Kembali
16
1
2025 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 14 · 1 ISSN 2302-3511

Tren Penelitian tentang Manajemen Perpustakaan Sekolah Tahun 2015-2024: Studi Bibliometrik

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Kajian terhadap tata kelola pustaka di lingkungan sekolah merupakan suatu ranah yang senantiasa mengalami perubahan dalam lingkup perpustakaan dan sains informasi. Tujuan utama dari studi ini ialah mengulas arah kecenderungan riset terkait manajemen perpustakaan sekolah di seluruh dunia. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini bersifat kuantitatif dengan landasan bibliometrik sebagai metode analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui pemanfaatan sumber sekunder, yaitu data yang dihimpun dari situs Scopus. Hasil penelitian menunjukkan Rubina Bhatti dari The Islamia University of Bahawalpur di Pakistan memiliki hasil ilmiah yang signifikan dengan tingkat pengakuan yang tinggi dengan rata-rata 30,00 sitasi per karya ilmiah. Temuan lain juga menemukan bahwa Jurnal Library Philosophy and Practice memiliki jumlah terbanyak artikel tentang manajemen perpustakaan sekolah. Istilah <school libraries=, <libraries=, <school library=, dan <information management= muncul beberapa kali yang menunjukkan beberapa peneliti dalam rentang 10 tahun terakhir memiliki ketertarikan untuk meneliti pada bidang ini.

Abstract

The study of library management in schools is a field that is constantly changing in the context of libraries and information science. The main objective of this study is to review the direction of research trends related to school library management around the world. The approach used in this study is quantitative, with bibliometrics as the basis for analysis. Data collection was conducted using secondary sources, specifically data gathered from the Scopus website. The research findings indicate that Rubina Bhatti from The Islamia University of Bahawalpur in Pakistan has significant scientific output with a high level of recognition, averaging 30.00 citations per scientific work. Another finding revealed that the Journal of Library Philosophy and Practice has the highest number of articles on school library management. The terms <school libraries,= <libraries,= <school library,= and <information management= appear multiple times, indicating that researchers over the past 10 years have shown interest in studying this field.
Keywords: Bibliometrics · School Libraries · Management · Library

Introduction

Perpustakaan sebagai sumber informasi lazimnya terdiri dari empat fungsi yaitu fungsi informasi, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, serta fungsi penelitian. Dalam konteks edukasi atau pendidikan, penyediaan sumber pembelajaran dan layanan informasi pendidikan menjadi peran yang vital bagi perpustakaan di sekolah. Narayan et al., (2023) menyampaikan peran perpustakaan sekolah dapat memfasilitasi penelitian, mempromosikan literasi informasi, dan membina komunitas ilmiah yang dinamis, beradaptasi dengan kemajuan digital untuk memenuhi beragam kebutuhan pendidikan. Kondisi ini membuktikan pentingnya peran perpustakaan sekolah pada ranah pendidikan. Pemenuhan sumber informasi untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan inovatif, tindakan ini guna memenuhi kebutuhan pendidikan di sekolah yang kian beragam. Namun, eksistensi perpustakaan di ranah pendidikan agar dapat melaksanakan perannya secara optimal, tidak luput dari kegiatan manajemen. Manajemen perpustakaan di sekolah mencakup pengelolaan sumber daya perpustakaan secara sistematis, memastikan pengelolaan informasi yang efektif, dan mendorong akses terhadap informasi (Silva & Pires, 2023). Kegiatan manajemen sebagai strategi untuk pengumpulan, analisis, pengorganisasian, dan penyebaran informasi. Unsur perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian sumber daya, dan termasuk staf ialah berbagai aktivitas yang terlibat di dalam manajemen perpustakaan (Irwanyah, 2024). Hal tersebut dibutuhkan guna menjamin ketersediaan akses sumber informasi, mendukung proses pembelajaran, serta meningkatkan minat literasi siswa di sekolah. Perkembangan penelitian di ranah manajemen perpustakaan sekolah mengalami dinamika yang layak untuk diamati. Ranah ini memiliki relevansi terhadap tuntutan dunia pendidikan sebagai upaya memperkuat proses pembelajaran