IMPLEMENTASI SLiMS DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Universitas Indonesia; Universitas Indonesia
Abstrak
Penelitian terkait implementasi SLiMS di berbagai jenis perpustakaan telah banyak dilakukan sehingga penelitian berfokus pada perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kendala, tantangan dan manfaat dalam implementasi SLIMS di perpustakaan perguruan tinggi. Selain itu dalam penelitian ini juga dideskripsikan kendala dan tantangan serta manfaat yang diperoleh melalui implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan dan analisis data yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan seperti tahap perencanaan, pelaksanaan, dan mensintesis terhadap hasil temuan pencarian. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam belas artikel jurnal terseleksi yang mengulas terkait Implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi, yang terdiri dari sepuluh artikel penelitian di perpustakaan universitas, tiga penelitian di perpustakaan sekolah tinggi, satu penelitian di perpustakaan Politeknik dan dua penelitian di perpustakaan Institut. Setelah melakukan tahap tinjauan literatur terdapat dua artikel jurnal terseleksi yang mengulas Sistem SLiMS sebagai kendala atau tantangan serta terdapat dua belas artikel jurnal terseleksi yang mendeskripsikan manfaat implementasi SLIMS di perpustakaan yang terkait dengan pelayanan perpustakaan. Adapun kendala yang dihadapi yaitu terkait dengan Sistem SLIMS, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas. Kemudian manfaat dari implementasi SLIMS di perpustakaan perguruan tinggi diantaranya yaitu terkait pelayanan perpustakaan, pengolahan bahan pustaka dan pengembangan koleksi perpustakaan.
Abstract
Research related to the implementation of SLiMS in various types of libraries has been widely carried out so that research focuses on university libraries. The purpose of this study was to determine the constraints, challenges and benefits of implementing SLIMS in university libraries. In addition, this study also describes the obstacles and challenges as well as the benefits obtained through the implementation of SLiMS in university libraries. This study uses a systematic literature review (SLR) method with a qualitative approach. The data collection and analysis method used consists of several stages such as planning, implementing, and synthesizing the search findings. The findings in this study indicate that there are sixteen selected journal articles that review the implementation of SLiMS in university libraries, which consist of ten research articles in university libraries, three studies in high school libraries, one research in Polytechnic libraries and two studies in Institute libraries. . After conducting the literature review stage, there were two selected journal articles that reviewed the SLiMS system as an obstacle or challenge and there were twelve selected journal articles that described the benefits of implementing SLIMS in libraries related to library services. The obstacles faced are related to the SLIMS system, human resources (HR) and facilities. Then the benefits of implementing SLIMS in university libraries include those related to library services, processing library materials and developing library collections.
Keywords:
SliMS
· Systematic Literature Review (SLR)
Introduction
