Kembali
16
1
2021 Jurnal Pustakawan Indonesia Vol 20 · 2 ISSN 1410-5551

MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI JARINGANKOMUNIKASI SOCIOPRENEUR

Universitas Budi Luhur

Abstrak

Meningkatnya kelompok sociopreneur ikan cupang menggunakan media sosial Instagram sebagaijaringan komunikasi dalam di wilayah Tangerang memanfaatkan sebagai media penjualan, branding, promosi. Namun akhirnya berkembang hingga di luar wilayah Tangerang. Data tersebutmenjelaskan total pengguna Instagram di Indonesia mencapai 59.840.000. Pengguna Instagrammenunjukkan pada gender perempuan paling dominan di Indonesia. Tercatat jumlah mencapai50,8 persen, lebih unggul dari pada pria yang hanya 49,2 persen meskipun beda tipis. Rumusanmasalah dalam kajian ini adalah bagaimana media sosial Instagram sebagai jaringan komunikasi padakelompok sociopreneur ikan cupang dalam meningkatkan produktivitas di wilayah Tangerang. Instagram memiliki fungsi dan peran sebagai media yang membantu untuk komunikasi interaktifantar kelompok sociopreneur. Kajian ini agar mengetahui media sosial Instagram sebagai jaringankomunikasi pada kelompok sociopreneur ikan cupang dalam meningkatkan produktivitas diwilayah Tangerang terjalin komunikasi interaktif yang dapat memberikan informasi bermanfaatbagi banyak orang khususnya bagi pemula yang ingin memulai atau mencoba berbisnis ikan cupang(peternak, jocky, breeder, pemain kontes, pecinta, juri kontes) dapat mereka lakukan sesuai yangdibutuhkan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena ingin menggali informasi lebihmendalam bagaimana Instagram sebagai media sosial yang digunakan komunikasi antara kelompoksociopreneur ikan cupang melalui jaringan komunikasi di wilayah Tangerang dalam meningkatkanproduktivitas. Hasil Kajian ini menggunakan teori konvergensi interaksi simbolik denganmenganalisa tingkatan jaringan komunikasinya sebagai berikut: 1. Tingkatan Individu, 2. Tingkat Klik, 3. Tingkat sistem. Dengan demikian maka dapat terjalin kedekatan yang dapat menciptakansebuah motivasi untuk dapat terus meningkatkan produktifitas dan bisnis mereka secara online, halini juga dapat menjadikan acuan untuk dapat hidup lebih baik, sejahtera dan makmur secara lahirdan batin di dalam kelompok percupangan.
Keywords: Instagram · Jaringan Komunikasi · Sociopreneur · Produktifitas

Introduction

Latar Belakang Di era globalisasi teknologi setiaptahunnya berkembang bersamaan dengan jaman, membuat suatu tantangandan peluang bisnis besar serta baru bagidunia. Permasalahan yang dihadapiadalah bertambahnya jumlah populasipenduduk yang tidak seimbang denganperkembangan jumlah sociopreneur yangada. Permasalahan lain yaitu banyakmasyarakat yang ingin membuka usahasecara mandiri, tetapi tidak mempunyaimodal/dana, masyarakat juga kurangmengetahui hal apa saja yang harusdilakukan oleh seorang usahawan mandiri. Banyak sociopreneur mudabermunculan namun kurang memilikirasa kepedulian terhadap bangsa Indonesia, tipe seperti ini mereka hanyaakan memperkerjakan orang-orang yangmemiliki pendidikan tinggi saja danbisnis atau usaha yang dibuka tidakmemberikan dampak yang besar untukmasyarakat, khususnya masyarakatdisekitarnya. Adanya teknologi mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Perkembangan teknologi yang pesat melahirkan suatuera komunikasi interaktif yang ditandaidengan kemunculan internet. Denganadanya internet, masyarakat dapatmenerima informasi secara cepat tanpaterhalang jarak dan waktu, sertamenjangkau semua kalangan masyarakat. (Tamburaka, 2013: 73). Media sosial di era globalisasi saat ini memiliki peranpenting bahkan menjadi media utamabagi lembaga-lembaga pemerintah danswasta. Tidak hanya itu, mulai dari akunpribadi hingga resmi. Berbagai platformmemudahkan penggunanya dalam melakukan komunikasi mulai dari jangkauan tertentu bahkan yang lebihluas, berbagai aplikasi yang disuguhkanseperti Instagram, facebook, line, whatsapp,youtube, dan lain sebagainya. Instagram adalah salah satu mediasosial yang saat ini berkembang pesatdigunakan oleh semua kalangan bahkanlembaga resmi di Indonesia, sebagaimedia komunikasi promosi, marketing,bahkan branding. Dengan adanya fungsi Instagram tidak hanya digunakan padakepentingan individual saja, namunseringkali dimanfaatkan sebagai penggerak