SEBARAN KATA KUNCI TIGA JURNAL PERPUSDOKINFO TERAKREDITASI SINTA DI INDONESIA PERIODE 2017 - 2021
Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Belum adanya kajian tentang sebaran kata kunci di jurnal Perpusdokinfo di Indonesia, mendorong dilakukannya penelitian tentang sebaran kata kunci khususnya di BACA, Khizanah Al Hikmah (KAH), dan Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPK) periode 2017 – 2021. Penelitian dilakukan dengan metode bibliometri, dengan tujuan untuk mengetahui 1) Jumlah artikel yang diterbitkan BACA, KAH, dan JIIPK; 2) Penulis yang berkontribusi ;3) Kata kunci yang dibuat penulis BACA, KAH, dan JIKP; 4) Topik penelitian dari kata kunci terbanyak di BACA, KAH, dan JIIKP; 5) Topik penelitian berdasarkan jumlah keseluruhan kata kunci terbanyak dari 3 jurnal. Pengunpulan data dilakukan dari sumber data masing- masing jurnal, yaitu; BACA, https://jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/ index.php/baca, KAH, dengan alamat journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah dan JIIPK adalah jipk.ui.ac.id/index.php/jipk. Hasil penelitian: 1) Artikel di BACA 93 judul, 99 judul untuk KAH, dan JIPK 60 judul; 2) Penulis untuk BACA adalah 220 orang, KAH 217 orang, dan JIPK 127 orang; 3). Jumlah kata kunci BACA adalah 423, KAH 297, dan 264. 4). Topik penelitian terbanyak BACA adalah academic library (10 kali), KAH adalah bibiliometrics (14 kali), dan JIPK adalah information (3 kali).5) Secara keseluruhan penelitian terbanyak berdasarkan kata kunci adalah, Bibliometrics (17 kali), academic library, (10 kali), dan Information, Information needs, dan Information retrieval, masing – masing 5 kali. Kesimpulan penelitian adalah, jumlah artikel, penulis, dan kata kunci terbanyak dipegang oleh BACA. Penelitian terbanyak di BACA berkaitan dengan academic library, bibliometric paling banyak diteliti di KAH, dan information paling banyak diteliti di JIPK.
Abstract
The absence of astudy on the distribution of keywords in LIS journals in Indonesia has prompted research on the distribution of keywords, especially in BACA, Khizanah al Hikah (KAH), and Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPK), for the 2017-2022 period. The research was conducted with bibliometric method, with the aim of to find out: 1) Number of articles published by BACA, KAH and JIPK; 2) Authors who contributed; 3) Keywords created by the authors were BACA, KAH, and JIPK; 4) Research topics from 3 journals. Data collection is carried out from data sources for each journl, namely BACA, https://jirnalbaca.pdii.lipi.go.od/index.php/baca, KAH, with the address journal.uinalauddin.ac.id/ index.php/khizanah-al-hikmah and JIPK is ui.aac.id/index.php/jipk. Researh results:1) Articles in BACA have 93 titles, 99 titles for KAH, and 60 titles for JIPK; 2) Authors for BACA are 220 people, KAH 217 people, and JIPK 127 people; 3) The number of keywords BACA is 423, KAH 297, and JIPK 264. 4) The research topic with the most BACA is academic library (10 times), KAH is bibliometrics (14 times), and JIPK is information (3 times). 5) Overall, it is known that the most rserach based on keywords is bibliometrics (17 times), academic library (10 times), and information, information needs, information retrieval each 5 times. The conclusion is , that during 2017 – 2021, the highest number of articles, authors, and keywords is held by BACA. Most of the research at BACA is related to the academic library, bibliometrics is the most studied at KAH, and the most researched information is at JIPK
Keywords:
Library Information Science
· BACA
· Khizanah Al Hikmah
· Jurnal Ilmu Informasi
· Perpustakaan
· dan Kearsipan
Introduction
