PEMANFAATAN APLIKASI BITLY.COM DALAM DISEMINASI INFORMASI HASIL-HASIL PENELITIAN JURNAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TERAPAN
Politeknik AUP Jakarta
Abstrak
Istilah diseminasi saat ini sudah menjadi istilah umum yang digunakan sebagai sinonim dari “penyebaran”. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, diseminasi dapat digunakan dalam berbagai bidang sebagai penyampaian informasi instansi/lembaga terkait misalkan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan lain sebagainya. Adanya respon atau timbal balik dari penikmat informasi terhadap materi yang disebarluaskan oleh perpustakaan merupakan tujuan utama dari penyebarluasan informasi yang disampaikan. Dalam penyampaian diseminasi informasi harus inovatif, interaktif, dan dapatmempengaruhi pola pikir dan tindakan publik, termasuk orang yang membawa inovasi itu sendiri. Melalui makalah ini, penulis ingin berbagi mengenai bisnis online berplatform perpustakaan dengan bitly.com yang dapat dijadikan alat untuk mendiseminasi hasil-hasil penelitian yang dimiliki perpustakaan. Perpustakaan AUP Jakarta, sebagai sebuah perpustakaan khusus yang memiliki dokumen-dokumen online hasil karya civitas akademika bidang kelautan dan perikanan terapan merasa perlu menyediakan akses personal yang menghubungkan perpustakaan dengan pemustakanya sebagai wujud layanan prima.
Abstract
The term dissemination has now become a general term used as a synonym of “dissemination”. With the rapid development of information technology, dissemination can be used in various fields as the delivery of information related institutions / institutions for example in the fields of Education, research and so forth. The response or reciprocity of the connoisseurs of information on the material disseminated by the library is the main objective of the dissemination of the information conveyed. In delivering information dissemination, it must be innovative, interactive, and can influence the mindset and actions of the public, including people who bring the innovation itself. Through this paper, the author wants to share about the online business with a library platform with bitly.com which can be used as a tool to disseminate research results owned by the library. The Jakarta AUP Library, as a special library that has online documents created by the academic community in the field of applied marine and fisheries, feels the need to provide personal access that connects the library with its library as the representation of user’s satisfaction service.
Keywords:
Online business
· information dissemination
· Scientific Writing
· Journal of Applied Maritime and Fisheries (JKPT)
Introduction
Latar Belakang Perpustakaan merupakan salah satu bentuk layanan publik yang bertugasmenyediakan informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat (dalam dunia kepustakawananmasyarakat pengguna perpustakaan disebut dengan pemustaka). Secangggih dan selengkap apapun perpustakaan tidak akan berarti tanpa pengelola yang handal, trampil dan ramah (pengelola perpustakaan dalam dunia kepustakawanan disebut dengan pustakawan). Artinya bahwa kemampuan, ketrampilan, kehandalan dan keramahan pustakawan menjadi modal dasar dalam layanan perpustakaan. Layanan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan suatu perpustakaan, yang dalam undang-undang no. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pada pasal 4 disebutkan bahwa Perpustakaan bertujuanmemberikan layanan kepada pemustaka meningkatkan kegemaran membaca, sertamemperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian jelas bahwa layanan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pemustaka berlandaskan pada visi danmisi perpustakaan (SNI perpustakaan), sehingga layanan yang diberikan adalah layanan prima. Karena layanan prima menjadi salah satu alat utama dalam melaksanakan strategi untuk mempromosikan perpustakaan supaya pemustaka mau datang dan memanfaatkan perpustakaan. Bisnis online berplatform perpustakaan, masih sangat