PENYEBARAN INFORMASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN MELALUI MEDIA SOSIAL
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Internet sebagai salah satu media dalam pencarian informasi kini semakin banyak diminati. Selain informasi yang didapat lebih mudah dan cepat, ditambah dengan keberadaan media sosial yang beragam sehingga kehadirannya dapat menggantikan posisi media konvensional sebagai sumber informasi utama masyarakat.Peran perpustakaan saat ini dituntut untuk lebih aktif dalam memberikan layanan informasi yang dibutuhkan penggunanya. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengembangkan perpustakaan sebagai sumber informasi adalah aktif dalam penyebaran informasi.Facebook merupakan jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan.Perpustakaan memanfaatkan media sosial diantaranya Facebook dengan nama Bogor Botanic Gardens Library. Facebook dipilih karena memiliki potensi jangkauan luas, menjadikannya sarana yang bermanfaat untuk meraih lebih banyak pengguna perpustakaan yang potensial. Diketahui bahwa jenis unggahan berupa video mendapatkan interaksi tertinggi yaitu sebesar 356 kali.Selain itu didapati bahwa pengguna yang paling banyak mengakses halaman Facebook perpustakaan terbanyak adalah laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Oleh karena itu perlunya pengelolaan konten yang menarik dan sesuai dengan usiamaupun kebutuhan informasi penggunasehingga jumlah
Keywords:
Facebook
· Bogor Botanic Gardens Library
· media sosial
· perpustakaan
· internet
Introduction
Selain media cetak, kehadiran internet sebagai salah satu media dalam pencarian informasi kini semakin banyak diminati.Selain informasi yang didapat lebih mudah dan cepat, ditambah dengan keberadaan media sosial yang beragam sehingga kehadirannya dapat menggantikan posisi media konvensional sebagai sumber informasi utama masyarakat.Perpustakaan yang merupakan tempat untuk melakukan pencarian informasi, diharapkan menyediakan fasilitas yang memadai untuk pencarian informasi. Perpustakaan yang baik harus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu penunjang proses belajar mengajar, penelitian, berinteraksi dan komunikasi dengan dunia global (Hutasoit, 2014).Selain sebagai sumber informasi, perpustakaan juga berkewajiban untuk turut menyebarkan informasi. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan disebutkan bahwa Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi unutuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Peran perpustakaan saat ini dituntut untuk lebih aktif dalam memberikan layanan informasi yang dibutuhkan penggunanya.Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengembangkan perpustakaan sebagai sumber informasi adalah aktif dalam penyebaran informasi.Mengingat tugas dan fungsi perpustakaan tersebut, maka hal yang sama juga dilakukan Perpustakaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhandan Kebun Raya LIPI untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai koleksi dalam bidang botani, perkebunrayaan, tanaman langka, konservasi tanaman, biologi tanaman, fisiologi tanaman, sistematika tumbuhan, dan ekologi tumbuhan. a.Pengertian Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011).Sedangkan menurut (Yusup, 2009) ditinjau dari sudut pandang dunia kepustakawan dan perpustakaan, informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang. Sebuah fenomena akan menjadi informasi jika ada yang melihatnya atau menyaksikannya atau bahkan mungkin merekamnya. b.Jenis Informasi Menurut Kosasih (2006) Ada beberapa jenis informasi antara lain: 1)Informasi berdasarkan fungsi adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah informasi yang menambah pengetahuan dan informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif). Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya, peristiwa-peristiwa bencana alam, pembangunan daerah, kegiatan selebritis, dan sebagainya. Informasi edukatif contohnya tulisan teknik belajar yang jitu, tips berbicara di depan umum, cara jitu menjadi programmer koputer dan sebagainya. 