Kembali
16
1
2019 Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Vol 7 · 2 ISSN 2540-9239

Hubungan perilaku pencarian informasi dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo

Universitas Nasional PASIM; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Edmodo menjadi salah satu platform electronic learning (e-learning) yang memiliki kelebihan tampilan yang mirip dengan media sosial Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pencarian informasi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandung, dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Penelitian ini menguji hubungan dorongan kebutuhan, menciptakan perubahan dan aktivitas lingkungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa-siswi kelas X SMKN 1 Bandung yang berjumlah 448 orang. Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 orang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perilaku pencarian informasi dari Krikelas dan konsep pemanfaatan Information Technology (IT) dari Thompson. Teknik analisis uji korelasi menggunakan Pearson Product Moment atau PPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan kebutuhan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo, menciptakan perubahan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo, dan aktivitas lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan media pembelajaran Edmodo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan perilaku pencarian informasi dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo memiliki tingkat keeratan yang rendah. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, yaitu Edmodo yang masih berfungsi sebagai tambahan dan keberagaman sumber belajar lain yang menunjang kegiatan pencarian informasi siswa di lingkungan SMKN 1 Bandung.

Abstract

Edmodo is one of the electronic learning or e-learning platforms that have advantages, one of which is a display similar to Facebook's social media. This study aimed to determine the relationship of the information-seeking behavior of students of ‘Sekolah Menengah Kejuruan Negeri’ (SMKN -Vocational High School) 1, Bandung, with the utilization of Edmodo learning media. This study examined the relationship between the drive for needs, creating change, and environmental activities with the utilization of Edmodo learning media. The method used a correlation study with a quantitative approach. The population in the study were students of class X SMKN 1 Bandung, amounting to 448 people. The sample of this study was 150 people. This research used the information-seeking behavior theory from Krikelas and the concept of Information Technology (IT) Utilization from Thompson. The correlation test analysis technique used Pearson Product Moment (PPM). The results showed that the drive for needs, creating change, and environmental activities, all had a significant relationship with Edmodo learning media. This study concludes that the relationship of information-seeking behavior with the utilization of Edmodo learning media has a low level of closeness. This condition is due to several factors, for Edmodo still functions as a complementary tool and diversity of other learning resources that support student information-seeking activities at SMKN1, Bandung.
Keywords: Perilaku pencarian informasi · Pemanfaatan media pembelajaran · E-Learning · Edmodo

Introduction

Informasi menjadi suatu hal yang tidak akan bisa dilepaskan dari aspek kehidupan manusia. Segala macam aspek kehidupan yang dilakukan manusia pasti akan selalu berhubungan dengan informasi, baik aspek pendidikan, pekerjaan, rumah tangga, dll. Informasi tumbuh menjadi suatu kebutuhan yang memengaruhi kemampuan manusia agar terus berkembang demi mencapai tujuan hidupnya. Hal ini selain memengaruhi kemampuan manusia, informasi pun dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemecahan permasalahan. Kebutuhan informasi tidak lepas dari bagaimana rasa ingin tahu yang dimiliki manusia timbul. Manusia, ketika untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam pengetahuan maka akan selalu mencari informasi. Ada