Kembali
16
1
2018 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 10 · 1 ISSN 2549-8606

DESTRUKSI KECEMASAN AKAN PERPUSTAKAAN

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Mahasiswa baru yang memasuki dunia literasi informasi di Perpustakaan perguruan tinggi terkadang merasa khawatir dengan mekanisme dan aturan yang ada di perpustakaan. Kecemasan akan perpustakaan disebut library anxiety. Kecemasan yang dialami oleh individu ketika menggunakan perpustakaan diakibatkan berbagai hal, baik itu kerana ketakutan menggunakan fasilitas perpustakaan, ada trauma tersendiri, ataupun masalah psikologi lainnya yang dapat menghalangi mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan efisien. Kajian ini dilakukan pada Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang mempunyai program pendidikan pemakai khusus untuk mahasiswa baru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam memberikan layanan pendidikan pemakai untuk menghadapi kecemasan pemustaka. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan didukung oleh literatur yang berhubungan. Data diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Strategi yang digunakan Perpustakana UIN Sunan Kalijaga dalam mengahadapi kecemasan mahasiswa akan perpustakaan antara lain class and library tour, penggunaan teknologi perpustakaan, serta pustakawan yang interaktif.

Abstract

New students who enter the world of information literacy in the University Library sometimes feel worried about the mechanisms and rules that exist in the library. Anxiety about the library is called by an anxiety library. The anxiety experienced by individuals when using the library is caused by various things, whether it is because of the fear of using the library facilities, there is trauma itself, or other psychological problems that can prevent students to utilize the library effectively and efficiently. This study was conducted at UIN Sunan Kalijaga Library which has a special user education program for new students. This article aims to analyze the role of UIN Sunan Kalijaga Library in providing user education services to deal with the anxieties of the user. This research is case study research conducted by using qualitative method supported by related literature. Data were taken by using observation, interview and documentation technics. The strategies used by UIN Sunan Kalijaga Library in facing students' anxiety about the library are class and library tour, library technology usage, and interactive librarians.
Keywords: pendidikan pemakai · library anxiety · kecemasan mahasiswa

Introduction

Sesuatu yang baru dihadapi terkadang membuat seseorang takut dikarenakan ketidaktahuan mereka bagaimana sesuatu tersebut bekerja dan bagaimana mekanismenya. Mahasiswa baru yang sedang mengalami transisi dari tingkat Sekolah Menegah Atas ke tingkat perguruan tinggi yang mempunyai cara belajar, fasilitas dan informasi yang lebih melimpah dan kompleks, terkadang membuat sebagian mahasiswa mengalami kecemasan berada di lingkungan baru tersebut. Kecemasan tersebut juga dapat berdampak pada penggunaan perpustakaan yang mempunyai mekanisme dan aturan tersendiri dalam kegiatannya. Hal ini disebut dengan library anxiety atau kecemasan akan perpustakaan. Jiao dan Onwuegbuzie mengatakan bahwa kecemasan akan perpustakaan ditandai oleh emosi negatif termasuk ketegangan, ketakutan, perasaan tidak pasti dan ketidakberdayaan, pikiran negatif yang merugikan diri sendiri, dan disorganisasi mental dan karakteristik yang menghambat pengembangan literasi informasi. Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa permasalahan kecemasan muncul diakibatkan oleh (1) kebanyakan siswa belum pernah ke perpustakaan perguruan tinggi, (2) mereka sering sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan begitu mereka berada di perpustakaan, dan (3) mereka takut, cukup alami, untuk membuat orang idiot sepenuhnya.1 Jika ini berlanjut maka library anxiety dapat menjadi penghalang mahasiwa untuk mendapatkan kesuksesan akademik mahasiswa. Gaya belajar di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk selalu literasi akan informasi. Tugas kuliah, serta lingkungan yang akademis mengambil peran utama dalam tuntutan tersebut. Penting untuk disadari bahwa di masyarakat informasi, kesuksesan seorang mahasiswa sering ditentukan oleh kemampuannya untuk menegosiasikan informasi secara efektif, yang biasa dikenal dengan keterampilan literasi informasi. Dengan begitu dibutuhkan kemampuan literasi informasi yang baik pada setiap mahasiswa. Namun bagaimana jika kemampuan literasi informasi tersebut tidak dimiliki oleh mahasiswa karena ia berada di lingkungan baru hingga membuat mereka takut untuk mengunjungi perpustakaan. Maka dari itu dibutuhkan strategi perpustakaan untuk mengatasi permasalahan psikologis pemustaka tersebut. Perpustakaan UIN Sunan Kaljaga mempunyai program khusus yang diperuntukkan kepada mahasiswa baru. Program tersebut biasa disebut dengan user education yang digelar pada setiap tahun ajaran baru. Pendidikan pemakai dikenal dengan jasa layanan perpustakaan yang dapat memandu pengguna perpustakaan untuk mengetahui lebih banyak tentang perpustakaan dan bagaiamana mekanisme di dalamnya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana program pendidikan pemakai Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga terhadap kecemasan mahasiswa akan perpustakaan (2) Strategi yang digunakan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perpustakaan.