Berdasarkan hasil penelusuran hingga saat ini di Indonesia belum pernah ada kajian berkenaan dengan sebaran kata kunci, terutama pada jurnal bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi yang berstatus terakredtasi SINTA 2. Padahal sesungguhnya sebaran kata kunci dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mengetahui peta penelitian atau kajian di bidang Perpusdokinfo di Indonesia. Berdasarkan data dari ISSN on line, maka jurnal di Indonesia yang berfokus di bidang perpusdokinfo berjumlah lebih dari 25 judul, yang diterbitkan baik oleh Program Studi Jurusan Ilmu Perpustakaan di perguruan tinggi, Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan, lembaga /dinas perpustakaan baik di tingkat provinsi, maupun tingkat nasional, seperti Perpustakaan Nasional (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, 2022). Kata kunci merupakan kata-kata yang menangkap esensi dari sebuah makalah/artikel. Kata kunci membuat makalah seseorang dapat dicari dan memastikan bahwa artikel tersebut akan memperoleh banyak kutipan. Oleh karena itu, penting untuk menyertakan kata kunci yang paling relevan yang dapat membantu penulis lain/pembaca menemukan artikel/ makalah yang mereka cari (Insight, 2022). Beberapa faktor yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan kata kunci diantaranya adalah: 1) Berpikir dari sudut pandang pembaca. Kata kunci apa yang akan dicari pembaca, yang sekiranya akan membantu pembaca menemukan sebuah artikel; 2) Idealnya kata kunci terdiri atas 2 – 4 kata, walaupun kata kunci tunggal dapat diterima nanum dapat menyebabkan ketidakcocokan dalam mendapatkan artikel yang diinginkan; 3) Kata kunci harus berisi kata-kata dan frasa yang menyarankan topik tersebut. Sertakan juga kata/frasa yang terkait dengan topik penelitian. Sebagai contoh untuk makalah yang berkaitan dengan penyakit jantung, gunakan kata –kata stroke, sistem peredaran darah; 4) Gunakan juga varian istilah atau frasa yang kemungkinan besar digunakan pembaca misalnya makalah tentang gangguan tulang belakang, gunakan istilah sumsum tulang belakang, gangguan tulang belakang, tulang punggung; 5) Bentuk lengkap dari kata-kata pendek atau akronim dan singkatan sebaiknya juga disertakan. Biasanya jurnal meminta 3-8 kata kunci, namun sebaiknya 4 – 5 kata kunci (Insight, 2022). Membandingkan kata kunci jurnal bidang perpusdokinfo yang satu ke jurnal yang lainnya, akan memudahkan bagi pengelola jurnal untuk melihat posisi bidang yang disebarluaskan melalui jurnal yang dikelolanya. Dengan demikian, pengelola dapat menerapkan kebijakan terkait artikel yang akan dimuat berikutnya. Di samping itu, keuntungan bagi penulis adalah memudahkan mereka dalam hal pilihan kemana mereka sebaiknya mengirimkan artikel hasil penelitian merek a. Penelitian kali ini akan membandingkan tiga jurnal bidang dokumentasi, informasi dan perpustakaan, kearsipan di Indonesia yang terakreditasi Sinta 2. Berikut ini adalah profil dari jurnal tersebut. BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, merupakan jurnal yang bergerak di bidang dokumentasi, informasi dan perpustakaan yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (LIPI), yang sejak April 2019, bergabung ke Badan Riset dan Inovasi Nasional, menjadi Direktorat Repositori, Multimedia dan Penerbitan Ilmiah. Frekuensi terbit BACA adalah dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Juni dan Desember. Sejak 2018, BACA mendapatkan predikat akreditasi SINTA 2 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, berdasarkan SK Nomor 21/E/Kpt/ 2018. BACA diindeks di DOAJ, Dimensions, EBSCO, BASE, WorldCat, ROAD, EZ3, PKP Index, Academic Resource Index, Google Scholar, ISJD, dan Portal Garuda (Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah, 2022). Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan (Khizanah al-Hikmah: Journal of Library, Information, and Archival Science) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Hasanudin Makassar, sejak 2013. Jurnal diperuntukkan bagi peneliti, pustakawan, information specialist, juga bagi arsiparis, agar mereka dapat mengikuti perkembangan terbaru bidang tersebut. Khizanah Al Hikmah merupakan jurnal dengan predikat akreditasi Sinta 2 berdasarkan SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Nomor 10/E/ KPT/2019 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode II Tahun 2019. Frekuensi terbit jurnal tersebut adalah dua kali dalam satu tahun, yaitu Juni dan Desember. Khizanah Al Hikmah diindeks di Google Scholar, DOAJ, Dimension, Crossref, Moraref, Base, dan Garuda (Universitas Hasanudin, 2022). Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan (JIPK) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Frekuensi terbit jurnal adalah dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Juni dan Desember. Jurnal tersebut diindeks di Google Scholar, dan sudah mendapatkan akreditasi SINTA 4 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui pengumuman yang dimuat di https:// risbang.ristekdikti.go.id. Jurnal tersebut berfokus kepada: Etika Profesi Pustakawan dan Arsiparis;Manajemen Perpustakaan Umum, Khusus, Sekolah dan Perguruan Tinggi;Literasi Informasi;Layanan pada Perpustakaan dan Lembaga/ Unit Arsip; Preservasi dan Konservasi Media Informasi (Bahan Perpustakaan dan Arsip); Teknologi Informasi di Perpustakaan dan Lembaga/Unit Arsip; Perpustakaan dan Media Sosial;Big Data dan Data Analytics; Manajemen Koleksi Perpustakaan dan Arsip; Open Access, Open Data dan Data Management;serta topik lain yang berkaitan dengan perpustakaan, dokumentasi dan informasi (Universitas Indonesia, 2022). Berdasarkan latar belakang di atas, maka pertanyaan penelitian adalah: 1. Berapakah jumlah artikel yang diterbitkan oleh masing-masing jurnal BACA, KAH dan JIPK periode 2017 -2021? 2. Berapakah jumlah penulis yang berkontribusi pada BACA, KAH dan JIPK periode 2017 – 2021? 3. Berapakah kata kunci yang dibuat oleh penulis pada jurnal BACA, KAH dan JIPK pada 2017- 2021? 4. Apakah topik penelitian berdasarkan kata kunci terbanyak di BACA, KAH dan JIPK? 5. Secara keseluruhan, apakah topik penelitian dari kata kunci terbanyak di ketiga jurnal? Dengan demikian, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1. Jumlah artikel yang diterbitkan oleh BACA, KAH dan JIPK periode 2017 -2021. 2. Jumlah penulis yang berkontribusi di BACA, KAH dan JIPK periode 2017 - 2021. 3. Jumlah kata kunci pada BACA, KAH, dan JIPK periode 2017 -2021. 4. Topik penelitian dari kata kunci terbanyak di masing – masing jurnal BACA, KAH dan JIPK. 5. Penelitian dengan topik kata kunci terbanyak di ketiga jurnal BACA, KAH dan JIPK TINJAUAN PUSTAKA Penelitian menggunakan metode bibliometrika, yaitu suatu analisis dari buku artikel, maupun publikasi lainnya. Analisis digunakan untuk melacak keluaran serta dampak penulis. Bibliometrik dapat membantu untuk menghitung faktor dampak jurnal, sehingga penulis memutuskan ke jurnal mana artikel akan diterbitkan (Embry-Riddel, 2022). Adapun menurut von Ungern-Sternberg (1995), bibliometrik adalah suatu bidang studi yang menerapkan metode matematika dan statistik untuk mengukur perubahan kuantitatif dan kualitatif pada koleksi buku dan media lain. Beberapa penelitian terdahulu tentang bibliometrik adalah sebagai berikut. Park (2017), melakukan penelitian terhadap librarian subject law yang direkam di dalam library and information literature periode 1997 – 2011, dengan tujuan penelitian adalah untuk mengamati jumlah artikel yang diterbitkan, di jurnal apa saja artikel tersebut diterbitkan, penulis per artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah artikel yang diterbitkan adalah 50 judul, dengan komposisi adalah sebagai berikut. Terbit di Law Library Journal sebanyak 17 judul, Legal Information Management 17 judul, Legal Reference Service Quarterly 9 judul, Cataloging and Classification Quarterly 1, Library Philosophy and Practice 1, International Journal of Legal Information 1, Current Studies in Librarianship 1. Journal of Philippine Librarianship 1, Annals of Library and Information Studies 1. Jumlah penulis adalah 62 orang, dengan jumlah penulis tunggal sebanyak 30 orang. Rahayu & Sobari (2021), melakukan analisis bibliometrik terhadap Jurnal PARI periode 2016-2020 dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Artikel yang diterbitkan; 2) Pola kepenulisan; 3) Derajat kolaborasi; 4) Jenis kelamin penulis; 5) Penulis terproduktif; 6) Institusi penulis; 7) Kota tempat penulis bekerja; 8)Topik penelitian yang diminati. Sumber data yang digunakan adalah Jurnal PARI yang diunduh dari alam at http://ejournal-balitbang.k kp.go.id/. Disimpulkan bahwa telah diterbitkan 75 artikel, dengan artikel terbanyak ditulis secara individu (67judul;89,33%). Penulis perempuan 22 orang (57,89%) lebih banyak dibandingkan dengan penulis laki-laki 16 orang (42,11%). Penulis terproduktif adalah Ketut Masiani menulis 8 artikel, berasal dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Pertanian, Buleleng Bali.Sekolah Usaha Perikanan Menengah Sorong berada di urutan pertama, (4;30,77%), untuk kategori institusi akademik dan untuk kategori institusi penelitian, diketahui Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan berada di urutan pertama (27; 43,54%). Kota tempat penulis bekerja terbanyak adalah Jakarta (47;62,66%). Topik penelitian yang diminati adalah tentang pustakawan. Royani, Rahayu & Yuliati (2019) melakukan penelitian terhadap pertumbuhan publikasi Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral periode 2014 – 2018, mengggunakan metode bibliometrik. Hasil menunjukkan bahwa sebaran artikel merata pada setiap volume dan nomor terbitan. Jumlah artikel yang dipublikasikan sebanyak 100 judul, dan ditemukan penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan penulis tunggal. Adapun pengarang paling produktif adalah Ronaldo Irzon dan Sigit Maryanto, dengan institusi penyumbang artikel terbanyak adalah Pusat Survei Geologi Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM yaitu 73%, dan tren penelitian adalah berkaitan dengan struktur geologi. Kumar (2014), melakukan analisis bibliometrika terhadap jurnal Library Herald periode 2011 – 2014. Adapun tujuan analisis meliputi jumlah artikel, pola kepengarangan, subjek artikel, rata –rata referensi per artikel, dan jenis dokumen yang disitir. Hasil menunjukan bahwa jumlah artikel adalah 114 judul, dan penulis tunggal menulis 65 judul (57, 01%), dan sisanya adalah 49 judul (42,98%) ditulis secara kolaborasi. Penulis terbanyak berasal dari India yaitu 89,47%, dan sisanya 10,52% merupakan penulis yang berasal dari luar India. Sumber informasi yang paling banyak disitir adalah jurnal yaitu 312 judul (26,80%), kemudian diikuti prosiding seminar/ konferensi yaitu 294 (25, 25%), buku sebanyak 137 judul (11,76%), disertasi 125 judul (10,73%), laporan penelitian 96 judul (8,24%), publikasi khusus 64 judul (5,49%), buku referensi 52 judul (4,46%), situs web 29 (2,49%), abstrak 26 (2,23%), laporan tahunan 18 91,54%), dan news letters 11 (0,94%). Nelson (2013) melakukan analisis bibliometrik terhadap Information Impact: Journal of Information and Knowledge Management (ISSN: 2141-4297), periode 2010 – 2013. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, jumlah artikel terbit, jenis dokumen yang disitir, subjek yang paling banyak diteliti, kolaborasi peneliti, dan instansi tempat penulis bekerja.Hasil menunjukan bahwa jumlah artikel terbit adalah 56 judul, dengan penulis 92 orang. Jurnal merupakan dokumen yang paling banyak disitir (42%), kemudian buku pada urutan kedua (26%), internet pada urutan ke tiga (20%), makalah prosiding (5%), tesis/disertasi (3%), laporan (2%), surat kabar (1%), ensiklopedia/ kamus (1%). Tulisan lebih banyak ditulis secara kolaborasi yaitu sebanyak 30 judul dan yang ditulis secara individu berjumlah 26 judul. Institusi penulis terbanyak di urutan pertama berasal dari universitas (82%), kemudian pada urutan kedua berasal dari politeknik (8%), pada urutan ketiga adalah dari Colleges of Education (7%), lembaga riset (2%), dan korporat (1%). Subjek paling banyak diteliti adalah Informastion technology (34%), General librarianship (24%), Library use (11%), Academic librarianship (9%), Information seeking behavior (7%), Resource sharing (5%), Library personel (5%), Records management (2%).
Method
Penelitian menggunakan metode bibliometri, dengan sumber data adalah masing – masing jurnal, yang diakses dari situs BACA, https: // jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/index.php/baca, Khizanah Al Hikmah, dengan alamat journal.uin-alauddin.ac.id/ index.php/khizanah-al-hikmah dan Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan adalah jipk.ui.ac.id/ index.php/jipk. Data yang dicatat meliputi jumlah artikel yang diterbitkan, penulis, serta kata kunci dari setiap jurnal (BACA, KAH, dan JIPK), periode 2017 – 2021. Selanjutnya data dihitung menggunakan statistik sederhana, yaitu berupa frekuensi dan kemudian dihitung persentase masing-masing variabel yang dicari, menggunakan rumus Data disajikan dalam bentuk tabel, dan khusus untuk kata kunci perhitungan didasarkan pada jumlah kata kunci terbanyak yang digunakan di tiap-tiap jurnal. Selanjutnya data yang terkumpul diolah menggunakan distribusi frekuensi, dan persentase, menggunakan rumus sebagai berikut. P = F/N X 100 % P = persentase F = frekuensi N = total frekuensi. Berdasarkan hasil pengolahan data selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.
