POTRET PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KOLEKSIDI PERPUSTAKAAN IPB UNIVERSITY
IPB University; IPB University
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen dalam pengembangan koleksi di Perpustakaan IPB Univesity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatifdengan menggunakan pendekatan studi kasus eksploratoris. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaanpengembangan koleksi sudah menggunakan pedoman tertulis yaitu kebijakan pengembangan koleksi yangdirevisi setiap tiga tahun sekali. Komponen pelaksanaan pengembangan koleksi yang pertama adalahmengumpulkan dan menganalisa kebutuhan masyarakat pemustaka terutama sivitas akademika IPB, kedua menyusunan kebijakan seleksi yang teretuang dalam kebijakan pengembangan koleksi, ke-tigamelakukan seleksi yaitu pemilihan bahan perpustakaan berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ke-empatmelakukan proses pengadaan disertai dengan penerimaan semua bahan perpustakaan baik melalui pembelian,hadian maupun pertukaran, ke-lima adalah melakukan penyiangan koleksi yaitu mengeluarkan koleksiyang tidak relevan dan ke-enam adalah melaksanakan evaluasi, baik evaluasi koleksi maupun evaluasiketerpakaian koleksi.
Abstract
This study aims to determine the components in the development of collections at the IPB University Library. The method used in this research is a qualitative research method using an exploratory case study approach. The results of the study indicate that the implementation of collectiondevelopment has used written guidelines, namely the collection development policy which is revised everythree years. The first component of the implementation of collection development is to collect andanalyze the needs of the user community, especially the IPB academic community, the second is toformulate a selection policy that is contained in the collection development policy, the third is to conducta selection, namely the selection of library materials based on the results of the needs analysis, and thefourth carry out the process procurement is accompanied by receipt of all library materials eitherthrough purchases, gifts or exchanges, the fifth is to weed the collections by removing irrelevantcollections and the sixth is to carry out evaluations, both collection evaluations and collections usabilityevaluations.
Keywords:
Pengembangan Koleksi
· Pengadaan Bahan Perpustakaan
· Seleksi Bahan Perpustakaan
· Penyiangan bahan Perpustakaan
· Evaluasi
Introduction
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang bernaungpada perguruan tinggi dan merupakansalah satu unsur penunjang bagi pelaksanaan tridarma perguruan tinggiyaitu proses belajar mengajar, penelitiandan pengabdian pada masyarakat. Walaupun keberadaan perpustakaanperguruan tinggi ini dianggap sebagaipenunjang akan tetapi peran perpustakaan ini sangat mempengaruhikelancaran dan kesuksesan fungsi daripada perguruan tinggi yang bersangkutan, bahkan perpustakaan merupakansalah satu indikator mutu pendidikan diperguruan tinggi. Seperti yang sudah kita kenal bahwa perpustakaan perguruan tinggimempunyai slogan yang sangat istimewa dan berlaku umum bahwa perpustakaanadalah jantungnya perguruan tinggi. Untuk itu diharapkan dengan adanyaperpustakaan perguruan tinggi ini makasetiap sivitas akademika bisa belajar danmengembangkan kemampuan diri sesuaidengan bidang yang ditekuni. Asetperpustakaan atau koleksi (tercetakmaupun on line) di perpustakaan perguruan tinggi berupa buku, jurnal,hasil penelitian, skripsi, tesis dan disertasimemberikan kontribusi yang besarterhadap proses belajar mengajar diperguruan tinggi bersangkutan. Untuk