menghasilkan KTI juga ditunjang oleh terbukanya peluang bagi mereka. Peluang-peluang yang dimaksud meliputi beberapa hal berikut: 4.1.1. Open sources. Terbukanya akses sumber data dan referensi yang menunjang penulisan makalah. 4.1.2. Open Journal System (OJS). Terbukanya akses ke jurnal-jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional. 4.1.3. Reference manager tools. Tersedianya alat atau aplikasi yang memudahkan pengaturan sumber pustaka, satu di anatarany yang masyhur ialah Mendeley. Sejumlah tuntutan dan peluang yang disebutkan rupanya belum mampu menggerakkan kompetensi mahasiswa dalam menghasilkan KTI berupa makalah yang dipublikasikan. Dari 61 responden, hanya 6 orang yang mengaku pernah menulis artikel atau makalah untuk dipublikasikan. Berikut datanya: 4.2. Tantangan Mahasiswa BSA dalam Publikasi KTI dan Solusi Sejumlah tuntutan dan peluang yang sedianya dimiliki mahasiswa BSA tersebut di atas akan menjadi tantangan jika tidak dapat dimaksimalkan. Berikut dipaparkan temuan dalam penelitian terkait tantangan yang dihadapi mahasiswa BSA. 4.2.1. Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi Tuntutan pertama bagi mahasiswa ialah pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang di dalamnya tercakup penelitian. Terkait hal ini, peneliti menemukan data bahwa mahasiswa jurusan BSA masih banyak yang tidak mengetahui tridarma sebagai mahasiswa perguruan tinggi. Dari 61 responden, terdapat 21 yang mengaku tidak tahu. Berikut tabel datanya.Ketidaktahuan mereka terhadap tridarma berimplikasi pada ketidaksadaran mengenai kewajiban sebagai mahasiswa. Bahkan, di antara mereka yang sudah tau tridarma tersebut masih belum menyadarinya sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan Data berikut menggambarkan pengetahuan mahasiswa terhadap tridama sebagai kewajiban. Terdapat 23 responden yang tidak mengetahui tridarma sebagai kewajiban.4.2.2. Implementasi Edaran Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 tentang wajib publikasi artikel jurnal. Tridarma PT yang mencakup kewajiban mahasiswa untuk meneliti dan menulis KTI tersebut dikuatkan oleh Edaran Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 tentang publikasi karya ilmiah. Poin pertama dalam edaran tersebut menyatakan bahwa “untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah”. Hal ini tidak diketahui oleh banyak mahasiswa dengan rasio 41:20 (41 responden yang tidak mengetahui dan hanya 20 responden yang mengetahui). Berikut datanya:Selain tantangan yang muncul dari kelengahan dalam menyadari tridarma dan edaran publikasi, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi secara personal, khususnya dalam hal menyiapkan KTI. Tabel jawaban responden berikut merupakan hasil reduksi data yang dianggap sama: Tabel 1 Tantangan Personal No Tantangan Personal 1 Tidak memiliki laptop/notebook 2 Tidak adanya dorongan dari orang lain 3 Tidak paham kriteria penulisnya (penulisan) 4 Kurang mencari ilmu di kampus atau pun di luar kampus 5 Jaringan (internet) tidak mendukung 6 Kurang tau, Kurang pengalaman dan kurang pengajar 7 Biaya dalam penulisan karya tulis ilmiah 8 Sarana dan prasarana yang terbatas dalam menulis karya tulis ilmiah 9 Terbatasnya waktu untuk menulis karya tulis ilmiah 10 Kurangnya penguasaan komputer sebagai sarana menulis karya tulis ilmiah 11 Sulit menemukan ide 12 Kurangnya membaca dan mencari referensi 13 Lingkungan (tidak mendukung) 14 Kurangnya minat dalam hal kepenulisan 15 Tidak ada semangat dan dorongan yang didapat dari teman dan orang di sekitarnya untuk membuat atau ikut lomba KTI 16 Bingung mencari sumber referensi 17 Kurang keinginan dan (merasa) ribet 18 Tidak adanya perangkat pendukung 19 Kurang minat membaca, kurang referensi 20 Lalai 21 Kurangnya sebuah ruang bagi mahasiswa dan kurangnya dukungan dari pihak yang bersangkutan 22 Kurangnya pengetahuan tentang KTI 23 Kesibukan. Mata kuliah yang padat dan mereka juga harus menyiapkan beberapa hal di kosan/asrama mereka seperti mencuci pakaian dan memasak. Juga karena hal ini sangat jarang dibahas bahkan mungkin tidak pernah. Saya kira banyak dari mahasiswa/i yang baru mengetahui hal ini seperti halnya saya. 24 Kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya menulis KTI dan kurangnya pengetahuan mengenai cara atau step by step penulisan KTI itu sendiri. 