Pemetaan Penelitian terkait Komunikasi Kesehatan di Indonesia melalui Analisis Bibliometrik berbasis Aplikasi VOSviewer
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Komunikasi kesehatan merupakan bagian dari komunikasi antar manusia dengan fokus utama pada bagaimana individu menghadapi isu-isu kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijakan pemeliharaan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemetaan terkait komunikasi kesehetan di Idonesia melalui analisis bibliometrik berbasis aplikasi VOSviewer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan dianalisis dengan metode bibliometrik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengumpulan dataset dari google scholar dengan bantuan software Publish or Perish yang ditentukan dengan memasukkan kata kunci yakni Komunikasi Kesehatan dan dibatasi untuk publikasi ilmiah pada jurnal. Hasil dari penelitian ini diperoleh 911 jurnal yang sudah terpublikasi yang terbit selama 6 tahun terakhir antara tahun 2017-2022. Dataset yang diperoleh dari Google Scholar kemudian di export melalui Publish or Perish ke dalam bentu file RIS. Peneliti menggunakan VOSviewer versi terbaru untuk operating system windows. Hasil pengolahan akan dianalisis ke dalam tiga tipe visualisation yakni Network Visualisation, Overlay Visualisation, dan Density Visualisation. Kata kunci yang paling sering muncul adalah Kesehatan dan Covid. Kata kunci yang sering muncul menunjukkan hubungan yang semakin erat. Hal ini dapat diartikan bahwa Covid merupakan topik penelitian Komunikasi Kesehatan yang banyak dibahas pada jurnal yang telah dipublikasi di Indonesia pada rentang tahun 2017-2022 yang diikuti dengan topik kesehata, pasien dan pelayanan kesehatan. Melalui density visualisation ini dapat disimpulkan bahwa topik-topik lain yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan yang masih jarang kepadatannya masih perlu ditingkatkan lagi agar kuantitas publikasinya semakin banyak. Hal ini dapat menjadi peluang bagi peneliti selanjutnya untuk memperkaya khasanah terms yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.
Abstract
Health communication is part of human-to-human communication, with the main focus on how individuals deal with health issues includes information about disease prevention, health promotion, health maintenance policies. The purpose of this research is to find out the mapping related to health communication in Indonesia through a bibliometric analysis based on the VOSviewer application. The method used in this study is quantitative and analyzed by bibliometric methods. The data in this study were obtained through collecting datasets from Google Scholar with the help of the Publish or Perish software which was determined by entering the keywords "health communication" and limited to scientific publications in journals. The results of this study obtained data from 911 published journals published during the last 6 years between 2017-2022. The dataset obtained from Google Scholar is then exported via Publish or Perish in the form of a RIS file. Researchers use the latest version of VOSviewer for the Windows operating system. The processing results will be analyzed into three types of visualization: Network Visualisation, Overlay Visualisation, and Density Visualisation. The keywords that appear most often are Health and Covid. Keywords that appear frequently indicate a stronger relationship. This can be interpreted to mean that COVID is a health communication research topic that has been widely discussed in journals that have been published in Indonesia in the 2017-2022 period followed by the topics of health, patients and health services. Through this density visualization, it can be concluded that other topics related to health communication that are still rare in density still need to be increased so that the quantity of publications increases. This can be an opportunity for future researchers to enrich the terms related to health communication for further research.
Keywords:
Mapping
· Health Communication
· Bibliometric
Introduction
