Kembali
16
1
2023 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 12 · 1 ISSN 2302-3511

Pengaruh Perpustakaan Digital Dalam Meningkatkan Minat Membaca

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya; Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya; Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya; Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Abstract

The purpose of this article is to provide a deeper explanation of the benefits of digital libraries in increasing the reading interest of the millennial generation in the era of globalization. The method used is a literature study in order to find out about digital libraries and the reading interest of the Indonesian people by utilizing library material sources to obtain research data. The low interest in reading for the Indonesian people has a negative impact on society, especially the rapid development of information technology and digitalization that has a considerable influence on society, especially for the millennial generation. Therefore, the presence of this digital library is expected to be put to good use in increasing the reading interest of the millennial generation more effectively and efficiently because they can directly access the digital library quickly. In the future, it is hoped that the millennial generation can take advantage of this digital library to increase their interest in reading. In order to compete with other countries and give birth to the next generation of the nation who are smart, competent, and qualified.
Keywords: Influence · Reading Interest · Digital Library

Introduction

Ungkapan “buku adalah jendela dunia” merupakan kalimat yang cukup jelas untuk menggambarkan betapa pentingnya kebiasaan membaca untuk diterapkan pada kehidupan sehari – hari. Dengan membaca kita dapat memperoleh banyak informasi, memperluas wawasan, hingga mendapat pengalaman baru yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya di dunia nyata. Digitalisasi memiliki dua sisi mata pisau di satu sisi digitalisasi bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat misalnya masyarakat menjadi lebih mudah mencari informasi yang dibutuhkan. Namun, disisi lain dapat memberikan efek negatif yang ditimbulkan seperti banyak masyarakat yang mulai meninggalkan buku dan lebih memilih untuk bermain gadget, dengan terjadinya disrupsi digital ini pada akhirnya kebiasaan membaca menjadi berkurang. Membaca merupakan sebuah kegiatan untuk dapat menerapkan sejumlah keterampilan dalam mengolah teks suatu bacaan dalam rangka memahami apa isi dari bacaan tersebut. Namun, perlu kita ketahui bahwa tingkat literasi di Indonesia masih terbilang rendah, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and development (OECD) pada 2019 lalu menyatakan bahwa Indonesia berada di ranking ke 62 dari 70 negara, artinya bahwa Indonesia berada di urutan 10 terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Rendahnya literasi yang masih terjadi di Indonesia menjadi masalah serius yang harus kita hadapi bersama. Rendahnya minat baca di Indonesia menyebabkan kualitas serta mutu pendidikan cenderung mundur. Penelitian menyebutkan alasan mengapa minat membaca di Indonesia tergolong rendah adalah karena masih banyak masyarakat yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk menonton televisi, atau bermain dengan gadget, dibanding menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Apabila kondisi ini terus berlanjut maka tidak ada banyak harapan bagi SDM di Indonesia untuk dapat menghasilkan generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah solusi bagi generasi milenial agar literasi di Indonesia dapat ditingkatkan, salah satunya dengan menciptakan perpustakaan digital. Perpustakaan digital dapat menjadi sebuah inovasi baru di era globalisasi seperti sekarang. Pada zaman yang serba modern ini perpustakaan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada karena berkembangnya ilmu pengetahuan dengan perkembangan teknologi serasi dengan zaman dan pola pikir manusia. Terlebih lagi perpustakaan digital dapat kita akses kapan dan dimana saja tanpa ada batasan waktu. Saat ingin mencari suatu informasi pemustaka tidak perlu repot harus berkunjung ke perpustakaan secara langsung. Perpustakaan