Method

Artikel ini adalah penelitian studi kasus yang menggunakan metode kualitatif dan didukung dengan literatur terkait. Metode ini digunakan untuk menyelidiki objek alam, dimana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang menekankan interpretasi obyek (Sugiyono, 2015).12 Data diambil dari kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi dan literatur. Penelitian ini membahas tentang peran pendidikan pemakai yang ada di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mengatasi kecemasan pustakawan khususnya mahasiswa dalam menggunakan fasilitas, koleksi, dan layanan yang ada di perpustakaan tersebut.

Discussion

A. Program Pendidikan Pemakai Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga selalu berusaha untuk memberikan usaha terbaiknya dalam melayani dan menyediakan informasi kepada pemustaka. Berbagai program selalu diadakan perpustakaan tersebut untuk menarik perhatian dan memberikan edukasi kepada pemustakanya. Salah satu layanan yang diberikan oleh perpustakaan tersebut adalah layanan edukasi pemustaka atau user education yang selalu diadakan pada setiap awal tahun ajarannya. Hasanah menyatakan bahwa Pendidikan pemakai merupakan salah satu kegiatan jasa pemanduan dari perpustakaan untuk membantu pemakai perpustakaan dalam meningkatkan keterampilan pemakai menemukan informasi yang diinginkan secara cepat dan tepat.13 Diharapkan dengan diadakannya program user education ini, pemustaka tidak segan-segan untuk datang ke perpustakaan dan dapat menggunakan segala fasilitas yang ada sebaik mungkin sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar dan keberhasilan studi dapat dicapai. Pada awal-awal stadium general, perpustakaan juga aktif memberikan user education kepada mahasiswa baru tentang perpustakaan, fasilitas yang ada, layanan, dan berbagai bentuk koleksi yang disediakan perpustakaan. Pada saat stadium general, pemustaka juga akan diajari untuk mengakses jurnal elektronik yang dilanggan perpustakaan, serta bagaimana cara mengakses OPAC online perpustakaan. Namun untuk memberikan pengajaran yang lebih jelas dan dapat langsung dipraktikkan, pemustaka akan diajak berwisata keliling perpustakaan yang mempunyai 4 lantai tersebut. Pada setiap semesternya pendidikan pemakai diselenggarakan kepada para mahasiswa baru. Program pendidikan pemakai tersebut wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru, baik itu tingkat sarjana, magister, maupun dokter. Selain sebagai syarat untuk menjadi anggota aktif dan resmi perpustakaan, program tersebut memberikan sertifikat layanan perpustakaan. Program tersebut biasanya berlangsung selama tiga minggu dikarenakan banyaknya mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan jurusan yang mengikuti program tersebut. Syarat untuk mengikuti program tersebut adalah setiap mahasiswa harus mendaftar secara online melalui Sistem Informasi Akademik (akademik.uin-suka.ac.id.) dari akun masing-masing mahasiswa. Pustakawan Perpustakaan tersebut aktif dalam memberikan bimbingan kepada pemustaka baik melalui teknologi, seminar, maupun face to face (secara langsung). Wisata perpustakaan dipandu oleh seorang pustakawan dan diikuti mahasiswa perkelas. Tour perpustakaan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah sesi belajar di kelas. Pustakawan akan menjelaskan secara general tentang perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, dan selanjutnya pemustaka akan dibekali tas dengan lambang perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang berisi buku panduan akses jurnal elektronik, nasi kotak, serta buku note kecil dan bolpoin. Adapun konsep tujuan dari program pendidikan pemakai Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga adalah sebagai berikut: Pendidikan pemakai sebagai jembatan yang menyelesaikan gap antara masalah dan idealitas penggunaan perpustakaan. Kecemasan mahasiswa akan perpustakaan yang dapat menjadi penghalang kesuksesan akademik, bisa diatasi dengan memberikan pelayanan bimbingan dan pendidikan pemakai yang mempunyai tugas utama untuk memberikan edukasi kepada pemustaka terkait penggunaan perpustakaan sehingga perpustakaan dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Hambatan afektif mengacu pada ketidakmampuan mahasiswa tentang penggunaan perpustakaan. Ini perasaan ketidakmampuan meningkat dengan asumsi bahwa mereka sendiri memiliki ketidakmampuan keterampilan perpustakaan.14 Dengan pendidikan pemakai diperolehnya bekal tehnik dan strategi pemanfaatan perpustakaan maka menambah rasa percaya diri dalam penemuan koleksi informasi yang dibutuhkan, serta mampu memilih informasi yang spesifik bagi dirinya dengan cepat dan tepat.15 B. Strategi Pendidikan Pemakai dalam Mengurangi Kecemasan Mahasiswa akan Perpustakaan. Dalam mengatasi masalah yang ada, diperlukan strategi yang baik untuk menyelesaikan masalah dengan tepat dan efisien. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga memakai beberapa cara untuk mengatasi kecemasan mahasiswa terhadap perpustakannya, antara lain: 1. Class and Library Tour Metode Class and Library Tour dipilih oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam mengatasi kecemasan mahasiswa akan perpustakaan. Para peserta yang mendaftarkan diri secara online akan dikumpulkan dalam satu ruangan untuk diberi intruksi general tentang perpustakaan. Selanjutnya akan diadakan tour atau wisata keliling perpustakaan untuk mengenal fasilitas, layanan, serta mekanisme menggunakan perpustakaan. Praktik terbaik untuk akademik layanan referensi, berdasarkan temuan dan rekomendasi dari literatur kecemasan perpustakaan adalah mendorong mahasiswa untuk menghadiri tur dan kelas perpustakaan.16 Di dalam kegiatan class and library tour terdapat berbagai kegiatan yang dapat mengurangi kecemasan mahasiswa di