Kembali
16
1
2021 Jurnal Pari Vol 7 · 1 ISSN 2549-0133

SEBARAN DAN PERKEMBANGAN PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH PENELITI BALAI RISET PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN PENYULUHAN PERIKANAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Abstrak

Analisis dilakukan untuk mengetahui sebaran dan perkembangan publikasi artikel ilmiah peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan. Analisis dilakukan terhadap semua artikel yang dipublikasikan selama empat tahun yaitu tahun 2016 sampai 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebanyak 65 artikel, sedangkan tahun 2017 hanya sebanyak 9 artikel. Pada tahun 2018 dan 2019 masingmasing hanya 25 artikel. Sebaran publikasi artikel ilmiah meliputi publikasi dalam dan luar negeri yang terdiri dari buku/prosiding seminar sebesar 79 (54.86%) artikel sedangkan majalah/ jurnal ilmiah sebesar 65 (45.14%) artikel. Sebaran publikasi pada majalah/jurnal ilmiah lebih dari 2 artikel yaitu Jurnal Riset Akuakultur (21 artikel), Media Akuakultur (16 artikel), Indonesian Aquaculture Journal (8 Artikel), dan Aquaculture Indonesiana (3 artikel). Pola kepengarangan menunjukkan bahwa 98,61% merupakan publikasi ilmiah yang dihasilkan dari kolaborasi antar penulis, sedangkan jumlah kepengarangan tunggal hanya 1,39%. Kolaborasi kepengarangan paling tinggi terjadi pada kolaborasi kepengarangan 3 yaitu sebesar 61 artikel yang dihasilkan oleh 183 penulis.

Abstract

The analysis was carried out to know the distribution and development of scientific article publications from researcher of Research Institute for Brackishwater Aquaculture and Fisheries Extension. The analysis was carried out on all articles was published for four years, namely since 2016 to 2019. The results of the analysis show that the highest number of article publications was occurred in 2016, namely 65 articles, while in 2017 there were only 9 articles. In 2018 and 2019 only 25 articles each. The distribution of scientific article publications includes domestic and foreign publications consisting of books/seminar proceedings of 79 (54.86%) articles while scientific magazines/journals are 65 (45.14%) articles. The distribution of publications in scientific magazines/journals is more than 2 articles, namely the Jurnal Riset Akuakultur (21 articles), Media Akuakultur (16 articles), Indonesian Aquaculture Journal (8 articles), and Aquaculture Indonesiana (3 articles). The pattern of authorship shows that 98.61% are scientific publications resulting from collaboration between authors, while the number of single authorships is only 1.39%. The highest authorship collaboration occurs in collaboration authorship 3, which is 61 articles produced by 183 authors.
Keywords: scientific article publication · publication distribution · publication development

