ANALISIS ARTIKEL ILMIAH DALAM INDONESIAN SCINTIFIC JOURNAL DATABASE (ISJD) TENTANG COVID -19 DI INDONESIA
Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Analisis artikel Covid 19 pada database ISJD Indonesian Scintific Journal Database periode Januari 2020 –Maret 2022. Analisis menggunakan metode bibliometrik, dengan tujuan untuk mengetahui 1). Jurnal yang terbanyak pada database ISJD tentang Covid 19 2). Pengarang terproduktif pada database ISJD tentang Covid 19; 3) Tingkat Kolaborasi pengarang database ISJD tentang Covid 19; 4).Topik dominan pada artikel data base tentang Covid 19. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa dalam database ISJD, Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat, merupakan jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel tentang Covid 19, kata kunci paling banyak digunakan adalah Covid 19 – (disease), dan penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal, hal tersebut diperkuat oleh nilai derajat kolaborasi yaitu 0,88. Penulis paling produktif adalah Boya Nugraha, dengan jumlah tulisan sebanyak 5 judul.
Abstract
Analysis of Covid 19 articles in the ISJD Indonesian Scintific Journal Database for the period January 2020 – March 2022. The analysis uses the bibliometric method, with the aim of finding out 1). The most journals in the ISJD database are about Covid 19 2). The most productive authors in the ISJD database are about Covid 19. ; 3) The level of collaboration between ISJD database authors on Covid 19; 4). The dominant topic in the database article is about Covid 19. Based on the results and discussion it is concluded that in the ISJD database, the Journal of Community Service Creativity, is the journal that publishes the most articles on Covid 19, the most widely used keyword is Covid 19 – (disease), and the authors collaborate more than single authors, this is reinforced by the value of the degree of collaboration, which is 0.88. The most prolific writer is Boya Nugraha, with a total of 5 titles.
Keywords:
Covid 19
· Bibliometrics
· ISJD
· Journals
· Degree of collaboration
Introduction
Indonesian Scintific Journal Database (ISJD) adalah suatu data base yang memuat artikel- artikel jurnal yang terbit di Indonesia. Situs tersebut berisi kumpulan jurnal ilmiah yang terbit di Indonesia dan diserahkan ke PDDI-LIPI untuk didiseminasikan. Sampai Januari 2021 tercatat lebih dari 8.000 jurnal ilmiah yang diterbitkan dan kurang dari 5.000 jurnal yang secara kontinyu mengirimkan terbitannya ke Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah –LIPI, yang saat ini sudah bertransformasi menjadi Direktorat Repositori, Multimedia dan Penerbitan Ilmiah badan Riset dan Inovasi Nasional. Jurnal yang saat ini dapat diakses yaitu 16,157 jurnal baik dari Perguruan Tinggi maupun Lem baga Penelitian dengan lebih dari 438,017 artikel. ISJD yang memuat hasil penelitian dari semua bidang ilmu yang dimuat dalam jurnal yang terbit di Indonesia. Situs ini disediakan sebagai ajang komunikasi ilmiah peneliti, akademisi, industri, dan masyarakat umum khususnya di Indonesia, maupun di tingkat internasional. Pengguna dapat mencari artikel melalui judul artikel, subjek, pengarang, penerbit, dan berdasarkan nama jurnal (PDII-LIPI, 2015). ISJD terdiri atas berbagai macam katagori, yang mencerminkan berbagai macam bidang ilmu yang ada pada khasanah artikel Jurnal Ilmiah terbitan Indonesia. Katagori yang ada yaitu : Adat istiadat, Administrasi Negara dan Militer, Agama, Akuntansi, Arkeologi, Arsitektur, Astronomi, Bahasa, Biografi, Biologi, Ekonomi, Farmasi, Filsafat, Fisika, Geografi, Geologi, Kelautan dan Iklim, Hukum, Karya Umum, Kehutanan, Kesehatan dan Kedokteran, Kesejahteraan Keluarga, Kimia, Komunikasi dan Media, Lingkungan, Manajemen, Masalah Sosial, Matematika,Olah Raga, Pendidikan, Perdagangan, Transportasi dan Standarisasi, Perikanan, Perpustakaan dan Dokumentasi, Peternakan, Politik, Program Komputer dan Teknologi Informasi, Psikologi, Rekayasa, Sejarah, Seni, Sosial dan Budaya, Teknik Kimia, Teknologi Pangan, Wanita dan Anak dan Zoologi. Covid 19 adalah wabah penyakit pernafasan yang awalnya datang dari daerah Wuhan di China, yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Covid 19, di samping memakan banyak korban juga melumpuhkan perekonomian dunia termasuk Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit menular yang baru muncul, kom unitas peneliti telah merespons dengan cepat untuk memberikan wawasan tentang cara mengendalikan pandemi dan dalam pengembangan tes, terapi, dan vaksin. Sebagian besar penelitian tentang Covid 19 berasal dari Cina, Eropa, dan Amerika Serikat, dan hal tersebut yang dapat dimengerti karena wilayah tersebut telah mengalami lebih banyak kasus dan kematian akibat pandemi. Belum diketahui alasan yang masih belum pasti, mengapa Afrika mengalami lebih sedikit kasus dan kematian pada fase awal pandemi Covid-19 dibandingkan