berbagai macam cara yang biasa dimanfaatkan manusia dalam mencari informasi, melalui bertanya, berinteraksi kepada orang lain, menggunakan sumber informasi seperti buku, majalah, koran, televisi, dan pemanfaatan sistem atau media penyimpanan informasi. Berdasarkan kondisi dunia pendidikan, penambahan informasi, pengetahuan maupun wawasan dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber belajar sebagai salah satu aspek penting penunjang kegiatan pembelajaran. Sumber belajar biasanya dapat berupa buku pelajaran, modul, jurnal ilmiah. Selain itu, sekarang ini sedang banyak dikembangkan sumber belajar melalui pemanfaatan teknologi, informasi dan komputer atau (TIK), yang dirancang sebagai salah satu alternatif dari sumber belajar konvensional yang cukup efektif dan efisien. Salah satu sumber belajar yang memanfaatkan teknologi, informasi dan komputer (TIK) adalah electronic learning (e-learning). E-learning menjadi metode yang digemari masyarakat Indonesia sebagai suatu tren positif seiring terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat untuk pendidikan yang berkualitas. “Sebagai contoh kasus untuk bidang pendidikan Indonesia, menurut Anies Baswedan ketika menjabat menjadi Menteri Pendidikan, Indonesia memiliki lebih dari 50 juta siswa. Sementara jumlah tenaga pendidik di sekolah umum hanya sekitar 3 juta. Maka dari itu, ketersediaan buku teks merupakan hal mendasar di bidang pendidikan. Berkat perkembangan teknologi hal itu terpenuhi dan mengalami penyesuaian berupa materi pengajaran online yang mudah diakses” (Squline.com, 2018). Sesuai rujukan ini, menyatakan bahwa institusi pendidikan memerlukan fasilitas digital untuk membantu proses belajar mengajar. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat dalam penggunaan fasilitas digital, “Dalam lima tahun terakhir. Laporan itu juga menunjukkan ada peningkatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyedia pendidikan digital guna melengkapi kelas mereka dengan fasilitas pendidikan digital” (Squline.com, 2018). Selain media pembelajaran melalui e-learning, terdapat berbagai macam platform e-learning berbasis media sosial untuk memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Salah satunya adalah platform Edmodo, yang menjadi salah satu platform e-learning yang memiliki beberapa macam kelebihan. Tampilan platform Edmodo mirip dengan media sosial Facebook. Selain itu, Edmodo memudahkan siswa untuk bertukar informasi dengan teman, guru, dan orang tua melalui kelas pembelajaran yang berada di bawah pengawasan pihak sekolah. Edmodo pun memungkinkan untuk download tugas siswa, pembuatan kuis, dan integrasi dengan Google Docs dalam mencari materi mata pelajaran dan melakukan evaluasi. Hakim (2016) mengatakan, “Edmodo adalah layanan berbasis internet yang disediakan sebagai sebuah jaringan belajar yang memungkinkan pengajar berbagi konten pembelajaran, memberikan kuis dan tugas, serta berkomunikasi dengan pelajar, pengajar yang lain serta orang tua pelajar.” Edmodo merupakan fasilitas belajar yang memudahkan guru, siswa/siswi dan orang tua siswa/siswi. Edmodo sebagai platform belajar juga memberikan jaringan kerja sama antar guru di semua sekolah untuk berbagi materi pembelajaran. Beberapa sekolah, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), banyak memanfaatkan Edmodo sebagai bentuk pendidikan kejuruan. Hal ini dilakukan sebagi upaya dalam memenuhi kualitas sumber daya manusia pada level menengah. Menurut Damarjati (2016) dalam Erfelina and Ediati (2017), menyatakan bahwa, “Pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan peserta didik untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dan dunia usaha di masyarakat.” Pendidikan kejuruan ditujukan untuk membantu para siswa mengembangkan kompetensi yang dimiliki ke arah bekerja atau karir. Pada prinsipnya, pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang dibutuhkan dunia kerja. Oleh sebab itu, pendidikan kejuruan menggunakan sistem ganda dalam proses pembelajarannya karena mengharuskan melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dan di dunia kerja. Salah