KAJIAN EVALUATIF ATAS PENERAPAN STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Universitas Pembangunan Nasional ?Veteran? Jawa Timur; Universitas Pembangunan Nasional ?Veteran? Jawa Timur
Abstrak
Perpustakaan Perguruan Tinggi berperan penting dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat). Penelitian ini bermaksud untuk mengukur capaian penerapan SNP-PT di UPNVJT. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan indikator-indikator penilaian yang ada pada SNP-PT. Tabulasi data digunakan untuk menganalisis dan menggambarkan hasil penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa Perpustakaan UPNVJT telah menerapkan SNP-PT. 76.6% dari standar yang ada telah dicapai. Manajemen SNP-PT telah sangat baik diterapkan di perpustakaan ini. Akan tetapi, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi khususnya pada standar layanan jam layanan perpustakaan.
Keywords:
Evaluasi implementasi
· standar nasional perpustakaan perguruan tinggi
Introduction
Perpustakaan merupakan bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, hal tersebut mengingat bahwa perpustakaan menjadi salah satu media mengakses informasi sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Pada undang-undang yang sama perpustakaan juga berfungsi memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari tinjuan yuridis di atas artinya perpustakaan seharusnya ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Lasa, 2013)menyatakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi pada hakekatnya merupakan bagian integral dari induknya yang bersama sama dengan unit kerja lainnya melaksanakan tugas dan peran yang unik bertugas membantu perguruan tinggi yang bersangkutan dalam melaksanakan program Tridarma Perguruan Tinggi dengan tujuan mendukung, memperlancar, mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui penyediaan dan pelayanan informasi. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap penyebaran informasi kepada penggunanya dalam berbagai bentuk, mulai dari bentuk konvensional berupa media cetak maupun yang berbentuk digital seperti CD, e-journal dan sebagainya; perpustakaan memerlukan proses manajemen yang representatif maupun kontekstual yang peka terhadap proses perkembangan perpustakaan dan penggunanya. Singkatnya, perpustakaan perguruan tinggi harus menjadi institusi inovatif mengikuti perkembangan zaman. Di sisi lain, terdapat urgensi manajemen perpustakaan juga menjadi penting dalam membangun model perpustakaan yang inovatif. Dikutip oleh Wursanto (1985), Terry berpendapat dalam bukunya yang berjudul Principles of Management mengklasifikasikan fungsi_x0002_fungsi manajemen menjadi planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan) dan controlling (pengawasan). Proses manajemen sektor publik khususnya dalam pengelolaan perpustakaan dalam ranah praktis telah diatur dalam pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan disebutkan bahwa Standar Pengelolaan Perpustakaan memuat setidaknya tiga unsur yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Secara riil proses perencanaan dalam manajemen inovasi perpustakaan adalah perencanaan langkah inovasi sebelum dapat diimplementasikan. Perencanaan mengatur sumber-sumber baik staff maupun material- perpustakaan dengan pengetahuan dan analisis yang baik tentang masa depan (Laugu, 2006). Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran“ Jawa Timur (UPNVJT) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri unggul di Indonesia yang pada tahun 2017 menduduki peringkat 22 Universitas terbaik di Indonesia. Awal sejarahnya, UPNVJT berstatus perguruan tinggi swasta di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan Indonesia, namun saat ini telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri sejak tahun 2014. Hal tersebut tentu memberi dampak administratif yang signifikan dari perubahan status perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri, salah satu dampaknya adalah kewajiban PTN sebagai Instansi Negeri wajib mengimplementasikan berbagai regulasi yang ada. Proses manajemen sektor publik khususnya dalam pengelolaan perpustakaan dalam ranah praktis sebenarnya telah diatur melalui pasal yang disebutkan di atas. Sudah lazim bahwa pelayanan publik (public services), adalah tugas utama birokrasi pemerintahan suatu negara di mana, lembaga publik dalam pemerintahan secara konstitusional dan moral berkewajiban melayani kebutuhan setiap warga masyarakat nya (Khoiron, 2017). Pengelolaan yang baik pada pelayanan di sektor publik akan menciptakan kepuasan pengguna di mana hal tersebut berdampak jauh pada kepercayaan publik terhadap pemerintah secara umum. Peraturan pelaksana lain dalam pengelolaan perpustakaan adalah Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional (Perka Perpusnas) Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP-PT) telah diundangkan pada bulan Mei 2017, sebagai langkah nyata melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan pada pasal 24 yang menyebutkan bahwa “Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang wajib memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.” Namun secara empiris walaupun telah diundangkan sejak tahun 2007 belum banyak perpustakaan pada institusi perguruan tinggi yang memahami, mengimplementasikan standar evaluasi ini atau bahkan menjadikan SNP-PT sebagai subjek penelitian bagi institusi perpustakaan tersebut. Salah satu wujud nyata dari pengamalan nilai bela negara yaitu disiplin dan taat pada peraturan perundangan yang berlaku maka perlu bagi Perpustakaan UPNVJT untuk melakukan penelitian evaluatif terhadap implementasi SNP-PT, mengingat belum pernah dilakukan kajian ini sebelumnya. Padahal salah satu acuan standar penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan perguruan Tinggi menggunakan standar tersebut.
Method
Yang, Zhang, & Holzer (2008) berpendapat bahwa pada realitas penelitian yang seringkali multi paradigma, peneliti harus dapat mengadopsi keuntungan lebih dari mixed methodology. Oleh sebab itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan kualitatif_x0002_kuantitatif deskriptif dengan sumber data primer yang diambil dari wawancara, observasi, dan pengukuran indikator-indikator serta data sekunder dari teknik dokumentasi. Hal ini dilakukan mengingat, enam standar dari SNP-PT memiliki jenis data yang berbeda-beda, misalnya pada standar yang pertama (Standar koleksi perpustakaan) dapat dilakukan proses pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi sedangkan untuk standar kedua (sarana pra-sarana) perlu dilakukan pengukuran kuantitas dari angka lumen pencahayaan menggunakan lumen meter. Piotrowski menambahkan bahwa penggunaan mixed methodology bukanlah hal baru dalam penelitian-penelitian administrasi publik (Yang & Miller, 2008). Pendekatan ini dilakukan agar penelitian ini dapat menghasilkan kesimpulan yang menyeluruh dari semua faktor standar yang ada pada SNP-PT. Fokus penelitian dititikberatkan pada evaluasi pelaksanaan SNP-PT menurut PERKAPERPUSNAS Nomor 13 Tahun 2017. Lokasi dari penelitian ini adalah Perpustakaan UPNVJT.
Result