Komunikasi adalah proses rangsangan stimulus dalam bentuk lambang atau simbol bahasa atau gerak non verbal, untuk mempengaruhi perilaku orang lain (Rahmadiana, 2012). Komunikasi kesehatan merupakan bagian dari komunikasi antar manusia dengan fokus utama pada bagaimana individu menghadapi isu-isu kesehatan serta bagaimana upaya memelihara kesehatannya. Komunikasi kesehatan memanfaatkan jasa komunikasi untuk mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan individu, keluarga dan komunitas masyarakat. Komunikasi kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijakan pemeliharaan kesehatan serta meningkatkan kesadaran individu tentang isu-isu kesehatan, masalah kesehatan, resiko kesehatan serta solusi kesehatan. Mengingat pentingnya penguasaan konsep dan pengetahuan mengenai Komunikasi Kesehatan, berbagai lembaga atau institusi tertarik untuk melakukan penelitiannya. Penelitian adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menuliskan fenomena secara ilmiah. Tujuannya ialah untuk dapat dijadikan pedoman ataupun bukti ilmiah untuk memperkuat suatu pernyataan. Penelitian mengenai Komunikasi Kesehatan ini penting karena berguna untuk memperlihatkan fenomena Komunikasi Kesehatan serta perkembangannya. Hal tesebut dilakukan ialah agar ada bahan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dan evaluasi mengenai Komunikasi Kesehatan. Penelitian mengenai Komunikasi Kesehatan juga dapat dijadikan sebagai sarana dalam mentransfer ilmu pengetahuan. Sebagaimana konsep dalam manajemen pengetahuan, meneliti dan menuliskan hasilnya adalah termasuk dalam proses penciptaan informasi (Rusilowati, 2017). Kemudian apabila informasi tersebut didiseminasikan kepada publik, maka informasi tersebut dapat bermanfaat bagi pengembangan manajemen pengetahuan di bidang Komunikasi Kesehatan. Pemetaan suatu penelitian dalam bidang tertentu dapat dilakukan dengan menggunakan analisis bibliometrik. Tujuan dari analisis bibliometrik agar dapat menunjukkan kepada publik mengenai tren penelitian yang ingin dilihat pada kurun waktu tertentu (Nugrahaputra, 2022). Proses pelaksanaan dalam analisis bibliometrik dapat menyajikan data untuk pengukuran produktivitas serta dampak penelitian. Produktivitas ditandai
Method
dengan banyaknya jumlah publikasi sedangkan dampak ditandai dengan banyaknya jumlah sitasi (Machmuda, 2022). Melaui hal tersebut, peneliti berkeinginan untuk mengkaji dan menganalisis pemetaan penelitian Komunikasi Kesehatan yang ada di Indonesia dengan analisis bibliometrik. Metode analisis yang digunakan akan dikhususkan pada analisis co-word. Metode ini diusulkan sejak akhir tahun 70-an di abad ke-20 oleh ilmuwan Perancis (Chen, 2016). Diodato dalam (Tupan, 2016) mengatakan bahwa analisis coword memiliki dasar dari analisis co-occurrence, sebuah kata kunci dari dua atau lebih dokumen yang digunakan dalam mengindeks dokumen. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui suatu tren penelitian melalui keyword yang terkait di bidang yang ingin diketahui. Analisis ini dapat digunakan untuk mengetahui tren penelitian yang terkait dengan keyword penelitian Komunikasi Kesehatan. B. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan dianalisis dengan metode bibliometrik. Pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah secara deskriptif menjelaskan data-data yang diperoleh berupa grafik, tabel, serta gambar yang memuat data berupa angka atau persentase (Nasution, 2017). Kemudian, metode analisis bibliometrik merupakan proses analisis yang menekankan aspek material dari usaha menghitung buku, artikel, publikasi, kutipan, secara statistik dari informasi yang tercatat, dalam berbagai disiplin ilmu (De Bellis, 2009). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengumpulan dataset dari google scholar dengan bantuan software Publish or Perish. Penggunaan bantuan software Publish or Perish ditujukan untuk mendapatkan data yang rapih dan tersusun secara sistematis sehingga tingka keakuratan data yang diperoleh juga tinggi. Pencarian data melalui Publish or Perish ditentukan dengan memasukkan kata kunci pada judul yakni Komunikasi Kesehatan dan dibatasi untuk publikasi ilmiah pada jurnal. Jurnal yang dicari adalah jurnal yang diterbitkan dalam kurun waktu 6 tahun terakhir yakni antara tahun 2017-2022.
Result & Discussion
1. Perolehan Dataset Pada Software Publish or Perish Pada Bagian ini, akan dibahas mengenai hasil analisis yang dilakukan melalui dataset yang diperoleh. Dataset dalam penelitian ini diambil melalui database Google Scholar yang diproses melalui software Publish or Perish. Penggunaan software Publish or Perish bertujuan untuk mendapatkan data yang termutakhir yang sesuai dengan keyword pencarian terkait. Publish or Perish merupakan aplikasi pencarian data artikel yang memanfaatkan google scholar query untuk memperoleh bibliografi dari sebuah artikel yang kemudian dapat dikonversi dalam berbagai bentuk file (Aulianto, 2019). Pencarian yang dilakukan menggunakan Publish or Perish menggunakan beberapa filter yakni title yang dikhususkan dengan kata komunikasi kesehatan serta publikasi yang diterbitkan pada jurnal di Indonesia. Kurun waktu