ANALISIS DESKRIPTIF PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN DUMAI
Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Abstrak
Sebagai perguruan tinggi yang mengalami dampak pandemic covid-19, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai tetap melakukan segala upaya agar kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah operasional layanan perpustakaan. Parameter kebermanfaatan layanan perpustakaan adalah intensitas kunjungan dan frekuensi peminjaman koleksi perpustakaan selama masa sebelum pandemi, saat pandemi terjadi sampai dengan masa normal baru. Penting untuk melakukan analisis terhadap pengunjung perpustakaan sebagai bahan evaluasi perkembangan perpustakaan. Penelitian ini akan menyuguhkan analisis deskriptif pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai untuk mengetahui fluktuasi jumlah pengunjung secara umum dan berdasarkan tipe keanggotaannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengunjung perpustakaan kumulatif didominasi oleh anggota dengan tipe keanggotaan taruna Program studi Pengolahan Hasil Laut.
Abstract
As a tertiary institution that has experienced the impact of the Covid-19 pandemic, the Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai continues to make every effort so that the Tri Dharma of Higher Education continues to run as it should. One of them is the operation of library services. The parameters for the usefulness of library services are the intensity of visits and the frequency of borrowing library collections during the pre-pandemic period, when the pandemic occurred until the new normal period. It is important to conduct an analysis of library visitors as material for evaluating library development. This study will present a descriptive analysis of visitors to the Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai library to determine fluctuations in the number of visitors in general and based on the type of membership. The results of this study indicate that cumulative library visitors are dominated by members with cadet membership types in the Pengolahan Hasil Laut Study Program
Keywords:
Visitor
· Library
· Marine and Fisheries Polytechnic of Dumai
Introduction
Covid-19 pertama kali ditemukan di China Kota Wuhan, virus covid-19 inimenyerangmanusiamelalui gangguan pada sistem pernapasan dan bisa mengakibatkan kematian (samudera, 2020). Virus ini sangat cepat untuk penyebaran dan mereka tidak melihat usia siapa saja akan mudah terinveksi virus ini, hingga WHO mengatakan wabah ini sebagai wabah global. Indonesia tak terkecuali yang termasuk terkena penyebaran virus tersebut. Pertama kalinya Covid-19 dilaporkanmasuk ke Indonesia pada 2Maret 2020 di Depok, Jawa Barat (Alam, 2021).Akibat munculnya virus ini ada beberapa dampak seperti dampak pada ekonomi, sosial, pariwisata, hingga pendidikan. Pada tanggal 24Maret 2020muncul surat edaran dari menteri pendidikan tentang proses pembelajaran daring yang akan dilaksanakan di rumah masing-masingmulai dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi. Banyak sekali siswa maupun mahasiswa sekitar 89,17% dari merekamerasa bahwa lebih baik belajar secara tatap muka daripada secara daring (Dewi, 2020). Penelitian dari (Siahaan, 2020) menyatakan pandemic ini menyebabkan diterapkannya kebijakan untukmenghindari penyebaran virus covid-19 dengan dilakukannya pembatasan tatap muka dan menghindari kerumunan. Salah satu dampaknya di bidang pendidikan banyak sekali berbagai masalah yang dihadapi antara siswa dan guru karena tugas yang diberikan banyak. Serta banyaknya tenaga pendidik dan peserta didik yang merasakan belum siap dengan adanya virus ini dan dipaksa untuk siap lebih cepat terhadap perkembangan teknologi. Yang biasa kegiatan pembelajaran dilakukan dengan secara tatap muka, kemudian secara mendadak dialihkan pembelajaran secara jarak jauh atau online. Perpustakaan dalam hal ini sebagai unit pendukung pendidikan pun ikut terkena imbasnya, mulai dari penurunan jumlah pengunjung dan layanan sirkulasi dari sesudah covid-19. Ketika pandemi mulai menurun dan mulai