Kembali
16
1
2021 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 10 · 2 ISSN 2302-3511

Representasi Taman Literasi Bidang Perbankan Berbasis Corporate Social Responsibility

Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret

Abstract

The library is a place for learning resources, in the millennial era it should provide a public space for learning. Universitas Sebelas Maret, Surakarta has a Literacy Park (LP) as a public space, the result of the collaboration between UNS and BNI through Corporate Social Responsibility (CSR) of BNI-Berbagi Program. The purpose of this study aims to determine the representation of TL in the banking sector based on CSR. The research method used is an exploratory qualitative method. Collecting data by observation, interviews, Focus Group Discussion and documentation. TL representation is the fulfillment of information literacy needs, students can get the latest information in the banking sector and have a comfortable place to study, and free from rules.
Keywords: Banking Literacy · Corporate Social Responsibility (CSR) · Library · and UNS-BNI Literacy Park

Introduction

Dampak pemanasan global dirasakan di seluruh penjuru dunia. Pembangunan area industri, pembangunan kawasan pemukiman penduduk, berakibat terkikisnya lahan hijau, sehingga tempat rindang, merupakan salah satu tempat yang sangat diinginkan oleh semua orang dari berbagai generasi, termasuk generasi milenial dan generasi Z. Generasi milinial (lahir tahun 1981-1996) dan generasi Z (lahir tahun 1997-2012), saat ini menjadi jumlah struktur penduduk yang mendominasi di Indonesia. Dengan prosentase 25,87 % dan 27,94 % (Badan Pusat Statistik, 2021). Bagi generasi milenial dan generasi Z, tempat belajar dengan fasiltas internet gratis; bebas dari aturan menjadi daya tarik tersendiri. Taman literasi sudah dikembangkan di perguruan tinggi, sebagai upaya agar pemustaka dapat memanfaatkan sebagai ruang baca serta pencarian referensi melalui internet dengan nyaman pengembangan inovasi teknologi informasi dan komunikasi. Perpustakaan merupakan tempat sumber belajar, seharusnya menyediakan area terbuka (public space) yang disenangi oleh generasi milenial untuk tempat belajar dan berdiskusi, serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Bentuk area terbuka di setiap perpustakaan perguruan tinggi beragam. Contoh area terbuka di perpustakaan yaitu wifi zone corner milik Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), merupakan ruang favorit pemustaka karena dapat diakses oleh siapapun tanpa syarat akademis ITS (Qomariyah & Rahmi, 2017). Pengembangan sarana prasarana perpustakaan, membutuhkan anggaran, akan tetapi tidak semuanya didanai oleh Universitas. Hal ini mendorong dilakukannya kerjasama dengan CSR. Perguruan tinggi menjadi lembaga strategis dalam pengembangan CSR. Perpustakaan sebagai salah satu unit di perguruan tinggi, merupakan tempat yang sering dikunjungi orang (Blair, 2009). Sedangkan perusahaan harus memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan lingkungan sosial di sekitarnya. Perasaan (mood) negatif seorang pelajar berasal dari tugas-tugas yang sedang ia kerjakan, sedangnya perasaan positif datang dari lingkungannya, khususnya pada lingkungan yang terbuka. Kondisi fisik lingkungan dapat mempengaruhi manusia, salah satunya mempengaruhi secara afektif (Buschman, 2005). Perpustakaan dapat digunakan sebagai target CSR dengan beberapa pertimbangan karena perpustakaan merupakan sarana pendidikan baik formal maupun non formal yang memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan intelektual bangsa, sehingga dengan membantu pengembangan perpustakaan maka suatu perusahaan telah membantu, upaya mencerdaskan bangsa; Perpustakaan merupakan public service area, perusahaan dapat melakukan promosi di lingkungan perpustakaan (Komariah, 2009). Selain itu, kondisi ekonomi global yang berkembang pesat dan pesatnya dinamis termasuk bidang perbankan, seperti fluktuasi nilai uang, teknologi perbankan dan sebagainya. Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, literasi perbankan sangat diperlukan oleh masyarakat. Taman literasi adalah sebuah istilah yang dihasilkan guna menyederhanakan istilah perpustakaan senyaman orang ketika berada disebuah taman yang dipenuhi bunga, orang-orang yang berada di perpustakaan penuh kebahagian, dan senyuman (Kalida, 2015). Taman dapat digunakan oleh masyarakat umum atau dengan kata lain sebagai ruang publik. Pengembangan ruang publik sangat penting dan berguna sebagai jembatan untuk menghubungkan negara dengan masyarakat sipil, dan juga merupakan ruang universal yang digunakan untuk berkumpulnya sekelompok orang untuk berdiskusi (Habermas, 2010; Kalida, 2015). Pemanfaatan taman sebagai tempat belajar, merupakan suatu kegiatan yang terbukti efektif dalam meningkatkan belajar siswa. Garden-Based Learning (GBL) atau pembelajaran berbasis taman terbukti efektif dalam literasi bidang sains, matematika dan lingkungan hidup (Blair, 2009). Literasi perbankan dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi jasa keuangan khususnya perbankan dan alat pembayaran, dengan harapan mereka memiliki pemahaman tentang manfaat, risiko dan biaya yang terkandung dari jasa keuangan dan alat pembayaran yang digunakan (Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia, 2017). Berdasarkan Survei Nasional dan inklusi keuangan tahun 2019, literasi keuangan di bidang perbankan mengalami peningkatan sejak 2016 sampai dengan 2019, dari 28,9 % naik menjadi 36, 2 % (Otoritas Jasa Keuangan, 2019). Literasi atau edukasi perbankan, bertujuan diantaranya untuk meningkatkan minat, kesadaran, pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap institusi perbankan maupun pembiayaan secara menyeluruh khususnya pemahaman perbankan dan pebiayaan serta layanan perbankan di era digital, selain itu edukasi perbankan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahuan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan maupun produk dan jasa perbankan, membangun minat serta meningkatkan keterampilan para mahasiswa dalam pengelolaan dan perencanaan keuangan melalui aspek kehati-hatian dalam bertransaksi, sedangkan tujuan lain edukasi perbankan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang anti money laundering dan informasi mengenai Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) (Bank Resona Perdania, 2017, 2018, 2019). Literasi perbankan dapat dilakukan diberbagai lokasi diseluruh daerah, hal ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bank Resona Perdania, bank ini telah melakukan kegiatan literasi perbankan secara rutin di berbagai tempat, seperti, sekolah, Taman Pendidikan Usia Dini (PAUD), poltekes, penggerak PKK, Masjid, pondok pesantren, serta di bererapa universitas (Bank Resona Perdania, n.d.). Komitmet BNI dalam memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan berdasarkan misi dalam rangka memenuhi misi CSR, BNI mengikuti prosedur baku untuk menilai dan mengembangkan program CSR. Adapun tujuan CSR BNI yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan, membantu penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan transparan, melakukan kegiatan yang berguna bagi masyarakat khususnya di lokasi- lokasi dimana BNI berada, membangun citra positif di mata masyarakat dan mendapatkan dukungan masyarakat dalam mencapai tujuan BNI, meningkatkan kepercayaan terhadap brand BNI dengan meningkatkan reputasi, serta meningkatkan kesadaran publik akan keberadaan BNI melalui kegiatan social (PT. Bank Negara Indonesia (Persero), 2021). Manfaat dari CSR bagi instansi yaitu menghemat anggaran, meningkatkan kesan baik komunitas terhadap perusahaan, menciptakan preferensi konsumen terhadap merek produk perusahaan, pelaksanaan CSR dalam bentuk sarana untuk kepentingan umum dapat menimbulkan citra prositif dari pemerintah selaku pembuat peraturan, meningkatkan kepuasan karyawan (Kotler & Lee, 2005). Pelaksanaan CSR pada suatu perusahaan dapat dilakukan dalam 3 bentuk program yaitu community relations, community service, dan community empowering, dan implementasi Community Service dapat diwujudkan dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan/ olah raga/ tempat ibadah, bedah rumah, beasiswa, maupun untuk pemeriksaan Kesehatan (Indah, Atmadja, & Herawati, 2015). Taman literasi digital dikembangkan di pusat kota, sebagai upaya untuk mengenalkan dan melatih masyarakat menggunakan internet. Keberadaan perguruan tinggi di pusat kota dapat diikut sertakan sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi informasi, komunikasi dan lebih ditekankan pada aspek penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, seperti pengembangan tower internet dan pembangunan jaringan wifi (Qomariyah & Rahmi, 2017). Ruang terbuka diperlukan manusia untuk melakukan kegiatan bersosialisasi (Shaftoe, 2008). Seyogyanya ruang terbuka dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat sosialisasi misalnya untuk berkumpul; kesehatan misalnya untuk memperoleh udara segar; kesejahteraan misalnya untuk tempat belajar (Anggiani & Rohmat, 2020). Ruang belajar yang bersifat fleksibel dengan kebutuhan pengguna akan mendukung penggunanya dalam membangun pengetahuan tanpa ada paksaan. Tempat atau ruang membaca yang cenderung menjadi pilihan bagi para mahasiswa (Tampubolon, Angela Christysonia; Nisa, Farasa; Kusuma, 2017). Peran perpustakaan dalam program CSR di Telkom University dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, yaitu pemberian bantuan buku untuk TBM, kegiatan tahunan/ annual event dengan melibatkan masyarakat sekitar kampus, mengundang siswa TK untuk memperkenalkan perpustakaan dan mendengarkan story telling, menerima kunjungan formal dari berbagai universitas dan sekolah (Komariah, Yusup, & Saepudin, 2019). Perpustakaan UNS memiliki taman literasi yang terselenggara melalui program CSR dengan PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. KC Surakarta c.q. KCP Kampus UNS Surakarta. Melalui program ini, diharapkan taman literasi ini nantinya dapat dikembangkan literasi perbankan. Taman literasi UNS saat ini belum optimal, sehingga perlu dilengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi pengembangan taman literasi bidang perbankan berbasis CSR.

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Pemilihan informan dengan purposif sampling yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan penelitian (John W. Creswell, 2018). Data primer diperoleh dari informan yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Vokasi, dan dari Program Studi Ekonomi dan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS. Pengambilan data dengan observasi, wawancara mendalam Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda, serta triangulasi metode melalui metode yang berbeda, misalnya wawancara dengan observasi atau FGD (Krueger & Casey, 2000). Analisis data dengan model analisis interaktif yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Bernard, Wutich, & Ryan, 2010; Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, 2014).

Result & Discussion

A. Corporate Social Responsibility (CSR) BNI Berbagi Pesatnya perkembangan perekonomian berakibat banyak perusahaan yang melakukan CSR, salah satunya yaitu Bank BNI. CSR program BNI berbagi dapat disalurkan dalam berbagai bantuan diantaranya yaitu bencana alam, pendidikan dan/atau pelatihan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan/atau prasarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam, sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan, serta pendidikan, pelatihan, pemagangan, pemasaran, promosi, dan bentuk bantuan lain yang terkait. BNI bekerjasama dengan Perpustakaan UNS melaksanakan Program BNI berbagi melalui pembangunan Taman Literasi UNS. CSR Program BNI Berbagi bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara UNS dengan BNI tiap tahun. Program ini juga sebagai sumbangsih BNI untuk negeri dalam menyediakan layanan literasi untuk UNS. Taman Literasi UNS-BNI diresmikan pada tanggal 11 Desember 2019 oleh Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta. Taman ini berlokasi di sebelas barat gedung Perpustakaan UNS. Taman Literasi ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan layanan kepala pengguna perpustakaan dalam hal ini sivitas akademika UNS baik untuk mengakses buku-buku elektronik, dan jurnal elektronik dengan kondisi yang nyaman, sejuk, free wifi sehingga mempermudah mahasiswa mengakses layanan internet. Realisasi pembangunan Taman Literasi UNS berupa: 4 buah gazebo, 1 buah gazebo berbentuk joglo untuk aula, dilengkapi dengan area parkir. B. Taman Literasi UNS-BNI Bidang Perbankan Berbasis CSR Literasi finansial bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan secara umum di masyarakat yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan sampai dengan tahun 2030. Sedangkan sasaran gerakan literasi finansial salah satunya yaitu meningkat jumlah fasilitas publik yang terkait dengan literasi finansial di masyarakat, seperti perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) yang memiliki sumber referensi literasi finansial (Tim GLN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017). Literasi finansial berkaitan erat dengan literasi perbankan, sehingga perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dapat dijadikan sasaran untuk gerakan literasi perbankan. Perpustakaan UNS memiliki sebuah taman literasi yang merupakan hasil kerjasama CSR Bank BNI dengan UNS. Sejak dibangun, Taman ini dimanfaatkan untuk ruang baca, belajar, diskusi, bersantai di area terbuka dengan fasilitas gazebo dan jaringan internet/ wifi gratis. Taman Literasi UNS- BNI perlu dikembangkan lebih lanjut, agar memiliki manfaat dan daya tarik lebih untuk sivitas UNS. Pengembangan Taman Literasi UNS- BNI dapat dikembangkan dibidang perbankan, sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan antara bank dengan UNS. Perpustakaan UNS terus menerus mengupayakan pengembangan layanan dan sarana prasarananya. Saat ini, layanan Perpustakaan UNS terdiri dari klinik pustaka ilmiah yang berada di lantai 1, SNI Corner di lantai 5, Taiwan Corner di lantai 4, BI Corner di lantai 1, koleksi Jawa, naskah kuno, buku-buku Belanda, buku-buku Jepang di lantai 3 dan cafe pustaka di basement. Layanan lainnya yang dikembangkan di perpustakaan UNS yaitu pembangunan taman literasi. Menurut Burhanudin Harahap, selaku Kepala Perpustakaan UNS, Taman literasi diwujudkan dalam bentuk taman kreatif, inovatif yang dapat digunakan oleh sivitas akademika UNS sebagai tempat belajar, berdiskusi yang nyaman dan santai. Konsep taman literasi perpustakaan yang diusulkan ke BNI, berupa gazebo dan limasan sebanyak 5 buah gazebo kecil dan 1 buah gazebo berbentuk joglo ukuran besar. Pembangunan taman literasi UNS ini dimulai pada Selasa, 17 September 2019. Taman Literasi UNS-BNI yang terletak di lokasi terbuka dan di area strategis, menjadikan taman ini sebagai tempat pilihan bagi mahasiswa diantara beberapa tempat yang sudah tersedia di setiap fakultas. Taman ini dapat diakses oleh siapapun. Didukung dengan kegiatan promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan UNS, sehingga taman ini mudah diketahui keberadaanya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari VN, mahasiswa Sekolah Vokasi UNS, Program Studi Manajemen Pemasaran. “Saya mengetahui Taman Literasi UNS-BNI dari IG Perpustakaan UNS, web serta saat joging.” Hal ini dikuatkan dengan pendapat NM, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS, Program studi pendidikan Akutansi yang sering erkunjung ke perpustakaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa lokasi Taman Literasi UNS, mudah diketahui dan dijangkau keberadaanya oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UNS. Taman tersebut menjadi tempat favorit untuk dikunjungi dan dimanfaatkan oleh mahasiswa. Aktivitas yang dilakukan di taman tersebut diantaranya yaitu untuk berdiskusi, membaca buku, mengerjakan tugas-tugas kuliah, browsing internet, bahkan ada yang sekedar ngobrol sambil menunggu jam kuliah ataupun jadwal konsultasi ke dosen pembimbing. Intensitas penggunaan Taman literasi UNS-BNI sangatlah bervariasi, hal ini sesuai pernyataan dari MZ mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Program Studi Akuntansi, menyatakan bahwa memanfaatkan Taman Literasi UNS, lebih dari 2 kali dalam seminggu. Tujuan memanfaatkan taman ini yaitu untuk mengerjakan tugas, mengisi waktu luang, belajar kelompok dan mengerjakan tugas akhir. Sementara menurut KJ, mahasiswa Sekolah Vokasi Program Studi Manajemen Pemasaran, diperoleh keterangan bahwa ia belum pernah memanfaatkan taman literasi UNS, dikarenakan disaat akan menggunakan taman tersebut, gazebo yang tersedia sudah penuh. Fasilitas yang tersedia di Taman Literasi UNS-BNI yaitu, 4 buah gazebo, jaringan listrik, free Wifi, 1 area aula pertemuan dan area parkir. Setiap harinya terdapat mahasiswa yang sedang beraktivitas di sana. Gazebo yang tersedia jumlahnya masih sangat terbatas, jika gazebo ini sudah penuh, ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan taman tersebut dengan duduk di motornya, ada pula yang pergi menuju area sekitar gazebo atau memilih meninggalkan Taman Literasi menuju tempat-tempat lainnya yang berada di area UNS. Keterbatasan jumlah gazebo di taman ini sesuai dengan hasil kuisioner dari YC, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program Studi Pendidikan Akuntansi, merasa gazebo tersedia masih kurang. Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak bias memanfaatkan taman ini karena sering penuh. Generasi milenial, tidak bisa lepas dari penggunaan laptop dan telepon seluler dalam belajar. Untuk mensuplai kebutuhan listrik mahasiswa dalam menggunakan laptop maupun telepon selulernya, taman ini dilengkapi dengan jaringan listrik yang tersambung di setiap gazebo. Fasilitas Wifi juga disediakan di Taman Literasi UNS-BNI, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa untuk memanfaatkan taman ini. Aula pertemuan di Taman Literasi-UNS, sering digunakan untuk rapat pertemuan organisasi mahasiswa maupun kelompok belajar mahasiswa. Aula terletak di tengah-tengah taman ini, lantai dari keramik dan beratap joglo, dan areanya cukup luas dibandingkan dengan gazebo yang tersedia. Area parkir tersedia di Taman Literasi UNS, untuk memfasilitasi mahasiswa yang menggunakan kendaraan, baik roda dua mauapun roda 4. Area parkir terletak di depan taman ini, kendaraan yang di parkir akan dengan mudah diawasi langsung oleh pemiliknya. C. Karakteristik Pengguna Taman Literasi UNS-BNI Pengguna taman literasi UNS pada umumnya yaitu sivitas akademika UNS. Dalam rangka pengembangan Taman Literasi UNS ini, pengguna taman ini diprioritaskan untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, baik program Sarjana maupun Sekolah Vokasi, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program studi pendidikan akuntansi dan pendidikan ekonomi. Mahasiswa yang memanfaatkan taman literasi UNS, dari berbagai angkatan, akan tetapi yang sering memanfaatkan taman ini yaitu mahasiswa tangkat akhir. Namun, sivitas akademika UNS dapat memanfaatkan dan mengakses taman literasi UNS-BNI. D. Upaya Pengembangan Taman Literasi UNS-BNI Pengembangan Taman Literasi UNS- BNI bidang perbankan diupayakan dengan menyediakan koleksi cetak maupun elektronik, website, informasi bindang perbankan. Saat ini koleksi cetak bidang perbankan tersedia di Perpustakaan UNS saja, sedangkan di taman literasi, belum tersedia. Koleksi elektronik dapat diakses di website Perpustakaan UNS, tersedia ejournal (https://library.uns.ac.id/e-journal/) maupun ebook (https://library.uns.ac.id/e-book/), telah dilanggan oleh UPT Perpustakaan, namun link ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa sehingga perlu dilakukan promosi dan sosialisasi yang lebih masif. Pengembangan taman Literasi UNS, dapat diisi dengan kegiatan sosialisasi tentang pemanfaatan koleksi ejournal dan ebook tersebut. Upaya pengembangan Taman Literasi dilakukan juga dengan meningkatkan sarana prasarana di taman tersebut, seperti penyediaan meja portable di setiap gazebo, lampu penerangan dan area parkir. Meja portable disediakan di setiap gazebo, mengingat pengguna taman literasi memerlukan meja untuk menulis dan membutuhkan meja untuk meletakkan laptop sehingga nyaman untuk digunakan. Saat malam hari perlu ditambah lampu penerangan, lampu yang tersedia masih sangat terbatas, dengan adanya penambahan lampu menjadikan penerangan di malam hari akan lebih terang dan nyaman untuk belajar maupun diskusi. Area parkir di Taman Literasi UNS, perlu juga mendapat perhatian yaitu dengan menambahkan atap, sehingga di musim penghujan, kendaraan yang di parkir tidak kehujanan. Pengembangan Taman Literasi ini juga dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan bidang perbankan. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari DN, mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS, salah satu mahasiswa yang aktif memanfaatkan Taman Literasi ini. Menurutnya upaya yang dapat dilakukan yaitu diadakannya kegiatan literasi perbankan terkait m-banking, informasi lowongan bidang perbankan, layanan keuangan digital, internet banking, layanan keuangan digital, bisnis kemitraan berbasis perbankan, jenis-jenis asuransi, jenis-jenis tabungan. Pendapat lain diungkapkan oleh SA, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Program Studi Akuntansi. Menurutnya, pengembangan Taman Literasi UNS perlu menyediakan ATM center, update informasi layanan bank dan penyelenggaraan berbagai acara/ event untuk pengembangan pengetahuan bidang perbankan, meningkatkan koleksi digital bidang perbankan dan sharing session dengan alumni yang sukses di bidang perbankan, sehingga dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan berbagai upaya dalam pengembangan Taman Literasi UNS, diantaranya yaitu penyelenggaraan kegiatan literasi dengan berbagai topik bidang perbankan. Selain itu, Taman ini perlu dilengkapi ATM center, memberikan update informasi layanan bank misalnya menyediakan informasi perbankan secara digital, pemasangan banner/ leaflet/ brosur bidang perbankan, diperlukan juga kegiatan sharing session dengan alumni yang sukses di bidang perbankan. E. Faktor pendukung dan penghambat 1. Faktor Pendukung Beberapa faktor pendukung keberadaan Taman Literasi UNS-BNI diantaranya yaitu: a. Lokasi Strategis Taman Literasi UNS berada di tengah-tengah kampus, di sebelah kiri gedung UPT Perpustakaan UNS, diantara jalan utama menuju berbagai fakultas di kampus UNS. Taman ini dapat terlihat jelas saat mahasiswa melintas di jalan kampus. Hal ini sesuai dengan pendapat LD, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, yang menyatakan bahwa mengetahui keberadaan taman ini dari “lihat dari jalan” saat melintas menuju fakultasnya. b. Area Terbuka Nyaman Untuk Belajar Taman Literasi UNS-BNI berada di area terbuka, dikelilingi pepohonan yang rindang, yang memberikan hawa sejuk dan segar. Hal ini sesuai dengan pendapat dari NM, mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UNS, Program Studi Ekonomi