Result & Discussion
Jumlah artikel BACA, Khizanah Al Hikmah (KAH) dan Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan (JIPK) Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa selama 2017 – 2021 pada BACA, telah diterbitkan sebanyak 93 judul artikel dalam 10 edisi yaitu edisi Volume 38 tahun 2017 hingga Volume 42 Tahun 2021. Artikel BACA diawali dengan jumlah artikel 5 judul, selanjutnya terjadi peningkatan berturut-turut sebanyak 6, 7, 10, 13 dan akhirnya pada edisi Volume 42 Nomor 2 Tahun 2021, kembali turun menjadi 9 judul. Pada Khizanah Al Hikmah, selama 2017 hingga 2021, telah terbit sebanyak 99 judul artikel yang terdistribusi dalam 10 edisi dimulai dari Volume 5 pada Tahun 2017, hingga Volume 9 Tahun 2021. Pada awalnya, jumlah artikel adalah 12 judul (Edisi Volume 5 Nomor 1 Tahun 2017), kemudian menurun menjadi 9, 8, 8,9,8. Kemudian artikel bertambah menjadi 10 judul pada Volume 8 Nomor 1 Tahun 2020. Artikel terbanyak berada pada edisi Volume 8 Nomor 2 Tahun 2020, yaitu 14 judul, dan kembali menurun menjadi 9 dan 12 berturut – turut pada Volume 9 Nomor 1 dan 2 Tahun 2021. Pada JIKP, jumlah artikel relatif stabil yaitu berada pada kisaran 5,6 dan 7 judul. Jumlah tertinggi yaitu 7 judul berada pada edisi Volume 20 Nomor 1 dan 2 Tahun 2018. Namun secara rata-rata (modes), jumlah artikel 6 judul berada pada enam edisi yaitu edisi Volume 20 Nomor 2 Tahun 2020, kemudian Volume 21 Nomor 1 dan 2, Volume 22 Nomor 1 dan 2, dan Volume 23 Nomor 1. Tabel 1. Jumlah artikel BACA, KAH dan JIPK periode 2017-2021 BACA KAH JIPK Edisi Artikel % Edisi Artikel % Edisi Artikel % Vol. 42 No. 2 (2021) 9 9,68 Vol. 9 No. 2 (2021) 12 12,12 Vol. 23 No. 2 (2021) 5 8,33 Vol. 42 No. 1 (2021) 13 13,98 Vol. 9 No. 1 (2021) 9 9,09 Vol. 23 No.1 (2021) 6 10,00 Vol. 41 No. 2 (2020) 13 13,98 Vol. 8 No. 2 (2020) 14 14,14 Vol. 22 No. 2 (2020) 6 10,00 Vol. 41 No. 1 (2020) 10 10,75 Vol. 8 No. 1 (2020) 10 10,10 Vol. 22 No.1 (2020) 6 10,00 Vol. 40 No. 2 (2019) 10 10,75 Vol. 7 No. 2 (2019) 8 8,08 Vol. 21 No. 2 (2019) 6 10,00 Vol. 40 No. 1 (2019) 10 10,75 Vol. 7 No. 1 (2019) 9 9,09 Vol. 21 No. 1 (2019) 6 10,00 Vol. 39 No. 2 (2018) 10 10,75 Vol. 6 No. 2 (2018) 8 8,08 Vol. 20 No. 2 (2018) 6 10,00 Vol. 39 No. 1 (2018) 7 7,53 Vol. 6 No. 1 (2018) 8 8,08 Vol. 20 No. 1 (2018) 7 11,67 Vol. 38 No. 2 (2017) 6 6,45 Vol. 5 No. 2 (2017) 9 9,09 Vol. 19 No. 2 (2017) 7 11,67 Vol. 38 No. 1 (2017) 5 5,38 Vol. 5 No. 1 (2017) 12 12,12 Vol. 19 No. 1 (2017) 5 8,33 Jumlah 93 100 99 100 60 100 Sumber : Diolah dari hasil data penelitian Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa artikel paling banyak diterbitkan oleh KAH adalah sebanyak 99 artikel, dan pada urutan kedua adalah BACA dengan jumlah terbitan 93 judul, dan pada urutan ketiga adalah JIPK dengan jumlah artikel 60 judul. Artikel terbanyak diterbitkan adalah artikel dari KAH yaitu 14 judul pada edisi Volume 8 Nomor 2 Tahun 2020. Penulis pada Jurnal BACA, KAH dan JIPK Pada Tabel 2 dapat diketahui jumlah penulis yang berkontribusi pada ketiga jurnal BACA, KAH dan JIPK, masing-masing berturut-turut 220 orang, 217 orang, dan 127 orang. Dengan demikian perbandingan antara penulis /artikel untuk BACA, KAH, dan JIPK adalah 220 penulis/93 artikel = 2,36 penulis/artikel, 217 penulis/99 artikel = 2,19 penulis per artikel, dan 127 penulis/60 artikel = 2,12 penulis/artikel. Melihat perbandingan