Kembali
16
1
2022 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 14 · 2 ISSN 2549-8606

Revitalisasi Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Upaya Peningkatan Kualitas Layanan dan Pembelajaran

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Abstrak

Tulisan ini membahas fungsi perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pembelajaran. Perpustakaan memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Ia merupakan pusat sarana akademis yang menyediakan koleksi yang relevan dalam proses pembelajaran. Perpustakaan menjalankan fungsinya sebagai pusat sumber belajar bagi para pemustaka. Kehadiran teknologi informasi telah membawa perubahan fungsi perpustakaan dimana ia memberikan peluang yang besar bagi pemustaka dalam akses informasi. Fungsi-fungsi perpustakaan baik fungsi pendidikan, penelitian dan informasi serta revitalisasi fungsi perpustakaan tersebut akibat perkembangan teknologi informasi dielaborasi dalam tulisan ini.

Abstract

This paper discusses the function of the library in improving the quality of service and learning. The library plays an important role in the learning process. It is a center for academic facilities that provide collections that are relevant in the learning process. The library performs its function as a learning resource center for users. The presence of information technology has changed the function of the library where it provides great opportunities for users to access information. The functions of the library, including educational, research and information functions as well as the revitalization of these library functions as a result of developments in information technology, are elaborated in this paper.
Keywords: Fungsi Perpustakaan · Sumber Informasi · Pembelajaran

Introduction

Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pendidikan. Ia memegang peranan sebagai pusat sarana akademis yang menyediakan koleksi yang relevan dalam proses pembelajaran. Koleksi perpustakaan tersedia dalam berbagai format dan bentuk. Koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah dan dilayankan¹. Pernyataan ini menunjukkan bahwa koleksi perpustakaan memiliki makna yang sangat berarti sehingga koleksi tersebut dilayankan pustakawan kepada pemustaka dalam upaya meningkatkan nilai guna sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan merupakan urat nadi sebuah layanan perpustakaan. Perpustakaan tanpa koleksi yang bernilai akan mempengaruhi kualitas layanan sebuah perpustakaan. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, perpustakaan menduduki fungsi yang strategis dalam menyediakan koleksi demi suksesnya proses pembelajaran. Artinya, perpustakaan yang merupakan pusat sumber informasi dalam mendukung proses pembelajaran dituntut melayankan koleksi berkualitas. Kualitas koleksi tersebut dapat dukur dari kompetensi penulis, relevansinya dengan kajian ilmu, kemutakhiran dan kedalaman isinya. Adanya kualitas koleksi tersebut, pemustaka akan terdorong dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan. Kondisi demikian menjadikan perpustakaan dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Dengan demikian, peningkatan fungsi perpustakaan adalah sebuah keniscayaan. Secara umum, ada beberapa fungsi yang dijalankan perpustakaan dalam pengelolaan dan penyebaran informasi. Fungsi tersebut adalah penyimpanan, pendidikan, penelitian, informasi dan rekreasi kultural². Menurut Undang-Undang Perpustakaan, perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi³. Fungsi tersebut akan kurang bermakna ketika koleksi yang tersedia belum memiliki kualitas standar sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan yang berstandar memiliki korelasi dengan koleksi perpustakaan yang mengandung nilai relevansi, kelengkapan dan kemutakhiran serta kualitas koleksi/ kedalaman isi koleksi Dalam kenyataannya, perpustakaan belum menjalankan fungsinya secara maksimal dalam melayani kebutuhan pemustaka. Koleksi yang tersedia di perpustakaan belum sepenuhnya menyediakan koleksi yang memiliki kualitas yang bagus dan informasi yang terkini dan relevan dengan kebutuhan pemustaka. Kondisi yang demikian dapat menyebabkan pemanfaatan koleksi kurang efektif oleh para pemustaka, Jika koleksi perpustakaan memiliki kualitas dan relevan dengan kebutuhannya serta up to date informasi yang dikandungnya, pemustaka akan menjadikan perpustakaan sebagai sumber utama dalam proses pembelajaran. Tulisan ini berangkat dari permasalahan diatas dengan merujuk pada fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran dengan penekanan pada revitalisasi fungsi perpustakaan tersebut dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga terbangun kompetensi keilmuan para pemustaka ketika pemanfaatannya dilakukan secara intensif. Oleh karenanya, artikel ini berusaha mengelaborasi fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran dan revitalisasi fungsinya dalam mendorong pemustaka memanfaatkan koleksi sehingga terbangun kompetensi keilmuan dalam proses pembelajaran.