Hasil dari penelitian evaluasi capaian SNP-PT disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 1. Tabulasi Hasil Penelitian KLASIFIKASI STANDAR INDIKATOR KEBERHASILAN KET. Standar Koleksi Perpustakaan Buku Wajib per mata kuliah minimal 3 Judul [V] Buku Pengayaan minimal 2x Buku Wajib [V] Koleksi Audio Visual disesuaikan dengan kebutuhan PT [X] Koleksi e-resources disesuaikan dengan kebutuhan PT [V] Jurnal ilmiah berlangganan 2 judul per program studi [V] Majalah Ilmiah Populer berlangganan minimal 1 judul per program studi [V Tersedia Muatan Lokal dalam Repositori [V] Penambahan koleksi per tahun paling sedikit 3% dari total koleksi (judul) yang ada [X] Menyediakan koleksi muatan lokal (skripsi, hasil penelitian, makalah seminar, konferensi, dll) [V] Menyediakan koleksi Referensi seperti: Kamus, Ensiklopedia, Sumber biografi, Handbook, Bibliografi, Manual, Atlas, Peta, Kitab suci, Direktori, dan Abstrak [V] Dideskripsikan, diklasifikasi, diberi tajuk subjek dan disusun secara sistematis dengan sistem yang baku [V] Cacah ulang koleksi perpustakaan paling sedikit sekali dalam 3 tahun [V] Penyiangan dilakukan paling sedikit Satu kali dalam tiga tahun [X] Mencegah dan menanggulangi kerusakan fisik dan atau pengalihmediaan isi ke format digital [X] Standar Sarana Pra Sarana Luas Gedung Perpustakaan minimal 0,5m2 x jumlah seluruh mahasiswa [X] Area Koleksi 45% [X] Area Pemustaka 25% [V] Area Kerja 10% [V] Area Lain/toilet, ruang tamu, seminar/teater, lobi/area ruang ekspresi pulik 20% [V] Pencahayaan area baca (majalah dan surat kabar) 200 lumen [V] Pencahayaan meja baca(ruang baca umum) 400 lumen [V] Pencahayaan meja baca (ruang baca rujukan) 600 lumen [V] Pencahayaan area sirkulasi 600 lumen [V] Pencahayaan area pengolahan 400 lumen [V] Pencahayaan area akses tertutup 100 lumen [V] Pencahayaan area koleksi buku 200 lumen [V] Pencahayaan area kerja 400 lumen [V] Pencahayaan area pandang dengar 100 lumen [V] Ruang koleksi buku 45 - 55 rh [V] Ruang koleksi AV/microfilm 20 - 21 rh [V] Area baca pemustaka, area koleksi dan ruang kerja 20⁰ - 25⁰ [V] Menyediakan sarana dengan memperhatikan pemustaka yang berkebutuhan khusus [X] Berada di pusat kegiatan pembelajaran dan mudah dijangkau oleh Civitas akademika [V] Standar Pelayanan Minimal 54 jam kerja per minggu [X] Minimal memiliki pelayanan sirkulasi, pelayanan refrensi, dan pelayanan literasi informasi [V] Standar Tenaga Perpustakaan Pemimpin yang bertanggung jawab kepada pimpinan perguruan tinggi [V] Minimal pendidikan magister yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan perpustakaan [V] Memiliki sertifikat kompetensi perpustakaan yang dilekluarkan lembaga sertifikasi [V] Rasio pustakawan setiap 500 mahasiswa minimal 1 pustakawan [X] Rasio tenaga teknis setiap 5.000 mahasiswa minimal 1 tenaga teknis perpustakaan [X] Tabel 2. Lanjutan Tabulasi Hasil Penelitian KLASIFIKASI STANDAR INDIKATOR KEBERHASILAN KET. Standar Penyelenggara Perpustakaan Terdaftar di Perpustakaan Nasional RI dan memiliki nomor pokok perpustakaan [X] Struktur organisasi mencakup kepala perpustakaan, pelayanan pemustaka, pelayanan teknis, teknologi informasi dan komunikasi serta tata usaha [V] Status perpustakaan merupakan subsistem dari sistem pendidikan [V Kepala perpustakaan menjadi anggota senat akademik perguruan tinggi [X] Membuat program kerja setiap tahunnya [V] Standar Pengelolaan Perpustakaan Visi Perpustakaan mengacu pada visi PT [V] Misi perpustakaan yaitu memfasilitasi proses pembelajaran dan meningkatkan atmosfer akademik [V] Menyediakan bahan perpustakaan dan informasi untuk pemustaka guna kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat [V] Mengembangkan, mengelola, dan mendayagunakan koleksi [V] Meningkatkan literasi informasi pemustaka [V] Mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi [V] Melestarikan bahan perpustakaan, baik isi maupun medianya [V] Perpustakaan Perguruan Tinggi mendukung Kebijakan PT untuk kepentingan tridarma PT dengan membuat program, kegiatan, anggaran serta indikator kinerja dan target capaian [V] Perpustakaan memiliki fungsi pendidikan, penelitian, informasi, rekreasi,dan pelestarian [V] Perguruan Tinggi mengalokasikan setiap tahun 5% dari total anggaran kepada perpustakaan [X] Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untukmeningkatkan kinerja perpustakaan dan keperluan pemustaka [V] Tabel 3. Nilai Capaian SNP-PT di UPNVJT KLASIFIKASI STANDAR PROSENTASE CAPAIAN Standar Koleksi Perpustakaan 71% Standar Sarana Pra Sarana 83% Standar Pelayanan Perpustakaan 50% Standar Tenaga Perpustakaan 60% Standar Penyelenggara Perpustakaan 60% Standar Pengelolaan Perpustakaan 91% RERATA NILAI CAPAIAN SNP-PT 76% Terdapat 56 total Indikator dalam SNP-PT, dan nilai persentase capaian dari semua indikator tersebut pada Perpustakaan UPNVJT adalah 76%. Walaupun telah memiliki capaian baik, namun masih dapat dikembangkan kualitas layanan perpustakaan agar dapat semakin memberi layanan yang terbaik bagi civitas akademika perguruan tinggi pada umumnya. Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa hasil penelitian tentang capaian SNP-PT pada Perpustakaan UPNVJT berdasarkan klasifikasi setiap standar adalah sebagai berikut: Standar Penyelenggara Perpustakaan Kondisi di lapangan menunjukkan Perpustakaan UPNVJT tidak memiliki Nomor Pokok Perpustakaan Nasional RI, karena sejak awal didirikan sampai saat ini belum pernah melakukan registrasi ke Perpustakaan Nasional, sehingga tidak terdaftar dan tidak memiliki nomor pokok, oleh sebab itu Perpustakaan UPNVJT belum memenuhi indikator ini dalam SNP-PT. Di dalam Perpustakaan UPNVJT memliki struktur organisasi seperti yang diatur dalam indikator struktur organisasi yang terdiri dari kepala perpustakaan, kepala sub bagian tata usaha dan staf, kepala sub bagian teknis dan staf, serta kepala sub bagian layanan dan staf yang menjalankan fungsi seperti yang telah diatur dalam indikator struktur organisasi, sehingga capaian pada indikator ini telah tercapai Perpustakaan UPNVJT merupakan subsistem dari sistem pendidikan karena memiliki tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pelayanan perpustakaan bagi civitas akademika dalam rangka menunjang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Indikator kedua dalam struktur organisasi telah tercapai di Perpustakan UPNVJT. Namun demikian, Kepala Perpustakaan UPNVJT tidak masuk ke dalam anggota senat akademik perguruan tinggi, oleh sebab itu standar yang menyatakan bahwa Kepala Perpustakaan perguran tinggi harus menjadi anggota senat belum tercapai. Perpustakaan UPNVJT selalu membuat program kerja setiap tahunnya sehingga untuk indikator program kerja SNP-PT sudah tercapai. Standar Koleksi Perpustakaan Pertama, SNP-PT mengatur jumlah koleksi buku wajib per mata kuliah minimal 3 judul: Perpustakaan UPNVJT telah menyediakan koleksi buku wajib sesuai dengan kebutuhan program studi melalui kegiatan semacam kalibrasi koleksi dengan memberi tawaran kepada koordinator program studi untuk terlibat dalam pemilihan judul buku yang akan diadakan setiap tahun anggaran ketika penambahan koleksi di Perpustakaan UPNVJT, indikator ini tercapai. Perpustakaan UPNVJT memiliki jumlah buku pengayaan lebih banyak