tersebut, maka tidak ditemukan perbedaan nilai yang nyata diantara ketiganya, dan dapat dikatakan rata-rata artikel ditulis oleh kolaborasi 2 orang penulis. Walaupun demikian, terlihat bahwa BACA memiliki nilai perbandingan penulis/artikel paling tinggi, dibandingkan KAH dan JIPK, dan dengan demikian 1 artikel pada BACA rata-rata ditulis oleh 2,36 orang penulis. Tabel 2. Jumlah penulis BACA, KAH dan JIPK periode 2017-2021 BACA KAH JIPK Edisi Penulis % Edisi Penulis % Edisi Penulis % Vol. 42 No. 2 (2021) 20 9,09 Vol. 9 No. 2 (2021) 27 12,44 Vol. 23 No. 2 (2021) 10 7,87 Vol. 42 No. 1 (2021) 28 12,73 Vol. 9 No. 1 (2021) 18 8,29 Vol. 23 No.1 (2021) 17 13,39 Vol. 41 No. 2 (2020) 35 15,91 Vol. 8 No. 2 (2020) 33 15,21 Vol. 22 No. 2 (2020) 16 12,60 Vol. 41 No. 1 (2020) 30 13,64 Vol. 8 No. 1 (2020) 31 14,29 Vol. 22 No.1 (2020) 14 11,02 Vol. 40 No. 2 (2019) 20 9,09 Vol. 7 No. 2 (2019) 18 8,29 Vol. 21 No. 2 (2019) 12 9,45 Vol. 40 No. 1 (2019) 26 11,82 Vol. 7 No. 1 (2019) 16 7,37 Vol. 21 No. 1 (2019) 9 7,09 Vol. 39 No. 2 (2018) 20 9,09 Vol. 6 No. 2 (2018) 23 10,60 Vol. 20 No. 2 (2018) 9 7,09 Vol. 39 No. 1 (2018) 23 10,45 Vol. 6 No. 1 (2018) 17 7,83 Vol. 20 No. 1 (2018) 14 11,02 Vol. 38 No. 2 (2017) 12 5,45 Vol. 5 No. 2 (2017) 14 6,45 Vol. 19 No. 2 (2017) 16 12,60 Vol. 38 No. 1 (2017) 6 2,73 Vol. 5 No. 1 (2017) 20 9,22 Vol. 19 No. 1 (2017) 10 7,87 Jumlah 220 100 217 100 127 100 Kata kunci BACA, KAH dan JIPK periode 2017 Pada Tabel 3 (lampiran) diketahui bahwa kata kunci yang digunakan oleh penulis BACA berjumlah 48 kata kunci, kemudian KAH 75 kata kunci, dan JIPK 57 kata kunci. Pada BACA kata kunci terbanyak adalah Bibliometrics dengan frekuensi 3 kali, kemudian pada posisi kedua adalah Research collaboration serta Indonesia, masing-masing muncul 2 kali. Pada KAH, Bibliometrics juga berada pada posisi teratas dengan frekuensi 2 kali, bersama-sama dengan Librarian, Journals, Library user, dan Public library. Pada JIPK, dari 57 kata kunci yang digunakan penulis, semua muncul dengan frekuensi satu kali, sehingga ke 57 kata kunci berada pada posisi yang sama, dan tidak ada yang berada pada posisi pertama. Dengan demikian bibliometric merupakan topik penelitian yang didiseminasikan melalui BACA dan KAH, dan tidak ada di JIPK. Kata kunci women, muncul sebanyak 1 kali baik di BACA maupun di JIPK, namun tidak ada di KAH. Kata kunci BACA, KAH dan JIKP periode 2018 Tabel 4 (lampiran) menjelaskan sebaran kata kunci pada BACA, KAH dan JIPK periode 2018, pada BACA, diketahui sebanyak 84 kata kunci telah digunakan selama 2018, dengan kata kunci paling banyak digunakan adalah Academic library dengan frekuensi 3 kali. Adapun untuk KAH total kata kunci yang digunakan adalah 48, frekuensi terbanyak adalah Bibliometrics, Citation analysis, dan Institutional repository masing - masing berjumlah 2. JIPK seluruh kata kunci yang digunakan berjumlah 52, dan posisi terbanyak adalah kata kunci Information needs, dan Public service masing-masing muncul 2 kali. Pada ketiga jurnal tersebut kata kunci yang sama adalah Bibliometrics masing-masing ditemukan di BACA dan KAH, namun tidak muncul di JIPK. Kata kunci Library muncul baik di BACA, KAH, maupun di JIPK. Information needs, kata kunci tersebut muncul di KAH dan JIPK. Archive management juga muncul baik di KAH, maupun di JIPK, masing-masing 1 kali. Kata kunci Library muncul baik di