siswa, menumbuhkan rasa minat baca dan literasi, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Penelitian Sadiyah dan Perman (2023) menjelaskan terjadinya transformasi layanan perpustakaan semasa pandemi Covid-19. Pelayanan yang sebelumnya dilakukan secara luring, kini dapat dilakukan secara daring. Berbagai aktivitas seperti kegiatan dongeng, seminar, workshop, pengembangan aplikasi, akreditasi perpustakaan, serta kepenulisan dilaksanakan secara daring. Efektifnya manajemen perpustakaan sekolah menjadikan perpustakaan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan di bidang pendidikan sehingga memastikan relevansi dan efektivitasnya. Hal ini memiliki arti bahwa dalam rentang waktu tertentu telah terjadi pergeseran dalam implementasi manajemen perpustakaan sekolah yang menyesuaikan diri melalui pemanfaatan teknologi berbasis digital. Pergeseran transformasi kegiatan itu tentu akan berdampak pada fokus dan arah penelitian di masa mendatang. Studi bibliometrik berperan penting sebab mampu menyajikan gambaran ilmiah terkait kecenderungan, pola, serta dinamika penelitian dalam bidang manajemen perpustakaan sekolah. Temuan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi strategis bagi kalangan akademisi dalam menyusun kebijakan manajemen perpustakaan sekolah yang beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Studi-studi terdahulu terkait bibliometrik telah secara intensif diaplikasikan oleh sejumlah peneliti pada berbagai ranah ilmu pengetahuan, seperti dari Anjani dan Winoto (2022) dengan penelitian yang berjudul <Pemetaan Publikasi Ilmiah tentang Perpustakaan Digital Tahun 2011-2021 Melalui Aplikasi VOSViewer.= Pada penelitian ini membahas mengenai penelitian ilmiah perpustakaan digital pada rentang 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2011 hingga 2021. Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik sebagai dasar analisis. Proses pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak Biblioshiny dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi ilmiah mengenai perpustakaan digital mengalami pertumbuhan positif seiring dengan berkembangnya teknologi dengan dilihat dari visualisasi VOSviewer. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Irawati et al. (2025) dan Andayani (2022) dengan metode pendekatan kuantitatif yang sama melalui studi bibliometrik. Irawati et al. (2025) mengkaji peran perpustakaan dalam mendukung riset studi Islam di Indonesia. Data Scopus tahun 2008-2004 digunakan sebagai data penelitian. Hasilnya mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas pustakawan dan sinergi lebih baik agar perpustakaan dapat berperan optimal dalam riset studi Islam. Sedangkan Andayani (2022) meneliti mengenai publikasi tingkat internasional kajian pendidikan islam. Penelitian ini menganalisis publikasi internasional terkait Pendidikan Islam pada periode 2017-2021 yang menandakan peningkatan jumlah publikasi setiap tahun dengan beragam topik pendidikan Islam dan kontribusi utama dari penulis Indonesia dan Malaysia. Temuan data memperlihatkan bahwa kajian Pendidikan Islam terus berkembang pesat dan responsif terhadap dinamika sosial serta kebutuhan akademik. Pada penelitian ini, peneliti akan mencoba membahas dengan bahasan topik yang berbeda dari penelitian terdahulu. Peneliti membahas mengenai tren penelitian manajemen perpustakaan sekolah. Peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana publikasi karya ilmiah yang berhubungan dengan manajemen perpustakaan sekolah yang mengalami perkembangan selama bertahun-tahun. Kemudian, peneliti mencari tahu mengenai pemetaan penulis produktif mana yang mendeskripsikan topik manajemen perpustakaan sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji penelitian ini dengan judul <Tren Penelitian tentang Manajemen Perpustakaan Sekolah Tahun 2015-2024: Studi Bibliometrik.=

Method

