KIAT MEMBERDAYAKAN FUNGSI PERPUSTAKAAN SDN 04 TANJUNG ALAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
The purpose of this study were to describe (1) the function of library in SDN 04 Tanjung Alai as a source of student learning, (2) the factors causing low visitor Library SDN 04 Tanjung Alai, and (3) tips empower function SDN 04 Tanjung Alai Library as a students learning resource. Data were collected through observation and interviews with principals, teachers and librarians in SDN 04 Tanjung Alai. Data was analyzed through descriptive method. Tips which were done such as (1) by providing additional duties outside the classroom, (2) students are encouraged to make Mading (bulletin board) and the story, taken as a reference at the Library of SDN 04 Tanjung Alai, (3) provide a synopsis as students’ assignment, and (4) show the interesting books to read.
Keywords:
school library
· reading
· student learning resources
· empowerment of the library
Introduction
Perpustakaan sekolah didirikan untuk mendukung visi dan misi sekolah tersebut dan berfungsi sebagai sarana penting dalam mendukung proses belajarmengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah sering diabaikan atau kurang diperhatikan, padahal perpustakaan merupakan sarana penting yang harus ada pada suatu sekolah. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan perpustakaanperpustakaan sekolah yang ada di lingkungan kita. Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai merupakan salah satu sarana yang disediakan sekolah sebagai sumber belajar siswa, tetapi hal itu belum terwujud dengan baik. Berdasarkan pengamatan awal, penyebab dari masalah tersebut adalah belum adanya pengelolaan terhadap Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai dan kurangnya perhatian sekolah itu sendiri terhadap perpustakaan sekolah tersebut, sehingga fungsi perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar siswa belum berjalan dengan baik. Lasa (2007:14-15), berpendapat bahwa perpustakaan sekolah merupakan bagian penting yang mendukung proses belajar mengajar. Keberadaan perpustakaan sekolah yang terkelola dengan baik dalam jangka panjang dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan minat baca tulis guru dan siswa, mengenalkan teknologi informasi,. Pendapat yang hampir sama disampaikan oleh Bafadal (2009:5) bahwa, penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah atau pun di luar sekolah. Agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah siswa. Menurut Sinaga (2005:25), perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat edukasi, berarti bahwa perpustakaan sekolah mesti berfungsi sebagai “guru” atau sebagai pusat sumber belajar yang menyajikan berbagai kebutuhan siswa dan pemakai perpustakaan sekolah lainnya. Kemudian, perpustakaan sekolah juga berfungsi sebagai pusat rekreasi, maksudnya berfungsi sebagai sarana yang menyediakan bahan-bahan pustaka yang mengandung unsur hiburan yang sehat dan bermanfaat. Senada dengan pendapat tersebut Yusuf dan Yaya (2010:4-6), menjelaskan fungsi perpustakaan sekolah lebih lengkap lagi, yaitu perpustakaan sekolah mempunyai empat fungsi umum, yaitu edukatif, informatif, rekreasi dan riset atau penelitian sederhana. Keinginan para siswa SDN 04 Tanjung Alai untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar juga kurang. Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar siswa lebih sering mempergunakan Lembaran Kerja Siswa (LKS) yang dijual penerbit-penerbit ke sekolah, karena malas mencari bahan pelajaran di perpustakaan. Rendahnya minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan disebabkan karena, kurangnya koleksi yang ada di perpustakaan, belum lengkapnya fasilitas serta sarana dan prasarana perpustakaan, belum adanya program promosi perpustakaan, dan petugas perpustakaan yang bukan tenaga profesional di bidang perpustakaan. Rendahnya minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan juga dapat dilihat dari sedikitnya pengunjung perpustakaan setiap harinya. Rata-rata pengunjung Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai adalah 20 orang, dan siswa yang datang ke perpustakaan pun kebanyakan hanya untuk bermain catur, sedikit sekali siswa yang datang ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku. Karyono (2007:2) menjelaskan bahwa, berdasarkan temuan penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Ada beberapa hal yang menunjukkan masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Rendahnya budaya membaca ini juga dirasakan pada pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan di sekolah atau kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa atau mahasiswa. bacaan yang kurang menarik dan sedikitnya sarana perpustakaan sekolah menjadi faktor utama penyebab rendahnya minat baca siswa. Sementara itu, sekolah tidak selalu mampu menumbuhkan kebiasaan membaca bagi para siswanya. Dengan kondisi kualitas buku pelajaran yang memprihatinkan, padatnya kurikulum, dan metode pembelajaran yang lebih banyak hafalan materi justru 'membunuh' minat