menjalankan peran tersebutperpustakaan perguruan tinggi harusdidukung oleh sarana dan prasarana yangmemadai, termasuk koleksi yang lengkapdan sesuai dengan bidang cakupannya. Artinya dalam pelaksanaan pengembangan koleksi pustakawan sebagaipengelola perpustakaan dituntut untukselalu berusaha meningkatkan koleksiperpustakaannya. Pengembangan koleksimerupakan suatu proses yang sangat luascakupannya, bukan hanya melakukanpengadaan bahan perpustakaan, termasukpembinaan terhadap keberadaan bahanperpustakaan yang sudah ada. Ruanglingkup kegiatan pengembangan koleksimeliputi serangkaian kegiatan yangdimulai dengan pembuatan suatu Pedoman Kebijakan Pengembangan Koleksi secara tertulis. Berdasarkan teori (Edward, 2000)komponen pengembangan koleksi terdiridari 6 komponen : Komponen pertamaadalah analisis kebutuhan masyarakat. Komponen kedua adalah menyusun kebijakan seleksi. Komponen ketigaadalah melakukan seleksi. Komponenkeempat adalah melakukan pengadaan. Komponen kelima melakukan penyiangan dan komponen terakhiradalah melakukan evaluasi. Tujuanpenelitian ini adalah: 1) Mengetahuikegiatan analisis kebutuhan masyarakat,2) Mengetahui penyusunan kebijakanseleksi, 3) Mengetahui kegiatan seleksibahan pustaka, 4) Mengetahui prosespengadaan bahan pustaka, 5) Mengetahuiproses penyiangan koleksi dan 6)Mengetahui proses evaluasi koleksi. Untuk mengetahui komponen komponendalam pelaksanaan pengembangan koleksidi Perpustakaan IPB University, makapenelitian ini dilakukan. KAJIAN PUSTAKA Pengembangan koleksi merupakan suatu proses perencanaan dalam pengembangan dan membangun bahanperpustakaan yang bermanfaat danseimbang dengan mempertimbangkankebutuhan informasi pemustaka. Pengembangan koleksi menurut (Reitz,2004) adalah: Pengembangan koleksi: proses perencanaan dan pembangunan koleksibahan perpustakaan yang bermanfaatdan seimbang selama periode tahun,berdasarkan penilaian berkelanjutandari kebutuhan informasi pelangganperpustakaan, analisis statistikpenggunaan, dan proyeksi demografi,biasanya dibatasi oleh keterbatasananggaran. Pengembangan koleksi meliputi perumusan kriteria seleksi,perencanaan pembagian sumber dayadan penggantian barang yang hilang danrusak, serta pemilihan rutin dankeputusan seleksi. Sedangkan pengertian pengembangan koleksi menurut (Oktavia, 2019)adalah rangkaian proses kegiatan dimanatujuannya adalah untuk memudahkanpengguna atau pemustaka mendapatkansumber informasi di perpustakaan maupununit informasi. Pengembangan koleksimencakup kegiatan seleksi, penyusunankebijakan seleksi, melakukan pengadaan,melakukan pemilihan, pemeliharaan,penyiangan atau weeding, promosi, sertaevaluasi koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi adalah dokumen bagi para pustakawanatau pegawai yang bekerja pada bagianpengembangan koleksi. Sebagaimana didikatakan oleh (Ardyawin, 2018)bahwa kebijakan pengembangan koleksiini merupakan dokumen tertulis yangsesuai dengan kegiatan pengembangankoleksi. Kebijakan ini dibuat berdasarkanbeberapa pertimbangan terkait denganbahan pustaka yang akan diadakan,anggaran atau dana serta bahan pustakayang akan diprioritaskan untuk diadakankan. Dengan adanya dokumenini maka pustakawan bekerja denganstandar akan lebih terarah karena sudahjelas sasarannya dan pemanfaatan danaakan lebih tepat dan dimanfaatkan lebihbijaksana. Kebijakan pengembangankoleksi seperti tercantum dalam (Indonesia. Departemen PendidikanNasional, 2005) bahwa: Pengembangan koleksi untuk perpustakaan perguruan tinggi harusdirumuskan sesuai tujuan dan kebutuhan sivitas akademika di perguruan tinggi bersangkutan. Dalamrumusan kebijakan pengembangan koleksi tersebut adalah