Kembali
16
1
2018 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 10 · 1 ISSN 2549-8606

PROMOSI PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI SOSIAL ASIA TENGGARA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA MELALUI MEDIA SOSIAL

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Abstrak

Penelitian yang berjudul Promosi Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Melalui Media Sosial ini bertujuan untuk mengetahui media sosial apa saja yang dipakai Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM dalam melakukan promosi perpustakaan serta untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi pustakawan dalam melakukan promosi perpustakaan melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang digunakan Perpustakaan PSSAT UGM dalam melakukan promosi perpustakaan antara lain: blog, facebook, instagram, twitter dan youtube. Konten yang dipromosikan melalui media sosial antara lain: 1) profil perpustakaan PSSAT UGM, 2) Fasilitas dan layanan perpustakaan, 3) syarat keanggotaan perpustakaan, 4) kegiatan dan event perpustakaan, 5) koleksi buku terbaru perpustakaan, 6) resensi buku perpustakaan. Kendala dalam melakukan promosi di perpustakaan PSSAT UGM melalui media sosial antara lain: kurangnya SDM perpustakaan yang khusus menangani promosi dikarenakan jumlah SDM perpustakaan di PSSAT UGM hanya berjumlah 1 (satu) orang dan melaksanakan seluruh tugas serta kegiatan di perpustakaan dosamping kurangnya kompetensi pustakawan di dalam mengembangkan dan mengisi konten untuk blog dan youtube perpustakaan PSSAT UGM.
Keywords: Promosi Perpustakaan · Media Sosial · Pusat Studi Sosial Asia Tenggara