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan studi bibliometrik. Analisis bibliometrik adalah metodologi untuk studi retrospektif, kuantitatif, statistik, dan deskriptif literatur ilmiah, mengidentifikasi elemen yang produktif dan berpengaruh, keterkaitan antar penulis, dan tema penelitian yang muncul dalam bidang tertentu (Celestino et al., 2024). Objek pada penelitian ini adalah tren penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah situs Scopus (https://www.scopus.com/home.uri) sebagai tempat pengambilan data penelitian. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder, yakni informasi yang diperoleh melalui pangkalan data ilmiah Scopus. Data yang dijadikan objek kajian merupakan publikasi ilmiah terkait manajemen perpustakaan sekolah yang telah terindeks di Scopus. Tahap analisis data melalui 3 tahapan dengan tahapan ekstraksi data, tahapan filter dan reduksi data, dan tahapan analisis dan visualisasi data (Ilyasa et al., 2025). Tahapan awal yang ditempuh oleh peneliti adalah melakukan kajian terhadap literatur-literatur terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini, khususnya yang menggunakan pendekatan kuantitatif dalam kerangka bibliometrik. Pengambilan data di situs Scopus dengan menggunakan tools advance search, operator Boolean <OR= dan <AND=, article title, abstract, keywords, dan kata kunci penelusuran dokumen <School library= atau <School libraries= dan <Management= guna mendapat informasi bibliografis yang lebih spesifik sesuai dengan bidang yang dikaji. Peneliti melakukan pengambilan data dengan populasi penelitian yang mencakup seluruh publikasi ilmiah dalam topik tersebut per tanggal 20 Juli 2025 menghasilkan total sebanyak 269 dokumen. Setelah proses penelusuran data pada Scopus selesai, seluruh dokumen diekspor dengan menyertakan informasi sitasi, informasi bibliografi, abstrak dan kata kunci dalam format BibTeX agar dapat diolah lebih lanjut menggunakan perangkat lunak Biblioshiny. Tahap kedua yaitu penyaringan dan penyederhanaan data, di mana peneliti melakukan seleksi serta pengurangan kompleksitas data secara manual yang bertujuan menghindari adanya ketidakrelevanan antara data dengan kata kunci penelusuran dan indikasi duplikasi dokumen. Seleksi lanjutan diterapkan juga diterapkan saat dokumen tersebut dimasukkan ke dalam perangkat lunak Biblioshiny melalui pemanfaatan salah satu fiturnya yaitu menu <Filter=. Pada fitur ini, peneliti menjalankan filter data berdasarkan publication year dari 2015-2024, document type yaitu <Article=, <Conference Paper=, <Book=, dan <Book Chapter=, serta language terdiri dari <Chinese=, <English=, <Indonesian=, <Spanish=, <Turkish=, dan <Portuguese= sehingga memperoleh hasil 92 sampel penelitian yang akan diteliti. Tahap ketiga yaitu analisis dan visualisasi data dengan bantuan alat Biblioshiny. Biblioshiny sebagai perangkat lunak berfungsi untuk memvisualisasikan dan menganalisis data bibliometrik secara sistematis. Peneliti memanfaatkan beberapa fitur analitik pada Biblioshiny seperti <Overview=, <Sources=, <Authors=, <Documents=, <Conceptual Structure=, dan <Social Strucuture= yang sangat bermanfaat dalam memetakan pertumbuhan dan kecenderungan penelitian dari waktu ke waktu. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis terhadap hasil penelusurannya, mulai dari analisis data dasar, analisis penulis, analisis jurnal, analisis negara, hingga analisis tren penelitian. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian manajemen perpustakaan sekolah selama periode 2015 sampai 2024. Di samping memanfaatkan fitur pengumpulan data dari Scopus, peneliti juga menelaah berbagai pustaka yang relevan sebagai sumber pendukung tambahan guna memperkaya konten pembahasan dalam artikel ini. Maka, penelitian ini dapat memberikan gambaran secara kuantitatif mengenai pertumbuhan tren penelitian ranah tersebut. Tabel 1. Rangkuman sumber data dan seleksi Kategori Persyaratan Khusus Basis data penelitian Scopus Periode pencarian 2015-2024 Bahasa Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa China, Bahasa Portugis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Turki Kata kunci penelusuran <School library= OR <School libraries= AND <Management= Jenis dokumen <Artikel= atau <Makalah Konferensi= <Buku= atau <Bab Buku= Pengambilan data Ekspor data lengkap bersama kutipan referensinya menggunakan format BibTeX. Jumlah sampel 92 Rangkuman sumber data dan seleksi (Sahlia et al., 2025). Ranah kajian serta arah kecenderungan penelitian ditetapkan melalui hasil pemetaan bibliometrik terhadap literatur yang tersedia. Visualisasi data bibliografis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Biblioshiny yang menganalisis frekuensi kemunculan kata kunci serta identitas penulis dalam ranah manajemen perpustakaan sekolah secara global, yang mencakup periode tahun 2015 hingga 2024.