Dalam era globalisasi dewasa ini dimaknai era informasi yang dapat mengubah segala kehidupan manusia untuk lebih maju dan modern. Kondisi ini memiliki arti penting dalam mengembangkan semua sarana di bidang teknologi, informasi dan telekomunikasi pada lembaga-lembaga yang bergerak di bidang informasi. Perpustakaan pada hakekatnya diharapkan mampu memberikan informasi secara lengkap, cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan pemakai. Tapi pada kenyataannya masih banyak orang yang beranggapan perpustakaan hanyalah sebuah tempat yang didalamnya tersimpan buku-buku. Sebuah gambaran realita tentang perpustakaan yang ada di Indonesia. Diperlukan usaha yang tidak mudah untuk merubah pandangan masyarakat terhadap perpustakaan. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Hartono (2017), menambahkan bentuk perpustakaan ideal selalu berubah dari masa ke masa, bila dulu indikator perpustakaan ideal dilihat dari besar koleksi dan gedung, maka sekarang sudah berubah menjadi sejauh mana perpustakan mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran komunitas pemakainya. Seiring dengan perubahan dan kecepatan teknologi informasi dan komunikasi, serta dunia digital yang semakin gencar, membuka peluang baru bagi perkembangan teknologi informasi yang murah dan mudah diterapkan di perpustakaan sehingga terjadi banyak perubahan dalam dunia layanan dan pengelolaan perpustakaan. Unsur-unsur yang terlibat di dalam pengelolaan perpustakaan seperti sumber daya manusia yaitu staf perpustakaan atau pustakawan, pengguna perpustakaan sebagai pihak yang memanfaatkan informasi yang disediakan oleh perpustakaan, sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas pendukung serta koleksi perpustakaan yang disusun dengan sistem tertentu. (Rochmah, 2016). Pengelolaan perpustakaan secara konvensional atau manual berkembang menjadi pengelolaan yang berbasis teknologi informasi yang dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan. Menurut Sulistyo Basuki (1994), otomasi perpustakaan adalah proses atau hasil penciptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut sebagai bentuk penerapan teknologi informasi untuk kepentingan perpustakaan dari mulai pengadaan hingga jasa informasi bagi pembaca. Hartono (2017) menambahkan, Sistem otomasi perpustakaan atau Library Automation System adalah software yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengotomasikan kegiatan perpustakaan. Otomasi perpustakaan khususnya pengembangan database katalog merupakan embrio lahirnya online searching yang sempat populer di negara maju sebelum penggunaan internet meluas (Hartono, 2017). Salah satu sistem otomasi yang digunakan di perpustakaan adalah Senayan Library Management System (SLiMS). Perangkat tersebut dikembangkan oleh Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2007. SLiMS adalah perangkat lunak aplikasi yang dikembangkan untuk memenuhi segala kebutuhan otomasi perpustakaan, seperti kegiataan pengelolaan perpustakaan. Aplikasi SLiMS bersifat web base sehingga implementasinya menggunakan sistem web server dan client, ini sangat mungkin untuk diterapkan supaya dapat diakses secara online melalui jaringan internet. Selain itu SLiMS juga merupakan salah satu produk dari open source software. (Mulyadi, 2016). Saat ini, SLiMS banyak diminati masyarakat Indonesia khususnya para pustakawan dikarenakan berbagai fasilitas yang dimilikinya dapat memenuhi kebutuhan sistem otomasi suatu perpustakaan, hal ini terbukti pada tahun 2009, aplikasi SLiMS berhasil memenangkan INAICTA (Indonesia ICT Award) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) untuk kategori software open source (INAICTA, 2009). INAICTA sendiri merupakan ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK terbesar di Indonesia. INAICTA diselenggarakan untuk mendorong terus berkembangnya produk produk TIK lokal dibarengi dengan peningkatan kualitasnya. Ini membuktikan software SLiMS merupakan software unggulan dan telah diakui keunggulannya secara nasional. (Azwar Muin, 2013). Penelitian terkait implementasi SLiMS di berbagai jenis perpustakaan telah banyak dilakukan oleh karena itu penelitian ini hanya berfokus pada perpustakaan perguruan tinggi. Melalui kajian dari beberapa artikel ilmiah terseleksi yang akan dibahas dalam tulisan ini, penelitian mengenai implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dianggap relevan untuk dijadikan bahan acuan atau rujukan serta masukan bagi penelitian di kemudian hari. Sehingga berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi. selain itu dalam penelitian ini juga turut mendeskripsikan kendala dan tantangan serta manfaat yang diperoleh melalui implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi. B. KAJIAN TERDAHULU Penelitian tentang implementasi SLiMS di perpustakaan tinggi telah banyak dilakukan, bahkan di berbagai jenis perpustakaan. Penelitian tentang SLiMS di perpustakaan universitas pernah dilakukan oleh Ridwan dan Susanto (2019) dengan judul penelitian Penerapan aplikasi SLIMS Akasia dalam pelayanan informasi pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Mataram Periode 2019 yang bertujuan untuk mengetahui penerapan serta kendala dalam aplikasi SLIMS Akasia dalam pelayanan informasi pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Mataram. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penerapan aplikasi SLIMS Akasia di UPT Perpustakaan UNRAM sangat cocok dengan manajemen informasi Perpustakaan. Karena memiliki fitur fitur yang lengkap dengan tampilan muka yang lebih menarik. adapun kendala yang ditemukan selama penerapan aplikasi SLiMS di perpustakaan yaitu sering mati lampu saat aplikasi sedang digunakan serta kurangnya keterampilan dan pemahaman pustakawan dalam mengoperasikan SLiMS dan kurangnya keterampilan pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi di OPAC. Perbedaan penelitian diatas serta beberapa enam belas artikel penelitian ilmiah yang menjadi kajian literatur sistematis dalam penelitian ini yaitu terletak pada metode penelitiannya, dimana dalam penelitian-penelitian tersebut sebagian besar menggunakan metode penelitian kualitatif ataupun kuantitatif, sementara dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature review (SLR) atau kajian literatur sistematis yang mana berfokus pada pertanyaan penelitian (research question) yang berkaitan berapa jumlah penelitian yang membahas implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi baik di perpustakaan universitas, sekolah tinggi, institut, akademi maupun perpustakaan politeknik serta menjabarkan manfaat dan kendala yang ditemukan dalam implementasi SLiMS dari berbagai jenis perpustakaan perguruan tinggi tersebut.
Method
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Systematic Literature review atau metode literatur review yang bertujuan mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi seluruh temuan-temuan pada suatu topik penelitian, untuk menjawab pertanyaan penelitian (research question) yang telah ditetapkan sebelumnya (Kitchenham & Charters, 2007). Adapun Fase pengumpulan data dengan sistematika review adalah sebagai berikut (Francis & Baldesari, 2006) terdiri dari: 1). Menyusun pertanyaan penelitian, 2). Melakukan pencarian literatur systematic review 3). Melakukan skrining dan seleksi artikel penelitian yang cocok 4). Melakukan analisis dan sintesis temuantemuan kualitatif 5). Memberlakukan kendali mutu dan 6). Menyusun laporan akhir. 1. Menyusun pertanyaan penelitian Pada tahap perencanaan (planning), peneliti melakukan batasan penelitian dan menyusun pertanyaan penelitian dengan menggunakan pendekatan PICOC (population, Intervention, comparison, Outcomes dan Context) dari Petticrew (2006). Batasan penelitian diperlukan agar artikel jurnal yang di review mampu menjawab pertanyaan penelitian secara spesifik. Adapun cakupan yang digunakan dalam menyusun pertanyaan penelitian terlihat pada Tabel.1 Tabel 1. Identifikasi Cakupan Pertanyaan Penelitian Kriteria Cakupan Population Implementasi dan Pemanfaatan SLiMS di Perpustakaan Intervention Pemanfaatan OR Implementasi OR SLiMS Perpustakaan comparison Tidak ditetapkan Outcomes Mengetahui Manfaat Implementasi SLiMS di Perpustakaan Perguruan Tinggi Context Ulasan dari artikel Implementasi SLiMS di Perpustakaan Perguruan Tinggi Selanjutnya, mengacu pada uraian di atas, dihasilkan pertanyaan penelitian sebagai berikut: RQ1 : Berapa jumlah penelitian yang mengkaji implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi? RQ2 : Apa saja manfaat dalam implementasi SLiMS di Perpustakaan perguruan tinggi? RQ3 : Apa saja kendala atau tantangan dalam implementasi sistem otomasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi? 2. Strategi Pencarian Pada tahap pelaksanaan (executing), penelitian ini menggunakan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta Analyses) yaitu strategi pencarian data ditunjukkan melalui istilah pencarian yang digunakan, sumber data dari basis data (database) online, kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan, penilaian kualitas hasil penelusuran dan menjelaskan hasil pencarian data (Handayani, 2017). 3. Istilah Pencarian Istilah pencarian merupakan kombinasi dan integrasi dari kosakata yang memiliki sinonim dengan menggunakan metode pencarian operator Boolean, seperti OR, AND dan NOT. Peneliti menyusun formula pencarian dengan menelusuri kata kunci “Sistem Otomasi” OR “SLIMS” OR “Senayan Library Management System”. Tabel 2: Boolean OR Kriteria Integrasi sinonim Populasi SLiMS OR Senayan Library Management System Intervensi Implementasi OR Pemanfaatan Metode Sistem Automasi OR Sistem Otomasi Penelitian ini menggunakan satu jenis database Google Scholar. Portal ini dipilih dan digunakan dalam cakupan penelitian mengenai literasi informasi dalam perannya di kehidupan. Artikel jurnal yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penentuan sampel. Artikel jurnal yang relevan disimpan pada folder di komputer. Adapun batasan sitasi yang digunakan dalam penelitian adalah publikasi dari kurun tahun 2012-2022 atau 10 tahun terakhir dari saat penelitian ini dilakukan. 4. Sumber Literatur dan Kriteria Inklusi dan Eksklusi Penelitian ini hanya menggunakan satu jenis database atau pangkalan data yaitu: Google Scholar. Database ini digunakan dalam menelusur artikel-artikel penelitian yang mencakup implementasi sistem otomasi SLIMS di perpustakaan. Pemilihan database ini dikarenakan banyak tersedia artikel jurnal yang open access. Adapun batasan sitasi yang digunakan dalam penelitian adalah publikasi dari kurun tahun 2012-2022 atau 10 tahun terakhir dari saat penelitian ini dilakukan. Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel Table 3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Inklusi Eksklusi Semua artikel jurnal yang publikasi dengan Bahasa Indonesia Artikel Jurnal yang dipublikasikan menggunakan selain Bahasa indonesia Semua artikel jurnal yang dipublikasikan mulai tahun 2012 Artikel jurnal yang dipublikasikan sebelum atau ingga tahun 2022 sesudah tahun 2012-2020 Artikel jurnal yang fokus pada Implementasi dan Pemanfaatan SLiMS di Perpustakaan Artikel jurnal yang tidak sesuai dengan cakupan batasan penelitian ini. 5. Penilaian Kualitas Penelusuran Pada tahap ini dilakukan evaluasi dari artikel ilmiah yang telah diperoleh untuk pengendalian kualitas berdasarkan kriteria penilaian kualitas yang dijabarkan di bawah ini. Pada setiap pertanyaan tersebut mempunyai tiga alternatif jawaban dengan nilainya masing-masing, yaitu jawaban Ya bernilai 1; Ragu-ragu bernilai 0.5; Tidak bernilai (Adrian et al., 2016). Data yang telah ditemukan kemudian dievaluasi berdasarkan pertanyaan berikut: 1. Apakah artikel tersebut menjelaskan teknik dan metode yang jelas yang digunakan dalam menyusun penelitian? 2. Apakah artikel tersebut membahas manfaat dalam penerapan atau implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi? 3. Apakah artikel tersebut membahas tantangan dan kendala dalam penelitian implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi?