yang ditentukan adalah antara tahun 2017-2022. Diperoleh ukuran sampel pada database Google Scholar terkait penelitian ini berjumlah 911 jurnal yang sudah terpublikasi. Jurnal tersebut terbit selama 6 tahun terakhir yakni diantara tahun 2017-2022. Melalui tabel tersebut dapat dilihat bahwasanya terdapat kenaikan jumlah publikasi mengenai Komunikasi Kesehatan mulai dari tahun 2017 hingga 2022. Artinya, setiap tahunnya terdapat peningkatan minat dari peneliti untuk membahas topik mengenai Komunikasi Kesehatan. Peningkatan paling tinggi terkait minat penelitian pada topik komunikasi kesehatan terlihat pada tahun 2020. Hal ini sejalan dengan adanya kehadiran pandemi covid-19. Pandemi mempengaruhi adanya ketertarikan penelitian tentang komunikasi kesehatan. Jumlah publikasi sementara pada November 2022 sudah mencapai jumlah 82 penelitian terpublikasi. Diharapkan jumlah ini akan terus meningkat dalam 1 bulan tersisa agar dapat melebihi jumlah publikasi di tahun sebelumnya. 2. Pemetaan Penelitian Komunikasi Kesehatan Berdasarkan Kata Kunci Dataset yang diperoleh dari Google Scholar kemudian di export melalui Publish or Perish ke dalam bentu file RIS. Perubahan dan penyimpanan format dengan RIS ditujukan agar file dapat terbaca untuk divisualisasikan pada VOSviewer. Peneliti menggunakan VOSviewer versi terbaru untuk operating system windows. Hasil pengolahan akan dianalisis ke dalam tiga tipe visualisation yakni Network Visualisation, Overlay Visualisation, dan Density Visualisation (Tupan, 2022). Hasil analisis pada VOSviewer ini dapat memperlihatkan pemetaan penelitian khususnya di bidang Komunikasi Kesehatan di Indonesia. Hasil ini dapat digunakan untuk peneliti berikutnya sebagai pertimbangan untuk melakukan penelitian di bidang terkait dengan melihat peluang ataupun gap yang ada. Berikut adalah hasil pengolahan visualisasi dataset melalui software VOSviewer: 3. Network Visualisation Dataset google scholar mengenai penelitian dari jurnal berjudul Komunikasi Kesehatan yang diolah melalui Publish or Perish berjumlah 911 dokumen. Data tersebut kemudian diimport dan diolah melalui aplikasi VOSviewer dengan pengolahan menggunakan metode coword. Dari keseluruhan jumlah dataset yang ada, jumlah kata yang sesuai dengan keyword Komunikasi Kesehatan diperoleh sekitar 4773 kata. Kemudian penulis menetapkan nilai minimum dari setiap kata yang muncul adalah sebanyak 5 kali. Dengan penetapan tersebut, diperolehlah sebanyak 78 kata yang memenuhi syarat. Kemudian 78 kata tersebut dipilih dan dilanjutkan ke proses berikutnya. Sebelum dilanjutkan untuk visualisasi, penulis melakukan proses data cleansing terhadap beberapa kata yang tidak memiliki keterkaitan dengan keyword yang ditentukan. Beberapa kata yang dihapus saat data cleansing contohnya seperti kata penghubung, dan kata dasar yang tidak memiliki berkaitan dengan topik komunikasi kesehatan. Melalui data cleansing ini, diperoleh data akhir yang memuat 39 kata yang kemudian diproses pada visualisasi di VOSviewer. Dari 39 kata tersebut, terbentuk 4 cluster terms penelitian dan 260 links penghubung antara terms yang berkaitan. Di dalam network visualtisation ini terdapat dua hal yakni nodes dan link. Nodes adalah lingkaran yang menunjukkan seberapa banyak jumlah publikasi yang sudah ada (Nurfaida, 2022). Semakin besar nodes maka semakin banyak jumlah publikasi. Kemudian link menunjukkan hubungan antar sesama nodes jika memiliki keterkaitan (Novia, 2022). Dapat dilihat dari gambar 2. kata kunci yang paling banyak sering muncul yakni topik yang berkaitan dengan Kesehatan, Covid, Pasien, dan Pelayanan Kesehatan. Keempat topik tersebut adalah bagian dari topik Komunikasi Kesehatan yang cukup mendominasi pada jurnal yang ada di Indonesia. Kemudian topik lain yang juga muncul didalam visualisasi data tersebut diantaranya ada kesehatan masyarakat, pola hubungan serta konsep komunikasi kesehatan, perawat, dokter, terapeutik dan lainnya yang ukuran nodes nya masih kecil. Ukuran nodes kecil tersebut berarti penelitian- penelitian yang terkait dengan terms tersebut masih sedikit dilakukan di Indonesia dibanding dengan topik yang nodes nya tervisualisasi besar. Ini dapat menjadi peluang kepada peneliti yang ingin mengembangkan topik penelitian sesuai dengan terms ini. Mengingat bahwasanya Komunikasi Kesehatan sangatlah luas cakupannya dan dapat dikolaborasikan dengan bidang-bidang disekitar yang terkait. Hal ini menjadi menarik untuk kemudian dibahas ke dalam sebuah penelitian yang ilmiah. Topik-topik penelitian yang jarang dilakukan tersebut tentunya menjadi peluang yang baik untuk para peneliti dalam mengembangkan kajiannya. Memperbanyak penelitian pada topik yang jarang tersebut merupakan pembaruan bagi pengetahuan untuk terus dikembangkan. Di masa mendatang kegunaannya tentunya dapat dijadikan referensi serta landasan bukti empirik bagi pihak-pihak yang membutuhkan. 