Introduction

Publikasi hasil penelitian merupakan salah satu tugas pokok bagi peneliti dalam rangka menyebarluaskan hasil temuan dari kegiatan penelitian yang telah dilakukannya. Menurut Nazroelwathoni (2017) publikasi ilmiah adalah hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Selain karya yang dihasilkan harus bermutu, tempat publikasi juga harus dipilih sesuai dengan kriteria, yang menjamin kelayakan suatu naskah (baik dari segi substansi maupun tampilan) sesuai dengan standar dan kaidah yang telah ditentukan. Kewajiban peneliti dan dosen adalah mengomunikasikan ilmu pengetahuan, baik hasil penelitian, pengembangan, pemikiran, kajian, maupun analisis ilmiah. Jadi, publikasi merupakan salah satu jalan bagi peneliti maupun akademisi untuk menunjukkan hasil kerjanya berupa karya tulis ilmiah (KTI) yang diterbitkan. Ismunandar dalam Lokakarya Penulisan Ilmiah (2013) mengemukakan bahwa salah satu alasan seorang peneliti harus mempublikasikan karya mereka adalah untuk mendapatkan label untuk kualitas riset sekaligus perisetnya. “You are what you publish,” Selain itu, penerbitan karya ilmiah juga menjadi pendaftaran penemuan yang berkaitan dengan pendataan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Para peneliti dan hasil penelitiannya akan mendapat pengakuan dan penghargaan sehingga mitra kerja mengetahui apa yang telah dikerjakan peneliti. Selain itu publikasi hasil penelitian akan meninggalkan catatan permanen tentang riset yang dikerjakan. Perkembangan publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan besar, yang muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model bisnis berbeda dengan pola sebelumnya. Trend umum yang berjalan sekarang ialah akses ke jurnal ilmiah secara elektronik disediakan secara terbuka. Hal ini berarti semakin banyak publikasi ilmiah yang dapat diakses secara gratis melalui internet, baik yang disediakan oleh pihak penerbit jurnal, maupun yang disediakan oleh para penulis artikel jurnal itu sendiri. Publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari suatu negara. Saat ini publikasi oleh peneliti Indonesia di kancah internasional tergolong sangat minim bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Di sisi lain, Indonesia saat ini sesungguhnya memiliki potensi publikasi yang besar, dengan lebih dari 4 ribu perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa hampir 5 juta dan dosen lebih dari 250 ribu orang, ditambah pejabat fungsional peneliti yang jumlahnya lebih dari 10 ribu. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya dalam mengoptimumkan jumlah dan mutu publikasi ilmiah khususnya untuk akademisi dan peneliti. Sugiyo, D. (2019) mengungkapkan pengembangan budaya dan kemampuan terutama motivasi menulis menjadi suatu tantangan dan permasalahan yang harus segera dapat diatasi. Rendahnya publikasi hasil penelitian juga disebabkan minimnya kemauan dan kemampuan menulis hasilhasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dapat dipublikasi di jurnal-jurnal ilmiah bermutu tinggi, TINJAUAN PUSTAKA Publikasi ilmiah merupakan bagian dari siklus penelitian yang harus dilakukan oleh peneliti ketika selesai melaksanakan penelitiannya. Dengan mempublikasikannya, maka temuan atau buah pikirannya akan dikenal oleh masyarakat sehingga dapat segera diketahui dan yang terpenting saat ini ialah mendapat pengakuan dari masyarakat dan sejawat sebidang. Publikasi ilmiah merupakan sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan penelaahan peer reviewed oleh pakar di bidang ilmu yang sama sehingga diperoleh tingkat objektivitas setinggitingginya. “Sistem” ini beragam, bergantung pada bidang masing-masing, dan selalu berubah, meskipun seringkali secara perlahan. Menurut KBBI publikasi bermakna pengumuman atau penerbitan. Publiksi ialah hasil tulisan atau karya tulis yang diterbitkan atau dipublikasikan. Penerbitan karya tulis dapat bersifat popular, populer-ilmiah, dan ilmiah (Nashihuddin, 2016). Kepala LIPI dalam sosialisasi akreditasi jurnal ilmiah nasional memberikan arahan tentang etika dalam publikasi menjadi suatu hal yang penting. Ada 3 etika dalam publikasi: 1. Netral, yaitu bebas dari pertentangan kepentingan dalam pengelolaan publikasi. 2. Keadilan, memberikan hak kepengarangan pada yang seharusnya benar-benar menulis naskah. Jadi tidak ada penulis yang sebenarnya tidak terlibat dalam pembuatan naskah tetapi karena mempunyai pengaruh maka namanya dimasukkan dalam penulis naskah. 3. Kejujuran, yaitu bebas dari plagiarisme dalam publikasi. Pernyataan kode etik ilmiah ini merupakan pernyataan kode etik semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi jurnal ilmiah yaitu pengelola, editor, mitra bestari dan penulis. Hasil publikasi yang baik yaitu yang telah melalui proses pemeriksaan, mengandung pengetahuan ilmiah asli yang memberikan kotribusi kemajuan ilmu pengetahuan, mengandung penemuan yang ditulis dengan bahasa ilmiah yang dapat dipahami secara ilmiah oleh orang lain, mempublikasikan hasil penelitian secara utuh (dimana terkadang hasil penelitian dipecah dalam beberapa naskah). Minat publikasi mencerminkan keinginan untuk diterapkan pada diri sendiri dan pada orang lain (menganjurkan orang lain untuk berperilaku), dipengaruhi oleh pelbagai faktor dari luar yang tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga emosional. Teori tentang brand menjelaskan bagaimana pilihan pilihan individual dapat dipengaruhi melalui strategi pengembangan produk dan pemanfaatan atribut-atribut untuk mempengaruhi pilihan tersebut (Da Silva dan Alwi, 2008). Jenis-jenis publikasi yang dapat diterima sebagai kontribusi pada bidang ilmu pengetahuan dan penelitian sangat beraneka di antara berbagai bidang dan umumnya diterbitkan dalam jurnal ilmiah, prosiding, dan buku.