Result & Discussion
Berdasarkan strategi penelusuran pada database elektronik ilmiah Google Scholar sebanyak 45 artikel jurnal ilmiah ditemukan. Dari 45 artikel tersebut kemudian disaring dengan menerapkan kriteria PICOC (population, intervention, comparison, outcomes, context) sehingga mengeluarkan 28 artikel yang tidak relevan, kemudian, artikel diseleksi berdasarkan relevansi dari judul dan abstrak sehingga dihasilkan 16 artikel untuk dilakukan penilaian kualitas artikel untuk disintesis, seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil temuan artikel jurnal ilmiah terseleksi Kode Artikel Judul Artikel/Jurnal Penulis Nilai A1 Analisis Proses Pada Senayan Library Information Management System (SLIMS) Cendana Berbasis Data Flow Diagram (DFD) Di Perpustakaan Universitas Kristen Duta Wicana Yogyakarta/ JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi), 5(1), 1- 15, (2020) Abdul Rahman Simatupang & Syifaun Nafisah 3 A2 Kinerja Pustakawan Layanan Sirkulasi Dalam Memanfaatkan Senayan Library Management System (SLiMS)/N-JILS Nusantara : Journal Of Information and Library Studies, 4(1), 75-88, (2021) Parid Ridwan, Undang Sudarsana, Tansah Rahmatulloh 3 A3 Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi SLiMS dalam Meningkatkan Kinerja Pustakawan pada Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Curup/ Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 3(2), 159192, (2019) Rahmat Iswanto, Eke Wince & Marleni 3 A4 Otomatisasi Stock Opname Pada Senayan Library Management System/ CSRID Journal, 12(1), 42-50, (2020) Gde Sastrawangsa , Ni Kadek Sumiari & I Gede Bagus Vedanta Maha Karuna 3 A5 Pemanfaatan Aplikasi Senayan Library Management System Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Universitas Timor / EDULIB: Journal Of Library and Information Science, 9(2), 153-169, (2019) Palmerya Christina Sau, Tine Silvana Rahmawati, dan Pawit Muhamad Yusup 3 A6 Pemanfaatan Fitur Z39.50 Pada Slims (Studi Kasus Di Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora UIN Alauddin) / Khizanah Al-Hikmah, 4(1), 45- 56, (2016) Abdul Syukur, Taufiq Mathar, dan Muhammad Azwar 3 A7 Pemanfaatan Sistem Otomasi Berbasis Slims Untuk Menunjang Kinerja Staf Dalam Pengolahan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Manado/ Acta Diurna Komunikasi, 3(3), 1- 5, (2021) Tien Nisti Mokoagow, Anthonius M. Golung, Ferry V.I.A Koagouw 3 A8 Pemanfaatan Safrilia Hilda 3 Senayan Library Management System (SLIMS) Pada Sistem Sirkulasi Perpustakaan Politeknik Negeri Malang/ Jurnal Teknik: Ilmu dan Aplikasi, 8(1), 18-23, (2020) Rosyida, Dewi Anggraeni A9 Pemanfaatan Slims (Senayan Library Management System) Sebagai E-Library Di Universitas Citra Bangsa/ HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan, 1(1), 1525, (2022) Gerlan Apriandy Manu, Diana Yanni Ariswati Fallo 3 A10 Penerapan Aplikasi Senayan Library Management System (Slims) Dalam Meningkatkan Layanan Pengguna Di Perpustakaan Unika De La Salle Manado/ Acta Diurna Komunikasi, 7(3), 1- 16, (2018) Yunita Olivia Ganda Nolly S. Londa Ayu K. Putri 3 A11 Penerapan Aplikasi Slims Dalam Pengolahan Bahan Pustaka Di UPT Perpustakaan Universitas Khairun Ternate/ Acta Diurna Komunikasi, 2(4), 1- 14, (2020) Delifa Musa Anthonius M. Golung S. Posumah-R 3 A12 Penerapan Sistem Otomasi Di Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora UIN Alauddin Makassar / Al-Kuttab : Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 2(1), 45- 67, (2015) Muhammad Azwar 3 A13 Persepsi Pemustaka Dalam Memanfaatkan Online Public Accces Erny Puspa 3 Catalog Berbasis Slims Pada