sendiri merupakan sebuah tempat untuk menyediakan berbagai macam sumber informasi yang dibangun untuk dapat dikelola dan dapat didistribusikan pengetahuannya lalu dikemas dalam bentuk informasi, yang akhirnya dapat disampaikan kepada masyarakat, tujuannya adalah melalui perpustakaan ini dapat menciptakan peradaban bangsa yang cerdas juga berkualitas. Menurut Munir (2009: 224) dalam konteks media pembelajaran, perpustakaan digital berfungsi untuk dapat menyediakan berbagai dokumen tekstual, audio, gambar, dan juga video. Penelitian ini dilakukan agar banyak masyarakat yang memanfaatkan gadget mereka ke ranah yang lebih positif dan menguntungkan bagi dirinya sendiri, tidak hanya dipakai untuk bermain sosial media saja tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca mereka khususnya generasi milenial dengan menggunakan perpustakaan digital. 1. Perpustakaan Digital Perpustakaan memiliki tiga prinsip pokok. Menurut Widiasa (2007) “Perpustakaan memiliki tugas pokok yaitu menghimpun bahan pustaka, seperti buku ataupun non buku, merawat serta memberikan layanan bahan pustaka.” Pertama, adalah mengumpulkan dan menghimpun informasi yang isinya sesuai dengan kegiatan serta misi dari organisasi dan masyarakat yang dilayani. Kedua, perpustakaan melestarikan, merawat, serta memelihara semua koleksi yang terdapat di perpustakaan, tujuannya agar koleksi yang ada di perpustakaan akan tetap terjaga, utuh serta layak untuk dipakai, baik karena pemakaian atau karena usianya. Ketiga, perpustakaan harus bisa menyediakan serta menyajikan berbagai informasi yang siap untuk digunakan serta diberdayakan untuk dipergunakan oleh penggunanya. Teknologi informasi saat ini menyebar hampir di berbagai bidang, tidak terkecuali pada perpustakaan, bagi masyarakat maju, pengetahuan merupakan hal penting bagi mereka. Akibatnya kita harus selalu selektif dengan semua jenis data serta informasi yang diproses, informasi harus selalu akurat dan relevan agar terhindar dari informasi yang tidak penting. Perpustakaan harus selalu bisa berintegrasi dengan perkembangan zaman yang saat ini menuju ke ranah digitalisasi. Perpustakaan yang semakin harinya semakin berkembang, tentu saja didukung dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat. Adanya tuntutan serta paradigma dari masyarakat membuat adanya perubahan pada perpustakaan, perpustakaan konvensional kini mulai dikembangkan dengan adanya perpustakaan digital, terlebih lagi tidak jarang masyarakat yang beranggapan bahwa perpustakaan digital dinilai lebih mudah untuk dapat diakses dan di jangkau. Adapun alasan mengapa perpustakaan konvensional perlu dikembangkan menjadi perpustakaan digital adalah, karena perpustakaan konvensional mempunyai keterbatasan dalam melakukan pelayanannya. Saat pengguna perpustakaan ingin mencari informasi yang mereka butuhkan, pengguna perpustakaan harus berkunjung ke perpustakaan untuk mengambil buku yang diperlukan, selain itu perpustakaan konvensional yang memiliki berbagai koleksi buku tentu saja memerlukan sebuah ruangan yang luas. Perpustakaan digital adalah layanan informasi yang dimana isinya tersedia kedalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, mulai dari fungsi akuisisi, pelestariannya, penyimpanan, pengambilan akses, dan tampilannya yang sudah menggunakan teknologi digital. (Chowdhury, 2004: 5-6). Oleh karena itu, dengan dikembangkannya perpustakaan digital tentu saja akan sangat memudahkan para pengguna perpustakaan. Aplikasi berbasis digital saat ini menjadi salah satu bagian dari sebuah integrasi, yang dimana nantinya integrasi ini akan menghasilkan sebuah sistem pendidikan dengan berbasis perpustakaan. Adapun keuntungan yang kita dapatkan dari adanya perubahan perpustakaan kovensional menjadi perpustakaan digital adalah sebagai berikut: a. Perpustakaan menyediakan koleksi perpustakaan dalam bentuk digital, hal tersebut memberikan sebuah kemudahan akses jarak jauh bagi pengguna perpustakaan. b. Adanya pemanfaatan teknologi digital memberikan kemudahan dalam mencari informasi karena pengguna perpustakaan dapat dengan mudah melakukan metode penelurusan bahan pustaka. c. Adanya jaringan global yang tersedia, pengguna perpustakaan dapat melakukan penelusuran informasi serta melakukan komunikasi jarak jauh untuk mendapatkan informasi. Perpustakaan menganggap bahwa digitalisasi ini menjadi sebuah solusi untuk dapat mengatasi ketertinggalan, karena perpustakaan digital dapat memudahkan untuk melakukan sebuah penelusuran. Pengembangan perpustakaan digital ini dapat membantu memudahkan pekerjaan yang berada di perpustakaan, melalui berbagai fungsi sistem otomatis yang dimana hal tersebut sangat memudahkan saat ingin mengelola perpustakaan dengan lebih efektif serta efisien. 