satu sekolah kejuruan di kota Bandung dan menggunakan sistem ganda pada proses pembelajarannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandung, yang memiliki 4 (empat) peminatan atau program kejuruan, di antaranya Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Manajemen Pemasaran dan Usaha Perjalanan Wisata dengan jumlah siswa sebanyak 1.311 pada periode 2017/2018. SMKN 1 Bandung menjadi objek penelitian yang dipilih penulis karena sekolah ini memiliki visi dan misi yang salah satunya adalah, “Mengembangkan Sistem Pembelajaran Berbasis IT”. Sekolah ini dilengkapi sarana dan prasarana sistem pembelajaran berbasis IT, seperti akses internet dan listrik 24 jam. Salah satu pemanfaatannya bisa dilihat pada penggunaan Edmodo di beberapa mata pelajaran, seperti Simulasi Digital, Teknologi Perkantoran, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, para guru dan siswa di lingkungan SMKN 1 Bandung belum memanfaatkan dengan baik Edmodo, sebagai sumber temu balik informasi maupun sumber belajar. Berdasarkan beberapa mata pelajaran, Edmodo hanya digunakan pada 3 mata pelajaran saja yaitu Simulasi Digital, Teknologi Perkantoran, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Beberapa guru bahkan berpendapat bahwa kegiatan belajar di kelas menggunakan metode konvensional sudah sangat cukup diberikan kepada para siswanya. Selain itu, beberapa guru yang penulis temui, belum terlalu mengetahui fungsi dan bagaimana cara memanfaatkan Edmodo dalam sistem pembelajaran di kelas. Para siswa pun pada akhirnya lebih memilih melakukan pencarian informasi melalui Google Search Engine yang belum tentu relevan dibandingkan dengan sumber informasi yang diunggah oleh guru pada platform Edmodo. Kegiatan pencarian informasi siswa di sekolah menengah kejuruan dalam pun telah diteliti oleh beberapa peneliti., seperti Holland and Muilenburg (2011) mengenai platform Edmodo, mengatakan bahwa teknologi 2.0 yang makin berkembang menjadikan Computer Mediated Communication (CMC) makin tinggi digunakan. Hal ini menjadikan para pendidik harus meningkatkan keahlian mengajar di kelas menggunakan teknologi Edmodo. Platform ini memberikan kesempatan bagi guru untuk merancang materi pembelajaran, memberikan kesempatan bagi siswa/siswi untuk berdiskusi, dan guru memberikan timbal balik pada siswa/siswi. Hal ini menjadikan guru sebagai mediator atau moderator, daripada pemberi materi belajar. Adapun Al-Kathiri (2015) menjelaskan, “In the Saudi context, unfortunately, Edmodo has not yet been used for enhancing the classroom experience because of the slow digital adoption in schools. Therefore, this study attempts to identify where Saudi students and teachers stand with respect to the value and implementation of this service. It examines in depth the usefulness and the challenges of integrating Edmodo as an educational tool in EFL classrooms and its effect on students’ attitudes towards EFL learning. It also presents an effort to extend learning opportunities for students beyond the traditional classroom walls and to foster an environment that encourages students to take greater responsibility for their own learning.” Di sebuah sekolah di Arab Saudi, platform Edmodo awalnya tidak berjalan baik. Siswa/siswi sekolah dan para guru tidak menggunakannya untuk media belajar. Namun, ketika platform Edmodo menjadi alat belajar langsung di kelas, siswa/siswi menyambutnya dengan baik. Mereka menggunakan Edmodo sebagai alternatif belajar. Para guru pun dituntut menguasai atau memahami platform Edmodo karena harus menjelaskan pada siswa/siswi mengenai cara kerja Edmodo. Penelitian Nugroho (2012) juga menjelaskan mengenai hubungan perilaku informasi jaringan dengan kompetensi siswa Jurusan TKJ di SMK 1 Kota Serang. Berdasarkan responden 105 siswa dengan korelasi Pearson’s product moment, “Didapatkan angka korelasi yang cukup kuat, siginifkan dan searah. Dengan demikian, semakin baik perilaku pencarian informasi jaringan yang dilakukan siswa maka semakin meningkat pula kompetensi mereka” (Nugroho, 2012). Siswa SMK semakin meningkat kompetensinya seiring seringnya