KEBUTUHAN INFORMASI DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENELITI PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL LIPI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Kebutuhan informasi peneliti adalah satu hal penting yang harus diketahui oleh pustakawan. Tanpa pustakawan ketahui apa yang diminati oleh peneliti dan bagaimana sesungguhnya perilaku mereka memperoleh informasi akan menjadi suatu ancaman terhadap keberadaan fungsi dan peran perpustakaan dan pustakawan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan informasi peneliti, bagaimana perilaku para peneliti memperoleh informasi dalam mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian ini merupakan penelitian deskriptif guna mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktivitas, objek, proses dan manusia. Metode pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada perwakilan peneliti dari 4 bidang kelompok penelitian di Puslit Biomaterial LIPI yang berjumlah 23 peneliti sebagai responden.
Abstract
The information needs of researchers are one important thing that must be known by librarians. Without librarians knowing what researchers are interested in and how their behavior actually obtains information will be a threat to the existence and function of libraries and librarians. This study aims to evaluate the information needs of researchers, how the behavior of researchers obtain information in supporting research and scientific development. This study is a descriptive study in order to find an appropriate and sufficient description of all activities, objects, processes and people. The method of collecting data through questionnaires was distributed to representatives of researchers from 4 fields of research groups in the LIPI Biomaterial Research Center, which amounted to 23 researchers as respondents.
Introduction
Perpustakaan dalam sebuah lembaga penelitian bertugas mengumpulkan, mengorganisasikan, dan mendesiminasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat. Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 tentang perpustakaan : perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Perpustakaan memiliki fungsi pendidikan dan pembelajaran, karena dengannya perpustakaan diharapkan bisa meyediakan sumber informasi dan bahan pustaka (digital atau teks) kepada peneliti sebagai pengguna informasi utama dalam sebuah lembaga penelitian. Kebutuhan peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah ataupun menciptakan sebuah penelitian baru, harus disediakan dengan baik oleh perpustakaan. Disediakannya ruang yang cukup memadai untuk membaca dan berdiskusi di perpustakaan. Bahkan perpustakaan dapat mengembangkan pengetahuan peneliti dengan menyediakan informasi terkini sesuai dengan topik penelitian yang ditekuninya, dikenal dengan Current Awareness Services. Di sinikah letak dari fungsi pendidikan dan pembelajaran. Fungsi penelitian, perpustakaan sendiri bisa membantu kebutuhan informasi peneliti dalam melakukan penelitian. Selain itu, ia juga bisa melakukan penelitian kepada pengguna informasi. Apakah layanan yang disediakan sudah cukup memuaskan pengguna (peneliti dan publik). Fungsi informasi, melalui fungsi ini perpustakaan harus memberikan informasi yang dibutuhkan pemustaka sebagai tujuan utamanya. Fungsi rekreasi, merupakan tugas yang tampaknya tidak terlalu diperhatikan, namun menjadi satu perhatian yang penting pula. Bisa dilakukan dengan menyediakan bacaan yang humanis atau religi. Selain itu ruangan yang nyaman bisa menjadikan perpustakaan menjadi pusat ketenangan dan inspirasi bagi pengguna untuk membuat karya tulis ilmiah. Bila dilihat dari jenis perpustakaan, Perpustakaan Puslit Biomateral LIPI termasuk dalam perpustakaan khusus. Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain. Pengguna utamanya adalah para peneliti yang ada di satuan kerja. Diharapkan perpustakaan mampu memenuhi kebutuhan informasi mereka sehingga koleksi yang ada bisa berdaya guna. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan informasi peneliti, apakah informasi yang ada di perpustakaan sudah memuaskan. Bagaimana perilaku para peneliti memperoleh informasi dalam mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sehingga bisa diketahui kecenderungan media apa yang lebih banyak di akses oleh peneliti. Kebutuhan Informasi dan Perilaku Pencarian Informasi Peneliti Informasi adalah ide, fakta, karya imajinatif pikiran, data yang berpotensi untuk mengambil keputusan, pemecahan masalah serta jawaban atas pertanyaan yang dapat mengurangi ketidakpastian (Kaniki, 1992). Berarti kebutuhan informasi adalah sebuah cara seseorang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya untuk memperoleh sebuah ide, fakta ataupun data yang berpotensi untuk memberikan solusi atas pertanyaan yang ada di pikirannya atau realita yang dihadapi. Kebutuhan menurut Kotler (1994) adalah sesuatu berupa barang atau jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia. Apabila kebutuhan tidak terpenuhi, maka seseorang akan merasa resah sehingga terjadi ketidakbahagiaan. Kebutuhan dan keinginan manusia bagai dua sisi mata uang yang saling menguatkan. Karena keinginan itu berasal dari kebutuhan manusia yang dibentuk yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang. Teori Maslow membahas mengenai hierarki kebutuhan manusia. Ada dua prinsip pada teori ini yaitu : pertama, Kebutuhan manusia dapat disusun dalam suatu hierarki dari kebutuhan terendah sampai tertinggi. Kedua, Suatu kebutuhan yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivator utama dan perilaku. Menurut Maslow, manusia akan didorong untuk memenuhi 1. Kebutuhan fisik (Physiologi Needs). Merupakan kebutuhan dalam mempertahankan hidup, seperti makan, minum, prumahan, istirahat dan lain-lain. 2. Kebutuhan rasa aman (Safety Needs). Merupakan kebutuhan akan kebebasan dari ancaman . 3. Kebutuhan Sosial (Belonginness and Love Needs). Kepemilikan sosial yaitu kebutuhan merasa memiliki, diterima dalam kelompok, berinteraksi dan kebutuhan mencintai dan dicintai. 4. Kebutuhan harga diri (Esteem Needs). Merupakan kebutuhan penghargaan terhadap dirinya dan pengakuan serta penghargaan prestise dari pegawai dan masyarakat lingkungan. 5. Kebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization). Aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan keahlian atau keterampilan, kebutuhan mengemukakan pendapat, ide memberikan penilaian dan kritik terhadap sesuatu. Gambar 1. Hirarki Kebutuhan Maslow Kebutuhan informasi menurut Belkin dalam Yusup (2009) terjadi karena keadaan tidak menentu yang timbul akibat terjadinya kesenjangan dalam diri manusia antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang dibutuhkannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi menurut Harsey dalam Elin yaitu : 1. Ekspetasi, faktor kemungkinan dipersepsi (orang) yang mempengaruhi kebutuhan khusus seorang individu didasarkan pada pengalaman masa lalu. 2. Ketersediaan, faktor ketersediaan berhubungan dengan batas-batas lingkungan yang muncul dalam persepsi orang. Ia ditentukan oleh bagaimana kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan tertentu, menurut persepso seorang individu. Bagi seorang peneliti, kebutuhan informasinya adalah terkait bagaimana menemukan ide dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian sebagai bagian dari penguata suatu teori atau penemuan sebuah teori baru. Adanya kesenjangan dalam diri antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang dibutuhkannya, menimbulkan keingintahuan dan kebutuhan informasi. Keinginan berubah menjadi sebuah kebutuhan. Perilaku pencarian informasi berawal dari adanya kebutuhan seseorang terhadap informasi. Pada saat membutuhkan informasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu peneliti dihadapkan pada situasi problematik. Situasi ini muncul akibat adanya kesenjangan (anomalous) antara keadaan pengetahuan yang ada di dalam dirinya dengan kenyataan kebutuhan informasi yang diperlukannya, kesenjangan ini akhirnya melahirkan perilaku tertentu dalam proses pencarian informasi yang oleh Belkin dinyatakan sebagai situasi problematik akibat adanya kondisi anomalous state of knowledge dari si pencari informasi (Kuhlthau, 2004:362). Menurut Leckie (1996) setiap profesi mempunyai lima peran yaitu : penyedia pelayanan, administrator/manajer, peneliti, pengajar dan murid. Setiap peran memiliki tugas masing-masing, dan menimbulkan kebutuhan