KAJIAN BIBLIOMETRIKA : TINGKAT PRODUKTIVITAS DAN KOLABORASI PENULIS MEDIA AKUAKULTUR 2016-2020
Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Kelautan dan Perikanan
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kolaborasi penulis, tingkat produktivitas penulis, dan artikel pada publikasi Media Akuakultur periode tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Analisis tingkat kolaborasi menggunakan rumus Subramanyam dan perhitungan frekuensi produktivitas penulis. Hasil kajian menunjukkan jumlah keseluruhan artikel pada Media Akuakultur periode 2016-2020 sebanyak 69 judul, dengan pola penerbitan 2 penulis sebanyak 11 artikel, 3 penulis 24 artikel, 4 penulis 20 artikel, 5 penulis 9 artikel, hal ini sesuai dengan penghitungan tingkat derajat kolaborasi (C) yang diperoleh adalah 1 yang menunjukkan bahwa seluruh tulisan hasil penelitian dilakukan secara kolaborasi dengan pola kepengarangan kolaborasi sebanyak 219 orang. Diperoleh 7 peringkat produktivitas penulis pada Media Akuakultur 2016-2020 yaitu : peringkat pertama 6 judul artikel, peringkat kedua 5 judul artikel, peringkat ketiga 4 judul artkel, peringkat keempat 5 judul artikel, peringkat kelima 3 judul artikel, peringkat ke enam 2 judul artikel, dan peringkat ketujuh 1 judul artkel. Penulis dengan produktivitas tertinggi dalam kurun waktu 2016-2020 adalah Jojo Subagya, Otong Zaenal Arifin, Makmur, Vitas Atmadi Prakoso dengan penulisan ilmiah sebanyak 6 artikel.
Abstract
The purpose of this research is to know determine the level of author collaboration, the level of author productivity, and articles on Media Akuakultur publications for the 2016-2020 period. The research used quantitative descriptive method using bibliometric analysis Subramanyam formula and the calculation of the frequency of the author’s productivity. The result showed that the amount of Media akuakultur article published in 2016-2020 periods were 69 articles, with a publishing form of 2 authors as many as 11 articles, 3 authors 24 articles, 4 authors 20 articles, 5 authors 9 articles. this matter suitable in accordance with collaboration degree calculation (C) obtained 1, the showed that all research writings were carried out in collaboration with a collaborative authorship form of 219 people, and obtained 7 authors productivity rankings are: first rank 6 article titles, second rank 5 article titles, third rank 4 article titles, fourth rank 5 article titles, fifth rank 3 article titles, sixth rank 2 article and seventh rank 1 article title and the highest productivity authors in the 2016-2020 periods are : Jojo Subagya, Otong Zaenal Arifin, Makmur and Vitas Atmadi Prakoso with 6 scientific writing articles.
Keywords:
Bibliometric
· productivity
· collaboration
Introduction
Jurnal Media Akuakultur merupakanwadah berupa tulisan ilmiah yang memuat informasi bidang akuakultur seperti hasil penelitian, ulasan, pendapat, ide, dan berita. Diterbitkan secara berkala tiga kali dalam setahun sejak 2006 oleh Pusat Riset Perikanan, Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan perikanan. Jurnal sebagai sarana komunikasi ilmiah sangat penting, karena dapat dijadikan ajang pertukaran informasi antar sesama peneliti. Seperti dikatakan Sulistyo-basuki (2001), ada beberapa cara yang dapat digunakan untukmenyampaikan informasi antara lain melalui publikasi buku,majalah, pertemuan seminar, lokakarya, symposium, komunikasi pribadi seperti tatapmuka, telpon, suratmenyurat (manualmaupun elektronik) dan lain-lain. Penyebaran informasimelalui publikasi atau penerbitan disebut komunikasi formal, sedangkan penyebaran informasimelalui saluran lain disebut komunikasi informal. Kebutuhan akan ilmu pengetahuan membuat