2. Minat Baca Minat merupakan sebuah gambaran ketika kita menginginkan sesuatu, minat juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan melalui perasaan tanpa adanya keterpaksaan dalam diri kita, termasuk di dalam kegiatan membaca. Menurut Rahmat (2018:161) minat merupakan suatu keadaan seseorang saat menaruh perhatian pada suatu hal, disertai dengan rasa ingin tahu untuk mempelajari serta membuktikannya. Adapun Menurut Mansyur (2019: 3) minat baca merupakan kesadaran yang kita miliki untuk membaca, berawal dari dorongan pada diri masing – masing lalu adanya dukungan dari lingkungan. Minat baca juga dapat diartikan sebagai ketertarikan terhadap sebuah bacaan tertentu yang mereka pilih, dengan menaruh perhatian pada pembelajaraan diiringi dengan hasrat untuk dapat mengetahui, mempelajari serta dapat membuktikannya melalui aksi aktif yang mereka berikan. Sedangkan membaca Menurut Hartanto (2016:281) adalah sebuah keterampilan seseorang yang diperoleh saat dilahirkan, dapat dikembangkan, dipupuk, serta dibina melalui sebuah kegiatan belajar mengajar. Kegiatan membaca sudah sepatutnya menjadi sebuah kegiatan sehari – hari yang harus dilakukan agar dapat memperoleh suatu pengetahuan dan informasi. Kegiatan membaca sendiri merupaka kegiatan penting yang harus selalu dikembangkan sejak dini, agar dapat melahirkan bangsa Indonesia yang cerdas dan berkualitas. Minat baca adalah suatu perhatian yang kita berikan, disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga nantinya dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauan mereka sendiri atau adanya dorongan dari luar. Minat baca juga merupakan sebuah perasaan senang yang dimiliki terhadap bacaannya, karena mereka memiliki pemikiran bahwa dengan kegiatan membaca kita dapat memperoleh berbagai manfaat. (Yunita Ratnasari, 2011: 16). Dalam minat baca terdapat beberapa unsur yang ada, seperti unsur perhatian, kemauan, dorongan serta rasa senang yang di timbul dari diri kita untuk membaca, unsur perhatian dapat kita lihat dari bagaimana seorang individu memberikan perhatiannya terhadap membaca, memiliki kemampuan yang tinggi untuk membaca serta memiliki dorongan dan rasa senang yang timbul dari diri sendiri. Menurut Hurlock dalam Dalman (2013: 149). Minat dalam membaca dapat berkembang karena adanya hal – hal sebagai berikut : a. Minat yang tumbuh beriringan dengan perkembangan mental. Minat dapat berubah seiringan dengan adanya perubahan fisik juga mental yang dimana mereka mengalami perubahan juga, lambat laun jenis bacaan akan berubah seiring dengan adanya perkembangan level dan kematangan dalam diri. b. Minat bergantung pada bagaimana kesiapan kita untuk belajar. Kesempatan belajar yang tinggi dimulai dari lingkungan rumah karena lingkungan rumah merupakan tempat belajar paling awal dan utama untuk dapat belajar membaca dan kemudian dapat mempertahankannya menjadi sebuah kebiasaan. c. Minat baca dapat diperoleh dari adanya pengaruh budaya. Pengaruh budaya menjadi suatu hal yang memungkinkan dalam meningkatkan minat baca, dari pengaruh budaya yang ada akan membuat seseorang memiliki minat baca yang tinggi. d. Minat Baca Dipengaruhi Oleh Emosi, Jika sudah menemukan bahwa membaca memiliki manfaat yang tinggi, maka emosi yang akan dikeluarkan saat melihat bacaan adalah reaksi yang positif sehingga emosi yang keluar adalah emosi kesenangan jika melakukan aktivitas membaca.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian berbasis literatur merupakan bentuk penelitian yang menggunakan literatur sebagai obyek kajian (Sawarjuwono, T., & Kadir, A. P., 2004). Peneliti mempelajari literatur-literatur, tulisan-tulisan dan sumber-sumber yang mempunyai kaitan erat dengan permasalahan yang diteliti, yaitu Pengaruh Perpustakaan Digital dalam meningkatkan minat baca.

