Kembali
16
1
2014 Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 2 · 1 ISSN 2549-1334

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI PERPUSTAKAAN

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

perpustakaan merupakan salah satu bentuk organisasi sosial yang tidakpernah terlepas dari proses komunikasi di dalam berbagai aktivitasnya.Komunikasi selalu terjadi di berbagai arah di perpustakaan, baikkomunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, maupun komunikasihorizontal. Komunikasi juga diperlukan untuk memperlancar dalamberkoordinasi dengan berbagai pihak, baik dengan pihak-pihak di dalamperpustakaan sendiri maupun pihak lain yang di luar perpustakaan
Keywords: Komunikasi · Organisasi Perpustakaan

Introduction

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain di mana saja berada. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri, begitu juga bagi sebuah organisasi. Koordinasi dan perubahan tidak dapat dilakukan tanpa adanya komunikasi. Jika tidak ada komunikasi, seorang pekerja mungkin tidak tahu apa yang dilakukan rekan kerjanya, dan supervisor tidak memberikan instruksi sehingga koordinasi pekerjaan tidak mungkin terjadi. Dalam konteks perpustakaan, komunikasi adalah suatu keniscayaan yang tak terbantahkan, karena perpustakaan berhubungan dengan informasi yang akan digunakan pemustaka untuk kepentingan-kepentingan terkait perannya sebagai makhluk sosial. Informasi yang disampaikan maupun yang diterima oleh elemen-elemen yang terkait dengan perpustakaan tentu membutuhkan komunikasi yang efektif agar setiap informasi yang ada ataupun yang dibutuhkan di perpustakaan dapat tersampaikan dan diterima dengan baik. Perpustakaan, sebagai salah satu bentuk organisasi sosial, dalam setiap aktivitasnya tidak pernah terlepas dari proses komunikasi. Komunikasi dapat terjadi di setiap divisi (bagian) yang ada di perpustakaan. Tulisan ini berupaya mendeskripsikan bagaimana komunikasi yang terjadi di dalam organisasi perpustakaan.

Discussion

Komunikasi=> Ketika orang ditanya tentang definisi komunikasi, mereka sering merespon dengan mengatakan sesuatu seperti berikut: “Komunikasi adalah suatu proses penyampaian berbagai pikiran dan ide dari seseorang kepada orang lain.” Pada permukaannya, definisi tersebut cukup baik, karena menyatakan komunikasi adalah suatu proses, yang berarti bahwa komunikasi tersebut adalah proses kejadian yang terus berkelanjutan, dan ini mencakup sebuah ide mengenai bagaimana mengkomunikasikan berbagai ide pikiran kita kepada orang lain, di mana peristiwa ini adalah penting dalam suatu urusan. Effendy (2005) mengatakan bahwa istilah komunikasi (communication) berasal dari kata Latin, yaitu communication, dan bersumber dari kata communis, yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Artinya, jika dua orang atau lebih terlibat dalam komunikasi, maka komunikasi akan berlangsung selama adanya kesamaan makna mengenai apa yang sedang dipercakapkan. Louis Forsdale dalam Muhammad (2005:2) mengemukakan bahwa komunikasi adalah suatu proses memberikan sinyal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah. Pada definisi ini, komunikasi juga dipandang sebagai suatu proses. Kata sinyal maksudnya adalah sinyal yang berupa verbal dan non-verbal yang mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini, menjadikan orang yang menerima sinyal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari sinyal yang diterimanya. Misalnya, setiap bahasa mempunyai aturan tertentu baik bahasa lisan, tulisan, maupun bahasa isyarat. Shannon dan Weaver dalam Cangara (2006) mengungkapkan bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja. Sedangkan Seiler (1988) memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat universal. Menurutnya, komunikasi adalah proses di mana simbol verbal dan non-verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti. Kelihatannya dari definisi ini, proses komunikasi sangat sederhana, yaitu mengirim dan menerima pesan, tetapi sesungguhnya komunikasi adalah suatu fenomena yang kompleks yang sulit dipahami tanpa mengetahui prinsip dan komponen yang penting dari komunikasi tersebut. Komunikasi mempunyai beberapa unsur. Menurut Widjaja (2000: 30) yaitu: 1. **Sumber** Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. 2. **Komunikator** Dalam komunikasi, setiap orang atau pun kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai suatu proses, di mana komunikator dapat menjadi komunikan, dan sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator. 3. **Pesan** Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema) yang sebenarnya menjadi pengarah dalam usaha mencobamengubah sikap dan tingkah laku komunikan. 4. **Saluran (Channel)** Saluran atau channel adalah saluran penyampaian pesan yang biasa disebut media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu: media umum dan media massa. 5. **Efek** Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yakni sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sikap dan tingkah orang lain itu sesuai, maka berarti komunikasi itu berhasil. Berdasarkan tingkat partisipasi dari para pelaku yang terlibat, proses komunikasi dapat dibagi dalam dua jenis (Muhammad, 2005:11): 1. **Komunikasi Satu Arah (One Way Communication)** Suatu bentuk proses komunikasi di mana yang aktif terlibat hanyalah pihak sumber. Pihak penerima pesan bersifat pasif dalam arti hanya menerima saja semua pesan yang disampaikan sumber tanpa memberikan umpan balik berupa tanggapan, reaksi, atau pendapat atas pesan-pesan yang diterimanya, seperti penyampaian pesan melalui media massa (radio, TV, surat kabar, majalah). 2. **Komunikasi Dua Arah (Two Way Communication)** Sumber dan penerima pesan masing-masing terlibat aktif dalam penyampaian pesan dan umpan balik. Proses komunikasi antar pribadi seperti percakapan secara tatap muka ataupun pembicaraan melalui telepon lazimnya bersifat dua arah. Ada beberapa prinsip dalam komunikasi, yakni: komunikasi adalah suatu proses; komunikasi adalah sistem; komunikasi bersifat interaksi dan transaksi; komunikasi dapat terjadi disengaja atau tidak disengaja (Muhammad, 2005: 19). Komunikasi adalah suatu proses, artinya bahwa komunikasi merupakan suatu serangkaian kegiatan yang terus menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga bukanlah suatu barang yang dapat ditangkap dengan tangan untuk diteliti. Maka komunikasi sebenarnya adalah sesuatu yang abstrak,

Conclusion

Komunikasi sangat penting di dalam sebuah organisasi, termasuk juga bagi perpustakaan, karena koordinasi dan perubahan tidak dapat dilakukan tanpa adanya komunikasi. Komunikasi telah menjadi salah satu budaya yang ada di perpustakaan, karena komunikasi selalu terjadi di dalam segala aktivitas yang melibatkan setiap individu yang ada di perpustakaan, baik secara lisan maupun tulisan. Proses komunikasi yang efektif akan memudahkan bagi pihak perpustakaan untuk mengetahui dan memahami keinginan masyarakat sekitarnya yang berkepentingan dengan perpustakaan.