Kembali
16
1
2018 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 7 · 1 Seri C ISSN 2302-3511

PARTISIPASI RELAWAN TERHADAP KEGIATAN PENINGKATAN MINAT BACA MASYARAKAT DI TAMAN BACA SUKA MAJU SEJAHTERA KOTA PADANG

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

The purpose of this paper is to describe the participation of volunteers in the activities of increasing reading interest in the reading park Suka Maju Sejahtera in the city of Padang, describe the constraints faced by activities to increase reading interest community, describes the efforts made by volunteers and reading park to the activities to increase the reading interest of the community. Data were collected through observation, interview, and video recording. Descriptive data analysis. Based on the result of research, it can be concluded as follows. first, volunteer participation in package A equivalent to elementary school, using B equivalent to junior high school, package C equivalent to high school, loan collection, drawing and coloring services, and making of dindind magazines. second, the constraints faced were inadequate facilities and infrastructure to support education, limited collections, lack of volunteers, lack of reading interest from the community, and lack of promotion. third, the efforts made are supporting facilities and infrastructure for education must be completed, additional collections, adding volunteers, socializing the importance of reading, and promoting through mass media and social media.
Keywords: library · reading park · volunteer · reading interest · society

Introduction

Membaca merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan mengasah otak untuk semua orang. Kegiatan membaca yang dibiasakan sejak dini sesuai kemampuan dapat merangsang kreativitas dan semangat rasa ingin tahu seseorang. Minat membaca memang sangat erat kaitannya dengan tingkat intelektualitas dan kesejahteraan masyarakat. Negara-negara barat yang notabene dikatakan maju dari sisi ilmu pengetahuan umumnya memiliki indeks membaca yang cukup tinggi. Sehingga minat membaca dan kecintaan terhadap buku ini harus terus dipacu yang berarti juga meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Berdasarkan fakta mengenai kurangnya minat baca serta rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di bidang perpustakaan di Indonesia, membuat relawan yang peduli dengan minat baca tergerak untuk terjun langsung ke masyarakat dengan berbagai cara untuk satu tujuan yakni menanamkan budaya membaca dikalangan masyarakat. Salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan peranan masyarakat dalam pemberdayaan di Indonesia adalah melakukan kegiatan yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk datang ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Taman bacaan belakangan ini merupakan fenomena yang menarik untuk diperhatikan. Hal tersebut membuktikan bahwa kesadaran akan pentingnya budaya membaca saat ini mulai mendapat perhatian serius. Salah satu pendorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat merupakan sebuah upaya menyelamatkan bangsa dengan meningkatkan budaya membaca dan menulis untuk anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli akan masa depan bangsa ini. Di Kota Padang ada Taman Bacaan Masyarakat yaitu Taman Baca Suka Maju Sejahtera yang masih minim kunjungan dari masyarakat setempat, belum adanya sosialisasi yang tepat dan kesadaran akan pentingnya membaca untuk kesejahteraan kehidupan menjadi faktor utama peristiwa tersebut. Masyarakat masih beranggapan kalau membaca hanya untuk orang yang bersekolah saja. Padahal semua orang baik tua, muda, sedang sekolah, atau tidak sedang sekolah pun sangat perlu untuk membaca. Partisipasi relawan khususnya tentu sangat berperan penting dalam kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang ini. Relawan diharapkan dapat melakukan kegiatan yang bisa menarik perhatian masyarakat setempat untuk mau datang ke Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang, agar meningkatnya minat baca masyarakat yang kurang tadi dan mereka bisa tahu banyak informasi serta kejadian yang sedang terjadi di masyarakat baik itu politik, ekonomi, dan sosial. Semua itu didapat dari membaca baik itu buku, majalah, dan koran. Oleh karena itu dipilihlah Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang sebagai objek penelitian. Berdasarkan latar belakang yang penulis uraikan, penulis perlu untuk menulis tugas akhir yang berjudul “Partisipasi Relawan Terhadap Kegiatan Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang”. Pengertian Perpustakaan Umum menurut Sutarno (2003:32) adalah lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya, sebagai sumber belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu posisi perpustakaan umum dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sangat strategis, sebab fungsinya melayani semua lapisan masyarakat Menurut Suharyoto (2014:30) perpustakaan umum adalah perpustakaan yang bisa digunakan oleh orang banyak tanpa ada batasan khusus, asalkan sudah menjadi anggota. Koleksi buku yang ada biasanya juga bermacam-macam untuk memenuhi kebutuhan semua anggotanya. Perpustakaan desa termasuk dalam jenis perpustakaan ini. Kalau dikota, yang termasuk kedalam jenis ini adalah perpustakaan daerah. Menurut Basuki (1991:47) yang termasuk dalam perpustakaan umum adalah: (a) perpustakaan wilayah, dikelola sepenuhnya oleh Pusat Pembinaan Perpustakaan; (b) perpustakaan propinsi, dikelola oleh propinsi; (c) perpustakaan umum kotamadya, perpustakaan umum yang dikelola oleh kabupaten; (d) perpustakaan umum kabupaten, perpustakaan umum yang dikelola kabupaten; (e) perpustakaan umum kecamatan, jenis perpustakaan umum ini masih belum berkembang dibandingkan dengan perpustakaan umum kabupaten atau kotamadya; (f) perpustakaan umum desa, perpustakaan umum terdapat di desa dan dikelola oleh swadaya masyarakat desa; (g) perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan media khusus, misalnya perpustakaan untuk tuna netra; (h) perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan bacaan khusus karena faktor usia; dan (i) perpustakaan keliling, yaitu bagian perpustakaan umum yang mendatangi pemakai dengan menggunakan kendaraan. Menurut Sutarno (2003:32) yang termasuk di dalam kategori perpustakaan umum adalah: (a) perpustakaan umum kabupaten atau kota; (b) perpustakaan umum kecamatan; (c) perpustakaan umum desa atau kelurahan; (d) perpustakaan cabang; (e) perpustakan taman bacaan rakyat atau perpustakaan umum taman bacaan masyarakat; dan (f) perpustakaan keliling. Menurut Basuki dalam (Rahayuningsih 2007:5) menyatakan bahwa perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan utama adalah: (a) memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik; (b) menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat, dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat; (c) membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka; (d) bertindak selaku agen kultural artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Menurut Yusuf (1996:18) tujuan perpustakaan umum adalah: (a) mengembangkan minat baca serta mendayagunakan semua bahan pustaka yang termasuk di perpustakaan umum; (b) mengembangkan kemampuan mencari, mengelola dan memanfaatkan informasi yang tersedia di perpustakaan umum; (c) mendidik masyarakat agar dapat memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan efesien; (d) meletakkan dasar-dasar ke arah belajar mandiri; (e) memupuk minat baca dan menumbuhkan daya apresiasi dan imajinasi masyarakat; (f) mengembangkan kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah. Bertanggung jawab dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional. Menurut Sutarno (2003:58) fungsi perpustakaan adalah suatu tugas atau jabatan yang harus dilakukan di dalam perpustakaan tersebut. Pada prinsipnya sebuah perpustakaan mempunyai tiga kegiatan utama adalah: (a) menghimpun; (b) memelihara; (c) memberdayakan semua koleksi bahan pustaka. Sedangkan menurut Yusuf (1996:21) dengan tersedianya berbagai jenis bahan pustaka tersebut, maka fungsi perpustakaan umum dapat dijabarkan sebagai berikut: (a) fungsi edukatif, perpustakaan umum menyediakan berbagai jenis bahan bacaan berupa karya cetak dan karya rekam untuk dijadikan sumber belajar dan menambah pengetahuan secara mandiri; (b) fungsi informatif, perpustakaan umum sama dengan jenis perpustakaan lainnya yaitu menyediakan buku-buku referensi, bacaan ilmiah populer berupa buku dan majalah ilmiah serta data-data penting lainn ya yang diperlukan pembaca; (c) fungsi kultural, perpustakaan umum menyediakan berbagai bahan pustaka sebagai hasil budaya bangsa yang direkam dalam bentuk tercetak atau terekam; (d) fungsi rekreasi, perpustakaan umum bukan hanya menyediakan bacaanbacaan ilmiah, tetapi juga menghimpun bacaan hiburan berupa buku-buku fiksi dan majalah hiburan untuk anak-anak, remaja dan dewasa Menurut Yusuf (1996:23) pemanfaatan perpustakaan umum oleh masyarakat dapat dilihat dari: (a) tersedianya koleksi yang sesuai dengan kebutuhan dan selera pemakai; (b) lokasi perpustakaan tidak jauh atau mudah dicapai dengan kendaraan umum dan terletak di tempat keramaian seperti dekat pasar, pusat perbelanjaan, pusat olah raga, sekolah, rumah ibadah dan sebagainya; (c) perpustakaan giat melaksanakan promosi seperti pameran perpustakaan, pameran koleksi, bimbingan pembaca, story telling dan sebagainya; (d) perpustakaan menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, penemuan informasi terbaru dan bidang umum yang sedang trend di masyarakat; (e) perpustakaan umum selalu memperhatikan hubungan kerjasama dengan berbagai tokoh masyarakat dari instansi terkait; (f) perpustakaan umum harus memiliki petugas yang terampil, berkemampuan dan berpengetahuan luas untuk membantu atau menjawab pertanyaan pemakai perpustakaan. Menurut Kemendiknas (2012:3) taman bacaan masyarakat adalah sebuah tempat/wadah yang didirikan dan dikelola baik oleh masyarakat maupun pemerintah dalam rangka penyediaan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat sekitar sebagai salah satu sarana utama dalam perwujudan konsep pembelajaran sepanjang hayat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar Taman Bacaan Masyrakat. Sedangkan menurut Sutarno (2006:19) taman bacaan masyarakat mempunyai tanggung jawab, wewenang, dan hak masyarakat setempat dalam membangunnya, mengelola dan mengembangkannya. Dalam hal ini perlu dikembangkan rasa untuk ikut memiliki (sense of belonging), ikut bertanggung jawab (meluhangrukebi), dan ikut memelihara (melu hangrukebi). Menurut Kemendiknas (2014:3) menjelaskan bahwa tujuan Taman Bacaan Masyarakat adalah sebagai berikut: (a) meningkatkan kemampuan keberaksaan dan keterampilan membaca; (b) menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca; (c) membangun masyarakat membaca dan belajar; (d) mendorong terwujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat; (e) mewujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab. Menurut Sutarno (2003:23) minat baca adalah sumber motivasi kuat bagi seseorang untuk menganalisa dan mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya, yang merupakan pengalaman belajar yang menggembirakan yang akan mempengaruhi bentuk serta intensitas seseorang dalam menentukan cita-citanya kelak di masa yang akan datang. Hal tersebut juga bagian dari proses pengembangan diri yang harus senantiasa diasah sebab minat membaca tidak diperoleh dari sejak lahir. Menurut Rahim (2008:28) mengemukakan bahwa minat baca ialah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadaran sendiri atau dorongan dari luar. Keterbatasan yang menyebabkan rendahnya minat dan kebiasaan membaca masyarakat Indonesia. Menurut Sutarno (2006:23), lima Keterbatasan tersebut yaitu (1) akses informasi dari dan ke perpustakaan, (2) tingkat pendidikan masyarakat yang masih di bawah standar, (3) kondisi sosial ekonominya pada umumnya kurang menguntungkan, (4) layanan perpustakaan kepada masyarakat yang belum merata, (5) apresiasi dan respon masyarakat masih perlu ditingkatkan Menurut Sutarno (2006:30), faktor - faktor yang menjadi pendorong atas bangkitnya minat baca ialah ketertarikan, kegemaran dan hobi membaca, dan pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan membaca. Berseminya budaya baca adalah kebiasaan membaca, sedangkan kebiasaan membaca terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik jenis, jumlah maupun mutunya. Inilah sebuah formula yang secara ringkas untuk mengembangkan minat dan budaya baca. Sehubungan dengat minat, kebiasaan, dan budaya membaca setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilalui yaitu: pertama, dimulai dengan adanya kegemaran karena tertarik bahwa buku – buku tersebut dikemas dengan menarik, baik disain, gambar, bentuk dan ukurannya. Di dalam bacaan tertentu terdapat sesuatu yang menyenangkan diri pembacanya. Kedua, setelah kegemaran tersebut dipenuhi dengan ketersediaan bahan dan sumber bacaan yang sesuai selera, ialah yang terwujudnya kebiasaan membaca. Ketiga, Jika kebiasaan membaca itu dapat terus dipelihara, tanpa “gangguan” media elektonik, yang bersifat “entertainment” dan tanpa membutuhkan keaktifan fungsi mental. Oleh karena seorang pembaca terlibat secar konstruktif dalam menyerap dan memahami bacaan , maka tahap selanjutnya ialah bahwa membaca menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Menurut Suwarno (2011:33) pustakawan atau librarian adalah seorang tenaga kerja bidang perpustakaan yang telah memiliki pendidikan ilmu perpustakaan, baik melalui pelatihan, kursus, seminar, maupun dengan kegiatan sekolah formal. Menurut Sudarsono (2006:337) pustakawan adalah sebutan bagi mereka yang bekerja dalam bidang perpustakaan. Dikenal istilah pustakawan profesional dan pustakawan non profesional. Dalam sistem kepegawaian pemerintah pustakawan telah diakui sebagai salah satu jabatan fungsional. Tidak jarang diantara pustakawan menyebut dirinya sebagai ahli informasi. Dapat dikatakan saat ini semua orang menyadari pentingnya informasi. Sering diungkapkan bahwa informasi adalah komoditi, bahkan tidak jarang dikatakan bahwa informasi adalah kekuatan.