Perpustakaan Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluh Perikanan Bogor/ Jurnal Pari, 1(1), 1-7, (2015) A14 Sistem Manajemen Otomasi Perpustakaan Berbasis Open Source Senayan Library Management System (SLiMS) (Studi Kasus Perpustakaan H. Bata Ilyas STIE Amkop Makassar)/ SEIKO : Journal of Management & Business, 1(1), 46-56, (2017) Amar Sani 3 A15 Penerapan Aplikasi Slims Dalam Pengolahan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Perguruan Tinggi/ Jurnal Adabiya, 23(2), 248-254, (2021) Mezan elKhaeri Kesuma, Irva Yunita, Feni Meilani 2 A16 Pengembangan Perpustakaan Digital Universitas Riau Dengan Program Library Management System (SLIMS) / Jurnal Gema Pustakawan, 1(1), 36-42,(2013) Yuli Astuti Dan Nurasmi 1 Dengan berdasarkan pada data yang terhimpun dan dilaksanakan pada penilaian kualitas hasil pencarian berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan, hasil penilaian menunjukan nilai terendah 1 (A16), nilai 2 (A15) dan nilai tertinggi 3 (A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10, A11, A12,A13 dan A14), seperti yang dilampirkan pada gambar berikut: Gambar 1. Hasil Temuan Artikel Jurnal Ilmiah Terseleksi dan Nilai RQ1: Berapa jumlah penelitian yang mengkaji implementasi sistem otomasi SLiMS di perpustakaan? Berdasarkan tahapan seleksi pada temuan artikel jurnal ilmiah, terdapat 16 artikel yang digunakan pada implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi. Adapun jenis perpustakan perguruan tinggi yang menjadi lokasi penelitian terdiri dari 4 jenis atau bentuk perpustakaan yaitu 10 penelitian dilaksanakan di Perpustakaan Universitas, 3 penelitian dilaksanakan di perpustakaan Sekolah Tinggi dan 1 Penelitian dilaksanakan di Perpustakaan Politeknik serta 2 Penelitian dilaksanakan di perpustakaan Institut, seperti terlihat pada gambar berikut: Gambar 2. Jenis lokasi penelitian implementasi SLiMS di perpustakaan Perguruan Tinggi Dengan distribusi tahun pada temuan artikel jurnal ilmiah yang digunakan dalam penelitian yaitu selama 10 tahun terakhir dari 2012-2022. Hasil temuan menghasilkan 1 artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan tahun 2013 yaitu A16, artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan tahun 2015 sebanyak 2 artikel yaitu A12 & A13, artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan tahun 2016 sebanyak 1 artikel yaitu A6, artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan tahun 2017 terdapat 1 artikel yaitu A14, artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan tahun 2018 terdapat 1 artikel yaitu A10, Terbit tahun 2019 sebanyak 2 artikel yang masing-masing A3 & A5. Artikel jurnal yang terbit tahun 2020 sebanyak 4 artikel yaitu masing-masing A1, A4, A8 & A11 dan tahun 2021 Sebanyak 3 artikel yaitu A2, A7 & A15 serta sebanyak 1 artikel di tahun 2022 yaitu A9. RQ2: Apa saja manfaat dalam implementasi SLiMS di Perpustakaan perguruan tinggi? Berdasarkan hasil ulasan dari temuan artikel jurnal ilmiah yang digunakan pada penelitian ini, ditemukan beberapa manfaat dalam implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi yaitu manfaat di bidang Pelayanan Perpustakaan, Pengolahan Bahan Pustaka dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Manfaat yang berkaitan dengan pelayanan perpustakaan (A1, A2, A3, A5, A8, A9, A10, A12, A13, A14, 15 & A16). Selanjutnya manfaat yang berkaitan dengan pengolahan bahan pustaka (A2, A3, A6, A7, A11 & A14) serta manfaat yang berkaitan dengan pengembangan koleksi (A4). Adapun tiga jenis manfaat tersebut seperti dalam gambar berikut: Gambar 3. Manfaat Implementasi SLiMS di