tumbuhnya gerakan sosialbaru di masyarakat. Instagram menjadiwadah berkumpulnya suatu komunitasuntuk mempermudah manusia berinteraksi dan berkomunikasi. (Lilisdan Yugih, 2018: 401). Data menunjukkan pada bulan November 2019 jumlah pengguna aktif bulanan Instagram di Indonesia telah mencapai61.610.000. Data ini diambil dari salahsatu perusahaan analisis Sosial Media Marketing yang berlokasi di Warsawa,Polandia. Hal ini artinya 22,6 persen atausekitar seperempat total pendudukIndonesia adalah pengguna Instagram. Berikut data yang disampaikan: Gambar 1. Pengguna Instagram di IndonesiaSumber: NapoleonCat.com Data tersebut menjelaskan total pengguna Instagram di Indonesia mencapai 59.840.000. Pengguna Instagram menunjukkan pada genderperempuan paling dominan di Indonesia. Tercatat jumlah mencapai 50,8 persen,lebih unggul dari pada pria yang hanya49,2 persen meskipun beda tipis. (Pertiwi, Wahyunanda Kusuma, 2020). Usia pengguna Instagram antara 18-24tahun merupakan kelompok usia yangpaling besar di Indonesia, dengan total37,3 persen atau sekitar 23 jutapengguna. Pengguna Instagram perempuan masih dominan yaitu sekitar19,5 persen bila dibandingkan denganlaki-laki hanya sekitar 17,9 persen. Selanjutnya untuk pengguna Instagramterbesar kedua pada kelompok usia25-34 tahun dengan besar persentasesekitar 33,9 persen. Berbeda dengankelompok usia sebelumnya, yaitu kategori usia ini justru lebih unggul pada pengguna priasebesar 17,9 persen dan sementarapengguna kelompok perempuan sebesar16,1 persen. Sementara dari sisi jumlahpengguna pria lebih unggul 1,1 juta. Darikategori usia pengguna Instagram yangpaling rendah adalah 65 tahun ke atasyang persentasenya sebesar 1,6 persen. Jaringan Komunikasi adalah penggunaan analisis jaringan sosialdalam bidang ilmu komunikasi (Eriyanto,2014: 23) atau dapat dikatakan bahwaanalisis jaringan komunikasi padadasarnya adalah penerapan dari analisisjaringan sosial (Social Networking Analysis)pada bidang komunikasi. Melalui polajaringan komunikasi dapat diketahuibagaimana tahapan suatu informasidapat tersebar dan siapa saja yangberperan penting dalam penyebaraninformasi. Komunikasi berbasis internetmemberikan cara baru untuk berinteraksidengan teman dan orang asing, dengancara baru untuk mempelajari dunia,identitas dan masa depan. Hubunganantara perangkat mobile dan web interaksimelalui jaringan sosial telah menjadistandar dalam komunikasi digital. Sociopreneur beberapa waktu terakhir diIndonesia mulai berkembang dan mencuri perhatian di masyarakat, hal inimembawa dampak positif yang dapatdirasakan secara langsung oleh masyarakat serta inovasi saat inimenjadikan bisnis di bidang sosial tidaklagi dipandang sebelah mata. Dapat kitalihat mulai dari kalangan menengah atasdari pengusaha sampai dengan berbagaimacam media massa terlibat dalamperkembangan sociopreneur di Indonesia. Dampak positif perkembangan sociopreneur di Indonesia dapat dilihat daristruktur ekonomi Indonesia secaraspasial pada triwulan I-2020 didominasioleh kelompok provinsi di Pulau Jawadan Pulau Sumatera. Kelompok provinsidi Pulau Jawa memberikan kontribusiterbesar terhadap PDB Indonesia, yaknisebesar 59,14 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,40 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,12 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,19 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,95persen. Sementara kontribusi terendahditorehkan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua. (Badan PusatStatistik. 2020) Fenomena perkembangan pecinta, peternak, jocky, breeder, pemain kontes,hingga penjual ikan cupang di Indonesiaberkembang pesat. Dalam kajian inibeberapa sociopreneur ikan cupang diwilayah Tangerang Kota, salah satunyaadalah Indonesian Super hmpk yangberada di wilayang Kota Bumi, Tangerang, Instagramnya adalah @indonesiansuperhmpk. Yang melatar-belakangi kajian ini adalahberawal dari fenomena masyarakat yangmelihat ikan cupang adalah sekedar ikanhias, ikan aduan, atau ikan sebagaimainan anak-anak usia sekolah dasar,yang dijual dengan harga murah, mudahdi dapat dan dibeli oleh siapa saja, selainitu proses perawatannya sangat mudah,cukup ditempatkan dalam kaca disetiapikannya, tanpa harus menggunakanoksigen, cukup dengan suhu udara ruangsaja. Makanannya