2)Informasi berdasarkan format penyajian adalah informasi berdasarkan bentuk penyajian informasi. Informasi jenis ini antara lain berupa foto, karikatur, lukisan, abstrak dan tulisan teks. 3)Informasi berdasarkan lokasi peristiwa adalah informasi berdasarkanlokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri. 4)Informasi berdasarkan bidang kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek. c.Sumber Informasi Sumber informasi merupakan penyedia sekumpulan informasi yang telah di kelompokkan berdasarkan masing-masing kategori. Informasi bisa berupa perpustakaan, majalah, surat kabar, dan website. Dikalangan masyarakat saat ini dimana persaingan bisnis begitu keras, dengan keadan seperti itu tentunya beberapa kalangan masyarkat yang berfikiran maju berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan informasi sebagai syarat bersaing dengan pasar global ini, dan internet merupakan salah satu alternatif baik untuk media pencari dan penyebar informasi dalam pasar global. (Hutasoit, 2014). Selain internet, perpustakaan juga merupakan tempat sumber informasi, namun perpustakaan lebih memiliki informasi yang mendalam perinciannya dibandingkan internet. Buku-buku, surat kabar, atau majalah yang tersedia di perpustakaan merupakan media penjabaran informasi. Perpustakaan disebut sebagai pusat informasi dan sumber-sumber informasi karena memenuhi ciri-ciri yang antara lain: 1)Tempat dihimpunnya segala macam (sumber) informasi baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak, baik dokumen analog maupun dokumen digital. 2)Tempat diolahnya bermacam ragam informasi, baik yang tercetak maupun dalam bentuk rekaman elektronik. 3)Tempat didistribusikannya segala macam informasi kesegenap pengguna yang mencari informasi. 4)Tempat lahirnya sebuah informasi. 5)Tempat pemeliharaan segala jenis informasi, sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang. 6)Tempat pewarisan budaya bangsa. 7)Tempat pembelajaran seumur hidup bagi penggunanya. (Hutasoit, 2014) d.Koleksi Perpustakaan Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalammendirikan suatu perpustakaan. Dengan adanya paradigma baru dapat disimpulkan bahwa salah satu kriteria dalam penilaian layanan perpustakaan melalui kualitas koleksinya. Menurut Yulia (2009), “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka”. Sedangkan menurut Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang dikutip oleh Genderang (2011), “Koleksi adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan akan informasi”. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang ada sesuai dengan kebutuhan penelitian dan dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan tersebut. Koleksi yang ada di perpustakaan biasanya dikelompokkan untuk memudahkan cara pengadaan, pengolahan, penyusunan, serta pelayanannya. Menurut Yulia (2009) koleksi perpustakaandikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: 1)Tercetak a.Buku/monograf adalah terbitan yang mempunyai satu kesatuan yang utuh, dapat terdiri dari satu jilid atau lebih. Terbitan yang termasuk dalam kelompok ini adalah buku, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. b.Bukan Buku c.Terbitan berseri adalah terbitan yang diterbitkan terus-menerus dalam jangka waktu terbit tertentu, dapat berupa harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya. d.Peta e.Gambar f.Brosur, pamflet, booklet. g.Makalah, merupakan karya yang mempunyai nilai sementara, tidak diolah sebagaimana bahan pustaka lainnya. 2)Tidak tercetak a.Rekaman gambar, seperti film, video, CD, mikrofilm, dan mikrofis. b.Rekaman suara, seperti piringan hitam, CD, kaset. c.Rekaman data magnetik/digital, seperti karya dalam bentuk disket, d.CD dan pangkalan data, dan yang dikemas secara online. e.Facebook Menurut Wati dan Rizki (2009) Facebook merupakan jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan dan juga bersifat rekreasi. Facebookadalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984. Pada awal masa kuliahnya, situs jejaring sosial ini keanggotaannya masih dibatasi hanya untuk mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Sampai akhirnya, pada September 2006, Facebook mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat email. Jejaring sosial seperti Facebook tentu memiliki kelebihan untuk kepentingan yang lain. Menurut Wati dan Rizky (2009), Ada beberapa kelebihan dari keberadaan Facebook yaitu sebagai berikut: a.Informatif Pada Facebook telah tersedia fasilitas yang berbeda dengan jejaring sosial yang lain diantaranya fasilitas news, feed, update status. Sehingga pengguna Facebook dapat mengikuti apa yang sedang terjadi di Facebook. b.Mudahnya berkomunikasi dengan orang lain di Facebook. c.Dapat mengganti foto profil atau informasi lain yang dapat dilihat oleh orang lain. d.Sebagai berkumpulnya komunitas, media promosi untuk kepentingan dan tujuan lain yang sesuai dengan kepentingan bersama. e.Sistem proteksi untuk menghindari penyalahgunaan akses kecuali melalui konfirmasi ke alamat e-mail yang tercantum. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah “Bagaimana proses penyebaran informasi koleksi perpustakaan di media sosial?” TUJUAN Makalah ini bertujuan untuk mengetahui jenis unggahandan informasi pengguna koleksi Perpustakaan Kebun Raya Bogor melalui media sosial Facebook “Bogor Botanic Gardens Library.”