Method

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Arikunto (2007:234) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status atau gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Menurut Denzin & Lincoln dalam (Gunawan 2014:85) penelitian kualitatif ditujukan untuk mendapatkan pemahaman mendasar melalui pengalaman “tangan pertama”, laporan yang sebenar-benarnya dan catatan- catatan percakapan yang aktual. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana makna - makna tersebut mempengaruhi perilaku mereka sendiri. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan telaah literatur.

Discussion

1. Partisipasi Relawan Terhadap Kegiatan Peningkatan Minat Baca Masyarakat di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bentuk partisipasi relawan terhadap kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang adalah sebagai berikut : a. Kegiatan Belajar Untuk Siswa Program Paket A, Paket B, dan Paket C Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu relawan di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang bernama bapak Udri yang bertugas sebagai staf pengajar untuk murid Program Paket A, Paket B, dan Paket C di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang, melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C ini siswa akan mendapatkan pelajaran setara dengan tingkatannya. Di akhir program siswa bisa mengikuti ujian kejar paket (atau biasa disebut dengan istilah ujian persamaan atau ujian kesetaraan) untuk mendapatkan Sertifikat Ijazah sebagai tanda kelulusan, yang kemudian dapat dipakai untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik ke sekolah menengah ataupun ke perguruan tinggi, atau bagi yang hendak langsung bekerja, Ijazah juga dapat dipergunakan sebagai kelengkapan persyaratan lamaran kerja. Usia untuk siswa program Paket A setara SD adalah 6-12 tahun, untuk siswa Paket B setara SMP 12-15 tahun, dan untuk siswa program Paket C setara SMA 15-18 tahun. Kegiatan belajar dilaksanakan setiap tiga kali dalam satu minggu dengan durasi belajar setiap harinya adalah 3 jam, setiap harinya bapak Udri akan mengajar selama satu setengah jam untuk satu buah mata pelajaran. Setiap harinya murid untuk program Paket A, Paket B, dan Paket C akan dibagi kedalam jam masuk yang berbeda, murid Paket A akan mulai belajar pada pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 siang. Berdasarkan hasil wawancara dengan pak Udri, peraturan jam masuk tersebut dibuat untuk memberi toleransi kepada murid yang rumahnya jauh. Jumlah murid untuk program Paket A kurang lebih sekitar 20 orang. Tapi ada juga yang suka bolos, misalkan hanya datang dua kali dalam satu minggu, padahal jadwal belajar adalah tiga kali dalam satu minggu. Untuk murid program Paket B jam masuknya adalah pada pukul 14.00 siang sampai dengan pukul 17.00 sore. Jumlah murid untuk program Paket B adalah kurang lebih 15 orang. Murid-murid program paket ini adalah anak -anak putus sekolah karena masalah ekonomi keluarga yang tidak memadai. Ada juga anak yang putus sekolah karna orang tua nya berpisah. Di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang program paket ini tidak dipungut biaya sedikitpun, hanya para calon murid harus melengkapi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pihak Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Persyaratannya adalah kartu keluarga, KTP orang tua, rapor saat sekolah dulu bagi yang putus sekolah, dan mengisi formulir. Tujuan dari program paket ini agar tidak ada alasan lagi untuk tidak bersekolah, karna pendidikan itu sangat penting. Situasi saat belajar mengajar terbilang kondusif, pada saat Bapak Udri sedang menerangkan materi, para murid memperhatikan dan mendengar dengan serius apa yang sedang diajarkan. Diberikan juga sesi tanya jawab yang membuat murid menjadi berani mengeluarkan pendapat dan pertanyaan yang tidak mereka temukan jawabannya. Partisipasi bapak Udri sebagai tenaga pengajar di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang dilakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan Beliau mengatakan “Saya ingin melihat anak-anak tersebut sukses dan berguna untuk bangsa dan negara nantinya, agar mereka bisa melihat bahwa hidup tidak ada gunanya kalau kita tidak punya ilmu pengetahuan”. b. Layanan Peminjaman Koleksi Perpustakaan berfungsi sebagai salah satu faktor yang mempercepat akselerasi transfer ilmu pengetahuan, oleh karena nya perpustakaan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan suatu lembaga. Selain itu juga perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi, dan merupakan penunjang yang penting artinya bagi suatu riset ilmiah, sebagai bahan acuan atau referensi. Melihat fungsi dari perpustakan yang sedemikian "penting" maka layaklah diperhatikan oleh Pustakawan atau pun pengguna perpustakaan bahwa perpustakaan semestinya mampu mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan berbagai aspek lainnya, oleh karena nya kesan perpustakaan sebagai institusi kuno harus mulai dikikis, termasuk juga masalah pelayanan perpustakaan yang harus memulai pelayanan yang berorientasi pengguna. Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan, layanan peminjaman koleksi di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang dilakukan atas keputusan bersama. Layanan peminjaman koleksi bertujuan agar masyarakat sekitar taman baca lebih sering lagi untuk datang ke Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Pada dasarnya mereka beralasan tidak punya waktu untuk datang ke taman baca dikarenakan bekerja setiap harinya. Dengan adanya layanan peminjaman koleksi ini, kita semua berharap masyarakat bisa meningkat minat bacanya. Yang awalnya mereka tidak punya waktu ke taman baca, di sela-sela istirahat dirumah menyempatkan untuk membaca koleksi bahan bacaan yang sudah mereka pinjam dari taman baca tadi. Koleksi buku yang ada di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang pada umumnya mempumyai koleksi buku-buku yang sesuai dengan masyarakat sekitar. Meskipun koleksi yang ada di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang masih terbilang sedikit. Tabel 1. Daftar Koleksi Taman Baca Suka Maju Sejahtera DDC Jumlah Buku 000 Karya Umum 75 100 Filsafat dan Psikologi 50 200 Agama 84 300 Ilmu – Ilmu Sosial 87 400 Bahasa 79 500 Ilmu – Ilmu Alam dan Matematika 157 600 Teknologi dan Ilmu – Ilmu Terapan 34 700 Kesenian, Hiburan, dan Olahraga 215 800 Kesusasteraan - 900 Sejarah dan Geografi 56 TOTAL 837 Semua koleksi yang tersedia bisa dipinjam untuk dibaca dirumah, agar meningkatnya minat baca masyarakat dan banyak mendapatkan informasi – informasi terbaru dari buku yang sudah dibaca. Tapi tidak jarang dari layanan pinjaman koleksi ini, banyak koleksi dari perpustakaan yang tidak dikembalikan oleh pemustaka. Tapi melihat tujuan awal dari layanan ini, pustakawan mencoba mencari cara agar hal tersebut tidak terjadi yaitu dengan memberikan pengarahan bahwa buku yang dipinjam harus dikembalikan lagi setelah batas waktu yang sudah ditentukan, mengembalikan buku dengan keadaan yang sebelumnya. Seperti tidak boleh sobek dan dicoret. Bentuk partisipasi relawan disini adalah dituntut untuk dapat lebih memikat, bersahabat, cepat, dan akurat. Tahu dengan keinginan pemustaka yang datang, ini berarti orientasi pelayanan perpustakaan harus didasarkan pada kebutuhan pengguna, antisipasi perkembangan teknologi informasi dan pelayanan yang ramah, dengan kata lain menempatkan pengguna sebagai salah satu faktor penting yang mempengaruhi kebijakan pada suatu perpustakaan, kesan kaku pelayanan diperpustakaan harus diperhatikan agar pemustaka yang datang menjadi nyaman dan suka untuk datang ke perpustakaan. Sikap pustakawan sangat mempengaruhi minat baca pemustaka di perpustakaan. Melihat pustakawan yang ramah ,pemustaka akan merasa nyaman berada di perpustakaan. Bahkan ia juga akan merekomendasikan teman-temannya untuk datang ke perpustakaan. Dengan demikian itu juga akan menambah statistik pengunjung perpustakaan tersebut. c. Menggambar dan Mewarnai Untuk Siswa Program Paket A setara SD Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan, tujuan kegiatan menggambar dan mewarnai untuk murid program Paket A setara SD ini salah satunya untuk meningkatkan minat baca anak melalui kegiatan menarik seperti menggambar dan mewarnai. Mereka bisa membedakan warna, sebagai media ekspresi, mengembangkan kemampuan motorik, dan meningkatkan konsentrasi anak saat menggambar dan mewarnai. Dengan menggambar dan mewarnai anak bisa mengekspresikan dirinya tergantung apa yang ia sukai. Bisa jadi ia hanya membentuk gambargambar tidak jelas dengan kombinasi berbagai warna, ataupun ia akan menggambar tokoh-tokoh maupun benda-benda yang ia sukai dan sering ia lihat. Biasanya semakin dewasa anak kemampuan menggambarnya semakin baik jika memang diasah sejak dini. Kegiatan ini dilakukan setiap hari minggu pagi di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang yang dihadiri kurang lebih 15 orang anak. Pengurus Taman Baca dan relawan menyediakan fasilitas berupa buku gambar, pensil untuk menggambar, penghapus, penggaris, dan pensil warna untuk mewarnai serta relawan di Taman Baca mengajarkan langsung tahap-tahap awal untuk kegiatan menggambar dan mewarnai tersebut seperti memberi garis pinggir pada buku gambar agar gambarnya nanti terlihat rapi, bagaimana cara mewarnai yang baik, seperti jangan ditekan terlalu keras karna nanti akan berbekas. Antusias dari anak-anak yang datang cukup tinggi, Pihak Taman Baca berharap antusias yang tinggi dari anak-anak tersebut bisa membuat mereka semakin rajin datang ke Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang baik untuk sekedar membaca buku dan belajar. Agar berkurangnya anak-anak putus sekolah dan pergaulan yang buruk dikawasan lingkungan tempat tinggal mereka. d. Mading (Majalah Dinding) Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan, kegiatan membuat mading (majalah dinding) di Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang bertujuan untuk meyalurkan kreatifitas masyarakat khusunya anak remaja tingkat SMP dan SMA ke dalam bentuk majalah dinding yang menarik tapi mengandung informasi – informasi penting yang bermanfaat. Mading juga sangat berperan dalam mengasah kemampuan siswa untuk belajar berorganisasi secara baik, melatih kedisiplinan karena harus bekerja sesuai jadwal, belajar untuk lebih kreatif dalam mencari ide-ide baru untuk tema dan tampilan mading, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggungjawab terhadap tugas yang harus dikerjakannya. Kegiatan pembuatan mading juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa, mading yang bentuknya menarik, penuh warna akan menumbuhkan minat baca yang kurang sebelumnya. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Dalam hal ini mading punya andil yang besar. Manfaat lain yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebagai pengisi waktu, Banyak kawula muda tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, merokok, minum, membentuk "geng", mencoretcoretkan identitas "kelompoknya" dengan cat semprot di sembarang tempat, dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca mading, kemudian aktif menulis. Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam lembaran mading, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan jiwanya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain yang berkunjung ke taman baca. Bentuk partisipasi relawan disini adalah mengarahkan dan mengajarkan tahap – tahap pembuatan mading yang awalnya kita harus mengumpulkan materi yang akan diangkat, baik itu mencari melalui buku atau hasil wawancara. Selanjutnya memilih informasi yang akan dimasukkan kedalam mading, melaukan editing, Setelah itu melakukan tata letak, berlanjut pada kegiatan yang paling disukai yaitu menghias mading. Tahapan terakhir adalah evaluasi mading, apakah mading sudah layak untuk di pamerkan kepada masyarakat yang datang ke Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang. 2. Kendala Yang Dihadapi Relawan dan Taman Baca Terhadap Kegiatan Peningkatan Minat Baca Mayarakat Di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan mewawancarai salah satu relawan Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang yang bernama Bapak Udri melalui rekaman suara ditemukan beberapa kendala yang dihadapi dalam kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang . Kendala yang dihadapi meliputi: a. Koleksi Buku Koleksi buku yang ada di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang masih terbilang sedikit untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Buku yang paling banyak dicari adalah buku – buku hiburan seperti majalah, buku dongeng, dan novel. Sedangkan perpustakaan hanya sedikit menyediakan koleksi tersebut. Banyak sumbangan buku yang datang di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang tapi kebanyakan hanya memberi buku – buku pelajaran yang kurang diminati oleh anak – anak khususnya. Sasaran dari Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang ini adalah untuk menumbuhkan minat baca anak sedini mungkin, maka pihak taman baca pun harus menyediakan koleksi buku yang menarik untuk anak. Kendalannya disini dalam memenuhi koleksi buku kadang kala untuk mendapatkan koleksi sebuah buku dongeng yang bervariasi sangat susah misalnya buku dongeng yang judulnya berasal dari cerita rakyat. Kebanyakan dalam sebuah banyak buku ada satu cerita rakyat dicetak dalam banyak buku, nah kendalanya adalah ketika Taman Bacaan Masyarakat ingin memiliki buku dongeng yang bervariasi dari segi judulnya yang bersal dari cerita rakyat sangat susah untuk memenuhinya karena ketersediaan buku tersebut yang sedikit maksudnya edaran buku-buku dongeng tersebut yang sedikit serta akses dalam mendapatkan buku yang bervariasi itu sangatlah kurang, apalagi di daerah Provinsi Sumatra Barat. 