semakin banyak penelitian yang dilakukan dan dilaporkan kedalamartikel ilmiah untukmenjadi bahan mengambil keputusan. Semakin banyak karya tulis ilmiah hasil dari penelitian,maka semakin berkembang ilmu laindanmunculnya ilmubaru.Salah satunyaadalah Bibliometrik.Bibliometrikmemangmerupakan ilmuyang sudah ada pada 1980an dibidang Ilmu Perpustakaan, akan tetapi ilmu ini tetap dipakai dan dipelajari selama artikel ilmiahmasih terus bermunculan. Bibliometrik adalah penerapan metode matematika dan statistika untuk buku dan media komunikasi lainnya. Bibliometrika mulai digunakan untukmengevaluasi produktifitas penulis dan dampak keilmuan (scientific impact) terhadap riset pada tahun 1980an (Gingras 2014) (Rahayu danSaleh 2017). Ilmu ini dikenalkan oleh Pritchard pada tahun 1980-an, yang dapat dimaknai sebagai kajian yang mengacu pada analisis secaramatematis dan statistik terhadap polapola yang terjadi dalam publikasi dan penggunaan dokumen (Widuri 2018). Dapat disimpulkan bahwa Bibliometrikmerupakan ilmu yang mengkaji tentang kepenulisan dengan menggunakan analisis matematis dan statistik. Dengan adanya ilmu ini kita akanmengetahui hal-hal tentang kepenulisan, salah satunya ada produktivitas pengarang. Seorang pengarang dapat dinilai produktif atau tidaknya dengan melihat jumlah karya yang ia tulis dalam kurun waktu tertentu, baik itu hasil karya sendiri tanpamembutuhkan penulis lain, ataupun hasil dari kolaborasi antar penulis. Dari pemaparan tersebut, menimbulkan sebuah pertanyaan yang menumbuhkan ketertarikan untuk mengetahui seberapa produktif penulis dalam membuat karya ilmiah dalam sebuah jurnal dalam kurun waktu tertentu. TINJAUAN LITERATUR 1. Tingkat Kolaborasi Kolaborasi dalam bahasa inggris “collaboration” memilikimakna kerjasama. Sejarah kolaborasimuncul sejak lahirnya sebuah ilmu pengetahuan. Dalam publikasi penelitian, kolaborasi dapatmeningkatkan popularitas suatu kegiatan dan dapatmempengaruhi proses dan hasil yang dicapai. Dalam konteks penelitian, kolaborasi penulisan diperlukan,mengingat tidak selamanya penelitian dilakukan secara individu. Karena hal tersebut, maka dibutuhkan kerjasama antar peneliti maupun antar instansi baik dalam hal gagasan atau ide, pendanaan, sarana dan peralatan. Sutarsyah (2014)menjelaskan beberapa keuntungan yang diperoleh penulis bila berkolaborasi, yakni memungkinkan adanya kesempatan berbagi pengetahuan, keahlian, dan teknik-teknik tertentu dalam sebuah ilmu. Keuntungan lainnya adalah membantu memecahkan permasalahan yang kompleks, sehingga menghasilkan KTI dengan kualitas yang lebih baik (Widuri 2018, 64). 2. Produktivitas Penulis Menurut Lotka (1926) produktivitas penulis adalah banyaknya karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang secara individual maupun secara kolaborasi dalam subjek tertentu dan diterbitkan pada jurnal-jurnal ilmiah baik dalam skala nasional maupun internasional dalamsubjek tertentu dan dalamkurunwaktu tertentu. Produktivitas penulis disebut juga produktivitas ilmiah, produktivitas ilmiah menunjukkan jumlah publikasi ilmiah baik yang terindeks maupun tidak terindeks secara nasional dan internasional (Andreas 2009). Mengukur produktivitas penulismenurutDewiyana &Arianti (2009) berfungsi untuk mengetahui penulispenulis produktif dan yang paling produktif dalamjurnal ilmiah dan kurun waktu tertentu. Hal yang sama juga disampaikan oleh Diodata (1994), yang mendefinisikan bahwa produktivitas ilmiah sebagai jumlah penelitian yang dihasilkan ilmuwan. Produktivitasi lmiah di berbagai bidang ilmu dapat diukurmelalui berbagai data seperti jumlah publikasi yang dihasilkan oleh penulis dan jumlah kutipan dari publikasi penulis tersebut (Rahayu, Sri and Abdul Rahman Saleh, 2017).