pun cukup mudahdidapat, seperti anakan cacing, pelet daribentuk alami hingga instan dan hargapun terjangkau. Dulu ikan cupangdisebut sebagai ikan aduan. Ikan cupangmemiliki bentuk dan karakter yang unikdan cenderung agresif dalam menjagaatau mempertahankan wilayah dirinya. Di kalangan pecinta ikan cupang padaumumnya terbagi atas tiga golonganyaitu cupang liar, cupang hias dancupang aduan. Di Indonesia terdapatikan cupang yang asli, salah satunyaadalah Betta channoides yang ditemukandi Pampang, Kalimantan timur (Wawancara, Dalyano (Adon): 11 Februari 2020). Saat ini banyak bermunculan para sociopreneur ikancupang di Indonesia, di wilayah Jawaseperti Jakarta, Tangerang, Yogyakarta,Jawa Timur. Bahkan di wilayah Kalimantan Timur, Sumatera sepertiPekanbaru. Komunikasi melalui Instagram tidakhanya melalui komen, like dan directmessage, tetapi saat ini dapat juga melaluilive Instagram dan instastory. Komunikasiyang biasa mereka lakukan mempertanyakan bagaimana memilihikan cupang yang sehat, cara membuatpakan alami, cara membedakan ikancupang jantan dan betina, cara beternak,usia berapa bulan untuk bisa mengikutikontes, cara menjual dan memasarkan,cara memelihara dan merawat denganbaik standar pada umumnya, dan masihbanyak lagi yang mereka diskusikan. Selain itu ada media youtube juga sebagaimedia komunikasi secara interaktif,namun tidak seefektif dan seseringInstagram. Mereka memiliki visi dan misi, yaitu ingin ikan cupang masuk dalamkategori hewan yang dilindungi, memilikikualitas SNI (Standar Nasional Indonesia), melihat hal ini mereka seringmengikuti kontes ikan cupang mulai daritingkat daerah hingga tingkat nasional,bahkan ada yang mengikuti kontesinternasional yaitu IBC (International BettaContes) (Wawancara, Dalyano: 11 Februari 2020). Mereka saling bekerjasama dengan baik setiap sociopreneur jika adalah salah satu darikelompok mereka ada masalah, merekaberusaha saling membantu untuk memecahkan masalah, ingin meningkat-kan kesejahteraan perekonomian hidup para pembudidayaikan cupang lebih layak secara merata,jaringan komunikasi lebih luas jangkauannya di seluruh Indonesia. Meskipun demikian mereka juga memiliki persaingan positif antarsociopreneur, seperti persaingan bisnisyaitu penjualan ikan cupang, dengandasar kualitas ikan menentukan harga,kualitas pakan, cara memelihara, ikankontes dengan yang tidak pernah mengikuti kontes juga memiliki nilaiyang berbeda. Menurut hasil survey Indonesia Best Cities for Business tahun 2016 yangdilakukan oleh majalah SWA Indonesia,Tangerang Kota masuk dalam urutannomor tiga dan Tangerang masuk padaurutan nomor lima kota di Indonesiayang menjadi salah satu pilihan untukberbisnis atau investasi. Survei inidilakukan dengan melihat delapanparameter dari infrastruktur, lahan,perijinan, tenaga kerja, dukungan Pemerintah Daerah, pajak daerah,keamanan berbisnis, dan pelayanan yangbersifat terpadu (Diah, Partini, Peni,2018: 13). Tangerang Kota memilikiindeks kota terbaik sebesar 78,25 denganjumlah penduduk usia produktif mencapai 62,5% (2015), kota Tangerangmemiliki potensi meraih pertumbuhanyang tinggi. Wilayahnya menjadi tempatinvestasi yang prospektif, ditunjang olehinfrastruktur dan utilitas yang memadaidan lengkap seperti adanya Universitas,Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Pemerintah Kota yang memberikan dukungan pada pendidikan yang secaraterus menerus ditingkatkan. Hal inimenjadi penting untuk pengembangankualitas SDM. (Diah, Partini, Peni, 2018:13-14). Pada posisi urutan kelima adalah Tangerang dengan index Kota Terbaiksebesar 77,37 dimana memiliki daerahpertumbuhan di wilayah Barat yaitu Tigaraksa dan Balaraja, dititikberatkansebagai daerah pusat industri, pusatpemerintahan dan pemukiman (Diah,Partini, Peni, 2018: 14). Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana media sosial Instagram sebagai jaringan komunikasipada kelompok sociopreneur ikan cupangdalam meningkatkan produktivitas diwilayah Tangerang. Dimana Instagrammemiliki fungsi dan peran sebagai mediayang membantu untuk komunikasi interaktif antar kelompok sociopreneur. Komunikasi mereka biasanya dilakukanmelalui postingan konten ikan cupang di Instagram sebagai jaringan komunikasipada kelompok sociopreneur ikan cupangdari salah satu kelompok mereka,kemudian terjadi komunikasi melalui like,comment, direct message bahkan melaluiinstastory atau live Instagram. Tujuan dalam kajian ini agarmengetahui media sosial Instagramsebagai jaringan komunikasi padakelompok sociopreneur ikan cupang dalammeningkatkan produktivitas di wilayah Tangerang terjalin komunikasi interaktifyang dapat memberikan informasi bermanfaat bagi banyak orang khususnya bagi pemula yang inginmemulai atau mencoba berbisnis ikancupang (peternak, jocky, breeder, pemainkontes, pecinta, juri kontes) dapatmereka lakukan sesuai yang butuhkan. TINJAUAN LITERATUR Media sosial Media sosial adalah bentuk yang tidak juh berbeda dengan keberadaandan cara mengerjakan cara kerja komputer. Tiga bentuk bersosial, sepertipengenalan, komunikasi, dan kerjasamabisa dianalogikan dengan cara komputeryang juga membentuk sebuah sistembagaimana adanya sistem di antaraindividu atau masyarakat. Bentuk-bentukitu merupakan lapisan dimana lapisanpeta menjadi dasar untuk terbentuknyalapisan lain, pengenalan pada dasarnyamerupakan dasar untuk berkomunikasidan komunikasi merupakan dasar untukmelakukan kerjasama (Rulli, 2015: 10). Selain itu definisi media sosial menurut Meike dan Young (2013) yang dikutipoleh Rulli, media sosial mengartikan katamedia sosial sebagai konvergensi antarakomunikasi personal dalam arti salingberbagi antara individu (to be sharedone-to-one) dan media publik untukberbagi kepada siapa saja tanpa adakekhususan individu (Rulli, 2015: 11). Menurut Van Dijk (2013) dijelaskan oleh Rulli, media sosial adalah platform mediayang memfokuskan pada eksistensipengguna yang memfasilitasi merekadalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosialdapat dilihat sebagai medium (fasilitator)online menguatkan hubungan antarpengguna sekaligus sebagai sebuahikatan sosial. (Rulli, 2015: 11). Daribeberapa penjelasan definisi di atas makadapat dijelaskan bahwa media adalahmedium internet dimana penggunanyadapat memperkenalkan dirinya kepadapublik bahwa melalui media sosialindividu dapat melakukan interaksi,berbagi, berkomunikasi antar penggunasatu dengan yang lainnya, dapat bekerjasama hingga mereka membentuksuatu kelompok atau ikatan sosial secaravirtual dan non-virtual dengan kesepakatan bersama kapan waktu dantempatnya mereka dapat berinteraksisecara langsung. Adapun karakteristikmedia sosial adalah jaringan (network),informasi (information), arsip (archive),interaksi (interactivity), simulasi sosial(simulation of society), konten olehpengguna (user-generated content) (Rulli,2015: 16). Instagram Instagram berasal dari nama instayang mengandung arti instan. Sepertikamera polaroid pada masanya dikenaldengan nama “foto instan”. Instagramdapat menampilkan foto-foto secarainstan, video durasi maksimal 60 detik,instastory foto atau video dengan durasimaksimal 15 detik, hingga berkembangIGTV untuk durasi lebih dari 60 detik. Kata gram berasal dari kata telegramdimana cara kerja telegram untukmengirimkan informasi kepada oranglain secara luas dengan cepat. Seperti Instagram dapat mengunggah foto danvideo dengan menggunakan jaringaninternet, sehingga informasi yang ingindisampaikan dapat diterima dengancepat (Neng, Riche, Gema, 2018: 6). Social Entepreneur Menurut Dees dalam Wibowo dan Hery (2015: 19) para social entrepreneurbertindak sebagai agen perubahan dalamsector sosial dengan: 1. Mengadopsi sebuah misi untuk meciptakan dan mempertahankan nilai-nilai sosial. 2. Mengenali dan mengusahakan pelunga-peluang baru untuk menjamin keberlangsungan misi tersebut. 3. Melibatkan diri dalam sebuah prosesinovasi adaptasi dan belajar yangberkelanjutan. 4. Berindak penuh semangat walaupundengan keterbatasan sumber. 5. Penuh intensitas dalam semangatakuntabilitas pada konstituen danpada usaha-usaha yang telah ditetapkan. Wibowo juga mengungkapkan social entrepreneur adalah usaha untukmerespon tantangan sosial, dimanasetiap orang mampu menjadi agen perubahan yang percaya diri dalammengatasi masalah sosial dan mendorong perubahan sosial dengandukungan penuh dari lingkungan sosialnya. (Wibowo, Hery, 2015: 18). Karena faktor utama dukungan mulaidari lingkungan terdekat merupakandasar utama untuk terus bergerakmenjalankan tugasnya sebagai agenperubahan. Hal ini memang harus dilakukan secara terus menerus dengansegala resiko yang terjadi. Seorangsociopreneur tidak hanya menguntung-kan bisnis atau usahanyasemata, harus memiliki jiwa sosial yangtinggi, karena tanpa disadari bahwamasyarakat yang memberikan faktorbesar atau peran yang cukup dalamsebuah perubahan. Social entrepreneur terdiri dari empatelemen utama yaitu social value, civil society,innovation, and economic activity. (Palengsangi, 2013) dalam Irma (2015:6): 1. Social Value. Social entrepreneurmerupakan elemen paling khas yaitumenciptakan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat dan lingkungansekitar. 