Kembali
16
1
2024 Baca: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol SPECIAL ISSUE · DATA IN BRIEF FOR REPOSITORI ILMIAH NASIONAL ISSN 2301-8593

Kumpulan data fauna ikan air tawar di perairan kawasan Gunung Galunggung

Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Dalam artikel data ini, kami menyediakan data ilmiah tentang keragaman fauna ikan air tawar di perairan Kawasan Gunung Galunggung. Kawasan Galunggung merupakan habitat potensial bagi ikan air tawar karena keberadaan banyak aliran sungai atau anak sungai. Pengambilan sampel ikan didasarkan pada tangkapan per unit upaya (CPUE) terutama menggunakan electrofishing, jaring insang, dan hanco. Sebanyak 24 spesies tercatat selama survei. Tujuh jenis ikan yaitu Amphilophus alfari, Amphilophus citrinellus, Andinoacara pulcher, Andinoacara rivulatus, Cichlasoma spilurus, Cichlasoma uropthalmum, dan Poecilia reticulata disertakan dalam kumpulan data ini. Selain itu, data dari 10 stasiun lokasi penelitian dan danau kawah Gunung Galunggung yang merupakan lokasi penelitian tertinggi turut disertakan dalam kumpulan data ini. Data pada artikel ini dapat ditemukan pada Repositori Ilmiah Nasional yang mencakup data lokasi penelitian, data jenis-jenis ikan yang ditemukan, dan beberapa foto spesimen ikan yang didokumentasikan. Terkait potensi pemanfaatannya, data ini dapat digunakan untuk dasar penyusunan kebijakan sektor perikanan dan ketika melakukan kajian ulang tentang fauna ikan di Kawasan Gunung Galunggung.

Abstract

In this data article, we present scientific data on the diversity of freshwater fish fauna in the waters of the Galunggung Mountain area. The Galunggung area serves as a potential habitat for freshwater fish due to the presence of many rivers and streams. Fish sampling was based on catch per unit effort (CPUE), mainly using electrofishing, gill nets, and hand nets. A total of 24 species were recorded during the survey. Seven fish species, namely Amphilophus alfari, Amphilophus citrinellus, Andinoacara pulcher, Andinoacara rivulatus, Cichlasoma spilurus, Cichlasoma uropthalmum, and Poecilia reticulata, are included in this dataset. Additionally, data from 10 research station locations and the Galunggung crater lake, which is the highest research location, are also included in this dataset. The data in this article can be found in the National Scientific Repository, covering the research locations, the fish species discovered, and several documented fish specimen photos. Regarding its potential utilization, this data can be used as a basis for policy formulation in the fisheries sector and when conducting a review of the fish fauna in the Galunggung Mountain area.
Keywords: Fish diversity · Dataset · Mt. Galunggung

Introduction

Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung berapi yang terkenal di Jawa Barat karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1982 yang mengakibatkan material vulkanik menyebar hingga ke Australia. Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung berapi aktif dengan kubah berbentuk strato dan secara historis telah meletus sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1822, 1894, 1918, dan 1982 (As’Ari et al., 2019). Gunung ini terletak di sebelah barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Hingga saat ini, Gunung Galunggung telah menjadi destinasi wisata yang menarik. Jumlah wisatawan lokal dan mancanegara mencapai ratusan bahkan ribuan orang per tahun (Fadjarajani et al., 2019). Salah satu objek wisata yang menarik di kawasan ini adalah kawah Gunung Galunggung yang berada pada ketinggian 2.168 m di atas permukaan laut, yang kini telah berubah menjadi sebuah danau (Widodo, 2014). Pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisasikan biodiversitas fauna ikan air tawar di Kawasan Gunung Galunggung melibatkan pemahaman tentang ekologi, distribusi geografis, serta menggali potensi dan menentukan arah kebijakan pengelolaan sumber daya ikan di Jawa, khususnya pada DAS Citandui yang terletak di kawasan Gunung Galunggung. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data mencakup survei lapangan, pengambilan sampel ikan menggunakan electrofishing, jala, hanco dan pukat. Kemampuan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap electrofishing telah dianalisis di tempat lain, dan merupakan salah satu metode paling efisien untuk program biomonitoring (Benejam et al., 2012; Puspito et al., 2019; Rahmat et al., 2024). Pengawetan koleksi spesimen ikan dilakukan dengan cara memasukan sampel ikan ke dalam botol koleksi yang berisi larutan formalin, selanjutnya dilakukan identifikasi taksonomi ikan yang sesuai dengan standar ilmiah menggunakan buku panduan identifikasi, serta menganalisis data mengenai kelimpahan, sebaran/distribusi lokal. Tujuan penulisan data brief ini adalah menyediakan dataset yang terstruktur dengan baik, yang dapat digunakan oleh para peneliti lain dalam studi lebih lanjut mengenai ekosistem perairan di Gunung Galunggung. Dengan menyajikan data yang transparan dan dapat diakses, artikel ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang biodiversitas lokal, serta menyediakan referensi untuk penelitian lanjutan yang mungkin terkait dengan konservasi, ekologi, atau pengelolaan sumber daya alam. Artikel data ini terkait dengan artikel penelitian asli, kontribusinya adalah menyediakan basis data empiris yang mendukung analisis lebih mendalam dalam penelitian tersebut. Artikel data memungkinkan pembaca untuk mengakses informasi yang digunakan dalam penelitian, sehingga dapat diverifikasi atau diintegrasikan dalam penelitian lain. Ini juga membantu dalam meningkatkan transparansi dan reproduktifitas hasil penelitian yang telah diterbitkan