Method

Analisis dilakukan terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh peneliti Balai Riset Perikanan Air Payau dan Penyuluhan Perikanan pada tahun 2016 s/d 2019. Artikel tersebut dipublikasikan pada beberapa majalah atau jurnal ilmiah, buku dan prosiding seminar. Parameter yang diamati meliputi : jumlah dan rata-rata artikel ilmiah yang dipublikasikan setiap tahun, perkembangan artikel dalam empat tahun, sebaran media yang digunakan dalam publikasi, dan kolaborasi penulisan dalam artikel. Metode pengumpulan data melalui pengumpulan data dari dokumen primer. Data dalam parameter ini diperoleh melalui pemeriksaan dan pencatatan terhadap semua artikel yang terkait dengan dokumentasi, informasi, dan perpustakaan yang telah dipublikasikan. Selanjutnya data dikelompokan berdasarkan jumlah artikel, rata-rata, perkembangan setiap tahun, sebaran media yang digunakan dan tingkat kolaborasi penulis. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, yakni dengan menggambarkan kondisi riil secara persentase berdasarkan data yang diperoleh.

Discussion

Jumlah dan rata-rata artikel yang di publikasikan Jumlah dan rata-rata artikel yang dipublikasikan dalam empat tahun 2016 s/d 2019 disajikan pada Gambar 1 berikut. Jumlah tertinggi publikasi peneliti terlihat pada tahun 2016 sebesar 65 artikel. Pada tahun 2017 hanya mempublikasikan sebanyak 29 artikel dan pada tahun 2018 dan 2019 pempublikasikan masing-masing 25 artikel. Sehingga jika dirata-ratakan berjumlah 36 artikel per tahun. Gambar 1. Jumlah dan rata-rata artikel ilmiah peneliti BRPBAP3 yang di publikasikan Perkembangan Publikasi hasil penelitian selama 4 tahun (2016 s/d 2019) Perkembangan publikasi hasil penelitian Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan dalam empat tahun (2016 s/d 2019) disajikan dalam Gambar 2 berikut. Pada gambar menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat penurunan jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh peneliti. Pada tahun 2017 terjadi penurunan jumlah publikasi dari 65 menjadi 29 publikasi sehingga terdapat penurunan sebesar 55%. Pada tahun 2018 menurun dari 29 menjadi 25 artikel, sehingga terdapat penurunan jumlah publikasi sebesar 14% dari tahun sebelumnya. Sedangkan tahun 2019 tidak terdapat penurunan karena jumlah artikel yang dipublikasikan sama tahun sebelumnya. Salah satu penyebab berkurangnya jumlah publikasi peneliti disebabkan karena adanya pemotongan anggaran untuk kegiatan riset, yang menyebabkan beberap kegiatan dan sub kegiatan riset yang tidak dilaksanakan. Hal tersebut sangat mempengaruh jumlah artikel ilmiah peneliti yang dipublikasikan. Selain itu jumlah publikasi ilmiah di Kementerian Kelautan dan Perikanan khususnya bidang budiadaya air payau masih sangat terbatas. Peningkatan jumlah publikasi dapat tercapai dengan penyediaan media publikasi yang memadai. Menurut Tri Handoko (2018) meningkatnya jumlah publikasi hasil penelitian seharusnya diikuti dengan meningkatnya jurnal ilmiah yang akan menampung Karya Tulis Ilmiah (KTI) para peneliti. Peningkatan tersebut juga seyogyanya berbanding lurus dengan kualitas dan kuantitas KTI yang diterbitkan. Untuk itu diperlukan suatu sistem penilaian akreditasi