PEMBUATAN INDEKS PUISI DI RUMAH PUISI TAUFIK ISMAIL PADANG PANJANG
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper aimsto describe how indexes poetry at Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang. Data collected by direct observation in Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang. Based on the results of the discussion index creation poems in the Poetry House Taufik Ismail Padang Panjang this can be inferred through several stages as follows: (1) The initial observations of the document: to observe the documents to be indexed and made details on the document; (2) determine the main subject is in the manufacture of a required index determination to the main subject in this paper that became the main subject in the manufacture of this index is an index poems in the Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang; (3) create a description of the index; (4) in the indexing terms that must be included in accordance with the data obtained without changing it; (5) indexing language that is clear and precise; (6) make a title index; (7) and typing on the index as well as examination of the indices that have been typed to avoid errors.
Keywords:
indexes poetry
· Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang
Introduction
Indeks menurut Sulistyo Basuki (2004:163), mengatakan indeks adalah nama, subjek, kata kunci atau topik lain yang disusun menurut urutan tertentu untuk memudahkan proses temu kembali dokumen atau informasi. Tujuan indeks menurut Sulistyo Basuki (dalam Doni Febrian, 2014:8) adalah menjawab pertanyaan pemakai mengenai tujuan sebuah dokumen serta manfaat baginya. Menurut Lasa (2009:110) indeks memiliki fungsi sebagai (a) pencapaian efisiensi; (b) memberikan informasi lebih lengkap dan tepat; (c) merinci subjek menjadi unit-unit pengertian yang lebih kecil. Menurut Lasa (2009:110) indeks memiliki fungsi sebagai (a) pencapaian efisiensi; (b) memberikan informasi lebih lengkap dan tepat; (c) merinci subjek menjadi unit-unit pengertian yang lebih kecil. Lasa (2009:111) mengatakan ada beberapa macam indeks yaitu indeks analitik, indeks beranotasi, dan indeks berantai. Indeks menurut Suwarno (2010:97) adalah daftar yang berisi petunjuk. Lebih tepatnya indeks merupakan daftar yang sistematis, mengandung istilah atau frasa (yang menyatakan nama pengarang, judul, konsep dan sebagainya) yang dilengkapi petunjuk ke isi, atau ke lokasi dimana istilah atau frasa tersebut ditemukan. Berdasarkan dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa indeks adalah alat telusur yang disusun secara sistematis menurut ketentuan tertentu yang berisi daftar isitilah atau daftar petunjuk yang disusun berdasarkan urutan abjad tertentu disertai keterangan yang menunjukkan tempat istilah itu berada untuk memberikan arahan kepada pencari informasi dengan cepat dan tepat. Petunjuk tersebut, dapat berupa subjek, pengarang, judul, kata kunci, dan lainnya. Tahap-tahap Pembuatan Indeks ada 4 yaitu: a. Analisis subyek yaitu mempelajari dokumen untuk menentukan subyek dokumen. b. Mengidentifikai dan Mencatat konsep-konsep terpenting, konsep-konsep yang merupakan tema utama atau pokok bahasan di identifikasi serta dicatat. c. Menerjemahkan konsep-konsep ke dalam kosa kata terkendali yaitu deskriptor dan tesaurus, pilihlah deskriptor pada tingkat kespesifikan yang sesuai dengan konsep ybs. Jika tidak ada, pilihlah deskriptor yang lebih luas. d. Mengelompokan rangkaian deskriptor yang akan mewakili subyek dokumen, setelah deskriptor yang cocok dipilih, maka deskriptor tersebut di kelompokkan
Discussion
Indeks merupakan suatu daftar petunjuk letak kata, konsep, dan istilah lain yang terdapat dalam suatu terbitan. Pembuatan indeks puisi di Rumah puisi Taufik Ismail Padang Panjang sebagai alat telusur, bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam mencari judul puisi apa saja yang terdapat dalam Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang. Berdasarkan teori yang ada, dalam pembuatan indeks diperlukan langkahlangkah yang sistematis agar dalam pengindeksan bisa lebih mudah. Adapun langkah-langkah pengindeksan sebagai berikut: 1. Pengamatan Awal terhadap Dokumen Sebelum pembuatan indeks, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan pustaka mengenai apa saja yang akan diindeks. Pengumpulan data berupa kumpulan puisi dilakukan dengan penelusuran langsung, yaitu dengan observasi langsung ke rumah puisi Taufik Ismail di Padang Panjang. Setelah melakukan pengumpulan data koleksi puisi secara langsung, hasil observasi tersebut maka data yang diperoleh sebagai berikut. Tabel 1. Rincian Jumlah Judul Buku Puisi di Rumah Puisi Taufik Ismail No Negara Jumlah Koleksi Puisi 1. Puisi Afrika 4 2. Puisi Amerika 4 3. Puisi Arab 12 4. Puisi Australia 3 5. Puisi Belanda 7 6. Puisi Brazil 1 7. Puisi Brunei 3 8. Puisi Cina 10 9. Puisi India 1 10. Puisi Indonesia 384 11. Puisi Inggris 59 12. Puisi Irak 7 13. Puisi Italy 4 14. Puisi Jepang 3 15. Puisi Latin 1 16. Puisi Malaysia 7 17. Puisi Melayu 59 18. Puisi Mesir 1 19. Puisi New York 1 20. Puisi Pakistan 2 21. Puisi Prancis 3 22. Puisi Spanyol 1 23. Puisi Swedia 1 24. Puisi Tennese 1 25. Puisi Vietnam 1 Jumlah 580 Berdasar kan tabel tersebut koleksi puisi yang tersedia di Rumah Puisi Taufik Ismail sebanyak 580 puisi dari 25 bahasa yang berbeda. 2. Menentukan Subjek Utama Dalam pembuatan indeks puisi di Rumah Puisi Taufik Ismail subjek utama dalam pembuatan indeksnya adalah judul koleksi puisi yang terdapat pada Rumah Puisi Taufik Ismail. Setelah pengumpulan seluruh kumpulan puisi yang akan di indeks selanjutnya dipilah judul-judul yang akan diindeks. 3. Membuat Deskripsi Indeks Untuk pembuatan indeks puisi di Rumah Puisi Taufik Ismail di Padang Panjang ada enam hal yang perlu diketahui, keenam hal tersebut yaitu; (a) judul puisi; (b) nama pengarang ; (c) tahun ; (d) penerbit; (e) tempat terbit; f) ISBN buku; (g) dan deskripsi fisik pada buku puisi tersebut, seperti panjang dan lebar pada buku dan juga jumlah halaman buku puisi. 4. Istilah dalam Indeks Pembuatan indeks judul Puisi di Rumah Puisi Taufik Ismail di Padang Panjang terdapat istilah-istilah. Istilah tersebut dicantumkan dalam pembuatan indeks judul. Pencantuman istilah tersebut berdasarkan bahasa indeks yang digunakan. 5. Bahasa Pengindeksan Dalam mengindeks harus diperhatikan kosakata yang digunakan oleh pengarang seperti yang terdapat dalam dokumen. Dalam pengindeksan tersebut digunakan “Natural Language”. Dalam menerapkan kosa kata yang terkendali untuk tugas-tugas mengindeks, dipilih kosa kata yang telah ditentukan oleh tajuktajuk subjek. Pengindeks menerapkan “Natural Language” seperti ditentukan dalam dokumen, kadang-kadang disebut sebagai “Indexing By Extraction”, karena kata-kata diambil dari dokumen itu sendiri. 6. Membuat Indeks Judul Contoh pembuatan indeks judul seperti berikut ini: Judul puisi Nama pengarang 001. Aceh dalam Puisi. Ara, L.K. Penerbit, tempat, dan tahun Syaamil Cipta Media: Bandung. 2003. terbit Xi,137hlm.;15x21cm. 1 eks Deskripsi fisik dan jumlah ISBN: 979-3529-15-6 eksemplar Kode ISBN buku Pada sebuah buku terkadang tidak semua buku yang memiliki informasi lengkap tentang informasi yang diberikan. Seperti tidak dicantumkan tentang tahun terbit, nama pengarang, dan ISBN. 7. Pengetikan Indeks Judul Puisi a. Pembuatan Judul Langkah pertama dalam pengindeksan judul buku puisi yaitu pembuatan judul buku puisi. Judul yang akan diindeks ditulis seperti apa yang tertulis pada judul buku puisi tersebut, jangan mengubah kata-kata pada judul buku tersebut. Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan indeks judul buku puisi, yaitu: 1) judul utama diawali dengan huruf capital; 2) anak judul dipisahkan dengan tanda titik dua (:). b. Nama Pengarang Penulisan nama pengarang dalam pengindeksan umumnya pemustaka menggunakan teori Anglo American Cataloging Rules (AACR), yaitu dengan cara membalikkan nama pengarang agar tidak terjadi kesalahan karena sebagai aintisipasi terhadap berbagai penulisan nama yang sama untuk orang yang berbeda. Agar tidak terjadi berbagai kesamaan dalam penulisan tersebut, penulisan kepengarangan ditulis dengan prinsip pembalikan nama (inverted name) dan diberi tanda koma, dan untuk nama yang tidak dibalik diberi tanda hubung. Contoh: Nama asli Inverted Name Taufik Ismail Ismail, Taufik Toeti-Heraty Heraty-Toeti Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan kepengarangan sebagai berikut; (a) nama pengarang dicantumkan secara lengkap ; (b) gelar-gelar akademik tidak dianggap sebagai bagian dari nama dan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika diperlukan sebagai unsure pembeda dari nama yang sama dengan nama lain ; (c) gelar kebangsawanan dan gelar-gelar keagamaan dapat dicantumkan di bagian akhir ; (d) nama yang berubah-ubah dalam kepengarangan ditetapkan secara seragam. Beberapa bentuk dalam penulisan nama kepengarangan untuk pembuatan indeks antara lain: 1) Nama tunggal, apabila dijumpai nama kepengarangannya nama tunggal atau satu kata saja, maka dalam penulisan nama ditulis langsung. Contoh: Soeharto ditulis Soeharto. 