PERSEPSI PENELITI TENTANG PERPUSTAKAAN BERKELANJUTAN DI LIPI KAWASAN PUSPIPTEK SERPONG(RESEARCHERS PERCEPTIONS ON SUSTAINABLE LIBRARY IN LIPI AREA OF PUSPIPTEK SERPONG)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kepala satuan kerja serta para peneliti LIPI tentang keberadaan dan keberlanjutan perpustakaan di lingkungan LIPI kawasan Puspiptek Serpong. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara. Informasi lebih mendalam digali dari para pastisipan yaitu kepala pusat serta para peneliti, terkait keberlanjutan perpustakaan di LIPI kawasan Puspiptek Serpong. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa perpustakaan di LIPI kawasan Puspiptek Serpong tetap diperlukan baik dalam bentuk konvensional maupun digital karena fungsinya sebagai gudang ilmu pengetahuan dan sumber informasi. Serta manfaatnya bagi masyarakat sebagai tempat untuk mendapatkan informasi, dan bagi peneliti guna mendukung penelitiannya. Perpustakaan tetap diperlukan karena sebagai tempat menyimpan koleksi buku yang bernilai historis, manajemen untuk tacit knowledge (pengetahuan tentang operasional penelitian) yang tidak tertransfer kedalam bentuk jadi seperti: buku, tesis, paper, dan sebagai tempat pembelajaran bagi publik. Harapan terhadap perpustakaan LIPI Serpong Yaitu Terwujudnya perpustakaan terintegrasi, yang mana koleksi disetiap satuan kerja terkumpul menjadi satu tempat dilokasi yang strategis. Perpustakaan LIPI Serpong harus bisa memberikan kenyamanan bagi pemustaka.
Abstract
This study aims to determine the perceptions of the heads of work units and LIPI researchers about the existence and sustainability of libraries in the LIPI Puspiptek Serpong. The study uses descriptivequalitative methods with interview techniques. More in-depth information was collected fromtheparticipants, namely the heads of work units and researchers related to the sustainability of thelibraryin the LIPI Puspiptek Serpong. Based on the results and discussions, it was concluded that thelibraryin the LIPI Puspiptek Serpong is still needed both in conventional and digital formbecauseof itsfunction as a repository of knowledge and information sources. As well as its benefits for thecommunity as a place to get information and for researchers to support their research. The libraryisstill needed because as a place to store a collection of books of historical value, management for tacit knowledge (knowledge about research operations) that is not transferred into the finished formsuchas: books, theses, papers, and as a place of learning for the public. The hope for the LIPI SerpongLibrary is the realization of an integrated library, where the collections in each work unit are collectedinto a strategic location. LIPI Serpong library must be able to provide comfort for users.
Keywords:
Perpustakaan
· perpustakaan khusus
· peneliti
Introduction
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah salah satu LPNK yang bernaung didalam kawasan Puspiptek. Selain LIPI ada 3 LPNK (BATAN, BPPT, BSN) dan 2 kementerian (Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang juga bernaung didalam kawasan Puspiptek. Didalam kawasan Puspiptek terdapat 50 pusat/balai/balai besar dengan jumlah peneliti sebanyak 944 peneliti yang bekerja diberbagai institusi tersebut, dengan 7 bidang fokus penelitian yaitu: 1. Teknologi pertanian dan pangan; 2. Teknologi energi baru dan terbarukan; 3. Teknologi kesehatan dan obat; 4. Teknologi dan manajemen transportasi; 5. Teknologi informasi dan komunikasi; 6. Teknologi pertahanan dan keamanan; 7. Teknologi material maju. Selain melakukan penelitian, pusat/balai/balai besar di Puspiptek melakukan pengujian terhadap produk-produk industri yang dipasarkan di Indonesia. Selain pihak industri, mahasiswa dapat menggunakan fasilitas yang berada