Result & Discussion

Analisis Data Dasar Frase pencarian <School library= OR <School libraries= AND <Management= dan periode kerangka dari tahun 2015 hingga 2024 digunakan sebagai kriteria untuk membangun kumpulan data yang diambil dari basis data Scopus. Bagian penting dari data ini diringkas dan dirangkum dalam Tabel 2. Pada Tabel 2 terdapat jumlah peneliti karya ilmiah mengenai manajemen perpustakaan sekolah dalam rentang 10 tahun sebanyak 216 dengan jumlah dokumen 92 sesuai dengan analisis statistik. Selain itu, tabel ini juga menunjukkan bahwa sitasi rata-rata per dokumen sebanyak 4,12. Tabel 2. Data dasar dan informasi penting Deskripsi Informasi Periode 2015:2024 Sumber (Jurnal, Buku, dll) 66 Dokumen 92 Laju Pertumbuhan Tahunan 2,05% Usia Rata-rata Dokumen 5,42 Rata-rata Sitasi per Dokumen 4,12 Penulis 216 Penulis dengan Dokumen Tunggal 33 Dokumen yang Ditulis oleh 1 penulis 34 Rata-rata Jumlah Penulis Bersama per Dokumen 2,41 Persentase Kolaborasi Internasional 8,696% Data dasar dan informasi penting (Sahlia et al., 2025). Tabel di atas mengindikasikan adanya pertumbuhan terhadap publikasi penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah secara positif. Hal ini dapat dilihat pada angka laju pertumbuhan tahunan yaitu 2,05%. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa topik manajemen perpustakaan sekolah terjadi peningkatan meski angkanya tidak terlalu tinggi di kalangan ahli perpustakaan. Dari total 92 dokumen yang dianalisis, tingkat kolaborasi antarpenulis setiap publikasi rata-rata 2,41 yang mana angka ini termasuk kategori yang cukup aktif berkolaborasi. Kolaborasi internasional terjadi sebanyak 8,696% yang menyertakan penulis dari berbeda negara. Tingkat kolaborasi secara global masih berpeluang untuk diperluas lebih lanjut. Tabel selanjutnya menampilkan sepuluh penulis teratas yang paling produktif dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Analisis Penulis Tabel 3. Sepuluh penulis teratas No. Nama Affiliasi Sitasi Artikel Rata-rata Sitasi 1. Rubina Bhatti The Islamia University of Bahawalpur, Pakistan 60 2 30,00 2. Das Neves Machado Raymundo The Federal University of Bahia, Salvador 1 2 0,5 3. Shakeel Ahmad Khan City University of Hong Kong, Hong Kong 60 2 30,00 4. Nkhangweni Patricia Mahwasane University of Venda, Afrika Selatan 1 2 0,5 5. Valentine Joseph Owan Ultimate Research Network (URN), University of Calabar, Nigeria 6 2 3,00 6. Muhammad Abdullah The Islamia University of Bahawalpur, Pakistan 1 1 1,00 7. Eman S. Abowardah Prince Sultan University, Riyadh 6 1 6,00 8. Yunusa Anate Adejimoh Joseph Sarwuan Tarka University, Nigeria 0 1 0 9. Akomolafe Johnson Adewale Ogun State Institute of Technology, Nigeria 3 1 3,00 10. Kayode Olayinka Afolabi Anchor University Lagos, Nigeria 2 1 2,00 Sepuluh penulis teratas (Sahlia et al., 2025). Tabel 3 menyajikan daftar sepuluh penulis paling aktif dalam bidang ini, yang bertujuan untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai para akademisi yang paling produktif dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data yang tersedia, Rubina Bhatti dari The Islamia University of Bahawalpur, Pakistan, menonjol dengan kontribusi ilmiah yang tinggi serta mendapatkan pengakuan yang luas. Rubina tercatat memiliki 2 artikel dengan rata-rata sebanyak 30,00 kutipan per publikasi. Jumlah kutipan untuk setiap artikel dihitung berdasarkan kata kunci yang digunakan dalam studi ini. Sementara itu, Tabel 4 memperlihatkan sepuluh publikasi yang memperoleh jumlah kutipan tertinggi secara keseluruhan. Tabel 4. Artikel dengan kutipan tertinggi No. Total Sitasi Penulis Judul Jurnal 1. 95 Jia Liu, 2017 (Liu et al., 2017) RF-Scanner: Shelf Scanning with Robot-assisted RFID Systems IEEE INFOCOM 2017 - IEEE Conference on Computer Communications 2. 