perlu dipertimbangkan: 1. Program lembaga induk perpustakaan, 2. Model pembelajaranyang dijalankan, 3. Kebutuhan pengguna, 4. Jenis koleksi, 5. Kriteriabahan perpustakaan, 6. Jumlah eksemplar, 7. Bahasa bahan perpustakaan yang dikoleksi. Kebijakan pengembangan koleksi menurut (Reitz, 2004) adalah sebagaiberikut: Kebijakan pengembangan koleksi adalah pedoman dalam pelaksanaanpengembangan koleksi tertulis sebagaipetunjuk dalam kegiatan seleksi bahanperpustakaan termasuk kriteria seleksidan penyiangan, tingkat kekhususan,bahasa, format dan kebijakan pengelolaan yang berkaitan denganhadiah dan tukar menukar. Jelaslahbahwa kebijakan pengembangan koleksisangat bermanfaat dalam menjawabberbagai tantangan dari berkepentingan. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan sebuah panduan tertulis yangberlaku untuk seluruh kegiatan pelaksanaan pengembangan koleksi. Selain itu juga ada panduan lain yangdisebut kebijakan seleksi. Kebijakan initerbatas untuk panduan pelaksanaanseleksi. Seperti yang ditulis oleh (Yulia &Sujana, Janti G., 2009) Kebijakan seleksi merupakan panduanprosedur dalam pelaksanaan seleksi,serta metode yang harus diikuti dalampemilihan bahan pustaka. Dalam pedoman ini perlu mencantumkan siapayang bertanggungjawab untuk menentukan bahan pustaka yang perlubibeli dan juga kriteria yang dipakaiuntuk mengevaluasi materi tersebut. Kebijakan seleksi disusun untuk pelaksanaan seleksi, yaitu untuk dijadikanpedoman bagi pustakawan di bagiankegiatan seleksi bahan perpustakaan,baik untuk seleksi pembelian, pertukaranmaupun dalam kegiatan penetimaanhadiah. Komponen dalam pelaksanaan pengembangan koleksi setidanya ada 6komponen ( Gambar 1) dan ini merupakan siklus berkesinambunganseperti yang dijelaskan (Evans, 2005) Gambar 1 Komponen dalam pengembangan koleksi Sumber: Evans, G. Edward 2000. Developing Library and Information Center CollectionKomponen pengembangan koleksi menurut Evans, G. Edward terdiri dari 6komponen a) Analisis kebutuhan masyarakat (community analysis/needassessment), merupakan langkah pertamadalam melakukan pengembangan bahanperpustakaan, yaitu bertujuan untukmenganalisa kebutuhan pemustaka ataukomunitas pemustaka. b) Kebijakanseleksi, adalah pedoman atau kebijakandalam melakukan seleksi bahan perpustakaan. c) Seleksi (selection) ataupemilihan bahan perpustakaan dilakukanberdasarkan analisa kebutuhan pemustakadan kriteria seleksi yang telah ditetapkandalam kebijakan pengembangan bahanperpustakaan. d). Pengadaan (acquisition)dilakukan dengan cara pembelian,langganan, hadiah dan tukar menukar. Kegiatan pengadaan biasanya disertaiproses penerimaan, registrasi yang terdiridari inventarisasi ke dalam buku induk,membubuhkan cap kepemilikan padasetiap bahan perpustakaan yang diterima. e. Penyiangan(weeding/ deselection) adalahpemilihan bahan perpustakaan yangdinilai tidak relevan atau tidakbermanfaat lagi bagi pemustaka dandikeluarkan dari koleksi perpustakaan. f. Penilaian (evaluation) terhadap koleksibaik evaluasi keberadaan koleksi maupunketerpakaian koleksi. Penelitian sejenis pernah dilakukanoleh (Silvana, Winoto, Yunus, & Rodiah,Saleha, 2008) dengan judul Studi EvaluasiTentang Kegiatan Pengembangan Koleksi di Perpustakaan FakultasKomunikasi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwaperpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasitelah melakukan proses pelaksanaanpengembangan koleksi dengan melakukan analisis kebutuhan masyarakat,membuat panduan kebijakan seleksi,melaksanakan kegiatan seleksi, melaksanakan pengadaan bahan pustakabelum dilakukan secara optimal. Sedangkan untuk tahapan penyianganbahan pustaka belum melaksanakan.