perpustakaan, antara lain pengenalan cara mengakses informasi secara offline dan online, literasi informasi secara efisien, penggunaan teknologi perpustakaan yang benar, dan mengetahui tata letak dari perpustakaan itu sendiri. Selain itu peragaan atau intruksi penggunaan fasilitas perpustakaan juga dapat menjadi bagian dari library tour tersebut. Instruksi perpustakaan telah ditemukan untuk mengurangi tingkat kecemasan perpustakaan. Tekanan instruksional yang telah diidentifikasi efektif dalam mengurangi kecemasan perpustakaan mencakup aspek kognitif dan afektif, fokus pada pemahaman proses mencari informasi, dan berbasis komputer dapat berdampak pada kecemasan perpustakaan terhadap layanan referensi akademis.17 Beberapa manfaat yang dapat dirasakan menjelaskan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain adalah (1) Pengenalan terhadap denah perpustakaan, (2) Peraturan perpustakaan, (3) Alat penelusuran informasi, (4) Pengenalan terhadap penempatan koleksi, (5) Pengenalan terhadap ruang baca. Melalui library tour, pustakawan dapat memberikan citra yang positif dengan memperagakan instruksi yang menarik dan profesional. Selain memberikan instruksi terkait penggunaan perpustakaan, pustakawan juga dapat memberikan kesan ramah dan dapat mendekatkan pustakawan dengan pemustaka sehingga mahasiswa tidak lagi segan untuk menanyakan suatu masalah perpustakaan kepada pustakawan. Selain mendidik mahasiswa untuk cakap dalam literasi informasi serta penggunaan perpustakaan, pemberian pengalaman perpustakaan kepada mahasiswa melalui library tour dapat merubah paradigma mereka yang mungkin selama ini memandang perpustakaan hanya sebagai tempat buku yang berisi pustakawan yang kurang menyenangkan. Dengan pengalaman perpustakaan yang positif, ramah, mudah didekati dan pustakawan yang mudah dijangkau dan lingkungan yang menakutkan, mahasiswa mungkin merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan menggunakan perpustakaan, dan karenanya didorong untuk melakukannya lebih sering dan minta bantuan dari meja referensi saat mereka tidak yakin atau bingung.18 2. Penggunaan Teknologi Perpustakaan Teknologi yang berkembang saat ini mempunyai dampak positif terhadap perpustakaan. Dengan teknologi modern dapat mempercepat penyampaian informasi serta alih bentuk koleksi juga menjadi perhatian utama penggunaan teknologi perpustakaan. Dalam pendidikan pemakai, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menggunakan teknologi dalam memasarkan program pendidikan pemakainya kepada mahasiswa baru melalui portal digilib.uin-suka.ac.id serta menyebarkan berbagai pamflet di fakultas-fakultas. Teknologi bisa menjadi media yang baik untuk berbagi informasi dengan mahasiswa saat ini karena mereka terbiasa dengan teknologi dan oleh karena itu informasi perpustakaan akan lebih menarik dan menghibur mereka.19 Menggunakan teknologi, perpustakaan dapat memberikan gambaran general secara tidak langsung kepada pemustaka walaupun mahasiswa tersebut belum pernah datang ke perpustakaan secara fisik yang terkadang dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan tersendiri bagi mahasiswa. Robertson and Jones mengatakan bahwa walking into a physical library for the first time and attempting to locate a particular area within the facility can potentially be a frustrating experience.20 Aplikasi teknologi yang sederhana secara pasti dapat membantu pengguna menghemat waktu dan mengatasi kegelisahan saat berkunjung ke perpustakaan, terutama saat mereka mengunjungi perpustakaan untuk pertama kalinya.21 Dalam kegiatan pendidikan pemakai tersebut juga mengajarkan mahasiswa bagaimana menggunakan teknologi perpustakaan dalam penelusuran informasi. Sistem Informasi Perpustakaan yang digunakan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga adalah SLIMs cendana yang dapat diakses secara online. Krotoski mengatakan bahwa pentingnya memahami pengguna perpustakaan saat ini, pengunjung perpustakaan masa depan akan mengharapkan katalog interaktif berisi setiap permutasi data yang mungkin dapat diakses di beberapa perangkat setiap saat.22 Untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait penggunaan teknologi perpustakaan diperlukan pelatihan yang baik, dan salah satunya melalui program user education ini. 3. Pustakawan yang Interaktif Salah satu komponen inti dari perpustakaan adalah pustakawan. Pustakawan merupakan wajah dari perpustakaan. Dalam menghadapi kecemasan mahasiswa, pustakawan yang ramah dan interaktif mutlak dibutuhkan. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga mempunyai pustakawan yang terampil dalam memberikan instruksi serta informasi kepada pemustaka. Pemberian kesan yang positif kepada pemustaka melalui program pendidikan pemakai merupakan bentuk pemberian layanan oleh pustakawan dalam meningkatkan kemandirian serta kedekatan dengan pemustaka. Pustakawan dapat membantu memberikan pengalaman perpustakaan yang positif untuk semua siswa dengan dilihat kemudian didekati, dibantu, ramah dan menarik. Peran aktif dari pustakawan tidak hanya dilakukan untuk mahasiswa baru, namun juga diperuntukkan untuk mahasiswa lama. Terkadang mahasiswa lama cenderung sungkan untuk menanyakan permasalahan informasi yang dihadapi kepada pustakawan. Mereka mencari sendiri informasi tersebut dan jika tidak menemukannya mereka akan mencari informasi di tempat lain tanpa menanyakan terlebih dahulu permasalahan tersebut kepada pustakawan. Proaktif pustakawan dibutuhkan untuk mendekati mahasiswa dan membangun hubungan yang baik melalui interpersonal yang positif. Melalui interpersonal yang baik serta pemberian layanan secara professional dapat membantu mengurangi image negative yang dirasakan oleh pemustaka dan juga dapat berdampak mengurangi kecemasan pemustaka dalam menggunakan perpustakaan.