dari total buku wajib maka indikator buku pengayaan juga telah tercapai. Untuk indikator selanjutnya adalah adanya koleksi audio visual disesuaikan dengan kebutuhan Perguruan Tinggi: Perpustakaan UPNVJT tidak memiliki kelengkapan audio visual, hal ini disampaikan oleh kepala perpustakaan mengingat koleksi audio visual yang tidak dianggap memiliki urgensi tinggi untuk mendukung proses pendidikan di perguruan tinggi, maka indikator koleksi audio visual tidak tercapai. Koleksi e-resources disesuaikan dengan kebutuhan Perguruan Tinggi: Indikator ini pada Perpustakaan UPNVJT tercapai melalui berlangganan enam provider e-jurnal seperti cambrigde journals, emeraldinsight, springer, ebscohost, cengadem dan proQuest yang di dalamnya terdapat ratusan penerbit jurnal, oleh sebab itu, indikator SNP-PT ini sudah tercapai. Perpustakaan UPNVJT juga telah berlangganan dan memiliki lebih dari 2 judul per program studi melalui enam provider yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, maka indikator melanggan 2 judul jurnal per program studi sudah tercapai. Menurut SNP-PT perpustakaan melanggan minimal 1 judul per program studi, pada praktiknya Perpustakaan UPNVJT telah memfasilitasi program studi dengan berlangganan dan memiliki koleksi majalah ilmiah popular per program studi, oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa sudah tercapai. Perpustakaan UPNVJT memiliki koleksi muatan lokal dalam respository yang dapat diakses pada laman http://eprints.upnjatim.ac.id/, maka sudah sesuai dengan SNP-PT. Sayangnya, Perpustakaan UPNVJT melakukan penambahan koleksi per tahunnya disesuaikan dengan kebutuhan program studi, tetapi tidak berpegang pada prinsip pertambahan koleksi 3%, oleh sebab itu belum sesuai dengan SNP-PT. Perpustakaan UPNVJT memiliki koleksi muatan lokal yang berisi materi tesis, skripsi dan buku monograf terbitan perpustakaan UPNVJT yang ditempatkan pada lantai 3, maka sudah sesuai dengan SNP-PT. Perpustakaan UPNVJT memiliki ruang koleksi referensi, yang di dalamnya terdapat Kamus, Ensiklopedia, Sumber biografi, Atlas, Peta dan Abstrak, sehingga dapat dikatakan sudah sesuai dengan SNP-PT. Untuk standar pengolahan bahan koleksi, Perpustakaan UPNVJT melakukan pengelolahan bahan perpustakaan sudah menjalankan manajemen pengolahan bahan perpustakaan sesuai SNP-PT. Indikator cacah ulang dalam SNP-PT mengamanatkan perpustakaan untuk selalu melakukan cacah ulang setiap tahun. Pada praktiknya, Perpustakaan UPNVJT selalu melakukan cacah ulang setiap setahun sekali untuk memastikan jumlah koleksi yang dikelola sesuai dengan syarat SNP-PT. Perpustakaan UPNVJT tidak pernah melakukan penyiangan karena menetapkan bahwa buku merupakan sumber ilmu yang selalu dibutuhkan sebagai referensi pendidikan dan pengetahuan, ini tidak sesuai dengan SNP-PT yang seharusnya. Terakhir indikator mengenai pelestarian koleksi mencegah dan menanggulangi kerusakan fisik dan atau pengalih mediaan isi ke format digital; Perpustakaan UPNVJT tidak melakukan penyimpanan koleksi ke dalam bentuk media format digital sehingga Perpustakaan UPNVJT belum sesuai dengan SNP-PT. Standar Sarana Perpustakaan Pertama, luas gedung Perpustakaan minimal 0,5 m² x jumlah seluruh mahasiswa : Mahasiswa UPNVJT sebanyak 9.232 mahasiswa x 0,5 m² = 4.616 m², namun Perpustakaan UPNVJT hanya memiliki luas gedung 34 m x 22 m = 748 m² x 3 lantai = 2.244 m² sehingga masih di bawah standar yang ditentukan oleh SNP-PT. Pimpinan UPNVJT perlu untuk mempertimbangkan perluasan perpustakaan untuk dapat mengakomodir kepentingan civitas akademika dalam mengakses literasi