Method

Kajian ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Sebagai penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan, pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah dengan menelaah literatur-literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian baik literatur dalam bentuk cetak maupun elektronik. Permasalahan tulisan ini terfokus pada fungsi perpustakaan sebagai penyedia informasi dalam kitannya dengan sumber informasi dalam proses pembelajaran. Semua data tersebut yang berbasis subyek kajian dianalisis secara deskriptif untuk menjawab masalah dalam penelitian yakni fungsi-fungsi perpustakaan dalam proses pembelajaran dan kaitannya dengan revitalisasi fungsi perpustakaan dalam mendorong pemustaka memanfaatkan koleksi sehingga terbangun kompetensi keilmuan para pemustaka. Revitalisasi fungsi perpustakaan tersebut dengan merujuk pada perkembangan teknologi informasi. Kehadiran teknologi informasi membawa perubahan dalam akses informasi di perpustakaan.

Result & Discussion

C. Koleksi Perpustakaan, Layanan dan Kualitas Pembelajaran Perpustakaan merupakan lembaga yang menangani pelayanan informasi dengan penyediaan koleksi sebagai sumber kajian. Tidak dapat dipungkiri bahwa perpustakaan memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Ia bertindak sebagai pusat sumber belajar. Oleh karenanya, ia menyediakan koleksi yang bernilai tinggi dan bermutu serta sesuai dengan kebutuhan informasi pemustaka. Dengan kata lain, perpustakaan menyediakan koleksi untuk membangun kualitas layanan perpustakaan. Kualitas layanan perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kualitas koleksi perpustakaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas koleksi perpustakaan. Mc.Colvin menyatakan bahwa the information should be current. Penyataan Mc.Colvin menunjukkan bahwa kemutakhiran merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas koleksi. Hal tersebut dilakukan ketika pustakawan menyeleksi koleksi dalam konteks pengembangannya di perpustakaan. Bahkan, ia menyatakan bahwa this is determining criteria for selection. Disamping kemutakhiran, relevansi adalah faktor lain yang menyebabkan adanya kualitas sebuah koleksi. Dalam konteks pembelajaran, koleksi perpustakaan memiliki kesesuaian dengan kurikulum dan topik kajian dimana pemustaka belajar. Dengan demikian, relevansi dan kemutakhiran koleksi merupakan diantara faktor penyebab adanya kualitas sebuah koleksi. Merujuk paparan di atas memberikan indikasi bahwa ketersediaan koleksi di perpustakaan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran perlu memperhatikan pada kemutakhiran dan relevansi koleksi dengan permasalahan yang dikaji dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya, perpustakaan dalam melayani pemustaka harus meningkatkan perannya dalam mendukung proses pembelajaran. Dengan kata lain, fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi memerlukan revitalisasi dalam rangka menghadapi perubahan kondisi dengan berkembangnya teknologi informasi jika dikaitkan dengan penyediaan dan penyebaran informasi. D. Revitalisasi Fungsi Perpustakaan Dalam Peningkatan Kualitas Layanan dan Pembelajaran. Dalam menjalankan layanannya, perpustakaan memiliki berbagai peran dan fungsinya. Ada beberapa fungsi perpustakaan. Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Namun dalam kajian ini, hanya fungsi pendidikan, penelitian dan informasi dikaji lebih lanjut dan dielaborasikan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu layanan dan pembelajaran. 1. Pendidikan Perpustakaan dapat dijadikan sebagai sarana belajar bagi ummat manusia sepanjang hayatnya. Artinya, perpustakaan memiliki kaitan yang erat dengan kegiatan belajar. Keterkaitan tersebut terletak pada kegiatan perpustakaan yang menyediakan koleksi yang berkualitas sehingga koleksi tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi para pemustaka. Sutarno menyatakan bahwa perpustakaan merupakan media, sarana dan alat untuk belajar, menambah ilmu dan mengembangkan kemampuan7. Pernyataan Sutarno ini memberikan pengertian bahwa perpustakaan merupakan tempat untuk membangun kualitas keilmuan para pemustaka. Dalam proses pembelajaran, mereka memanfaatkan dan mengkaji koleksi yang relevan dengan permasalahan pembelajaran dalam upaya memahami isinya. Dengan kegiatan tersebut, pemustaka akan bertambah ilmunya dan kompetensinya juga akan semakin berkembang. 