STRATEGI JITU PENELUSURAN INFORMASI ILMIAH YANG CEPAT, TEPAT, DAN AKURAT DI INTERNET
N/A
Introduction
Mengapa tidak semua orang bisa langsung memperoleh informasi yang tepat sasaran sesuai dengan yang diharapkan ketika melakukan penelusuran informasi di internet ?. Tentu saja cara penelusuran yang dilakukan seseorang berpengaruh terhadap informasi yang dihasilkan. Namun walaupun penelusuran dilakukan untuk topik yang sama, tetapi bila dilakukan dengan cara atau strategi berbeda, maka bisa jadi informasi yang dihasilkan pun berbeda pula. Tentu saja ada cara yang bisa dilakukan semua orang, agar hasil penelusuran akurat dan tepat adalah mengenal alat pencarian informasi di internet, menggunakan strategi penelusuran, dan memanfaatkan fasilitas pencarian operator Boolean atau fasilitas lainnya. Ada beberapa langkah jitu dalam melakukan penelusuran informasi di internet agar berhasil cepat, tepat, dan akurat sesuai harapan : 1. Ketika masuk halaman muka suatu web browser (Internet Explorer atau Mozila Firefox) biasanya dihadapkan pada pertanyaan dibenak kita adalah alamat (website) mana akan dituju?. Bila kita belum tahu pasti ada di alamat mana informasi yang dicari, sebagai alat bantu pencarian (search engine) biasanya kita ketikan salah satu alamat (website) berikut {www.google.com} {www.google.co.id} {www.yahoo.com} {www.yahoo.co.id} yang dianggap bisa menjembatani dalam melakukan penelusuran. Awas jangan salah ketik. Selanjutnya ketikan beberapa penggalan kata atau kalimat dari topik yang hendak ditemukan pada ruas pencarian (find) lalu tekan tombol search atau telusuri, maka bila informasi yang dicari tersebut tersedia biasanya akan muncul sederetan kalimat yang menampilkan kata atau kalimat yang relevan dengan kata kunci (query) yang diketik pada ruas/kotak pencarian. 2. Bila diketahui pasti alamat (website) penyedia informasi yang dibutuhkan, maka bisa ketikan langsung misalnya: www.sciencedirect.com atau bisa juga www.garuda.dikti.go.id awas salah ketik. Kalau salah ketik alamat (website) maka yang akan tampil adalah website lain atau mungkin tampilan error. Alangkah baiknya bila seseorang akan melakukan penelusuran informasi di internet, semestinya alamat (website) penyedia informasi diketahui terlebih dahulu. Untuk itu sebaiknya jangan sungkansungkan menanyakan kepada orang yang bisa atau pernah melakukan penelusuran informasi untuk hal yang serupa. Bila di perpustakaan maka hendaklah bertanya kepada pustakawan yang bertugas di bagian penelusuran informasi. 3. Perlu diketahui bahwa tidak semua website penyedia informasi menyajikan fitur pencarian yang sama, adakalanya mudah difahami oleh setiap orang. Namun tidak menuntut kemungkinan untuk website tertentu tersaji fitur pencarian yang komplek, sehingga membutuhkan waktu cukup lumayan untuk beradaptasi dahulu. Hal ini biasa terjadi bagi orang yang baru pertama kali melakukan akses pada website tertentu. Untuk itu anggaplah kejadian tersebut sebagai hal yang biasa dan pasti setiap orang pernah mengalami. 4. Apabila telah masuk pada halaman muka suatu website dan telah mempelajari secara seksama fasilitas dan fitur pencarian dari suatu website penyedia informasi tersebut, maka langkah selanjutnya melakukan penelusuran (searching). Namun perlu diingat bahwa pada umumnya setiap website penyedia informasi paling tidak menyajikan dua fitur cara penelusuran informasi yang bisa dilakuakan. Kedua bentuk fitur pencarian tersebut biasa digolongkan dalam bentuk pencarian sederhana (expert search) dan bentuk pencarian dengan panduan lengkap (guided search) atau ada yang menuliskan juga bentuk pencarian canggih. Oleh karena itu bagi seorang penelusur informasi ilmiah di internet bila ingin menghadirkan informasi yang hendak ditemukannya secara cepat, tepat dan akurat, maka sebelum melakukan penelusuran perlu beradaptasi, mengetahui, dan mengenal terlebih dahulu tentang bagaimana strategi penelusuran informasi yang jitu. 5. Strategi penelusuran infromasi yang bisa dilakukan oleh semua orang adalah: a). Gunakan Boolean operator saat penelusuran, ketikan (AND, OR, NOT) dengan menyisipkannya diantara suku kata yang diketikan pada ruas pencarian. Sebagai contoh misalnya : - Ingin menampilkan hasil pencarian kata TERNAK dan SAPI, maka ketikan Ternak AND Sapi bisa juga dengan ketikan : Ternak*Sapi (tanpa spasi) - Ingin menampilkan hasil pencarian kata-kata TERNAK atau SAPI atau TERNAK SAPI, maka ketikan Ternak OR Sapi bisa juga dengan ketikan : Ternak+Sapi (tanpa spasi) - Ingin menampilkan hasil pencarian kata TERNAK SAPI tapi selain kata SAPI PERAH jangan tampil, maka ketikan : Ternak Sapi NOT Perah atau bisa juga ketikan : Ternak Sapi-Perah (tanpa spasi) b). Gunakan Phrase search atau exact search saat penelusuran, ketikan tanda petik dua berikut ini ’.........’ atau tanda petik satu ”.........” di pangkal dan ujung kata maupun kalimat yang hendak dihadirkan pada layar tampilan hasil penelusuran secara lebih spesifik. Sebagai contoh misalnya : - Ingin menampilkan hasil pencarian mengenai PLANT FISIOLOGY, maka ketikkan pada kotak pencarian sebagai berikut : ’Plant Fisiology’ atau bisa juga agar hasilnya lebih spesifik dan sedikit yang tampil ketikan : ”Plant Fisiology” c). Gunakan Truncation atau wild card (pemenggalan) suku kata dengan cara mengetikan tanda pagar atau bintang dan koma serta tanda tanya pada ujung kata seperti berikut: ……# ……*, ……? yang diketikan pada ruas atau kotak pencarian sebagai pemenggalan kalimat topik yang dicari. Sebagaimana contoh misalnya : - Ingin menampilkan hasil pencarian kata yang dimulai dengan INTERN, maka ketikan INTERN# atau ditengah terdapat kata TERN maka ketikan #TERN# akan tampil cantuman yang berisi kata atau istilah yang berawalan INTERN seperti : NTERNATIONAL, INTERNET, INTERNAL, INTERMEZO, dsb. (RWD) Sumber Bacaan : CLARA NAIBAHO, Information Literacy Instruction in UI IL Training for Trainers, 5 Februari 2010.