4. Overlay Visualisation Overlay Visualisation bertujuan untuk melihat tren topik penelitian terbaru dari tahun yang tersajikan berdasarkan warna gelap hingga terang sesuai dengan tahun terbaru (Zakkiyah, 2022). Jika dilihat pada peta visualisasi di overlay visualisation, tren penelitian terbaru yang berkaitan dengan topik Komunikasi Kesehatan yakni terwakilkan dengan terms covid. Hal ini tervisualisasikan pada overlay visualisation yang menampilkan warna yang lebih terang yakni warna kuning pada tahun 2020. Pada warna tersebut, term yang terwarnakan yakni Covid. Penelitian berkaitan dengan terms covid mulai banyak bermunculan di tahun 2020 karena awal munculnya pandemi terjadi pada tahun tersebut. Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi virus yang menjangkit seluruh dunia sejak awal tahun 2020 yang mulai merebak di akhir tahun 2019 (Andrews, 2020). Hal ini sejalan dengan banyaknya ketertarikan yang menyebabkan banyak gap untuk peneliti-peneliti dalam meneliti topik terkait, termasuk yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan pada masa covid-19. Kemudian, penelitian-penelitian terdahulu pada topik komunikasi kesehatan di tahun 2020 juga banyak membahas mengenai komunikasi kesehatan secara umum, kesehatan masyarakat, informasi kesehatan, fasilitas kesehatan, program kesehatan, tenaga kesehatan, penanganan kesehatan terapeutik, dan lain-lain. 5. Density Visualisation Pada peta density visualization, menggambarkan peta mengenai kepadatan item (Perkasa, 2022). Item ini diwakilkan oleh labelnya sama seperti visualisasi pada network dan overlay. Pada tampilan untuk menunjukan kepadatan setiap titik mempunyai warna default yaitu biru, hijau dan kuning. Semakin sering munculnya keyword akan menaikkan nilai kepadatan item dan hal tersebut akan ditandai dengan warna yang lebih cerah yakni warna kuning. Kemudian, ketika keyword cukup sering muncul dan kepadatan bobot tidak begitu besar maka akan ditandai dengan warna yang gelap yakni warna hijau. Terakhir, jika keyword jarang muncul dan kepadatan bobot item kecil, maka warna yang muncul akan semakin mengarah ke warna yang lebih gelap yakni warna biru. (Chen, 2016) dalam jurnalnya mengatakan bahwa semakin banyak kata kunci yang sama muncul maka semakin erat hubungannya, dengan itu juga dapat menentukan tren topik penelitian. Pada tampilan density visualisation, tren topik penelitian yaitu Covid memiliki bobot item kepadatan yang besar dan warna yang ditampilkan berwarna kuning. Hal ini dapat diartikan bahwa terms covid merupakan topik penelitian Komunikasi Kesehatan yang banyak dibahas pada jurnal yang telah dipublikasi di Indonesia pada rentang tahun 2017-2022. Kemudian, terms berikutnya yang memiliki kepadatan penelitian yakni diikuti secara berurut oleh terms kesehatan, pasien dan pelayanan kesehatan. Ketiga terms tersebut juga cukup banyak diminati oleh para peneliti dalam penelitian yang terpublikasikan pada jurnal yang terpublikasikan antara tahun 2017-2022 di Indonesia. Melalui density visualisation ini dapat disimpulkan bahwa topik-topik lain yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan yang masih jarang kepadatannya masih perlu ditingkatkan lagi agar kuantitas publikasinya semakin banyak. Hal ini dapat menjadi peluang bagi peneliti selanjutnya untuk memperkaya khasanah terms yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan untuk diteliti lebih lanjut. Terms-terms tersebut diantaranya fasilitas kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi kesehatan, program kesehatan, informasi kesehatan dan topik topik lain yang masih jarang munculnya pada density visualisation yang ada pada gambar 3.
Conclusion
Melalui hasil dari analisis bibliometrik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tren penelitian mengenai Komunikasi Kesehatan di Indonesia sudah meningkat. Hal ini tentunya sangat bagus bagi dunia akademisi karena sumber sumber ilmiah untuk Komunikasi Kesehatan akan mudah diperoleh. Topik penelitian terkait komunikasi kesehatan pada terms yang masih jarang diteliti dan sedikit publikasi harapannya dapat menjadi peluang yang diambil bagi peneliti selanjutnya untuk dibahas. Hal tersebut bertujuan agar dapat menciptakan inovasi baru untuk mengembangkan pengetahuan di bidang komunikasi kesehatan yang nyatanya memiliki banyak hubungan dengan istilah-istilah lain yang perlu dibahas.