dilonggarkannya kebijakan terkait pembatasan sosial pada tahun 2021/2022, berbagai upaya dilakukan Politeknik Kelautan dan Perikanana Dumai dalam rangkameningkatkan kembali kualitas kelembagaan, pelayanan dan mutu akademik. Satu diantara upaya tersebut adalah dengan peningkatan kualitas perpustakaan. Baik dari sarana prasarana, layanan, sumber daya pengelola, serta ketersediaan koleksi perpustakaan. Dalam meningkatan kualitas layanan perpustakaan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai selalu berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Sebuah perpustakaan dikatakanmemiliki kualitas layanan yang baik ketika perpustakaan tersebut memenuhi harapan dan kebutuhan pengunjung perpustakaan atau pemustaka. Oleh karena itu, setiap pengelola perpustakaan harusnya memiliki kepekaan terhadap harapan dan kebutuhan dari pemustaka. Satu dari sekian banyak parameter yang bisa digunakan untuk mengukur kebermanfaatan perpustakaan adalah tingkat kunjungan dan frekuensi peminjaman koleksi perpustakaan. Semakin tinggi kebermanfaatan sebuah perpustakaan berbanding lurus dengan angka kunjungan dan frekuensi peminjaman koleksi oleh pemustaka.Oleh karena itu, kegiatan kajian terhadap kunjungan sebuah perpustakaan penting dilakukan sebagai bagian dari analisis kualitas perpustakaan. Penelitian ini membahas tentang analisis pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dari aspek tipe keanggotaan. Tipe keanggotaan yang dimaksud adalah Taruna Prodi Permesinan Kapal, Taruna Prodi Perikanan Tangkap, Taruna/niPengolahanHasil Laut,Dosen danPegawai, serta tipe keanggotaan Umum. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis frekuensi kunjungan seiring dengan dilonggarkannya kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial akibat pandemi covid-19. Penelitian serupa yang pernah dilakukan dan sudah diterbitkan yang berjudulAnalisisDiskriptif Pengunjung Perpustakaan IAIN Tulungagung. Artikel memberikan sajian tentang pengunjung perpustakaan IAIN Tulungagung berdasarkan aspek status pemustaka.. Hasil dari penelitian inimenyatakan bahwa pengunjung perpustakaan didominasi oleh mahasiswa dan pascasarjana.(Rafikasari&Rohman, 2018) Penelitian lain yang serupa yang sudah diterbitkan pada jurnal yang berjudul Ilmu Perpustakaan dan Informasi, dengan judul Analisis Pengunjung Perpustakaan dan Peminjaman Buku Tercetak pada Perpustakaan Universitas Airlangga. Artikel jurnal yang diterbitkan ini memberikan sajian tentang pengunjung perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya berdasarkan fakultas dan jurusan. Hasil kajian ini menghasilkan temuan bahwa mahasiswa FISIP yang paling sering berkunjung ke perpustakaan, sedangkan mahasiswa pascasarjana yang paling sedikit berkunjung.Dari segi peminjaman,mahasiswa hukum paling banyak melakukan peminjaman, sedangkan mahasiswa dari Fakultas Farmasi yang paling sedikit melakukan peminjaman.(Puspitasari, 2015) KAJIAN TEORI Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan merupakan institusi yang mengelola koleksi berbagai karya, diantaranya karya tulis, karya cetak, serta karya rekam. Pengelolaan tersebut dilakukan secara professional dengan sistem yang baku untuk memenuhi berbagai kebutuhan sesuai dengan fungsinya, yaitu pendidikan, penilitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi pemustaka. Definisi tersebut termaktup dalam Undang-undang No.43 Tahun 2007. Secara umum pengertian dari perpustakaan adalah tempat atau gedung dimana didalamnya menyediakan koleksi dari berbagai sumber, baik tercetak maupun noncetak yang diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk temu kembali informasi dan dimanfaatkan.(Rakib, 2013) Perpustakaan Perguruan Tinggi menjadi pilar penting dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran; penelitian; serta pengabdian kepada masyarakat. Menurut Sutarno yang dikutip Taufiq Kurniawan, perpustakaan perguruan tinggimerupakan research library.Mengapa dikatakan seperti itu, karena dari sanalah segala kegelisahan dan kegundahan akademik akademisi mendapat panduan. Terlebih bagi perguruan tinggi yang mengejar predikat research university, peningkatan kualitas perpustakaan menjadi sebuah keharusan.