terjadi pencarian informasi jaringan. Maka, siswa SMK yang aktif, rajin, dan selalu mencari tahu suatu informasi untuk belajar, akan meningkat keahlian yang dimilikinya. Selain itu, penelitian mengenai perilaku pencarian informasi pun dilakukan Riady (2013). Penelitiannya mengenai perilaku pencarian informasi mahasiswa pasca sarjana program doktor yang sedang menyusun disertasi di Bidang Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Jakarta. Sesuai hasil penelitiannya, “Faktor lingkungan merupakan hambatan terbesar karena faktor fasilitas yang terbatas, ketersediaan koleksi dan juga gambaran mengenai sumber informasi yang tersedia di sekitar informan.” Responden yang aktif mencari informasi dipengaruhi oleh fasilitas yang disediakan lingkungan pendidikannya. Keempat penelitian ini terkait penelitian yang kami teliti, memiliki kesamaan dalam perilaku pencarian informasi pada responden di institusi pendidikan. Holland and Muilenburg (2011), dan Al-Kathiri (2015), menceritakan bahwa platform Edmodo telah digunakan para guru dan sisa/siswi sekolah sebagai fasilitas belajar. Platform ini pun membantu guru dalam berbagi mata pelajaran dengan guru lain. Ada pun penelitian Nugroho (2012) dan Riady (2013), meneliti peran teknologi dalam pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. Siswa dan mahasiswa sudah aktif dalam melakukan pencarian informasi untuk membantu proses belajar mengajar. Penelitian kami berfokus pada platform Edmodo di SMK Negeri 1 Bandung yang telah digunakan sebagai media pembelajaran. Namun, para guru dan mahasiswa belum menggunakan secara aktif fasilitas digital ini. Padahal, platform Edmodo membantu siswa/siswi sekolah dalam memahami mata pelajaran yang belum dikuasai mereka di sekolah. Selain itu, platform ini mudah dipraktikkan di mana pun oleh siswa/siswi. Untuk itu, sesuai latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah perilaku pencarian informasi memiliki hubungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo di lingkungan SMK Negeri 1 Bandung. Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diperoleh hipotesis yaitu: 1) H0: Perilaku pencarian informasi pada siswa tidak memiliki hubungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo; 2) H1: Perilaku pencarian informasi pada siswa memiliki hubungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hipotesis sendiri menurut Prijana, Winoto, and Yanto (2016) merupakan dugaan sementara. Hipotesis bersifat sementara, maka hipotesis perlu diuji (test) dengan alat yang bernama statistik. Penelitian dalam uji statistik, sebuah hipotesis hanya memiliki dua alternatif jawaban, yakni hipotesis diterima, atau hipotesis di tolak (accept or reject hypothesis). Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui hubungan dorongan kebutuhan informasi dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo; 2) untuk mengetahui hubungan kajian menciptakan perubahan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo, dan 3) untuk mengetahui hubungan aktivitas lingkungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo.

Method

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif melalui metode korelasional. Menurut Rakhmat (2009) dalam Purnama, Yusup, and Kurniasih (2017), “Metode korelasional digunakan untuk, (1) mengukur hubungan diantara berbagai variabel, (2) meramalkan variabel tak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel bebas, (3) meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental.” Adapun Objek penelitian dilakukan pada siswa-siswi kelas X SMKN 1 Bandung, Jalan Wastukancana No. 3 Bandung. Penelitian ini dilakukan pada 4 jurusan yang berada di SMKN 1 Bandung, yaitu jurusan Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Manajemen Pemasaran dan Usaha Perjalanan Wisata. Penelitian dilakukan selama 5 (lima) bulan dari Februari sampai Juli 2018. Peneliti menggunakan salah satu teknik yang terdapat pada probability sampling method yaitu simple random sampling atau sampling acak sederhana karena pertimbangan jenis populasi yang sama (homogen), yaitu siswa kelas X dari 4 jurusan di SMKN 1 