2. Penelitian Perpustakaan menyediakan berbagai macam koleksi atau informasi. Para pemustaka memanfaatkan koleksi atau informasi tersebut untuk kegiatan penelitian dalam proses pembelajaran. Seorang mahasiswa, misalnya. ia memerlukan koleksi untuk menyelesaikan tugas dengan menelusuri berbagai koleksi yang relevan dengan tugasnya. Dalam proses penelitian, kemutakhiran informasi merupakan sasaran utama dalam kegiatan pencarian informasi. Kemutakhiran informasi tersebut banyak ditemukan para pemustaka yang tersedia dalam bentuk jurnal. Jurnal menyediakan informasi yang up to date bagi para pemustaka karena penerbitannya dilakukan secara berkala. Isinya pun merupakan hasil kajian terkini baik berupa hasil penelitian lapangan ataupun kajian kepustakaan. Oleh karenanya, fungsi perpustakaan dalam penelitian harus diberdayakan sedemikian rupa sehingga perpustakaan menyediakan koleksi jurnal sesuai dengan bidang kajian dimana perpustakaan tersebut berada. 3. Informasi Perpustakaan menyediakan berbagai informasi bagi para pemustaka sesuai dengan jenis perpustakaan. Sebagai sumber informasi, perpustakaan menghimpun berbagai macam informasi dalam mendukung proses pembelajaran. Dalam layanan referensi, misalnya, pustakawan menyediakan koleksi referensi yang dapat digunakan para pemustaka ketika mereka belum mengetahui koleksi apa yang akan bermanfaat bagi dalam penelusuran informasi. Koleksi referensi tersebut dapat berupa bibliografi atau koleksi indeks, Pemanfaatan bibliografi digunakan pemustaka untuk mengetahui koleksi yang dapat dibaca sesuai dengan topik kajiannya. Dengan demikian, pustakawan menyediakan koleksi yang mengandung informasi yang sangat dibutuhkan para pemustaka. Merujuk kepada fungsi perpustakaan diatas, kehadiran teknologi informasi telah membawa perubahan fungsi perpustakaan. Teknologi informasi memberikan peluang yang besar bagi pemustaka dalam akses informasi. Koneksitas komputer dengan internet yang bertindak sebagai penyedia informasi digital menjadikan perpustakaan mengambil langkah strategis dalam melayani kebutuhan pemustaka. Dengan perkataam lain, munculnya sumber informasi elektronik memainkan peran penting dalam mengubah fungsi perpustakaan. Adanya perubahan fungsi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dalam kegiatan penyediaan informasi. Hal ini mengakibatkan para pemustaka melakukan pemanfaatan sumber informasi secara intensif sebagai upaya meningkatkan kualitas intelektualnya dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya, fungsi perpustakaan perlu direvitalisasikan. Dengan adanya revitalisasi fungsi perpustakaan, para pemustaka dapat dengan mudah mencari referensi dari setiap materi kurikulum yang diajarkan oleh tenaga pengajar dalam upaya memperluas wawasan dari materi pelajaran yang didapatkannya. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi pendidikan. Disamping itu, pemustaka lebih mudah mengumpulkan informasi tentang berbagai macam disiplin ilmu dimana perpustakaan menyediakan buku-buku sesuai dengan lingkungan belajar lembaga tersebut. Dalam hal ini, fungsi informasi perpustakaan memegang peranan yang sangat penting. Sementara. dalam kaitannya dengan fungsi penelitian, perpustakaan mengembangkan koleksi yang bernilai tinggi dan mengandung informasi terkini dan aktual yang mendorong pemustaka memanfaatkan scara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Merujuk kepada bahasan di atas dapat difahami bahwa revitalisasi fungsi perpustakaan dalam peningkatan kualitas layanan dan pembelajaran merupakan suatu usaha pustakawan dalam pemberdayaan pemanfaatan koleksi sebagai sumber pembelajaran. Kondisi yang demikian menjadikan perpustakaan memberikan nilai tambah dalam konteks layanan perpustakaan. Para pemustaka akan mendapatkan transformasi dan transfer ilmu pengetahuan dari sumbernya yakni koleksi bacaan di perpustakaan, Akibatnya, para pemustaka akan mengalami perubahan baik dalam hal kemampuan, sikap maupun ketrampilan.

Conclusion

Kehadiran teknologi informasi telah membawa perubahan fungsi perpustakaan dimana ia memberikan peluang yang besar bagi pemustaka dalam akses informasi. Kondisi yang demikian menjadikan fungsi perpustakaan perlu direvitalisasi sebagai upaya intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam kaitannya dengan kualitas pembelajaran Dengan adanya revitalisasi fungsi perpustakaan, para pemustaka dapat dengan mudah mencari referensi berdasarkan materi yang diajarkan oleh tenaga pengajar dalam upaya memperluas wawasan dari materi pelajaran yang didapatkannya. Disamping itu, pemustaka lebih mudah mengumpulkan informasi tentang berbagai macam disiplin ilmu dimana perpustakaan menyediakan buku-buku sesuai dengan lingkungan belajar lembaga tersebut. Transformasi dan transfer ilmu pengetahuan dari sumbernya yakni koleksi bacaan di perpustakaan mengakibatkan para pemustaka mengalami perubahan baik dalam hal kemampuan, sikap maupun ketrampilan