PEMBUATAN VIDEO PANDUAN LAYANAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This paper discusses the making of the library services guide video at library of Andalas University. The purpose of this paper is to describe the making of library service guide video in the library of Andalas University to make it easier tofind an information needed. The method used is qualitative method of interview and observation. There are three stages in the video production: first, preproduction is an early stage before the implementation of video production. This step are very important for video production because this stage is all the planning steps for video production is done. In this preproduction stage was done: search and discovery of ideas, making synopsis, treatment, storyboard, shooting script, production planning, and production preparation. Second, Production, video production stage is the stage to realize all the steps that exist in preproduction stage. At the production stage, the video production team is usually led by director who has a role to take responsbility for ongoing running of video production. Usually the director assisted by several assistants to assist in ongoing video production. Third, postproduction is the final stage in video production before the video is ready to be presented or distributed. In this postproduction process were required video editing software and adequate tools to perform video editing process.
Keywords:
video
· guide
· library
Introduction
Perpustakaan merupakan suatu unit kerja tempat menyimpan koleksi bahan pustaka baik dalam bentuk tercetak maupun non tercetak yang dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi para pemustaka. Perkembangan perpustakaan tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang ada di perguruan tinggi atau universitas. Keberadaan perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk mendukung, memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi yang meliputi pengumpulan, pengolahan, pemanfaatan, pelestarian dan penyebarluasan informasi. Perpustakaan perpustakaan perguruan tinggi ini biasanya selain dimanfaatkan oleh anggota perguruan tinggi itu sendiri, juga bisa dimanfaatkan oleh orang luar dengan aturan tertentu. Menurut Darmono (2004:135) hakikat layanan perpustakaan adalah penyediaan segala bentuk informasi kepada pemakai dan penyediaan segala alat bantu penelusurannya, maka tujuan dari layanan perpustakaan adalah membantu memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat tentang informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan perlu dibuatkan panduan layanan perpustakaan. Beberapa perpustakaan perguruan tingi bahkan memiliki bagian promosi tersendiri agar lebih bisa berkonsentrasi dalam mengadakan berbagai kegiatan promosi. Panduan layanan perpustakaan pada dasarnya merupakan tempat pertukaran informasi antara perpustakaan dengan pemustaka yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan. Dengan adanya panduan layanan perpustakaan keberadaan perpustakaan perguruan tingi akan mudah dan dapat diketahui oleh pemustaka sehingga pemustaka mengetahui koleksi yang ada di perpustakaan. Salah satu cara untuk membuat panduan layanan perpustakaan adalah dengan membuat video panduan layanan perpustakaan. Perpustakaan Universitas Andalas merupakan perpustakaan yang memiliki tugas dan fungsi yaitu memberikan layanan kepada civitas akademika dan masyarakat ilmiah lainnya untuk mendapatkan akses informasi ilmiah, berperan sebagai pusat deposit dengan melestarikan seluruh hasil penelitian ilmiah universitas andalas dan menyajikan dalam bentuk data digital, mengkoordinir ruang baca fakultas/program studi/jurusan sebagai unit penunjang perpustakaan universitas andalas dan berbagai sumber informasi untuk meningkatkan koleksi perpustakaan, mengoleksi dan menata informasi dari segala bentuk informasi ilmiah dan intelektual yang berkaitan dengan kebutuhan proses pembelajaran dan mengupayakan pengembangan dan mempertahankan kelangsungan operasional perpustakaan secara efisien dan efektif. Video panduan layanan adalah video yang digunakan untuk memudahkan pemustaka dalam memanfaatkan layanan yang ada di sebuah perpustakaan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di Perpustakaan Universitas Andalas, banyak mahasiswa yang tidak mengetahui layanan apa saja yang ada di dalam perpustakaan dan kurang mengetahui bagaimana cara dalam memanfaatkan layanan yang ada di Perpustakaan Universitas Andalas. Hal tersebut karena kurangnya panduan mengenai pemanfaatan seluruh layanan di Perpustakaan Universitas Andalas. Dengan adanya video panduan, pemustaka bisa mengetahui bagaimana memanfaatkan layanan yang ada di Perpustakaan Universitas Andalas dengan baik dan benar.
Method
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kualitatif dengan cara wawancara. Menurut Sugiyono (2013:137) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Proses pembuatan video layanan perpustakaan dimulai dengan menentukan ide, pembuatan sinopsis, treatment, story board, shooting script, perencanaan produksi, persiapan produksi dan editing video
Discussion
1. Tahapan Pembuatan Video Dalam pembuatan video layanan terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan. Tahapannya adalah praproduksi, produksi dan pascaproduksi. a. Pra Produksi Tahapan awal sebelum dilaksankannya produksi video. Tahapan ini merupakan tahap yang sangat penting karena pada tahapan ini adalah merencanakan sesuatu yang akan dibuat sebelum produksi video dilakukan. Dalam tahapan pra produksi ini yang harus dilakukan yaitu: 1) Pencarian dan Penemuan Ide Panduan layanan perpustakaan pada dasarnya merupakan tempat pertukaran informasi antara perpustakaan dengan konsumen atau calon pengguna dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk pemustaka bereaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan adanya panduan layanan keberadaan perpustakaan perguruan tinggi akan lebih mudah dan dapat diketahui oleh pemustaka sehingga pemustaka mengetahui koleksi yang ada di perpustakaan. Cara yang praktis untuk mempromosikan perpustakaan perguruan tinggi adalah membuatkan video panduan layanan perpustakaan dan menyebarluaskan ke website perpustakaan tersebut sehingga pemustaka tertarik berkunjung ke perpustakaan. 2) Sinopsis Perpustakaan Universitas Andalas pertama kali didirikan di kompleks Fakultas Kedokteran Unand Jl. Perintis Kemerdekaan hingga sampai tahun 2002 Perpustakaan Unand mulai menempati gedung baru. Sebagai perpustakaan perguruan tinggi yang mendapat akreditas A, Perpustakaan Universitas Andalas memiliki visi yaitu menjadi perpustakaan unggul dan berbasis digital, yang memberikan akses dan penyebaran informasi dalam rangka mewujudkan Universitas Andalas menjadi perguruan tinggi terkemuka dan bermanfaat. Melalui OPAC pemustaka melakukan penelusuran informasi terhadap koleksi yang dibutukan/dinginkan untuk dibaca ataupun dipinjam. Pemustaka dapat mengakses OPAC dengan mengetik judul buku yang ingin dicari melalui kolom pencarian. Selanjutnya ruang pengolahan merupakan koleksi diolah oleh pustakawan sebelum dilayankan kepada pemustaka. Setelah koleksi diolah dibagian pengolahan, maka koleksi tersebut siap dilayankan kepada pemustaka. Kegiatan dalam layanan sirkulasi yaitu peminjaman mandiri, pengembalian koleksi serta denda. Prosedur bebas pustaka pada Perpustakaan Universitas Andalas yaitu telah mengembalikan buku, melakukan verifikasi bebas pinjaman, memberikan buku sumbangan di bagian pengolahan, melakukan upload tugas akhir, melakukan verifikasi/pengecekan upload di bagian automasi, memberikan hard copy pada bagian lokal konten dan pada tahap akhir jika semua sudah dilakukan maka verifikasi akhir di bagian administrasi perpustakaan. Layanan yang ada di Perpustakaan Universitas Andalas yaitu layanan sirkulasi, yang mana layanan ini menyediakan seluruh koleksi buku teks untuk dilayankan kepada pemustaka. Koleksi yang lebih diutamakan seperti koleksi manajemen, kedokteran, hukum, teknik, farmasi, sosiologi, ekonomi, pemerintahan, agroteknologi, teknologi, sastra, ilmu sejarah, peternakan, biomedik. Layanan selanjutnya yaitu koleksi cadangan, yaitu layanan yang memberikan koleksi buku teks baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang masing-masing judul hanya terdiri dari satu eksemplar. Pada layanan koleksi cadangan pemustaka hanya bisa membaca di tempat, boleh difotokopi dengan izin pustakawan dan tidak boleh dibawa pulang. Layanan koleksi rujukan (referensi) yang memberikan koleksi referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku pegangan, biograsi, geografi, buku tahunan, almanak, terbitan pemerintah, indeks, abstrak dan jurnal. layanan selanjutnya yaitu koleksi terbitan Universitas Andalas (lokal konten), merupakan koleksi yang diterbitkan sendiri oleh penerbit Universitas Andalas seperti laporan hasil penelitian dosen, laporan pengabdian masyarakat, disertasi, tesis, skripsi dan tugas akhir. Layanan administrasi, merupakan layanan yang melayani tata usaha, kepegawaian, keuangan, mendaftarkan anggota perpustakaan. Layanan automasi, pada layanan ini terdapat komputer penelusuran koleksi, jurnal elektronik, server program SLiMS. Jam Operasional Perpustakaan buka mulai senin- sabtu dengan jam yang berbeda, senin s/d kamis buka dari 07.30-18.00, jumat buka dari 07.30-16.30 dan sabtu buka dari 09.00-16.00. Fasilitas penunjang perpustakaan seperti lift, fotokopi, OPAC, Sistem pelacakan pengunjung, tempat parker. 3) Segment Segment 1 : Memperlihatkan sebuah gedung perpustakaan Universitas Andalas, sebuah ruangan perpustakaan yang terdapat tempat meletakan tas, sebelum memasuki lobi terlebih dahulu untuk mengetik nim untuk masuk ke dalam lobi perpustakaan Segment 2 : Memperlihatkan lobi, menampilkan mahasiswa mencari buku melalui OPAC Segment 3: Memperlihatkan ruang depan layanan sirkulasi, memperlihatkan petunjukalur masuk peminjaman buku, memperlihatkan rak buku, koleksi, menampilkan pemustaka yang sedang meminjam buku, mengembalikan buku yang dilakukan oleh pustakawan dan kegiatan dalam layanan sirkulasi Segment 4 : Alur bebas pustaka yang pertama memberi buku sumbangan ke bagian pengolahan koleksi, memperlihatkan mahasiswa mengupload skripsinya dan juga menyerahkan buku kepada pustakawan, pustakawan melakukan verifikasi dengan memberi stempel pada surat SKBP Segment 5: Memperlihatkan tangga untuk naik ke lantai selanjutnya, menjelaskan ruangan koleksi cadangan, memperlihatkan koleksi rujukan, American corner, BI Corner, GIBEI Corner, Minangkabau Corner, French Corner Segment 6 : Memperlihatkan bidang automasi, mahasiswa masuk untuk melakukan verifikasi upload skripsi, pustakawan memeriksa berkas yang diupload oleh mahasiswa, jika sudah benar maka pustakawan bisa langsung meverifikasi dengan memberi tanda tangan dan stampel pada surat SKBP Segment 7 : Layanan local conten melihatkan rak dan koleksi yang ada pada layanan tersebut seperti skripsi, tugas akhir, disertasi, pada layanan ini mahasiswa menyerahkan tugas akhirnya dan membaca seluruh koleksi yang ada di dalamnya. Segment 8: Memperlihatkan layanan adminstrasi dari depan, memperlihatkan pustakawan yang memverifikasi SKBP mahasiswa dan melakukan aktivasi keanggotaan Segment 9 : Menyebutkan jam layanan operasional perpustakaan Segment 10 : Memperlihatkan fasilitas penunjang seperti lift, tempat parkir, tempat fotokopi, sitem pelacakan pegunjung, ruang shalat 4) Storyboard Storybooard digunakan untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa yang akan direkam dalam video. Deskripsi rangkaian peristiwa tersebut akan dituangkan ke dalam gambar-gambar sket ataupun foto. Storyboard digunakan untuk melihat apakah rangkaian kegiatan tersebut sudah sesuai dengan plot cerita dari video tersebut. Berikut ini cuplikan dari storyboard video panduan layanan perpustakaan. 5) Shooting Script Shooting script digunakan sebagai panduan produksi ketika di lokasi pembuatan video. Shooting script berguna untuk seluruh tim produksi yang sedang melakukan pengambilan gambar video. Berikut cuplikan dari shooting script video panduan layanan perpustakaan. Segment Video Audio 1 Memperlihatkan sebuah gedung perpustakaan Universitas Andalas, sebuah ruangan perpustakaan yang terdapat tempat meletakan tas, sebelum memasuki lobi terlebih dahulu untuk mengetik nim untuk masuk kedalam lobi perpustakaan Menjelaskan sejarah perpustakaan, visi dan misi perpustakaan 6) Perencanaan Produksi Perencanaan produksi merupakan tahap untuk merencanakan semua kebutuhan yang akan dilakukan pada saat produksi video. . Langkah-langkah perencanaan produksi video ini meliputi hal sebagai berikut: 1) penentuan lokasi pengambilan gambar untuk produksi video, menentukan lokasi-lokasi dan ruangan yang nantinya akan menjadi spot pengambilan gambar. Lokasi yang ditentukan beranjak dari halaman perpustakaan, halaman depan loker, lobi, komputer OPAC, ruangan sirkulasi, ruangan pengolahan, ruangan administrasi, ruangan koleksi cadangan, ruangan referensi, tangga, ruangan automasi, ruangan