Method
Makalah ini merupakan kajian deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus pada halaman Facebook insights Bogor Botanic Gardens Library.
Result & Discussion
Selain media cetak, kehadiran internet sebagai salah satu media dalam pencarian informasi kini semakin banyak diminati.Selain informasi yang didapat lebih mudah dan cepat, ditambah dengan keberadaan media sosial yang beragam sehingga kehadirannya dapat menggantikan posisi media konvensional sebagai sumber informasi utama masyarakat.Perpustakaan yang merupakan tempat untuk melakukan pencarian informasi, diharapkan menyediakan fasilitas yang memadai untuk pencarian informasi. Perpustakaan yang baik harus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu penunjang proses belajar mengajar, penelitian, berinteraksi dan komunikasi dengan dunia global (Hutasoit, 2014).Selain sebagai sumber informasi, perpustakaan juga berkewajiban untuk turut menyebarkan informasi. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan disebutkan bahwa Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi unutuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Peran perpustakaan saat ini dituntut untuk lebih aktif dalam memberikan layanan informasi yang dibutuhkan penggunanya.Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengembangkan perpustakaan sebagai sumber informasi adalah aktif dalam penyebaran informasi.Mengingat tugas dan fungsi perpustakaan tersebut, maka hal yang sama juga dilakukan Perpustakaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhandan Kebun Raya LIPI untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai koleksi dalam bidang botani, perkebunrayaan, tanaman langka, konservasi tanaman, biologi tanaman, fisiologi tanaman, sistematika tumbuhan, dan ekologi tumbuhan. a.Pengertian Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011).Sedangkan menurut (Yusup, 2009) ditinjau dari sudut pandang dunia kepustakawan dan perpustakaan, informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang. Sebuah fenomena akan menjadi informasi jika ada yang melihatnya atau menyaksikannya atau bahkan mungkin merekamnya. b.Jenis Informasi Menurut Kosasih (2006) Ada beberapa jenis informasi antara lain: 1)Informasi berdasarkan fungsi adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah informasi yang menambah pengetahuan dan informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif). Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya, peristiwa-peristiwa bencana alam, pembangunan daerah, kegiatan selebritis, dan sebagainya. Informasi edukatif contohnya tulisan teknik belajar yang jitu, tips berbicara di depan umum, cara jitu menjadi programmer koputer dan sebagainya. 2)Informasi berdasarkan format penyajian adalah informasi berdasarkan bentuk penyajian informasi. Informasi jenis ini antara lain berupa foto, karikatur, lukisan, abstrak dan tulisan teks. 3)Informasi berdasarkan lokasi peristiwa adalah informasi berdasarkanlokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri. 4)Informasi berdasarkan bidang kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek. c.Sumber Informasi Sumber informasi merupakan penyedia sekumpulan informasi yang telah di kelompokkan berdasarkan masing-masing kategori. Informasi bisa berupa perpustakaan, majalah, surat kabar, dan website. Dikalangan masyarakat saat ini dimana persaingan bisnis begitu keras, dengan keadan seperti itu tentunya beberapa kalangan masyarkat yang berfikiran maju berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan informasi sebagai syarat bersaing dengan pasar global ini, dan internet merupakan salah satu alternatif baik untuk media pencari dan penyebar informasi dalam pasar global. (Hutasoit, 2014). Selain internet, perpustakaan juga merupakan tempat sumber informasi, namun perpustakaan lebih memiliki informasi yang mendalam perinciannya dibandingkan internet. Buku-buku, surat kabar, atau majalah yang tersedia di perpustakaan merupakan media penjabaran informasi. Perpustakaan disebut sebagai pusat informasi dan sumber-sumber informasi karena memenuhi ciri-ciri yang antara lain: 1)Tempat dihimpunnya segala macam (sumber) informasi baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak, baik dokumen analog maupun dokumen digital. 2)Tempat diolahnya bermacam ragam informasi, baik yang tercetak maupun dalam bentuk rekaman elektronik. 3)Tempat didistribusikannya segala macam informasi kesegenap pengguna yang mencari informasi. 4)Tempat lahirnya sebuah informasi. 5)Tempat pemeliharaan segala jenis informasi, sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang. 6)Tempat pewarisan budaya bangsa. 