58 Shakeel Ahmad Khan, 2017 Digital competencies for developing and managing digital libraries: An The Electronic Library (Khan & Bhatti, 2017) investigation from university librarians in Pakistan 3. 21 Maria Pinto, 2015 (Pinto et al., 2015) The scientific production of IberoAmerican authors on information literacy (1985–2013) Scientometrics 4. 14 Akhilesh K.S. Yadav, 2022 (Yadav, 2022) Key skills and competencies of LIS professionals in the digital library environment: a content analysis of job advertisements Library Management 5. 11 Kelly Ahlfeld, 2020 (Ahlfeld, 2020) Poised to Transform: Lessons Learned from COVID-19 in a School Library Journal of Library Administration 6. 10 Agatha Gifty Larson, 2016 (Larson & OwusuAcheaw, 2016) Information needs of distance learners: A case of Winneba study center, university of education, Winneba, Ghana Turkish Online Journal of Distance Education 7. 7 Liah Shonhe, 2019 (Shonhe, 2019) A consolidation of challenges faced by school libraries in developing countries Library Philosophy and Practice 8. 7 Nadine I. Kozak, 2019 (Kozak, 2019) <I can’t have that in there=: Little free library stewards and intellectual freedom Library Quarterly 9. 7 Debra Wallace, 2018 (Wallace, 2018) Enabling scholarship in the digital age: A case for libraries creating value at HBS Changing the Scope of Library Instruction in the Digital Age 10. 7 H. R. Jamali, 2021 (Jamali & Nabavi, 2021) Scholarship of teaching and learning: Evolution of research on library and information science education Journal of Education for Library and Information Science Artikel dengan kutipan tertinggi (Sahlia et al., 2025). Meningkatnya spesialisasi dalam penelitian, kompleksitas infrastruktur, serta perlunya integrasi berbagai bentuk pengetahuan dan keahlian dalam mengatasi persoalan kesehatan yang rumit, mendorong para peneliti untuk menjalin kolaborasi dalam penciptaan temuan-temuan baru (Sjuchro, 2023). Dalam Tabel 4, publikasi ilmiah dengan kutipan tertinggi diraih oleh Liu et al., (2017) "RF-Scanner: Shelf Scanning with Robot-assisted RFID Systems" di jurnal IEEE INFOCOM 2017 - IEEE Conference on Computer Communications dengan jumlah kutipan sebanyak 95. Artikel tersebut membahas sistem RF-Scanner pada robot yang menggunakan teknologi RFID untuk memindai dan menginventarisasi koleksi buku di rak secara otomatis sehingga memudahkan dalam mengelola koleksi perpustakaan. Analisis Jurnal Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui jurnal, temuan-temuan ilmiah dapat dipublikasikan dan diakses oleh komunitas ilmiah serta masyarakat umum di berbagai belahan dunia. Data menunjukkan, jurnal Library Philosophy and Practice memiliki artikel mengenai manajemen perpustakaan sekolah terbanyak dengan total 15, disusul dengan jurnal Electronic Library merupakan jurnal yang digunakan sebagai sumber referensi bidang perpustakaan digital, informasi, serta teknologi perpustakaan. Bradford’s Law atau Hukum Bradford mengemukakan hubungan 1:n:n², menunjukkan bahwa jika sejumlah artikel diterbitkan dalam kumpulan jurnal inti, kumpulan jurnal berikutnya akan menerbitkan jumlah artikel yang lebih kecil secara proporsional (Yang et al., 2016). Penggambaran distribusi artikel di seluruh jurnal melalui Hukum Bradford dikategorikan menjadi tiga zona, mulai dari zona 1 yang berisi jurnal inti dengan kutipan tertinggi, zona 2 berisi jurnal dengan kutipan sedang, hingga zona 3 mencakup jurnal dengan kutipan kecil. Landasan tersebut menyoroti konsentrasi hasil penelitian dalam jurnal tertentu, yang dapat menginformasikan arah dan kolaborasi penelitian di masa depan (Souza et al., 2024) Tabel 5. Analisis jurnal Zona Ranking Jumlah Jurnal Jumlah Publikasi Zona 1 1-8 8 31 Zona 2 9-36 28 31 Zona 3 37-66 30 30 Analisis jurnal (Sahlia et al., 2025). Kajian mengenai manajemen perpustakaan sekolah mengelompokkan jurnal-jurnal ilmiah ke dalam beberapa wilayah berdasarkan total jumlah publikasi, sebagaimana ditampilkan