BI Corner, ruangan American Corner, ruangan French Corner, ruangan GIBEI (Galeri Indonesia Bursa Efek Indonesia), ruangan membaca; 2) perencanaan pemeran yang akan dijadikan talent dalam video, perencanaan penggunaan talent yang nantinya akan mendukung data untuk memerankan proses menjadi pemustaka di suatu perpustakaan; 3) perencanaan tim produksi yang akan bekerja dalam produksi video, berupa pimpinan produksi, manager lokasi, sutradara, camera man, asisten camera man, lighting man/gaffer, shown mandan editor; 4) perencanaan peralatan yang dibutuhkan dalam pengambilan video berupa camera video profesional, tripod, clip on audio, lampu LED dan alat camera pendukung lainnya; 5) perencanaan jadwal pengambilan gambar, pengambilan gambar dilakukan pada tanggal 5 Juli 2018. Proses pengambilan gambar dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama melakukan proses pengadegan bersama talentdan bagian kedua mengambil semua kebutuhan gambar yang telah dirancang. 7) Persiapan Produksi Persiapan produksi meliputi: a) survey lokasi tempat pengambilan gambar; b) menghubungi talent atau melakukan perekrutan talent jika dibutuhkan, talent dihubungi sehari sebelum jadwal produksi dan pada saat itu akan dilaksanakan reading dan adegan yang telah dirancang sebelumnya; c) menghubungi tim produksi untuk melakukan koordinasi sebelum menuju tahap produksi, tim produksi ditentukan seminggu sebelum dilaksanakannya proses produksi; d) mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dan melakukan pengecekan peralatan untuk mengetahui bahwa semua peralatan bisa berfungsi atau tidak. 2. Produksi Tahap produksi merupakan tahap pelaksanaan segala proses yang telah dirancang sebelumnya pada tahap pra produksi. Pelaksanaan tahap produksi tersebut dimulai pada awalnya setelah adanya naskah rancangan untuk dijadikan ke dalam bentuk audio visual. Pada tahap awal proses produksi semua crew harus berkumpul dan mempersiapkan semua rancangan yang telah dirancangkan pada tahap pra produksi. Sutradara menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dan rancangan alur proses produksi, cameraman mempersiapkan segala kebutuhan peralatan camera dan rancangan gambar (storyboard), penata lighting mempersiapkan segala kebutuhan lighting dan rancangan penataan lampu, penata artistik telah mempersiapkan peralatan dan rancangan bentuk artistik di depan kamera dan audioman mempersiapkan audio dan rancangan proses perekaman gambar. 3. Pasca Produksi Tahap pasca produksi merupakan tahapan penyelesaian (editing). Tahap ini melaksanakan proses menyusun dan merangkai setiap hasil yang telah dilaksanakan pada tahap produksi. Penyusunan rangkaian gambar dan audio dengan menggunakan sebuah software adobe master colection 2015, yaitu adobe premier pro CC. Adobe premier pro CC ini merupakan sebuah software perangkaian dan penyusunan data audiovisual untuk menjadikan satu data inti yang hasil akhirnya dapat berbentuk video atau film.
Conclusion
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka terdapat tiga simpulan berikut ini. Pertama, proses pembuatan video praproduksi meliputi pencarian dan penemuan ide, membuat sinopsis yang akan dijadikan sebagai jalan cerita, membuat treatment untuk menentukan kejadian yang akan masuk dalam satu segment (kelompok adegan), storyboard bertujuan untuk mengubah tulisan dari cerita kedalam sebuah gambar yang akan ditampilkan dalam sebuah video, shooting script merupakan naskah video dan perencanaan produksi. Kedua,proses produksi yang meliputi pengambilan gambar untuk dijadikan video (shooting) dilakukan.Ketiga, proses pascaproduksi merupakan tahapan mengedit video yang sudah diambil pada saat shooting dengan menggunakan software edit video. Berdasarkan pembahasan diatas terdapat tiga saran sebagai berikut. Pertama, perpustakaan diharapkan melakukan promosi mengenai layanan perpustakaan agar pemustaka bisa mengetahui dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Kedua, perpustakaan melakukan penambahan daya tarik pemustaka terhadap perpustakaan. Ketiga, promosi seharusnya dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh layanan yang ada.