Bandung. Ukuran sampel dicari menggunakan sampling error. Prijana et al. (2016) mengatakan bahwa sampling eror dapat juga digunakan untuk mencari ukuran sampel (Size of Sample). Penelitian ini menggunakan tabel ukuran sampling error berjumlah 6,40 dengan proporsi binomial 80/20. Peneliti menggunakan sampling error dengan besaran 4,80 di mana ukuran sampel sebanyak 150 dengan taksir proporsi binomial 80/100. Proporsi binomial ditentukan berdasarkan karakteristik populasi yang dipilih peneliti, yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa-siswi Kelas X SMKN 1 Bandung, di antaranya perempuan = 86% dan laki-laki = 14%, sehingga taksir proporsi binomialnya 80 : 10 atau 8 : 1. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain angket, observasi, studi pustaka, dan wawancara. Angket merupakan instrumen utama, berisi sejumlah pertanyaan yang diisi secara sadar oleh responden yaitu siswa SMKN 1 Bandung dan berjumlah 48 jenis pertanyaan. Terdiri dari 11 jenis pertanyaan untuk data responden yang berbentuk open-ended question berjumlah 3 jenis pertanyaan dan 9 pertanyaan berbentuk close-ended question dan 5 pertanyaan mengenai Edmodo. Data penelitian yang berjumlah 37 jenis pertanyaan terbagi menjadi 22 jenis pertanyaan untuk variabel perilaku pencarian informasi (x) dan 15 jenis pertanyaan untuk variabel pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (y). Kegiatan observasi, ialah metode pengumpulan data di mana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Kegiatan studi pustaka, ialah analisis sumber pustaka elektronik atau pun tercetak. Selain itu, kegiatan wawancara digunakan untuk menambah data dalam memperdalam fenomena yang diteliti. Selain itu, Sugiyono (2011) dalam Menajang, Elim, and Runtu (2019) menambahkan bahwa melalui wawancara dilakukan, “Apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan atau menemukan permasalahan yang harus diteliti.” Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis data deskriptif yang meliputi analisis data responden, analisis data penelitian, analisis kategori jawaban, dan analisis tabulasi silang (crosstab). Selain itu, peneliti juga menggunakan analisis statistik inferensial yang ditujukan untuk mencari hubungan variabel bebas dan variabel terikat. Peneliti menggunakan analisis Pearson product moment yang ditujukan untuk menganalisis hubungan sebabakibat, antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Korelasi pearson product moment, syarat skala pengukuran statistik adalah sekurang-kurangnya interval. Peneliti menggunakan pearson product moment karena peneliti menggunakan analisis hubungan variable sebab-akibat. Jika data yang dimiliki adalah data ordinal, maka data tersebut harus dinaikkan terlebih dahulu dari ordinal ke interval. Sesuai Prijana et al. (2016), uji korelasi penelitian ini menggunakan software SPSS versi 22 dengan rumus: Keterangan: P Koefisien korelasi variabel x dan y xy Produk dari x dan y x Variabel x y Variabel y N Jumlah responden Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t dengan α= 0.05. Siregar (2014) dalam Savitri and Nuraina (2017) menyatakan ketentuan sebagai berikut. thitung ≥ ttabel maka H0 ditolak dan signifikan. thitung ≤ ttabel maka H0 diterima dan tidak signifikan. Atau berbentuk hipotesis sebagai berikut : Ho :Tidak ada hubungan antara perilaku pencarian informasi dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Ha : Terdapat hubungan antara perilaku pencarian informasi dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Setelah menguji hipotesis, selanjutnya dilakukan interpretasi data menggunakan tabel interpretasi nilai r sesuai pedoman interpretasi koefisien korelasi Sugiyono (2015) dalam Qomari (2009) bahwa pertama, interval koefisien 0,00 – 0,1999 memiliki tingkat hubungan sangat rendah. Kedua, interval koefisien 0,20 – 0,3999, memiliki tingkat hubungan rendah. Ketiga, interval koefisien 0,40 – 0,5999, memiliki tingkat hubungan sedang. Keempat, interval koefisien 0,60 – 0,7999, memiliki tingkat hubungan kuat. Kelima, interval koefisien 0,80 – 1,000, memiliki tingkat hubungan sangat kuat.