pada Tabel 5. Berdasarkan prinsip Hukum Bradford, saat ini ketiga zona tersebut menunjukkan distribusi jumlah publikasi yang relatif seimbang. Dari ketiga zona tersebut, zona kesatu dan kedua kedua memiliki kesepadanan pada jumlah publikasi yakni sebanyak 31 artikel. Sedangkan, zona ketiga mencatat jumlah publikasi terendah, yakni 30 artikel yang tersebar dalam 30 jurnal. Tabel 6. Indeks-h berbasis pengukuran dampak Ranking Jurnal H-Index G-Index Total Sitasi Jumlah Publikasi 1 Library Philosophy and Practice 3 4 31 15 2 Electronic Library 2 2 64 2 3 Journal of Education for Library and Information Science 2 2 12 2 4 Journal of Library Administration 2 2 17 2 5 Matec Web of Conferences 2 2 7 2 Indeks-h berbasis pengukuran dampak (Sahlia et al., 2025). Indeks-h adalah ukuran yang dibuat oleh fisikawan bernama Hirsch pada tahun 2005 untuk menilai kualitas dan jumlah publikasi. Hirsch menjelaskan bahwa jika sebuah penulis atau jurnal memiliki X artikel, dan setiap artikel tersebut dikutip minimal X kali, maka nilai h-indexnya adalah X. Misalnya, jika sebuah jurnal memiliki h-index 20, artinya ada 20 artikel yang masing-masing telah dikutip setidaknya 20 kali. Begitu juga, h-index 10 berarti ada 10 artikel yang dikutip minimal 10 kali, seperti yang sering terjadi di bidang pekerjaan sosial. Maka, h-index dianggap sebagai cara yang lebih tepat untuk mengukur kualitas sebuah jurnal. Indeks tersebut menggabungkan aspek kualitas dan kuantitas dalam satu angka yang mudah dipahami (Hodge & Lacasse, 2011). Dalam mengidentifikasi jurnal-jurnal paling bereputasi di bidang ini, diperlukan analisis lanjutan terhadap jumlah sitasi dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan. Berdasarkan akumulasi kutipan pada setiap dokumen, lima publikasi teratas dalam bidang ini diurutkan dalam Tabel 6, di mana jurnal Library Philosophy and Practice tercatat memperoleh 31 sitasi. Analisis Negara Entitas dari jejaring sosial yang tiap simpulnya merepresentasikan individu-individu yang terlibat dalam kerja secara kolektif, baik dalam bentuk proyek, mandat kerja, maupun produksi ilmiah merupakan definisi jejaring kolaborasi. Lingkungan kolaboratif adalah setiap organisasi, institusi, komunitas akademis, atau negara yang diperiksa untuk mengevaluasi kualitas hubungan antara jaringan kerja sama dan menentukan pemain jaringan dan kelompok signifikan yang terkait erat (Sjuchro, 2023). Gambar 1. Collaboration network Gambar tersebut menampilkan visualisasi peta jaringan kolaborasi penelitian antar negara. Indonesia menjadi negara yang paling aktif pada kolaborasi internasional. Negara ini juga memiliki kolaborasi langsung dengan negara lain seperti Prancis dan Kanada di klaster 1 ditandai dengan warna merah. Klaster 2 dengan warna biru ditempati oleh India dan Nigeria juga menjadi negara yang memiliki tingkat kolaborasi secara aktif yang membentuk klaster sendiri, menunjukkan adanya kolaborasi solid antarnegara tersebut. Sementara itu, terdapat beberapa negara lain dengan kondisi kolaborasi yang terbatas ditandai terpisahnya antarklaster seperti: Mesir dan Saudi Arabia di klaster 5 dengan warna jingga, Spanyol dan Kolombia di klaster 4 yang berwarna ungu, Singapura dan Maladewa yang berwarna hijau di klaster 3, serta Australia dan Iran terletak pada klaster 6 dengan warna coklat. Dengan demikian, negara Indonesia, India, serta Nigeria dominan menjadi pusat kolaborasi. Sedangkan, beberapa negara lain cenderung melakukan kolaborasi secara bilateral. Terpisahnya setiap klaster mengindikasikan jaringan kolaborasi lebih terbatas antarnegara. Tabel 7. Produksi Ilmiah Negara Negara Artikel Sitasi Rata-rata Sitasi Artikel India 7 25 3,60 Nigeria 7 17 2,40 Usa 7 32 4,60 Indonesia 6 7 1,20 China 5 2 0,40 Brazil 3 2 0,70 Selandia Baru 2 7 3,50 Pakistan 2 60 30,00 Portugal 2 4 2,00 Afrika Selatan 2 2 1,00 Produksi ilmiah negara (Sahlia