Method

Pengambilan sampel ikan terutama menggunakan electrofishing dengan sumber daya accu 12 volt 10 amper dan jala, serta dilengkapi hanco dan pukat. Pengoperasian alat tangkap diupayakan dengan mengacu pada metode catch per unit of effort. Ikan yang tertangkap dikelompokkan berdasarkan jenis, selanjutnya dihitung jumlah individu setiap jenis untuk menentukan status populasinya. Spesimen ikan yang tertangkap diawetkan dalam larutan formalin 5-10% dan disuntik formalin 40% untuk spesimen yang panjang totalnya >10 cm; serta diberi label mengenai lokasi, tanggal koleksi, nama kolektor, dan keterangan lain yang diperlukan. Di laboratorium, spesimen ikan dicuci dengan air mengalir dan selanjutnya disimpan dalam larutan alkohol 70% sebagai koleksi ilmiah setelah diidentifikasi terlebih dahulu. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Ikan, Bidang Zoologi-Puslit Biologi-LIPI Cibinong dengan mengacu kepada Axelrods et al (1995), Roberts (1989; 1993), Kottelat et al (1993), Inger & Chin (1990), Mohsin & Ambak (1983), Weber & Beaufort (1913; 1916), Eschmeyer (1998), dan beberapa literatur terkait lainnya. Upaya konservasi suatu spesies akan lebih optimal jika klasifikasi dan posisinya dalam sistematika telah diketahui sehingga koleksi spesimen menjadi sangat penting (Rocha et al., 2014). Data yang diperoleh nantinya dianalisis mengenai kelimpahan, sebaran/distribusi lokal, dan beberapa indeks terkait yang akan disajikan pada artikel ini.

Result & Discussion

Dalam artikel data ini, kami membagi lokasi penelitian menjadi beberapa sungai pada 10 stasiun dan peta Gunung Galunggung (Gambar 1, Tabel 1). Lokasi penelitian yang tertinggi adalah di Danau/Kawah Gunung Galunggung (Gambar 2). Keragaman jenis ikan yang ditemukan di perairan Kawasan Gunung Galunggung disertakan dalam artikel data ini (Tabel 2), dan beberapa foto ikan yang tertangkap (Gambar 3). Gambar 1. Peta dan lokasi studi ikan di Gunung Galunggung Tabel 1. Lokasi penelitian di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia No. Nama Perairan Posisi Lintang Altitute (mdpl) St.1 Sungai Cibukur-Hilir 1 07 o 16’ 09.0” LS 108o 06’ 08.0” BT 661 St.2 Sungai Cibukur-Hulu 07 o 15’ 59.0” LS 108o 05’ 58.8” BT 715 St.3 Sungai Cipongkor 07 o 16’ 10.8” LS 108o 06’ 07.8” BT 668 St.4 Selokan Pertanian 07 o 16’ 05.2” LS 108o 05’ 55.0” BT 710 St.5 Sungai Cikunir 07 o 16’ 19.4” LS 108o 05’ 50.8” BT 687 St.6 Danau/Kawah Galunggung 07 o 15’ 30.4” LS 108o 04’ 32.3” BT 1130 St.7 Sungai Ciasem 07 o 16’ 45.6” LS 108o 07’ 03.0” BT 585 St.8 Sungai Cibukur Halir-2 07 o 16’ 51.1” LS 108o 06’ 59.0” BT 596 St.9 Sungai Banjaran 07 o 15’ 49.3” LS 108o 06’ 27.4” BT 684 St.10 Sungai Citunggul 07 o 16’ 53.4” LS 108o 06’ 50.6” BT 591 Sumber: Data Peneliti Gambar 2. Danau pada kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya (Foto: Haryono) Gambar 3. Sampel ikan yang tertangkap (Foto: Haryono) Tabel 2. Keragaman spesies ikan di Kawasan Gunung Galunggung No. SPECIES STATIONS Total (ind.) Abundance (ind./St.) Loc. Dist. (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Anguilla sp. 1 1 1 10 2 Puntius binotatus 15 5 35 11 103 208 48 27 62 19 533 53.3 100 3 Osteochilus vittatus 12 5 13 9 8 * 58 6 16 127 15.9 80 4 Labiobarbus kuhlii 2 2 2 10 5 Puntius orphoides 1 1 1 10 6 Clarias batrachus 1 1 4 6 2 30 7 Clarias gariepinus 2 1 2 5 1.7 30 8 Poecilia reticulata 1 4 15 15 5 10 2 52 7.4 70 9 Xiphophorus helleri 4 3 3 15 2 2 8 37 5.3 70 10 Monopterus albus 1 1 1 3 1 30 11 Oreochromis mossmbicus 3 3 6 3 20 12 Oreochromis niloticus 2 1 6 9 3 30 13 Oreochromis sp. 1 1 1 10 14 Andinoacara pulcher 2 7 9 4.5 20 15 Andinoacara rivulatus 2 1 1 1 2 1 9 17 2.4 70 16 Amphilophus citrinellus 5 5 5 10 17 Amphilophus alfari 1 1 1 10 18 Cichlasoma spilurus 2 2 2 10 19 Cichlasoma uropthalmum 4 4 4 10 20 Parachromis managuensis 3 3 3 10 21 Anabas testudineus 1 1 1 10 22 Trchopodus trichopterus 10 4 8 22 7.3 30 23 Channa gachua 3 5 3 3 3 5 4 26 3.7 70 24 Channa striata * 1 1 2 1 20