di kawasan Puspiptek untuk keperluan penelitian, magang ataupun tugas akhir. Puspiptek diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan produk-produk nasional. Cita-cita ini didukung dengan lengkapnya peralatan yang modern serta SDM yang berkualitas dalam bidangnya (“Profil Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek),” 2020). Di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kawasan Serpong, terdapat perpustakaan khusus yang berada pada masing-masing satuan kerja. Salah satu satuan kerja yang memiliki layanan perpustakaan adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII- LIPI) atau lebih dikenal sebagai PDII-LIPI Serpong. PDII-LIPI Serpong adalah Unit Pelaksana Jasa (UPJ) yang merupakan perpanjangan tangan dari PDII-LIPI Jakarta dan telah beroperasi sejak tahun 1993. Tujuan utama dilakukan layanan UPJ. PDII-LIPI Serpong adalah untuk memberikan kemudahan layanan informasi bagi peneliti untuk menunjang kegiatan penelitian di kawasan Puspiptek Serpong. Dengan adanya reorganisasi di LIPI pada awal tahun 2019, UPJ PDII-LIPI Serpong berganti nama menjadi kepustakaan kawasan Serpong, dibawah koordinasi Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI).Dalam beberapa tahun ini jumlah kunjungan ke UPJ PDII-LIPI Serpong (sekarang bernama kepustakaan kawasan Serpong) mengalami penurunan. Data menunjukkan bahwa jumlah kedatangan pengunjung ke UPJ PDII-LIPI Serpong, baik dari kelompok peneliti LIPI maupun peneliti non LIPI cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya, seperti terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Grafik Kunjungan Peneliti ke UPJ. PDII- LIPI Serpong Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan pengunjung di UPJ. PDII-LIPI Serpong, yaitu(Rahartri, 2017): 1. Informasi yang diperlukan oleh peneliti di kawasan Puspiptek Serpong sebagian besar sudah terpenuhi dari jurnal dan standar yang dilanggankan, baik dilantunkan oleh Kemenristek maupun oleh instansinya sendiri; informasi yang diperlukan peneliti juga sering tersedia secara gratis dengan melakukan penelusuran melalui jaringan global (internet); informasi yang diperlukan peneliti sering bisa diperoleh dari rekan kerja yang sedang tugas belajar (baik di dalam negeri maupundi luar negeri). 2. Padatnya aktivitas dan kesibukan di unit kerja menyulitkan para pegawai untuk bisa berkunjung langsung ke perpustakaan. 3. Beberapa peneliti yang rajin berkunjung ke UPJ PDII-LIPI Serpong sedang menjalankan tugas belajar ke luar negeri. 4. Adanya perubahan peraturan/sistem kerja kepegawaian pada instansi tertentu sejak diberikan tunjangan kinerja, dimana terdapat aturan yang sangat ketat bagi para pegawai yang akan keluar kantor pada jam kerja(pegawai yang akan keluar kantor hanya dapat diijinkan melalui penugasan resmi dari atasannya). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dilengkapi dengan wawancara mendalam. Informasi mendalam digali dari para partisipan dan disajikan secara deskriptif. Penyimpulan hasil kajian dilakukan dengan mengambil data-data kualitatif yang telah diperoleh selama penyelesaian kajian ini. Tujuan Tujuan umum adalah untuk mengetahui persepsi kepala satuan kerja serta para peneliti di lingkungan LIPI tentang keberadaan dan keberlanjutan perpustakaan di LIPI kawasan Serpong. Sedangkan tujuan khusus adalah: 1. Mengetahui definisi perpustakaan menurut peneliti di lingkungan LIPI. 2. Mengetahui apakah perpustakaan masih dibutuhkan di lingkungan LIPI. 3. Mengetahui fungsi perpustakaan di lingkungan LIPI. 4. Mengetahui manfaat yang dirasakan dengan keberadaan perpustakaan di lingkungan LIPI. 5. Mengetahui kendala yang dihadapi dengan keberadaan perpustakaan di lingkungan LIPI. 6. Mengetahui harapan yang diinginkan dengan keberadaan perpustakaan di lingkungan LIPI. Manfaat 1. Diperoleh pengetahuan baru yang belum diketahui sebelumnya, serta meningkatkan dan memperdalam pengetahuan yang sudah dimiliki. 