dengan benua lain (Guleid,et al, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi apakah topik-topik tentang Covid dan apa dampak wabah Covid 19 terhadap semua bidang di Indonesia, baik dampak sosial maupun dampak ekonomi, hukum dan lain- lain dengan mengamati; 1. Jurnal yang terbanyak pada database ISJD tentang Covid 19 pada tahun 2020 bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022 2. Pengarang yang terproduktif pada database ISJD tentang Covid 19 pada tahun 2020 bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022 3. Tingkat Kolaborasi Pengarang database ISJD tentang Covid 19 pada tahun 2020 bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022 4. Topik yang dominan pada artikel data base tentang Covid 19 pada tahun 2020 bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022 Penelitian terdahulu Berikut ini adalah beberapa penelitian terdahulu tentang analisis bibliometrik dari Covid 19. CasadoA, et al. (2021) dalam penelitian bibliometriknya tentang covid 19 dan lingkungan telah diadakan pada 1 Desember 2019 sampai dengan 6 September 2020 menggunakan perangkat lunak Scimat untuk menentukan topik utama, penulis, dan publikasi jurnal dengan menggunakan database Web of Science dan Scopus. Penelitian menghasilkan 440 artikel. (i) pengurangan tajam pencemaran udara dan peningkatan tingkat pencemaran air; (ii) hubungan angina kecepatan (positif), radiasi ultraviolet (positif) dan kelembaban (negatif) dengan tingkat infeksi; (iii) dampak pandemi pada rantai pasokan makanan dan kebiasaan membuang sampah; (iv) pemantauan air limbah menawarkan berpotensi sebagai tanda peringatan dini penularan Covid-19; (v) kecerdasan buatan dan perangkat pintar dapat sangat berguna dalam memantau mobilisasi warga; dan (vi) pelajaran yang diperoleh dari pandemi yang membantu menentukan tindakan mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, hasil penelitian saat ini menawarkan agenda untuk penelitian masa depan dan merupakan titik awal bagi akademisi di bidang studi lingkungan untuk mengevaluasi efek dari Covid-19. Hamidah, et.al. (2020) melakukan penelitian yang berjudul A Bibliometric Analysis of Covid 19 Research Using VOSViewer, dilakukan pada database Scopus dengan limitasi tahun 2019 sampai dengan 2020 dan kata kunci “Covid 19”. Ditemukan sebanyak 3.513 artikel, dengan Cina merupakan Negara paling produktif, dan kata kunci terbanyak digunakan adalah coronavirus, pandemic,dan impact merupakan topik yang banyak diteliti. Guleid, et.al. (2021), melakukan penelitian bibliometrik untuk menggambarkan hasil penelitian Covid 19 di Afrika dalam hal pengaturan, desain penelitian, tema penelitian dan afiliasi penulis. Penelusuran dilakukan terhadap artikel yang diterbitkan antara 1 Desember 2019 dan 03 Januari 2021 dri berbagai database, meliputi PubMed, Jurnal Afrika Online, medRxiv, Collabovid, dan database WHO dan Google. Diperoleh sebanyak 1.296 artikel dengan perincian 46,60% merupakan hasil penelitian, 48,60% merupakan editorial, dan 4,60% merupakan artikel penelitian sekunder. Wilayah studi meliputi keseluruhan Afrika sebanyak 20,30%, kemudian Afrika Selatan 15,40%. Komposisi topik penelitian adalah sebagai berikut, kesiapan Negara dan respon adalah sebanyak 24,90%, kemudian kesehatan langsung dan tidak langsung dari dampak pandemi adalah 21,60%. Sebanyak 1 % berbicara vaksin. Setidaknya sebanyak satu orang peneliti dari Afrika berkontribusi sebagai penulis. Sebanak 78, 50% artikel memiliki peneliti Afrika sebagai penulis pertama dan 63,50% peneliti dari Afrika adalah penulis terakhir. University of Cape Town memimpin dengan penulis pertama dan terakhir terbanyak. Sebanyak 13% artikel diterbitkan di medRxiv. Wellcome Trust adalah badan pendanaan paling atas dalam berkontribusi dalam penelitian Covid 19. Farook, et.al. (2021), melakukan penelitian dengan judul Bibliometric analysis of coronavirus disease (COVID-19) literature published in Web of Science 2019-2020. Menurut mereka, Wabah virus corona di Wuhan, China, berubah menjadi pandemi dalam waktu singkat. Komunikasi presentasi penyakit dan mekanisme penyebaran tetap menjadi kunci untuk mengatasi virus dan membatasi penyebarannya di luar kemampuan manajemen. Analisis bibliometrik yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui produktivitas penelitian terkait pandemic penyakit Covid 19, menggunakan database Web of Science. Data yang relevan dikumpulkan, dan permintaan pencarian disempurnakan lebih lanjut berdasarkan tahun publikasi 2020 atau 2019, dengan jenis dokumen adalah artikel, 2020 bab buku dan makalah prosiding. Sebanyak 6.694 record diimpor dan diunduh dalam format Plaintext dan BibTex pada 01 Agustus 2020. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak MS Excel, VOSViewer, dan Biblioshiny. Lembaga penelitian di Amerika Serikat dan Cina menduduki urutan paling atas, dan Journal of Medical Virology dan CUREUS (Cureus Journal of Medical Science), merupakan jurnal favorit untuk publikasi. Dilihat dari pola publikasi, multi-penulis telah lebih banyak dibandingkan penulis tunggal.Kata kunci yang banyak muncul adalah Covid 19, dan coronavirus, namun kata kunci lain yang juga muncul adalah pandemi, pneumonia, epidemiologi, kesehatan masyarakat, wabah, epidemic, Tiongkok, infeksi, dan pengobatan. Soytas RB. (2021) melakukan penelitian terhadap Covid 19 dari 50 jurnal yang paling banyak disitir. Artikel yang diterbitkan antara Desember 2019 dan 17 Maret 2021 diidentifikasi menggunakan istilah pencarian “COVID-19” atau “Novel Coronavirus” atau “SARSCoV2” atau “2019-nCoV” dan “geriatri” atau “dewasa yang lebih tua” atau “lansia” muncul pada judul, abstrak, kata kunci, atau kata kunci plus. Artikel penelitian asli, ulasan, bahan editorial, dan surat disertakan. Informasi tentang tahun artikel, jurnal, judul, penulis, negara, afiliasi, kata kunci, jenis dokumen, dan jumlah kutipan juga dikumpulkan. VOSviewer digunakan untuk menganalisis kata kunci. Dari 784 publikasi, kata kunci paling banyak adalah Covid 19, older adults, social isolation,” “dementia,” “mortality,” and “loneliness.” Amerika Serikat adalah Negara paling aktif (40,80%) dann paling banyak dikutip yaitu sebanyak 1.578 kutipan. The Journal of American Geriatric Society memiliki jumlah publikasi terbesar (22,7%) dan kutipan (947). Bidang yang paling banyak diteliti (84,0%) dan paling banyak dikutip adalah geriatri-gerontologi (2.882). Median jumlah kutipan untuk 50 artikel yang paling banyak dikutip adalah 46,80. Penelitian Wang, et.al (2023), bertujuan untuk mengungkap topik-topik utama terkini mengenai vaksin COVID-19, dan secara sistem atis mengevaluasi tren pengembangan untuk penelitian di masa depan. 100 artikel asli yang paling banyak dikutip tentang vaksin COVID-19 dari Januari 2020 hingga Oktober 2022 diidentifikasi dari database Web of Science Core Collection. CiteSpace (v6.1.R3) diadopsi untuk analisis bibliometrik dengan analisis statistik dan visual. Jumlah kutipan berkisar antara 206 hingga 5881, dengan median 349,5. Amerika Serikat (n = 56), Inggris (n = 33), dan Tiongkok (n = 16) menempati peringkat tiga negara/wilayah teratas dalam hal jumlah publikasi. Harvard Medical School (sentralitas = 0,71), Rumah Sakit Anak Boston (sentralitas = 0,67), dan Kesehatan Masyarakat Inggris (sentralitas = 0,57) merupakan tiga institusi teratas yang memimpin penelitian vaksin COVID-19. Jurnal kedokteran New England mendominasi dengan 22 artikel di 32 jurnal berkualitas tinggi. Tiga kata kunci yang paling sering muncul adalah imunisasi (sentralitas = 0.25), vaksinasi influenza (sentralitas = 0.21), dan virus corona (sentralitas = 0.18). Analisis cluster kata kunci menunjukkan bahwa empat kategori teratas adalah kemanjuran perlindungan, keraguan vaksin, lonjakan protein, dan dosis vaksin kedua (nilai Q = 0,535, nilai S = 0,879). Analisis cluster dari referensi yang dikutip menunjukkan bahwa delapan kategori terbesar adalah varian Cov-2, uji klinis, sistem kesehatan terpadu yang besar, kera rhesus COV-2, vaksin mRNA, niat vaksinasi, studi fase II, dan varian omikron Cov-2 (nilai Q = 0,672, nilai S = 0,794). Penelitian tentang vaksin COVID-19 saat ini sedang menjadi topik hangat di kalangan akademisi. Saat ini, penelitian vaksin COVID-19 berfokus pada kemanjuran vaksin, keraguan terhadap vaksin, dan kemanjuran vaksin yang ada saat ini terhadap varian omikron. Namun, cara meningkatkan serapan vaksin, fokus pada mutasi pada protein lonjakan, mengevaluasi kemanjuran vaksin booster, dan seberapa efektif vak sin baru dalam pengembangan pra dan klinis terhadap omikron akan menjadi sorotan di masa depan (Wang, et.al. 2023. COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap penghidupan masyarakat, tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga perekonomian dan kondisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei literatur ilmiah untuk mengungkap tren umum dan menganalisis indikator mata pencaharian selama tahun 2019. Dengan menggunakan metodologi bibliometrik, makalah ini memanfaatkan data dari database Scopus hingga tahun 2022 dan memvisualisasikan data tersebut menggunakan VOSviewer. Selama periode COVID-19, penelitian ini mengidentifikasi 101 artikel yang ditulis oleh penulis dari negara-negara ASEAN dengan topik mata pencaharian. Tem uan menunjukkan bahwa artikel yang paling berpengaruh adalah “Mata Pencaharian dan COVID-19 di Negaranegara ASEAN,” yang ditulis oleh Wang C. dan Harris J. Selain itu, penulis yang paling berpengaruh adalah Wang C., yang menulis “Dampak dari COVID19 pandemi on the Physical and Mental Health of Asians: A Study of Seven Middle-Income Countries in Asia” pada tahun 2021, yang telah mengumpulkan 102 kutipan dalam topik penelitian. Dengan memetakan keterkaitan antar kata kunci, penelitian ini menemukan bahwa sejumlah besar penelitian mengenai topik ini terus berfokus pada isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan interaksi manusia. Oleh karena itu, penelitian tersebut mendorong para peneliti untuk menggali lebih dalam mengenai mata pencaharian berdasarkan ketahanan pangan, karena banyak individu kesulitan mendapatkan makanan selama pembatasan regional yang diberlakukan karena COVID-19, dan untuk memperluas penelitian mengenai adaptasi mata pencaharian terkini dalam kaitannya dengan lingkungan sosial mereka (Yamin, et.al., 2023). Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) telah berdampak luas di seluruh dunia dan terus berdampak pada kesehatan masyarakat global. Penelitian (Yan, et.al., 2023), bertujuan untuk memilih dan menampilkan publikasi yang paling banyak dikutip mengenai vaksin COVID-19. Basis data inti Web of Science digunakan untuk mengekstrak artikel relevan yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan studi vaksin yang dilakukan dalam dua tahun terakhir terutama fokus pada pengembangan berbagai vaksin dan evaluasi keamanan dan kemanjurannya terhadap kekebalan masyarakat. Uji klinis yang terutama berfokus pada keamanan dan kemanjuran beragam vaksin telah berkembang pesat. Vaksin RNA yang diformulasikan dengan nanopartikel lipid dan vaksin RNA termodifikasi nukleosida dan vaksin SARS-CoV-2 dengan vektor adenovirus tipe-5 (26) rekombinan adalah yang paling sering dipelajari. Tantangan terkait penerapan vaksin terutama mencakup resistensi antibodi terhadap varian baru dan komplikasi parah yang tidak biasa. Korelasi antara imunisasi booster dan infeksi ulang masih dalam tahap penelitian. Saat ini, resistensi antibodi terhadap varian baru merupakan tantangan utama terkait penerapan vaksin dan alasan utama keraguan terhadap vaksin. Strategi efektif untuk pencegahan infeksi ulang juga sangat diperlukan (Yan, et.al., 2023). Penyakit Covid-19 menyerang seluruh organ tubuh manusia, termasuk otot. Namun hubungan antara Covid-19 dan Sarcopenia belum dianalisis secara bibliometrik. Dalam studi Raju, et.al.,(2023), kami melakukan analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi titik panas saat ini dan menyoroti tren di masa depan. Desain/Metodologi/Pendekatan. Basis data Scopus digunakan sebagai sumber data. Indikator yang dianalisis adalah, jenis dokumen, negara, pola kolaborasi, afiliasi, nama jurnal, dan pola kutipan. MSExcell dan VOSviewer digunakan untuk memetakan dan menentukan topik penting dalam bidang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 846 publikasi diambil dari Scopus, telah mendapatkan 15.651 kutipan, dengan rata-rata 18,5 kutipan per makalah (Citation Per Papaer). 29,43% publikasi menerima dana luar sekolah dari lembaga internasional dan bersama-sama mendaftarkan CPP sebesar 40,66. Amerika menerbitkan jumlah publikasi paling signifikan (n=162). Namun, CPP dan Relative Citation Index (RCI) tertinggi dimiliki oleh Tiongkok (186,0 dan 10,05). “Kedokteran” menyumbang pangsa output global terbesar (82,98%). Sapienza Università di Roma, Italia (n=20) merupakan institusi yang paling produktif. Sedangkan Deutsches Zentrum für HerzKreislauf-Forschung e. V. Jerman mencatatkan CPP dan RCI tertinggi. F. Landi adalah penulis yang paling berpengaruh. The International Journal of Environmental Research and Public Health (n=38) dan Nutrients (n=28) merupakan jurnal yang paling produktif. Topik penelitian yang paling umum, sebagaimana tercermin dalam kata kunci berdasark an frekuensi kemunculannya, adalah “Covid-19” (n=810), “Sarcopenia” (n=324), “Otot Kerangka” (n=309), “Massa Otot” (n=214), “Kekuatan Genggaman” (n=199), “Aktivitas Fisik” (n=172). Kesimpulan. Studi bibliometrik mengungkapkan bahwa makalah tentang ‘Covid-19 dan Sarcopenia” menerima jumlah kutipan yang tinggi (rata-rata 18,5 CPP) dalam waktu singkat. Surat kabar yang mendapat pendanaan eksternal menerima CPP yang jauh lebih tinggi (40,66). Penulis dengan kontributor dan pengaruh terbesar berasal dari Negara Berpenghasilan Tinggi. Makalah yang paling banyak dikutip adalah 5,25% dari total publikasi (Raju,.et.al., 2023). Analisis bibliometrik ini bertujuan untuk menganalisis produksi ilmiah global mengenai COVID19 dan vaksinnya. Pertama, pencarian artikel ilmiah dilakukan menggunakan advanced query pada database Web of Science™, lebih tepatnya pada koleksi intinya, pada tanggal 18 Februari 2023. Data yang diperoleh adalah 7754 artikel dianalisis menggunakan paket Bibliometrix R dan aplikasi Biblioshiny. Artikel yang dievaluasi diterbitkan sebagian besar pada tahun 2022 (60%). Jurnal ilmiah yang paling banyak mempublikasikan tentang COVID-19 dan vaksin adalah “Vaccines”, “Vaccine” dan “Human Vaccines & Immunotherapeutics”. Universitas Oxford adalah institusi paling produktif, dengan penulis artikel sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. Amerika Serikat, meskipun telah melaksanakan jumlah kolaborasi paling signifikan, menerbitkan publikasinya terutama dengan peneliti lokal. 