Perpustakaan Perguruan Tinggi RQ3: Bagaimana kendala atau tantangan dalam implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi? Berdasarkan hasil ulasan dari temuan artikel jurnal ilmiah yang digunakan pada penelitian ini, dapat diketahui bahwa kendala atau tantangan dalam implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi yaitu terkait System SLiMS, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Fasilitas. Sebanyak 2 artikel (A1 & A15) yang memiliki kendala dalam hal System SLiMS. Terdapat 10 Artikel (A2, A3, A4, A7, A8, A9, A11, A12, A14 & A15) yang memiliki kendala terkait sumber daya manusia (SDM) dan kendala terkait Fasilitas terdiri dari 8 Artikel (A5, A6, A8, A9, A10, A12, A14 & A15) seperti terlihat pada gambar berikut: Gambar 4. Kendala dan tantangan dalam implementasi SLiMS di perpustakaan Berdasarkan penjabaran diatas, peneliti melakukan sintesa sehingga ditemukan tiga manfaat yang berkaitan dengan dari Implementasi berbasis SLiMS di Perpustakaan perguruan tinggi, yaitu manfaat di bidang Pelayanan Perpustakaan, Pengolahan Bahan Pustaka dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Adapun manfaat yang pertama berkaitan dengan pelayanan perpustakaan. Menurut Istiana (2014), Layanan perpustakaan adalah adalah penyediaan bahan pustaka dan sumber informasi secara tepat serta penyediaan berbagai layanan dan bantuan kepada pengguna sesuai kebutuhan pengguna perpustakaan dan menyajikan bahan pustaka serta sumber informasi sesuai dengan kebutuhan pemustaka, artinya bahwa dalam layanan perpustakaan pustakawan perlu mencermati dan meminta masukan dari pengguna atas kebutuhan bahan pustaka atau informasinya. Sehubungan dengan manfaat terkait pelayanan perpustakaan yang ditemukan dalam dua belas artikel jurnal terseleksi, manfaat tersebut antara lain memberikan kemudahan dalam pemberian layanan peminjaman dan pengembalian buku, sirkulasi, dan perpanjang koleksi peminjaman, serta perpanjang masa keanggotaan perpustakan dan kegiatan layanan pencarian informasi melalui OPAC, dimana setelah penerapan SLIMS di perpustakaan dengan memanfaatkan fitur OPAC secara tidak langsung membantu pemustaka dan pustakawan dalam sistem temu kembali informasi. Manfaat yang kedua yaitu berkaitan dengan pengolahan bahan pustaka yaitu pemanfaatan fitur Z39.50 sebagai sarana penginputan katalog bahan pustaka dan pemanfaatan sub menu cetak katalog di menu bibliografi yang mana dalam proses pencetakan bisa langsung mencetak 4 jenis kartu katalog sekaligus. Salah satu temuan dari artikel jurnal ilmiah terseleksi dengan judul “Penerapan Aplikasi Slims Dalam Pengolahan Bahan Pustaka Di Perpustakaan Perguruan Tinggi”, Mezan (2021) mendeskripsikan peran dan pengaruh aplikasi SLiMS dalam sistem pengolahan bahan pustaka di perguruan tinggi, yaitu: (1) mempermudah pekerjaan pustakawan, (2) meningkatkan kinerja perpustakaan, (3) meningkatkan performa dan produktivitas kerja pustakawan, serta (4) memudahkan sistem temu kembali informasi. Kemudian manfaat yang ketiga adalah berkaitan dengan pengembangan koleksi yaitu mempercepat proses stock opname. Aplikasi ini dapat membantu mempermudah dan mempercepat proses stock opname karena petugas perpustakaan tidak perlu lagi mengetikkan kode buku pada sistem SLiMS, melainkan hanya perlu menggunakan aplikasi barcode scanner yang telah terinstall pada mobile device-nya sendiri. Tantangan dan kendala yang berkaitan dengan implementasi SLIMS di perpustakaan perguruan tinggi yang berkaitan dengan Sistem SLiMS berdasarkan hasil penelusuran artikel terdapat pada artikel A1 dan A15. Dalam artikel A1 kendala dan