2. Meningkatkan kinerja. 3. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi para membuat kebijakan untuk memperbaiki keadaan. 4. Dapat diketahui perlu atau tidaknya keberlanjutan perpustakaan di LIPI Serpong. 5. Untuk pihak lain penelitian ini bermanfaat sebagai rujukan, serta menjadi masukan yang mendiskusikan segala hal tentang perpustakaan. Tinjauan Pustaka Pengertian Perpustakaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Menurut George Eberhart dalam The Librarian's Book of Lists (Chicago: ALA, 2010), perpustakaan adalah kumpulan sumber daya dalam berbagai format yang (1) dikelola oleh profesional informasi atau pakar lain yang (2) menyediakan akses fisik, digital, bibliografi, atau intelektual yang nyaman dan (3) menawarkan layanan dan program yang ditargetkan (4) dengan misi mendidik, memberi informasi, atau menghibur berbagai audiens (5) dan tujuan merangsang pembelajaran individu dan memajukan masyarakat secara keseluruhan (“Definition of a Library: General Definition,” n.d.). Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Pera Perpustakaan Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa. Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dinyatakan Pula bahwa keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Perpustakaan Sebagai sistem pengelolaan rekaman gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia, mempunyai fungsi utama melestarikan hasil budaya umat manusia tersebut, khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya, serta menyampaikan gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia itu kepada generasi-generasi selanjutnya. Sasaran dari pelaksanaan fungsi ini adalah terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat. Perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, danmenjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam undang- undang dasar negara republik Indonesia Tahun 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupanbangsa. Perpustakaan merupakan sarana yang diperlukan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi, sekaligus sebagai salah satu sumber informasi, dimana pada perpustakaan terdapat bermacam-macam informasi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Takbisa dipungkiri, informasi merupakan salahsatukebutuhan penting dalammenunjangkeberhasilan kegiatan penelitian danpengembangan (litbang) yang menjadi tugaspokok seorang peneliti. (Wahyuni, 2008). Perpustakaan juga mempunyai tugas mengurusi hal-hal berkaitan dengan informasi, dari sejak menghimpun, mengolah sampai mendiseminasikan informasi kepada para penggunanya. Informasi sangat diperlukan dalam dunia pendidikan maupun penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan Iptek yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, telah membawa perubahan pada layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan kecepatan layanan, yang merupakan salah satu faktor penting dalam pelayanan perpustakaan. (Rulyah, 2006). Tujuan akhir dari adanya layanan perpustakaan adalah agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemustaka. Oleh karena itu sangat penting bagi perpustakaan untuk lebih mengoptimalkan kinerja dalam memenuhi kebutuhan pemakainya. Perpustakaan harus mengupayakan agar pemustaka merasa memiliki perpustakaan, membutuhkan perpustakaan dan merasakan manfaat yang besar dengan adanya perpustakaan. (Witjaksono, 2009). Rasul dan Singh (2010) mengatakan bahwa faktor penting dalam proses penelitian adalah aksesibilitas sumber daya informasi dan layanan yang disediakan oleh perpustakaan, dan mahasiswa adalah produsen utama penelitian di universitas. Temuan menunjukkan bahwa sebanyak (90,1%) responden mengakui