informasi dalam melaksanakan tugasnya. Dalam pencarian informasi, ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu sumber informasi dan pengetahuan atau pemahaman terhadap sumber informasi (Leckie, 1996). Ada berbagai model pencarian informasi. Hasil penelitian Ellis (1987) adalah pola pencarian yang terdiri dari enam tahap pencarian informasi, yaitu starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring dan extracting atau dikenal dengan Ellis’ Model yang merupakan tahapan pencarian informasi. Ellis menegaskan bahwa 6 (enam) elemen ini saling berkaitan untuk membentuk aneka pola pencarian informasi dan seringkali bukan merupakan tahapantahapan yang teratur. Ellis mengadakan penelitian di kalangan para ilmuwan yang sedang melaksanakan kegiatan sehari-hari mereka, yaitu mencari bacaan, meneliti di lapangan atau di laboratorium, menulis makalah, mengajar, dan sebagainya. 1. Starting – terdiri dari aktivitas-aktivitas yang memulai terjadinya kegiatan pencarian informasi. 2. Chaining – kegiatan mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau bentuk-bentuk perujukan antar dokumen yang satu dengan yang lainnya. 3. Browsing – merawak, mencari tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang dianggap punya potensi terhadap informasi yang dibutuhkan. 4. Differentiating – pemilahan, menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai acuan dasar untuk memeriksa kualitas ataupun isi informasi. 5. Monitoring – memantau perkembangan dengan memfokuskan diri pada beberapa sumber terpilih. 6. Extracting – secara sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil informasi yang dianggap penting. Wilson (1997) dalam mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya, peneliti akan menemukan hambatan. Hambatan tersebut dapat dikategorikan kendala internal diri individu (personal), antar individu (Inter-personal), dan lingkungan (environmental). Kendala dari dalam diri sendiri, misalnya ketidakmampuan memnafaatkan fasilitas, waktu yang dimiliki, pendidikan dan status sosial ekonomi. Kendala antar individu timbul ketika sumber informasi yang dibutuhkan adalah individu lain namun mengalami kendala dalam mengakses informasi tersebut. Kendala yang berasal dari lingkungan, misalnya waktu yang terlalu lama dalam memperoleh informasi, fasilitas akses informasi, keterbatasan koleksi, politik dan ideologi. Kajian ini merupakan penelitian deskriptif guna mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktivitas, objek, proses dan manusia. Untuk dianggap tepat, deskripsi semacam ini dilakukan secara kuantitatif agar dapat dilakukan analisis statistik (SulistyoBasuki, 2010). Pengumpulan datanya adalah melalui survei deskriptif dengan alat bantunya bera kuesioner. Pada kajian ini kuesioner dibagikan kepada 4 bidang kelompok penelitian di Puslit Biomaterial LIPI yang berjumlah 23 peneliti sebagai responden. Dibagikan pada awal November 2017 dan dikumpulkan pada hari itu juga dan diberikan tenggang waktu 3 hari bila peneliti yang bersangkutan tidak ada di tempat. Kelompok penelitiannya yaitu: 1. Kelompok Penelitian Rekayasa Biokomposit dan Eko-struktur 2. Kelompok Penelitian Pengendalian Serangga Hama dan Biodeteriorasi 3. Kelompok Penelitian Rekayasa dan Modifikasi Biomaterial 4. Kelompok Penelitian Teknologi Proses Biomassa dan Bioremediasi
Discussion
1. Cara memperoleh informasi topik penulisan dan penelitian Dalam memperoleh informasi topik penulisan dan penelitian, peneliti banyak melakukan akses melalui media google dan mesin pencarian lainnya 76%, lalu jaringan kolega 17% dan melalui sarana online LIPI hanya 7%. Belum diketahui alasan kecilnya prosentase akses melalui sarana Online LIPI ini. Masalah sering terjadinya gangguan pada jaringan akses dan juga tidak semua dokumen yang diinginkan oleh peneliti dalam sarana Online LIPI dapat diperoleh secara full text bisa menjadi penyebabnya. Gambar 1. Cara Akses 2. Frekuensi penelusuran informasi/pekan Diperoleh informasi bahwa peneliti yang melakukan penelusuran informasi setiap hari adalah 52% , 1-2 hari 26% lebih banyak dibandingkan 3-4 hari 22%. Hal ini kemungkinan disebabkan peneliti tidak selalu berada di ruang kerja, tapi ke laboratorium dan kegiatan luar lainnya yang