7)Tempat pembelajaran seumur hidup bagi penggunanya. (Hutasoit, 2014) d.Koleksi Perpustakaan Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalammendirikan suatu perpustakaan. Dengan adanya paradigma baru dapat disimpulkan bahwa salah satu kriteria dalam penilaian layanan perpustakaan melalui kualitas koleksinya. Menurut Yulia (2009), “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka”. Sedangkan menurut Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang dikutip oleh Genderang (2011), “Koleksi adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan akan informasi”. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang ada sesuai dengan kebutuhan penelitian dan dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan tersebut. Koleksi yang ada di perpustakaan biasanya dikelompokkan untuk memudahkan cara pengadaan, pengolahan, penyusunan, serta pelayanannya. Menurut Yulia (2009) koleksi perpustakaandikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: 1)Tercetak a.Buku/monograf adalah terbitan yang mempunyai satu kesatuan yang utuh, dapat terdiri dari satu jilid atau lebih. Terbitan yang termasuk dalam kelompok ini adalah buku, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. b.Bukan Buku c.Terbitan berseri adalah terbitan yang diterbitkan terus-menerus dalam jangka waktu terbit tertentu, dapat berupa harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya. d.Peta e.Gambar f.Brosur, pamflet, booklet. g.Makalah, merupakan karya yang mempunyai nilai sementara, tidak diolah sebagaimana bahan pustaka lainnya. 2)Tidak tercetak a.Rekaman gambar, seperti film, video, CD, mikrofilm, dan mikrofis. b.Rekaman suara, seperti piringan hitam, CD, kaset. c.Rekaman data magnetik/digital, seperti karya dalam bentuk disket, d.CD dan pangkalan data, dan yang dikemas secara online. e.Facebook Menurut Wati dan Rizki (2009) Facebook merupakan jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan dan juga bersifat rekreasi. Facebookadalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984. Pada awal masa kuliahnya, situs jejaring sosial ini keanggotaannya masih dibatasi hanya untuk mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Sampai akhirnya, pada September 2006, Facebook mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat email. Jejaring sosial seperti Facebook tentu memiliki kelebihan untuk kepentingan yang lain. Menurut Wati dan Rizky (2009), Ada beberapa kelebihan dari keberadaan Facebook yaitu sebagai berikut: a.Informatif Pada Facebook telah tersedia fasilitas yang berbeda dengan jejaring sosial yang lain diantaranya fasilitas news, feed, update status. Sehingga pengguna Facebook dapat mengikuti apa yang sedang terjadi di Facebook. b.Mudahnya berkomunikasi dengan orang lain di Facebook. c.Dapat mengganti foto profil atau informasi lain yang dapat dilihat oleh orang lain. d.Sebagai berkumpulnya komunitas, media promosi untuk kepentingan dan tujuan lain yang sesuai dengan kepentingan bersama. e.Sistem proteksi untuk menghindari penyalahgunaan akses kecuali melalui konfirmasi ke alamat e-mail yang tercantum. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah “Bagaimana proses penyebaran informasi koleksi perpustakaan di media sosial?” TUJUAN Makalah ini bertujuan untuk mengetahui jenis unggahandan informasi pengguna koleksi Perpustakaan Kebun Raya Bogor melalui media sosial Facebook “Bogor Botanic Gardens Library.”
Conclusion
a.Kesimpulan Berdasarkan hasil dari pengamatan yang dilakukan pada Facebook insights Bogor Botanical Garden, maka dapat disimpulkan bahwa: 1.Proses penyebaran informasi Perpustakaan Kebun Raya Bogor salah satunya disebarkan melalui media sosial Facebook dengan berbagai macam konten. 2.Jenis unggahan konten berupa video, foto dan tautan dalam bentuk poster resensi buku, infografis, kegiatan dan lain sebagainya dengan jumlah suka tertinggi berupa konten video yaitu sebesar 356 kali. 3.Informasi pengguna yang paling banyak mengakses halaman Facebook perpustakaan didominasi laki-laki sebesar 61% sedangkan perempuan hanya 39%. 4.Berdasarkan rentang usia yang piling sering mengakses Facebook perpustakaan adalah mereka yang berumur 25-34 tahun. b.Saran 1.Mengupayakan peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan melalui halaman Facebook Bogor Botanic Gardens Library dengan pengelolaan konten yang sesuai dengan usiadan kebutuhan informasi pengguna. 2.Memperbaharui kontendalam bentuk format video dan foto yang menarik. 3.Perlu adanya peningkatan kemampuan teknis pustakawanyang memahami disain grafis dan content writer untuk mengelola media sosial Perpustakaan Kebun Raya Bogor.