PEMBUATAN THERMOSTAT SEBAGAI ALAT PENGATUR SUHU DI RUANGAN PENYIMPANAN ARSIP (Studi Kasus: Pada Kantor Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat)
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
Archives are records of activities or sources of information recorded in various forms made by institutions, organizations or individuals in the context of carrying out activities. In order for the archives to be intact, a thermostat device is needed. A thermostat is a device that can disconnect and connect an electric current when changing the temperature in an environment that matches the specified temperature setting. To install the thermostat device into the archive storage room, it takes 6 (six) frame making thermostats, namely: a) Air Conditioning, (b) Plugs, (c) Incandescent Lamps, (d) Switches, (e) Thermometers and (f ) Digital Thermsostat. work by itself. Thermostats are very suitable for use in archives that cannot be stable. With a regulated temperature of 27 ° C, the condition of the archives is still very good and does not depend on favors or the presence of ticks in the allocation of books.
Keywords:
Thermostat
· Archive
· Temperature Gauge
Introduction
Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sah untuk suatu tindakan dan keputusan. Dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital. Mengingat jumlah arsip yang semakin banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan sebuah pemeliharaan dan perawatan arsip agar terjaga keutuhannya. Dalam sebuah instansi pemerintahan terdapat ruangan khusus arsip, salah satunya yaitu di kantor Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Kantor Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat mempunyai ruangan khusus untuk menyimpan arsip, di dalam ruangan arsip ini terdapat banyak berkas-berkas berupa dokumen, buku, piagam dan lain-lain. Kondisi ruangan arsip Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat sendiri bisa dikatakan belum terlalu kondusif, karena penyusunan rak buku yang kurang sedap dipandang mata serta fentilasi udara dan pencahayaan yang kurang cukup membuat ruangan ini menjadi pengap dan kurang terang. Banyaknya tumpukan kertas dan beberapa file arsip yang berada diluar lemari penyimpanan sudah berjamur, sehingga ruang penyimpanan arsip membutuhkan ruangan yang memadai, yang sesuai dengan standar penyimpanan ruangan arsip yaitu pada ruangan arsip sendiri membutuhkan suhu udara tidak lebih dari 27°C dan kelembaban tidak lebih dari 60%. Untuk mendapatkan suhu udara yang sesuai dengan standar penyimpanan ruangan arsip, maka dibuatlah sebuah alat inovasi yang dapat mengatur suhu udara yang kita inginkan, dengan tujuan agar arsip-arsip yang berada di dalam ruangan tersebut dapat terjaga keutuhannya dan tidak cepat rusak. Alat yang dimaksud disini adalah thermostat. Thermostat adalah suatu perangkat yang dapat memutuskan dan menyambungkan arus listrik pada saat mendeteksi perubahan suhu di lingkungan sekitarnya sesuai dengan pengaturan suhu yang ditentukan. Pemutusan arus tersebut terjadi secara otomatis dan sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Thermostat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah yaitu sebuah inovasi yang akan diterapkan pada ruangan penyimpanan arsip. Dimana apabila suhu udara diruangan penyimpanan arsip sudah mencapai suhu yang ditentukan, maka secara otomatis alat ini akan berfungsi dengan sendirinya. Fungsi alat invosi ini adalah untuk menjaga keutuhan arsip agar terhindar dari kerusakan.
Method
Penelitian ini dilakukan di Kantor Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskriptif, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala dan fenomena. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, diperoleh dari buku, jurnal, skripsi yang berkaitan dengan arsip dan thermostat.
Discussion
Keberadaan arsip di kantor Komnas HAM Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat sangat berperan sebagai bukti yang akurat dari suatu kegiatan. Pada dasarnya keberadaan arsip tersebut sangat bergantung pada tempat penyimpanan arsip. Sebuah ketersediaan informasi yang terdapat pada arsip tidak akan berjalan dengan baik tanpa tersedianya tempat penyimpanan arsip dengan tata ruang dan fasilitas fisik yang mendukung. Selain itu juga dari pengaturan suhu serta cahaya di ruangan. Menurut Arsip Nasional Republik Indonesia, standar untuk menjaga suhu udara di ruangan arsip tidak lebih dari 27°C dan kelembaban tidak lebih dari 60%. Keberadaan suhu yang tidak stabil disuatu ruangan, menyebabkan arsip dan kertas-kertas banyak yang menguning dan berjamur. Untuk mencegah akan hal itu terjadi, maka dibuatlah alat inovasi yaitu thermsostat. Thermostat merupakan sebuah alat inovasi yang akan merubah suhu di ruangan arsip dari yang tidak stabil menjadi stabil, dimana suhu tersebut diatur sendiri oleh pembuatnya. Dengan menggunakan alat ini maka aliran listrik akan otomatis terputus sendiri apabila sudah mencapai suhu yang di inginkan maka lampu akan mati sendiri dan apabila suhu mulai turun maka lampu akan menyala kembali. Prinsip kerja alat ini adalah tergantung bagaimana kita memonitor suhu yang sudah terpasang secara otomatis termometer di dalam thermostat ini pada saat lampu pemanas mati atau hidup. Dengan dipasangnya alat ini pada ruangan arsip, maka kita dapat mengatur suhu udara yang sesuai dengan standar penyimpanan ruangan arsip yaitu 27ºC, karena di ruangan arsip sendiri suhu udaranya tidak stabil sehingga diperlukan lah alat ini untuk menjaga keutuhan arsip. Terdapat unsur-unsur untuk pembuatan alat thermostat yaitu : a) Air Conditioner (Penyejuk Udara), (b) Stop Kontak, (c) Lampu Pijar, (d) Sakelar (e) Termometer dan (f) Thermostat Digital. Thermsostat dapat diterapkan dengan 3 (tiga) komponen yaitu : 1) Suhu udara panas, 2) Penghangat portabel serta, 3) Menggunakan lampu.
Conclusion
Thermostat sangat cocok digunakan pada ruangan arsip yang suhu udaranya terkadang tidak stabil. Dengan pengaturan suhu yang telah diatur yaitu 27°C terlihat kondisi arsip yang masih sangat baik dan tidak mengalami penjamuran atau terdapatnya kutu pada pinggiran buku. Adapun unsur-unsur yang diperlukan dalam pembuatan alat thermsotat yaitu : a) Air Conditioner (Penyejuk Udara), (b) Stop Kontak, (c) Lampu Pijar, (d) Sakelar, (e) Termometer, (f) Thermostat Digital.