Introduction

Promosi perpustakaan adalah proses memperkenalkan seluruh kegiatan, layanan, dan koleksi yang ada di Perpustakaan kepada masyarakat. Tujuan diadakan promosi perpustakaan agar masyarakat selaku pemustaka dapat memanfaatkan seluruh jasa dan produk yang ada di Perpustakaan tersebut.1 Saat ini, di era digital native, promosi yang paling efektif adalah melalui media sosial karena hampir seluruh masyarakat di belahan dunia mengkonsumsi media social. Facebook, twitter, Instagram, dan sebagainya. Pustakawan harus bisa melihat peluang untuk mempromosikan diri dan Perpustakaannya melalui media sosial tersebut. Perpustakaan bisa menggunakan Media Sosial untuk berbagai tujuan yang relevan antara lain:2 1. Promos iproduk, fasilitas, koleks ibuku yang dimilik ioleh perpustakaan 2. Membangun Perpustakaan interaksi dengan para pengguna 3. Sebagai sarana membangun hubungan dengan komunitas pustakawan dan komunitas lain yang relevan. Perpustakaan khusus merupakan institusi/unit kerja pengelola karya tulis, karya cetak, dan karya rekam yang dikelola secara profesional berdasarkan sistem yang baku untuk mendukung kelancaran/keberhasilan pencapaian visi, misi dan tujuan instansi induk yang menaunginya.3 Perpustakaan PSSAT UGM (Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada) merupakan perpustakaan khusus di bawah naungan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, karena memiliki koleksi khusus terkait Studi Sosial Asia Tenggara. Didirikannya perpustakaan untuk mendukung kegiatan penelitian lembaga induknya, dan sebagai tempat didokumentasikannya koleksi khusus terkait Studi Sosial Asia Tenggara serta hasil penelitian yang telah dilakukan. Jumlah pengunjung di Perpustakaan khusus cenderung sedikit, seperti halnya Perpustakan PSSAT UGM yang masih sangat sedikit jumlah pengunjungnya, karena masih banyak yang belum mengetahui keberadaan Perpustakaan PSSAT UGM. Rata-rata pengunjung perhari 2-5 orang. Untuk membantu meningkatkan jumlah pengunjung Perpustakaan, maka Perpustakaan PSSAT UGM menggalakkan promosi perpustakaan melalui media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menuliskan artikel yang berjudul Promosi Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Melalui Media Sosial. B. Rumusan Masalah 1. Media Sosial Apa saja yang dipakai Perpustakaan PSSAT UGM dalam melakukan promosi Perpustakaan? 2. Kendala apa yang dihadapi Pustakawan dalam melakukan promosi Perpustakaan melalui media sosial? 2. TINJAUAN PUSTAKA A. Promosi Perpustakaan Promosi perpustakaan adalah langkah praktis yang dapat dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan. Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan.4 Promosi perpustakaan merupakan aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi, jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemakai perpustakaan. Tujuan promosi perpustakaan adalah:5 1. Memperkenalkan fungsi masyarakat pemakai; perpustakaan kepada 2. Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan secara maksimal dan menambah jumlah orang yang gemar membaca; 3. Memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan kepada masyarakat; 4. Memberikan kesadaran masyarakat akan adanya pelayanan perpustakaan dan menggunakannya, serta mengembangkan pengertian masyarakat, agar mendukung kegiatan perpustakaan; dan 5. Memasyarakatkan slogan "tak kenal maka tak sayang". B. Peran Media Sosial Bagi Perpustakaan Menurut Rafi Saumi Rustian, sosial media adalah salah satu media yang digunakan untuk bersosialisasi satu sama lain dan semua kegiatannya dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Menurutnya, sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian yakni: a. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi ( Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll), b. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll) C. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll) d. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll) e. f. g. h. i. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll) MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll) Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll) Livecast (y! Live, blog tv, justintv, listreamtv, livecastr, dll) Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll) j. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll) Gambar 1. PeranSetiap Channel Sosial Media 6 Sumber: https://www.slideshare.net/linggawastoo/social- media-help-librarian-to-deliver-the-information Jenis-jenis media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan, dijelaskan sebagai berikut : 1. Facebook Informasi Facebook mencakup: 1) Berita perpustakaan (library news), yang menginformasikan tentnang sumber daya perpustakaan, layanan perpustakaan, dan program-program perpustakaan, baik yang telah, sedang, maupun yang akan dilaksanakan; dan 2) Hal yang menarik (fun stuff). Perpustakaan menginformasikan hal-hal yang dapat menyenangkan pengguna melalui Facebook, seperti informasi yang lucu sehingga memicu follower untuk meng-like. 2. Twitter. Twitter adalah saluran media sosial yang dapat meningkatkan jumlah presentase komunitas pengguna perpustakaan di media sosial. Informasi twitter biasanya berupa berita atau informasi singkat (dibatasi jumlah karakter huruf) yang menarik dan menyenagkan sehingga memotivasi follower untuk mengomentarinya. 3. Youtube Sebagian besar orang memanfaatkan Youtube untuk membagikan hasil rekaman video melalui saluran media online. Melalui Youtube kita dapat berbagi konten ke teman- teman untuk mengomentarinya dan menyarankan mereka untuk memberikan rating, memfavoritkan, memasukkan dalam bookmark, dan menshare-nya melalui jejaring sosial. Informasi video perpustakaan di Youtube berisi pemanfaatanreferensi dan hiburan di perpustakaan, yang meminta pelanggan untuk memberikan feedback. 4. LinkedIn LinkedIn dikenal sebagai jaringan bisnis yang fokus pada spesifikasi dan pemanfaatan alat/media. Perpustakaan menggunakan LinkedIn untuk membangun jaringan diskusi melalui grup, biasanya untuk mengomentari dan memberikan saran terhadap adanya buku baru di perpustakaan, kegiatan resensi buku, dan pemasaran buku di perpustakaan. 19 % orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan LinkedIn untuk mem-posting dan me-resume riwayat pekerjaan mereka. Selaian untuk promosi buku baru, perpustakaan dapat menggunakan LinkedIn untuk mem-posting dan me-resume riwayat pekerjaan mereka. Selain untuk promosibuku baru, perpustakaan dapat menggunakan LinkedIn untuk menghubungkan jaringan pengguna profesional yang menjadi target layanan perpustakaan. 5. Tumblr. Tumblr adalah media sosial unik untuk tujuan popularitas, dengan menampilkan informasi berbasis animasi dan visual untuk layanan perpustakaan. Sebagian besar pengguna Tumblr adalah orang dewasa yang bekerja sebagai graphic desaigner, sedangkan di perpustakaan Tumblr dimanfaatkan untuk upload video animasi interaktif seputar pemanfaatan layanan perpustakaan. 6. Pinterest Pinterest adalah media sosial yang baik untuk menemukan konten informasi visual yang menarik. Menurut Mashable, pengguna Pinterest sebagian besar orang dewasa berjenis kelamin wanita. Di Amerika Serikat, hampir satu sepertiga dari wanita menggunakan Pinterest dan hanya 8% pengguna Pinterest adalah laki-laki. Pemanfaatan Pinterest di perpustakaan untuk “memancing" pengguna menelusur informasi perpustakaan yang lebih kompleks, kemudian hasil temuannya dibagikan ke orang lain agar dapat meng-klik nya. 7. Instagram Instagram adalah media sosial yang dimanfaatkan untuk berbagi foto dan video berdurasi pendek. Setelah facebook membeli instagram, fasilitas dan fitur layanannya diperbaiki guna meningkatkan jumlah pelanggan instagram. 8. Snapchat Snapchat memungkinkan pengguna untuk mengirimkan foto dan video, menambahkan teks dan gambar untuk foto dan video, serta mengatur waktu durasi untuk menampilkan konten. 9. Vine Vine merupakan alat baru untuk twiter posting. Pengguna Vine relatif masih sedikit, tidak sepopuler dengan media sosial yang lain. Perpustakaan menggunakan vine biasanya untuk membuat konten visual yang mirip dengan konten di Instagram. Hal ini perlu diingat bahwa durasi video yang dapat di-upload di Vine hanya berlangsung enam detik. 10. Google Plus Google Plus (Google + atau G +) adalah jaringan sosial yang dikembangkan oleh Google. Sebelum G+, Google telah mengembangkan jaringan sosial Google Buzz. 11. Flickr. Flickr merupakan media sosial untuk menyimpan dan berbagi foto secara online. Pengguna flickr dapat berbagi foto dengan teman yang menjadi komunitas, terutama melalui website pribadi. Perpustakaan bisa menggunakan Media Sosial untuk berbagai tujuan yang relevan antara lain:7 1. Promosi produk, fasilitas, koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan Media sosial dapat digunakan oleh Perpustakaan untuk mempromosikan koleksi buku terbaru yang dimiliki, resensi buku terbaru, ataupun fasilitas yang dimiliki perpustakaan, seperti wifi, gratis snack dan minum, dan sebagainya. 2. Membangun Perpustakaan interaksi dengan para pengguna Media Sosial dapat digunakan perpustakaan untuk membangun interaksi dengan pengguna dengan adanya fasilitas chatting dan inbox di media sosial, perpustakaan akan lebih dekat dengan pengguna, dan dapat terhubung dengan pengguna perpustakaan walaupun berada di luar kota atau luar negeri. 3. Sebagai sarana membangun hubungan dengan komunitas pustakawan dan komunitas lain yang relevan. Dengan masuk ke dalam grup perpustakaan dan pustakawan maka perpustakaan akan terhubung dengan komunitas pustakawan dan komunitas lain yang relevan, sehingga dapat meningkatkan jejaring serta dapat sharing informasi mengenai dunia perpustakaan dan kepustakawanan sehingga dapat mengetahui informasi dan isu-isu terkini tentang dunia perpustakaan dan kepustakawanan. C. Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM Yogyakarta Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara merupakan perpustakaan khusus di bawah Pusat Studi Sosial Asia Tenggara. Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) atau Center for Southeast Asian Social Studies (CESASS) adalah sebuah lembaga penelitian di Universitas Gadjah Mada dengan fokus terhadap persoalan sosial di kawasan Asia Tenggara. Pusat studi ini didirikan pada tanggal 1 April 1986 dengan nama Pusat Antar Universitas (PAU) Sosial. Kemudian, di bawah kepemimpinan Prof. Bambang Purwanto pada tahun 2001, nama PSSAT disematkan untuk menegaskan komitmen terhadap studi sosial tentang Asia Tenggara.8 Sebagai lembaga riset yang bernaung di bawah perguruan tinggi, PSSAT UGM memiliki tiga domain kerja yang saling berkaitan dan sinergis, yaitu riset/penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga wilayah kerja ini diturunkan dalam dua divisi kerja yaitu divisi riset dan kerjasama serta divisi publikasi dan pelatihan. Program-program kerja yang dilaksanakan oleh PSSAT bertujuan untuk mengoptimalkan penelitian dan pendidikan/pengajaran yang pada akhirnya berujung pada pengabdian kepada masyarakat.⁹ Sejak tahun 2016, PSSAT UGM ditunjuk oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia sebagai satu-satunya Pusat Unggulan Ipteks (PUI) untuk bidang ilmu sosial. Pada tahun 2017, PSSAT mendapat hibah dari Kemeristekdikti untuk melaksanakan program World Class Professor (WCP) yang bertujuan mengoptimalkan kapasitas peneliti dalam meningkatkan publikasi dan penelitian kolaborasi dalam skala internasional dengan para profesor berkelas dunia.10 Tujuan dibentuknya perpustakaan ini untuk mendokumentasikan koleksi-koleksi terkait Studi Asia Tenggara. Perpustakaan ini terbuka untuk masyarakat umum. Perpustakaan ini berlokasi di Gedung PAU (Pusat Antar Universitas) Universitas Gadjah Mada, sayap timur lt. 2. Jl. Teknika Utara, Barat Yogyakarta 55281 Indonesia.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Sedangkan pengumpulan data dengan observasi secara langsung di Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Result & Discussion