2. Civil Societ. Social entrepreneur padaumtumnya berasal dari inisiatif danpartisipasi masyarakat sipil denganmngoptimalkan modal sosial yang adadi masyarakat. 3. Innovation. Social entrepreneur dalamhal ini mampu memecahkan masalahsosial dengan cara-cara inovatif antaralain kearifan local dan inovasi sosial. 4. Economic activity, social entrepreneuryang berhasilm pada umumnya dengan menyeimbangkan antara aktivitas sosial dengan aktivitas bisnis. Aktifitas bisnis/ekonomi dikembang-kan untuk menjamin kemandirian dan keberlanjutan misisosial organisasi. Social entrepreneur saat ini beradadipersimpangan jalan antara non-provitdan organisasi murni bisnis sebagaimanadigambarkan dalam gambar yang dikemukakan Alter (2006) dalam Irma(2015: 6): berikut ini: Hybrid Spectrum Traditional Nonprofit Nonprofit with Income-Ge nerating Activities Social Enterprise Socially Responsible Business Corporation Practicing Social Responsibility Traditional For-Profit Mission Motive - - Profit-making Motive Stakeholder Accountability - - Shareholder Accountability Income reinvested in social programs or - - Profit redistributed to shareholders Gambar 2. Sumber Typology of Social Enterpreneurs (Alter, 2006)Jaringan Komunikasi Jaringan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai seperangkathubungan di antara aktor-aktor sosial(Kadushin, 2012: 14). Dari penjelasandefinisi tersebut, ada dua hal penting darianalisis jaringan, yaitu pelaku/aktor danhubungan antar pelaku/tokoh. Jaringankomunikasi menurut Rogres (1981),adalah suatu jaringan yang terdiri dariindividu-individu yang saling dihubungkan oleh arus komunikasi yangterpola. Selain itu, jaringan komunikasijuga sebagai suatu jenis hubungan yangsecara khusus merangkai individu-individu, ojek-objek, danperistiwa-peristiwa. Sedangkan Freiredalam Rogres (1981) melihat jaringankomunikasi sebagai pola yang teraturdapat diidentifikasi sebagai pertukaraninformasi yang dialami seseorang didalam sistem sosialnya. Jaringan komunikasi merupakan gambaran “how talk to whom” (siapaberbicara kepada siapa) dalam suatusistem sosial. Jaringan komunikasimenggambarkan komunikasi interpersonal, dimana terdapat pemuka-pemuka opini dan pengikutyang saling memiliki hubungan komunikasi pada suatu topik tertentu,yang terjadi dalam suatu sistem sosialtertentu, seperti sebuah komunitas,organisasi, ataupun perusahaan. (Rogresand Kincaid, 1981: 79). Beberapapenjelasan pengertian tadi dapatdisimpulkan bahwa jaringan komunikasidalam penelitian ini merupakan rangkaian hubungan antara individusebagai akibat terjadinya pertukaraninformasi, sehingga dapat membentukbeberapa model atau pola-pola padajaringan komunikasi tertentu bahkanjaringan komunikasi baru berdasarkanpenemuan yang ada. Jaringan komunikasi menurut Eriyanto (2014) dibagi mejadi duabagian, yaitu jaringan utuh (completenetworks) dan jaringan yang berpusatpada ego (ego networks). Perbedaan padakeduanya ini terletak pada apakahanalisis memusatkan perhatian hanyapada satu atau beberapa aktor (node),ataukah melihat dan memperhitungkansemua aktor (node) dalam jaringan yangberpusat pada ego, hanya saja harusmemusatkan perhatian pada aktor (node)tertentu. Aktor dan kelompok yangdiamati tersebut sesuai dengan tujuanpenelitian. Table 1. Tabel Analisis Desain StudiLEVEL ANALISIS DESAIN STUDI Jaringan Utuh (Complete Network) Jaringan Berpusat Ego (Ego Networks) Aktor (Tunggal) ● Sentralisasi Tingkatan ● Sentralisasi Kedekatan ● Sentralisasi Keperantaraan ● Sentralisasi Eigenvektor ● Ketutupan jaringan ● Celah Struktur ● Kekuatan Ikatan Kelompok (group) ● Komponen ● K-cone ● Klik ● B-Clique ● K-Plexes ● Broker ● Analisis Homofili ● Kesetaraan Posisi Sistem ● Ukuran ● Kepadatan ● Resiprositas ● Ukuran ● Kepadatan ● Diameter dan jarak ● Diameter dan jarak Sumber: jaringan Komunikasi (Eriyanto, 2014: 168)Produktivitas Produktivitas menurut Sinungan (1995) dikelompokkan menjadi tigabagian, yaitu: 1. Rumusan tradisional bagi seluruhproduktivitas tidak lain ialah rasio dariapa yang dihasilkan terhadap kseluruhan peralatan produksi yangdigunakan. 