Result & Discussion

Pada penelitian ini, peneliti menyebarkan kuesioner yang terdiri 46 jenis pertanyaan dengan rincian 9 pertanyaan data responden, 22 pertanyaan data penelitian variabel X (perilaku pencarian informasi) dengan rincian 11 pertanyaan untuk X1 (dorongan kebutuhan informasi), 6 pertanyaan untuk (menciptakan perubahan), 5 pertanyaan X3 (aktivitas lingkungan) dan 15 pertanyaan data penelitian variabel Y (pemanfaatan media pembelajaran Edmodo). Pertama, dalam pengujian perilaku pencarian informasi (X) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan pearson product moment melalui hipotesis sebagai berikut. H0 : Perilaku pencarian informasi tidak berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo H1 : Perilaku pencarian informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Peneliti menggunakan aplikasi SPSS versi 22, dengan koefisien korelasi adalah 0,363 dan koefisien determinasi = 0,05 dk = 150 – 2 = 148. Tabel 1 Hubungan perilaku pencarian informasi (X) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) X Y X Pearson Correlation 1 .363 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 Y Pearson Correlation .363 1 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). Sumber : Hasil perhitungan menggunakan SPSS, 2018 Selanjutnya dilakukan uji signifikansi yang bertujuan mencari makna hubungan variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Variabel X terdiri dari 3 sub-variabel yaitu : Dorongan Kebutuhan (X1), Menciptakan Perubahan (X2) dan Aktivitas Lingkungan (X3) dengan menggunakan rumus. X2 Keterangan: thitung : nilai t ρ : nilai koefisien korelasi ρ2 : nilai koefisien determinasi n : jumlah sampel Peneliti mengetahui nilai di bawah ini. Nilai ttabel untuk dk (n – 2) = 148 dengan =0,5 (uji dua pihak atau two tail test) adalah 1,65521. Hasil perhitungan thitung (4,58) = ttabel (1,65521) atau 4,58 ≥ 1,65521 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya perilaku pencarian informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel independen (X) yaitu perilaku pencarian informasi siswa SMKN 1 Bandung berhubungan signifikan dengan variabel dependen (Y) yaitu pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hasil uji korelasi menggunakan uji person product moment dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,363 maka interpretasi koefisien korelasinya termasuk dalam tingkat hubungan rendah. Hasil perhitungan thitung (4,58) ≥ ttabel (1,65521) yang artinya perilaku pencarian informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Sesuai pembahasan di atas, dapat dilihat bagaimana perilaku pencarian informasi siswa-siswi SMKN 1 Bandung memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo namun masih berada pada tingkat keeratan hubungan rendah. Artinya perilaku pencarian informasi yang dilakukan siswa-siswi tidak sepenuhnya memanfaatkan media pembelajaran Edmodo karena masih terdapat sumber informasi lain untuk menunjang perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh siswa-siswi tersebut. Sumber belajar lain yang peneliti temukan di lapangan berupa buku pelajaran, modul, jurnal, dan sumber belajar yang berada di perpustakaan sekolah. Kedua, pengujian perilaku pencarian informasi dari sub variabel dorongan kebutuhan informasi (X1) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan pearson product moment melalui hipotesis sebagai berikut. H0 : Dorongan kebutuhan informasi tidak berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo H1 : Dorongan kebutuhan informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Peneliti dapat mengetahui bahwa koefisien korelasi adalah 0,318 dengan koefisien determinasi = 0,05 dk = 150 – 2 = 148. Tabel 2 Hubungan dorongan kebutuhan informasi (x1) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) X1 Y X1 Pearson Correlation 1 .318 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 Y Pearson Correlation .318 1 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). Sumber : Hasil perhitungan menggunakan SPSS, 2018 Peneliti selanjutnya melakukan uji signifikansi yang bertujuan mencari makna hubungan sub variabel independen dorongan kebutuhan(X1) dengan variabel dependen pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan rumus di bawah ini. Keterangan: thitung : nilai t ρ : nilai koefisien korelasi ρ2 : nilai koefisien determinasi n : jumlah sampel Nilai ttabel untuk dk (n – 2) = 148 dengan =0,5 (uji dua pihak atau two tail test) adalah 1,65521. Hasil perhitungan thitung (3,95) = ttabel (1,65521) atau 3,95 ≥ 1,65521 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya dorongan kebutuhan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sub variabel independen (X1) yaitu dorongan kebutuhan siswa SMKN 1 Bandung berhubungan signifikan dengan variabel dependen (Y) yaitu pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hasil uji korelasi menggunakan uji person product moment dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,318 maka interpretasi koefisien korelasi termasuk dalam tingkat hubungan rendah. Hasil perhitungan thitung (3,95) ≥ ttabel (1,65521) yang artinya dorongan kebutuhan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Sesuai pembahasan di atas, dapat dilihat bagaimana dorongan kebutuhan siswa-siswi SMKN 1 Bandung memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Namun tingkat keeratan hubungan yang rendah. Artinya dorongan kebutuhan yang timbul pada diri siswa-siswi dalam mencari informasi tidak sepenuhnya menjadikan Edmodo sebagai sumber informasi utama dalam memenuhi kebutuhan yang timbul pada diri siswa. Pemanfaatan Edmodo juga hanya berbanding 40: 60 dengan pembelajaran konvensional yang menjadi salah satu faktor lain yang memengaruhi beragamnya sumber informasi yang ada. Ketiga, pengujian perilaku pencarian informasi dari sub variabel menciptakan perubahan (X2) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan pearson product moment dengan hipotesis sebagai berikut. H0 : Menciptakan perubahan tidak berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo H1 : Menciptakan perubahan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Peneliti mengetahui koefisien korelasi 0,335 dengan koefisien determinasi = 0,05 dk = 150 – 2 = 148. Tabel 3 Hubungan menciptakan perubahan (x2) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) X2 Y X2 Pearson Correlation 1 .335 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 Y Pearson Correlation .335 1 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). Sumber : Hasil perhitungan menggunakan SPSS, 2018 Selanjutnya dilakukan uji signifikansi yang bertujuan untuk mencari makna hubungan sub variabel independen menciptakan perubahan (X2) dengan variabel dependen pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan rumus: Keterangan: thitung : nilai t ρ : nilai koefisien korelasi ρ2 : nilai koefisien determinasi n : jumlah sampel Nilai ttabel untuk dk (n – 2) = 148 dengan =0,5 (uji dua pihak atau two tail test) adalah 1,65521. Hasil perhitungan thitung (4,17) = ttabel (1,65521) atau 4,17 ≥ 1,65521 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya kajian menciptakan perubahan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sub variabel independen (X2) yaitu kajian menciptakan kebutuhan siswa SMKN 1 Bandung berhubungan signifikan dengan variabel dependen (Y) yaitu pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hasil uji korelasi menggunakan uji person product moment dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,335 maka interpretasi koefisien korelasinya termasuk dalam tingkat hubungan rendah. Hasil perhitungan thitung (4,17) ≥ ttabel (1,65521) yang artinya kajian menciptakan perubahan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. pembahasan ini dapat dilihat bagaimana kajian menciptakan perubahan yang dilakukan siswa/siswi SMKN 1 Bandung memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Namun tingkat keeratan hubungan yang rendah. Kajian menciptakan perubahan dapat timbul dari dua faktor, yaitu dari dalam diri siswa sendiri dan perubahan yang timbul dari luar diri siswa yang biasanya dipengaruhi faktor lingkungan sekolah. Siswa tergerak untuk mencari informasi agar mereka bisa mengalami perubahan yang menentukan statusnya sebagai siswa di sekolah. Bisa itu dalam hal mata pelajaran (agar siswa mendapat nilai bagus), keterampilan atau perubahan untuk diri sendiri agar bisa menyesuaikan dengan lingkungannya. Sehingga perubahan yang dilakukan siswa-siswi untuk mencapai tujuan tidak sepenuhnya berfokus pada pemanfaatan media pembelajaran saja, tetapi dipengaruhi banyak faktor lain. Faktor lain yang di maksud bisa yang berasal dari faktor internal seperti keluarga, teman dekat dan faktor eksternal yang meliputi perubahan kurikulum di sekolah, guru, atau sarana dan prasarana sekolah yang memengaruhi perubahan yang terjadi pada diri siswa. Keempat, pengujian perilaku pencarian informasi dari sub variabel aktivitas lingkungan (X3) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan pearson product moment melalui hipotesis sebagai berikut. H0 : Aktivitas lingkungan tidak berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo H1 : Aktivitas lingkungan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo Peneliti mengetahui koefisien korelasi adalah 0,331 dengan koefisien determinasi = 0,05 dk = 150 – 2 = 148. Tabel 4 Hubungan aktivitas lingkungan (x3) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo X3 Y X3 Pearson Correlation 1 .331 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 Y Pearson Correlation .331 1 Sig. (2-tailed) .000 N 150 