peran penting perpustakaan dalam memfasilitasi penelitian, dan 72,5% responden puas dengan peran saat ini yang dimainkan oleh perpustakaan. (A. Rasul; D. Singh, 2010). Demikian juga dengan hasil penelitian Hart dan kleinveldt (2011), menunjukkan bahwa lebih dari 65% staf akademik terus bergantung pada perpustakaan untuk akses ke sumber daya cetak dan elektronik. Responden menyatakan bahwa mereka sangat memerlukan informasi terbaru di bidangnya sebagai bahan penelitian, namun kompetensi pustakawannya masih kurang. (Genevieve Hart; Lynn Kleinveldt, 2011). Kendala Perpustakaan Perpustakaan adalah tempat untuk menemukan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun dalam dasawarsa terakhir abad kedua puluh gambaran bahwa perpustakaan adalah tempat untuk menemukan informasi yang dibutuhkan masyarakat dengan cepat berubah dibawah pengaruh kemajuan komputer dan bidang komunikasi. Koleksi dokumen telah diberikan tempat di jaringan, komputer rumah, pengguna dapat mencari koleksi seperti database bibliografi, Online Public Access Catalogues (OPAC) melenyapkan kebutuhan pengguna untuk mengunjungi gedung perpustakaan. Peningkatan jumlah perpustakaan membangun halaman web di world wide web dimana pengguna memiliki akses ke berbagai layanan tanpa perlu fisik memasuki perpustakaan. (Rao, K. Nageswara; Babu, 2001). Intan Mardion, dkk (2013) mengatakan bahwa sumber informasi global (internet) telah menggeser peran perpustakaan sebagai media utama untuk mendapatkan informasi. Saat ini, masyarakat lebih sering menggunakan internet sebagai media untuk mendapatkan informasi. (Mardion, Intan; Rahman, Arif; Yuniarti, 2013). Minat kunjung pemustaka untuk datang ke perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: kebutuhan, adanya koleksi yang lengkap, pelayanan yang ramah, suasana yang nyaman, dan fasilitas yang diberikan oleh perpustakaan. (Hasanah, 2013). Sedangkan Maisyaroh (2014) menyebutkan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi minat kunjung pemustaka di kantor arsip dan perpustakaan kabupaten Klaten yaitu: 1) Kurangnya Kesadaran masyarakat tentang fungsi dari perpustakaan sebagai pusat informasi; 2) Koleksi perpustakaan, yaitu dengan kelengkapan koleksi, kesesuaian koleksi dankemutahiran koleksi yang tidak bisa memberikan kepuasan kepada pemustaka; 3) Fasilitas Perpustakaan, yaitu letak gedung yang kurang strategis dan letak yang sulit diketahui pemustaka, penataan koleksi yang tidak sistematis dapat menyulitkan pemustaka dalam mencari koleksi yang diinginkan, fasilitas yang kurang memenuhi kebutuhan pemustaka salah satunya adalah tidak adanya fasilitas OPAC dan fasilitas internet, serta ruangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka; 4) Kinerja Pustakawan, yaitu pustakawan yang kurang baik dalam melayani pemustaka, sikap pustakawan yang pasif kepada pemustaka. (Meisyaroh, 2014).Demikian juga Mardion dkk (2013) mengatakan bahwa menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan dapat disebabkan karena bahan pustaka yang kurang lengkap, kualitas pelayanan yang kurang baik, atau karena terjadi perubahan perilaku konsumen. Menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan juga berdampak pada kurang termanfaatkan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan. (Mardion, Intan; Rahman, Arif; Yuniarti, 2013). Aplikasi teknologi informasi di perpustakaan secara optimal mampu mengatasi kendala-kendala yang ada pada pelayanan perpustakaan, seperti kecepatan, ketepatan, dan keakuratan informasi yang dilayankan. (I Putu Suhartika, 2004). Walaupun zaman terus berkembang, perpustakaan sejatinya senantiasa memegang peranan penting sebagai sumber dan pusat ilmu pengetahuan (centre and resource of knowledge). Terlebih lagi di era 4.0 yang sedang merambah seperti sekarang ini. (Adeed P, 2019).