KAH, maupun di JIPK. Kata kunci Hoax muncul di BACA dan JIPK, masing- masing 1 kali. Kata kunci BACA, KAH dan JIKP periode 2019 Pada Tabel 5 (lampiran) diketahui kata kunci yang digunakan pada BACA adalah 91 , KAH 49 dan JIPK 51 kata. Pada BACA, kata kunci paling banyak muncul di urutan pertama adalah Academic library, Bibliometrics, Information needs, Information retrieval, dan Social media, masing-masing sebanyak 3 kali. Pada KAH, kata kunci terbanyak di urutan pertama adalah Bibliometrics muncul dengan frekuensi 3 kali, adapun untuk JIPK, kata kunci terbanyak di urutan pertama adalah Information dan Information seeking behavior, dengan frekuensi masing-masing 2 kali. Kata kunci Librarian muncul di BACA dan JIPK masing-masing 1 kali. Information needs, muncul di BACA dan JIPK, masingmasing 1 kali. Social media merupakan kata kunci yang muncul baik di BACA maupun di JIIPK, masingmasing 3 kali dan 1 kali. Academic library merupakan kata kunci yang muncul baik di BACA maupun di KAH, dan JIPK masing-masing 3 kali, 2 kali dan 1 kali. Adapun Indonesia merupakan kata kunci yang digunakan di BACA dan JIPK masing-masing 1 kali. Kata kunci journal merupakan kata kunci yang digunakan baik oleh BACA maupun KAH. Kata kunci pada BACA, KAH dan JIPK periode 2020 Menurut Tabel 6 (lampiran) dapat diketahui bahwa kata kunci yang digunakan BACA berjumlah 104, pada KAH 68 dan pada JIPK 54. Pada BACA kata kunci terbanyak pada urutan pertama adalah Journal yaitu 5 f rekuensi, kemudian untuk KAH Bibliometrics merupakan kata kunci pada urutan pertama dengan frekuensi 4 , dan pada JIPK urutan pertama kata kunci ada dua yaitu Library and Information Science, dan Social Media, masing-masing 2 kata kunci. Bibliometrics, merupakan kata kunci yang muncul baik di KAH maupun di JIPK. Tidak ditemukan kata kunci yang sama digunakan pada tiga jurnal BACA, KAH, dan JIPK. Kata kunci pada BACA, KAH, dan JIPK periode 2021 Pada Tabel 7 (lampiran) terlihat bahwa pada jurnal BACA, kata kunci yang digunakan berjumlah 96, kemudian pada KAH sebayak 57 kata kunci dan pada JIPK ditemukan 50 kata kunci. Academic library merupakan kata kunci terbanyak pada urutan pertama di BACA, Bibliometrics merupakan kata kunci terbanyak urutan pertama dengan frekuensi 3 kali, digunakan di KAH. Bibliometrics juga digunakan di BACA, dengan frekuensi 1 kali. Pada JIPK tidak ditemukan urutan pertama, mengingat ke 50 kata kunci masing-masing hanya mucul dengan frekuensi 1 kali. Social media merupakan kata kunci terbanyak di urutan pertama yang digunakan dalam BACA, KAH, dan JIPK berturut-turut muncul sebanyak 1 kali, 2 kali dan 1 kali. Journals merupakan kata kunci yang digunakan baik di BACA, maupun di KAH, masingmasing muncul 1 kali. Research data management, adalah kata kunci yang digunakan baik di BACA maupun di JIPK, muncul masing- masing 1 kali. Sebaran kata kunci terbanyak pada BACA, KAH dan JIPK periode 2017 – 2021 dapat dilihat pada Tabel 8 berikut. Pada tahun 2021, hanya muncul 2 kata kunci yaitu Academic library dan Bibliometrics merupakan kata kunci paling banyak muncul, berikutnya pada 2020, journals, bibliometris. Tabel 8. Kata kunci urutan pertama di BACA, KAH, dan JIPK 2017-2021 Tahun BACA KAH JIPK Jumlah Kata kunci Frek Kata kunci Frek Kata kunci Frek 2021 Academic library 4 Bibliometrics 3 0 0 7 2020 Journal 5 Bibliometrics 4 Library and information science 2 11 2019 Academic library 3 Bibliometrics;informati on needs; information retrival;social media. 