2. Produktivitas pada dasarnya adalahsikap mental yang selalui mempunyaipandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada kemarin,dan hari esok lebih baik dari hari ini. 3. Produktivitas merupakan interaksiterpadu secara serasi dari tiga faktoresensial, yakni a. investasi, termasukpenggunaan pengetahuan, teknologi,serta riset, b. manajemen dan c. tenaga kerja. Kajian yang dimaksud dengan produktivitas adalah bagaimana aktordan anggota kelompok sociopreneur ikancupang meningkatkan kualitas ikancupang SNI di seluruh Indonesia padaumumnya. Teori Konvergensi Simbolik Teori Konvergensi Simbolik merupakan teori umum yang membahasfenomena pertukaran sebuah pesan yangmemunculkan keadaan pada sebuah kelompok hingga berimplikasi padahadirnya sebuah motif, makna danperasaan bersama, hal ini disampaikan Hirokawa dan Pole (1986) dalam Suryadi(2010). Teori Konvergensi Simbolik,Bormann (1990) mengartikan istilahkonvergensi sebagai suatu cara dimanadunia simbolik pribadi dari dua ataulebih individu saling bertemu, mendekatatau bahkan saling berhimpitan satudengan yang lainnya (Suryadi, 2010). Simbolik itu sendiri terkait dengankecenderungan manusia untuk memberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagailambang, tanda, kejadian yang tengahdialami, atau bahkan tindakan yangdilakukan manusia (Bormann, 1986). Bormann juga mengatakan bahwa manusia adalah simbol user, yaitumanusia menggunakan simbol dan berkomunikasi secara umum ataupundalam bercerita (Suryadi, 2010). Saatkelompok berbagi symbol bersama,komunikasi menjadi lebih mudah danefisien hal ini disebabkan “a meeting ofmind” yaitu pertemuan pada frekuensipemikiran. (Infante, et al, 1993). Jikasebuah pikiran yang saling dipertemukantidak dipungkiri setiap orang mulaimelakukan gerakan pada arah penggunaan sebuah sistem simbol yangsama. Pemikiran yang saling pengertiankemudian dijadikan sebagai dasar untukmenciptakan kesadaran bersama, perasaan, dan kesamaan dalam pemikirantentang berbagai macam hal yang merekaperbincangkan. Kajian ini akan memberikan sebuah gambaran, bagaimana Instagram sebagai jaringankomunikasi pada sebuah kelompok peternak hingga penjual ikan cupangdapat mendorong terciptanya produktivitas sesama sociopreneur. Selainitu komunikasi melalui Instagram dapatdilakukan secara kontinyu denganmembahas masalah kelompok percupangan di wilayah Tangerang,hingga dapat terjadinya pertemuansecara lansung, sehingga para kelompoksociopreneur ini untuk saling berbagisimbol terkait strategi penjualan,peningkatan kualitas ikan cupang,budidaya ikan cupang, kontes ikancupang agar dapat mensejahterakanmasyarakat luas dari sisi eknomi dan ikancupang mendapatkan apresiasi denganmelalui jaringan komunikasi. Dengan halseperti ini, dapat mencipatakan kesadaran bersama, kesamaan pemikiran,kesamaan visi dan misi serta tentangperasaaan mengenai hal-hal yang didiskusikan atau diperbincangkan. Olehkarena itu, sebuah fenomena dapatdikatakan kajian ini sejalan denganpemikiran Teori Konvergensi Simbolik.

Method

Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan pendekatankualitatif, karena ingin menggaliinformasi lebih mendalam bagaimana Instagram sebagai media yang digunakankomunikasi antara kelompok sociopreneurikan cupang melalui jaringan komunikasidi wilayah Tangerang dalam meningkatkan produktivitas. Paradigmakonstruktivisme yang digunakan dalamkajian ini bertujuan agar penulis secarasubjektif dapat memberikan makna sertasudut pandang dan pengembangan padapengalaman penulis dengan membacaliteratur yang dipelajari. Kajian inimenggunakan studi kasus. Studi kasusadalah strategi dimana di dalamnyapenulis menyelediki secara cermat suatuprogram, peristiwa, aktifitas, proses atausekelompok individu. Kasus-kasusdibatasi oleh waktu dan aktifitas danmengumpulkan informasi secara lengkapdengan menggunakan berbagai prosedurpengumpulan data berdasarkan waktuyang telah ditentukan (Creswell, 2008:19).