membaca. Salah satu tugas guru atau pustakawan dalam rangka memfungsikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar adalah menumbuhkan rasa senang membaca pada siswa, sebab apabila pada diri siswa sudah tumbuh rasa senang membaca maka, siswa akan senang membaca dan memanfaatkan perpustakaan sekolah secara optimal. Sinaga (2005:96-105) mengatakan bahwa membaca adalah salah satu jalan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembinaan minat baca, pada hakekatnya adalah salah satu usaha untuk memperbaiki proses belajarmengajar di sekolah. Kiat-kiat untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Taanjung Alai sebagai sumber belajar siswa sudah dilakukan namun, baru dilakukan oleh para guru saja. Kiat-kiat yang dilakukan yaitu, dengan memberikan tugas tambahan di luar kelas, mengajak siswa untuk membuat mading (majalah dinding) dan cerita, yang referensinya diambil di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, memberikan tugas sinopsis kepada siswa dan memperlihatkan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Petugas Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai belum ada melakukan kiat-kiat untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai. Sebaiknya, petugas Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai mencari kiat-kiat untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, terutama sebagai sumber belajar siswa. Kiat-kiat tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi koleksi perpustakaan, melengkapi layanan perpustakaan, melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan, melakukan program promosi perpustakaan dan menambah pengetahuan petugas perpustakaan tentang ilmu perpustakaan. Kurangnya koleksi menjadi salah satu penyebab rendahnya pengunjung perpustakaan dapat dilakukan dengan menambah koleksi dengan cara pembelian. SDN 04 Tanjung Alai. Selanjutnya, layanan yang tersedia di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, yaitu layanan sirkulasi dan layanan referensi. Pada layanan sirkulasi, kegiatan yang dilakukan adalah jasa peminjaman koleksi, pengembalian koleksi dan baca di tempat. Layanan rujukan, pada layanan perpustakaan menyediakan koleksi yang sifatnya merujuk, yaitu kamus dan ensiklopedi. Dari pengamatan yang penulis lakukan, siswa SDN 04 Tanjung Alai lebih senang membaca buku ensiklopedi. Hal itu terlihat dari seringnya siswa membaca ensiklopedi tersebut. Alasan mereka membaca buku tersebut karena bukunya terdapat banyak gambar yang menarik. Selain layanan, fasilitas pun harus diperhatikan. Dari pengamatan di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, fasilitas yang tersedia belum lengkap untuk memenuhi kebutuhan siswa dan memberdayakan perpustakaan secara optimal. Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai belum memiliki fasilitas yang membuat siswa mau berkunjung ke perpustakaan, seperti pelayanan audio visual, bimbingan pemakai, dan pelayanan konsultasi. Melengkapi sarana dan prasaran yang ada di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai juga dapat menjadi kiat untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai. sarana dan prasarana yang dimiliki Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai adalah rak buku, meja baca dan sarana permainan catur untuk siswa. Kemudian petugas perpustakaan juga bisa memberdayakan fungsi perpustakaan dengan membuat program promosi. Program promosi sangat penting untuk memperkenalkan Perpustakaaan SDN 04 Tanjung Alai kepada siswa dan mengajak siswa untuk mau berkunjung ke perpustakaan. Promosi merupakan suatu bentuk komunikasi yang meliputi tiga aspek yaitu, memberitahu, memepengaruhi dan membujuk. Lestari (2011:4) melihat fungsi perpustakaan yang sangat penting dan adanya kenyatan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah belum berjalan dengan baik, untuk itu diperlukan srategi pemberdayaan perpustakaan sekolah dengan baik. Tentunya pemberdayaan perpustakaan sekolah harus berasal dari sekolah itu sendiri. Adapun pengembangan perpustakaan sekolah meliputi hal-hal sebagai berikut: perlunya pemantapan status organisasi perpustakaan sekolah; perlu adanya anggaran untuk operasional perpustakaan sekolah; gedung atau ruang perpustakaan, perlu ada ruangan yang representatif sehingga keberadaan perpustakaan sekolah mampu menunjang kegiatan KBM di sekolah; koleksi bahan pustaka, perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa; peralatan dan perlengkapan; tenaga perpustakaan, mempunyai kualifikasi yang memadai untuk pengelolaan perpustakaan sekolah; layanan perpustakaan, disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Jika mungkin ada layanan di luar jam-jam belajar siswa, sehingga siswa dapat memanfaatkan perpustakaan dengan baik dan promosi, perlu dilakukan dengan berbagai cara agar siswa mau memanfaatkan perpustakaan sekolah. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fungsi Perpustakaan, faktor penyebab rendahnya pengunjung perpustakaan dan kiat memberdayakan fungsi perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa.