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). Sumber : Hasil perhitungan menggunakan SPSS, 2018 Selanjutnya dilakukan uji signifikansi yang bertujuan untuk mencari makna hubungan sub variabel independen aktivitas lingkungan(X3) dengan variabel dependen pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) menggunakan rumus: Keterangan: thitung : nilai t ρ : nilai koefisien korelasi ρ2 : nilai koefisien determinasi n : jumlah sampel Nilai ttabel untuk dk (n – 2) = 148 dengan =0,5 (uji dua pihak atau two tail test) adalah 1,65521. Hasil perhitungan thitung (4,17) = ttabel (1,65521) atau 4,12 ≥ 1,65521 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya aktivitas lingkungan berhubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa sub variabel independen (X3) yaitu aktivitas lingkungan siswa SMKN 1 Bandung berhubungan signifikan dengan variabel dependen (Y) yaitu pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hasil uji korelasi menggunakan uji person product moment dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,331 maka intepretasi koefisien korelasinya termasuk dalam tingkat hubungan rendah. Hasil perhitungan thitung (4,17) ≥ ttabel (1,65521) yang artinya aktivitas lingkungan berhubungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Sesuai pembahasan ini dapat dilihat bagaimana aktivitas lingkungan siswasiswi SMKN 1 Bandung memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo, namun dengan tingkat keeratan hubungan yang rendah. Pada penelitian ini, aktivitas lingkungan dipengaruhi 2 faktor, yaitu aktivitas lingkungan internal (yang meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis) dan aktivitas lingkungan eksternal yang bersumber dari luar individu dan yang berhubungan dengan lingkungan sosial di mana individu tersebut berada, seperti lingkungan keluarga, masyarakat, teman dan sekolah. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa aktivitas lingkungan yang terjadi di sekitar siswa-siswi SMKN 1 Bandung tidak sepenuhnya didukung lingkungan tempat mereka berada, yaitu sekolah. Salah satunya adalah faktor guru yang sebagian belum mengetahui dan menggunakan media pembelajaran Edmodo sebagai aplikasi pembantu dalam pembelajaran konvensional. Hal ini sangat memengaruhi kegiatan siswa/siswi dalam menemukan sumber informasi yang relevan selain perpustakaan atau Google Search Engine. Maka kedua aktivitas ini berhubungan signifikan walaupun dalam tingkat yang rendah.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan 4 hal, di antaranya hubungan perilaku pencarian informasi (X) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y), hubungan dorongan kebutuhan informasi (x1) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y), hubungan menciptakan perubahan (x2) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y), dan Hubungan aktivitas lingkungan (x3) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo. Hubungan perilaku pencarian informasi (X) dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo (Y) terjadi hubungan yang signifikan, namun masih masuk ke dalam kategori tingkat hubungan yang rendah. Siswa/siswi menggunakan platform Edmodo dalam menunjang pencarian informasi dan pembelajaran masih kurang maksimal karena hanya diterapkan dalam 3 (tiga) mata pelajaran dan hanya tambahan/pengayaan (supplement). Adapun perilaku pencarian informasi pada tahap dorongan kebutuhan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo memiliki hubungan signifikan yang di ambil dari hasil perhitungan koefisien korelasi, namun masih berada di tingkat hubungan yang rendah. Hal ini karena siswa-siswi mencari informasi tidak sepenuhnya menggunakan Edmodo sebagai sumber informasi satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Setelah itu, perilaku pencarian informasi pada tahap kajian menciptakan perubahan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo memiliki hubungan signifikan yang di ambil dari hasil perhitungan koefisien korelasi namun berada di tingkat hubungan yang rendah. Siswa/siswi memanfaatkan Edmodo tidak selalu berkaitan dengan sistem pembelajaran di sekolah saja, yang dipengaruhi dari pihak internal dan eksternal. Lalu dalam perilaku pencarian informasi pada tahap aktivitas lingkungan dengan pemanfaatan media pembelajaran Edmodo memiliki hubungan signifikan yang di ambil dari hasil perhitungan koefisien korelasi, namun berada di tingkat hubungan yang rendah. Guru di SMKN 1 Bandung belum mendukung siswa-siswi dalam menggunakan Edmodo sebagai media pembelajaran. Penelitian mengenai platform Edmodo membantu mengungkap aktivitas penggunaannya dari kalangan siswa/siswi sekolah. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti akan mengembangkan penelitian mengenai platform Edmodo terhadap mahasiswa/mahasiswi di perguruan tinggi.