Method
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara. Tujuan penggunaan metode kualitatif adalah mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita. Fakta, realita, masalah, gejala serta peristiwa hanya dapat dipahami bila peneliti menelusurinya secara mendalam dan tidak hanya terbatas pada pandangan dipermukaan saja. (Raco, 2010). Menurut Raco, metode penelitian kualitatif secara umum dirangkum dalam 3 langkah sebagai berikut: 1. Mengajukan pertanyaan. 2. Mengumpulkan data baik dengan wawancara atau mengajukan pertanyaan tertulis yang sudah disiapkan sebelumnya. Pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat, sehingga jawaban atas hal yang menarik, tidak biasa dan janggal tersebut dapat diperoleh secara tepat dan benar. 3. Menyajikan jawaban yang diperoleh setelah data dan informasi dianalisis dengan benar, komprehensif dan logis. Gambar 2. Tahapan penelitian
Result & Discussion
1. Partisipan Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang, dengan rincian seperti pada tabel Tabel 1 Partisipan penelitian Partisipan Lokasi Kepala P2 Teknologi Pengujian (P2TP) + 3 peneliti Kawasan Serpong Kepala P2 Metalurgi dan Material (P2MM) + 3 peneliti Kawasan Serpong Kepala P2 Kimia (P2K) + 2 orang peneliti Kawasan Serpong Kepala P2 Fisika + 3 peneliti Kawasan Serpong 2. Data Hasil Wawancara 2.1. Apakah yang dimaksud dengan perpustakaan di LIPI? Tabel 2. Jawaban partisipan tentang pengertian perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Perpustakaan adalah gudang ilmu pengetahuan; tempat peminjaman buku, video dan lain-lain, aksesnya bermacam-macam. P2 Perpustakaan adalah sumber informasi baik buku, majalah yang bisa diakses. P3 Perpustakaan adalah tempat kita akses/mencari informasi hardcopy, softcopy. P4 Perpustakaan adalah tempat koleksi buku, jurnal, sumber ilmu. P5 Perpustakaan adalah suatu tempat untuk menyimpan buku dalam hardcopy disimpan diorganisir agar dapat dipinjam oleh pengguna. P6 Perpustakaan adalah untuk menyimpan dokumentasi, data ilmiah yang terorganisir disusun sesuai kode. P7 Perpustakaan adalah suatu badan, bagian dari sebuah organisasi, menyediakan data dan informasi. P8 Perpustakaan adalah tempat sarana, kumpulan buku-buku, tempat nyaman untuk membaca, mencari informasi. P9 Perpustakaan adalah suatu tempat untuk menyimpan buku fisik, koleksi buku, jurnal yang dapat diakses secara publik. P10 Perpustakaan adalah suatu tempat/wadah untuk sumber informasi yang dicari, jurnal, hasil hasil penelitian, tesis, disertasi. P11 Perpustakaan adalah tempat penyimpanan arsip, buku, dokumen, data ilmiah tercetak berkaitan dengan ilmu pengetahuan. P12 Perpustakaan adalah adanya hard copy, buku disusun di rak, ada katalog. P13 Perpustakaan adalah suatu empat untuk menyimpan buku. Perkembangan zaman tak hanya bentuk fisik lebih lanjut berbentuk digital. P14 Perpustakaan adalah tempat menyimpan berkas-berkas informasi, tempat menyimpan buku- buku lama. P15 Perpustakaan adalah tempat untuk menyimpan koleksi tercetak, digital, buku laporan, tesis, peta, naskah. Dari tabel 2 dapat disimpulkan sebagai berikut: 2.1.1. Perpustakaan adalah suatu badan atau bagian dari sebuah organisasi, tempat menyimpan dokumentasi dan data ilmiah bentuk tercetak maupun digital (seperti: koleksi buku, jurnal, laporan hasil penelitian, tesis, disertasi, peta, naskah, dan sebaginya) secara terorganisir. 2.1.2. Perpustakaan merupakan gudang ilmu pengetahuan/sumber informasi ilmiah yang dapat diakses secara publik, sekaligus tempat nyaman untuk membaca dan mencari informasi. 2.2. Apakah di LIPI masih membutuhkan perpustakaan? Tabel 3. Jawaban partisipan tentang masih perlu atau tidaknya perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Masih P2 Masih P3 Masih P4 Masih P5 Masih P6 Masih P7 Masih, sejauh ilmu berkembang ada dokumentasi P8 Masih P9 Masih P10 Masih P11 Masih perlu khusus digital. Buku-buku seri lama masih sangat perlu. P12 Masih P13 Masih P14 Masih P15 Masih Dari tabel 3 dapat disimpulkan sebagai berikut: 2.2.1. LIPI masih membutuhkanperpustakaan, selamailmupengetahuan masihberkembang. 2.2.2. LIPI masih membutuhkan perpustakaan, khususnya untuk koleksi bentuk digital. Sehingga Perpustakaan seharusnya beralih menjadi perpustakaan digital. Namun buku-buku seri lama juga masih sangat diperlukan. 2.3. Apakah fungsi perpustakaan di LIPI?Tabel 4. Jawaban partisipan tentang fungsi perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi. P2 Perpustakaan berfungsi menyimpan koleksi. P3 Perpustakaan berfungsi mengelola informasi. P4 Perpustakaan berfungsi untuk memudahkan pengguna mendapatkan informasi. P5 Ada toko buku pasti ada perpustakaan. Perpustakaan Sebagai sumber pelajaran bagi publik. P6 Perpustakaan berfungsi memberikan pelayanan informasi. P7 Fungsi perpustakaan adalah menyediakan informasi. P8 Perpustakaan berfungsi memberikan layanan informasi mengenai buku. P9 Perpustakaan berfungsi menyediakan informasi, memberikan layanan majalah ilmiah populer. P10 Fungsi perpustakaan sebagai sumber-sumber ilmu, repositori, buku dialih mediakan. P11 Fungsi perpustakaan adalah tempat untuk belajar. P12 Perpustakaan di satuan kerja belum berfungsi optimal. P13 Perpustakaan berfungsi memberikan layanan informasi. P14 Perpustakaan berfungsi memberikan layanan informasi. P15 Perpustakaan berfungsi mengumpulkan informasi. Dari tabel 4 dapat disimpulkan fungsi perpustakaan di LIPI adalah sebagai berikut: 2.3.1. Perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi, yang sekaligus mengelola dan menyimpan informasi, sehingga memudahkan pengguna mendapatkan informasi. 2.3.2. Perpustakaan berfungsi mengumpulkan, menyediakan dan memberikan pelayanan informasi. 2.3.3. Berfungsi sebagai tempat pembelajaran bagi publik. 2.4. Apa Manfaat yang dirasakan dengan keberadaan perpustakaan di lingkungan LIPI? Tabel 5. Manfaat keberadaan perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Perpustakaan sumber informasi /pengetahuan. P2 Tidak merasakan manfaat perpustakaan satker, dan jarang ke PDII. P3 Manfaat perpustakaan di LIPI untuk mendapatkan informasi. P4 Tidak merasakan manfaat perpustakaan satker. P5 Sarana mencari informasi data sekunder baik soft copy maupun hard copy. P6 Sumber informasi. P7 Manfaat perpustakaan menyimpan koleksi buku. P8 Adanya peminjaman buku. P9 Mendukung penelitian. P10 Membantu penelitian. P11 Masih merasakan manfaat perpustakaan, buku-buku masih perlu. P12 Belum merasakan manfaat perpustakaan satker. P13 Belum merasakan manfaat perpustakaan satker. P14 Menginovasi informasi, mengenalkan informasi yang terbaru. P15 Belum merasakan manfaat perpustakaan satker. Dari tabel 5 dapat disimpulkan manfaat perpustakaan di LIPI adalah sebagai berikut: 2.4.1. Sebagai sumber informasi dantempat untuk mendapatkan informasi. 2.4.2. Mendukung penelitian, menginovasi informasi, dan mengenalkan informasi yang terbaru. 2.5. Apa saja kendala yang dihadapi dengan keberadaan perpustakaan di LIPI?Tabel 6. Kendala yang dihadapi dengan keberadaan perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Tak terasa P2 Satker tidak ada kendala P3 Koleksi sedikit P4 Tak terasa P5 Ketidaklengkapan koleksi P6 Ketidaklengkapan koleksi P7 Ketidaklengkapan koleksi P8 Ketidaklengkapan koleksi P9 Ketidaklengkapan koleksi P10 Ketidaklengkapan koleksi P11 Perpustakaan di satker belum ada digital P12 Di satker koleksi tidak lengkap P13 Di satker koleksi tidak lengkap P14 Kendala perpustakaan tidak ada P15 Kendala perpustakaan tidak ada Dari tabel 6 dapat disimpulkan kendala perpustakaan di LIPI adalah sebagai berikut: 2.5.1. Koleksinya sedikit (tidak lengkap) 2.5.2. Belum tersedia koleksi digital. 