25 Malas dan tidak ingin mencoba 26 Tidak adanya pelatihan atau workshop yang diadakan oleh pihak jurusan 27 Faktor organisasi 28 Terbatasnya waktu untuk menulis KTI dan kurangnya penguasaan terhadap komputer 29 Kurang nya membaca artikel atau buku-buku 30 Kurangnya informasi 31 Tidak punya dasar membuat KTI dan kurang wadah untuk pembelajaran menulis KTI 32 Kurang membuka jurnal 33 Kurangnya rasa haus akan ilmu atau terlalu cepat puas dengan apa yg pernah dicapai. 34 Malas, jarang membaca dan menelaah, terlalu kelelahan kuliah, berbisnis dan kegiatan dll 35 Kurangnya pendalaman pedoman penulisan KTI dan kurang kepekaan dalam analisis problem yg sedang booming dan tidak adanya mentor dalam proses penelitian. 36 Terkendala waktu dalam menulis KTI dan ide. 37 Dosen tidak pernah membimbing dengan baik atau bahkan memotivasi 38 Rasa malas yang nanti pada akhirnya saat membuat karya ilmiah hanya dengan mengcopy paste saja yang sudah ada di internet 39 Kurangnya minat atau pola pikir seseorang yang berkata karya tulis ilmiah tidak terlalu penting bagi mereka, kecuali hanya memjadi syarat dari kelulusan sarjana 40 Kurangnya semangat karena masih menganggap bahwa KTI (selain skripsi) bukan kewajiban. 41 Gaptek 42 Kurang dorongan dari dosen 43 tidak menguasai atau kurang mengetahui materi yang dikerjakan Berdasarkan sejumlah indikator yang ada, seperti tridarma perguruan tinggi dan penyajian mata kuliah dalam satu semester, ditambah dengan tugas-tugas mata kuliah yang tidak sedikit berupa penulisan makalah, maka sejumlah hambatan yang diklaim oleh mahasiswa menjadi tidak relevan, sehingga tantangan dan hambatan itu lebih bersifat personal. Meskipun ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian, seperti kurangnya penekanan pada bidang penelitian dan merasa cukup dengan penelitian akhir (skripsi), kurang tersosialisasinya edaran wajib publikasi, kurang dibiasakan penggunan aplikasi pengatur sitasi dan daftar Pustaka, dan kurangnya perhatian dosen dalam melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah.
Conclusion
5.1. Kesimpulan Mahasiswa jurusan BSA sebagai bagian dari sivitas akademika perguruan tinggi dituntut untuk melaksanakan tridarma, salah satunya ialah penelitian. Tuntutan ini dikuatkan oleh aturan susulan yang menekankan keharusan mahasiswa menghasilkan makalah atau artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusannya. Sebagai implementasi tuntutan itu disediakan matakuliah metodologi penelitian selama satu semester, ditambah lagi dengan penugasan mata kuliah berupa pembuatan makalah yang dipresentasikan dalam kelas. Lebih dari itu, era perkembangan teknologi informasi juga ikut menyumbang dukungan terhadap kewajiban mahasiswa tersebut dengan menyiapkan open sources, open journal, reference manager tools, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Hanya saja, Masih banyak mahasiswa BSA masih belum menyadari adanya tridarma sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. Kebanyakan mahasiswa belum mengetahui edaran wajib publikasi, serta belum memaksimalkan sejumlah fasilitas yang tersedia. Hal itu berimplikasi pada bertambahnya tantangan yang harus dihadapi di samping sejumlah tantangan lain yang lebih banyak bersifat personal, seperti kemalasan, kelalaian, kekurangan minat, hingga ketidaktersediaan perangkat. 5.2. Implikasi Hasil penelitian ini sedianya berimplikasi pada keberlangsungan penelitian yang terkait guna mendapatkan pendalaman tuntutan dan tantangan mahasiswa dalam melakukan penelitian dan menulis makalah ilmiah. Di samping itu diharapkan berimplikasi pada timbulnya kesadaran semua pihak, bukan hanya bagi mahasiswa tetapi juga dari pihak dosen dan pimpinan mengenai tuntutan publikasi artikel dan tantangan yang dihadapi mahasiswa, sekaligus penemuan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa.