Model Transformasi Informasi Artikel Minangkabau sebagai Preservasi Pengetahuan tentang Budaya Lokal
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
Newspaper articles are intellectual works of individuals that need to be respected as a form of information which can provide valuable knowledge to the reading community about various aspects of life. This source of information is frequently used as a primary reference to support various community activities such as developing knowledge and general insight. So far, there is no system of information available for continuous documentation for articles containing Minangkabau in printed newspapers. The writing of this paper aimed to explain the transformation model of Minangkabau articles in printed newspapers become information that can be accessed digitally. The research method used was research and design. Determination of the sample was using purposive sampling technique with specific criteria. The conditions is sample contains information that can be used all the time and comprehensively discuss one aspect of the lives of Minangkabau community. The study was conducted on 127 articles containing Minangkabau found in four newspapers which is spread in West Sumatra particularly Singgalang, Padang Ekspres, Posmetro, and Haluan through the use of the concept of information transformation and preservation of knowledge. The results of the study showed that the information transformation model of Minangkabau articles begins with article selection, article documentation in the form of clipping, indexation, context diagram formation and User Interface configuration as a design for digital documentation.
Keywords:
information transformation
· local knowledge
· newspaper
· Minangkabau
Introduction
Pencampuran budaya yang terjadi di era globalisasi yang secara tidak langsung memungkinkan terkikisnya nilai-nilai budaya lokal, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan tradisional. Oleh karena itu, hasil pemikiran otentik seseorang terkait budaya tertentu sangat perlu dilestarikan dalam upaya mempertahankan eksistensi khazanah budaya lokal tersebut. Salah satu media yang dapat mempertahankan eksistensi pengetahuan tradisional adalah surat kabar. Surat kabar merupakan media komunikasi yang dianggap cukup efektif untuk mentransfer pengetahuan dari seorang informan kepada pembaca. Sejalan dengan itu, tulisan-tulisan di surat kabar merupakan hasil pemikiran individu yang perlu dihargai sebagai bentuk informasi atau pernyataan awal yang dapat membuka pikiran dan wawasan pembaca. Artikel inikemudian dapat digunakan sebagai referensi awal untuk mengetahui perkembangan informasi terkini tentang berbagai aspek kehidupan mulai dari sosial, budaya, politik, hukum, ekonomi, dan lain sebagainya. Sunarti (2013: 12) mengemukakan bahwa surat kabar dan magazines adalah beberapa contoh sumber tertulis yang merupakan harta karun kekayaan budaya dan "khazanah" pengetahuan yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya agar dapat mengekstrak informasi yang tersimpan di dalamnya. Artikel atau berita di surat kabar biasanya tidak dibaca secara keseluruhan. Pembaca cenderung mengarahkan perhatian dan pandangan mereka dikolom berita. Penelitian Wilbur Schramm dan David Manning (dalam Rivers 2003: 303) menunjukkan bahwa usia, pendidikan, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi pilihan membaca. Secara umum, pembaca muda lebih menyukai artikel hiburan, sedangkan pembaca lebih menyukai berita yang berisi informasi terbaru dan masalah umum. Selanjutnya, pembaca dewasa fokus pada berita dibandingkan dengan audiens muda yang lebih tertarik pada gambar atau foto. Orang yang berpendidikan cenderung mencari pengetahuan, sedangkan yang lainnya lebih suka artikel hiburan. Surat kabar cetak umumnya memiliki frekuensi harian dan berisi banyak artikel tentang berbagai aspek kehidupan. Karakter di atas meningkatkan peluang untuk kehilangan banyak informasi bagi pencari informasi yang mungkin diperlukan di masa depan. Khusus untuk informasi Minangkabau dalam artikel surat kabar, dokumentasi secara sistematis belum ditemukan untuk memudahkan pencari informasi untuk menemukan topik secara cepat. Berbagai informasi tentang Minangkabau hanya dapat dibaca dalam waktu yang terbatas, tepatnya pada saat surat kabar itu diterbitkan. Untuk pelacakan informasi pada edisi-edisi sebelumnya, pencari informasi menghadapi kesulitan besar dan rumit. Minangkabau sendiri mengacu pada entitas budaya yang secara geografis menempati wilayah Sumatera Barat, dengan penggunaan bahasa Minang, menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan memiliki identitas agama Islam. Dokumentasi karya-karya lokal fokus lebih pada aspek material yang diukur secara fisik, seperti yang diakui di pusat dokumentasi dan museum Minangkabau. Untuk karya intelektual, hanya sebatas pada bentuk buku-buku, konten Minangkabau yang ditemukan di perpustakaan atau di pusat informasi lainnya. Penelitian-penelitian sebelumnya terkait topik ini hanya berupa rekomendasi pelestarian khazanah kearifan lokal. Saputra (2006) menyatakan bahwa dokumen yang mencakup informasi tentang kearifan lokal tidak hanya disimpan dalam buku-buku yang diproduksi penerbit, tetapi juga disimpan sebagai repositori berbagai lembaga seperti lembaga arsip, museum, lembaga penelitian, perguruan tinggi, bahkan lembaga swadaya masyarakat sebagai koleksi pribadi yang mungkin tidak seluruhnya tercakup dalam daftar pustaka. Berdasarkan uraian di atas, tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) mengidentifikasi topik-topik dalam artikel surat kabar Minangkabau dan 2) membuat model transformasi informasi khususnya untuk artikel surat kabar yang berkaitan dengan Minangkabau sebagai pelestarian pengetahuan lokal. Hamalik (1993:72) menyatakan bahwa transformasi informasi adalah komponen proses dalam pengelolaan sistem informasi yang berfungsi mengolah data menjadi informasi, untuk menghasilkan produk informasi apa yang dibutuhkan bagi pengguna informasi. Pendapat yang lebih ringkas namun komprehensif ditawarkan oleh Marimin, Tanjung, dan Prabowo (2006: 2), bahwa transformasi adalah proses perubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa transformasi informasi adalah pengolahan data sebagai input yang diproses oleh sistem untuk menghasilkan output berupa produk informasi. Transformasi informasi dirancang untuk digunakan sebagai produk informasi Minangkabau sebagai bentuk kelanjutan pengetahuan lokal. Romhardt dalam Agrifoglio (2015: 17) menyatakan bahwa pelestarian pengetahuan terdiri dari tiga kegiatan, yaitu seleksi, penyimpanan, dan aktualisasi. Penelitian ini mengadopsi konsep transformasi informasi dan preservasi pengetahuan untuk menghasilkan model manajemen informasi yang berkaitan dengan Minangkabau. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan informasi tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat Minangkabau. Selain itu, research ini berkontribusi besar dalam menjaga dan melestarikan khazanah budaya lokal sebagai hasil pemikiran dalam bentuk karya intelektual untuk berbagai aspek peradaban Minangkabau
Method
Penelitian ini melakukan penelitian kualitatif yang secara operasional menerapkan prinsip-prinsip metode analisis dokumen beserta metode riset dan desain. Populasi penelitian ini adalah semua artikel yang berkaitan dengan Minangkabau yang diterbitkan di berbagai surat kabar cetak yang tersebar secara lokal dan nasional tanpa periode publikasi yang terbatas. Ekstraksi sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dimana penentuan sampel dilakukan dengan pertimbangan atau karakteristik tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Karakteristik yang ditentukan untuk penelitian ini adalah artikel yang berkaitan dengan Minangkabau dengan konten informasi yang dapat digunakan sepanjang waktu dan membahas secara komprehensif salah satu aspek kehidupan masyarakat Minangkabau. Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi keberadaan artikel pada surat kabar cetak sesuai kriteria yang ditetapkan tanpa dibatasi oleh judul surat kabar. Analisis data dilakukan dengan mengadopsi konsep information transformation dan preservation of knowledge untuk menghasilkan suatu model, yaitu: seleksi, penyimpanan, masukan, dan luaran.