jarang.Namun untuk berinovasimenggunakan aplikasi bisnis online bukan sesuatu yang baru di era teknologi informasi dalam hal ini menyebarluaskan kembali ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah bitly.com yang dapat digunakan perpustakaan untuk menyebarluaskan informasi kepada pemustakanya. Mengenal bisnis online adalah kekuatan alat di era informasi yang dapat dipelajari pustakawan dan petugas dalam menyebarluaskan informasi yang dikemas dalam bentuk standar dokumen menggunakan web-web informasi yang tersedia, sehingga kebutuhan informasi pemustaka dapat dilakukan denganmeng-klik saja danmemanajemen link-link tersebut sebagai kumpulan pengetahuan yang salingmendukung. Sehingga dalammakalah ini perlu dijelaskanmengenai pengertian pemanfatan aplikasi bisnis online bitly.com; pengertian diseminasi informasi dengan platform perpustakaan. Studi kasus telah dilakukan penulis juga untuk berinisiasi melakukan diseminasi informasi hasil-hasil penelitian yang dipublikasikan Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) yang di terbitkan Politeknik AUP Jakartamemanfaatkan akun non bayar bitly.com. BATASAN MASALAH Dalam makalah ini, penulis perlu membatasi masalah-masalah yang akan dibahas dalammakalah ini, yaitu, bagaimana pemanfaatan aplikasi bitly.com dalam diseminasi Informasi hasil-hasil Penelitian Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) TUJUAN PENULISAN MAKALAH Dalam makalah ini, penulis bertujuanmembahas bagaimana pemanfaatan aplikasi bitly.com dalam diseminasi Informasi hasil-hasil Penelitian Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT)
Method
Metode yang digunakan padamakalah ini adalah melakukan pemanfaatan situs bisnis oline bitly.com sebagai alat diseminasi untuk mentransformasikan akses ke hasil-hasil penelitian bidang kelautan dan perikanan terapan / JKPT.Melakukan studi terperinci tentang bitly.com dan studi pustaka mengenai diseminasi informasi yang dilakukan perpustakaan sebagai wujud layanan prima.
Discussion
Pengertian Aplikasi Bisnis bitly.com Pengertian bitly.com: bitly adalah aplikasi layanan bisnis online yangmentransformasikan berbagai link sebagai kekuatan alat yang mendukung tim penjual dan pembelinya.Dukungan Layanan bisnis online yang diberikan oleh bitly.Melalui bitly pengguna atau user yang akan dapat memanfaatkan fasilitas sebagai berikut: 1. Melakukan Custom Back-Half Agar dokumen perpustakaan yang memiliki link cukup Panjang,maka dapat diidentifikasi dengan menyederhanakan alamat url nya. Hasil-hasil custom tersebut, misalnya bitly/2WqxQBE Alamat asal, yaitu http: e journal-balitbang.kkp.go.id/index php/jkpt/ article/view/8001/6301 2. Melakukan manajemen link yang dimiliki user Manajemen link yang dapat dilakukan berupa: a. Link Creation atau penciptaan link b. Link click atau metode akses link dengan berbagai alat komunikasi apps c. Link tags ataumenciptakan tag-tag terkait link d. Bulk Link Tagging atau menciptakan tag-tag dari bulk link e. Link Filtering atau menyaring link 3. MelakukanManajemen Kampanye Manajemen kampanye yang dilakukan adalah dengan social posting pada twitter dan face book, dapat juga medsos lainnya yang digunakan, melaluimanajemen link 4. Mampumenampilkan data dan analisis Setiap dokumen online yang telah di custom dilengkapi data statistik pemakaian ketersebarannya dan keterkaitannya (di klik) antara perpustakaan dan user,menampilkan sejarah link dan laporannya. 5. Platform akses yang standar Untuk mengakses Kembali dokumen perpustakaan yang telah disebarluaskan, tersedia web browser,mobile app,API v4, Saluran - akses web tertentu. 