Method
Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan pendekatanstudi kasus ekploratoris (Yin, 2011)untuk menjawab bagaimana pelaksanaanpengembangan koleksi di Perpustakaan IPB university. Metode kualitatif terdiridari tiga cara pengumpulan data: 1)wawancara mendalam, wawancara denganformat pertanyaan terbuka; 2) observasilangsung, dan 3) pemanfaatan dokumentertulis, termasuk sumber-sumber tertulisdari hasil wawancara terbuka padakuesioner, buku harian seseorang, dancatatan program. Informan Penelitian Untuk memperoleh informasi dalam penelitian ini, maka diperlukaninforman yaitu orang yang ada pada latarpenelitian, artinya orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisilatar penelitian (Moleong, 2000). Agarinformasi yang didapat betul-betul akuratdan faktual, maka peneliti memilihinforman yang mengetahui berbagaiinformasi yang berkaitan dengan objekpenelitian. Kegunaan informan bagi penelitianadalah bagaimana informan tersebutdapat memberikan gambaran tentangpelaksanaan pengembangan koleksi di Perpustakaan IPB University. Informandalam penelitian ini adalah: 1. Kepala Perpustakaan sebagai informan utama karena beliau adalahorang yang paling mengetahui latarbelakang dan tujuan pengembangan koleksi. 2. Supervisor Pengelolaan Bahan Perpustakaan dipilih sebagai informankarena orang yang paling tahu danterlibat dalam pelaksanaan pengembangan koleksi baik perencanaanmaupun teknis. 3. Koordinator Pengembangan koleksidipilih sebagai orang paling mengetahui pelaksanaan teknis pengembangan koleksi. 4. Pakar dalam bidang pengembangankoleksi sebagai informan ahli.
Result
Latar belakang pelaksanaan pengembangan koleksi di Perpustakaan IPB University adalah mendukung visimisi IPB University, menjadikanperpustakaan sebagai pusat layanankebutuhan informasi berbasis teknologiinformasi, mendukung dalam pelaksanaan riset kelas dunia dengankompetensi utama yaitu pertaniantropika dan biosains. Untuk itu melaluiprogram pengembangan koleksi, perpustakaan dapat meningkatkankiprahnya terhadap perkembangan IPBUniversity, sebagaimana hasil wawancara penulis dengan Informan 1:Latar belakang pelaksanaan programpengembangan koleksi yang Pertamaadalah Antara perpustakaan, perguruantinggi dan informasi sangat berkaitan,hal ini perpustakaan memiliki perananpenting bahkan dikatakan bahwa perpustakaan merupakan jantungnyaperguruan tinnggi. Untuk itu melaluipengembangan koleksi ini perpustakaandapat meningkatkan kiprahnya yanglebih inovatif, dinamik dan adaptifterhadap kebijakan dan program Tridharma Perguruan Tinggi, Keduamendukung Visi dan Misi IPB menghadapi tantangan perkembanganteknologi informasi dan komunikasi. Ketiga menjadikan Perpustakaan IPBsebagai sistem layanan informasi, deposityang berbasis teknologi informasi. Kebijakan Pengembangan Koleksi Sebagai salah satu faktor utamadalam keberhasilan perpustakaan adalahkeberadaan koleksinya. Untuk mencapaikeberhasilan tersebut maka perpustakaanharus mampu mengembangkan koleksiyang kuat untuk masyarakatnya. Dalammembangun koleksi perpustakaan diperlukan suatu pedoman kerja pengembangan koleksi secara tertulissebagai standar dalam pelaksanaan pengembangan koleksi. Sebagaimanadisampaikan Oleh informan 4: Dalam pelaksanaan pekerjaan programpengembangan koleksi diwajibkanmenggunakan suatu kebijakan tertulissupaya pekerjaan dapat dilakukansecara sistematis dan terkendali. Kebijakan tertulis ini disusun ataskerjasama stap pengembangan koleksiyang disetujui oleh Kepala