Method
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Data yang diolah dalam kajian ini adalah semua artikel Media Akuakultur dalamkurun 5 tahun dari tahun 2016-2020, kemudian data diolah dengan bantuanMicrosoftExcel 2010. Tujuannya untuk memperoleh data awal dan memudahkan dalam pendistribusian dan pengkolaborasian data format tabel. Pengolahan data digunakan untuk menentukan: 1. Jumlah artikel dan penulis 2. Penyebaran kolaborasi penulis selama 2016- 2020 3. Penyebaran produktivitas penulis selama tahun 2016-2020 4. Tingkat kolaborasi penulis 2016-2020 ANALISADATA Metode perhitungan yang digunakan untuk menghitung tingkat kolaborasi antar penulis adalah denganmetode Subramanyam(1983) dengan rumus: dimana: C = tingkat kolaborasi penulis salam suatu disiplin ilmu dengan nilai berada pada interval 0 sampai dengan 1, atau [0,1] Nm = total hasil penelitian dari peneliti suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi Ns = total hasil penelitian dari suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara individual Keterangan: 1. Apabila nilai C = 0, maka dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara individual(penulis tunggal) 2. Apabila nilai C lebih besar dari nol dan kurang dari setengah (0 < C < 0,5) maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan secara individu lebih besar dibandingkan dengan yang dilakukan secara berkolaborasi. 3. Apabila nilai C = 0,5 maka penelitian yang dilakukan secara individual sama banyaknya dengan yang dilakukan secara berkolaborasi 4. Apabila nilai C lebih besar dari 0,5 dankurang dari 1 (0,5 < C < 1) dapat dikatakanbahwa hasil penelitian yang dilakukan secara individual lebih sedikit dibandingkan yang dilakukan secara berkolaborasi 5. Apabila nilai C = 1 maka penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi
Result & Discussion
Media Akuaultur adalah wadah informasi bidang akuakultur yang berupa hasil- hasil riset, terbit dua kali setahun kecuali pada tahun 2015 terbit 4 kali. 1. Rekapitulasi jumlah artikel periode 2016 -2020 dapat pada tabel 1, sebagai berikut : 2. Rekapitulasi penulis dalam pola penerbitan artikel dapat dilihat pada tabel 2, sebagai berikut : Pada Tabel 2 memperlihatkan kolaborasi penulis dalam penerbitan artikel dari tahun 2016 – 2020, dengan jumlah artikel sebanyak 64 judul artikel dengan rician : 2 penulis sebanyak 11 judul artikel, 3 penulis 24 judul artikel, 4 penulis 20 judul artikel, 5 penulis 9 judul artikel Tabel 1. Jumlah artikel periode 2016-2020 No. PERIODE Jumlah Artikel Tahun Volume Nomor 1 2016 11 01 6 2 2016 11 02 6 3 2017 12 01 6 4 2017 12 02 6 5 2018 13 01 6 6 2018 13 02 6 7 2019 14 01 7 8 2019 14 02 7 9 2020 15 01 7 10 2020 15 02 7 Jumlah 64 Tabel 2. Rekapitulasi penulis dalam pola penerbitan artikel tahun 2016-2020 Pola Pengarang Kolaborasi Penulis Jumlah Artikel Jumlah Artikel 2016 2017 2018 2019 2020 Kolaborasi 1 Penulis 0 0 0 0 0 0 0 2 Penulis 2 2 4 3 0 11 11 3 Penulis 5 6 3 5 5 24 24 4 Penulis 4 4 2 6 4 20 20 5 Penulis 1 0 3 5 0 9 9 Jumlah 12 12 12 19 9 64 64 3. Rekapitulasi kolaborasi penulis dalan kepengarangan , dapat dilihat pada tabel 3 Pada Tabel 3 memperlihatkan kolaborasi penulis dalam kepengarangan tahun 2016 – 2020 berjumlah 219 pengarang, dimana pada tahun 2016 yang terlibat dalam penulisan sebanyak 40 pengarang, tahun 2017 sebanyak 38 pengarang, tahun 2018 sebanyak 40 pengarang, 2019 sebanyak 45 pengarang dan tahun 2020 sebanyak 56 pengarang. 