3 Information 3 18 2018 Academic Library 3 Bibliometrics 2 Information needs 2 7 2017 Bibliometrics 3 Bibliometric 2 0 0 5 18 23 7 48 Kata kunci urutan pertama terbanyak yang digunakan di BACA, KAH dan JIPK 2017 – 2021 Menurut Tabel 9, dan 10 dapat diketahui bahwa jumlah kata kunci di urutan pertama adalah 48, terdiri atas kata kunci yang digunakan di jurnal BACA, sebanyak 13, di KAH 23 di JIPK sebanyak 7. Kata kunci terbanyak merupakan kata kunci yang digunakan oleh KAH yaitu Bibliometrics muncul sebanyak 14 kali hal tersebut menunjukkan bahwa tulisan tentang bibliometrics mendominasi artikel KAH adapun untuk BACA, artikel tentang Academic library berada pada posisi teratas dengan jumlah kata kunci sebanyak 10. Pada JIPK, tulisan paling banyak berkaitan dengan kata kunci Information. Guna melihat kata kunci berdasarkan tahun maka dari Tabel 10 dapat diketahui bahwa pada tahun 2017, terdapat 7 kata kunci, kemudian pada tahun 2018, jumlah kata kunci adalah 7, selanjutnya pada 2019 kata kunci 18, kemudian pada 2020, ditemukan kata kunci yang digunakan sebesar 11 kata kunci, dan pada tahun 2021 ditemukan sebanyak 7 kata kunci. Kata kunci BACA KAH JIPK Jumlah Academkic library 10 0 0 10 Bibliometrics 3 14 0 17 Journals 5 0 0 3 Information 0 0 3 3 Informaion needs 0 3 2 5 Information retrieval 0 3 0 3 Social media 0 3 0 3 Library and Information Science 0 0 2 2 Jumlah 18 23 7 48 Tabel 9. Kata kunci urutan pertama berdasarkan jurnal BACA, KAH, dan JIPK 2017-2021 Sumber : Diolah dari hasil data penelitian Tabel 10. Kata kunci urutan pertama berdasarkan tahun di BACA, KAH, dan JIPK 2017-2021 Sumber : Diolah dari hasil data penelitian Kata kunci 2021 2020 2019 2018 2017 Jumlah Academkic library 4 0 3 3 0 10 Bibliometrics 3 4 3 2 5 17 Journals 0 5 0 0 0 5 Information 0 2 3 0 0 5 Informaion needs 0 0 3 2 0 5 Information retrieval 0 0 3 0 0 3 Social media 0 0 3 0 0 3 Library and Information Science 0 0 0 0 0 0 Jumlah 7 11 18 7 5 48
Conclusion
Berdasarkan sebaran kata kunci diketahui bahwa selama 2017 – 2021 kata kunci pada urutan pertama dari jurnal BACA, KAH dan JIPK berjumlah 8 yaitu Academic library, Bibliometrics, Journals, Information, Information retrieval, Social media, dan Library and Information Science. Topik penelitian berdasark an kata kunci terbanyak adalah Bibliometrics yaitu 17 kali, dan berikutnya adalah Academic library, yaitu 10 kali, dan pada urutan ketiga adalah penelitian berkenaan dengan kata kunci Information, Information needs, dan Information retrieval masing-masing muncul 5 kali. Jurnal BACA paling banyak memuat tulisan tentang Academic library dan satu-satunya yang memuat tulisan tentang hal tersebut. Jurnal BACA menggunakan 3 jenis kata kunci yaitu Academic library, Bibliometrics, dan Journals. Adapun pada KAH, dijumpai 4 kata kunci yaitu Bibliometrics, Informaion needs, Information retrieval , dan Social media, dan pada JIPK ditemukan tiga kata kunci yaitu Information, Informaion needs, dan Library and Information Science. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pada urutan pertama kata kunci, tidak ditemukan kata kunci yang berkaitan dengan kegiatan arsip/kearsipan, dengan kata lain penelitian yang dilakukan lebih banyak berkaitan tentang kepustakawanan.