yang bertujuan untuk menyamakan standar mutu majalah ilmiah yang berkualitas, berpengaruh dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut sesuai dengan yang dinyatakan oleh Sugiyo, D. (2019) bahwa disamping peningkatan jumlah dan kualitas riset di Indonesia, perlu dikembangkan juga media publikasi ilmiahnya agar artikel-artikel yang dihasilkan dari riset tersebut tidak semuanya diajukan ke jurnal di luar negeri, tetapi juga didiseminasi di jurnal-jurnal yang diterbitkan di Indonesia. Selain itu, peningkatan aksesibilitas laman jurnal ilmiah di Indonesia menjadi sangat penting pada era global saat ini, untuk mendapatkan dampak ilmiah yang signifikan. Gambar 2. Perkembangan Publikasi Peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air dan Penyuluhan Perikanan selama 4 tahun Jumlah dan Sebaran Publikasi Jumlah media publikasi yang digunakan oleh peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan dalam publikasi hasil penelitian selama 4 tahun sebanyak delapan belas media publikasi. Sebaran media yang digunakan sangat bervariasi, baik publikasi yang berada di dalam maupun di luar negeri (Gambar 3). Dari data tersebut menunjukkan bahwa jumlah artikel yang dipublikasikan melalui media dalam negeri lebih banyak yaitu 136 (94.44%) artikel, sedangkan jumlah artikel ilmiah yang publikasi melalui media luar negeri yaitu sebesar 8 (5.56%). Jenis media publikasi yang digunakan dan jumlah artikel yang dipublikasikan disajikan pada Gambar 4. Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa dari delapan belas media publikasi yang digunakan terdapat 2 jenis media yaitu buku/prosiding seminar dan majalah/jurnal ilmiah. Dari kedua jenis media tersebut publikasi melalui buku/prosiding seminar lebih tinggi yaitu 79 (54.86%) artikel dengan 2 jenis prosiding seminar dan 2 artikel dalam bentuk buku. Sedangkan publikasi melalui majalah/jurnal ilmiah berjumlah 65 (45.14%) artikel. Tingginya jumlah artikel yang dipublikasikan melalui prosiding ilmiah dapat disebabkan karena dalam satu kali penerbitan prosiding memuat banyak artikel (dalam hitungan ratusan) sedangkan untuk satu kali penerbitan majalah/jurnal ilmiah tergolong sedikit (hanya dalam hitungan puluhan) meskipun ada yang diterbitkan tiga sampai empat kali dalam setahun. Selain itu terdapat tingkat kesulitan dalam memasukkan artikel dalam publikasi jurnal ilmiah terutama majalah/journal yang terakreditasi. Gambar 3. Jumlah dan persentase publikasi ilmiah dalam dan luar negeri selama 4 tahun Gambar 4. Sebaran jenis media publikasi yang digunakan dalam publikasi ilmiah dalam kurung waktu 4 tahun Sebaran artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui majalah/journal ilmiah disajikan dalam Gambar 5. Dalam gambar tersebut menunjukkan bahwa terdapat lima jenis publikasi yang menerbitkan atikel lebih dari 2 artikel yaitu Jurnal Riset Akuakultur (21 artikel), Media Akuakultur (16 artikel), Indonesian Aquaculture Journal (8 Artikel), Aquaculture Indonesiana dan AACL Biolox masing-masing (3 artikel). Selain itu terdapat enam majalah/jurnal ilmiah yang mempublikasikan masing-masing dua artikel yaitu Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, Jurnal Omni