Perpustakaanberdasarkan pada kajian terhadapkebutuhan masyarakat yang akan dilayani. Informan 2 menambahkan pendapatnya, bahwa semua pekerjaanprogram pengembangan koleksi inimerupakan suatu implementasi darisebuah kebijakan tertulis yang sudahdisusun berupa pedoman kerja Kebijakan Pengembangan Koleksi Selama ini kami bekerja berdasarkanpedoman kerja yang sudah ada, yaituPedoman Kerja Kebijakan Pengembangan Koleksi Perpustakaan IPB. Kebijakan secara tertulis ini merupakanhasil kerjasama kami beserta staf dandisyahkan oleh Kepala Perpustakaan. Berkaitan dengan persiapan pelaksanaan pengembangan koleksimaka dokumen panduan kerja KebijakanPengembangan Koleksi merupakan dokumen yang mewakili perencanaankerja dan informasi yang digunakansebagai panduan cara berfikir staf danpengambilan keputusan dalam pelaksanaan program pengembangankoleksi dimana dokumen ini adalahfaktor terpenting, bahkan terdapat padaurutan pertama dalam melaksanakanprogram pengembangan koleksi diPerpustakaan IPB University. Komponen Pelaksanaan Pengembangan KoleksiRuang lingkup pekerjaan pengembangan koleksi di Perpustakaan IPB University adalah dilakukan denganberbagai komponen yang diawali denganpenyusunan suatu Pedoman Kebijakan Pengembangan Koleksi yang biasadirevisi setiap tiga tahun. Komponenpelaksanaan pengembangan koleksi yangpertama adalah mengumpulkan danmenganalisa kebutuhan masyarakatpemustaka terutama sivitas akademikaIPB, sampai dengan pelaksanaan evaluasi hasil pengembangan koleksi. Komponen ini seperti yang dijelaskanoleh Informan 2. Ruang lingkup pekerjaan pengembangan koleksi terdiri dari: 1)Mengumpulkan dan menganalisa datakebutuhan sivitas akademika. 2)Mengelola kegiatan seleksi bahanperpustakaan. 3) Pengadaan bahanperpustakaan yang terdiri dari A)Proses pembelian bahan perpustakaanbuku dan majalah dan menyusun klaim. B) Registrasi dan pengelolaanbuku. C) Registrasi dan pengelolaanmajalah. D) Penerimaan karya ilmiah. E) Registrasi dan pengelolaankarya ilmiah. 4) Stock opname. 5)Evaluasi koleksi. Informan 3, menambahkan lebih rinci mengenai mekanisme secara teknisproses pelaksanaan program pengembangan koleksi yang dilakukan diperpustakaan IPB. Secara garis besarproses pelaksanaan program pengembangan koleksi mencakup:1. Menganalisis kebutuhan pemustaka2. Menentukan alat bantu seleksi bahanperpustakaan, untuk digunakan dalamproses seleksi yang akan dikerjakanoleh pustakawan SMS dan dipakaidalam proses penyeleksian, menyusundaftar pengadaan dan desiderata. Usulan dari sivitas akademika baikdosen maupun mahasiswa dibuatkandaftar hasil seleksi sebagai dasar usulanuntuk pembelian bahan perpustakaan. Pengadaan bahan perpustakaan baikyang berasal melalui pembelian, hadiahdan pertukaran. a. Penerimaan bahan perpustakaan. b. Penerimaan karya ilmiah c. Meregistrasi bahan perpustakaan. d. Mengirim bahan perpustakaan ke SeksiPengolahan Bahan Perpustakaan e. Menyebarkan informasi buku terbaru. 3. Stock opname , Weeding dan pemeliharaankoleksi. Weeding dilakukan hanya relokasiberdasarkan tahun terbit. 