2) Nama pengarang lebih dari satu kata kurang dari tiga, apabila dijumpai nama kepengarangnya lebih dari satu suku kata kurang dari tiga, maka dalam penulisannya dibalik atau diberi tanda hubung. Contoh: Taufik Ismail menjadi Ismail, Taufik Toeti-Heraty menjadi Heraty-Toeti Nama pengarang lebih dari tiga kata, apabila dijumpai nama kepengarannya lebih dari tiga kata, maka penulisannya dibalik, nama terakhir menjadi kata awal, dan nama pertama, kedua dan seterusnya tetap. Contoh: Selvia Didis Prameswari menjadi Prameswari, Selvia Didis c. Tahun Terbit Pembuatan tahun terbit harus berdasarkan data yang telah diperoleh. Pencantuman tahun terbit harus sesuai dengan tahun terbit puisi tersebut. Tahun terbit ini terletak setelah penulisan kepengarangan yang dipisahkan oleh tanda titik. d. Penerbit Pencantuman penerbit dalam pembuatan indeks ini harus sesuai dengan data yang telah diperoleh. Terkadang pada sebuah buku ada juga tidak tercantum tempat terbit tersebut. Penulisan penerbit terletak setelah tahun terbit. Penulisan untuk penerbit ini dipisahkan dengan tanda titik. e. Tempat Terbit Penulisan tempat terbit terletak setelah penulisan penerbit dan dipisahkan oleh tanda titik. Penulisan tempat terbit ini harus sesuai dengan data yang telah diperoleh dan diolah. Penulisan tempat terbit ini bertujuan untuk memudahkan pemustaka dalam pencarian informasi berdasarkan tempat terbit. f. ISBN (International Standard Book Number) ISBN merupakan nomor identitas buku yang berada pada bagian belakang buku. ISBN ini tidak tercantum di semua buku yang diterbitkan. Ada beberapa buku yang tidak memiliki ISBN, maka ada sebagian indeks judul ini tidak mencantumkan ISBN. ISBN ini terletak setelah penulisan tempat terbit dan dipisahkan oleh tanda titik. g. Deskripsi Fisik Deskripsi fisik buku merupakan bentuk fisik buku yang menggambarkan bagaimana keadaan buku tersebut. Pencantuman deskripsi fisik seperti jumlah halaman buku, panjang dan lebar dari buku tersebut, memudahkan pemustaka mengetahui bentuk dan jumlah halaman dari buku. Penulisan deskripsi fisik ini terletak setelah penulisan ISBN dan dipisahkan oleh tanda titik. h. Jumlah Eksemplar Jumlah eksemplar menentukan banyaknya jenis suatu buku dalam suatu perpustakaan. Misalkan buku yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” terdapat 10 buku di Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang, jadi dapat di simpulkan bahwa terdapat 10 eksemplar buku yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” di Rumah Puisi Taufik Ismail Padang Panjang. Jumlah eksemplar terletak di akhir penulisan yang dipisahkan dengan tanda titik.
Conclusion
1. Simpulan Indeks merupakan alat telusur informasi yang sangat bermanfaat bagi pemustaka. Dengan adanya indeks dapat membantu pengunjung dalam mencari buku yang dibutuhkan, mempercepat pembaca ketika ingin menemukan topik yang diinginkan. Indeks tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan sebagai bahan koleksi perpustakaan. Sebagaimana yang diketahui bahwa indeks merupakan daftar karya tulis berupa artikel majalah, laporan dan lain-lainnya dalam susunan tertentu dan disusun secara sistematis, yang dapat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi yang mereka butuhkan. 2. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Puisi Taufik Ismail penulis menyarankan untuk menyediakan indeks sebagai alat telusur informasi sebuah buku. Adanya indeks akan lebih memudahkan pengguna, baik mahasiswa hingga pustakawan dalam pencarian informasi singkat seperti nama judul, nama pengarang, tahun terbit, tempat terbit, deskripsi fisik buku, dan kode ISBN buku tanpa harus membaca isi bukuka di Rumah Puisi Taufik Ismail.