Result

Kajian ini bertujuan mengetahuimelalui media sosial Instagram polajaringan komunikasi dalam meningkatkan produktifitas sociopreneurpada kelompok ikan cupang di wilayah Tangerang. Berdasarkan hasil observasidan wawancara, dapat diketahui bahwa Indonesia Super Hmpk memiliki banyakkegiatan yang bertujuan untuk menjagahubungan baik antar kelompok sociopreneur ikan cupang, sekaligus untukmeningkatkan kredibiltas dan kapabilitasjaringan komunikasi kelompok itusendiri, dalam meningkatkan produk-tifitasnya melalui Instagram yaituonline maupun offline. Kajian ini menggambarkan jaringan komunikasi yang dibentuk olehkedua sociopreneur yaitu Indonesian SuperHmpk dan Boston Beta yaitu: 1. Tingkatan Individu Dilihat dari data Instagram antaraIndonesia Super Hmpk dengan Boston Betta, individu lainnya banyakyang memilih Indonesian Super Hmpk, dari jumlah follower di Instagram. Indonesian Super Hmpkmemang fokus pada Ikan Cupang SNI yaitu Standar Nasional Indonesiadengan jumlah pengikutnya di Instagram sebanyak 16,7K (16.700). Sedangkan Boston Betta yang fokuspada IBC yaitu International Betta Contest jumlah pengikutnya sebanyak13,9K (13.900) data diambil dariInstagram masing-masing. Gambar 3. Instagram Indonesian SuperHmpk/SNI Gambar 4. Instagram Boston Betta/IBCGambar 5. Juara Kontes Ikan Cupang diBandung Gambar 6. Pertemuan Indonesia Super Hmpkdengan Menteri UMKM Bp. Teten Masduki. Gambar 7. Indonesia Super Hmpk sebagai juripada salah satu kegiatan konten Cupang Data Instagram menunjukkan bahwajaringan komunikasi keduanya memilikipotensi yang lebih luas, tidak hanya diwilayah Kota Tangerang dan TangerangSelatan saja, namun lebih dari itu. Indonesian Super Hmpk menunjukkankelompok sociopreneur SNI mereka adayang dari Kalimantan Timur, SukabumiJawa Barat, Surabaya dan Sumatera. Sedangkan kelompok IBC juga tidakhanya di wilayah Tangerang tetapi dari Sumatera, Kalimantan, dan Bandung Jawa Barat. Sehingga dapat disimpulkanbahwa keduanya merupakan individuyang banyak dipilih dan memilikiperanan penting di dalam kelompoknya,seperti memberikan informasi dansebagai pusat menanyakan apapuntentang berlang-sungnya kegiatankelompok cupang di wilayang Tangerang. 2. Tingkat Klik Kajian ini menganalisa satu klik. Klikmerupakan kedekatan yang membuatindividu yang membuat individu di dalam kelompok atau komunitassaling melakukan komunikasi secaraintens, juga memberikan informasiterlebih dulu kepada individu yangdirasa dekat dan dapat dipercayauntuk membantu menyebarkan lagikepada anggota kelompok lainnyayang belum mendapatkan informasisecara jelas. Gambar 8. Tingkat klik kelompok dan individu Indonesia Super Hmpk dan Boston Betta. 3. Tingkat Sistem Kajian ini menganalisa adanya hubungan kelompok sociopreneur di wilayah Tangerang dengan kelompok lain yang secara langsung melakukan komunikasi dan berbagi informasi, karena adanya derajat yang sama dalam keterbukaan antar individu di dalam maupun diluar kelompok mereka. Berikut salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Indonesia Super Hmpk melalui acara Rise Up yang diselenggarakan pada 11 Januari2020 yang berlokasi di café Maiga Tangerang, mulai pukul 13:00 – 17:00. Peserta mulai dariwilayah Tangerang, Jakarta dan yang tejauh adalah dari Sukabumi. Berikut foto kegiatantersebut: Gambar 9. Kegiatan Rise Up Indonesia SuperHmpk. Selain itu mereka juga melakukankegiatan secara online dengan melalui liveInstagram @Boston_Betta. Acara berlangsung pada 16 Mei 2020, mulai pukul 21:00 – 23:00, disinilah tempatmereka saling berbagi informasi, salingmemberikan dukungan satu dengan lainnya, bertukar ide untukkedepannya bagaimana keberadaankelompok ikan cupang di Indonesiasecara umum. Gambar 10. Dukungan kedua kelompok Indonesia Super Hmpk dan Boston Betta di Instagram Setelah melihat pola jaringan komunikasipada kelompok sociopreneur ikan cupangwilayah Tangerang, untuk selanjutkandapat dilakukan analisis fungsi individudalam jaringan komunikasi komunikasidisebut (1) Star, yaitu seorang individu didalam jaringan komunikasi yang palingdikenal, banyak memberikan masukan-masukan yang menjadi permasalahan yang ada, dan palingbanyak dipilih oleh individu-individulainnya