4. Evaluasi koleksi. Evaluasi belumdilakukan secara rutin. Menganalisis Data Kebutuhan Pemustaka. Masyarakat yang dilayani oleh perpustakaan perguruan tinggi adalahpemustaka yang khusus, yaitu sivitasakademika, akan tetapi untuk memperoleh bahan pustaka yang tepatperlu terlebih dulu menganalisiskebutuhan informasinya, supaya koleksiyang akan diadakan dimanfaatkan secaraoptimal oleh pemustakanya. Seperti yangdikatakan oleh Informan 2, mengatakanbahwa mekanisme pelaksanaan pengembangan koleksi yang pertamaadalah mengumpulkan dan menganalisadata kebutuhan pemustaka. Mengumpulkan dan menganalisa datakebutuhan sivitas akademika, dengantujuan menetapkan daftar kebutuhanpemustaka dengan uraian kerja sebagaiberikut: melakukan analisis profilbahan pengajaran dan perkuliahanberdasarkan GBPP dan SAP, menganalisis profil koleksi, profilpemustaka, mengumpulkan katalogpenerbit, dan membuat daftar kebutuhan pemustaka. Dengan adanya analisa kebutuhanpemustaka yang dijadikan sebagailandasan dalam menentukan kebutuhanpemustaka diharapkan koleksi yangdibangun dan dikembangkan dapatdimanfaatkan semaksimal mungkin olehpemustaka, sesuai dengan visi dan misi Perpustakaan IPB maupun visi misilembaga induknya. Seleksi Bahan Perpustakaan Kegiatan seleksi bahan perpustakaandi Perpustakaan IPB dilakukan denganmenggunakan pedoman tertulis yangtergabung dalam pedoman kebijakanpengembangan koleksi. Pengumpulan data terbitan terbarudiseleksi oleh Pustakawan tim ahlisubyek atau SMS, kemudian data tersebut dirangkum untuk diseleksi olehdosen sesuai kegiatan belajar mengajarmasing-masing program studinya. Sepertihasil wawancara dengan Informan 2. Persiapan seleksi dilakukan olehpustakawan dengan mengirim hasilseleksi pertama yang merupakan terbitan terbaru dari berbagai penerbitnasional maupun internasional. Daftartersebut kemudian dikirim kepadadosen untuk diseleksi lebih lanjut.Hasilseleksi dosen kemudian disusun menjadidaftar usulan pembelian bahan perpustakaan untuk disesuaikan denganketersediaan dana. Informan 3 menambahkan bahwa pelaksanaan program pengembangankoleksi dibantu oleh tim ahli subyek(SMS) dan tim pustakawan pendampingperpustakaan fakultas, dimana SMSmembantu pustakawan dalam pemilihanbuku-buku terbitan terbaru yang sesuaidengan bidang ilmu yang sesuai denganfakultas yang berada di IPB. Sedangkanpustakawan pendamping fakultas ditugaskan untuk membantu kelancarankomunikasi dalam kegiatan kerjasamapengadaan, pengolahan maupun pelayanan. Pelaksanaan program pengembangankoleksi secara teknis dibantu oleh Timahli Subjek Matter Spesialist (SMS). Tugas dan tanggung jawab SMS adalahmempersiapkan data buku-buku terbitan terbaru baik terbitan nasionalmaupun terbitan internasional. Data iniyang kemudian akan disampaikan langsung oleh perwakilan pustakawanpendamping fakultas untuk kemudiandiseleksi oleh Dosen sebagai usulanpengadaan. Pengadaan Bahan Perpustakaan Pengadaan atau acquisition adalahkegiatan yang mencakup semua prosesdalam memperoleh bahan perpustakaanseperti melalui pembelian bahanperpustakaan, melalui perolehan denganhadiah, serta perolehan melalui pertukaran dan terbitan sendiri. Pelaksanaan pengadaan bahan perpustakaan terdiri dari beberapa tahap, mulaidari proses pembelian, penerimaan, sampaiinventarisasi kepemilikan. Hal ini sepertidikatakan oleh Informan 2 Pengadaan Bahan Perpustakaan, tujuannya adalah mengadakan danmenerima bahan perpustakaan baikmelalui pembelian, hadiah maupun hasiltukar menukar dan terbitan sendiri. Pengadaan bahan perpustakaan merupakan implementasi dari kegiatansetelah melaksanakan seleksi dantermasuk semua kegiatan untuk memperoleh bahan perpustakaan yangtelah melalui tahapan pemilihan baikmelalui pembelian, hadiah dan tukarmaupun terbitan sendiri. Informan 3 menjelaskan tentang pengadaan bahan perpustakaan lebihterperinci pengadaan yang berasal daripembelian, hadiah dan pertukaran. Prosedur pengadaan sebagai berikut:a. Penerimaan yang berasal dari