tantangan yang disebutkan yaitu Untuk mendapatkan proses yang optimal sebaiknya memperhatikan data-data yang akan dimasukkan ke dalam Data Flow Diagram (DFD) dan harus sesuai pada tempatnya, sehingga sistem yang berjalan akan menjadi lebih baik. Simatupang dalam Samiaji (2020) menjelaskan DFD merupakan alat yang menggambarkan bagaimana suatu sistem berinteraksi dengan lingkungannya dalam bentuk data masuk kedalam sistem dan keluar dari sistem. DFD dapat digunakan untuk menggali apa yang dibutuhkan pengguna pada sistem yang akan dikembangkan dengan berfokus kepada struktur dan proses kerjanya. Gambar 5: Diagram Konteks SLiMS berbasis DFD (Simatupang, 2020) Dalam artikelnya, simatupang (2020) menjelaskan maksud dari diagram konteks tersebut adalah segala aliran-aliran data yang ada di perpustakaan baik data pendaftaran anggota baru, pengembalian, peminjaman, keterlambatan semuanya terpusat kepada sistem informasi yang disimpan dalam database pada sistem informasi perpustakan yang diterapkan, sehingga ketika kepala perpustakaan ingin melihat laporan kegiatan yang terjadi di perpustakaan tidak harus melihat ke setiap bagian-bagian melainkan dengan database yang terpusat di sistem informasi perpustakaan yaitu pada SLIMS, kepala perpustakaan cukup dengan sekali akses dan otomatis data akan langsung ditampilkan. Dengan demikian dari berbagai banyak fitur-fitur yang terdapat pada SLIMS mampu di handle dengan menggunakan DFD, proses-proses maupun aliran-aliran data akan terorganisir dengan baik. Selain itu DFD memberikan kemudahan baik bagi pustakawan maupun bagi pemustaka karena kegiatan yang terjadi di perpustakaan lebih sistematis, efisien dan lebih efektif, karena data akan tersimpan dengan baik dan aliran-aliran data akan lebih terarah sesuai dengan tempatnya sehingga memudahkan untuk mengontrol maupun memperbaharui data-data yang perlu diperbaharui tanpa harus memulai dari awal penginputan data. Adapun kendala yang ditemukan dalam artikel A15 yaitu tidak bisa login baik, kesalahan dalam link dan lupa password. Inti dari kendala tersebut adalah pustakawan lupa atau salah memasukan username dan password sehingga tidak bisa login atau masuk ke system admin SLiMS. Ternyata hal ini menjadi kendala yang paling banyak dikeluhkan dan dihadapi oleh pengguna SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi (Kesuma, 2021).
Conclusion
Berdasarkan hasil tinjauan literatur jurnal artikel tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian terkait implementasi SLiMS di perpustakaan dilakukan di 4 jenis Perpustakaan perguruan tinggi seperti perpustakaan Universitas, perpustakaan Sekolah Tinggi, Perpustakaan Politeknik dan perpustakaan Institut, uniknya belum ada artikel jurnal yang meneliti terkait implementasi SLiMS di perpustakaan Akademi. Kemudian dari hasil penelitian dan tinjauan jurnal artikel ditemukan beberapa manfaat dan kendala terkait implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi. Adapun manfaat dari penerapan atau implementasi SLIMS yaitu pelayanan perpustakaan, pengolahan bahan pustaka dan pengembangan koleksi perpustakaan dan kendala yang dihadapi yaitu terkait dengan Sistem SLIMS, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas. Adapun saran atau rekomendasi dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian terkait implementasi SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi khusus perpustakaan akademi agar bisa memberikan sumber dan pengetahuan yang berbeda dari penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan di perpustakaan universitas, sekolah tinggi, politeknik dan institut.