et al., 2025). Tabel tersebut mengindikasikan bahwa peneliti asal India memiliki cakupan jejaring ilmiah paling dominan dalam bidang manajemen perpustakaan sekolah, tercermin dari total 7 publikasi, 25 kutipan, serta rerata sitasi per artikel sebesar 3,60. Sementara itu, Afrika Selatan menempati posisi ke-10 yang memiliki jumlah artikel hanya 2, kutipan sebanyak 2 dengan rata-rata sitasi artikel 1,00. Analisis Tren Penelitian Selanjutnya, pada tren penelitian manajemen perpustakaan sekolah, kata kunci mengekstrak esensi dan isi dokumen, maka dengan menggunakan analisis kejadian bersama, titik pusat penelitian di bidang ilmiah dapat ditentukan. Penelitian ini menggunakan Biblioshiny untuk menghasilkan peta kemunculan kata kunci untuk 92 publikasi ilmiah. Frekuensi munculnya suatu kata kunci dalam teks meningkat seiring dengan besarnya keterhubungan yang dimilikinya. Tabel 8. Kata kunci No. Kumpulan Kata Jumlah Kata 1. school libraries 26 2. libraries 19 3. school library 13 4. na 11 5. information management 10 6. education 9 7. library management 7 8. library services 7 9. management 6 10. librarian 5 Kata kunci, (Sahlia et al., 2025) Pada Tabel 8 bagian kata paling banyak yang muncul selama publikasi penelitian manajemen perpustakaan sekolah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terdapat 10 kata. Kata yang paling banyak muncul di urutan pertama yaitu dari kata <school libraries= dengan jumlah sebanyak 26 kata. Disusul dengan kata <libraries= dan kata <school library= yang berjumlah 19 dan 13 kata. Lalu, di urutan terakhir atau kesepuluh terdapat kata <librarian= yang berjumlah cukup sedikit, yakni dengan jumlah 5 kata. Berdasarkan Tabel 8 yang memuat jumlah kata yang paling banyak muncul di tren penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah, kata-kata yang dimunculkan sudah relevan dengan penelitian manajemen perpustakaan sekolah secara khusus. Tabel 9. Pertumbuhan penelitian di ranah manajemen perpustakaan sekolah Tahun Rata-rata Sitasi per Artikel Artikel Rata-rata Sitasi per Tahun 2015 6,20 5 0,56 2016 3,00 8 0,30 2017 16,60 10 1,84 2018 3,67 9 0,46 2019 3,14 14 0,45 2020 1,92 12 0,32 2021 2,62 8 0,52 2022 2,25 12 0,56 2023 0,88 8 0,29 2024 0,50 6 0,25 Pertumbuhan penelitian di ranah manajemen perpustakaan sekolah (Sahlia et al., 2025). Pertumbuhan penelitian ranah manajemen perpustakaan sekolah mengalami secara fluktuatif. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan publikasi penelitian dengan jumlah 14 dokumen dan rata-rata sitasi 0,45 per tahun. Apabila dilihat dari rata-rata sitasi per artikel, kenaikan drastis terjadi pada tahun 2017 dengan ratarata sitasi per artikel yang mencapai 16,60, jumlah dokumen yang meningkat menjadi 10, serta rata-rata sitasi 1,84 per tahun. Situasi ini mencerminkan bahwa artikel yang dipublikasikan pada tahun 2017 tidak hanya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga memiliki pengaruh yang jauh lebih besar di bidang manajemen perpustakaan sekolah, dibuktikan dengan banyaknya sitasi. Sedangkan, publikasi terendah terjadi pada tahun 2015 dengan 5 dokumen serta tahun 2024 berjumlah 6 dokumen. Fluktuasi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan fokus penelitian, ketersediaan dana penelitian, perkembangan teknologi perpustakaan, ataupun tren akademik yang memengaruhi minat peneliti terhadap manajemen perpustakaan sekolah. Studi bibliometrik di Indonesia periode 2020–2025 mengindikasikan adanya peningkatan output penelitian yang dipengaruhi oleh kolaborasi lintas disiplin, dukungan pendanaan, dan pemanfaatan teknologi, sementara variabilitas jumlah publikasi berkaitan dengan perubahan kebijakan riset dan kecenderungan akademik yang berkembang (Wekke et al., 2025). Gambar 2 Peta istilah dan kata kunci berdasarkan judul Gambar 2 menunjukkan kemunculan visualisasi judul kata dan kata cloud. Adanya istilah seperti <school libraries=, <libraries=, <school library=, dan <information management= muncul beberapa kali. Gambar ini mempunyai frasa <Pakistan= dan <Nigeria= yang menunjukkan bahwa penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah sebagian besar dilakukan di negara tersebut. Frasa <covid-19= biasanya menandakan bahwa beberapa penelitian tersebut dilakukan semasa pandemi Covid-19 yang terjadi dari akhir tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2023. Gambar 3. Peta tematik pada manajemen perpustakaan sekolah Hasil analisis kata bersama disajikan sebagai klaster kata kunci, digunakan untuk mengidentifikasi kepadatan dan sentralitas tema dan memetakannya dalam diagram dua dimensi saja (Sjuchro, 2023). Peta tematik adalah plot yang sangat intuitif yang dianalisis menurut kuadran tempat kata-kata pendamping ditempatkan. Sedangkan tema motorik terletak di kuadran kanan atas dan digunakan untuk mendefinisikan topik hangat yang berkembang dengan baik dan relevan untuk menyusun kerangka konseptual domain. Tema dasar terletak di kuadran kanan bawah dan menentukan topik dasar yang penting untuk domain tersebut dan lintas sektoral ke berbagai areanya. Terakhir, tema yang muncul atau menghilang terletak di kuadran kiri bawah dan menentukan topik periferal penting yang belum sepenuhnya berkembang atau sedikit menarik untuk domain tersebut (Aria & Cuccurullo, 2017; Aria et al., 2020, 2022). Beberapa tema penting teridentifikasi dalam dinamika perkembangan tema, sebagaimana tergambarkan pada Gambar 3. Berbagai istilah yang berhubungan dengan manajemen perpustakaan sekolah digunakan untuk merumuskan fokus kajian. Istilah seperti <school libraries=, <libraries=, dan <information management= menempati posisi kanan atas yang berisi tema-tema utama yang sedang berkembang baik untuk penelitian. Sementara itu, kata kunci <information retrieval= muncul sebagai tema dasar yang bersifat umum dan berada di kuadran kanan bawah. Adapun istilah seperti <lis education= serta <information literacy= tergolong dalam tema yang cenderung mengalami penurunan, sebagaimana terlihat di kuadran kiri bawah, secara vertikal dengan sejumlah ranah penerapan terkait.

Conclusion

Tren penelitian manajemen perpustakaan sekolah mengalami fluktuasi publikasi ilmiah dalam rentang waktu 10 tahun terakhir pada tahun 2015 hingga tahun 2024. Penelitian tersebut terjadi secara fluktuatif. Fenomena ini menunjukkan dinamika adaptasi dan transformasi dalam manajemen perpustakaan sekolah serta respon terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan akademik yang terus berkembang. Dibutuhkan perhatian khusus untuk mendorong agar penelitian manajemen perpustakaan sekolah dapat kembali stabil dan tetap relevan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Rubina Bhatti dari The Islamia University of Bahawalpur di Pakistan memiliki hasil ilmiah yang signifikan dengan tingkat pengakuan yang tinggi karena diterbitkannya 2 karya atas namanya, dengan rata-rata 30,00 sitasi per karya ilmiah. Dalam hal publikasi yang dijadikan sumber informasi di dalam perpustakaan, jurnal Library Philosophy and Practice memiliki jumlah terbanyak artikel tentang manajemen perpustakaan sekolah. Hal ini diikuti oleh jurnal lainnya seperti jurnal Electronic Library dan jurnal Journal of Education for Library and Information Science. Istilah <school libraries=, <libraries=, <school library=, dan <information management= muncul beberapa kali yang menunjukkan beberapa peneliti dalam rentang 10 tahun terakhir memiliki ketertarikan untuk meneliti pada bidang ini. Ungkapan <Pakistan= dan Nigeria= memiliki asumsi bahwa ternyata sebagian besar penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah dilakukan di negara tersebut. Namun, hal ini masih menjadi asumsi mengenai jumlah negara yang paling banyak melakukan penelitian mengenai manajemen perpustakaan sekolah.