pembeliandisesuaikan dengan daftar usulanpembelian. Melakukan klaim apabilaada permasalahan dengan penerimaanbahan perpustakaan. b. Penerimaan karya ilmiah, yaitumenerima karya ilmiah dari sivitasakademika IPB, dalam bentuk tercetakdan soft file. c. Meregistrasi bahan perpustakaan. Kegiatan ini adalah membubuhkan capkepemilikan, buku, Majalah dan karyatulis ilmiah. Data yang dicatat dalambuku induk ini adalah: nomor indukatau nomor registrasi, nama pengarang,judul buku, tanggal penerimaan, tahunterbit, penerbit sumber pengadaan,bahasa, harga buku dan jumlah eksemplar. d. Mengirim bahan perpustakaan keBagian Pengolahan Bahan Perpustakaan. e. Menyebarkan informasi buku terbaru. Proses penyebaran informasi bukuterbaru dilakukan melaui website Perpustakaan IPB dan melalui e-mailke alamat masing-masing. Selainmelalui e-mail fakultas dan programstudi menerima pula dalam bentuktercetak yang dikirim langsung melaluipustakawan pendamping. Penyebaran informasi terbaru dilakukan untuk mempromosikan bahanperpustakaan yang baru diterima olehperpustakaan. Seperti yang disampaikanoleh Informan 4: Apabila proses pengadaan sudah selesaidan bahan perpustakaan sudah datang keperpustakaan, hendaknya pustakawanmemperitahukan kepada pemustaka ataukepada pemesan bahan perpustakaantersebut melalui penyebaran informasiterbaru. Penyebaran informasi bukuterbaru ini juga dilakukan sebagai timbalbalik dari hasil pengusulan pemustakakepada perpustakaan, memberitahukanbahwa buku- buku yang dipesan atauyang diusulkan sudah siap untukdipergunakan. Informasi buku terbaruharus disebarkan melalui web perpustakaan, dikirim tercetak atau email langsung kepada masing-masingpengusul. Pengadaan bahan perpustakaan merupakan kegiatan pelayanan teknisyang mencakup mulai perencanaan,seleksi, proses pembelian, penerimaan,klaim, sampai inventarisasi danmempersiapkan data untuk menyebarkaninformasi terbaru. Penyiangan Bahan Perpustakaan. Stock opname Ruang lingkup kegiatan stock opneme dan penyiangan di Perpustakaan IPB adalah Memeriksa koleksi yang adadi rak koleksi dengan koleksi yang adadalam database dan mengumpulkankoleksi-koleksi yang bermasalah. Stockopname ini dilakukan dengan tujuanuntuk menjamin bahan perpustakaanyang ada dalam rak koleksi sesuai denganyang ada di dalam database. Sebagaimanadikatakan oleh Informan 2. Kegiatan ini merupakan suatu kegiatanpenghitungan kembali koleksi dokumenyang dimiliki perpustakaan. Kegiatanini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan diperolehnya profilkoleksi, database (opac) yang menjadisarana temu kembali tersedia lengkapdan dapat mencerminkan keadaan koleksi. Kegiatan stock opname inidiakhiri dengan kegiatan penyiangankoleksi (weeding). Kegiatan stock opname ini biasanyadiakhiri dengan kegiatan penyiangankoleksi (weeding), yaitu memisahkandokumen yang tidak digunakan lagi,sebagaimana yang dikatakan olehInforman 3: Kegiatan ini merupakan suatu kegiatanpenghitungan kembali koleksi perpustakaan untuk mengetahui semuakeberadaan koleksi juga tindak lanjutdari kegiatan stock opname ini adalahkegiatan weeding atau mengeluarkandokumen dari koleksi perpustakaanyang sudah tidak relevan lagi. Kegiatan penyiangan koleksi (weeding) dilakukan dengan tujuan agarpemustaka dapat mengakses koleksidengan mudah karena keberadaan koleksi tidak dikacaukan dengan koleksiyang tidak terpakai lagi. Hasil wawancaradengan Informan 4 adalah: Hal terpenting dari pelaksanaan stockopname dan weeding adalah perpustakaan dapat