6. Kesuksesan Pelanggan Pelanggan memahami pengetahuan dasar diseminasi dokumen online perpustakaan, dimana sumber ini disediakan oleh bit.ly pada menu “How to Use” Pengertian Diseminasi Seorang pustakawan bernama LasaHS dalamArif Nurdiansah (2013),mengatakan bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai Lembaga yang mengumpul, mengelola, menyimpan dan melestarikan bahan pustaka, tetapi lebih kepada penyebaran informasi atau disebut diseminasi informasi. Jika penyebaran informasi diutamakan dengan dibantu teknologi yang memungkinkan pustakawan menginformasikan koleksinya kepada pengguna maka akan sangat membantu pencarian koleksi yang dibutuhkan. Saat ini teknologi internet dapat melakukan penyebaran dokumen digital termanajemen dalam jumlah yang tanpa batas. Diseminasi menurut Sulistyo Basuki dalamArif Nurdiansah (2013) sangat erat kaitannya dengan istilah publisitas dan promosi sehingga sering disebutkan sebagai bagian dari strategi promosi. Diseminasi adalah suatu kegiatan penyebaran informasi yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima,mengubah perilaku sasaran, dan akhirnyamerekamampumemanfaatkan informasi tersebut. Perubahan yang diharapkan dari kegiatan diseminasi adalah akan terjadi pada aspek kognitif (pengetahuan – P), afektif (sikap – S) dan psikomotorik (keterampilan –K). Perubahan tersebutmenuju kearah yang sesuai dengan konsep dan cara yang benar atau seharusnya. Diseminasi juga biasa disebut sebagai proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Sehingga terjadi saling tukar informasi dan akhirnya terjadi kesamaan pendapat tentang inovasi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan diseminasi merupakan penyebaran inovasi yang disusun dan disebarkan denganmetode perencanaan yangmatang serta pandangan jauh ke depan baik melalui diskusi atau forum lainnnya yang sengaja diprogramkan, sehingga terdapat kesepakatan untukmelaksanakan inovasi. Pelayanan Prima Perpustakaan Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pelayanan adalah sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Menurut Barata (2012) bahwa suatu pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani. Terdapat 3 (tiga) pihak pendukung proses layanan, yaitu (1) pihak penyedia layanan, (2) pihak yang menerima layanan, dan (3) jenis atau bentuk layanan. Layanan dapat terjadi antara seorang dengan seorang, seorang dengan kelompok, kelompok dengan seorang, atau orang-orang dalam organisasi baik dilakukan atas dasar sukarela atau komersial.Dalamhal ini jelas terjadinya interaksi yang saling mendukung dalam kegiatan layanan. UUNo. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 4 menyebutkan bahwa Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang terjabarkan pada bab V pasal 14 sebagai berikut : (1) Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. (2) Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan. (3) Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. (4) Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkanmelalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. (5) Layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka. (6) Layanan perpustakaan terpadu diwujudkanmelalui kerja sama antar perpustakaan. (7) Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan melalui jejaring telematika. Dengan demikian jelas bahwa layanan prima yang berorentasi pada userminded atau user oriented akan dapat terwujud dengan sikap dan karakter humanis serta professional dari pustakawan. Layanan prima merupakan upaya perusahaan/ organisasi memberikan layanan terbaiknya sebagai wujud kepedulian kepada pelanggan (Barata, 2012). Sehingga layanan prima menjadi salah satu alat utama dalam melaksanakan strategi untuk mempromosikan perpustakaan supaya pemustaka mau datang danmemanfaatkan perpustakaan. Pada dasarnya layanan prima bertujuan untukmemuaskan pemustaka dengan tidak harusmengorbankan harga diri atau citra diri melainkan mewujudkan manfaat terbaik bagi semua pihak, yaitu dengan mengembangkan konsep triple-win customer service. Konsep triple-win customer service adalah solusi terbaik untuk kemenangan dan keuntungan semua pihak. Perlu menyatukan persepsi antara pustakawan, pemustaka dan perpustakaan. Sebagai lembaga induk penyedia informasi. Konsep interaksi yang terjadi di dunia kepustakawanan dapat dijabarkan dengan gambar berikut : Konsep triple-win customer service yang digambarkan penulis diatas semakin memperjelas