Pembangunan. Menurutnya Taman Literasi UNS, tempatnya asri, cozy (nyaman), dan bersih. Begitu juga menurut AD, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, menurutnya taman ini sejuk. Menurut pendapat responden tersebut, dapat disimpulkan bahwa Taman Literasi UNS merupakan tempat yang sejuk, asri, bersih, dan cozy. Taman ini, menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk belajar maupun mengerjakan tugas-tugas kuliah maupun tugas akhir mahasiswa. c. Wifi Gratis/ Free Wifi Di era digital seperti saat ini, internet menjadi kebutuhan pokok. Mahasiswa UNS yang mayoritas merupakan generasi milenial, membutuhkan internet dalam kesehariannya, khususnya dalam mendukung proses belajar. Dalam rangka mendukung proses belajar mahasiswa, Taman Literasi UNS dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis, dengan menggunakan Single Sign On (SSO). Hal ini sesuai dengan pernyataan dari EA, mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS, bahwa wifi tersedia gatis di Taman Literasi UNS. Tersedianya wifi ini, memudahkan mahasiswa mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan, seperti penelusuran e-book, e-journal, karya ilmiah, surat kabar online atapun informasi yang lainnya. d. Jaringan Listrik Mayoritas mahasiswa UNS, menggunakan laptop maupun smartphone saat ini. Dalam rangka memenuhi kebutuhan daya listrik saat menggunakan Taman Literasi UNS, maka di taman ini disediakan jaringan listrik. Ketersediaan jaringan listrik ini, memberikan keleluasaan mahasiswa untuk memperoleh sumber listrik untuk mengisi daya perangkat mereka. e. Bebas Aturan Taman Literasi UNS berada di tempat terbuka, tidak ada aturan yang mengikat, yang biasanya diterapkan di perpustakaan, misalnya larangan makan/minum/pakaian bebas, larangan menggunakan kaos oblong/sandal jepit. Di taman ini, mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan senyaman mungkin. Hal ini secara tidak langsung melatih mahasiswa untuk dapat lebih bertanggung jawab terhadap tugas kuliah maupun menjaga eksistensi fasilitas umum. 2. Faktor Penghambat a. Belum tersedia Link Website bidang perbankan Perpustakaan UNS belum menyediakan link website terkait informasi bidang perbankan. Hal ini menyebabkan minimnya kesempatan mahasiwa untuk meningkatkan informasi perbankan. Hal ini sesuai dengan pendapat LP, mahasiswa Sekolah Vokasi, Program Studi Keuangan Perbankan, ia menyatakan perlunya menyediakan website bidang perbankan. b. Ramai Taman Literasi UNS, merupakan tempat umum, terletak di area terbuka, dan dapat dimanfaatkan secara bebas oleh seluruh mahasiswa, hal ini mengakibatkan suasana Taman menjadi ramai, bagi mahasiswa yang membutuhkan suasana tenang dalam belajar, mereka akan terganggu dengan kegaduhan yang terjadi di taman ini. Hal ini sesuai dengan pendapat VN, mahasiswa sekolah Vokasi UNS, Program Studi Manajemen Pemasaran, ia merasa kurang nyaman di taman ini, karena terletak dekat dengan jalamn, banyak orang berlalu lalang, sehingga kurang nyaman saat membaca. c. Wifi Kurang Lancar Fasilitas wifi yang tersedia di Taman Literasi UNS-BNI tidak stabil, sehingga menganggu jaringan internet. Hal ini sesuai pendapat EA, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS, ia menyatakan bahwa wifi taman ini, kurang lancar. Kurang lancarnya wifi ini, dikarenakan server jaringan internet di seluruh lingkungan UNS dikelola menjadi satu oleh Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komputer UNS, sementara internet ini diakses seluruh sivitas UNS. Sehingga jika pengguna internet melebihi batas kapasitas, maka akan terganggu koneksinya. d. Terbatasnya Jumlah dan Desain Gazebo Gazebo yang tersedia di Taman Literasi UNS-BNI masih sangat terbatas. Gazebo 4 buah, untuk memfasilitasi ribuan mahasiswa yang ada di UNS, tentu tidak mencukupi. Banyak mahasiswa yang ingin memanfaatkan gazebo, akan