2.6. Apa harapan terhadap keberadaan perpustakaan di LIPI? Tabel 7. Harapan terhadap keberadaan perpustakaan di LIPI Partisipan (P) Jawaban P1 Perpustakaan harus menyediakan semua informasi dan pengetahuan dalam berbagai media yang mudah diakses untuk pengguna. P2 Bisa memberikan informasi. P3 Koleksi di setiap satuan kerja terkumpul menjadi satu, lokasi strategis. P4 Perpustakaan yang menarik dan mudah diakses. P5 Perlu adanya mobil perpustakaan keliling, hard copy dikemas, koleksi di setiap satuan kerja terkumpul menjadi satu, lokasi strategis, menarik, lebih berinovasi. P6 Perpustakaan fungsinya jangan dihilangkan. Akses jurnal-jurnal yang dikelola lebih ditingkatkan (open jurnal akses). P7 Peningkatan koleksi jurnal. P8 Perpustakaan masih sangat diperlukan di instansi untuk membantu peneliti mencari sumber informasi dalam versi cetak atau digital. P9 Fungsi perpustakaan harus kekinian mau menangkap segmen terkini. P10 Perpustakaan harus lebih berkembang mengikuti perkembangan zaman. P11 Perpustakaan di LIPI masih diperlukan walaupun eranya ke digital lebih banyak. P12 Perpustakaan sebagai sumber informasi berkelanjutan harus memberikan layanan prima. P13 Lebih menyediakan layanan literatur dan pemetaan. Bisa memberikan layanan informasi literatur yang penting kepada peneliti. P14 Update ilmu, berinovasi dengan pengetahuan. P15 Perpustakaan tetap menyimpan koleksi buku yang bernilai historis, manajemen untuk tacit knowledge (pengetahuan tentang operasional penelitian) yang tidak tertranfer ke bentuk jadi (buku, tesis, paper). Dari tabel 7 dapat disimpulkan harapan terhadap perpustakaan di LIPI adalah sebagai berikut: 2.6.1. Perpustakaan harus menyediakan informasi dan pengetahuan dalam berbagai media, dan yang terpenting mudah diakses. 2.6.2. Terwujudnya perpustakaan terintegrasi, yang mana koleksi di setiap satuan kerja terkumpul menjadi satu tempat dilokasi yang strategis. 2.6.3. Perpustakaan harus berinovasi dengan pengetahuan dan berkembang mengikuti perkembangan zaman, contohnya menjadi perpustakaan digital, serta meningkatkan layanannya. 2.6.4. Perpustakaan tetap menyimpan koleksi buku yang bernilai historis, manajemen untuk tacit knowledge (pengetahuan tentang operasional penelitian) yang tidak tertransfer ke dalam bentuk jadi (buku, tesis, paper). 2.6.5. Diperlukannya perpustakaan keliling yang mampu menjangkau setiap satker.
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan perpustakaan LIPI Serpong Tetap Diperlukan baik dalam bentuk konvensional maupun digital karena fungsinya sebagai gudang ilmu pengetahuan dan sumber informasi, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat sebagai tempat untuk mendapatkan informasi guna mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat, dan khususnya kepada peneliti guna mendukung penelitiannya. Perpustakaan tetap diperlukan, karena sebagai tempat menyimpan koleksi buku yang bernilai historis, manajemen untuk tacit knowledge(pengetahuan tentang operasional penelitian) yang tidak tertransfer ke dalam bentuk jadi (buku, tesis, paper) dan sebagai tempat pembelajaran bagi publik. Harapan terhadap perpustakaan LIPI Serpong yaitu terwujudnya perpustakaan terintegrasi, yang mana koleksi disetiap satuan kerja terkumpul menjadi satu tempat di lokasi yang strategis; tersedianya informasi dan pengetahuan dalam berbagai media dan mudah diakses; perpustakaan harus berinovasi dengan pengetahuan dan berkembang mengikuti perkembangan zaman, contohnya menjadi perpustakaan digital, serta meningkatkan layanannya. Perpustakaan LIPI Serpong dituntut untuk memberikan kenyamanan bagi pemustaka.