Result & Discussion
Model transformasi dalam penelitian ini dimaknai sebagai perancangan alat akses pencarian ke sumber informasi yang direncanakan sebagai Database Minangkabau dengan cakupan yaitu seleksi artikel Minangkabau, indeksasi artikel Minangkabau, pembuatan diagram konteks, dan desain antarmuka pengguna. Seleksi Artikel Minangkabau Seleksi artikel surat kabar Minangkabau yang dilakukan pada empat surat kabar ditemukan dalam proses pengumpulan data yaitu Singgalang, Padang Ekspres, Haluan, dan Posmetro. Pada surat kabar tersebut, terdapat 127 artikel yang bermuatan Minangkabau, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan dalam penelitian tersebut. Sebagai bagian dari transformasi informasi dan untuk memudahkan proses pengumpulan informasi dalam artikel surat kabar, sekaligus dalam proses ini, kliping dibuat dari artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Kliping akan ditransfer ke media lain agar mudah diakses oleh pencari informasi melalui database yang akan dibuat dalam penelitian lanjut sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Sementara itu, dalam konsep pelestarian pengetahuan, proses ini merupakan langkah penting dalam melanggengkan pengetahuan tentang budaya lokal di mana informasi tersebut perlu diwariskan atau dipertahankan sebagai pendidikan untuk generasi sekarang dan mendatang. Indeksasi Setiap artikel surat kabar membahas satu topik yang berhubungan dengan salah satu aspek kehidupan masyarakat Minangkabau. Topik-topik tersebut dikelompokkan ke dalam subsubjek yang menggambarkan klasifikasi discussion dalam artikel yang digunakan untuk pengindeksan pada sistem yang akan dibuat. Indeksasi adalah proses pembuatan glosarium untuk memfasilitasi pelacakan informasi. Langkah-langkah kerja pembuatan indeks adalah dengan mengecualikan istilah-istilah penting yang berkaitan dengan pembahasan artikel. Selain istilah, isi artikel juga dijelaskan secara singkat dalam bentuk anotasi. Hal ini berguna untuk memudahkan dan mempercepat pencarian informasi, untuk mengetahui isi artikel yang disediakan dalam database, dan untuk mengidentifikasi artikel yang Anda cari. Pokok-pokok bahasan yang dibahas dalam artikel Minangkabau ini diklasifikasikan ke dalam delapan kategori, yaitu: adat Minangkabau, sejarah, tradisi, perempuan di Minangkabau, Islam di Minangkabau, bahasa dan sastra, kehidupan sosial, dan pariwisata di Sumatera Barat. Secara rinci, topik-topik tersebut dijelaskan sebagai berikut. Pertama, sub-subjek adat Minangkabau. Di dalamnya terdapat informasi tentang sistem kekerabatan, sistem pakaian adat masyarakat, ninik mamak, tanah ulayat, dan hukum adat. Isu yang paling banyak dibicarakan dalam adat Minangkabau dalam artikel tersebut adalah adanya ninik mamak (sosok sesepuh) di masyarakat Minangkabau sebagai pemimpin yang mengatur dan mengawasi semua aspek kehidupan baik dari segi agama maupun hukum. Selain itu, ada juga pembahasan mengenai pengasuhan bersama antara laki-laki dan perempuan dalam kekerabatan matrilineal. Pembahasan yang cukup ramai mengenai subtopik ini adalah mengenai pakaian adat di Minangkabau yang meliputi pakaian adat di beberapa daerah di Minangkabau, pakaian adat wanita, dan bagian-bagian yang terdapat dalam pakaian adat Minangkabau. Kedua, sub-subjek sejarah Minangkabau yang meliputi sejarah Minangkabau, rumah besar, nagari, dan warisan budaya. Topik warisan budaya adalah subjek yang banyak dibahas dalam sub-kategori ini. Dalam pembahasan ini, informasi tentang asal-usul nama 'Minangkabau' diperoleh melalui sejarah pertempuran antara Minangkabau dan Jawa. Selain itu, ada juga diskusi tentang warisan perkotaan karena banyak peninggalan budaya yang ditemukan di daerah Bukittinggi. Ketiga, sub-subjek tradisi yang meliputi tradisi tradisional, tradisi komunis, dan seni tradisional. Tradisi dalam konteks budaya berkembang sebagai perpaduan penerapan adat istiadat dengan pola pikir dan budaya yang berkembang di masyarakat. Tradisi dapat bertahan dan berkembang melalui warisan. Informasi yang diperoleh dari artikel ini termasuk tradisi marantau (merantau) sebagai tradisi yang dikenal sebagai ciri utama penduduk asli Minangkabau. Tradisi marantau dibagi menjadi tiga tujuan, antara lain untuk memperluas nagari (wilayah), berkeliling untuk memperkaya pengalaman, dan marantau Cino untuk mendominasi perdagangan. Ada juga pembahasan tentang tradisi malamang