ilmiah. Kedua, komposisi ruang area koleksi adalah 45% dari total luas perpustakaan: Perpustakaan UPNVJT memiliki area koleksi di lantai 3 dan 4 dengan koleksi berada pada setengah ruang kedua lantai tersebut namun pada lantai 2 hanya dipergunakan untuk ruang kerja pustakawan. Area koleksi tidak mencapai 45% dari total ruang yang tersedia sehingga tidak sesuai dengan SNP-PT. Area Pemustaka 25%: Perpustakaan UPNVJT memiliki area pemustaka yang cukup besar lebih dari 25% dari luas gedungnya sehingga sudah sesuai dengan SNP-PT. Area Kerja 10%: Perpustakaan UPNVJT memiliki beberapa area kerja bagi pustakawan yang luasnya lebih dari 10% dari luas ruang perpustakaan sehingga sudah sesuai dengan SNP-PT. Area lain; toilet, ruang tamu, ruang seminar/teater, lobi/area ruang ekspresi publik: Perpustakaan UPNVJT memiliki toilet dan lobi yang perkiraan 20% dari luas ruang perpustakaan sehingga sudah sesuai dengan SNP-PT. Ketiga, mengenai standar pecahayaan di seluruh bagian perpustakaan telah sesuai dengan standar yang ada. Keempat, Kelembaban Ruang koleksi buku 45-44 rh: kelembapan ruang 45 rh dan temperatur ruangan dikendalikan melalui AC (air conditioning) dengan suhu stabil sehingga dapat disimpulkan bahwa kelembapan ruangan sudah sesuai dengan SNP-PT. Kelima, menyediakan sarana dengan memperhatikan pemustaka yang berkebutuhan khusus : Perpustakaan UPNVJT tidak memiliki tangga atau lift bagi mahasiswa difabel, tidak memiliki koleksi braile, dan sarana yang ada tidak mendukung masyarakat difabel. Oleh sebab itu bisa disimpulkan Perpustakaan UPNVJT tidak memiliki sarana yang menunjang pemustaka berkebutuhan khusus sehingga belum mencapai SNP-PT dan Lokasi Perpustakaan Berada di pusat kegiatan pembelajaran dan mudah dijangkau oleh civitas akademika: Perpustakaan UPNVJT berada di tengah area kampus, memiliki aksesibilitas yang tinggi dari gedung-gedung Fakultas/Program Studi dan di sebelah gedung Rektorat. Standar Tenaga Perpustakaan Pertama, kepala perpustakaan yang bertanggung jawab kepada pimpinan perguruan tinggi sudah tercapai, karena Kepala UPT Perpustakaan UPNVJT bertanggung jawab langsung kepada Rektor UPNVJT. Minimal pendidikan magister yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan perpustakaan sudah tercapai, karena kepala perpustakaan berpendidikan magister dan memiliki sertifikat kompentensi perpustakaan yang dikeluarkan lembaga sertifikasi sudah tercapai, dikarenakan kepala perpustakaan memiliki kompetensi untuk mengelola perpustakaan mengingat latar belakang studi kepala perpustakaan adalah lulusan jenjang Strata 1 Ilmu Perpustakaan. Kedua, pustakawan melalui pustakawan setiap 500 mahasiswa minimal 1 pustakawan masih belum tercapai, dikarenakan total mahasiswa aktif yang terdaftar di UPNVJT dalam catatan forlap pendidikan tinggi pada Tahun Ajaran 2017-2018 mencapai 9232 mahasiswa. Jika terdapat 9232 mahasiswa dan rasio setiap 500 mahasiswa dilayani oleh 1 pustakawan maka 9232:500= 19. Setidaknya Perpustakaan UPNVJT seharusnya memiliki 19 pustakawan. Faktanya Perpustakaan UPNVJT hanya ada 3 pustakawan, jauh dari kata ideal menurut standar yang ada. Dapat disimpulkan bahwa rasio pustakawan dan mahasiswa yang dilayani masih belum mencapai standar yang diharapkan. Standar Pelayanan Perpustakaan Pertama, jam buka kKetentuan SNP-PT untuk total waktu pelayanan perpustakaan adalah minimal 54 jam operasional setiap minggu. Dari Evaluasi yang dilakukan masih belum tercapai. Pelayanan Perpustakaan UPNVJT adalah setiap hari senin-jumat mulai pukul 08.00-12.00 dilanjutkan pukul 13.00-18.00 atau 9 jam sehari, atau 