A. Media Sosial Perpustakaan PSSAT UGM Dalam melakukan promosi, Perpustakaan PSSAT UGM menggunakan media sosial antara lain : 1. Blog: http://cesasslibrary.blogspot.co.id/ Adapun konten yang disajikan di blog tersebut antara lain: 1) Informasi tentang profil Perpustakaan 2) Informasi terkait kegiatan / event yang 3) diselenggarakan Perpustakaan 4) Informasi tentang mahasiswa magang 5) Book review/resensi buku Perpustakaan 2. Facebook : Perpustakaan Pssat Konten yang disajikan di dalam Facebook ini antara lain: 1) Informasi tentang data singkat Perpustakaan, seperti alamat, email 2) Informasi tentang event/kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan maupun Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM 3) Informasi tentang lowongan pekerjaan/magang kerja baik di Perpustakaan maupun di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM 4) Informasi buku terbaru Perpustakaan 5) Resensi buku Perpustakaan 6) Informasi terkait layanan Perpustakaan 7) Informasi terkait syarat keanggotaan 8) Foto-foto aktivitas di Perpustakaan 9) Video terkait promosi Perpustakaan 3. Instagram : PssatLibrary Konten yang disajikan dalam instagram ini antara lain: 1) Foto koleksi terbaru Perpustakaan serta informasi singkat dari koleksi tersebut 2) Poster tentang informasi layanan Perpustakaan 3) Poster tentang informasi syarat keanggotaan 4) Poster terkait kegiatan/event perpustakaan 4. Twitter: @LibraryPssat Konten yang disajikan dalam twitter ini antara lain: 1) Data profil singkat perpustakaan 2) Berita singkat terkait event/kegiatan perpustakaan 3) Informasi singkat terkait layanan perpustakaan 4) Informasi singkat terkait koleksi buku terbaru perpustakaan 5. Youtube : PSSAT Library Konten yang disajikan dalam youtube ini antara lain: 1) Profil Perpustakaan PSSAT UGM 2) Wawancara dengan pemustaka dari thailand tentang Perpustakaan PSSAT UGM B. Kendala dalam melakukan promosi Perpustakaan PSSAT UGM melalui media sosial Adapun kendala di dalam melakukan promosi perpustakaan PSSAT UGM melalui media sosial antara lain: 1. Kurangnya SDM perpustakaan yang khusus menangani promosi, dikarenakan jumlah SDM perpustakaan di PSSAT UGM hanya berjumlah 1 (satu) orang yang melaksanakan seluruh tugas dan kegiatan di perpustakaan. 2. Kurangnya kompetensi di dalam mengembangkan dan mengisi konten untuk blog dan youtube perpustakaan PSSAT UGM