Akuatika, Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, dan Journal of Physics, serta terdapat empat majalah/jurnal ilmiah yang mempublikasikan masing-masing 1 artikel yaitu Indonesian Journal of Marine Sciences, Jurnal Akuakultura Indonesia, Jurnal Berita Biologi LIPI, dan Aquaculture Reports, Journal homepage. Pola Penulisan Pola penulisan yang digunakan oleh peneliti dalam menulis artikel ilmiah sangat bervariasi mulai dari penulis tunggal hingga kolaborasi antar beberapa penulis (Gambar 5). Jumlah artikel yang dipublikasikan selama 4 tahun dari 2016 sampai 2019 berjumlah 144 artikel yang dihasilkan oleh 433 penulis. Jumah artikel ilmiah yang dihasilkan dari kolaborasi antar beberapa penulis jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh penulis tunggal. Dari 144 artikel yang dipublikasikan 98,61% diantaranya merupakan publikasi ilmiah yang dihasilkan dari kolaborasi antar penulis. Sedangkan jumlah penulis tunggal hanya 1,39%. Dari kolaborasi penulisan artikel yang paling banyak adalah kolaborasi penulis 3 orang yaitu sebesar 61 artikel yang dihasilkan oleh 183 penulis. Menyusul kolaborasi penulis 2 orang penulis sebanyak 40 artikel yang dihasilkan oleh 80 orang penulis. Sedangkan kolaborasi penuis 4 orang sebanyak 37 artikel yang dihasilkan oleh 148 penulis, kolaborasi 5 penulis sebanyak 2 artikel yang dihasilkan oleh 10 orang penulis, serta kolaborasi 6 penulis yang dihasilkan oleh 12 orang penulis. Gambar 5. Sebaran Publikasi artikel peneliti pada Majalah/Jurnal ilmiah dalam kurung waktu 4 tahun Gambar 6. Pola penulisan artikel Tingginya tingkat kolaborasi penulis dalam penelitian dapat disebabkan karena banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dengan berkolaborasi. Menurut Katz dan Martin (1997) bahwa keuntungan berkolaborasi adalah terciptanya kesempatan untuk berbagi pengetahuan, keahlian, dan teknik tertentu dalam sebuah ilmu. Dengan berkolaborasi akan terjadi sistem pembagian kerja dan penggunaan sumber daya yang efektif yang dimiliki oleh masingmasing peneliti, sehingga dapat memecahkan permasalahan kompleks dan dapat menghasilkan karya ilmiah dengan kualitas yang lebih baik. Lebih lanjut dikatakan bahwa adapun keuntungan kolaborasi bagi peneliti yaitu: Transfer pengetahuan dan keahlian, pertukaran ide dari berbagai ilmu yang akan menambah wawasan dan perspektif baru seseorang yang dapat memotivasi kreativitas, membuka kesempatan persahabatan intelektual, dan peningkatan produktivitas.

Conclusion

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Setiap tahun peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan mempublikasikan artikel hasil penelitiannya baik publikasi dalam maupun dan luar negeri. 2. Terdapat penurunan jumlah publikasi yang dihasilkan dalam kurung waktu empat tahun yaitu sebesar 55% di tahun 2017 dan 14% di tahun 2018. 3. Media publikasi yang paling banyak dimanfaatkan untuk publikasi artikel ilmiah peneliti adalah prosiding inovasi teknologi akuakultur. 4. Pola penulisan yang digunakan mulai dari penulis tunggal hingga kolaborasi 6 penulis, dan yang paling tinggi adalah kolaborasi 3 penulis. 5. Diharapkan adanya peningkatan produksi artikel ilmiah peneliti yang dipublikasikan untuk tahuntahun berikutnya.