Result & Discussion

Perpustakaan atau library didefinisikan sebagai: tempat buku-buku yang diatur untuk dibaca dan dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan (The Oxford English Dictionary). Istilah perpustakaan juga diartikan sebagai: pusat media, pusat belajar, sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan (Mahmudin, 2006). Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan (Darmono 2001). Secara lebih umum, bahwa perpustakaan adalah suatu tempat yang di dalamnya terdapat kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik yang tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset. tape recorder, video, komputer, dan lain-lain (Yusuf, 2007). Tugas utama perpustakaan adalah mengumpulkan informasi, mengolah, menyajikan, dan melayani kebutuhan informasi bagi pemakai perpustakaan. jadi, perpustakaan berkewajiban mengelola informasi yang dibutuhkan pemakai. Informasi tersebut berupa koleksi berwujud benda tercetak (seperti buku dan majalah) atau juga terekam (seperi kaset, CD, film, dan sebagainya). Secara lebih rinci, Tugas pokok perpustakaan, yaitu (1) menghimpun bahan pustaka yang meliputi buku dan nonbuku sebagai sumber informasi, (2) mengolah dan merawat bahan pustaka, dan (3) memberikan layanan bahan pustaka.Secara umum, perpustakaan mengemban beberapa fungsi. Pertama, fungsi informasi, yaitu perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan cetak, terekam, maupun koleksi lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekolah. Kedua,fungsi pendidikan. Perpustakaan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menerapkan tujuan pendidikan. Ketiga, fungsi kebudayaan. Perpustakaan sebagai sarana peningkatan mutu kehidupa dan menumbuhkan budaya membaca. Keempat, fungsi rekreasi (Widiasa, 2007). Beberapa keunggulan perpustakaan digital diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun. Kedua, akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama. Ketiga, murah (cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku. Keempat, mencegah duplikasi dan plagiat. Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga tidak akan mudah untuh diplagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa mengeditnya. Kelima, publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet. Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memiliki kelemahan. Pertama, tidak semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan. Pastinya, pengarang akan berpikirpikir tentang royalti yang akan diterima bila karyanya didigitalkan. Kedua, masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apalagi, bila perpustakaan digital ini dikembangkan dalam perpustakaan di pedesaan. Ketiga, masih sedikit pustakawan yang belum mengerti tentang tata cara mendigitalkan koleksi perpustakaan. Itu artinya butuh sosialisasi dan penyuluhan tentang perpustakaan digital. Selain kekurang dan kelebihan di atas, Perpustakaan digital memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan lainnya. Pertama, perpustakaan digital tidak dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga pengguna dapat mengaksesnya kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Kedua, perpustakaan digital dapat menghemat ruang karena koleksi yang ada di dalamnya berbentuk digital. Ketiga, perpustakaan digital dapat memberikan akses ganda atau multiple access sehingga beberapa pengguna dapat mengakses koleksi yang sama secara bersamaan. Keempat, perpustakaan digital dapat menyimpan koleksi dalam berbagai bentuk multimedia seperti teks, gambar, audio, dan video. Kelima, biaya pengadaan dan pemeliharaan koleksi perpustakaan digital lebih murah dibandingkan dengan perpustakaan konvensional. Perpustakaan digital memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan minat baca. Berikut adalah beberapa pengaruh perpustakaan digital dalam meningkatkan minat baca: 1. Akses yang Mudah dan Cepat. Perpustakaan digital dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui internet. Pengguna tidak perlu datang ke perpustakaan fisik untuk meminjam buku atau membaca koleksi yang ada. Hal ini dapat meningkatkan minat baca karena pengguna dapat dengan mudah mengakses koleksi yang diinginkan. 2. Koleksi yang Beragam. Perpustakaan digital memiliki koleksi yang beragam dan lengkap. Koleksi yang ada tidak hanya berupa buku, tetapi juga dapat berupa artikel, jurnal, dan materi pembelajaran lainnya. Hal ini dapat meningkatkan minat baca karena pengguna dapat memilih koleksi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. 3. Tidak Terbatas oleh Waktu dan Ruang. Perpustakaan digital tidak terbatas oleh waktu dan ruang. Pengguna dapat mengakses koleksi kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Hal ini dapat meningkatkan minat baca karena pengguna dapat membaca koleksi kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas oleh waktu dan ruang. 4. Interaktif dan Menarik. Perpustakaan digital dapat menampilkan koleksi dalam bentuk multimedia seperti teks, gambar, audio, dan video. Hal ini dapat membuat pengguna lebih tertarik dan termotivasi untuk membaca dan mempelajari materi yang ada. 5. Hemat Biaya. Perpustakaan digital lebih hemat biaya dibandingkan dengan perpustakaan fisik. Biaya pengadaan dan pemeliharaan koleksi perpustakaan digital lebih murah dibandingkan dengan perpustakaan fisik. Hal ini dapat meningkatkan minat baca karena pengguna dapat mengakses koleksi dengan biaya yang lebih terjangkau.

Conclusion

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perbedaan ”perpustakaan biasa” dengan ”perpustakaan digital” terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi biasa terletak pada sebuah tempat yang menetap, yaitu perpustakaan. Keunggulan perpustakaan digital diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun. Kedua, akses yang mudah. Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku. Keempat, mencegah duplikasi dan plagiat. Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga tidak akan mudah untuh diplagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa mengeditnya. Perpustakaan digital juga memiliki Kelemahan. tidak semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan Pastinya, pengarang akan berpikirpikir tentang royalti yang akan diterima bila karyanya didigitalkan. Perpustakaan digital memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan minat baca. Berikut adalah beberapa pengaruh perpustakaan digital dalam meningkatkan minat baca yaitu, Akses yang Mudah dan Cepat, Koleksi yang Beragam, Tidak Terbatas oleh Waktu dan Ruang, Interaktif dan Menarik, dan hemat biaya.