Conclusion

A. Media Sosial yang digunakan Perpustakaan PSSAT UGM dalam melakukan promosi perpustakaan antara lain: 1) Blog: http://cesasslibrary.blogspot.co.id/ 2) Facebook: Perpustakaan Pssat 3) Instagram: PssatLibrary 4) Twitter: @LibraryPssat 5) Youtube: PSSAT Library Konten yang dipromosikan melalui media sosial antara lain: 1) Profil perpustakaan PSSAT UGM 2) Fasilitas dan layanan perpustakaan 3) Syarat keanggotaan perpustakaan 4) Kegiatan dan event perpustakaan 5) Koleksi buku terbaru perpustakaan 6) Resensi buku perpustakaan B. Kendaladalammelakukan promosi Perpustakaan PSSAT UGM melalui media sosial antara lain: 1) Kurangnya SDM perpustakaan yang khusus menangani promosi, dikarenakan jumlah SDM perpustakaan di PSSAT UGM hanya berjumlah 1 (satu) orang yang melaksanakan seluruh tugas dan kegiatan di perpustakaan. 2) Kurangnya kompetensi di dalam mengembangkan dan mengisi konten untuk blog dan youtube perpustakaan PSSAT UGM 9. SARAN A. Pustakawan agar selalu aktif mengisika konten dan melakukan promosi di sosial media minimal 1 hari sekali, agar media sosial dapat hidup dan diminati masyarakat B. Perlu menambah jumlah SDM perpustakaan agar pengelolaan promosi perpustakaan dapat berjalan secara optimal C. Perlu meningkatkan kompetensi pustakawan PSSAT UGM dalam promosi perpustakaan, yaitu dengan mengikutkan seminar, diberikan pelatihan atau workshop terkait promosi perpustakaan, maupun pengelolaan media sosial .