15 artikel yang paling banyak dikutip dan KeyWords Plus™ membuktikan fokus artikel yang diterbitkan pada keamanan dan kemanjuran vaksin terhadap COVID-19, serta evaluasi penerimaan vaksin, lebih khusus lagi pada keraguan terhadap vaksin. Pendanaan penelitian terutama berasal dari lembaga pemerintah AS, (Sousa, et.al., 2023). Studi Aladyleh, (2023) menggunakan analisis bibliometrik untuk menyelidiki tren penelitian global mengenai dampak risiko COVID-19 di bidang manajemen fasilitas berkelanjutan. Antara tahun 2019 dan 2021, database Scopus menerbitkan 208 penelitian mengenai dampak risiko COVID-19 pada bidang pengendalian fasilitas berkelanjutan. Perangkat lunak VOSviewer digunakan untuk menganalisis kemunculan bersama semua kata kunci, dan perangkat lunak Biblioshiny memungkinkan mendapatkan afiliasi paling relevan menggunakan plot tiga bidang. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi penulis dari 51 negara, dan 73 kata kunci diidentifikasi dan disusun dalam enam kelompok, seperti dampak risiko COVID-19 terhadap kesehatan manusia, rantai pasokan dalam proyek konstruksi dan industri, manajemen risiko bencana dalam perubahan iklim, pembandingan rantai pasokan berkelanjutan, manajemen fasilitas dan kendali mutu, dan, terakhir, analisis sensitivitas & pengambilan keputusan (Aladyleh, 2023). Kedokteran Rumah Sakit (Hospital Medicine = HM) memiliki kesenjangan gender yang jelas terkait dengan pekerjaan akademis dan promosi. Selama pandemi COVID-19, jumlah penulis perempuan di bidang kedokteran jauh tertinggal dari rata-rata historis. Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana COVID-19 berdampak pada kesenjangan gender dalam publikasi bagi para pekerja rumah sakit. Desain, Pengaturan, dan Peserta: Analisis bibliometrik untuk menentukan jenis kelamin dan spesialisasi dokter yang berbasis di AS, penulis pertama dan terakhir artikel COVID-19 yang diterbitkan 1 Maret 2020 hingga 28 Februari 2021 di empat jurnal medis umum dengan dampak tertinggi dan dua jurnal medis umum dengan dampak tertinggi Jurnal khusus HM. Hasil dan Pengukuran Utama dilakukan karakterisasi persentase seluruh penulis dokter yang merupakan perempuan, persentase penulis dokter yang merupakan pasien rumah sakit, dan persentase penulis HM yang merupakan perempuan. Dibandingkan gender penulis antara jurnal medis umum dan jurnal khusus HM. Hasil menunjukkan bahwa selama masa penelitian, 853 manuskrip dengan penulis pertama atau terakhir yang berbasis di AS diterbitkan di jurnal yang memenuhi syarat. Naskah yang disertakan berisi 1.124 penulis pertama atau terakhir dokter yang berbasis di AS, dimana 34,2% (384) adalah wanita dan 8,8% (99) adalah perawat rumah sakit. Di antara kredit penulis rumah sakit, 43,4% (n = 43/99) ditempati oleh perempuan. Kesetaraan gender relatif untuk penulis rawat inap didorong oleh dua jurnal HM dimana, dibandingkan dengan empat jurnal medis umum, penulis rawat inap (54,1% [33/61] vs. 26,3% [10/38] perempuan, masingmasing, p =. 002) dan penulis terakhir yang dirawat di rumah sakit (51,9% [14/27] vs. 20% [4/20], p = 0,03) lebih cenderung adalah perempuan. Disimpulkan bahwa di seluruh manuskrip terkait COVID-19, kesenjangan berdasarkan gender didorong oleh jurnal medis umum yang berdampak besar. Jurnal khusus HM memiliki inklusi penulis perempuan yang lebih adil, yang menunjukkan potensi dampak kebijakan editorial proaktif terhadap keberagaman (Elias, et.al., 2023). Penyakit virus corona 2019 (COVID-19), yang dimulai pada bulan Desember 2019, telah menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan kematian jutaan orang. Karena tidak adanya pengobatan yang pasti, vaksinasi terhadap COVID-19 muncul sebagai strategi yang efektif melawan penyebaran pandemi. Penerimaan terhadap vaksin COVID-19 telah mengalami kemajuan pesat, dan penelitian terkait vaksin telah meningkat secara signifikan selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konten dan karakteristik eksternal literatur terkait vaksin COVID-19 untuk melacak tren penelitian terkait vaksin COVID-19 global melalui bibliometrik dan peta visualisasi. Sebanyak 18.285 catatan di 3499 jurnal diambil di database Web of Science Core Collection dan dimasukkan dalam analisis akhir. Tiongkok adalah negara pertama yang fokus pada penelitian vaksin COVID-19, sementara negara-negara Eropa dan Amerika terlambat memulainya tetapi berkembang pesat. Amerika Serikat dan Inggris merupakan kontributor utama pengembangan vaksin COVID-19 dengan jumlah publikasi terbanyak. Universitas Washington dan Harvard Medical School adalah institusi terkemuka, sementara Krammer, F. dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai adalah penulis yang paling aktif dan berpengaruh terhadap topik tersebut. New England Journal of Medicine memiliki jumlah kutipan dan TLS tertinggi, serta merupakan jurnal yang paling banyak dikutip dan berpengaruh di bidang penelitian vaksin COVID-19. Topik dan topik penelitian vaksin COVID-19 berfokus pada sikap masyarakat terhadap vaksinasi, analisis informasi terkait imunitas terhadap protein lonjakan, efektivitas dan efek samping vaksin COVID-19, serta pengelolaan masyarakat terhadap penularan epidemi. Temuan penelitian telah memberikan status global, pusat penelitian, dan tren potensial di bidang penelitian vaksin COVID-19, yang akan membantu peneliti dalam menguasai struktur pengetahuan, serta mengevaluasi dan memandu arah pengembangan vaksin COVID- 19 di masa depan (Zeng, 2023). Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) sedang melanda dunia. Banyak terapi telah dieksplorasi untuk mengobati COVID-19. Laporan ini bertujuan untuk menilai tren penelitian global untuk pengembangan terapi COVID-19. Dilakukan penelusuran artikel relevan tentang terapi COVID-19 yang diterbitkan mulai 1 Januari 2020 hingga 25 Mei 2022, di Web of Science Core Collection Database (WOSCC). Perangkat lunak VOSviewer 1.6.18 digunakan untuk menilai data negara, institusi, penulis, kolaborasi, kata kunci, dan jurnal yang paling terlibat dalam penelitian farmakologi COVID-19. Penelitian terbaru dan tren perubahan dalam penelitian farmakologi terkait COVID-19 dianalisis. Hasil penelitian adalah setelah menghilangkan artikel yang tidak memenuhi persyaratan secara manual, total 5.289 penelitian yang ditulis oleh 32.932 peneliti akhirnya dimasukkan dalam analisis, yang terdiri atas 95 uji coba terkontrol secara acak. 3.044 (57,6%) penelitian diterbitkan pada tahun 2021. Amerika Serikat melakukan penelitian dalam jumlah terbesar, diikuti oleh Tiongkok dan India. Kolaborator utama AS adalah Tiongkok dan Inggris. Topik-topik yang dibahas dalam publikasi ini meliputi: karakteristik umum, dampak terhadap pekerjaan apoteker, penelitian farmakologi, terapi dan penelitian obat antivirus berspektrum luas, dan target atau tindakan pencegahan yang menjanjikan, seperti vaksin. Diagram temporal mengungkapkan bahwa fokus penelitian saat ini berfokus pada kata kunci vaksin, docking molekuler, Mpro, dan pengiriman obat. Disimpulkan bahwa analisis bibliometrik yang komprehensif dapat membantu identifikasi cepat topik penelitian utama, calon kolaborator, dan arah penelitian di masa depan. Penelitian farmakologi sangat penting untuk pengembangan tindakan terapeutik dan pencegahan terkait COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan informasi berharga untuk memberantas COVID-19 (Shi, 2023). Pasien dengan penyakit radang usus (IBD) seringkali memerlukan terapi imunosupresif sehingga rentan terhadap berbagai infeksi virus dan bakteri oportunistik. Sehubungan dengan hal tersebut, banyak penelitian mengenai IBD dan COVID-19 telah dilakukan. Namun, belum ada analisis bibliometrik yang dilakukan. Studi ini memberikan gambaran umum tentang IBD dan COVID-19. Metode: Publikasi tentang IBD dan COVID-19 dari tahun 2020 hingga 2022 diambil dari database Web of Science Core Collection (WoSCC). Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan VOSviewer, CiteSpace, dan HistCite. Hasil: menunjukkan bahwa sebanyak 396 publikasi diambil dan dipertimbangkan dalam penelitian ini. Jumlah publikasi maksimum berasal dari Amerika Serikat, Italia, dan Inggris, dan kontribusi negaranegara tersebut sangat signifikan. Kappelman menduduki peringkat pertama dalam kutipan artikel. Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai dan Penyakit Radang Usus masing-masing merupakan afiliasi dan jurnal yang paling produktif. Topik penelitian yang paling berpengaruh adalah “manajemen”, “dampak”, “vaksinasi”, dan “reseptor”. Kata kunci berikut mewakili batas penelitian: “depresi”, “kualitas hidup pasien IBD”, “infliximab”, “vaksin COVID-19”, dan “vaksinasi kedua”. Kesimpulan menunjukkan bahwa selama 3 tahun terakhir, sebagian besar penelitian tentang IBD dan COVID-19 berfokus pada penelitian klinis. Secara khusus, topik seperti “depresi”, “kualitas hidup pasien IBD”, “infliximab”, “vaksin COVID-19”, dan “vaksinasi kedua” tercatat mendapat banyak perhatian baru-baru ini. Penelitian di masa depan harus berfokus pada pemahaman kita tentang respons imun terhadap vaksinasi COVID-19 pada pasien yang diobati secara biologis, dampak psikologis dari COVID-19, pedoman pengelolaan IBD, dan dampak jangka panjang COVID-19 pada pasien IBD. Studi tersebut akan memberikan para peneliti pemahaman yang lebih baik tentang tren penelitian tentang IBD selama COVID-19 (Wang, et.al., 2023). Guna membandingkan titik penelitian infeksi varian Delta dan Omicron dari sindrom pernapasan akut parah virus corona 2 (SARS-CoV-2) selama pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) dan untuk mengidentifikasi tren penelitian di masa depan. Metode: Studi tentang infeksi varian Delta dan Omicron yang dipublikasikan selama 3 tahun terakhir diambil dari database Web of Science (WoS). Analisis bibliometrik komparatif dilakukan melalui pembelajaran mesin dan alat visualisasi, termasuk VOSviewer, Bibliographic Item Co-Occurrence Matrix Builder, dan Graphical Clustering Toolkit. Titik-titik penelitian dan tren di lapangan dianalisis, dan kontribusi serta kolaborasi negara, lembaga, dan penulis didokumentasikan. Analisis cross-sectional dari studi relevan yang terdaftar di ClinicalTrials.gov juga dilakukan untuk memperjelas arah penelitian di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1.787 artikel yang didistribusikan di 107 negara dan 374 publikasi dari 77 negara yang berfokus pada varian Delta dan Omicron dimasukkan dalam analisis bibliometrik kami. Lima negara produktif teratas pada kedua varian tersebut adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, India, dan Jerman. Pada 5.999 dan 1.107 kata kunci yang diidentifikasi dari artikel di Delta dan Omicron, dua kata kunci teratas yang paling sering digunakan adalah sama: “COVID-19” (kejadian: 713, total kekuatan tautan: 1.525 di Delta; kejadian: 137, total kekuatan tautan: 354 di Omicron), diikuti oleh “SARS-CoV-2” (kejadian: 553, total kekuatan hubungan: 1,478 di Delta; kejadian 132, total kekuatan hubungan: 395 di Omicron). Lima kelompok tema dari artikel tentang varian Delta diidentifikasi: penularan, struktur molekul, cara aktivasi, epidemiologi, dan koinfeksi. Sementara tiga kelompok tema lainnya diidentifikasi untuk varian Omicron: vaksin, respon imun manusia, dan pengendalian infeksi. Sementara itu, 21 studi intervensi telah didaftarkan hingga April 2022, yang sebagian besar bertujuan untuk mengevaluasi imunogenisitas dan keamanan berbagai jenis vaksin pada berbagai populasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa publikasi dan uji klinis terkait COVID-19 meningkat setiap tahunnya. Sebagai analisis bibliometrik komparatif pertama untuk varian Delta dan Omicron, diketahui bahwa tren penelitian yang relevan telah bergeser dari pengembangan vaksin ke pengendalian infeksi dan pengelolaan komplikasi. Studi klinis yang sedang berlangsung akan memverifikasi keamanan dan kemanjuran obatobatan yang menjanjikan (Liu, et.al., 2023).
Method
Penelitian menggunakan metode bibliometrik yang dimulai dengan pengumpulan data artikel tentang Covid 19 yang diperoleh dari database ISJD dari Januari tahun 2020 sampai dengan Maret tahun 2022. Selanjutnya dilakukan identifikasi sesuai tujuan penelitian yaitu jurnal yang terbanyak pada database ISJD yang memuat artikel tentang Covid 19, pengarang terproduktif pada database ISJD yang menulis tentang Covid 19, tingkat kolaborasi pengarang, dan topik dominan pada artikel tentang Covid 19.
Result & Discussion
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap database ISJD tentang topik Covid 19 periode 2020-2022 diperoleh sebanyak 759 artikel. Peringkat jurnal dalam database ISJD yang memuat artikel topik Covid 19 periode 2020- 2022 Tabel 1 berikut menunjukkan peringkat jurnal dalam database ISJD yang menulis tentang Covid 19 periode 2020 – 2022. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat berada di peringkat nomor satu dengan jumlah artikel tentang Covid 19 sebanyak 58 judul (7,64%). Jurnal tersebut diterbitkan oleh Universitas Malahayati Lampung, dan sudah mendapatkan akreditasi SINTA 5, berdasarkan SK No 158/E/KPT/ 2021 dari Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Memiliki nomor ISSN untuk jurnal dalam bentuk cetak adalah ISSN 2615 0921, dan untuk ISSN daring adalah ISSN 2622 6030. Berikutnya pada urutan ke dua adalah ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara merupakan terbitan dari Universitas Nusantara PGRI Kediri dengan alamat https:/ /ojs.unpkediri.ac.id/index.php/PPM/. Jurnal tersebut sudah terakreditasi SINTA 4, dan memiliki nomor ISSN untuk jurnal daring adalah ISSN 2599 0764, dan jurnal Sasi dengan alamat https://fhukum.unpatti.ac.id/ jurnal/sasi/oai, masing-masing menerbitkan artikel tentang Covid 19 sebanyak 22 judul (2,90%). Jurnal SASI memiliki nomor ISSN jurnal tercetak adalah ISSN 1693 0061 dan untuk jurnal daring adalah ISSN 2614 2961. Berikutnya pada urutan ke tiga adalah Acta Medica Indonesiana, diterbitkan oleh Indonesian Society of Internal Medicine dengan alamat https:// actamedindones.org/index.php/ijim. Nomor ISSN daring adalah 2338 2732, dan ISSN tercetak 0125 9326, dengan jumlah tulisan tentang Covid 19 berjumlah 16 judul (2,10%). Secara lengkap urutan/ranking jurnal yang memuat tulisan tentang Covid 19 dapat dicermati dari Tabel 1 tersebut. Tabel 1. Jurnal dalam database ISJD yang memuat Covid 19 periode 2020 - 2022 No. Nama Jurnal Jumlah artikel (judul) Persentase (%) 1 Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat 58 7,64 2 ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara 22 2,90 3 Sasi 22 2,90 4 Acta Medica Indonesiana 16 2,10 5 Manuju: Malahayati Nursing Journal 12 1,58 6 Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat 12 1,58 7 Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 11 1,45 8 Prosiding Temu Ilmiah Nasional 11 1,45 9 Jurnal Indonesia Sosial Sains 10 1,32 10 Syntax Idea 10 1,32 11 ALSA Indonesia Law Journal 8 1,05 12 Jurnal Belo 8 1,05 13 Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 8 1,05 14 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi (JIMAWAbdi) 7 0,92 15 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 7 0,92 16 Prosiding Seminar Nasional Pusat Gender dan Kesehatan 7 0,92 17 Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 7 0,92 18 Prosiding Simposium Nasional Geospasial 6 0,79 19 Academy of Education Journal 5 0,65 20 Inspirator guru 5 0,65 Jumlah 759 Produktivitas pengarang topik Covid 19 dalam database ISJD periode 2020-2022 Berikut dari Tabel 2 dapat diketahui produktifitas pengarang dengan topik Covid 19 dalam database ISJD periode 2020 – 2022. Tercatat penulis di urutan pertama paling produktif adalah Boya Nugraha dari Rehab Medicine, Hannover Medical School,Germany dengan jumlah tulisan 5 judul, kemudian pada urutan kedua adalah Fonda Octarianingsih Shariff, Muhammad K. Dan Azwar Sri Maria Puji Lestari, masing – masing menulis sebanyak 4 judul artikel. Pada urutan ketiga diketahui sebanyak 16 penulis dengan jumlah tulisan masing – masing sebanyak 3 judul artikel. Hal in Tabel 2. Tiga besar produktifitas penulis topik Covid 19 dalam data base ISJD Kata kunci dalam database ISJD topik Covid 19 periode 2020 - 2022 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui kata kunci terbanyak digunakan dalam database ISJD dengan topik Covid 19 periode 2020 – 2022. Kata kunci terbanyak di urutan pertama adalah Covid 19 disease dengan frekuensi 482 kali, kemudian pada urutan kedua adalah Pandemics dengan jumlah 188 kali, dan pada urutan ketiga adalah Epidemics yaitu sebanyak 56 kali. Kata kunci selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2. Farook, et.al. (2021), melakukan penelitian dengan judul Bibliometric analysis of coronavirus disease (COVID-19) literature published in Web of Science 2019-2020. Kata kunci yang banyak muncul pada penelitian tersebut adalah Covid 19, dan coronavirus, namun kata kunci lain yang juga muncul adalah pandemi, pneumonia, epidemiologi, kesehatan masyarakat, wabah, epidemic, Tiongkok, infeksi, dan pengobatan, sedangkan Soytas RB. (2021) melakukan penelitian terhadap Covid 19 dari 50 jurnal yang paling banyak disitir. Dari 784 publikasi, kata kunci paling banyak adalah Covid 19, older adults, social isolation,” “dementia,” “mortality,” and “loneliness.” Selanjutnya Hamidah, et.al. (2020) melakukan penelitian yang berjudul A Bibliometric Analysis of Covid 19 Research Using VOSViewer, dilakukan pada database Scopus dengan limitasi tahun 2019 sampai dengan 2020 dan kata kunci “Covid 19”. Ditemukan sebanyak 3.513 artikel, dengan Cina merupakan negara paling produktif, dan kata kunci terbanyak digunakan adalah coronavirus, pandemic,dan impact merupakan topik yang banyak diteliti. Tabel 3. Kata kunci dalam database ISJD topik Covid 19 periode 2020 - 2022 No. Deskriptor Frekuensi (kali) 1 Covid-19 (Disease) 482 2 Pandemics 188 3 Epidemics 56 4 Electronic learning 51 5 Health education 42 6 Distance education 35 7 Learning processes 32 8 Awareness 27 9 Learning methods 20 10 Coronaviridae 18 11 Covid-19 pandemic 16 12 Vaccination 16 13 Electronic commerce 15 14 Health services 15 15 Education 14 16 Corona virus desease 13 17 Marketing techniques 13 18 Perceptions 13 19 Diseases control 12 20 Hand washing 12 21 Dst….. Total 3.198 Pola kepengarangan jurnal dalam database ISJD topik Covid 19 periode 2020 - 2022 Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui pola kepengarangan penulis dalam jurnal yang dimuat dalam database ISJD topik Covid 19 periode 2020 – 2022. Cara mengetahui derajat kolaborasi adalah dengan menggunakan rumus dari Subramanyan (1983) yaitu: C = Nm/ (Nn+Nm) C = derajat kolaborasi Cn = artikel yang ditulis oleh penulis tunggal Cm = artikel yang ditulis oleh penulis berkolaborasi Oleh karena itu nilai C adalah : (1.791) C = ———————— (227+1.791) = 0,88. Mencermati nilai C = 0,88, m aka dapat disimpulkan bahwa, penulis yang berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal. Tabel 4. Pola kepengarangan jurnal dalam database ISJD topik Covid 19 periode 2020 - 2022 Penulis Artikel (judul) Tunggal 227 Kolaborasi 1.791 Jumlah artikel 2.018
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam database ISJD, Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat, merupakan jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel tentang Covid 19, kemudian kata kunci paling banyak digunakan adalah Covid 19 – (disease), dan penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal, hal tersebut diperkuat oleh nilai derajat kolaborasi yaitu 0,88. Penulis paling produktif adalah Boya Nugraha, dengan jumlah tulisan sebanyak 5 judul.