bahwa sebenarnya ketiga komponen pendukung layananmemiliki peran dan fungsi yang sama, saling bergantung dan mendukung dalam kegiatan proses layanan khususnya di perpustakaan. Faktor-Faktor Layanan Prima Barata (2012) dalam bukunya Dasar-Dasar Pelayanan Prima telahmengemukakan enam (6) factorAsebagai konsepmengembangkan layanan prima yaitu : 1. Ability, adalah pengetahuan dan keterampilan tertentu yangmutlak diperlukan untuk menunjang program layanan prima, yang meliputi kemampuan dalam bidang kerja yang ditekuni, melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi, dan menggunakan public realtions sebgai intrumen dalam membina hubungan ke dalam dan luar perpustakaan. 2. Attitude, adalah perilaku atau perangai yang harus ditonjolkan ketika menghadapi pemustaka. 3. Apperance adalah penampilan seseorang baik yang bersifat fisik dan non fisik, yang mampu merefleksikan kepercayaan diri dan kredibilitas dari pihak lain 4. Attention, adalah kependulian penuh terhadap pelanggan, baik yang berkaitan dengan perhatian akan kebutuhan dan keinginan pelngganmaupun pemahaman atas saran dan kritiknya. 5. Action, adalah berbagai kegiatan nyata yang harus dilakukan dalam memberikan layanan kepada pemustaka.dan 6. Accountability adalah suatu sikap keberpihakan kepada pemustaka sebagai wujud kependulian untuk menghindari atau meminimalkan kerugian atau ketidakpuasan pemustaka. Aplikasi dalam memberikan layanan prima pada hakekatnya harus mengandung faktor-faktor di atas yang dapat dilakukan diberbagai kegiatan layanan perpustakaan berawal dari layanan adminitrasi, sirkulasi, referensi, penelusuran dan sebagainya. Konsep tersebut menjadi pijakan agar layanan prima diberikan oleh pustakawan kepada pemustaka. Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian Bidang Kelautan dan Perikanan Terapan dengan memanfaatkan akun non bayar dengan nama Perpustakaan Poltek AUP Jakarta DiseminasiHasil-Hasil Penelitian Bidang Kelautan dan Perikanan Terapan denganmemanfaatkan akun non bayar dengan nama Perpustakaan Poltek AUP Jakarta telah berjalan selama dua minggu, dengan tampilan sebagai berikut: DiseminasiHasil-Hasil Penelitian Bidang Kelautan dan Perikanan Terapan denganmemanfaatkan akun non bayar dengan nama Perpustakaan Poltek AUP Jakarta telah berjalan selama duaminggu dengan 14 link yang didiseminasikan, 61 klik sebagai respon. Dalam pencarian ini diketahui bahwa Kultur perilaku pencarian informasi di internet terdapat dua hal yaitu search & social (Rossmann et al. 2015). yaitu, pencari informasi mencari informasi yang dibutuhkan melalui search engine dan membaginya melalui sosial media. Komunitas online terbentuk karena kesamaanminat, hobi dan ketertarikan. Hal ini mendorong sebuah perusahaan untuk mengembangkan strategi barumembangun loyalitas (engagement) dengan pelanggan melalui sosialmedia Sesuai gambaran tersebut,maka bisa dikatakan sosial media memiliki kekuatan untuk membangun persepsi penggunanya apabila dimanfaatkan secara optimal. Pada diseminasi informasimenggunakan bit.ly ini, pustakawanmelihat repetisi atau pengulangan akses dokumen digital (klik) yang dilakukan pengguna sebagai indikasi kesamaan kekhususan kebutuhan pengguna perpustakaan PolitenikAUPJakarta.Dalam waktu yang sangat cepat yaitu 2minggu saja, aktivitas klik dokumen digital telah bertambah dari 42 klik menjadi 61 klik. Gambar 1. Tampilan hasil registrasi akun. Gambar 2. Pemanfaatan Akun bitly.com. Gambar 3. Konsistensi user perpustakaanmemanfaatkan akses yang diberikan perpustakaan.
Conclusion
Melalui penulisan makalah ini, diketahui bahwa: 1. DiseminasiHasil-Hasil Penelitian Bidang Kelautan dan Perikanan Terapan dengan memanfaatkan akun non bayar dengan nama PerpustakaanPoltek AUP Jakarta telah berjalan selama dua minggu dengan 14 link yang didiseminasikan, 61 klik sebagai respon 2. Jika penyebaran informasi diutamakan dengan dibantu teknologi internet yang memungkinkan pustakawanmenginformasikan koleksinya kepada penggunamaka akan sangatmembantu pencarian koleksi yang dibutuhkan