(Kurniawan, 2015) Pesatnya kemajuan teknologi dan informasi turut serta dalam mempengaruhi sistem layanan yang ada di Perpustakaan dan tak terkecuali Perpustakaan Perguruan Tinggi. Hampir setiap perpustakaan perguruan tinggi sudah memiliki Website perpustakaan tersendiri, repository online, sertaOnline Public Acces Catalog yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Tidak hanya itu, beberapa perpustakaan di perguruan tinggi telah berlangganan database online sebagai sumber referensi tambahan bagi pemustaka. Beberapa contoh database online yang biasa digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi antara lain Proquest, EBSCO, dan Cengage Learning.(Purwani Istiana, 2017) Beberapa fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Fungsi Pendidikan: maksudnya perpustakaan sebagai tempat untukmencari sumber belajar bagi sivitas akademika; b. Fungsi Informasi: perpustakaan menjadi sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna untuk memenuhi kebutuhannya; c. Fungsi Riset/Penelitian: perpustakaan sebagai penyedia bahan-bahan informasi yang mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan; d. Fungsi Rekreasi; perpustakaan sebagai tempat yang menyediakan koleksi rekreatif untuk membangun,mengembangkan kreatifitas,minat, dan inovasi pengguna perpustakaan serta menyajikan bacaan yang menghibur.(Rahayu, 2017) Pelayanan dan Pengunjung Perpustakaan Definisi dari pengunjung perpustakaan adalah pengguna perpustakaan, baik perseoranganmaupun kelompok yangmemanfaatkan layanan, fasilitas, dan koleksi yang tersedia di perpustakaan. Pengunjung perpustakaan atau biasa disebut pemustaka adalah client dalam pelayanan perpustakaan. (Ahmad Isywarul Mujab, Ary Setyadi, 2019) Istilah pemustaka sendiri sebenarnya terdengar baru dan digunakan secara resmi setelah disahkannya Undang-Undang No. 43 tahun 2007. Pemustaka merupakan salah satu unsur terpenting dalamlayanan perpustakaan, hal ini dikarenakan pemustaka bisa dijadikan parameter atau indikator penilaian dari kualitas suatu perpustakaan. Atas dasar itulah pengembangan perpustakaan perlu dilakukan untuk memperbaiki dan meingkatkan kualitas layanan perpustakaan dari waktu ke waktu. Layanan perpustakaan menempatkan tingkat kunjungan dan frekuensi pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka sebagai indikator keberhasilan.Oleh karena itu, pengelola perpustakaan baik itu pustakawan maupun pengelola teknis perlu memahami kriteria dan karakteristik pemustaka. Selain itu, hal yang tak kalah penting yang harus diperhatikan adalah kegiatan para pemustaka. Kegiatan atau jasa utama perpustakaan adalah sirkulasi peminjaman koleksi baik buku atau materi lainnya. Jadi salah satu tolak ukur keberhasilan perpustakaan bisa dilihat dari tingkat peminjaman koleksi. (Yuni et al., 2015)
Method
Jenis Data Secara umummetode penelitian adalah cara ilmiah untukmendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Data yang diperoleh dari penelitian tersebut nantinya bisa digunakan untuk memahamimasalah, memecahkanmasalah,mengantisipasimasalah, dan untuk membuat kemajuan ( Sugiyono, 2019). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sensus dibantu dengan aplikasi yang didalamnya terdapat pencatatan pelaporan kegiatan perpustakaan. Data yang diperoleh salah satunya berupa jumlah pengunjung perpustakaan dari Library Visitor Report yang dikelompokkan berdasarkan tipe keanggotaannya. Pengumpulan Data Penelitian dilakukan dengan metode sensus melalui pencatatan seluruh pengunjung perpustakaan politeknik Kelautan dan PerikananDumai sejak januari 2019 sampai dengan Desember 2022 yang dikelompokkan berdasarkan tipe keanggotaannya. Tipe keanggotaan di perpustakaanPoliteknik Kelautan dan Perikanan Dumai terdiri dari Taruna/ni Program studi Pengolahan Hasil Laut, Taruna Program Studi Permesinan Kapal, Taruna Program Studi Perikanan Tangkap, sertaDosen/Pegawai.Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif terhadap fluktuasi jumlah pengunjung Perpustakaan.
Result & Discussion
Analisis deskriptif pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui karakteristik dan fluktuasi jumlah pengunjung secara umumdan berdasarkan tipe keanggotaannya. Secara umum terdapat penurunan jumlah pengunjung dari periode Januari 2019 sampai denganDesember 2022 seperti pada terlihat pada Gambar 1. Pada gambar tersebut dapat terlihat ada penurunan yang dimulai dari tahun 2020. Sejak periode tersebut trend jumlah pengunjung perpustakaan Politeknik KP Dumai cenderung menurun, dan mulai kembali meningkat pada tahun 2022. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 2019 2020 2021 2022 Pengunjung Perpustakaan PoliteknikKP Dumai Tahun 20192022 Jumlah Gambar 1. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Periode 2019 2022 0 200 400 600 800 1000 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun 2019 Jumlah Gambar 2. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Tahun 2019 0 100 200 300 400 500 600 700 800 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun 2020 Jumlah Gambar 3. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Tahun 2020 0 50 100 150 200 250 300 350 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun 2021 Jumlah Gambar 4. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Tahun 2021 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun 2022 Jumlah Gambar 4.Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Tahun 2022 Penurunan Jumlah pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan PerikananDumai terjadi pada periode tahun 2019 sampai 2021 dikarenakan pada periode tersebut terjadi pademi global terkait virus covid-19. Penurunan tersebut terjadi karena semua kegiatan akademis dan non akademis taruna dilaksanakan secara daring sedangkan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai adalah perguruan tinggi dengan sistem pendidikan boarding school atau sistemasramamaka jumlah kunjungan perpustakaan pun ikut berpengaruh. Kegiatan pembelajaran secara daring ini mengacu pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia terkait penanggulangan penyebaran pandemi covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dikeluarkan melalui PP No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah yang diduga terinveksi Covid-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan meluasnya penyebaran virus tersebut. Pembatasan sosial hampir disemua sektor tak terkecuali di dunia pendidikan dan salah satunyamenjadi alasan utama pengunjung perpustakaan berkurang secara derastis.(Juaningsih et al., 2020) Analisis deskriptif jumlah pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai berdasarkan tipe keanggotaannya dapat dilihat dari gambar 5 berikut ini: 1. Taruna Pengunjung perpustakaan Politeknik KP Dumai dari tipe keanggotaan Taruna ini merupakan pengunjung paling banyak dibandingkan tipe keanggotaan Dosen, Staff, dan Umum. Tipe kanggotaan Taruna ini dibagi berdasarkan Program Studi yang ada di Politeknik KP Dumai, yaitu Program Studi Pengolahan Hasil Laut, Program Studi Perikanan Tangkap, dan Program Studi Permesinan Kapal.. gambar 5 menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dari tipe Keanggotaan Taruna Prodi Pengolahan Hasil Laut secara komulatif selama 4 tahun paling banyak mengunjungi perpustakaan, mencapai 2703 pengunjung dari keseluruhan pengunjung perpustakaan sejumlah 6873 pengunjung. Namun jika dilihat per tahunnya tipe keanggotaan Taruna Prodi Perikanan Tangkap selama 3 tahun terakhir (tahun 2020: 492 pengunjung; tahun 2021: 321 pengunjung; tahun 2022: 718 pengunjung) berturut-turut menjadi paling tinggi tingkat kunjungannya ke perpustakaan. Tipe keanggotaan Prodi Permesinan menjadi paling sedikit kunjungannya ke perpustakaan dari ketiga prodi tersebut, yaitu sebanyak 1563 pengunjung.Dari ketiga tipe keanggotaan taruna Prodi tersebut bisa terjadi dikarenakan Program Studi Pengolahan Hasil Laut menjadi prodi paling banyak jumlah taruna dari kapasitas keseluruhan taruna yang ada di Politeknik KP Dumai. Taruna Prodi Perikanan Tangkap dan dosen sering melakukan kegiatan perkuliahan di perpustakaan,sedangkanuntukProgramstudiPermesinan Kapal lebih sering melakukan perkuliahan di Workshop atau bengkel untuk mempercepat pengenalan dan melakukan praktikum langsung. Selain itu jika melihat kembaligambar.5,polakunjunganperpustakaan dari tipe keanggotaan taruna ini mengalami tren penurunan dari tahun2019sampai2021,danbaruterjadikenaikankembali padatahun2022salahsatunyadikarenakanpandemicovid19yangmengakibatkanpenyesuaiansistemperkuliahan yang ada. 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2019 2020 2021 2022 Pengunjung Perpustakaan Tahun 2019 - 2022 Prodi PHL Prodi PTK Prodi PMK Dosen dan Pegawai Gambar 5.Jumlah Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai Berdasarkan Tipe Keanggotaan dari Tahun 2019 s/d 2022 Banyaknya jumlah pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai tipe keanggotaan Taruna dari tahun 2019 sampai tahun 2022 disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Jumlah Pengunjung Perpustakaan dari Tahun 2019 - 2022 No Tahun Jumlah Pengunjung Prodi PHL Prodi PTK Prodi PMK 1 2019 1562 974 729 2 2020 412 492 209 3 2021 191 321 198 4 2022 538 718 427 Sumber: Data Perpustakaan 2019 - 2022 2. Dosen dan Pegawai Pengunjung Perpustakaan Politeknik KP Dumai tipe keanggotaan dosen dan pegawai pada periode 2019 sampai tahun 2022 sejumlah 732 pengunjung dari total pengunjung sebesar 6873 seperti yang dapat dilihat pada Gambar 5. Jumlah ini termasuk cukup dengan melihat jumlah seluruh dosen yang ada di Politeknik KP Dumai yang berkisar 20an. Kunjungan dosen dan pegawai ke perpustakaan dikarenakan melakukan perkuliahan, bimbingan laporan praktikum, maupun bimbingan dengan taruna terkait perlombaan. Untuk pemanfaatan literature pemanfaatan perpustakaan untuk dosen dinilai masih minim dikarenakan beberapa faktor juga, salah satunya yaitu minimnya sumber literatur dari koleksi tercetak yang ada perpustakaan dalam menunjang perkuliahan sehinggamemilih untuk menggunakan literatur yang diakses secara online. Banyaknya jumlah pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai tipe keanggotaan Dosen dan Pegawai dari tahun 2019 sampai tahun 2022 disajikan pada tabel berikut: Tabel 2. Jumlah Pengunjung Perpustakaan dari Tahun 2019 - 2022 No Tahun Tipe Keanggotaan Dosen dan Pegawai 1 2019 216 2 2020 137 3 2021 135 4 2022 244 Sumber: Data Perpustakaan 2019 - 2022
Conclusion
Kesimpulan Analisis deskriptif tentang karakteristik pengunjung perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dalam Penelitian ini menunjukkan bahwa secara kumulatif pengunjung perpustakaan didominasi oleh pengunjung dari tipe keanggotaan Taruna.Dari tipe Keanggotaan Taruna tersebut, taruna dari Program Studi Pengolahan Hasil Laut adalah pengunjung yang paling banyak berkunjung ke perpustakaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai. Saran Saran untuk penelitian selanjutnya dapatmeneliti tentang strategi untuk meningkatkan pengunjung perpustakaan sehingga pengunjung perpustakaan tidak didominasi oleh tipe keanggotaan tertentu saja. Selain itu dapat juga dilakukan penelitian tentang promosi perpustakaan untuk menarik minat pengunjung untuk memanfaatkan perpustakaan sehingga berdampak terhadap intensitas kunjungan pemustaka ke perpustakaan.