Conclusion

Kecemasan akan Perpustakaan merupakan masalah psikologis pemustaka yang harus disadari oleh perpustakaan. Kecemasan tersebut dapat menimbulkan rasa takut, sungkan atau malu apabila harus bertanya kepada petugas perpustakaan, pernah mendapatkan pengalaman yang buruk di perpustakaan, tidak percaya diri atau low self-confidence, merasa tidak memiliki cukup keterampilan perpustakaan atau library-inexperienced, dan merasa mampu menemukan sumber-sumber rujukan dan memanfaatkan layanan perpustakaan yang akhirnya dapat berdampak pada kesuksesan studi mahasiswa. Dibutuhkan strategi khusus serta penerapan yang efektif dalam membina pemustaka untuk aktif di perpustakaan. Strategi pendidikan pemakai digunakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijga dalam menghadapi kecemasan tersebut. Class and library tour, penggunaan teknologi perpustakaan, serta pustakawan yang interaktif menjadi metode yang digunakan perpustakaan tersebut. Karena fokus utama dari perpustakaan adalah pemustakanya, maka perpustakaan harus melakukan pendekatan dan membiasakan mahasiswa untuk aktif dan tidak segan untuk menanyakan permasalahan informasi kepada perpustakaan sehingga perpustakaan dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif.