Kembali
16
1
2018 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 7 · 1 Seri A ISSN 2302-3511

PEMBUATAN DIREKTORI ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This article is about making directory of the musical instrument traditional Minangkabau. The purpose of this article are: (1) to describe making directory of the musical instrument traditional Minangkabau, and (2) to describe obstacle and solution of making directory of the musical instrument traditional Minangkabau. This article use descriptive method with observation, interview, and read the literature. Base on result of making directory of the musical instrument traditional Minangkabau, the conclution is. First, making the directory of the musical instrument traditional Minangkabau the steps are: (a) collecting the data about the musical instrument traditional Minangkabau; (b) arrange the data base on alphabet; (c) typing the data with Microsoft Publisher; and (d) designing the cover of directory of the musical instrument traditional Minangkabau. Second, the obstacle in making directory of the musical instrument traditional Minangkabau are: (a) the lack of knowledge about the musical instrument traditional Minangkabau; (b) the difficult thing when collected the data about the musical instrument traditional Minangkabau; (c) the difficult thing when designed layout of directory the musical instrument traditional Minangkabau. Solution of this problem are: (a) collected the data from some literature and to the institute that has data about the musical instrument traditional Minangkabau; (b) direct observation about data to get information about the musical instrument traditional Minangkabau; and (c) designed the layout with simple and not use more colour.
Keywords: directory · instrument traditional · Minangkabau

Introduction

Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi para pengguna untuk mengetahui ilmu pengetahuan yang sedang hangat diperbincangkan, dapat mengambil sebuah keputusan terhadap hal tertentu, dan mempunyai arti bagi si pengguna. Salah satu alat untuk menelusur informasi dengan cepat dan mudah adalah direktori. Sinaga menjelaskan (2005:53) direktori adalah buku petunjuk untuk menemukan nama orang, alamat, nomor telepon, dan lain sebagiannya. Direktori merupakan sumber informasi yang dapat memberikan keterangan-keterangan tentang orang ataupun organisasi yang dilengkapi dengan deskripsi yang menyertainya seperti alamat, fungsi, afiliasi, dan sebagiannya. Manfaat direktori menurut Suwarno (2011:65) melalui direktori kita dapat menemukan informasi tentang keberadaan suatu organisasi, lembaga, badan atau perorangan. Pendapat lain menurut Rahayu (2014:336) koleksi direktori berguna terutama untuk menghubungi orang-orang tertentu atau apabila akan mengunjungi lembaga tertentu. Tujuan diterbitkannya direktori menurut Yusuf (2009:420) yaitu jelas dalam cakupan definisi, namun yang paling sering adalah untuk menampung jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) alamat dan juga nomor-nomot telepon badan-badan usaha, lembaga-lembaga atau perorangan beserta profesi dan pekerjaannya, (2) nama lengkap individu-individu atau perorangan dan lembaga-lembaga, baik negeri maupun swasta, (3) penjelasan tentang kegiatan pelayanan dari suatu lembaga atau pabrik-pabrik tertentu, (4) pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dimana-mana. Minangkabau adalah salah satu suku di Sumatera Barat yang kaya akan alat musik tradisional Minangkabau. Menurut Nursantara (2006:22) musik tradisional adalah musik yang berkembang di daerah sekitar musik itu berasal. Abdi (2006:46) mengemukakan musik daerah ini diwariskan kepada generasi ke generasi berikutnya. Kebiasaan yang diwarisakan mencakup berbagai nilai budaya, meliputi adat istiadat, sistem kemasyarakataan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, dan sistem kepercayaan. Alat musik menjadi instrumen yang dibuat untuk menghasilkan suara, pada prinsipnya segala sesuatu yang menghasilkan suara dengan cara tertentu serta cara memainkannya sesuai pada tempat daerah itu berasal. Alat musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Begitu juga dengan alat musik tradisional Minangkabau yang memiliki ciri khas dari daerah lain, seperti saluang, talempong, bansi dan lainnya. Keunikan alat musik Minangkabau bisa dilihat dari cara memainkannya. Tidak semua orang bisa memainkan alat musik tradisional, kecuali orang-orang yang punya keahlian di bidangnya dan tetap mempertahankan keahlian tersebut. Agar tidak mengalami kepunahan, generasi saat ini harus mengetahui alat-alat musik tradisional lokal (Minangkabau) dan cara memainkannya melalui koleksi yang terdapat di pusat informasi. Salah satu alat telusur yang ada pada pusat informasi adalah direktori. Adapun alasan yang terkait dengan penelusuran alat musik tradisional Minangkabau menggunakan direktori adalah sebagai berikut. Pertama, sarana dalam menelusur informasi mengenai alat musik tradisional saat ini sudah tidak begitu diperhatikan lagi. Kebanyakan sarana penelusuran informasi yang ada pada perpustakaan saat ini hanya memuat bahan pustaka seperti monograf (buku) saja. Hal ini menyebabkan sulitnya pemustaka dalam menemukan informasi yang lengkap mengenai alat musik tradisional Minangkabau. Dengan adanya sarana dalam menelusur informasi alat musik tradisional Minangkabau berupa direktori ini, pengguna akan lebih dimudahkan dalam mendapatkan informasi secara langsung. Kedua, informasi mengenai alat telusur informasi keberadaannya sulit ditemukan. Saat ini kebanyakan informasi hanya menyajikan tentang hal-hal yang bertemakan modern. Hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman yang sudah semakin canggih dan semakin meninggalkan tradisi-tradisi adat yang ada seperti alat musik tradisional Minangkabau. Contohnya, sulitnya menemukan informasi mengenai alat musik tradsional Minangkabau dikarenakan telah berkembangnya alat musik modern, maka akses penelusuran informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau tidak diperhatikan lagi perkrmbangannya. Ketiga, kurangnya pengetahuan mengenai informasi dari mana alat musik itu berasal. Kebanyakan saat ini ketertarikan pengguna hanya pada tradisi modern karena terpengaruh oleh budaya Barat. Hal ini menyebabkan ketidaktahuan bagi masyarakat mengenai alat musik tradisional Minangkabau dari mana alat musik itu berasal. Kurangnya pengetahuan mengenai alat musik tradisional Minangkabau, disebabkan karena pengetahuan masyarakat sekarang sudah mulai modern dan serba canggih, dikarenakan masyarakat lebih menyukai alat musik yang modern seperti gitar, piano, dan biola. Maka penelusuran informasi dari mana alat musik itu berasal kurang diminati dan tidak diperhatikan lagi. Oleh sebab itu dengan adanya direktori alat musik tradisional Minangkabau ini dapat memberikan kontribusi yang baru bagi sebuah perpustakaan karena pengguna akan lebih tertarik untuk menggunakan direktori daripada monograf

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan makalah tugas akhir ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Dalam teknik ini cara pengumpulan data berdasarkan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan sebagai pemecahan masalah dalam rancangan pembuatan produk direktori ini.

Discussion

1. Pembuatan Direktori Alat Musik Tradisional Minangkabau Pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau ini bertujuan untuk mempromosikan kepada seluruh kalangan mengenai alat-alat musik tradisional Minangkabauyang ada di Sumatera Barat. Alat musik yang terdapat dalam direktori alat musik tradisional Minangkabau ini berasal dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Barat seperti daerah Pasisia dan Darek Minangkabau, Muaro Labuah Kab. Solok Selatan, Pariaman, Kab.Lima Puluh kota, Kab. Pasaman Barat dan Sawahlunto. Dalam proses pembuatan direktori alat musik tradisonal Minangkabau, langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan semua informasi mengenai namaalat musik tradisional Minangkabau. Setelah itu data yang telah didapatkan kemudian diurutkan sesuai dengan abjad.Saat data telah tersusun berdasarkan abjad selanjutnya membuat segala informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau menjadi sebuah direktori.Langkah terakhir yang dilakukan adalah dengan mendesain sampul direktori agar pengguna lebih tertarik untuk menggunakannya.Adapun rincian dari langkah tersebut adalah sebagai berikut. 1. Pengumpulan Data Dalam pembuatan direktori ini membutuhkan data yang berkaitan dengan alat musik tradisional Minangkabau.Untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan, langkah awal dalam melakukan penelitian adalah observasi langsung ke Museum Adityawarman Provinsi Sumatera Barat. Adapun data-data yang dibutuhkan sebagai mana unsur-unsur yang diperlukan dalam pembuatan direktori yaitu: (1) asal alat musik, (2) bahan alat musik, (3) cara pembuatan alat musik, (4) kesenian, dan (5) jenis alat musik. Selain mengumpulkan data dengan cara melakukan observasi langsung, pengumpulan data juga dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap masyarakat. Wawancara ini berguna untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat terhadap sarana penelusuran informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau saat ini. 2. Penyusunan Data Setelah melakukan pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah mengurutkan semua data yang diperoleh. Data yang diperoleh adalah semua informasi yang berkaitan dengan alat musik tradisional Minangkabau.Penyusunan data alat musik tradisional Minangkabau disusun dan diurutkan berdasarkan abjad. Setelah data diurutkan berdasarkan abjad, data yang diperoleh dari hasil penelitian tersebut dapat dibuat menjadi direktori alat musik tradisional Minangkabau.Adapun data alat musik tradisional Minangkabau yang dihasilkan dari penelitian ini adalah bansi, gandang sarunai, gandang tambua, kacapi, pupuik batang padi, pupuik sarunai, rabab Pariaman, rabab Pasisia, rabano, rapa’i, saluang darek, talempong batuang. 3. Pembuatan Direktori Setelah mengurutkan data, langkah selajutnya adalah membuat direktori alat musik tradisional Minangkabau.Lembaran data yang telah diurutkan menurut abjad tersebut, kemudian data alat musik tradisional Minangkabau tersebut diketik ke dalam Microsoft Publisherdengan menggunakan huruf Comic Sans dengan ukuran 36 font pada judul alat musik dan informasi yang terdapat pada direktori alat musik tradisional Minangkabau menggunakan huruf Time News Roman dengan ukuran 12 font, serta menambahkan foto alat musik tradisional Minangkabau.Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam pembuatan direktori yaitu: asal alat musik, bahan alat musik, cara pembuatan, kesenian, dan jenis alat musik.Berikut rincian unsur-unsur yang terdapat dalam pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau. a) Asal Alat Musik Asal alat musik merupakan tempat alat musik yang berasal dari Minangkabau, seperti Pasisia dan Darek Minangkabau, Muaro Labuah Kab. Solok Selatan, Pariaman, Kab.Lima Puluh kota, Kab. Pasaman Barat dan Sawahlunto. b) Bahan Alat Musik Bahan pembuatan alat musik tradisional Minangkabau terdiri dari Talang (sejenis bambu) ataupun dari sariak, batang cubadak, kulit kambing, tali rotan, kayu, dawai, besi, batang padi, daun kelapa yang masih muda, tempurung kelapa, bambu, kulit bambu, benang dan paku payung. c) Cara Pembuatan Proses ini berisikan cara pembuatan alat musik tradisional Minangkabau, seperti contoh dalam pembuatan alat musik pupuik batang padi. Langkah-langkah pembuatan alat musik tradisional pupuik batang padi ini antara lain. Pertama, melilitkan daun karambia muda sehingga membentuk corong (kerucut), kedua, dimasukkan batang padi yang sudah dipecahkan keujung kerucut. d) Kesenian Unsur kesenian ini berisikan informasi mengenai pemakaian alat musik tradisional.Contohnya alat musik tradisional pupuik batang padi digunakan pada saat pertunjukan kesenian talempong pacik. e) Jenis Alat Musik Unsur ini menjelaskan jenis alat musik tradisional Minangkabau. Adapun jenis-jenis alat musik tersebut adalah alat musik tiup, alat musik pukul, alat musik petik dan alat musik gesek 4. Desain Sampul Desain sampul adalah salah satu kulit bagian buku paling luar. Sampul buku juga berfungsi sebagai daya tarik untuk menarik penggunanya. Dalam pembuatan sampul direktori ini, penulis menggunakan Microsoft Publisher dan menyimpan file dalam bentuk pub. Gambar 1. Desain Sampul Direktori Gambar 1. Pemilihan Template Berdasarkan gambar 1 langkah awal yang digunakan adalah memilih template yang cocok untuk informasi yang akan disajikan. Terdapat banyak pilihan dalam memilih template dengan berbagai desain. Dalam pembuatan direktori ini template yang digunakan adalah web site. Hal ini sebabkan oleh desain yang sederhana sehingga dapat disajikan untuk pengguna informasi. Gambar 2. Tampilan Saat Template Telah Dipilih Berdasarkan gambar 2 merupakan tampilan saat template telah dipilih. Jika ukuran kertas yang disajikan belum sesuai keinginan, maka saat template ditampilkan dapat menggantinya seperti gambar berikut. Untuk mengganti ukuran kertas sesuai dengan keinginan dapat dilakukan dengan mengklik change page size dan akan muncul tampilan seperti berikut. Gambar 3. Tampilan Saat Mengganti Ukuran Kertas Berdasarkan gambar 3 merupakan tampilan saat mengganti ukuran kertas yang diinginkan. Ukuran kertas yang digunakan adalah A4. Jika dalam tampilan yang dimunculkan tidak menampilkan ukuran kertas yang diinginkan, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengetik ukuran kertas pada lingkaran kanan atas seperti yang telah ditampilkan pada gambar 3. Untuk width diisi dengan lebar kertas yang diinginkan dan height diisikan dengan tinggi kertas yang diinginkan. Langkah terakhir adalah mengetik informasi seperti gambar berikut. Gambar 4. Tampilan Saat Mengetik Informasi pada Template Berdasarkan gambar 4 tampilan saat mengetik informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi isi dari direktori agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Selain itu dapat menambahkan gambar-gambar yang sesuai dengan judul informasi. Setelah selesai tampilan dapat disimpan menjadi bentuk gambar agar dapat dicetak menjadi sebuah produk penelusuran informasi. Gambar 5. Tampilan Produk Direktori yang Telah Selesai 2. Kendala dan Upaya dalam Pembuatan Direktori Alat Musik Tradisional Minangkabau Dalam pembuatan direktori ini penulis menemukan beberapa kendala sebagai berikut. Pertama,kurangnya mengetahui informasi tentang alat musik tradisional Minangkabau seperti, kurangnya pengetahuan mengenai nama alat musik tradisional tersebut. Kedua,sulitnya pengumpulan data terhadap informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau. Ketiga,sulitnya mendesain tata letak informasi mengenai produk agar lebih diminati oleh pengguna dalam menelusur informasi tentang pembuatan alat musik tradisional Minangkabau. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau yaitu: Pertama,dalam mengatasi kurangnya pengetahuan tentang nama alat musik tradisional Minangkabau dengan cara mengumpulkan semua data yang berasal dari beberapa literatur selain itu juga melakukan pengmpulan data dari instansi yang menyimpan informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau.Kedua, dapat diperoleh melalui observasi langsung mengenai data untuk informasi mengenai alat musik tradisional tersebut. Ketiga, dalam mengatasi kesulitan mendesain produk informasi agar lebih menarik adalah dengan cara mengatur tata letak informasi sesederhana mungkin dan tidak terlalu menampilkan warna-warna yang mencolok. Dengan adanya warna yang tidak mencolok tetapi anggun akan membuat pengguna informasi merasa nyaman saat melakukan penelusuran informasi.

Conclusion

Berdasarkan bahasan pada bahan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau sangat berguna bagi pengguna yang mencari informasi. Pembuatan direktori dilakukan lebih sederhana agar mudah dan cepat menemukan informasi yang dibutuhkan. Jumlah koleksi alat musik tradisional Minangkabau dapat dikelompokan berdasarkan jenis alat musik tersebut yaitu dipukul, digesek, ditiup, dan dipetik. Dalam direktori ini akan memuat nama alat musik tradisional Minangkabau, nama jenis alat musik tradisional Minangkabau, jumlah koleksi alat musik tradisional Minangkabau. Sehingga melalui pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau dapat melestarikan kebudayaan. Pembuatan direktori ini melalui beberapa tahap sebagai berikut: mengumpulkan data nama alat musik tradisional Minangkabau, mengurutkan data yang didapat, membuat direktori, desain sampul. Adapun kendala yang dihadapi dalam pembuatan direktori alat musik tradisional Minangkabau adalah sebagai berikut: Pertama, kurangnya mengetahui informasi tentang alat musik tradisional Minangkabau seperti, kurangnya pengetahuan mengenai nama alat musik tradisional tersebut. Kedua, sulitnya pengumpulan data terhadap informasi mengenai alat musik tradisional Minangkabau. Ketiga, sulitnya mendesain tata letak informasi mengenai produk agar lebih diminati oleh pengguna dalam menelusur informasi tentang pembuatan alat musik tradisional Minangkabau. Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan manfaat penulisan, maka disarankan kepada: (1) masyarakat umum sebagai bahan informasi untuk mendeskripsikan dimana informasi yang dicari dan dibutuhkan, sebaiknya menggunakan alat telusur informasi melalui direktori karena akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan (2) sebagai alat promosi untuk membantu pengguna mencari informasi yang dibutuhkan, agar penelusuran informasi lebih berkembang, maka dibuatkanlah direktori mengenai alat musik tradisional Minangkabau sebagai alat promosi untuk mengimbau masyarakat luar dan dalam, agar tidak dilupakannya alat musik dan nyanyian tradisional Minangkabau saat ini.