tetapi mereka sering tidak mendapatkan kesempatan tersebut, karena sudah terisi oleh mahasiswa lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat dari KJ, menurutnya gazebo masih sedikit sehingga harus antri dengan lainnya. Setiap kali hendak mamanfaatkan gazebo di taman ini, selalu penuh. Desain gazebo yang terbuka menyebabkan mahasiswa terganggu saat musim hujan, karena air masuk ke gazebo. Hal ini sesuai dengan pendapat dari KH, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen menurutnya di Aula Taman Literasi UNS-BNI, jika musim hujan, air masuk ke dalam gazebo. e. Belum Ada Petugas Khusus dan Contact Person Petugas yang bertanggunggung jawab di Taman Literasi UNS-BNI belum ada, hal ini mengakibatkan pemustaka mengalami kesulitan untuk menghubungi petugas apabila memerlukan bantuan. Petugas kebersihan di taman ini, dibawah pengelolaan petugas kebersihan Universitas sehingga pantauan terhadap kebersihan taman ini, masih kurang. Hal ini sesuai dengan pendapat SU, mahasiswa Sekolah Vokasi, Program studi Perpajakan, menurutnya, lantai di Taman Literasi kotor, terkadang sampah, beberapa hari menumpuk/ tidak diambil oleh petugas kebersihan. Laporan pengaduan selama memanfaatkan Taman Literasi UNS-BNI, belum tersedia. Hal ini menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam menyampaikan keluhan saat memanfaatkan taman ini. Kondisi tersebut menjadikan mahasiswa menerima situasi dan fasilitas yang tersedia, tidak bisa menyampaikan keinginan untuk perbaikan pengembangan taman ini. F. Representasi Taman Literasi UNS Bidang Perbankan berbasis Corporate Social Responsibility Taman literasi tereselenggara atas kerjasama UNS dengan CSR Program BNI Berbagi. Taman ini dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas kelompok/ tugas akhir, dan mengisi waktu luang. Optimalisasi pemanfaatan taman ini, dilakukan dengan mengembangkannya menjadi taman literasi bindang perbankan sesuai dengan CSR pengembangnya, yaitu dengan menyelenggarakan berbagai event bidang perbankan, penyelenggaraan kegiatan literasi perbankan, menyediakan ATM center, update informasi layanan bank, meningatkan koleksi digital bidang perbankan, dan sharing shassion dengan alumni, sehingga representasi taman literasi ini kebutuhan literasi informasi tercukupi, mahasiswa dapat memperoleh informasi yang update bidang perbankan dan memiliki tempat belajar yang sejuk nyaman, dan bebas dari aturan. Secara tidak langsung, memperoleh sarana untuk mengembangkan tanggung jawab pribadi dalam menyelesaikan tugas kuliah dan menjaga fasilitas umum.

Conclusion

Perpustakaan UNS memiliki sebuah taman literasi yang merupakan hasil kerjasama CSR Bank BNI dengan UNS. Sejak dibangun, Taman ini dimanfaatkan untuk ruang baca, belajar, diskusi, bersantai di area terbuka dengan fasilitas gazebo dan jaringan internet/wifi gratis. Karakteristik pengguna Taman Literasi UNS-BNI meliputi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program studi pendidikan akuntansi dan ekonomi. Pengembangan Taman Literasi UNS-BNI bidang perbankan meliputi menyediakan informasi berupa link website perbankan, menambah koleksi buku-buku tercetak, meningkatkan sosialisasi pemanfaatan eresources bidang perbankan, menyelenggarakan berbagai event terkait bidang perbankan, meningkatkan sarana dan prasarana taman literasi, sehingga akan lebih banyak mahasiswa yang bisa menggunakan taman tersebut, dan semakin nyaman memanfaatkannya. Representasi Taman Literasi UNS yaitu mahasiswa merasa tercukupi kebutuhan literasi informasi dan memperoleh informasi yang update bidang perbankan. Mahasiswa memperoleh tempat belajar yang sejuk nyaman, dan bebas dari aturan. Secara tidak langsung, memperoleh sarana untuk mengembangkan tanggung jawab pribadi dalam menyelesaikan tugas kuliah dan menjaga fasilitas umum dengan dikembangkannya Taman Literasi UNS-BNI.