menjamin bahanperpustakaan yang ada dalam rakkoleksi sesuai dengan yang ada di dalamdatabase. Untuk menjaga agar koleksiperpustakaan dapat bermanfaat bagipemustakanya maka selain menambahkoleksi juga perlu disiangi (weeding). Evaluasi Koleksi Evaluasi koleksi merupakan komponen terakhir dari kegiatanpengembangan koleksi yaitu melakukanevaluasi keberadaan koleksi maupukketerpakaian koleksi dari hasilpengembangan pada waktu tertentu. Informan 1 menyatakan bahwa evaluasikoleksi di perpustakaan IPB, masihdalam bentuk laporan tahunan, belummelakukan evaluasi seperti yangsemestinya. Evaluasi pelaksanaan program pengembangan koleksi merupakan suatuproses unpan balik atas kerja keraskami yang telah dilakukan, yaitu gunamempertanggungjawabkan anggaranyang telah dialokasikan kepada perpustakaan dan tentunya ditargetkandapat menjamin kualitas layanansebagai tujuan utama perpustakaan. Evaluasi ini masih dalam bentuklaporan tahunan. Dengan adanya evaluasi ini dapat dijadikan acuandalam program selanjutnya. Senada dengan yang dikemukakan oleh informan 2, bahwa evaluasi masihdalam bentuk laporan tahunan. Evaluasikoleksi, baik ketersediaan maupunketerpakaian masih dalam perencanaan. Evaluasi selama ini belum optimal,evaluasi masih dalam bentuk laporantahunan. Kedepan direncanakan untukevaluasi koleksi dan evaluasi keterpakaian koleksi. Kegiatan selamaini belum kami lakukan dan bahkandalam panduan kerja pengembangankoleksi belum ada. Informan 4 juga menambahkan bahwaperlunya melakukan evaluasi koleksi. Pelaksanaan evaluasi merupakan komponen dari kegiatan pengembangankoleksi, dalam hal ini evaluasi harusdilakukan dalam rangka menilai hasilpelaksanaan pengembangan koleksidalam memenuhi kebutuhan pemustakanya. Evaluasi perlu dilakukan paling tidak dalam 2 jenisevaluasi yaitu evaluasi koleksi danevaluasi keterpakaian koleksi. Evaluasi koleksi harus dilakukanuntuk diketahui keberadaan koleksi danketerpakaian koleksi, sehingga dari hasilevaluasi bisa diketahui nilai daya gunadan hasil guna pelaksanaan pengembangan koleksi.
Conclusion
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembangan koleksi di Perpustakaan IPB University menurutpara informan penelitian bahwa latarbelakang pelaksanaan pengembangankoleksi di Perpustakaan IPB Universityadalah untuk mendukung visi misi IPBUniversity, menjadikan perpustakaansebagai pusat layanan kebutuhan informasi berbasis teknologi informasi,mendukung dalam pelaksanaan riset kelasdunia dengan kompetensi utama yaitupertanian tropika dan biosains. Dalammembangun koleksi perpustakaan sudahmenggunakan pedoman kerja pengembangan koleksi secara tertulissebagai standar dalam pelaksanaanpengembangan koleksi. Ruang lingkuppekerjaan pengembangan koleksi diawalidengan penyusunan suatu pedoman kebijakan pengembangan koleksi yangbiasa direvisi setiap tiga tahun. Komponen pelaksanaan pengembangankoleksi yang pertama adalah mengumpulkan dan menganalisa kebutuhan masyarakat pemustaka terutama sivitas akademika IPB, ke-duamenyusunan kebijakan seleksi yangteretuang dalam kebijakan pengembangankoleksi, ke-tiga melakukan seleksi yaitupemilihan bahan perpustakaan berdasarkan hasil analisis kebutuhan, keempat melakukan proses pengadaandisertai dengan penerimaan semua bahanperpustakaan baik melalui pembelian,hadian maupun pertukaran, ke-limaadalah melakukan penyiangan koleksiyaitu mengeluarkan koleksi yang tidakrelevan dan ke-enam adalah melaksanakan evaluasi, baik evaluasi koleksimaupun evaluasi keterpakaian koleksi