yang berawal dari perkembangan Islam di Minangkabau. Keempat, sub-subjek perempuan di Minangkabau. Pembahasan ini memiliki subtopik tersendiri karena adat Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk berdiskusi dan mengulas dari segi adat dankehidupan masyarakat perempuan Minangkabau. Artikel tentang topik ini termasuk membahas pola pikir perempuan Minangkabau yang ditelusuri melalui perilaku, bahasa dan sastra, juga nilai-nilai yang diadopsi dalam berbagai periode waktu (masa lalu, sekarang, dan masa depan). Artikel lainnya menguraikan implementasi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (tradisi didirikan di atas hukum Islam, dan hukum yang didirikan di atas Al-Qur'an) sebagai dilema bagi perempuan Minangkabau saat ini. Kelima, subsubjek Islam di Minangkabau juga dijadikan kelompok tersendiri dalam klasifikasi artikel dengan pertimbangan Minangkabau sangat dekat dengan Islam. Hampir setiap aspek dari Adat Minangkabau diciptakan dan dikembangkan berdasarkan kebijaksanaan Islam. Selain itu, artikel yang membahas topik ini juga cukup banyak. Di antara artikel-artikel itu, ada diskusi tentang ajaran Islam untuk orang Minangkabau yang tersirat dalam pepatah: syarak batilanjang, adat basisampiang (tradisi melengkapi agama Islam. Artinya, syarak atau Islam menetapkan aturan secara lengkap dan jelas, sedangkan adat (tradisi) dalam penerapannya disertai dengan kebijaksanaan. Selain itu, ada juga artikel tentang tiga ulama besar Minangkabau: Hadji Abdul Muhammad Karim Amrullah, Syekh Taher Jalaluddin, dan Syekh Daud Rasjidi. Topik-topik dalam artikel ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang sejarah perkembangan Islam di Minangkabau. Keenam, sub-mata pelajaran bahasa dan sastra Minangkabau. Artikel yang membahas bahasa umumnya berbicara tentang fenomena pergeseran makna suatu istilah Minangkabau dari masa lalu ke masa kini. Misalnya, ada dua artikel yang membahas term 'balimau' (menyucikan). Diskusi pertama mengkaji dalam hal berdasarkan ekspresi linguistik. Istilah ini mengacu pada pembersihan hati dan tubuh manusia untuk mempersiapkan diri untuk bulan puasa (Ramadhan). Artikel kedua membahas perubahan paradigma tentang balimau apa yang dulu dikelola di sungai, namun kini, pindah ke arena pariwisata dan rekreasi. Selain itu pembahasan tentang sastra, salah satunya mempelajari Kaba Cindua Mato yang sangat familiar di Minangkabau. Cindua Mato sebagai cerita rakyat mengungkapkan mitologi yang dimiliki oleh Minangkabau orang dan juga peran perempuan Minangkabau dalam kehidupan sosial budaya, dan untuk mempelajari sejarah Minangkabau. Ketujuh, subsubjek sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kegiatan sekelompok orang yang berinteraksi dalam suatu kelompok yang menggambarkan atau menciptakan norma-norma yang berkembang dalam masyarakat. Ada beberapa artikel yang memperdebatkan topik istilah Minangkabau yang merujukpada perilaku kelompok masyarakat tertentu. Misalnya, istilah 'adu kerbau' yang menggambarkan pernyataan anak-anak muda saat ini yang tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Hal ini harus diklarifikasi terlebih dahulu karena perilaku tersebut telah dipengaruhi oleh menonton di televisi atau media lainnya. Perkelahian Kerbau dalam konteks itu mengacu pada sejarah asal usul nama Minangkabau, di mana ada perkelahian antara kerbau yang lebih besar dan kerbau yang lebih kecil (atau anak-anak kerbau). Artikel lain menjelaskan mitos dan tabu yang ada sebagai norma di masyarakat. Sub-subjek terakhir atau kedelapan adalah pariwisata di Sumatera Barat yang menginformasikan berbagai objek wisata yang terdapat dalam artikel surat kabar. Klasifikasi artikel Minangkabau menjadi delapan sub-subjek dibuat berdasarkan informasi atau topik dalam artikel yang telah dikumpulkan dari berbagai surat kabar. Pilihan nama subjek sub diselesaikan berdasarkan pertimbangan informasi dalam topik yang berdekatan. Misalnya, dalam subsubjek tradisional Minangkabau, ada topik tentang pakaian adat, sistem kekerabatan, dan sebagainya. Pertimbangan lain didasarkan pada topik yang sering dibahas oleh masyarakat Minangkabau seperti adat istiadat, perempuan di Minangkabau, dan tempat wisata di Sumatera Barat. Hasil indexing menjadi bagian penting dalam sebuah pangkalan data sebagai titik akses untuk mencari informasi. Diagram Konteks Database Minangkabau Bagian ini menjelaskan arus masukan dan