45 jam seminggu. Kondisi tersebut tentu masih kurang untuk dapat dikatakan sesuai dengan standar yang ada. Kedua, jenis pelayanan perpustakaan SNP-PT mengatur jenis pelayanan perpustakaan perguruan tinggi setidaknya menyediakan minimal memiliki pelayanan sirkulasi, pelayanan referensi, dan pelayanan literasi informasi. Implementasi dari kebijakan tersebut sudah tercapai di Perpustakaan UPNVJT, dibuktikan dengan adanya pelayanan sirkulasi, pelayanan referensi, dan literasi informasi. Standar Pengelolaan Perpustakaan Pertama, visi Perpustakaan UPNVJT yaitu “Mewujudkan Perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur sebagai pusat layanan informasi yang berbasis teknologi dalam mendukung Tridarma Perguruan Tinggi”. Visi dari Perpustakaan ini sudah sesuai mengacu dengan visi dari perguruan tinggi yaitu “Menjadi Universitas unggul, berkarakter Bela Negara”. Kedua, misi Perpustakaan UPNVJT mempunyai misi yaitu: (1) Menjadi pusat layanan informasi bagi civitas akademika UPNVJT. (2) Sebagai sarana pendukung dalam membantu kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. (3) Menjadi tempat pengembangan ilmu bagi civitas akademika UPNVJT. Misi dari Perpustakaan sudah tercapai untuk memfasilitasi proses pembelajaran dan meningkatkan atmosfer akademik. Ketiga, tujuan perpustakaan untuk menyediakan bahan perpustakaan dan informasi untuk pemustaka guna kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa Perpustakaan UPNVJT memiliki tujuan yang sama dan mendukung bahan bacaan dasar untuk menopang tridarma pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, indikator ini dapat dikatakan sudah tercapai. Keempat, fungsi Perpustakaan UPNVJT selain memiliki ruang koleksi sirkulasi yang mendukung mata kuliah, perpustakaan juga memiliki koleksi referensi untuk menambah informasi bagi pemustaka. Salah satu sudut ruang perpustakaan di lantai 3 terdapat BI Corner yang didesain menarik sebagai tempat yang memberi situasi rekreatif (tersedia televisi dan koleksi populer) bagi mahasiswa yang merasa penat pasca pembelajaran atau dalam proses penyusunan tulisan ilmiah. Maka dapat disimpulkan perpustakaan menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, informasi, rekreasi, dan pelestarian juga sudah tercapai.
Conclusion
Dari hasil penelitian yang dilakukan, Perpustakaan UPNVJT telah berupaya menerapkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan baik. Dari total 56 Indikator untuk dapat mencapai SNP_x0002_PT yang telah ditetapkan, Perpustakaan UPNVJT telah memenuhi 42 standar, atau artinya sudah cukup baik. Sebagai evaluasi, sarana perpustakaan sama sekali belum ramah penyandang difabel, aksesibilitas area perpus berupa anak tangga akan sangat menyulitkan civitas akademika dengan kebutuhan khusus, selain itu tidak tersedianya koleksi dengan huruf braile juga menandakan perlunya peningkatan fasilitas agar dapat semakin melayani seluruh kalangan. Standar Pengelolaan Perpustakaan dalam SNP-PT telah diimplementasikan dengan sangat baik dan menjadi standar dengan nilai capaian tertinggi. Namun demikian perlu dilakukan peningkatan khususnya pada Standar Pelayanan Perpustakaan mendapat capaian terendah terutama dengan menambah jam pelayanan perpustakaan. Implikasi dan rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa perpustakan UPNVJT seharusnya dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik dengan membangun sarana-prasarana yang ramah difabel termasuk dalam penyediaan koleksi berhuruf braile. Selain itu untuk dapat meningkatkan capaian SNP-PT jam pelayanan perpustakaan perlu ditambah.