2. Penunjang Kegiatan Pendidikan Salah satunya kendala Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera dalam menunjang pendidikan yaitu kurangnya relawan atau tim pengajar, dan relawan atau tim pengajar tersebut tidak selalu berada di Taman Bacaan Masyarakat bisa dibilang tidak selalu hadir. Serta kurangnya kelas untuk belajar, di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang hanya tersedia satu kelas yang tidak cukup besar. Karna itu proses belajar dibagi kedalam 3 tahap, siswa Paket A pagi hari pada senin sampai rabu, siswa Paket B siang hari pada senin sampai rabu, dan siswa Paket C siang hari pada kamis sampai sabtu. Kurangnya relawan dan kelas membuat pelaksanaan pendidikan di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang tidak berjalan secara optimal. 3. Minat Baca Masyarakat Kendala yang paling mengkhawatirkan adalah kurangnya minat baca masyarakat. Masyarakat sekitar Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang belum menyadari betapa pentingnya membaca untuk mendapatkan informasi dan mengetahui kejadian apa yang sedang terjadi diluar sana. Membaca merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan mengasah otak untuk semua orang. Kegiatan membaca yang dibiasakan sejak dini sesuai kemampuan dapat merangsang kreativitas dan semangat rasa ingin tahu seseorang. Minat membaca memang sangat erat kaitannya dengan tingkat intelektualitas dan kesejahteraan masyarakat. 4. Promosi Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang dalam melakukan promosi hanya dengan ruang lingkup yang kecil yaitu dalam lingkungan Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang itu sendiri. Untuk mengajak anak-anak di sekitar pantai Purus itu ke Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang sangat susah karena anak-anak tersebut belum akrab dengan kegiatan-kegiatan seperti, literasi Taman Bacaan Masyarakat. Psikologi masyarakat yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, salah satunya sikologi masyarakat purus ini adalah orang-orang yang memiliki latar belakang ekonomi yang kurang dan bisa dibilang mereka dari keluarga menengah kebawah. Para masyarakat mengharapkan kegiatan yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat berbau material, maksudnya mereka beranggapan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat ini merupakan kegiatan yang menghasilkan uang banyak dan uang tersebut dibagi-bagikan kepada mereka tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu, maka dari itulah tersendatnya pelaksanaan promosi Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang kepada lingkungan masyarakat sekitar Purus. 3. Upaya Yang Dilakukan Relawan dan Taman Baca Terhadap Kegiatan Peningkatan Minat Baca Masyarakat Di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan mewawancarai salah satu petugas Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang bernama Bapak Udri melalui rekaman suara ditemukan beberapa upaya yang dilakukan relawan Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang terhadap kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Upaya yang dilakukan meliputi: a. Koleksi Buku Koleksi yang ada pada Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang sebaiknya lebih memperhatikan dan lebih memperbanyak koleksi berupa buku dongeng, buku anak-anak berasal cerita rakyat dan lain-lainnya yang bisa menunjang pembelajaran dan menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang melakukan dengan pembelian buku-buku diluar daerah dan memanfaatkan jaringan-jaringan toko buku yang ada atau penerbit-penerbit di luar daerah-daerah bukan hanya dipulau Sumatra tapi diluar pulau Sumatra seperti di kota Jogja yang menerbitkan buku anak. Sedangakan untuk bahan bacaan bersifat umum Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang melakukan pengadaan dan adapun bahan bacaan didapatakan melalui sumbangan atau para donatur. Sehingga Taman Bacaan Masyarakat Tanah Ombak tidak terlalu di utamakan bahan bacaan yang bersifat umum, namun bahan bacaan untuk anak-anak seperti buku dongeng, buku anak-anak cerita rakyat yang diutamakan karena mendapatkannya yang susah. Hal ini menjadi orientasi dari kebijakan terhadap Taman Bacaan Masyarakat sebagai sarana layanan yang memuaskan bagi masyarakat dan meningkatkan pengunjung yang memanfaatkan koleksi dalam bidang informasi, penelitian, pendidikan, dan teknologi. 2. Penunjang Kegiatan Pendidikan Taman Bacaan Masyarakat mendatangkan relawan atau tim pengajar secara berkala dari luar daerah yang memiliki kompetensi disegala bidang, mereka didatangkan satu kali dalam sebulan. Relawan atau tim pengajar tersebut datang secara sukarela untuk mengajarkan berbagai kegiatan di Taman Bacaan Masyarakat. Dan karena itu kami sangat berharap kepada seluruh relawan daerah yang berdomisili di sekitaran Taman Bacaan Masyarakat dan kota Padang untuk dapat berpastisipasi juga di Taman Bacaan Masyarakat Kami ini. Lalu untuk ruangan belajar, kami sedang mengajukan permohonan kepada dinas pendidikan untuk memberikan anggaran dana guna membangun maksimal 2 ruangan kelas lagi untuk proses belajar agar belajar menjadi lebih kondusif dan efektif. 3. Minat Baca Masyarakat Upaya yang dilakukan relawan Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang adalah dengan sosialisasi dengan masyarakat akan pentingnya membaca melalui kegiatan diluar jam belajar seperti pembuatan majalah dinding (mading) yang berisi informasi tapi dalam bentuk yang menarik, membuat masyarakat ingin membacanya. Lalu ada layanan peminjaman koleksi yang memperbolehkan pemustaka yang tidak punya waktu untuk membaca di perpustakaan bisa membawanya pulang dan dibaca dirumah. 4. Promosi Promosi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam ilmu perpustakaan karena pelayanan jasa yang diberikan harus menghasilkan hasil yang maksimal. Apabila hasil yang diperoleh tidak dimanfaatkan oleh pengunjung maka akan sia-sia saja sehingga tujuan dari perpustakaan tidak tercapai. Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang membangun jaringan yang banyak dan mendapatkan kesempatan hadir di tengah-tengah masyarakat yang luas dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang banyak dan positif yang selalu di gandrungi media dan perbincangan dari mulut-ke mulut orang yang terkesima terhadap ruangan yang ada di Taman Bacaan Masyarakat dan itu menguntungkan bagi Taman Bacaan Masyarakat karena hadir di tengah masyarakat yang bisa disebut otabene atau marjinal. Untuk saat ini Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang melakukan promosi melalui mulut ke mulut, media sosial dan kegiatan – kegiatan yang bisa menarik masyarakat untuk datang ke Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang bahwa partisipasi relawan sangat berperan penting terhadap kegiatan di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang. Hal ini terbukti: (1) Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang kurang dimanfaatkan secara optimal terutama anak-anak.; (2) kendala relawan dalam kegiatan meningkatkan minat baca masyarakat di perpustakaan yaitu, kurangnya minat baca dari masyarakat itu sendiri, serta sarana dan pra sarana yang kurang lengkap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat terutama untuk siswa program Paket A, Paket B, dan Paket C; (3) Kurangnya minat pengunjung oleh faktor keterbatasan koleksi buku yang dimana koleksi bahan bacaannya kebanyakan untuk umum, sehingga koleksi yang ada masih kurang mambantu untuk pembelajaran. Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan yang diperoleh, maka diajukan beberapa saran bagi pustakawan (relawan) dan pimpinan Taman Baca Suka Maju Sejahtera Kota Padang dalam kegiatan peningkatan minat baca masyarakat di Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang sebagai berikut: (1) pengadaan koleksi bahan pustaka lebih memperhatikan bahan koleksi yang lebih banyak dibutuhkan oleh masyarakat; (2) perpustakaan harus lebih menyediakan sarana dan pra sarana yang memadai agar pemustaka merasa nyaman dan enjoy dalam memanfaatkan Taman Bacaan Masyarkat secara optimal; (3) mempromosikan Taman Bacaan Masyarakat baik melalui media massa maupun media sosial agar publik mengetahui adanya Taman Bacaan Suka Maju Sejahtera Kota Padang sehingga menimbulkan kepuasan bagi pemustaka serta melancarkan kegiatan perpustakaan tersebut; (4) pihak perpustakaan harus menyediakan atau mendatangkan tenaga pengajar (relawan) yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dari segala bidang agar dalam penunjang pendidikan yang dilakukan di perpustakaan berjalan secara maksimal;(5) perlunya sosialisasi akan pentingnya membaca bagi masyarakat