di dalam sebuah kelompok. Selain itu juga dilihat dari banyaknyapilihan yang ditujukan kepada seseorangindividu dari individu-individu lain dalamsuatu jaringan komunikasi. Sebagai (2)Opinion Leader dimana ia menjadi pemukapendapat dalam suatu kelompok jaringankomunikasi yang ditunjukkan denganadanya individu yang memiliki jumlahhubungan komunikasi lebih banyakdaripada rata-rata jumlah hubungankomunikasi antar individu-individu laindi dalam jaringan komuikasi. Ia sebagaisumber informasi bagi individu lainnyadi dalam jaringan kelompok sociopreneurikan cupang di wilayah Tangerang. Sebagai seorang opinion leader tentunyamemiliki pengaruh informal terhadapindividu-individu lainnya, dengan tujuanmembuka pemikiran, merubah pemikiran, mengubah sikap dan perilakuterhadap inovasi-inovasi yang saat inidihadapi. Di dalam grup WhatsApp punmereka menjalin komunikasi yangdilakukan opinion leader. Dalyano Kayambo atau Adon biasa menjawabpertanyaan-pertanyaan yang datang darianggota kelompok lainnya denganmemberikan arahan sampai anggotakelompok mengerti dan paham. Disetiapjawaban Adon selalu memberikan pesandan untuk kelompoknya, seperti memberikan motivasi hal-hal kecil,mengingatkan rasa syukur, dan ucapansemangat kepada anggota kelompoknya. Penjelaskan diatas adalah mencerminkan implementasi teori yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu Interaksi Konvergensi Simbolik. Dimanateori ini menjelaskan bahwa komunikasidalam kelompok harus dibangun untukmencapai kesamaan pemikiran. Yangdimaksud kesamaan pemikiran adalahpemahaman yang sama antara opinionleader dengan anggota kelompok lainnyaseperti cara ikan cupang untuk dapatmengikuti konten, cara menjual ikancupang dengan kualitas yang baik,kualitas pakan ikan, cara ternak ikancupang dengan menggunakan mediasosial Instagram yang sudah dimilikimasing-masing anggota kelompok. Berdagang dengan inovasi-inovasi baruperlu dipelajari bersama dan dapat terusdikembangkan. Sehingga jika setiapindividu dalam kelompok dapat salingpengertian, maka akan tercipta sebuahkesadaran bersama dalam pemikiran,perasaan dan semua hal-hal yangdidiskusikan bersama. (3) Produktivitasadalah jumlah rasio dari sesuatu yangdihasilkan dari jumlah keseleruhanperalatan produksi yang digunakan. Sebuah produktifitas adalah bentukinteraksi yang terpadu secara bersamaandari tiga faktor yang esensial, yaitumanajemen waktu, penggunaan pengetahuan dan teknologi, melakukanriset. Sehingga untuk lebih lanjut perlujuga dilakukan penelitian melaluihubungan komunikasi kelompok antaranggota dapat menjadikan dindividutermotivasi untuk dapat meningkatkanproduktivitasnya.

Conclusion

Setiap individu didalam kelompokmengetahui bahwa Dalyano Kayambomerupakan orang yang tepat untukmereka tanya berbagai macam tentangcupang dan lainnya, strategi penjualan,bukan hanya kegiatan saja namun jugamampu bercerita berbagi pengalamannyaselama tujuh tahun menggeluti bidangpercupangan di Indonesia, selain itu maumemberikan ilmu-ilmu penting dan jugakegiatan sosial. Dengan demikian makadapat terjalin kedekatan yang dapatmenciptakan sebuah motivasi untukdapat terus meningktakan produktifitasdan bisnis mereka secara online, hal inijuga dapat menjadikan acuan untukdapat hidup lebih baik, sejahtera danmakmur secara lahir dan batin di dalamkelompok percupangan. SARAN Jaringan Komunikasi Indonesian Super Hmpk dan Boston Betta wilayah Tangerang ada juga beberapa anggotayang hanya ikut namun tidak tahu harusbagaimana, atau hanya sekedar ikut-ikutan supaya dapat status pengakuan dari individu di kelompoklain, dan ada juga yang pasif. Ini dapat dilihat bahwa komunikasi terjadi satuarah saja. Sehingga opinion leader mampumembaca kondisi yang ada sehingga iaberusaha untuk lebih aktif dalammelibatkan individu lain untuk bertanya,menyampaikan pendapatnya atau bahkanmemberikan masukan, baik dilakukansecara tatap muka atau secara virtual. Dengan cara demikian diharapkan bagiindividu-individu yang ada di dalamkelompok tersebut yang tadinya tidaktahu, masa bodoh atau pasif dapat lebihmerasa dihargai atau diakui keber-adaannya sehingga mampu meningkatkan semangatnya yang memutuskan untuk berkecimpung didunia percupangan Indonesia.