4. Rekapitulasi tingkat produktivitas penulis, dapat dilihat pada tabel 4. Pada Tabel 4,memperlihatkan bahwa total artikel yang ditulis oleh penulis kolaborasi adalah 219 (Nm= 219) dan total artikel yang ditulis oleh penulis tunggal adalah 0 (Ns = 0), maka derajat kolaborasi (C)MediaAkuakultur periode 2016-2020 adalah : Apabila nilai C = 1 maka penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi (Subramanyam,1983). Maka dapat disimpulkan bahwa penulisan yang terdapat padaMediaAkuakultur tahun 2016-2020 seluruhnya ditulis secara kolaborasi Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui 7 peringkat kolaborasi produktivitas penulis berdasar jumlah karya tulis yang dihasilkan: peringkat pertama 6 judul artikel, peringkat kedua 5 judul artikel, peringkat ketiga 4 judul artkel, peringkat keempat 5 judul artikel, peringkat kelima 3 judul artikel, peringkat keenam 2 judul artikel, dan peringkat ketujuh 1 judul artkel. Penulis dengan produktivitas tertinggi dalam kurun waktu 2016-2020 adalah Jojo Subagya,Otong Zaenal Arifin, Makmur, Vitas Atmadi Prakoso dengan hasil karya ilmiah masing masing 6 artikel Tabel 3. kolaborasi penulis dalam kepengarangan tahun 2016-2020 Tahun Pola Kepengarangan Jumlah Artikel Jumlah Pengarang 1 2 3 4 5 Kolaborasi 2016 0 2 5 4 1 12 40 2017 0 2 6 4 0 12 38 2018 0 4 3 2 3 12 40 2019 0 3 5 6 0 14 45 2020 0 0 5 4 5 14 56 Jumlah 0 11 24 20 9 64 219 Tabel 4. Tingkat produktivitas penulis No. NAMA NS NM C 1 Jojo Subagja 0 6 1,00 2 Makmur Makmur 0 6 1,00 3 Otong Zaenal Arifin 0 6 1,00 4 Vitas Atmadi Prakoso 0 6 1,00 5 Mat Fahrur 0 5 1,00 6 Nyoman Adiasmara Giri 0 5 1,00 7 Muhammad Marzuqi 0 4 1,00 8 Wahyulia Cahyanti 0 4 1,00 9 Anang Hari Kristanto 0 3 1,00 10 Bambang Iswanto 0 3 1,00 11 Haryanti 0 3 1,00 12 Irin Iriana Kusmini 0 3 1,00 13 Ketut Mahardika 0 3 1,00 14 Rachman Syah 0 3 1,00 15 Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi 0 3 1,00 16 Septyan Andriyanto 0 3 1,00 17 Tarunamulia 0 3 1,00 18 Uni Purwaningsih 0 3 1,00 19 36 penulis lainnya 0 2 1,00 56 75 penulis lainnya 0 1 1,00
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan aspek produktivitas dan tingkat kolaborasi penulis, maka dapat dambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Jumlah artikelMediaAkuakultur pada kurunwaktu 2016-2020 sebanyak 64 artikel 2. Pola penerbitan 2 penulis sebanyak 11 artikel, 3 penulis 24 artikel, 4 penulis 20 artikel, 5 penulis 9 artikel 3. Derajat kolaborasi (C) padaMediaAkuakulur yang diperoleh adalah 1menunjukan bahwa artikel yang terdapat padaMediaAkuakultur tahun 2016-2020 adalah seluruhnya ditulis secara kolaborasi. dengan pola kepengarangan secara Kolaborasi sebanyak 219 penulis 4. Terdapat 7 peringkat produktivitas penulis dengan jumlah karya tulis yang dihasilkanmasingmasing: peringkat pertama 6 judul artikel, peringkat kedua 5 judul artikel, peringkat ketiga 4 judul artkel, peringkat keempat 5 judul artikel, peringkat kelima 3 judul artikel, peringkat keenam 2 judul artikel, dan peringkat ketujuh 1 judul artkel. Dalam hal ini penulis yangmemiliki produktivitas tertinggi dalam kurun waktu 2016-2020 adalah Jojo Subagya, Otong Zaenal Arifin, Makmur, Vitas Atmadi Prakoso 5. Kajian ini juga menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi penulis yang tinggi menunjukkan penulis aktif berbagi pengetahuan dengan cara mengkomunikasikan ataumenyebarluaskan hasil pemikirannya dengan penulis lainnya, sehingga diperololeh hasil tulisan yang lebih baik dan berkualitas