sistem luaran dalam bentuk diagram alir yang menunjukkan hubungan antara bagian-bagian yang terdapat dalam sistem. Dalam konsep transformasi informasi, hal ini berkaitan dengan proses luaran untuk sistem informasi. Aliran data dalam sistem Pangkalan Data Minangkabau dijelaskan dalam diagram konteks sebagai berikut. Gambar 1. Diagram Konteks Database Minangkabau Gambar 1 menjelaskan bahwa desain sistem yang dibuat adalah bentuk database yang secara umumnya terdiri dari dua peran. Peran pertama adalah admin sebagai orang yang menyediakan data; peran kedua adalah pengguna sebagai orang yang menggunakan data. Dalam penelitian ini, data yang direncanakan untuk masuk ke sistem hanya terbatas pada artikel dari koran cetak yang telah dikonversi menjadi data digital. Data lebih lanjut seperti buku dan pengetahuan adat merupakan data pelengkap yang ditargetkan untuk menjadi bagian yang dapat diakses di Database Minangkabau. Dalam diagram konteks, admin menyediakan data input (artikel surat kabar) ke dalam sistem pangkalan data. Alur luaran untuk admin adalah laporan statistik pengguna yang memanfaatkan sistem dan melaporkan penggunaan informasi dalam sistem database. Sementara itu, aliran input dari pengguna ke sistem diperoleh dalam bentuk data atau identitas pengguna yang unsur-unsurnya telah didefinisikan dalam sistem. Aliran output dari sistem ke pengguna berupa informasi dari artikel yang telah dipilih oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya. Secara lebih rinci, hubungan dan aliran data dalam sistem basis data dapat dibuat dalam bentuk diagram alir data dengan tingkatan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antar data yang terdapat dalam sistem pangkalan data. Desain Antarmuka Pengguna Komunikasi antarapenggunaa dan sistem sebenarnya dijelaskan dalam Desain Antarmuka Pengguna. Desain ini dibuat untuk menggambarkan apa yang dapat dilakukan pengguna dalam sistem pangkalan data. Menu utama desain antarmuka pengguna pada pangkalan data Minangkabau dijabarkan sebagai berikut. Gambar 2. Menu Utama Desain Antarmuka Pengguna Gambar 2 menunjukkan Desain Antarmuka Pengguna yang jelas yang menginformasikan untuk apa sistem informasi dirancang melalui gambar latar belakang 'Rumah Gadang' sebagai rumah adat Minangkabau. Melalui gambar tersebut, pengguna dapat memahami bahwa semua informasi yang diberikan pasti terkait dengan 'Rumah Gadang' dan aspek sekitarnya dalam arti luas. 'Rumah Gadang' telah lama dikenal sebagai gambaran suku Minangkabau yang melakukan sistem kekerabatan matrilineal dan memiliki aturan sistematis tentang berbagai aspek kehidupan. Desain antarmuka pengguna juga dilengkapi dengan judul sistem informasi: "Database Minangkabau." Untuk penggunaan interaktif, antarmuka menyediakan fitur akses informasi tentang halaman depan pangkalan data, pihak atau alamat yang dapat dihubungi untuk memudahkan pengguna dalam memperoleh informasi tentang database. Selain itu, ada juga fitur ‘register’ dan’ login’ bagi pengguna yang ingin mengakses dokumen dalam database. Fitur ini juga merupakan luaran untuk mendapatkan informasi tentang pengguna dan melaporkan penggunaan informasi dalam database. Fitur terpenting dalam desain ini adalah "search." Fitur ini merupakan aktivitas inti sekaligus tujuan desain pangkalan data. Dalam fitur ini, pengguna mampu mencari berbagai informasi tentang Minangkabau melalui fasilitas pencarian informasi yang sederhana dan canggih. Secara keseluruhan, desain antarmuka pengguna dibuat sederhana untuk memudahkan pengguna dalam menjelajahi pangkalan data. Desain ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan informasi yang dapat dimasukkan dalam sebuah pangkalan data.
Conclusion
Pengetahuan budaya lokal dapat dipertahankan melalui transformasi informasi yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Model yang dihasilkan dari penelitian ini disesuaikan dengan tren terbaru pemenuhan informasi yang berorientasi digital dan berbasis web. Model ini juga dapat dikembangkan untuk jenis sumber informasi lainnya, sehingga informasi yang terdapat dalam pangkalan data khususnya ‘Database Minangkabau’ dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai aspek Minangkabau peradaban. Secara lebih luas, model ini merupakan upaya mempertahankan dan mempertahankan karya-karya intelektual dan pengetahuan asli yang merupakan bagian integral dari kekayaan budaya Minangkabau.