mendukung penelitian.Gambar 2. Frekuensi penelusuran informasi 3. Kunjungan ke perpustakaan Bagaimana peneliti berkunjung ke perpustakaan dan tujuan ke perpustakaan. Dari gambar 3 bisa diketahui bahwa 48% menyatakan pernah berkunjung ke perpustakaan dan selebihnya tidak pernah. Mengapa? Hal ini dimungkinkan karena perpustakaan baru saja berdiri sejak awal Mei 2018, jadi masih sangat baru dan juga koleksi yang ada belum terlalu memadai untuk kebutuhan informasi peneliti. Pada gambar 4 kita bisa mengetahui bahwa tujuan datang ke perpustakaan mempunyai hasil yang imbang 22% pinjam bahan pustaka, 23% membaca dan istirahat. Gambar 3. Kunjungan ke perpustakaan Gambar 4. Tujuan ke perpustakaan 4. Bahan pustaka yang dibutuhkan Dari hasil survei yang dilakukan maka diketahui bahwa buku teks menjadi rujukan yang paling banyak diminati di perpustakaan 38%, tidak terlalu jauh berbeda jumlahnya dengan laporan penelitian 33%. Posisi terendah di jurnal 10%. Hal ini mungkin dikarenakan jurnal sudah dapat diperoleh melalui sarana online LIPI yang ada di Intra LIPI dan Google atau lainnya. Gambar 5. Kebutuhan jenis bahan pustaka 5. Kesesuaian subyek dan kemutakhiran bahan pustaka Puslit Biomaterial LIPI memiliki kompetensi utama di bidang biomaterial. Diharapkan ada kesesuaian antara dokumen yang dimiliki perpustakaan dengan kebutuhan informasi penelitian. Sesuai fungsinya, bahwa perpustakan memiliki fungsi pendidikan, penelitian dan rekreasi. Oleh karena itu pustakawan tidak hanya berupaya menyediakan dokumen utama saja terkait bidang material tetapi juga dokumen pendukung lainnya seperti novel dan komik dan juga buku-buku keagamaan. Pada Gambar 6 terlihat informasi bahwa 57% menyatakan sesuai dengan subyek yang diminati. Hanya 9% yang menyatakan tidak sesuai. Gambar 7 menunjukkan kemutakhiran bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Sejumlah 52% responden menyatakan bahwa dokumen yang ada masih dianggap mutakhir untuk memenuhi kebutuhan informasi peneliti. 6. Layanan informasi Perpustakaan bertugas untuk memberikan layanan informasi kepada penggunanya. Untuk bisa dimanfaatkan keberadaan perpustakaan, maka pustakawan perlu mengetahui dengan jelas, apakah sebenarnya layanan informasi yang sangat dibutuhkan. Pada gambar 8 menunjukkan bahwa penelusuran informasi masih menjadi layanan yang dibutuhkan yaitu sejumlah 57%. Jasa kesiagaan informasi ialah layanan perpustakaan kepada individu-individu yang meminta agar kalau ada bahan yang baru dari majalah ia diberitahu. Ada sejumlah 22% yang membutuhkannya. Layanan Selective Dissemination of Information (SDI) atau yang dikenal sebagai penyebaran informasi terpilih untuk perpustakaan yang sudah berkomputer atau ada akses ke data bank informasi dapat memilih judul-judul dan abstraknya, kemudian diberikan kepada pembaca yang memesannya. Layanan SDI nya sejumlah 17%. Hal ini menunjukkan bahwa peneliti sangat membutuhkan semua jenis layanan terkait bagaimana memperoleh informasi. Gambar 8. Layanan informasi 7. Tahun Publikasi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk suatu disiplin ilmu tidak bisa disamakan. Kemutakhiran tahun publikasi bidang ilmu sejarah tentunya berbeda dengan bidang ilmu fisika, kimia dan lainnya. Ilmu sejarah, justru membutuhkan informasi masa lalu untuk menganalisa kondisi saat ini. Dari gambar 9, peneliti Biomaterial LIPI membutuhkan informasi 5 tahun terakhir sebagai pilihan yang paling banyak yaitu 66%. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ilmu di bidang biomaterial sangat pesat, sehingga dibutuhkan informasi terbaru segera. Bila tidak, maka akan tertinggal dengan dunia global. Gambar 9. Tahun Publikasi
Conclusion
Dari hasil survey yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1. Peneliti masih banyak yang mencari informasi dengan bantuan Google, walaupun sudah ada sarana online di INTRA LIPI dan perpustakaan. 2. Masih banyak peneliti yang belum pernah berkunjung ke perpustakaan. 3. Diperoleh informasi bahwa bahan pustaka yang ada di perpustakaan masih dalam kesesuai subyek dan mutakhir publikasinya. 4. Kemutakhiran publikasi yang dibutuhkan adalah 5 tahun terakhir. 5. Penelusuran informasi masih menjadi layanan favorit yang dibutuhkan oleh peneliti.