Method
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk mengetahui strategi pemberdayaan fungsi perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar, penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus ini akan memberikan pandangan yang lengkap dan mendalam mengenai subjek yang diteliti dengan melakukan penelaahan berbagai data mengenai subjek yang diteliti dengan pengumpulan data seperti wawancara, pengamatan, penelaahan dokumen, dan hasil survei. Berkaitan dengan penelitian ini, maka yang menjadi subjek kajian adalah: Kepala Sekolah SDN 04 Tanjung Alai, satu orang petugas perpustakaan dan enam orang guru di SDN 04 Tanjung Alai, guru tersebut merupakan guru kelas. Yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah Kiat Memberdayakan Fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai Sumber Belajar. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan, yaitu melalui pengamatan, wawancara dan studi pustaka.
Discussion
Sebagai salah satu sumber belajar, perpustakaan harus memiliki koleksi yang banyak dan sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Buku yang sering dijadikan sumber belajar bagi siswa SDN 04 Tanjung Alai adalah buku paket yang dipakai dalam proses belajar-mengajar. Di SDN 04 Tanjung Alai koleksi perpustakaannya sudah cukup banyak, yaitu berjumlah 2340 eksemplar buku, yang terdiri atas buku paket, buku cerita, ensiklopedi, kamus, Al-qur’an terjemahan, dan lainnya. Namun, kebanyakan buku yang ada di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai adalah buku-buku lama, seperti buku paket untuk kurikulum lama yang tidak digunakan lagi. Koleksi buku cerita, kebanyakan sudah tidak dalam kondisi baik. Buku paket yang ada di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai terdiri dari 7 (tujuh) judul buku, yaitu Buku Matematika, Buku IPA, Buku IPS, Buku Kewarganegaraan, Buku Bahasa Indonesia, Buku Penjaskes, Buku Agama. Jumlah masing-masing buku tersebut untuk satu kelasnya adalah 20 eksemplar. Jumlah buku tersebut ada yang tidak sesuai dengan jumlah siswa perkelasnya. Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai koleksi yang ada belum dikelola dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari penyusunan buku di rak dan penataan ruang perpustakaan itu sendiri dan belum adanya sistem yang dipakai dalam pengolahan koleksi. Menurut petugas Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, buku yang ada di rak buku, disusun dan diletakkan per kelas. KELAS VI Buku Matematika Buku IPA Buku Bahasa Indonesia Buku Kewarganegaraan KELAS V Buku Matematika Buku IPA Buku Bahasa Indonesia Buku Kewarganegaraan Gambar 1 Susunan Koleksi di Rak Belum adanya sistem pengolahan koleksi di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai dapat dilihat juga dari nomor panggil buku. Pada kode buku yang ditulis adalah N atau F, maksud huruf N adalah Nonfiksi, sedangkan huruf F berarti Fiksi. N F Har Har i i Gambar 2 Contoh Nomor Panggil Buku Keterangan: N : Nonfiksi (jenis buku) Har : Harianto (tiga huruf pertama nama pengarang) i : Ilmu Pengetahuan Alam (huruf pertama judul buku) F : Fiksi (jenis buku) Selain berfungsi sebagai salah satu sumber belajar siswa, Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai juga memiliki fungsi rekreasi. Hal itu terlihat dari disediakannya koleksi yang menghibur, seperti buku cerita anak, buku cerita rakyat dan lainnya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN 04 Tanjung Alai, ternyata fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa belum berjalan dengan baik, sehingga minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan pun masih rendah. Hal itu terlihat dari sedikitnya siswa yang berkunjung ke Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai setiap hari. Dari pengamatan yang dilakukan di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, dapat dilihat jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan setiap harinya ada sekitar 20 orang. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, para guru dan petugas perpustakaan, rendahnya minat siswa untuk berkunjung ke Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu karena rendahnya minat baca siswa SDN 04 Tanjung Alai itu sendiri, kurangnya koleksi yang ada di perpustakaan, belum lengkapnya fasilitas serta sarana dan prasarana di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, belum adanya program promosi perpustakaan yang bertujuan untuk menarik minat siswa supaya mau berkunjung ke Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, dan tenaga pengelola Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai yang bukan tenaga profesional di bidang perpustakaan. Dari penelitian yang dilakukan, fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa belum berjalan dengan baik. Hal itu berdampak kepada rendahnya pengunjung Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, sebab itu, perlu dicari kiat-kiat agar siswa mau berkunjung ke perpustakaan. Kiat tersebut dilakukan untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa. Kiat-kiat yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa adalah: pertama, dengan memberikan tugas tambahan di luar kelas. Tujuan dari memberikan tugas tersebut adalah untuk mengajarkan siswa belajar mandiri di luar sekolah dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah. Kedua, kiat yang dilakukan adalah dengan mengajak siswa untuk membuat mading (majalah dinding) dan cerita, yang referensinya diambil di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa dan untuk memberdayakan fungsi perpustakaan sekolah. Kegiatan tersebut berdampak positif bagi siswa, hal itu terlihat dari besarnya keinginan siswa, terutama siswa kelas V (lima) untuk melakukan kegiatan tersebut. Ketiga, dengan memberikan tugas sinopsis kepada siswa. Siswa diberikan tugas untuk membaca satu buku setiap hari, kemudian dibuat sinopsisnya. Sumber bacaannya harus diambil di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai. Keempat, dengan memperlihatkan buku-buku perpustakaan yang menarik untuk dibaca oleh siswa. Tujuannya adalah untuk menarik minat baca siswa itu sendiri. Dengan kegiatan tersebut guru telah mengajak siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Untuk memberdayakan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar, diperlukan kiat-kiat untuk memberdayakannya.
Conclusion
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa belum berjalan dengan baik. Hal itu dapat dibuktikan dari belum lengkapnya koleksi yang tersedia di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebagai sumber belajar siswa dan koleksi yang ada belum terkelola dengan baik. Belum berjalannya fungsi Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai dengan baik juga terlihat dari rendahnya pengunjung perpustakaan. Ada beberapa faktor penyebab rendahnya pengunjung perpustakaan, yaitu karena rendahnya minat baca siswa SDN 04 Tanjung Alai, kurangnya koleksi yang ada di perpustakaan, belum lengkapnya fasilitas serta sarana dan prasarana perpustakaan, belum adanya program promosi perpustakaan yang bertujuan untuk menarik minat siswa supaya mau berkunjung ke perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, dan petugas perpustakaan yang bukan tenaga profesional di bidang perpustakaan. Masalah tersebut perlu diperbaiki dengan membuat kiat untuk memberdayakan fungsi Perpustakaan SDN 04. Kiat-kiattersebut sudah dilakukan oleh para guru SDN 04 Tanjung Alai, yaitu dengan memberikan tugas tambahan di luar kelas, mengajak siswa untuk membuat mading (majalah dinding) dan cerita, yang referensinya diambil di Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai, memberikan tugas sinopsis kepada siswa dan memperlihatkan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Temuan tersebut penting diperhatikan oleh pihak sekolah dan petugas perpustakaan, khususnya untuk sekolah dasar dalam menjalankan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar yang menyenangkan bagi siswa. Perpustakaan akan berjalan dengan baik, apabila dikelola dengan baik. Kiat memberdayakan fungsi perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar siswa dapat ditemukan dengan memahami faktor-faktor penyebab rendahnya pengunjung Perpustakaan SDN 04 Tanjung Alai sebelumnya.